Anda di halaman 1dari 8

PELATIHAN SURVEILLANCE CAMERA SEBAGAI ALAT BANTU

KEAMANAN BERBASIS JARINGAN DI SMK NEGERI 1 TEJAKULA

Dewa Gede Agus Putra Prabawa, S.Pd., M.Pd.


Made Prima Restami, S.Pd., M.Pd.
Poltek Ganesha Guru
ABSTRACT

The problem of security is a very important issue in every sphere of human life. Surveillance Camera or
cameras monitoring is one option that many people demand reliability and flexibility, even able to be accessed via
the Internet. SMK Negeri 1 Tejakula not use the security system with CCTV and Surveillance Camera. The module
donated to P2M was designed can be connected to a computer via cable, wireless and accessible via Android or
iOS smartphone. This is expected to increase student interest in computer networks (TKJ). P2M is expected to
provide a security system solutions for the convenience of various parties at SMK Negeri 1 Tejakula. From training
to 30 students obtained the mastery of basic competencies (KD): KD1 with a mean 82.6; KD2 with a mean of 80.5;
KD3 with a mean 76.7; KD4 with a mean of 81.9; and KD5 with a mean of 78.9. Can be concluded that the overall
average KD is 80.11 exceeding KK 70% or has managed in line with expectations.

Keywords: Surveillance Camera, TKJ, security, vocational

ABSTRAK

Permasalahan keamanan merupakan isu yang sangat penting di setiap bidang kehidupan manusia.
Surveillance Camera atau kamera pemantau merupakan salah satu pilihan yang banyak diminati masyarakat
kehandalan dan fleksibilitasnya, bahkan mampu diakses melalui internet. SMK Negeri 1 Tejakula belum
menggunakan sistem keamanan dengan CCTV maupun Surveillance Camera. Modul Surveillance Camera yang
disumbangkan untuk P2M ini didesain dapat dihubungkan ke komputer melalui kabel, tanpa kabel dan dapat
diakses melalui smartphone Android maupun iOS. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa
pada jaringan komputer (TKJ). Dengan P2M diharapkan dapat memberikan solusi sistem keamanan demi
kenyamanan berbagai pihak di SMK Negeri 1 Tejakula. Dari pelatihan kepada 30 orang siswa didapatkan
penguasaan Kompetensi Dasar (KD): KD1 dengan rerata 82,6; KD2 dengan rerata 80,5; KD3 dengan rerata 76,7;
KD4 dengan rerata 81,9; dan KD5 dengan rerata 78,9. Sehingga didapat rerata keseluruhan penguasaan KD adalah
80,11 yang melebihi KK 70% atau telah berhasil sesuai dengan harapan.

Kata kunci: kamera pemantau, TKJ, keamanan, SMK

PENDAHULUAN kelebihan utama seperti kehandalan,


fleksibilitas, dan investasi jangka panjang.
Permasalahan keamanan merupakan isu Surveillance Camera adalah kamera
yang sangat penting di setiap bidang pemantau yang berbasis protokol internet
kehidupan manusia. Jaminan keamanan yang dapat mengirim dan menerima data
terhadap bahaya berupa pencurian, melalui jaringan komputer dan internet.
perampokan, pelecehan seksual dan Fleksibilitas yang tinggi memungkinkan
kejahatan lainnya dapat dilakukan salah Surveillance Camera untuk diterapkan pada
satunya dengan menggunakan kamera jaringan wired ataupun wireless.
pemantau. Surveillance Camera atau Pengiriman sinyal kamera pemantau
kamera pemantau merupakan salah satu dilakukan menggunakan koneksi jaringan
pilihan yang banyak diminati masyarakat seperti LAN/WAN atau internet.
bahkan pemerintah dikarenakan memiliki
Dibandingkan dengan Closed Circuit keterbatasan dana dan belum ada teknisi
TeleVision (CCTV) yang konfigurasinya yang mampu memasang dan
sudah pasti, warna hanya hitam putih, dan mengoperasikan Surveillance Camera.
harganya cukup mahal. Surveillance Menurut pihak mitra kami Kepala Sekolah
Camera menawarkan konfigurasi yang bisa SMK Negeri 1 Tejakula, I Wayan Gunastra,
diatur, memiliki kemampuan memproses S.Pd, M.Pd., di SMK Negeri 1 Tejakula
visual berwarna dan audio serta dapat belum menerapkan sistem keamanan
diakses PC secara langsung atau melalui Surveillance Camera karena hal yang
LAN, internet, dan jaringan smart phone, mendesak saat ini adalah pembangunan
sedangkan harganya relatif lebih murah fisik seperti ruangan kelas yang belum
dibandingkan CCTV. Penginstalasian memenuhi daya tampung siswa. Namun
Surveillance Camera cukup sederhana Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tejakula
dengan mengikuti petunjuk yang ada, berharap ada pihak-pihak dari Undiksha
namun dengan pengetahuan jaringan maupun pihak lainnya yang membantu
komputer dan DDNS, Surveillance Camera memberikan pelatihan untuk memahami
dapat diintegrasikan dengan jaringan penggunaan sistem keamanan yang
komputer yang ada sehingga perangkat ini dimungkinkan di sekolah tersebut.
dapat diakses dari mana saja selama Tim P2M Undiksha merasa penting
terkoneksi dengan internet, baik dengan memberikan pelatihan di SMK Negeri 1
laptop maupun telephone seluler. Tejakula karena tamatannya diharapkan
SMK Teknologi maupun TIK seharusnya dapat meneruskan ke Prodi S1 Pendidikan
sudah menerapkan Surveillance Camera Teknik Elektro yang memiliki jalur
dalam lingkungan sekolahnya. Selain untuk keminatan untuk Teknik Komputer dan
keamanan lingkungan yang terekam setiap Jaringan (TKJ). Dengan pelatihan jaringan
saat, menerapkan Surveillance Camera komputer menggunakan modul
dapat digunakan sebagai pembelajaran Surveillance Camera diharapkan
kepada siswa tentang bagaimana proses pemahaman siswa tentang jaringan
pemasangan hingga pengaturan komputer dapat meningkat, dan mengetahui
Surveillance Camera melalui jaringan prospek peluang usaha di bidang sistem
komputer. SMK Teknologi maupun TIK keamanan menggunakan Surveillance
yang ada di kabupaten Buleleng, ada 3 Camera.
SMK yang membuka jurusan Teknik Aktivitas sekolah dari PBM hingga
Komputer dan Jaringan yaitu SMK Negeri ekstrakurikuler memungkinkan sekolah ini
3 Singaraja, SMK Negeri 2 Seririt, dan buka dari pagi hingga sore. Sehingga
SMK Negeri 1 Tejakula. SMK Negeri 3 keamanan sekolah penting dilakukan untuk
Singaraja dan SMK Negeri 2 Seririt telah mencegah terjadinya kejahatan seperti
menggunakan Surveillance Camera di pencurian maupun tindakan kejahatan
lingkungan sekolahnya (Made Santo G. lainnya. Dalam pembelajaran di kelas, para
dkk, 2015), sedangkan SMK Negeri 1 siswa khususnya yang ada di jurusan TKJ
Tejakula yang baru berdiri 6 tahun lalu tentunya mendapatkan pelajaran jaringan
yaitu tahun 2009 masih belum menerapkan komputer dasar, LAN, hingga WAN dari
Surveillance Camera untuk meningkatkan kelas X, XI dan XII, sehingga P2M ini
keamanan sekolahnya. Hal ini dikarenakan
sejalan dengan pemahaman praktis yang dan mengikuti pelajaran. Perilaku
diperlukan sekolah. siswa/siswi SMK Negeri 1 Tejakula dapat
SMK Negeri 1 Tejakula seperti terlihat pada dikatakan sudah tertib selama berada di
Gambar 1 merupakan sekolah menengah dalam kelas. Para siswa/siswi terlihat
kejuruan yang berada di Desa Penuktukan, menunjukkan antusiasme yang cukup baik
Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng dalam mengikuti pelajaran. Siswa-siswi
yang berjarak 33 km dari kota Singaraja. jarang ada yang bercanda ataupun ribut
Sekolah ini berdiri sejak tahun 2009 di atas ketika pembelajaran berlangsung. Para
tanah seluas 810 m2 dengan keberadaan siswa-siswi pun tercatat tidak pernah
ruang kelas sebanyak 10 ruang kelas yang melakukan hal-hal yang dapat mengganggu
diperuntukkan untuk siswa kelas X, XI, dan jalannya proses pembelajaran di dalam
XII. Sekolah ini memiliki 3 program kelas. Saat jam pelajaran dimulai terkadang
keahlian yaitu : TKJ (Teknik Komputer ditemui siswa/siswa yang ribut, mengobrol,
Jaringan), Akuntansi, dan Administrasi dan beberapa siswa/siswi yang masih
Perhotelan (AP). SMK Negeri 1 Tejakula berada di luar kelas.
memiliki siswa seperti pada Tabel 1. Terkait dengan kegiatan siswa di dalam dan
Sebagai sekolah yang baru berdiri beberapa di luar kelas selama berada di sekolah,
tahun belakangan ini, SMK Negeri 1 aturan-aturan pun ditetapkan oleh pihak
Tejakula dapat dikatakan mampu menarik sekolah untuk menjaga ketertiban dan
banyak siswa untuk belajar di sekolah meningkatkan kedisiplinan siswa. Untuk
tersebut. siswa yang melanggar tata tertib, akan
dikenakan sanksi sesuai klasifikasi
pelanggaran yang dibuat.
Selama siswa berada di luar kelas, perilaku
siswa/siswi SMK Negeri 1 Tejakula masih
dapat dikontrol dan tergolong wajar
mengikuti norma-norma kesopanan yang
ada di sekolah. Siswa/siswi berada di luar
kelas ketika tidak ada pelajaran
berlangsung, yaitu saat istirahat. Ketika bel
istirahat siswa/siswi memanfaatkan waktu
Gambar 1. SMK Negeri 1 Tejakula
tersebut untuk berbelanja di kantin,
sebagian sebagian ada yang ngobrol atau
Tabel 1. Daftar distribusi siswa tiap tingkat
bercanda dengan temannya, sebagian lagi
tahun ajaran 2015/2016
a Data Sisw ada yang terlihat membaca-baca buku di
Bidang/
Kelas X Kelas XI Kelas XII Jumlah sekitar sekolah atau koridor ruang kelas.
No Program
Keahlian Jumlah Jumlah Jumlah Keseluruhan
Kelas Siswa Kelas Siswa KelasSiswa KelasSiswa Untuk beberapa siswa yang melakukan
1 TKJ 2 42 2 44 2 41 6 127
2 Akuntansi 2 66 2 68 2 43 6 177 perbuatan yang kurang baik atau melanggar
3 AP 4 142 4 138 4 129 12 409 aturan dan norma yang ada, akan ditangani
Total 8 250 8 250 8 213 24 713
Sumber: Database SMKN 1 Tejakula secara bertahap dan sistematis. Pertama,
Adapun kegiatan siswa di dalam kelas masalah yang ada antara siswa dengan guru
sangat dekat hubungannya dengan tingkah yang bersangkutan diselesaikan terlebih
laku siswa selama berada di dalam kelas dahulu dan bila tidak terselesaikan, masalah
tersebut akan dibawa ke wali kelas. Jika hal pembelajaran khususnya jurusan TKJ di
yang sama ditemui, maka wali kelas akan SMK Negeri 1 Tejakula;
membawa masalah tersebut ke BK. Apabila 3) Belum siapnya SDM tenaga pengajar
sampai permasalahan tidak dapat untuk memasang dan mengoperasikan
diselesaikan, BK akan membawa Surveillance Camera;
permasalahan tersebut kehadapan kepala 4) Pihak sekolah belum dapat memberikan
sekolah dan kepala sekolah bersama-sama bukti rekaman apabila terjadi hal-hal
guru bahkan jika perbuatan tersebut jauh yang tidak diinginkan di sekitar sekolah.
melanggar aturan dan norma yang ada, akan
sampai melibatkan orang tua/wali siswa dan Surveillance Camera
bersama-sama pihak sekolah dan orang Menurut Arfiansyah dkk. (2012) IP Camera
tua/wali siswa akan mencari solusi untuk atau Surveillance Camera adalah CCTV
tindak pelanggaran tersebut. kamera yang menggunakan Internet
Dari analisa situasi yang telah dilakukan, Protokol untuk mengirimkan data gambar
sistem keamanan sekolah sangatlah penting dan sinyal kendali atas Fast Ethernet Link.
untuk dilakukan. Pihak sekolah diharapkan Dengan demikian, Surveillance Camera
memiliki sistem yang dapat memonitor juga sering disebut sebagai kamera
maupun menyediakan bukti video apabila jaringan. Yang membedakannya dengan
terjadi kejahatan. Apabila terjadi hal-hal CCTV biasa adalah setiap kamera memiliki
yang tidak diinginkan seperti keributan atau IP sendiri sehingga kita bisa memilih
tidak tertib maka pihak sekolah dapat kamera mana yang mau dilihat. Sejumlah
menegur melalui pengeras suara maupun kamera pemantau biasanya ditempatkan
mendatangi langsung tempat kejadian. bersama-sama dengan perekam Video
Surveillance Camera dapat ditempatkan Digital (DVR) atau jaringan video (NVR)
cukup banyak dan menyebar di gedung- untuk membentuk sistem pengawasan
gedung yang berbeda sehingga jangkauan video. Faktor keamanan menjadi hal yang
video yang terekam dapat lebih luas. sangat penting. Berbagai cara dilakukan
Dengan pelatihan penggunaan dan untuk meningkatkan keamanan baik untuk
manajemen Surveillance Camera berbasis keamanan pada perusahaan maupun tempat
jaringan komputer untuk pihak sekolah, pribadi seperti rumah.
diharapkan dapat memberikan solusi sistem Kamera jaringan merupakan kamera yang
keamanan demi kenyamanan pihak sekolah dapat diakses dari jauh pada lokasi yang
dan stakeholder-nya. berbeda melalui web browser atau software
Berdasarkan analisis situasi dari SMK manajemen video. Kamera jaringan
Negeri 1 Tejakula maka yang menjadi akar membuat orang-orang menjadi lebih praktis
permasalahan mitra dalam hal ini adalah untuk memonitoring area atau ruangan yang
pentingnya sistem keamanan sekolah yang dipantau.
dapat dijabarkan sebagai berikut: Menurut Mahmud Aryanto (2010) IP
1) Kurangnya sistem keamanan sekolah Camera atau ada juga yang menyebutnya
melalui Surveillance Camera; Netcam (Network Camera) merupakan
2) Belum adanya pelatihan tentang perangkat peng-capture dan recording objek
pentingnya Surveillance Camera sebagai terkini yang memiliki kemampuan
sistem keamanan dan berguna bagi memproses visual dan audio serta dapat
diakses PC secara langsung, atau melalui perangkat lain, sehingga masing-masing
LAN, Internet, dan jaringan telepon seluler. komputer yang terhubung tersebut bisa
Instalasinya sangat sederhana. Perangkat ini saling bertukar data atau berbagi perangkat
dapat diakses dari mana saja selama kita keras.
terkoneksi dengan internet, baik dengan Untuk memudahkan memahami jaringan
laptop maupun telepon seluler. Dengan komputer, para ahli kemudian membagi
kemampuan serta kesederhanaan setting jaringan komputer berdasarkan beberapa
ditambah kemudahan akses yang klasifikasi, di antaranya:
dimilikinya, perangkat ini mampu Berdasarkan area atau skala
menggantikan perangkat monitoring yang Berdasarkan media penghantar
telah ada. Berdasarkan fungsi
Pengguna Surveillance Camera dapat Ada 2 cara untuk mengkoneksikan
dikelompokan menjadi dua, yaitu kalangan Surveillance Camera ke dalam jaringan
rumahan (home use) seperti perumahan, yaitu dengan cara Wireless dan Kabel.
apartemen, kompleks real estate dan Prinsip kerja Surveillance Camera adalah
kalangan perkantoran, perusahaan. pertama kamera menangkap gambar,
kemudian gambar yang ditangkap diubah
menjadi sinyal elektrik. Sinyal ini
dikonversikan dari format analog menjadi
digital. Sinyal digital dikompres dan
dikirim melalui jaringan.

Gambar 2. Contoh Surveillance Camera


VStarCam (Sumber: internet)

Contoh Surveillance Camera merk


VStarCam pada Gambar 2 memiliki
spesifikasi sebagai berikut:
MJPEG PTZ
IR Indoor Dome Robot WIFI Gambar 3. Surveillance Camera berbasis
Wireless P2P IP Camera Jaringan
10pcs 5mm IR leds,
Real Plug&Play,P2P Server Group. Seperti terlihat dalam Gambar 3, untuk
3.6mm lens,PAN TILT mengakses Surveillance Camera apabila
Pan:355, Tilt: 120 pengguna menggunakan komputer maka
Support 32 GB TF Card dapat langsung mengakses alamat dari
Surveillance Camera tersebut untuk
Surveillance Camera Berbasis Jaringan melakukan streaming. Begitu juga apabila
Jaringan komputer adalah suatu himpunan pengguna mengakses dengan menggunakan
interkoneksi sejumlah komputer mobile phone, pengguna langsung
autonomous. Informasi berupa data akan mengakses Surveillance Camera dengan
mengalir dari satu komputer ke komputer memasukkan alamatnya saja. Perbedaannya
lainnya atau dari satu komputer ke adalah protokol yang digunakan, apabila

350
pengguna menggunakan komputer maka tentang Surveillance Camera berbasis
protokol yang digunakan adalah HTTP, jaringan untuk sistem keamanan sekolah.
sedangkan apabila pengguna menggunakan Pelatihan ini ditujukan kepada perwakilan
mobile phone maka protokol yang guru dan siswa yang ditunjuk oleh pihak
digunakan adalah RTSP. sekolah dan dilakukan di SMK Negeri 1
Penelitian tentang penerapan Surveillance Tejakula. Segala pembiayaan pelatihan
Camera telah banyak dilakukan, seperti akan ditanggung tim pelaksana berdasarkan
penerapannya pada Smartphone oleh pembiayaan yang disetujui oleh LPM
Gilang dkk (2012), aplikasinya pada Undiksha. SMK Negeri 1 Tejakula
Android oleh Arfiansyah dkk. (2012), A memfasilitasi tempat dan peserta yang akan
Heri Prasetyo (2012), dan pada mobile diikutkan dalam pelatihan ini.
phone oleh Samuel dkk (2010).

METODE

Dari rumusan masalah yang telah dijelaskan


sebelumnya dan apa saja tujuan-tujuan yang
ingin dicapai dalam kegiatan program P2M
ini, maka langkah-langkah untuk mencapai
tujuan tersebut dapat digambarkan seperti
Gambar 4 berikut. Gambar 4. Diagram alur kegiatan P2M
Kegiatan program P2M ini akan
dilaksanakan dalam bentuk pelatihan
Surveillance Camera dapat membuka
HASIL DAN PEMBAHASAN wawasan serta pengetahuan lebih baik
berkaitan dengan Surveillance Camera
Persiapan yang telah dipesan untuk dipasang.
Pada tahap persiapan, tim pelaksana
melakukan penjajagan dan sosialisasi Pelatihan Surveillance Camera
dengan pihak sekolah dalam hal ini SMK Pelatihan ini dilakukan pada tanggal 25 - 27
Negeri 1 Tejakula. Penjajagan dan Mei 2016. Pelatihan ini dilakukan selama 3
sosialisasi ini dilakukan sebanyak 1 kali hari untuk lebih menguatkan pemahaman
yaitu pada tanggal 21 April 2016. konsep Surveillance Camera secara
Penjajagan dilakukan sebagai menyeluruh. Hari pertama 25 Mei 2016
pemberitahuan awal bahwa akan diadakan pelatihan dilakukan dengan materi : 1.
pelatihan dari kegiatan P2M. Dalam Konsep dasar jaringan komputer; 2. Konsep
penjajagan ini juga untuk melihat keadaan dasar jaringan wireless; 3. Teknologi
SMK Negeri 1 Tejakula. Pada saat itu SMK Surveillance Camera dan penggunaannya.
Negeri 1 Tejakula telah mengadaan Hari pertama total 9 jam, seperti terlihat
beberapa alat Surveillance Camera, namun pada Tabel 2. Pada hari pertama juga
semua peralatan akan dipasang oleh pihak dilakukan serah terima bantuan
swasta. Sehingga dengan adanya pelatihan

351
Surveillance Camera seperti terlihat pada TKJ di SMK Negeri 1 Tejakula telah
Gambar 5 berikut. melakukan pelatihan selama 30 jam.
Pelatihan Surveillance Camera ini cukup
lama dilakukan karena berkaitan dengan
prakteknya yang harus dilakukan beberapa
jam untuk lebih memberikan pemahaman
Gambar 5. Penyerahan bantuan dilakukan oleh bagi yang belum mengerti.
Tim P2M Undiksha

Tabel 2. Materi Pelatihan


No Uraian Materi (KD) Jam
1. Konsep Dasar Jaringan Komputer 3
2. Konsep Dasar Jaringan Wireless 3
3. Teknologi Surveillance Camera dan 3
Penggunaannya
4. Konfigurasi Jaringan Surveillance 3
Camera
5. Praktek Pemasangan Kabel Jaringan 4 Gambar 6. Pelatihan Surveillance Camera
6. Praktek Aplikasi Monitoring 4
Surveillance Camera dan Fiturnya
7. Praktek Sistem Keamanan Jaringan 2
Surveillance Camera
8. Praktek Akses Surveillance Camera 4
melalui Smartphone Android dan
iOS
9. Praktek Konfigurasi Jaringan 4
Surveillance Camera di SMK Negeri
1 Tejakula
JUMLAH 30

Pada hari kedua yaitu Kamis, 26 Mei 2016


Gambar 7. Bersama guru siswa TKJ dan tim
diberikan pelatihan dengan materi: 1.
P2M Undiksha
Konfigurasi jaringan Surveillance Camera;
2. Praktek pemasangan kabel jaringan; 3. Kepala sekolah SMK Negeri 1 Tejakula I
Praktek aplikasi monitoring Surveillance Wayan Gunastra, S.Pd., M.Pd. mengatakan
Camera dan fitur-fiturnya. Pelatihan hari kami merasa berbangga hati karena ada
kedua ini dilakukan selama 11 jam. Dan perhatian dari Undiksha sehingga ada
pada hari terakhir yaitu Jumat, 27 Mei 2016 pembelajaran baru dan para siswa kami bisa
dilakukan pelatihan dengan materi: 1. mendapatkan tambahan belajar. Selain itu
Praktek sistem keamanan jaringan dengan pelatihan ini para siswa
Surveillance Camera, 2. Praktek akses mendapatkan kesempatan belajar lebih luas
Surveillance Camera melalui smartphone lagi untuk menambah pengetahuannya.
android dan iOS; 3. Praktek konfigurasi Pelatihan Surveillance Camera ini sangat
jaringan Surveillance Camera di SMK kami harapkan dan juga pelatihan-pelatihan
Negeri 1 Tejakula. Hari terakhir ini komputer agar siswa mendapatkan
pelatihan dilakukan selama 10 jam. tambahan belajar, meningkatkan wawasan
Sehingga apabila ditotal, siswa dan guru mereka tentang kamera pemantau

352
keamanan sekolah serta berdampak positif terhadap mereka nantinya di dunia kerja apabila ingin
menekuni bidang jaringan komputer ini demikian disampaikan oleh I Wayan Gunastra, S.Pd,
M.Pd.
Pada pelatihan tersebut siswa sebanyak 30 orang diberikan tes soal untuk mengetahui seberapa
pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan. Tes diberikan sebanyak 30 soal yang terdiri
dari materi- materi yang telah disampaikan dalam pelatihan. Materi tersebut terbagi menjadi 5
kompetensi dasar yaitu : 1) Memahami konsep dasar jaringan komputer dan wireless dengan
rata-rata kelas 82,6; 2) Memahami konsep dasar Surveillance Camera dengan rata-rata kelas
80,5; 3) Memahami konfigurasi Jaringan Surveillance Camera dengan rata-rata kelas 76,7; 4)
Mempraktekkan Aplikasi Monitoring Surveillance Camera dan Fitur- fiturnya dengan rata-rata
kelas 81,9; dan 5) Mempelajari keamanan Surveillance Camera dengan rata-rata kelas 78,9.
Sehingga didapat rata-rata keseluruhan penguasaan Kompetensi Dasar dengan masing-masing
Indikator-nya adalah 80,11 yang melebihi kriteria ketuntasan (KK) 70%.

SIMPULAN

Berdasarkan kegiatan P2M yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan sebagai berikut.
Dari hasil pemberian materi pelatihan kepada 30 orang siswa didapatkan rata-rata
keseluruhan penguasaan Kompetensi Dasar dengan masing-masing Indikator-nya adalah
80,11 yang melebihi kriteria ketuntasan (KK) 70%. Dengan demikian dapat dikatakan pelatihan
Surveillance Camera telah berhasil dan sesuai dengan harapan.

DAFTAR RUJUKAN

A Heri Prasetyo. 2012. Analisis dan Penerapan Aplikasi Streaming IP Camera Sebagai
Sistem Monitoring Area Berbasis Android (Studi Kasus: SMK Telekomunikasi Tunas
Harapan Tengaran).
Arfiansyah, R. & Fitrisia,Y & Fadhli, M. 2012. Aplikasi Android Untuk Kontrol dan
Monitoring Ruangan Menggunakan Ip Camera.
Made Santo Gitakarma, Ketut Udy Ariawan, Agus Adiarta, I Wayan Sutaya. 2015. Penerapan
Model Pembelajaran Konstruktivis pada Mata Pelajaran Jaringan Komputer
Berbantuan Modul Ajar IP Camera (Studi kasus SMK Negeri 2 Seririt). Senari ke-3
ISSN : 2339 1553. Bali.
Mahmud Aryanto bin Amir. 2010. IP Camera dan Aplikasinya. PT Elex Media Komputindo.
Kompas Gramedia.
Samuel Mahatma Putra, Handoko, Rika Mandasari, Bino Pramana Bestari. 2010. Analisis dan
Perancangan Aplikasi Monitoring IP Camera Menggunakan Protocol HTTP pada Mobile
Phone