Anda di halaman 1dari 6

Rencana Keperawatan

No. Diagnosa Keperawatan


Tujuan Intervensi Rasional
1 ketidak seimbangan nutrisi kurang setelah dilakukan askep 1.Kaji penyebab kehilangan 1.membatu menciptakan rencana
dari kebutuhan tubuh b/d ketidak selama 3x8 jam diharapkan napsu makan keperawatan /pilihan intervensi
mampuan menelan makanan
nutrisi pasien terpenuhi 2.Observasi kondisi kulit 2.menunjukan kurangnya nutrisi
ds:
-orang tua pasien mengatakan pasien dengan kriteria hasil: rambut yang rontok kuku adekuat
kurang nafsu makan 1. menghabiskan porsi yang rapuh dan tanda tanda 3.makanan adalah bagian dari
makanan yang diberikan tidak
makan penyembuhan yang lambat penstiue sosial dan napsu makan
dihabiskan
orang tua pasien mengatakan pasien 2. Tidak terjadi penurunan 3.Tingkatkan lingkungan daoat meningkatkan dengan
sering memilh milih makanan berat badan yang menyenangkan makan sosialisasi.
do:
misalnya ada teman jika 4. menambahakan dalam
porsi makan yang diberikan tidak
dihabiskan 4-5 sendok memungkinkan menetapkan program nutrisi
pasien tanpak lemah 4.kolaborasi dengan ahli spesifik untuk memenuhi
BB: 12Kg gizi kebutuhan individual pasien
TB :102 Cm
Tanda tanda vital
TD: 90/60 mmHg
N:95xm
R: 19x/m
SB: 35,5C
Rencana Keperawatan
No. Diagnosa Keperawatan
Tujuan Intervensi Rasional
2 Resiko syok hipovolemik b/d Setelah dilakukan askep 1. monitor keadaan umu 1. memonitor kondisi
perdarahan yang berlebih pindahnya selama 3x8 jam diharapkan klien pasien selama perawatan
cairan intravaskuler ke ekstravaskuler resiko syok tidak terjadi 2. observasi tanda tanda terutama saat terjadi
Ds: - lagi dengan KH: vital perdarahan
Tidak ada tanda tanda syok 3. jelaskan pada pasien dan 2. perawat harus terus
DO: TTV Tanda tanda vital dalam keluarga tanda perdarahan menerus observasi tanda
TD: 90/60 mmHg batas normal dan segera laporkan jika tanda vital untuk
N:95xm terjadi perdarahan memastikan tidak terjadi
R: 19x/m 4. kolaborasi pengambilan syok
SB: 35,5C darah untuk pemeriksaan 3.dengan melibatkan
Laboratorium HB, PCV, Trombositu keluarga pasien maka
HB : 14,3g/dl tanda tanda berdaran dapat
Pcv: 34% segera diketahui
Trombosit 64 10^3/dL 4.untuk mengetahui tingkat
perdarahan
JAM IMPLEMENTASI EVALUASI
07.00 1. Melakukan waslen pada klien S: orang tua pasien mengatakan anaknya
08.00 2. memberikan makan pada pasien mulai ada peningkatan untuk makan
H: pasien hanya makan 5-6 kali
08.30 3:mengukur intake dan output O: -pasien makan 5-6 sendok
H: intake 1350ml -makan nasi, sup dan ikan
Output: 650cc -pasien minum oralit (pedialit)
09.00 4. mengkaji penyebab kehilangan nafsu
makan A: masalah belum teratasi
H: pasien tidak mau makanan rumah
sakit P: lanjutkan intervensi
09.30 5. mengkaji tanda tanda vital
H: TD: 110/70 mmHg
N:95xm
R: 20x/m
SB: 36,9C
10.00 6. mengobservasi kondisi kulit
H: tidak terdapat tanda tanda seperti,
rambut rontok, kuku tidak sianosis
10.30 7. meningkatkan lingkungan yang
menyenangkan
H: pasien lebih senang makan apabila
ayahnya yang memberikan makan
11.00 8. mengkolaborasi dengan ahli gizi
JAM IMPLEMENTASI EVALUASI
07.00 Melakukan waslen pada klien S: orang tua mengatakan anakanya muai
08.00 Memberikan makan menghabiskan makananya walaupun tidak
H: makanan tidak dihabiskan 5-8 semuanya.
08.30 sendok O: pasien makan 5-8 sendok
3. memberikan injeksi obat Makan nasi, sayur ikan
H: ceftriaxone 750mg
09.00 Ranitidine : 15Mg A: masalah belum teratasi
4. mengukur output
H: output 600cc P: lanjutkan intervensi
09.30
Mengkaji tanda tanda vital
H: TD: 100/70 mmHg
N:98xm
R: 20x/m
SB: 36,5C
Disharge Planning

1. Menggunakan Obat Nyamuk (Bakar, Oles, Ataupun Semprot)

2. Lakukan 3M ( Menguras, Menutup, Mengubur)

3. Saat Tidur Gunakan Kelambu

4. Banyak Minum Dan Banyak Makan

5. Melakukan Fogging Dilingkungan Rumah