Anda di halaman 1dari 32

PROSES PRA OLAHAN

OLEH ;
DIDIED HARYONO
Definisi
Pengerjaan bijih pada temperatur tinggi, tetapi masih di bawah
temperatue leleh komponen-komponennya dengan tujuan untuk
mengubah senyawa-senyawa logam yang terkandung menjadi
bentuk senyawa-senyawa lain yang lebih sesuai dengan persyaratan
yang diinginkan oleh tahap ekstraksi selanjutnya.
Proses Pra-Olahan

1. Drying (Pengeringan)

2. Kalsinasi

3. Roasting (Pemanggangan)

4. Aglomerasi :

Briket
Nodulizing
Sintering
Peletizing
Drying
Penghilangan air yang terdapat dalam bijih
(moisture) dengan cara penguapan
H2O(l) = H2O(g)
H298 = 43,9 kJ

Kalsinasi
Penghilangan air, karbon dioksida atau gas lain
yang mempunyai ikatan kimia dengan bijih.
Contoh : hidrat, karbonat
FeCO3, Mg(OH)2, MgCO3, CaCO3,
dll.
Penguraian Karbonat
MCO3 = MO + CO2
M dapat berupa logam apa saja dan bersenyawa dengan karbonat
CO3
Dikarenakan GT = G0 + RT Ln Q
Pada keadaan setimbang, G = 0, maka
G0 = - RT ln K
= - RT ln PCO2
Dari persamaan ini dapat ditentukan temperatur minimal secara
teoritik
Syarat terjadinya disosiasi :

PCO2 (disosiasi) > PCO2 (atmosfer)


Jadi harga ini dapat ditentukan pada keadaan setimbang.
Contoh :
Untuk menentukan temperatur minimal kalsinasi perhatikan
contoh berikut :

CaCO3 = CaO + CO2


G0 = 40.250 34,4 T kal/mol
Misalnya di dalam tanur terdapat gas CO2 sebanyak 20%, maka
PCO2 atmosfer = 0,2 atm
Sedangkan :
ln PCO2 (diss) = G0/RT
PCO2 (diss) = exp [ G0/RT]
Pada temperatur kesetimbangan,
40.250 34,4 T = 4,575 log 0,2
T = 1070,5 K
T = 797,50C
Umumnya proses kalsinasi dilakukan pada
temperatur > 9000C, hal ini disebabkan karena :
1. Pertimbangan kinetik
Secara kinetika, agar reaksi berlangsung cepat, maka
PCO2 (diss) > PCO2 (atm)
Jika P atmosfer = 1 atm
Exp [ G0/RT] > 1
T > 1170 K (8970C)
2. Penyediaan panas
Seperti diketahui bahwa proses kalsinasi ini bersifat endotermik,
sehingga memerlukan panas untuk reaksinya. Maka kelebihan panas
yang diberikan dipakai untuk berlangsungnya reaksi.
CaCO3 = CaO + CO2 H0298 = 42,5 kkal
Artinya untuk setiap mol penguraian CaCO3 diperlukan energi
sebesar 42,5 kkal.
Dalam Industri Metalurgi
Langsung
Dimasukkan dalam bentuk CaCO3

Terpisah
Dilakukan proses kalsinasi tersendiri sehingga dihasilkan CaO
Roasting
Roasting (pemanggangan) adalah proses
pemanasan bijih tanpa terjadi peleburan, disertai
dengan penambahan reagen (gas) dengan tujuan
mengubah senyawa-senyawa yg terkandung
menjadi senyawa yg sesuai untuk proses
selanjutnya.

Jenis Roasting :
1. Roasting Oksidasi
2. Roasting Reduksi
3. Roasting Khlorinasi
4. Roasting Khusus
Roasting Oksidasi
Pemanggangan menghasilkan oksida
Contoh :

2 ZnS + 3O2 = 2 ZnO + 2SO2

2 FeS2 + 5,5 O2 = Fe2O3 + 4 SO2


Pemanggangan oksidasi tidak selalu bertujuan
untuk menghasilkan senyawa oksida logam., tetapi
ada beberapa yang berbentuk lain.

MS + O2 MO
MSO4
M + SO2
Proses selanjutnya adalah :
MO Reduksi Logam
MSO4 Hidrometalurgi M2+ + SO42-
M + SO4 diperoleh logam secara langsung
Diagram Kellog
Untuk menentukan berapa banyak gas yang harus diberikan dalam
proses roasting ini agar membentuk senyawa oksida logam yang
kita perlukan, maka diperlukan suatu perhitungan kesetimbangan
yang melibatkan bentuk-bentuk oksida logam yg mungkin terjadi
Garis-garis grafik kesetingangan tersebut, diplot pada suatu grafik
yang disebut Diagram Kellog
Reaksi-reaksi yang mungkin terjadi :
S2 + 2O2 = 2SO2 (1)
2SO2 + O2 = 2SO3 (2)
M + SO2 = MS + O2 (3)
2M + O2 = 2MO (4)
2MS + 3O2 = 2MO + 2SO2 (5)
2MO + 2SO2 + O2 = 2MSO4 (6)
MeS + 2O2 = MSO4 (7)
Untuk reaksi (3) sampai dengan reaksi (7), persamaan
kesetimbangannya adalah sebagai beriktu :

log PO2 - log PSO2 = log K3 .........(3)


log PO2 = - log K4 .........(4)
log PSO2 - 3log PO2 = log K5 .........(5)
log PSO2 + log PO2 = - log K6 .........(6)
2log PO2 = - log K7 .........(7)
Plot pada grafik antara tekanan O2 (PO2) terhapap
tekanan SO2 (PSO2)
0

(7)
0
0

PSO2 + PO2= 2 atm

(2)

(1)
(6)

MS (5)

MO

t = Konstant
(3)
(4)
M

0
Log PO2
Pemangangan Sulfatasi
Menghasilkan senyawa sulfat, biasanya untuk logam yang
mudah larut dalam air. (Proses hidrometalurgi)
Contoh :
CuSO4, FeSO4, ZnSO4

Pemanggangan Metalisasi
Pemanggangan untuk menghasilkan logam
Contoh :
HgS(s)) + O2 = Hg(g) + SO2

Temperatur : 500-8000C
Roasting Reduksi
Untuk menurunkan bilangan oksidasi suatu logam, atau
langsung menghasilkan logamnya.
Syarat : bijih mempunyai kemurnian yang tinggi
Contoh :
Proses HyL PT KS
Fe2O3 + 3 H2 = 2 Fe + 3 H2O

Fe2O3 + 3 CO = 2 Fe + 3 CO2
Roasting Khlorinasi
Untuk menghasilkan senyawa klorida yang larut dalam air atau
yang mudah menguap sehingga mudah dipisahkan dari mineral
pengotornya.
Contoh :
MS + NaCl + 2O3 = Na2SO4 + MCl2

TiO2 + 2Cl2 + C = TiCl4(g) + CO2

Roasting Khusus
Proses Mond
Untuk memurnikan logam nikel
Ni + 4 CO(g) Ni(CO)4(g) T = 430C

Ni(CO)4(g) Ni(s) + 4 CO(g) T=2120C


Aglomerasi
Bertujuan untuk mengubah ukuran partikel dari butiran
menjadi gumpalan

1. Briqueting
Penggumpalan dengan menggunakan cetakan tekan dengan
atau tanpa perekat
2. Nodilizing
Penggumpalan dengan menggunakan tanur putar, disertai
proses kalsinasi sehingga terjadi peleburan sebagian.
Contoh : Pembuatan clinker semen
3. Sintering
Pelelehan senagian dari komponen2 yang terkandung dalam
bijih sehingga terbentuk gumpalan.
4. Peletisasi
Penggumpalan bijih yang menghasilkan bola-bola kecil (1-
3 cm). Digunakan jika ukuran partikel sangat halus dan
sulit untuk disinter. Biasanya ditambah perekat dan air.
Contoh :
Pembuatan pelet bijih besi
ditambah 1% perekat dan 10% air, kemudian dibakar.
Briket
nodulizing
sintering
pelletizing