Anda di halaman 1dari 31

MENARA DISTILASI 1 (MD 01)

Tugas : Memisah acetone dari air, gliserol dan solketal sebagai produk atas menara
distilasi dengan kecepatan umpan masuk sebesar 4589,1192 kg/jam

Type alat : Sieve tray distillation column

V1

D C3H6O
L1
H2O
C3H6O

H2O F

C3H8O3

C6H12O3
V2 C3H6O

H2O
L2 B C3H8O3

C6H12O3

1. Neraca Massa

Total Umpan Hasil atas Hasil bawah


Komonen BM
kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam
C3H6O 58 40,667 2358,702 40,261 2335,115 0,407 23,587
H2O 18 21,104 379,880 0,407 7,320 20,698 372,560
C3H8O3 92 6,324 581,771 0 0 6,324 581,771
C6H12O3 132 9,612 1268,766 0 0 9,612 1268,766
Total 77,707 4589,119 40,667 2342,435 37,040 2246,684
2. Menentukan Kondisi Operasi Atas, Umpan dan Dasar Menara dengan metode
Hengstebeck

Umpan :

1. Umpan masuk dalam kondisi cair jenuh;

2. Sebagai komponen kunci ringan (light key component/lk) dipilih C3H6O

3. sebagai komponen kunci berat (heavy key component/hk) dipilih H2O

Data tekanan uap :

Tekanan uap murni komponen ditentukan dengan persamaan uap Antoine. Kesetimbangan
fase cair-uap dapat didekati dengan persamaan Antoine sebagai berikut:

Log Poi = A - ( + )

P = Tekanan, mmHg;

T = suhu, C;

Komponen A B C
C3H6O 7,1171 1210,5950 229,6640
H2O 8,0703 1730,6300 233,4260
C3H8O3 9,9078 3821,3600 253,8060
C6H12O3 7,2616 1471,1500 211,7210

P1 = 10^ (7,1171 ( 1210,5950) / ( T + (229,6640) ) )

P2 = 10^ (8,0703 (1730,6300) / ( T + (233,4260) ) )

P3 = 10^ (9,9078 (3821,3600) / ( T + (253,8060) ) )

P4 = 10^ (7,2616 (1471,1500) / ( T + (211,7210) ) )

Keadaan kesetimbangan uap-cair dinyatakan dengan persamaan :

yi = K, xi 1

yi = fraksi mol komponen i dalam fasa uap

xi = fraksi mol komponen i dalam fasa cair

Koefisien distribusi/ konstanta kesetimbangan mengikuti persamaan Hukum Roult:

Po
=

Po = Tekanan uap masing-masing komponen, mmHg

Pt = Tekanan Total, mmHg

Untuk komponen C3H6O

1210,595
= 10^ (7,1171 )
+ (229,664)

= 1 = 760

1210,595
10^ (7,1171 )
+ (229,664)
=
760

Dicoba T = 57,5353 0C = 330,5353 K, diperoleh nilai K1 :

797,9339
1 = = 1,0499
760

T dicari dengan cara goal seek sampai yi = Ki.Xi = 1

3. Kondisi Operasi
1) Kondisi operasi atas

Kondisi operasi atas menara terjadi pada keadaan dew point, digunakan condensor
total Pada keadaan dew point, xi = yi / Ki = 1,00 Dengan cara trial pada tekanan
760 mmHg (1 atm), dicoba :

Komponen BM D yi Po K xi alpha
C3H6O 58 40,261 0,99 797,9340 1,0499 0,9429 6,0067
H2O 18 0,407 0,01 132,8398 0,1748 0,0572 1
C3H8O3 92 0 0 0,0043 5,6651E-06 0 3,2411E-05
C6H12O3 132 0 0 62,7824 0,0826 0 0,4726
Total 40,667 1 1

Diperoleh kondisi operasi atas :

Suhu atas menara = 57,5353 oC = 330,5353 K

Tekanan atas menara = 760 mmHg = 1 atm

2) Kondisi operasi bawah

Kondisi operasi bawah menara terjadi pada keadaan bubble point. Pada keadaan
bubble point, yi = Ki , xi = 1. Dengan cara trial pada tekanan 760 mmHg (1 atm)
dicoba:
Komponen BM B xi Po K yi alpha
C3H6O 58 0,407 0,0110 3547,9196 4,6683 0,0513 3,3287
H2O 18 20,698 0,5588 1065,8507 1,4024 0,7837 1
C3H8O3 92 6,324 0,1707 0,2487 0,0003 5,58563E-05 0,0002
C6H12O3 132 9,612 0,2595 483,8154 0,6366 0,1652 0,4539
Total 37,040 1 1,0002
Diperoleh kondisi operasi bawah :

Suhu dasar menara = 109,7076 oC = 382,7076 K

Tekanan dasar menara = 760 mmHg (1 atm)

3) Kondisi operasi umpan

Umpan masuk menara distilasi pada keadaan bubble point, yi = xi. Ki = 1,00.

Komponen BM F xi Po K yi alpha
C3H6O 58 40,667 0,5233 1288,9347 1,6960 0,8876 4,9732
H2O 18 21,104 0,2716 259,1744 0,3410 0,0926 1
C3H8O3 92 6,324 0,0814 0,0157 2,0643E-05 1,6798E-06 6,0532E-05
C6H12O3 132 9,612 0,1237 121,5728 0,1600 0,0198 0,4691
Total 77,707 1 0,9999

Diperoleh kondisi operasi umpan :

Suhu umpan menara = 72,4628 oC = 345,4629 K

Tekanan umpan menara = 760 mmHg = 1 atm

4. Penentuan Light Key Component dan Heavy Key Component :

Dari persamaan Shiras et. Al (Treybal, pers 9.164), key component dapat ditentukan
sebagai berikut :

, 1 , ,
= +
, 1 , 1 ,

avg = top . bottom

dengan:
X j,D fraksi mol komponen j di distilat

Z j,F fraksi mol komponen j di umpan

= relative volatility
D = jumlah distilat, kmol/jam
F = jumlah umpan, kmol/jam
Syarat :

x J, D D
- Jika nilai antara [-0,01] dan [1,01] maka komponen akan terdistribusi ke dalam
z J, F F

dua hasil yaitu hasil atas dan hasil bawah.

x J, D D
- Jika > 1,01 maka komponen hanya ada pada hasil atas.
z J, F F

x J, D D
- Jika < -0,01 maka komponen hanya ada pada hasil bawah
z J, F F

Fi Di x J, D D
Komponen top avg Terdistribusi
kmol/jam kmol/jam bottom z J, F F
C3H6O 40,6673 40,2606 6,0067 3,3287 4,4716 0,9429 atas bawah
H2O 21,1045 0,4067 1 1 1 0,1102 atas bawah
C3H8O3 6,3236 0 3,241E-05 0,0002 0,0001 -0,1296 Bawah
C6H12O3 9,6119 0 0,4726 0,4539 0,4632 -0,0185 Bawah
Total 77,7072 40,6673

Kesimpulan :

Light Key Component : C3H6O

Heavy Key Component : H2O

5. Jumlah Stage Minimum

Dihitung dengan persamaan Fenske (Coulson, pers 11.58) :



[ ] [ ]

=
log

Dimana :

Sm = jumlah stage minimum (termasuk reboiler)

xLK = fraksi mol komponen kunci ringan

xHK = fraksi mol komponen kunci berat

LK = volatilitas relatif rerata


Indeks :

D = distilat

B = bottom

0,9429 0,5588
[ ] [ ]
0,0572 0,0110
=
log[4,4716]

Sm = 4,4948

6. Reflux Minimum

Dihitung dengan persamaan Underwood (Coulson, pers 11.61) :


,
1 =

Dimana :

q = kondisi termal umpan

= 1, bila umpan dalam keadaan cair jenuh

= 0, bila umpan dalam keadaan uap jenuh

= volatilitas relatif rata-rata

= konstanta Underwood

Umpan masuk menara pada keadaan bubble point (titik didih), sehingga q = 1.

Dengan cara trial menggunakan ms,excel dicoba nilai = 1,4067


4,7125 . 0,4453 1,00 . 0,2366 7,2416e 5. 0,1272
0=[ + +
(4,7125 1,4067) ( 1,00 1,4067) (7,2416e 5 1,4067)
0,4676 . 0,1908
+ ]
( 0,4676 1,4067)

0 = 0,6397 -0,5473 0,00000643 0,0924

0=0
7. Refluks Rasio Minimum (Rmin)

Dihitung dengan persamaan Underwood (Coulson, pers 11.60) :


,
+ 1 =

,
Komponen xid

C3H6O 0,9429 4,4716 1,3756
H2O 0,0572 1 -0,1406
C3H8O3 0 0,0001 0
C6H12O3 0 0,4632 0
Rmin +1 1,235

Rmin = 0,235

Refluk operasi berkisar antara 1,2- 1,3 Rmin,

diambil Reflux (R) = 1,25. Rmin = 0,2938

8. Menentukan jumlah Plate teoritis :

( )
=
(+1)

(0,2938 0,235)
= 0,0454
( 0,2938 + 1 )
Dari figure 13.32 perrys diperoleh

( )
= = 0,65
(+1)

Maka jumlah plate teoritis :

(4,498 + 0,65 )
N= = 14,6994
( 1 0,65 )

Diperoleh Jumlah Plate teoritis = 15 plate

9. Letak Umpan Plate

Dihitung dengan persamaan Kirkbide (Coulson, pers 11.62) :


2
, ,
log [ ] = 0,206 log [( ) ( )( ) ]
, ,
Dimana :

B = kecepatan mol bottom (kgmol/jam)

D = keceptatan mol distilat (kgmol/jam)

Nr = jumlah plate pada seksi rectifying

Ns = jumlah plate pada seksi stripping

Indeks :

b = bottom

d = distilat

f = feed

HK = heavy key

LK = light key

37,0399 0,2716 0,0110 2


log [ ] = 0,206 log [( )( )( ) ] = 0,3624
40,6673 0,5233 0,0572

= 100,3624 = 0,4341

Nr = 0,4341 x Ns

Nr + Ns = 15

Ns = 15/1,4341 = 10,2499

Nr = 15-10,2499

= 4,75

Maka diperoleh jumlah plate teoritis :

Seksi rectifying = 4 plate

Seksi stripping = 11 plate


II. Diameter Menara
a) Diameter puncak

Suhu Puncak = 330,5354 K

BM rata rata = 57,6 kg/kgmol


Densitas gas =


1 57,6
= 3.
8,2105 . 330,5353

= 2,1238 kg/m3

Densitas cairan = 791,98 kg/m3

Kecepatan uap (V1) = (R + 1) . D

= (0,2938 + 1) . 40,6673 kgmol/jam

= 52,6146 kgmol/jam

= 3030,6009 kg/jam

Kecepatan cairan (L1) =R.D

= 0,2938 x 40,6673 kgmol/jam

= 11,9474 kgmol/jam

= 688,1702 kg/jam

Parameter flooding

Liquid Vapor Factor :

1 0,5
= [ ]
1
Dimana :

Flv = parameter

L1 = kecepatan massa fase cair (kg/jam)

V1 = kecepatan massa fase uap (kg/jam)

= rapat massa fase uap (kg/m3)

= rapat massa fase cair (kg/m3)


11,9474 0,5
2,1238 3
= [ ] = 0,01176

52,6146 791,980 3

Parameter kecepatan flooding diperoleh dari fig. 27 Coulson & Richardson untuk
tray spacing = 0,6 m, maka diperoleh harga Kv = 0,14

Kecepatan Umpan Atas

Maximum superfacial velocity terjadi pada keadaan flooding, maka :


0,5
= [ ]

791,9802,1238 0,5
Vmax = 0,14 [ ]
2,1238

= 2,6998 m/detik

Maka supaya tidak terjadi flooding, maka diambil superfacial velocity = 60 %

V = 60 % x 2,6998 m/detik

= 1,6199 m/detik

Kecepatan Volume Fase Uap

.
=

. 3600


57,6 52,6146

Qv =
2,1238 3600
3

Qv = 0,3964 m3/detik

Luas Area


() =

Dimana :

Qv = kecepatan volume uap (m3/detik)

V = kecepatan superfacial (m/detik)


3
0,3964
An =
1,6199

An = 0,2447 m2

Luas downcomer 12% dari luas total


() =
1 0,20

At = 0,3056 m2
Diameter Menara

4 0,5
= [ ]

0,5
4 0,3056 2
= [ ]
3,14

Dc = 0,7045 m

Diameter puncak = 0,7045 m

Perancangan plate :

Diameter column (Dc) = 0,7045 m

Luas penampang column (At) = 0,3056 m2

Luas downcomer (Ad) = 12% luas At = 0,12 x 0,3056 = 0,0367 m2

Luas net area (An) = 0,2689 m2

Luas active area (Aa) = At 2 Ad = 0,3056 (2 x 0,0367) = 0,2322 m2

Luas hole area (Ah) = 10% luas Aa = 0,1 x 0,2322 = 0,02322 m2

b) Diameter dasar :

BM rata rata = 60,6558 kg/kgmol


Densitas gas =


1 60,6558
= 3.
8,2105 . 387,918

= 1,9305 kg/m3

Densitas cairan = 1050,9470 kg/m3

Kecepatan cairan (L2) = F . q + L1


= 77,707 kmol/jam. 1 + 11,9474 kmol/jam

= 89,6546 kmol/jam

= 5438,065 kg/jam

Kecepatan uap (V2) = L2 - B

= 89,6546 kmol/jam 37,040 kmol/jam

= 52,6146 kmol/jam

= 3191,3806 kg/jam

Parameter flooding

Liquid Vapor Factor :

2 0,5
= [ ]
2

Dimana :

Flv = parameter

L2 = kecepatan massa fase cair (kg/jam)

V2 = kecepatan massa fase uap (kg/jam)

= rapat massa fase uap (gr/mL)

= rapat massa fase cair (gr/mL)


89,6546 0,5
1,9305 3
= [ ] = 0,073

52,6146 1050,9470
3

Parameter kecepatan flooding diperoleh dari fig. 27 Coulson & Richardson untuk
tray spacing = 0,6 m, maka diperoleh harga Kv = 0,1
Kecepatan Umpan Maksimum

Maximum superfacial velocity terjadi pada keadaan flooding, maka :

0,5
= [ ]

1050,94701,9305 0,5
Vmax = 0,1 [ ]
1,9305

= 2,3311 m/detik

Maka supaya tidak terjadi flooding, maka diambil superfacial velocity = 60 %

V = 60 % x 2,3311 m/detik

= 1,3986 m/detik
Kecepatan Volume Fase Uap


=

. 3600


3191,3806

Qv =
2,3398 3600
3

Qv = 0,4592 m3/detik

Luas Area


() =

Dimana :

Qv = kecepatan volume uap (m3/detik)

V = kecepatan superfacial (m/detik)


3
0,4592
An =
1,3986

An = 0,328 m2

Luas downcomer 12% dari luas total


() =
1 0,12

At = 0,3731 m2

Diameter Menara

4 0,5
= [ ]

0,5
4 0,3731 2
= [ ]
3,14

Dc = 0,8161 m

Diameter dasar = 0,8161 m


Perancangan plate :

Diameter column (Dc) = 0,8161 m

Luas penampang column (At) = 0,3731 m2

Luas downcomer (Ad) = 12% luas At = 0,12 x 0,3731 = 0,0448 m2

Luas net area (An) = 0,3612 m2

Luas active area (Aa) = At 2 Ad = 0,3731 (2 x 0,0448) = 0,2835 m2

Luas hole area (Ah) = 10% luas Aa = 0,1 x 0,2835 = 0,0284 m2

Dengan demikian diambil diameter atas karena diameter diambil diameter yang paling
besar dengan spesifikasi :

Diameter column (Dc) = 0,8161 m

Luas penampang column (At) = 0,3731 m2

Luas downcomer (Ad) = 12% luas At = 0,12 x 0,3731 = 0,0448 m2

Luas net area (An) = 0,3612 m2

Luas active area (Aa) = At 2 Ad = 0,3731 (2 x 0,0448) = 0,2835 m2

Luas hole area (Ah) = 10% luas Aa = 0,1 x 0,2835 = 0,0284 m2

Dari fig, 11,31 Culson & Richrdson

Panjang wair normalnya 0,6-0,85 dari diameter coloumn (Dc), diambil 0,73.

lweir = 0,73 x Dc = 0,73 x 0,8161 m = 0,5957 m

Diambil : Tinggi Weir (hw) = 40 mm

Diameter lubang = 5 mm (2,5 mm 12 mm)

Tebal plate = 5 mm

Check Weeping :

Maximum liquid rate = 5438,065 kg/jam / (3600 det/jam) = 1,5106 kg/detik

Minimum liquid rate = 0,8 x 1,5106 = 1,2085 kg/detik


Maximum how :
2
3
(how) max = 750 [ ]

2
1,5106 3
(how)max = 750 [ ]
1050,9470 0,5957

= 13,4916 mm = 0,0135 m

Minimum how :
2
3
(how) min = 750 [ ]

2
1,2085 3
(how) min = 750 [ ]
1050,9470 . 0,5957

= 11,6267 mm = 0,0116 m

Pada kecepatan minimum hw + how = 40 + 11,6267 = 51,6267 mm

Dari fig 11.30 (Coulson & Richardson), diperoleh K2 = 29,9


Dari persamaan 11.84 (Coulson & Richardson) :

2 0,9(25,4 )
=
0,5

Dimana :

Uh min = minimum vapour velocity through the holes (m/s)

dh = hole diameter (mm)

K2 = konstanta fig. 11.30

29,9 0,9(25,4 5)
=
1,93050,5

= 16,6858

Kecepatan volume minimum uap = 0,8 Qv

= 0,8 x 0,4592 m3/detik


= 0,3674 m3/detik

Aktual minimum vapor velocity = min. Vapor rate / Ah

= 0,3674 m3/detik / 0,0284 m2

= 12,9560 m/detik

Maka kecepatan aktual minimum > weep point

Plate Pressure Drop

3
0,4592
Max. Vapor velocity (Uh) =
0,0284 2

= 16,1950 m/detik

5
= =1
5
0,0284 2
= = 0,0864
0,3283 2

Dari figure 11.34 (Coulson & Richardson) diperoleh Co = 0,83


Pressure drop untuk mengatasi lubang plate

Pers. Van winkle hal 519

2
= 51 [ ]

16,1950 2 1,9305
= 51 [ ]
0,83 1050,9470

ho = 35,6661 mm = 0,03567 m

Residual Head (hr) :

hr = pressure drop untuk mengatasi tegangan muka (mm)

hr=12500/l

hr=12500/1050,9470 = 11,8940 mm

Total plate pressure Drop :

Ht = total drop (mm liquid)

Ht = hd + (hw + how) + hr

= 35,6661+ (51,6267) + 11,8940

= 99,1868 mm liquid
Plate Pressure Drop :

D pt = 0.00981 . Ht . l

= 0,00981 . 99,1868 mm liquid . 1050,9470 kg/L

= 1022,5957 Pa = 0,0133 atm

Menentukan Jumlah Lubang :

Luas satu lubang = 3,14 x dh2 / 4

= 3,14 x 0,0052 / 4

= 0,0000196 m2

Luas area lubang = 0,0284 m2

0,0284
Jumlah lubang = = 1444,8546 lubang
0,0000196

10. Jumlah Plate Aktual

Dimana :

N aktual = jumlah plate aktual

N teoritis = jumlah plate teoritis

Seksi rectifying = 5 plate

Seksi stripping = 10 plate


Perlengkapan Menara Distilasi (MD 01)

Digunakan bahan stainless steel SA167

Tekanan design (P) = 17,64 psi

Allowable stress (S) = 18.500 psi

Effisiensi sambungan (e) = 0,8

Faktor korosi (c) = 0,125 in

Jari jari tangki (ri) = 16,0647 in

1. Menghitung Tebal Shell

Digunakan bahan stainless steel SA 167

Tebal shell :

.
= +
. 0,6 .
17,64 . 16,0647
= + 0,125
18500 . 0,8 0,6 . 17,64

t shell = 0,1442 in

Dipakai tebal shell standar 3/16 in

OD standar = 54 in

ID standar = OD standar (2.tebal shell standar)

= 53,625 in

2. Menghitung Tebal Head

Bentuk head : Torispherical flanged and dished head

Digunakan bahan stainless steel SA 167

Tebal head :

icr = 3,25

rc = 54

.
= +
2. . 0,2
17,64 . 32,1294
= + 0,125
2 . 18500 . 0,8 0,2 . 17,64

t head = 0,1441 in

Dipakai tebal head standar 3/16 in

3. Menghitung Tinggi Head (OA)


Dari Tabel 5.8 Brownell & Young, untuk ketebalan head = 3/16 dipillih = 2
53,625
= = = 26,8125
2 2
=
= 26,8125 3,25
= 23,5625
=
= 54 3,25
= 50,75
= 2 2
= 50,752 23,56252
= 44,9485
=
= 54 44,9485
= 9,0515
= + +
= 0,1442 + 2 + 9,0515
= 11,1956 = 0,2844

4. Tinggi Menara Distilasi

Tinggi shell = (jarak antar plate) x jumlah plate

= 0,3 x 15

= 4,5 m

Ruang kosong atas =1m

Ruang kosong bawah =2m

Tinggi menara dengan plate = 1 + 2 + tray space (N) +2 x tinggi head

= 3 + 0,3 (15) + 2(0,2844)

= 8,069 m
5. Menghitung Ukuran Pipa

Diameter Optimum pipa berdasarkan pers. 15 Peters, halaman 496


0,45

, = 2,2 . ( ) . 0,31
1000
Dimana :

Di,opt = optimum inside pipe diameter (in)

G = fluid flow rate (ft3/s)

= fluid density (lb/ft)

a) Pipa pemasukan umpan menara distilasi

Kecepatan umpan = 10.117,2639 lb/jam

Densitas umpan = 71,6474 lb/ft3

Di,opt = 1,6580 in

Dipakai diameter pipa dengan ukuran = 1,939 in

b) Pipa pemasukan refluks menara distilasi

Kecepatan refluks = 1517,1506 lb/jam

Densitas refluks = 37,5433 lb/ft3

Di,opt = 0,8625 in

Dipakai diameter pipa dengan ukuran = 0,957 in

c) Pipa pemasukan uap reboiler

Kecepatan uap puncak =8095,6642lb/jam

Densitas uap masuk = 74,3961 lb/ft3

Di,opt = 1,4824 in

Dipakai diameter pipa dengan ukuran = 1,5 in


d) Pipa pengeluaran uap puncak menara distilasi

Kecepatan uap puncak = 13119,46269 lb/jam

Densitas uap puncak = 76,1458 lb/ft3

Di,opt = 1,8288 in

Dipakai diameter pipa dengan ukuran = 1,939 in

e) Pipa pengeluaran cairan dasar menara distilasi

Kecepatan cairan = 4581,1257 lb/jam

Densitas cairan = 74,3961 lb/ft3

Di,opt = 1,147 in

Dipakai diameter pipa dengan ukuran = 1,278 in


Ringkasan Menara Distilasi (MD 01)

A. Kondisi Operasi

1. Kondisi operasi puncak menara :

Suhu = 57,5353 oC

Tekanan = 1 atm

2. Kondisi operasi dasar menara :

Suhu = 109,7076 oC

Tekanan = 1 atm

3. Kondisi operasi umpan menara :

Suhu = 72,4629 oC

Tekanan = 1 atm

B. Jumlah Plate

1. Jumlah plate seksi rectifying = 5 plate

2. Jumlah plate seksi stripping = 10 plate

C. Dimensi Menara Distilasi

1. Tinggi menara = 8,069 m

2. Diameter menara

Diameter puncak = 0,8161 m

Diamater dasar = 0,8161 m

D. Tebal Menara

1. Tebal shell = 3/16 in

2. Tebal head = 3/16 in


E. Ukuran Pipa

1. Pipa Pemasukan Umpan : 1,939 in

2. Pipa Pemasukan Reflux : 0,957 in

3. Pipa Pemasukan Uap Reboiler : 1,5 in

4. Pipa Pengeluaran Uap Puncak : 1,939 in

5. Pipa pengeluaran cairan dasar menara : 1,278 in


Perhitungan Neraca Panas Menara Distilasi (MD 01)

Data-data fisis :

Panas penguapan

HVAP= A(1-T/TC)^n
komponen
A Tc n
C3H6O 49,244 508,2 0,481
H2O 52,053 647,13 0,321
C3H8O3 104,153 723 0,301
C6H12O3 65,95 597 0,386

Kapasitas panas masing-masing komponen :

Cp=A+BT +CT^2+DT^3(J/mol K)
Komponen
A B C D
C3H6O 46,878 0,62652 -0,002076 2,96e-06
H2O 92,0530 -0,0400 -0,00021 5,35e-07
C3H8O3 132,145 0,86007 -0,00197 1,81e-06
C6H12O3 78,294 1,2284 -0,00349 4,4e-06

Entalpi Hasil Atas

Suhu referensi = 298 K

Suhu atas menara = 330,5353 K

HD=HL L HL D HD
Komponen Hv (kj/kmol) V Hv (kj/jam)
(kj/kmol) (kj/jam) (kj/jam)
C3H6O 2,06E+04 34886,41665 1817181,032 2,44E+05 8,29E+05
H2O 3,12E+04 44392,87469 23357,15302 3,73E+03 1,27E+04
C3H8O3 5,26E+04 98717,51357 0 0 0
C6H12O3 3,59E+04 59636,78609 0 0 0
Total 1840538,185 247318,5769 841839,4474

Maka beban panas condenser:

= . . .

= 751380 /
Entalpi Hasil Bawah

Suhu referensi = 298 K

Suhu dasar menara = 387,918 K

F HF +Qr = B HB + D HD + Qc
Komponen BM xf xb F (kmol/jam) B (kmol/jam)
C3H6O 58 0,5233 0,0110 40,6673 0,4067
H2O 18 0,2716 0,5588 21,1045 20,6978
C3H8O3 92 0,0814 0,1707 6,3236 6,3236
C6H12O3 132 0,1237 0,2595 9,6119 9,6119
total 77,7072 37,0399

Komponen HF (kj/kmol) HB (kj/jam) F HF (k/jam) B HB (kj/jam)


C3H6O 6901,8712 12379,9266 280680,2572 5034,5781
H2O 3911,1203 6779,7728 82542,0566 140326,2511
C3H8O3 13776,7066 24091,5715 87118,3390 152345,3857
C6H12O3 13098,6262 23214,9717 125902,2556 223139,2263
total 576242,9084 520845,4412

Maka, beban panas reboiler :

= . + . + .

= 1537822,1405 /