Anda di halaman 1dari 11

LABORATORIUM PERENCANAAN DAN

SIMULASI TAMBANG
PRODI TEKNIK PERTAMBANGAN

No. Tugas : 11 A

LAPORAN AWAL
SISTEM PENYALIRAN TAMBANG TERBUKA

Nama : Putra Nugraha


NPM : 11070115089
Shift/Waktu : VI (Enam)/ 15.00 18.00 WIB
Hari/Tanggal Praktikum : Sabtu/ 9 Desember 2017
Hari/Tanggal Laporan : Sabtu/ 9 Desember 2017
Asisten : 1. Ir. Yuliadi, M.T
2. Aldi Armandisasta A
3. Andi Aulia
4. Ahmad Fakhri Husaini
5. Ferry Shadali
6. Rakhmat Alif Adi P
7. Suriandi Harnanda

PARAF PEMERIKSA NILAI

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
1439 H/2017 M
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Segala puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan kepada kita beribu ribu nikmat, diantaranya nikmat iman, sehat
walafiat sehingga laporan ini dapat terselesaikan. Tak lupa pula sholawat serta
salam kita curahkan atas baginda kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah
membawa kita dari zaman jahiliyyah hingga zaman islamiyyah, dari zaman
kegelapan hingga zaman yang terang benderang penuh cahaya iman, akhlak,
dan islami seperti sekarang saat ini.
Akan tetapi takkan pula terselesaikan apabila tidak ada dukungan dari
Laboratorium Perencanaan Dan Simulasi Tambang khususnya para assisten yang
telah membimbing kami sehingga terselesaikannya Laporan Awal ini yang berjudul
Sistem Penyaliran Tambang Terbuka.
Saya sadar akan masih banyak adanya kekurangan dalam isi laporan ini
mulai itu pada format ataupun pada isi laporan yang jauh dari harapan, segala
bentuk kekurangan itu saya berharap agar dapat menjadi maklumat karena masih
dalam tahap pembelajaran. Namun saya berusaha untuk kedepannya dapat
memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut, sehingga laporan ini akan menjadi
baik dan lebih baik dari sebelumnya.
Wassalamualaikum Wr.Wb

Bandung, 9 Desember 2017

Putra Nugraha

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................. i

DAFTAR ISI................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1


1.1. Latar Belakang ......................................................................... 1
1.2. Maksud dan Tujuan Praktikum ................................................. 1
1.2.1. Maksud ......................................................................... 1
1.2.2. Tujuan........................................................................... 1

BAB II LANDASAN TEORI ..................................................................... 2


2.1. Sistem Penyaliran Tambang .................................................... 2
2.1.1 Mine Dewatering ........................................................... 2
2.1.2 Mine Drainage............................................................... 3
2.2. Perencanaan Sump ................................................................. 4
2.2. Settling Pond ............................................................................ 5

BAB III KESIMPULAN .............................................................................. 6


DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kegiatan penambangan salah satunya tambang terbuka (open pit),
metode penambangan ini akan menyebabkan terbentuknya cekungan yang luas
sehingga sangat potensial untuk menjadi daerah tampungan air, baik yang berasal
dari air limpasan permukaan maupun air tanah.
Pada saat kondisi hujan yang tinggi maka air yang berasal dari limpasan
permukaan dapat menggenangi lantai dasar dan menyebabkan berlumpurnya
front penambangan, sehingga kelangsungan kegiatan penambangan dapat
terganggu.
Untuk itu maka diperlukannya perencanaan dan perancangan tentang
sistem penyaliran tambang yang nantinya dapat diterapkan di area penambangan,
melalui upaya penanganan dan pencegahan air yang masuk kedalam front
penambangan , dapat diharapkan permasalahan yang timbul akibat tidak
terkontrolnnya air yang masuk ke pit dapat dihindari dan diminimalisir, sehingga
aktifitas penambangan tetap dapat dilakukan walaupun dalam cuaca yang ekstrim.

1.2 Maksud dan Tujuan


1.2.1 Maksud
Maksud dari Pembuatan Laporan Awal ini untuk memahami dalam
merencanakan sistem penyaliran tambang.

1.2.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum yang dilakukan antara lain :
1. Untuk mengetahui dan merencanakan sistem penyaliran tambang terbuka.
2. Membuat desain penyaliran tambang yang dapat diterapkan.
3. Untuk melakukan pengendalian air tambang.

1
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Sistem Penyaliran Tambang


Sistem penyaliran tambang adalah suatu metode yang dilakukan untuk
mencegah masuknya aliran air ke dalam lubang bukaan tambang atau
mengeluarkan air tersebut.
2.1.1 Mine Dewatering
Merupakan upaya untuk mengeluarkan air yang telah masuk ke lokasi
penambangan. Beberapa metode penyaliran tambang (mine dewatering) adalah
sebagai berikut :
1. Membuat sump di dalam front tambang (Pit)
Sistem ini diterapkan untuk membuang air tambang dari lokasi kerja. Air
tambang dikumpulkan pada sumuran (sump), kemudian dipompa keluar.
Pemasangan jumlah pompa tergantung pada kedalaman penggalian,
dengan kapasitas pompa menyesuaikan debit air yang masuk ke dalam
lokasi penambangan.

Sumber : pojanwibawa.wordpress.com
Gambar 2.1
Sump
2. Membuat Paritan
Pembuatan parit sangat ideal diterapkan pada tambang terbuka open
cast atau kuari. Parit dibuat berawal dari sumber mata air atau air limpasan
menuju kolam penampungan, langsung ke sungai atau diarahkan ke

2
3

selokan. Jumlah parit ini disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga bisa


lebih dari satu. Apabila parit harus dibuat melalui lalulintas tambang maka
dapat dipasang gorong-gorong yang terbuat dari beton atau galvanis.
Dimensi parit diukur berdasarkan volume maksimum pada saat musim
penghujan deras dengan memperhitungkan kemiringan lereng. Bentuk
standar melintang dari parit umumnya trapesium.
2.1.2 Mine Drainage (Penyaliran Tambang)
Penyaliran tambang adalah mencegah air masuk ke lokasi penambangan
dengan cara membuat saluran terbuka sehingga air limpasan yang akan masuk
ke lubang bukaan dapat langsung dialirkan ke luar lokasi penambangan. Upaya ini
umumnya dilakukan untuk penanganan air tanah yang berasal dari sumber air
permukaan. Beberapa metode Mine Drainage adalah sebagai berikut :
1. Metode Siemens
Pada setiap jenjang dari kegiatan penambangan dipasang pipa ukuran
8 inch, di setiap pipa tersebut pada bagian ujung bawah diberi lubang-
lubang, pipa yang berlubang ini berhubungan dengan air tanah, sehingga
di pipa bagian bawah akan terkumpul air, yang selanjutnya dipompa ke
atas secara seri dan selanjutnya dibuang.

Sumber : pojanwibawa.wordpress.com
Gambar 2.2
Metode Siemens

2. Metode Elektro Osmosis


Bilamana lapisan tanah terdiri dari tanah lempung, maka pemompaan
sangat sulit diterapkan karena adanya efek kapilaritas yang disebabkan
4

oleh sifat dari tanah lempung itu sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut,
maka diperlukan cara elektro osmosis. Pada metode ini digunakan batang
anoda serta katoda. Bila elemen-elemen ini dialiri listrik, maka air pori yang
terkandung dalam batuan akan mengalir menuju katoda (lubang sumur)
yang kemudian terkumpul dan dipompa keluar.

Sumber : pojanwibawa.wordpress.com
Gambar 2.2
Metode Siemens

3. Metode Kombinasi dengan lubang bukaan bawah tanah


Dilakukan dengan membuat lubang bukaan mendatar didalam tanah guna
menampung aliran air dari permukaan. Beberapa lubang sumur dibuat
untuk menyalurkan air permukaan kedalam terowongan bawah tanah
tersebut. Cara ini cukup efektif karena air akan mengalir sendiri akibat
pengaruh gravitasi sehingga tidak memerlukan pompa.

2.2 Perencanaan Sump


Sump merupakan kolam penampungan air yang dibuat untuk menampung
air limpasan, yang dibuat sementara sebelum air itu dipompakan serta dapat
berfungsih sebagai pengendap lumpur. Tata letak sump akan dipengaruhi oleh
sistem drainase tambang yang disesuaikan dengan geografis daerah tambang dan
kestabilan lereng tambang.
5

2.3 Settling Pond


Berfungsi sebagai tempat menampung air tambang sekaligus untuk
mengendapkan partikel-partikel padatan yang ikut bersama air dari lokasi
penambangan, kolam pengendapan ini dibuat dari lokasi terendah dari suatu
daerah penambangan, sehingga air akan masuk ke settling pond secara alami dan
selanjutnya dialirkan ke sungai melalui saluran pembuangan.
Dengan adanya settling pond, diharapkan air yang keluar dari daerah
penambangan sudah bersih dari partikel padatan sehingga tidak menimbulkan
kekeruhan pada sungai atau laut sebagai tempat pembuangan akhir. Selain itu
juga tidak menimbulkan pendangkalan sungai akibat dari partikel padatan yang
terbawa bersama air.
Bentuk settling pond biasanya hanya digambarkan secara sederhana,
yaitu berupa kolam berbentuk empat persegi panjang, tetapi sebenarnya dapat
bermacam-macam bentuk disesuaikan dengan keperluan dan keadaan
lapangannya. Walaupun bentuknya dapat bermacam-macam, namun pada
setiap settling pond akan selalu ada 4 zona penting yang terbentuk karena proses
pengendapan material padatan. Untuk menentukan dimensi settling pond dapat
dihitung berdasarkan hal-hal sebagai berikut :
1. Diameter partikel padatan yang keluar dari kolam pengendapan tidak lebih
dari 9 x 10-6 m, karena akan menyebabkan pendagkalan dan kekeruhan
sungai.
2. Kekentalan air.
3. Partikel dalam lumpur adalah material yang sejenis.
4. Kecepatan pengendapan material dianggap sama.
5. Perbandinga dan cairan padatan diketahui
Luas settling pond dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

A= Qtotal.V

Keterangan:

A = Luas settling pond (m2).


Qtotal = Debit air yang masuk settling pond (m3/detik).
V = Kecepatan pengendapan (m/dtk).
BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan laporan yang telah dibuat maka dapat disimpulkan bahwa


Sistem penyaliran tambang adalah suatu metode yang dilakukan untuk mencegah
masuknya aliran air ke dalam lubang bukaan tambang atau mengeluarkan air
tersebut. Metode sistem penyaliran tambang terbagi 2 yaitu, Mine Dewatering
yang Merupakan upaya untuk mengeluarkan air yang telah masuk ke lokasi
penambangan dan Mine Drainage adalah mencegah air masuk ke lokasi
penambangan dengan cara membuat saluran terbuka sehingga air limpasan yang
akan masuk ke lubang bukaan dapat langsung dialirkan ke luar lokasi
penambangan.

6
DAFTAR PUSTAKA

1. Andiashari, 2013. Sistem Penyaliran Tambang, https://pojanwibawa.


wordpress.com/tag/tujuan-penyaliran-tambang/ . Diakses padtanggal 8
Desember 2017 pukul 21:10 WIB.

2. Aulizar, 2010, Perencanaan Sistem Penyaliran Tambang Terbuka


Batubarahttp://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/8722
/3.Endri%202010-1%20jadi.pdf?sequence=4. Diakses pada tanggal 8
Desember 2017.

3. Maryanto, 2017, Catatan Kuliah Perencanaan Tambang, Universitas


Islam Bandung, Bandung.
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai