Anda di halaman 1dari 3

www.nbpcenter.

com

Klasifikasi Retardasi menurut National Information


Center for Children and Youth with Disabilities, 1998

RENTANG IQ KEMAMPUAN TERMINOLOGI PREVALENS PROTOTIPE


BELAJAR PSIKOLOGIS
84-70 Slow learner Borderline Slow learner
55-69 Mampu didik Ringan 2.5% Kesulitan dlm
sosial ekonomi
40-54 Mampu latih Sedang 0.3% Kelainan
organik
39-25 Sub-trainable Berat Gangguan SSP,
gangguan
organik
<25 Sangat berat 0.1%
www.nbpcenter.com
POTENSI AKADEMIS DAN BEKERJA
BERDASARKAN DERAJAT RETARDASI

Level Potensi Kehidupan sehari- Pekerjaan


akademis hari
Borderline Sekolah reguler sp Mampu mandiri Dapat bekerja
kelas 6
Ringan Membaca & menulis sp Relatif mandiri Membutuhkan
kelas 4-5 atau kurang pelatihan khusus

Sedang Membaca sangat Mampu berpakaian, Membutuhkan


terbatas, hanya sampai membersihkan diri, pekerjaan yang
kelas 1 atau 2 menyiapkan makanan terawasi
Berat Sulit sekali membaca Dpt dilatih Membutuhkan
atau menulis membersihkan diri pekerjaan yang
dengan bantuan terawasi
Sangat Berat Tidak ada Sedikit yang bisa dilatih Sangat sangat
membersihkan diri terbatas

Kaminer R. And Cohen, H (1998). Contemporary Pediatrics


www.nbpcenter.com
Perbedaan keterlambatan perkembangan
keterbelakangan mental
Keterlambatan Keterbelakangan mental
perkembangan
Keterlambatan Keterlambatan bersifat lebih berat, dengan derajat
perkembangan yang ringan keparahan yang berbeda-beda di setiap areanya
derajatnya di seluruh area
Mengikuti pola Pola perkembangan tidak biasa, misalnya
perkembangan normal kemampuan motorik normal, tapi kemampuan
memecahkan masalah jauh di bawah normal
Tidak ditemukan penyulit Seringkali diikuti dengan penyulit lain misalnya
lain yang berhubungan gangguan prilaku
Dapat bersekolah di Mungkin membutuhkan pendidikan khusus,
sekolah reguler seringkali tidak dapat bersekolah di sekolah reguler
Keterlambatan bersifat Keterbelakangan bersifat PERMANEN
TIDAK permanen
Suatu saat akan mengejar TIDAK dapat mengejar ketinggalannya, dan TIDAK
ketinggalannya dan sesuai pernah sesuai dengan anak seusianya
dengan anak seusianya

WHO, 1970