Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Segala puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan kepada kita beribu ribu nikmat, diantaranya nikmat iman, sehat
walafiat sehingga laporan ini dapat terselesaikan. Tak lupa pula sholawat serta
salam kita curahkan atas baginda kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah
membawa kita dari zaman jahiliyyah hingga zaman islamiyyah, dari zaman
kegelapan hingga zaman yang terang benderang penuh cahaya iman, akhlak,
dan islami seperti sekarang saat ini.
Akan tetapi takkan pula terselesaikan apabila tidak ada dukungan dari
Laboratorium Perencanaan Dan Simulasi Tambang khususnya para assisten yang
telah membimbing kami sehingga terselesaikannya Laporan Awal ini yang berjudul
Metode Perhitungan Cadangan.
Saya sadar akan masih banyak adanya kekurangan dalam isi laporan ini
mulai itu pada format ataupun pada isi makalah yang jauh dari harapan, segala
bentuk kekurangan itu saya berharap agar dapat menjadi maklumat karena masih
dalam tahap pembelajaran. Namun saya berusaha untuk kedepannya dapat
memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut, sehingga laporan ini akan menjadi
baik dan lebih baik dari sebelumnya.
Wassalamualaikum Wr.Wb

Bandung, 18 Oktober 2017

Putra Nugraha

i
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kebutuhan bahan tambang yang akan menunjang kelangsungan hidup
bagi manusia untuk bertahan hidup bahan tambang yang tentunya akan di cari dan
memiliki nilai ekonomis jika di tambang tentunya akan dimanfaatkan bagi manusia
untuk keberlangusungan hidup. Pencarian bahan galian tambang tentunya harus
memiliki perhitungan dan pertimbangan yang akurat serta multiguna agar
pencarian tidak berdapak pada kerugian menghitung dan mengestimasikan
seberapa banyak bahan tambang yang terbentuk dari setiap bahan galian
tamabng yang terbentuk tergantung dari bahan galian tersebut yang memiliki
genesa masing-masing yang memiliki ciri khasnya setiap bahan galian yang
terbentuk.
Bahan galian tambang yang akan dimanfaatkan oleh seluruh makluk hidup
yang akan dimanfaatkan sebaik mungkin dan memiliki multifungsi sebagai bahan
yang sudah jadi untuk keperluan yang menunjang bagi kelangsungan hidup serta
mempermudah kelangsungan hidup bagi manusia yang memanfaatkannya sebaik
mungkin. Penentuan yang memperhitungakan ketepatan akurat mendapatkan
suatu yang diinginkan memiliki parameter-parameter yang telah ditetapkan
sebagai yang dimaksudkan sesuai bahan galian tambang yang akan dicari
sebelumnya halterebut untuk mengestimasikan seberapa banyak dan tentunya
memiliki nilai ekonomis yang lebih.

1.2 Maksud dan Tujuan


1.2.1 Maksud
Memperlajari bagian umum tentang ekplorasi yang telah ada selami ini
serta mengetahui konsep-konsep eksplorasi yang akan digunakan sesuai literatur
yang ada selama ini telah di pelajari.

1
2

1.2.2 Tujuan
Mengetahui metode-metode yang digunakan dalam menghitung eksplorasi
sumberdaya endapan bahan galian.
Mengerti dan memahami isi dari perhitungan cadangan.
Memahami fungsi dan tujuan daripada perhitungan cadangan.
Mengetahui aspek-aspek dalam penentuan evaluasi cadangan.
Mengetahui perbedaan metode perhitungan cadangan.
Mengetahui metode yang tepat untuk endapan bahan galian tertentu.
Mengetahui keadaan sebaran endapan bahan galian baik lateral maupun
vertikal kedalaman.
3

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pendahuluan
Suatu cadangan batubara merupakan suatu hal yang mungkin akan bisa
disebut dengan jantungnya pertambangan sebab dengan mengetahui secara pasti
dan juga detail suatu cadangan maka dengan demikian suatu tambang akan dapat
dinyatakan layak dan sebaliknya apabila dalam menentukan perhitungan
cadangan ini salah maka untuk kedepannya apabila ditambang akan merugikan
baik perusahaan maupun daerah sekitarnya. Perhitungan cadangan ini lah yang
merupakan tahapan vital dalam kegiatan eksplorasi. Perhitungan yang
dimasudkan dalam hal ini dimana dimulai dari sumberdaya hingga diketahui
cadangan yang nantinya akan ditambang.

2.2 Aspek-aspek Mengenai Evaluasi Cadangan


Tahap ini merupakan tahap lanjutan dari suatu pemodelan sumberdaya,
selain daripada itu tahap ini dapat digunakan sebagai identifikasi untuk batasan-
batasan teknis maupun ekonomis yang dapat menjadi pembatas dari suatu
pemodelan dan juga cadangan baubara yan telah diterapkan sebelumnya. Aspek
ini dapat menentukan seberapa banyak jumlah batubara yang realistis dan layak
yang nantinya dapat untuk ditambang melalui penambangan dengan jenis metode
serta sistem dari penambangan yang akan disesuaikan dengan model cadangan
yang telah diketahui. Nantinya aspek-aspek ini akan meliput mengenai :
2.2.1 Konsep Striping Ratio
Striping ratio dapat diartikan sebagai perbandingan antara banyaknya
jumlah material penutup terhadap jumlah material yang tertambang baik bijih
maupun batubara. Selain daripada itu, ketebalan lapisan batubara dan ketebalan
tanah penutup dianggap sebagai faktor utama yang akan mengontrol kelayakan
suatu tambang. Dalam konsep striping ratio ini, menganggap bahwa apabila harga
suatu batubara dijual tinggi maka akan memberikan pengupasan tanah penutup
yang lebih besar sehingga dapat disemakin dalam suatu tambang untuk
melakukan kegiatan penambangan.

3
4

Ada beberapa konsep mendasar yang dapat dipahami mengenai ini


diantaranya yaitu :
Ketebalan batubara min yang dapat diperhitungan sebagai cadangan
tercatat untuk batubara berkualitas bagus (antrasit dan bituminous) cukup
dengan ketebalan kurang dari 70 cm denan kedalaman maksimal 300 m.
Sedangkan untuk lignite, ketebalan yang dibutuhkan min 1,5 m dengan
kedalaman maksimal 150 m
Recovery factor, yang mana menyatakan nilai perolehan batubara yang
ditambang terhadap jumlah cadangan yang telah diperhitungkan
sebelumnya.
Interval ketebalan dari overburde

Sumber : geomining.blogspot.com
Gambar 2.1
Striping Ratio

2.2.2 Penentuan dan Pemilihan Pit


Pada tahap ini merupakan tahap fase awal dalam melakukan evaluasi
cadangan. Penentuan pit ini diperlukan agar dapat memperkirakan suatu area
sumberdaya yang dianggap ekonomis untuk kedepannya yang mana ini akan
dikembangkan menjadi suatu lokasi dari kegiatan penambangan. Untuk
penentuan pit ini dilakukan untuk membuat rekonstruksi dari peta iso-overburden
yang mana dilakukan dengan cara meng-overlay antara peta struktur elevasi top
dati batubara dengan peta topografi. Nantinya nilai dari kontur pada peta iso-
overburden merupakan hasil dari refleksi ketebalan overburden. Dengan kata lain
peta iso-overburden dapat dikatakan berguna untuk merefleksikan kondisi
sebaran batubara terhadap variasi dari topografi pada suatu daerah yang akan
dilakukan penentuan pit ini.
5

2.2.3 Faktor Pembatas Dalam Penentuan Cadangan Tertambang


Suatu penambangan dengan pendisaian dan juga perencanaan yang
matang dengan telah mengetahui seberapa banyaknya cadangan yang akan
tertambang tidak akan mungkin memberikan hasil yang 100% dari cadangan yang
tertambangan nantinya. Bahwa dapat dikatakan adanya bahan yang tertambang
maka ada pula bahan yang nantinya tidak tertambang atau istilahnya dapat disebut
dengan Dilution. Ada 2 faktor yang harus dipertimbangkan yaitu :
a) Faktor pembatas suatu cadangan
Minimum ketebalan lapisan batubara
Maksimum striping ratio
Minimum memberikan persentase yang kecil mengenai pembersihan
batubara
Maksimum mengenai kemiringan lapisan batubara
Maksimum dari kandungan abu dan juga sulfur
b) Faktor kehilangan
Pada faktor kehilangan ini dapat dilihat dari aspek geologi maupun aspek
teknis dari pertambangannya itu sendiri. Adapun lebih jelasnya sebagai berikut :
Mining losses, faktor kehilangan akibat kegiatan penambangan seperti
faktor alat, faktor keselamatan
Geological losses, faktor kehilangan akibat adanya variasi ketebalan
maupun pada saar penginterpretasian lapisan batubara.
Processing losses, faktor kehilangan akibat metode pencucian batubara.

Sumber : srk.cn
Gambar 2.2
Mining Dilution
6

Dari kedua faktor ini dapat dikatakan bahwa sanya faktor dari pembatas
akan memberikan pit limit dalam penambangan dan untuk faktor kehilangan dapat
digunakan untuk proses perhitungan cadangan dan banyaknya nilai yang
terhilangnya.

2.3 Metode Perhitungan Cadangan


2.3.1 Metode Cross Section
Metode ini merupakan metode perhitungan cadangan secara manual yang
sering kali dilakukan pada fase awal suatu penambangan, metode ini nantinya
akan memberikan hasil perhitungan secara manual yanag mana dapat digunakan
sebagai data pembanding ataupun mengkolerasikan dengan hasil perhitungan
dengan cara aplikasi tambang seperti minescape. Sehingga dari kedua data ini
nantinya akan menjadi dasar pemikiran seberapa banyak cadangan yang akan
disesuaikan dengan data-data yang dianggap benar dan akurat.

1+2
Vol = xd
2

Sumber : Matakuliah Perencanaan Tambang, Maryanto, 2015


Gambar 2.3
Metode Cross Section

2.3.2 Metode Polygon


Metode yang digunakan dengan pendekatan pada percontoh yang terdekat
sehingga untuk penaksirannya dibutuhkan dara kadar dari setiap blok pemodelan
ini. Kadar pada suatu luasan didalam poligon ini lah yang nantinya akan dihitung
berapa banyaknya cadangan sehingga dapat dikatakan bahwa metode ini sering
juga disebut dengan metode poligon daerah pengaruh. Selain daripada itu, metode
ini digunakan untuk bahan galian yang relatif homogen dan mempunyai kondisi
geologi yang sederhana.
7

Sumber : Matakuliah Perencanaan Tambang, Maryanto, 2015


Gambar 2.4
Metode Polygon Daerah Pengaruh

2.3.3 Metode Jarak Terbalik


Merupakan suatu cperhitungan yang menggunakan kadar pada suatu blok
dengan kombinasi linier dari komposit lubang bor disekitar blok. Komposit yang
dekat memperoleh bobot yang akan relatif lebih besar dan untuk komposit jauh
dari bobotnya akan relatif lebih kecil

2.3.4 Metode Krigging


Metode yang dapat memperhitungkan untuk mengestimasi suatu variabel
dari cadangan batubara dengan cara penaksiran geostatistik linier tak bias yang
paling bagus untuk mengestimasikan kadar blok karena mengahasilakn variasi
estimasi minimum. Dapat dikatakan pula bahwa metode ini akan menghasilkan
bobot sesuai dengan geometri dan dari batubara yang dinyatakan dalam
variogram. Bobot ini nantinya akan saling berkaitan dengan konfigurasi conto
disekitar blok serta model dari variogram tersebut.

Sumber : Infotambang.blogspot.com
Gambar 2.5
8

Metode Krigging

2.4 Langkah Estimasi Sumberdaya


Estimasi sumberdaya menghitung banyaknya jumlah volume yang dimiliki
oleh suatu endapan bahan galian berdasarkan keterbentukannya dengan
beberapa metoda yang akan mempertimbangkan aspek perhitungan sumberdaya
tersebut disesuaikan dengann kondisi bahan galian dan juga memiliki langkah
langkah perhitungan estimasi susmberdaya.
Membuat penampang.
Membati bagian tubuh endapan secara interpolasi.
Menghitung luas.
Menghitung ketebalan rata-rata.
Menghitung volume.
Mendapatkan informasi berat jenis.
Estimasi dengan berbagai macam metode daerah penaruh metode
penampang, isoline, metode blok, metode geostatistik.
Estimasi sumberdaya berdasarkan mineral dan berbagai macam metode.

2.5 Metode Daerah Pengaruh


Sumberdaya yang akan diperhitungkan sebelumnya harus terlebih dahulu
perhitungan sumberdaya bermanfaat.
Mengetahui besaran kualitas dan kuantitas pada suatu endapan bahan
galian.
Menggambarkan bentuk 3D pada suatu endapan tersebut yang akan
diprospeksi untuk proses senlanjutnya l;ayak tambang.
Jumlah sumberdaya yang akan mengetahui umur tambang tersebut.
Batas kegitan dalam eksplorasi ini memiliki kajian berdasarkan besaran
sumberdaya faktos yang menentukan berdasarkan tempat menentukan lokasi
pembuang tanah penutup, pabrik pengolahan dan fasilitas-fasilitas lain.
Semua teknik dalam hal kegiatan keteknikan diatas sangat tergantung
pada besarn sumber daya perhitungan sumberdaya merupakan salah satu tugas
terpenting dan bertanggung jawab dalam mengevaluasi suatu kegitan
9

pertambangan perhitungaqn sumberdaya menghasilkan suatu taksiran atau


perkiraan model pada suatu endapan bahan galian.
Model sumberdaya yang disusun adalah pendekatan dari realita di
lapangan yang akan menggambarkan suatu endapan bahan galian tersebut
dengan nyata secara kualitas dan kuantitasyang dimiliki dan masih mengandung
ketidak pastian.
Estimasi sumberdaya menggunakan metode daerah pengaruh :
Pembatasan seluruh blok sumberdaya
Pembuatan daerah pengaruh dari setiap titik pengamatan
Perhitungan luas setiap daerah pengaruh
Perhitungan ketebalan dalam setiap daerah pengaruh
Perhitungan volume
V=Lxt
Dimana : V = Volume
L = Luas
t = tebal
T=Vxd
Dimana : T = Tonase sumberdaya
V = Volume
d = Berat jenis
Penentuan volume atau tonase semua daerah pengaruh dari semua titik
pengamatan merupakan sumberdaya seluruh blok daerah pengaruh yang
sebagian bloknya diluar dalam merupakan sumberdaya dengan kelas rendah.

2.6 Metode Penampang


V = (L1 + L2) x 0,5 x R
Dimana : V = Volume
L1 = Luas penampang 1
L2 = Luas penampang 2
R = jarak antara penampang 1 dan 2
T = V x dr
Dimana : T = Tonase
dr = berat jenis
10

2.7 Metode Isoline


Estimasi sumberdaya bahan galian dengan menggunakan metode isoline
dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut.
Membuat penampang.
Membati bagian tubuh endapan secara interpolasi.
Menghitung luas.
Menghitung ketebalan rata-rata.
Menghitung volume.
Mendapatkan informasi berat jenis.
Estimasi dengan berbagai macam metode daerah penaruh metode
penampang, isoline, metode blok, metode geostatistik.
Estimasi sumberdaya berdasarkan mineral dan berbagai macam metode.
V = (L1 + L2) x 0,5 x R
Dimana : V = Volume
L1 = Luas penampang 1
L2 = Luas penampang 2
R = jarak antara penampang 1 dan 2
T = V x dr
Dimana : T = Tonase
dr = berat jenis

2.8 Metode Blok


Estimasi bagan galian endapan dengan metode blok dapat dilakukan
dengan langkah :
Pembatasan blok dengan interpolasi
Pembatasan blok dengan ekstrapolasi
perhitungan luas setiap blok
BAB III
KESIMPULAN

Sumber daya endapan bahan galian yang akan diperhitungankan secara


matematis denga kondisi dilapangan yang akan menggambarkan bentuk endapan
bahan galian sebenarnya dilapangan.
Mengenai aspek dari evaluasi cadangan yang mana ini meliputi aspek
striping ratio, aspek penentuan dan pemilihan pit dan juga aspek faktor pembatas.
Maka dapat dikatakan bahwa pentingnya mengakaji dan mempertimbangkan
aspek-aspek ini agar dalam perhitungan cadangan tidak adanya kekeliruan dalam
memahami mengenai aspek untuk evaluasi cadangan. Dan untuk metode
perhitungan cadangan yang mana dapat dikelompok menjadi metode penampang,
metode polygon, metode jarak terbalik dan metode krigging, semua metode ini
memiliki tujuan yang sama yaitu menaksir seberapa cadangan yang ada dibawah
permukaan bumi namun yang memberdakannya pendekatan-pendekatan yang
digunakan dan peruntukannya.
Menggunaklan metode berdasarkan golongan endapan bahan galian
karena mempengaruhi dalam perhitungan endapan bahan galian sumberdaya dan
estimasi pada suatu endapan bahan galian tersebut, dengan motode estimasi
sumberdaya.
Metode penampang
Metode isoline
Metode blok

11
DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim, 2010. Estimasi Sumberdaya, https:// fileq.wordpress


.com/tag/sumur-uji/ Diakses pada tanggal 18 Oktober 2017 pukul 21:10
WIB

2. Anonim, 2012. Sumberdaya, http:/ /www .academia. edu/ 10662907 /B._


Tracing_ Float_ Paritan_dan_Sumur_uji_C._Sampling Diakses pada
tanggal 18 Oktober 2017 pukul 21:10 WIB

3. Andiashari, 2009. Eksplorasi, http://andiashariahmad.blogspot.co.id/


Diakses pada tanggal 18 Oktober 2017 pukul 21:10 WIB