Anda di halaman 1dari 4

Mengenal Lima Jenis Kategori Daging Sapi Impor

Mengenal Lima Jenis Kategori Daging Sapi Impor

Selama ini masyarakat mendapatkan sedikit informasi tentang daging sapi impor, seolah hanya ada satu jenis
daging sapi saja yang harganya sangat beragam, sehingga sangat membingungkan.

Menteri Pertanian pernah menginformasikan di beberapa media masa, bahwa daging impor yang dijual dalam
operasi pasar adalah jenis daging yang sama dikonsumsikan oleh kalangan restoran dan hotel berbintang.

Memang benar sama-sama daging impor, namun berbeda jenis dan kualitas yang dijual untuk operasi pasar
dan yang dikonsumsi oleh restoran hotel. Berikut jenis daging sapi impor dan harganya yang dapat
dikelompokkan menjadi lima bagian antara lain:

Pertama :

Primary cut (kualitas sangat bagus) yaitu daging yang teksturnya lebih lunak dan tidak terlalu berlemak,
biasanya terdapat pada bagian has dalam, has luar, dan lamusir. Jenis ini banyak dikonsumsi di restoran,
hotel berbintang dan dipasarkan di supermarket, yang harganya dipatok antara Rp 120 ribu -180 ribu per
kilogram.
Kedua :

secondary cut type A-B, yang biasa dikenal dengan sebutan samcan, tanjung, sengkel, gandik, sampil, dan
pendasar. Jenis ini paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia untuk masakan rendang, semur, dendeng,
sandung lamur, rawon, dan abon sapi.

Umumnya bisa dibeli di supermarket dan beberapa pasar tradisional di Jakarta, harganya sangat terjangkau,
pada kisaran Rp 80 ribu hingga Rp 115 ribu per kilogram.

Ketiga:

manufacturing meat atau daging industri yaitu tetelan 55-95 CL, daging dadu, dan daging giling. Pengertian
CL adalah kepanjangan dari chemical lean yaitu daging tersebut merupakan hasil olahan dan bukan daging
sapi murni yang memiliki kandungan fet (lemak) yang ada dalam daging, misalnya 85CL berarti kandungan
lemaknya 15% daging murninya hanya 85%.

Umumnya sebagai bahan baku sosis dan bakso, yang dijual seharga Rp 40 ribu-60ribu per kg. Jenis daging
inilah yang digunakan untuk operasi pasar, jadi wajar bila dijual dengan harga Rp 80.000 perkilogramnya oleh
Bulog dan masih dapat untung.

Keempat:

Jenis fancy and variety meat (daging variasi) seperti lidah, bibir, buntut, dan daging kepala. Jenis ini biasanya
dipakai kalangan catering dang rumah makan Padang yang dijual dengan range harga Rp 65 ribu-100 ribu per
kg.

Kelima:

Daging sapi jenis edible offal (jeroan daging sapi) yaitu daging yang paling murah seperti hati, usus, limpa,
paru, otak, jantung, dan babat. Banyak dikonsumsi di rumah makan padang, yang dijual pada kisaran harga
Rp 30 ribu hingga 40 ribu per kg
1. Calf= Pedet atau anak sapi umur 6 9 bulan, yang jantan disebut bull calf dan yang betina disebut heifer
calf.

2. Calf crop = Anak-anak sapi yang dilahirkan oleh sekelompok sapi (herd) dalam suatu musim.

3. Cattalo = Hasil silang antara bison jantan dengan sapi betina. Yang jantan biasanya mati pada saat lahir
sedangkan yang betina walaupun hidup seringkali infertile.

4. Kastrasi/Kebiri = Suatu tindakan yang sengaja dilakukan untuk menghilangkan fungsi dari alat reproduksi
dengan jalan mematikan sel kelamin jantan dan betina sehingga ternak bersangkutan tidak mampu
menghasilkan keturunan.

5. Stag = Sapi jantan yang dikastrasi pada umur tua.

6. Steer/stot = Sapi jantan yang dikastrasi pada umur 6 24 bulan.

7. Bullock = Sapi jantan yang dikastrasi pada umur 2 tahun atau lebih.

8. Meiden heifer = Sapi betina dewasa namun belum pernah beranak.

9. Bull = Sapi jantan yang tidak dikastrasi.

10. Cow = Sapi betina yang telah beranak lebih dari satu kali.

11. Dara (Heifer) = Sapi betina yang berumur sekitar 1-2 tahun yang belum memiliki keturunan, atau dalam
istilah pada manusia disebut perawan.

12. Pregnant Heifer = Dara Bunting

13. Inseminasi Buatan (IB) = Pemasukan atau penyampaian semen (sperma) ke dalam saluran kelamin betina
dengan menggunakan alat-alat buatan manusia.

14. Embrio Transfer (ET) = Suatu metode buatan dalam perkawinan dengan cara membentuk embrio dari
seekor betina induk unggul, yang disebut donor, kemudian dipindahkan dan dicangkokkan ke dalam saluran
reproduksi induk betina lainnya (resipien) dalam spesies yang sama.
Pemeliharaan sapi wagyu :

1. Makanan special. Sapi makan rumput yang fresh, kadang diberi biji-bijian seperti jagung dan barley.
Bahkan juga diberi vitamin A, B, E, dan kalsium.

2. Diajak jalan-jalan melihat pemandangan indah. Lokasi peternakan sapi wagyu ini biasanya di
pegunungan yang punya pemandangan alam super indah. Tujuannya agar sapi tidak stress.

3. Dikondisikan relax sebelum dipotong. Ketika akan dipotong, sapi-sapi ini tidak tahu kalau nyawanya
akan berakhir karena mereka dikondisikan relaks. Sehingga otot-otot sapi tidak keras dan dagingnya lebih
lembut.
JAPANESE WAGYU