Anda di halaman 1dari 5

Basudara

Kredo Torang Samua Basudara untuk manyatukan perbedaan atau untuk


menyamakan keberagaman, tetapi untuk mengakui dan memahami bahwa
perbedaan adalah hal yang indah dan mengandung nilai kehidupan.
Torang samua basudara adalah kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara.Ciri
yang paling menonjol didalamnya adalah keterbukaa. Hal ini dapat dilihat dari
sikap saling menhgargai, tolong menolong atau saling membantu .
Torang samua basudara, kong baku-baku bae, dan baku-baku sayang (kita semua
bersaudara,antara yang satu dengan yang lainnya, hiduplah dalam keadaan baik
dan saling menyayangi) merupakan pesan moral yang sangat mulia untuk hidup
rukun dan damai.

Adat Istiadat

Adat Istiadat adalah aturan tingkah laku yang dianut secara turun temurun dan berlaku
sejak lama.adat istiadat termasuk aturan yang sifatnya ketat dan mengikat.

Suku Toraja

Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan.
Mayoritas suku Toraja memeluk agama Kristen,sementara sebagian menganut Islam
dan kepercayaan animisme yang dikenal Aluk To Dolo.

Cara Berbicara:
Orang toraja berbicara dengan menggunakan dialek mereka sendiri,dialek
Toraja.Ragam bahasa di Toraja antara lain : Kalumpang, Mamasa, Tae, Talondo,
Toala, dan Toara Sadan , dan termasuk dalam rumpun bahasa Melayu-
Polinesia dan Austronesia.
Cara Bertamu :
Dengan mendatangi tempat mayoritas suku Toraja tinggal.Rumah tradisional
suku Toraja adalah rumah Tongkonan.Tongkonan merupakan pusat kehidupan
sosial suku Toraja.
Cara Makan :
Cara berpakaian :
Baju adat Toraja disebut baju pokko untuk wanita dan seppa tallung buku
untuk laki-laki. Baju pokko berupa baju dengan lengan yang pendek. Sedangkan
seppa tallung buku berupa celana yang panjangnya sampai dilutut. Pakaian ini
masih dilengkapi asesoris seperti kandaure, lipa, gayang dan sebagainya.
Cara Membagi Waris :
Pembagian waris orang Dayak menggunakan kebiasaan dalam masyarakatnya
dan tidak mengetahui akan pembagian harta warisan secara hukum islam
(faraidh) dan juga terkadang setelah pembagian warisan malah lebih sering
menimbulkan masalah dibanding dengan pembagian secara hukum islam.
Hukum Keluarga :

Upacara Perkawinan :
Pernikahan bagi orang Toraja harus dengan restu kedua pasang orangtua,jika itu
dilanggar maka pria dan wanita yang menikah tersebut akan diasingkan dan
tidak diakui sebagai anak.Pembayaran saat pelamaran dinilai dengan kerbau.Si
pria harus membayar mas kawin yang terdiri dari : 1) Wanita golongan puang :
1-12 ekor kerbau 2) Wanita golongan tumakaka : 1-3 ekor kerbau 3) Wanita
golongan hamba : 1 ekor kerbau
Upacara Kelahiran :

Upacara Kematian :
Upacara kematian dalam masyarakat suku Toraja merupakan ritual yang penting
dan berbiaya mahal disebut dengan Rambu solo .Semakin kaya dan berkuasa
seseorang,maka biaya upacara kematiannya akan semakin mahal.Sebuah tempat
prosesi pemakaman yang disebut rante biasanya disiapkan pada sebuah padang
rumput yang luas.

Suku Bali

Suku Bali adalah suku bangsa mayoritas di pulau Bali, yang menggunakan bahasa Bali
dan mengikuti budaya Bali.Sebagian besar suku Bali beragama Hindu, kurang lebih
90 % sedangkan sisanya beragama Islam,Kristen, dan Buddha.
Cara Berbicara :
Berbicara dengan menggunakan bahasa Bali,berbicara dengan bahasa yang
sopan jangan sampai kalau sedang berbicara menyinggung perasaan orang yang
diajak bicara.
Cara Bertamu :
Jika bertamu sebaiknya mengucapkan salam sebelum masuk rumah,masuk
ketika dipersilahkan dan jangan duduk dahulu sebelum disuruh oleh tuan
rumahnya.
Cara Makan :

Cara Berpakaian :
Pakaian adat Bali sangat bervariasi dan memiliki keanggunan dan citra sendiri. 3
jenis pakaian adat Bali yaitu pertama untuk upacara keagamaan,kedua untuk
upacara pernikahan,dan ketiga untuk aktivitas sehari hari.
Cara Membagi Waris :
Hukum adat Bali yang bersistem kekeluargaan kapurusa (patrilineal)
menempatkan anak laki-laki sebagai ahli waris dalam keluarga, sementara
perempuan hanya mempunyai hak untuk menikmati harta warisan orang tuan
atau suami.
Hukum Keluarga :

Upacara Perkawinan :
Dalam perkawinan umat Hindu di Bali, ada 2 tujuan hidup yang harus dapat
diselesaikan dengan tuntas yaitu mewujudkan artha dan kama yang berdasarkan
dharma.Perkawinan bagi umat hindu merupakan sesuatu yang suci dan
sakral.Saat itu perkawinan layak atau tidaknya ditentukan oleh Resi,dimana Sang
Resi (bramana sista) ini mampu melihat lewat mata batin cocok tidaknya dari
pasangan yang akan dinikahkan,bila tidak cocok atau jodoh akan dibatalkan
karena bisa berakibat buruk bagi kehidupan rumah tangga mereka nantinya.
Upacara Kelahiran :
Upacara kelahiran dalam agama Hindu disebut Jatakarma Samskara yang
dilakukan untuk sebagai ungkapan kebahagiaan atas kehadiran si bayi di
dunia.Jatakarma dilaksanakan didalam dan di depan pintu rumah dan
dilaksanakn saat bayi baru lahir dan mendapat perawatan pertama.
Upacara Kematian :
Upacara kematian di bali disebut Ngaben.Ngaben adalah upacara pembakaran
mayat di Bali,khususnya untuk orang yang beragama Hindu.Upacara ini
termasuk dalam Pitra Yadnya, yaitu upacara yang ditujukan untuk roh leluhur.

Suku Dayak

Suku Dayak menjalani sebagian besar hidupnya di sekitar daerah aliran sungai
pedalaman Kalimantan,keterkaitannya dengan sungai dan hutan sangat dekat dan bisa
dibilang sudah menjadi bagian kehidupan orang Dayak.

Cara Berbicara :
Bahasa yang digunakan untuk berbicara orang Dayak dibagi 2 yaitu :
1. Bahasa Pengantar : menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa pengantar
2. Bahasa sehari hari : keberagaman etnis dan suku bansa menyebabkan bahasa
indonesia dipengaruhi oleh beberapa dialeg.
Cara Bertamu :

Cara Makan :

Cara Berpakaian :

Cara Membagi Waris :

Hukum Keluarga :

Upacara Perkawinan :
Dimulai dengan pinangan dan diakhiri dengan membongkar tengkalang (barang
bawaan). Adat perkawinan suku Dayak melarang perkawinan 2 orang yang
masih terikat keluarga. Upacara perkawinan dayak dipimpin seseorang yang
disebut patone, yakni perantara yang dipilih dan diutus oleh waris pihak laki-laki
untuk mendatangi calon mempelai wanita.Patone yang bertanggung jawab
terhadap semua kelancaran upacara perkawinan, baik urusan pesta maupun
rumah rumah tangga.
Upacara Kelahiran :
Setelah sang bayi lahir,ada beberapa tahapan perlakuan yang harus dilaksanakan
oleh bidan maupun pihak orangtuanya yaitu : 1) Taak Puhal yaitu memotong tali
pusat bayi oleh bidan kampung memakai sembilu 2) Tagerang Tooh Abeq (liyaq)
yaitu acara adat pemberian nama anak dengan mendirikan teloh/telur
ayam,anak ayam,pisang ambon,1 ruas bambu,1 piring porselin dengan diiringi
mantra 3) Napoo Tenan yaitu acara adat untuk anak yang dilakukan di sungai
4) Muhu Anak yaitu acara adat untuk membuang sial anak akibat perlakuan
orang tuanya 5) Kuan Anak yaitu memberikan barang yang bermakna kepada
anak 6) Dangai Katuung Layaah yaitu acara adat untyuk menguatkan dan
menegakkan nama anak.
Upacara Kematian :
Masyarakat Dayak mengenal 3 cara penguburan yakni:
a. dikubur dalam tanah
b. diletakkkan di pohon besar biasanya untuk anak bayi dikarenakan terdapat
getah yang dianggap sebagai air susu ibu
c. dikremasi dalam upacara tiwah
Prosesi penguburan yaitu :
1. Tiwah yaitu prosesi penguburan sekunder pada penganut Kaharingan,sebagai
simbol pelepasan arwah menuju lewu tatau
2. Ijambe yaitu prosesi penguburan sekunder pada Dayak Maanyan
3. Marabia
4. Membatur
5. Dwangkai Wara