Anda di halaman 1dari 18

Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kompleks Perkantoran Kemdikbud, Gedung E, Lantai 7
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270
Telepon. (021) 5703151, laman: www.paud.kemdikbud.go.id
PEDOMAN
PENGELOLAAN KELAS
PENDIDIKAN
ANAK USIA DINI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat
Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini
Tahun 2015
PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI i
PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Kata Sambutan

U
ndang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
Diterbitkan oleh: pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat dua dimensi kurikulum. Dimensi
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

vi+ 26 hlm + foto; 21 x 28,5 cm Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mencakup pengembangan pada aspek
struktur kurikulum, proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik, dan penilaian
ISBN: yang bersifat autentik. Kurikulum 2013 mengusung pengembangan pembelajaran
978-602-73704-9-4 konstruktivisme yang lebih bersifat fleksibel dalam pelaksanaan sehingga memberi ruang
Pengarah: pada anak untuk mengembangkan potensi dan bakatnya. Model pendekatan kurikulum
Ir. Harris Iskandar, Ph. D. tersebut berlaku dan ditetapkan di seluruh tingkat serta jenjang pendidikan sejak
Pendidikan Anak Usia Dini hingga Pendidikan Menengah. Keajegan model pendekatan
Penyunting:
di semua jenjang ditujukan untuk membentuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan
Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D.
peserta didik yang lebih konsisten sejak awal sehingga diharapkan peserta didik mampu
Dra. Enah Suminah, M. Pd
berkembang menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sikap beragama,
Tim Penulis: kreatif, inovatif, dan berdaya saing dalam lingkup yang lebih luas.
Farida Yusuf
Sebagai jenjang paling dasar, Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini diharapkan
Aries Susanti
menjadi fundamen bagi penyiapan peserta didik agar lebih siap dalam memasuki jenjang
Yohana Rumanda
pendidikan lebih tinggi. Mengantarkan anak usia dini yang siap melanjutkan pendidikan
Sisilia Maryati
tidak hanya terbatas pada kemampuan anak membaca, menulis, dan berhitung, tetapi
Desain/Layout: juga dalam keseluruhan aspek perkembangan. Tanggung jawab ini harus dipikul bersama
Surya Evendi antara pemerintah, pengelola dan pendidikan PAUD, orang tua, serta masyarakat.
Rulnaidi
Untuk menyamakan langkah, khususnya bagi para pelaksana layanan program PAUD,
Kontributor: guna perlu diberikan pedoman, pelatihan, dan acuan-acuan yang dapat dijadikan sebagai
Ebah Suhaebah rujukan para pendidik dalam menerapkan kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini di
Dumaria Simanjuntak satuan pendidikannya.
Foto-foto: Pencapaian pendidikan yang lebih baik melalui penerapan Kurikulum 2013 PAUD
Dokumen Penulis merupakan suatu keniscayaan jika dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh komponen.
Sekretariat: Terima kasih.
Retno Wulandari Jakarta, Oktober 2015
Yuyut Setyowati Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
Arika Novrani
dan Pendidikan Masyarakat,

Ir. Harris Iskandar, Ph.D.


NIP 196204291986011001

ii PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI iii


Kata Pengantar Daftar Isi

P
edoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kata Sambutan ...................................................................................................... iii
merupakan acuan pelaksanaan kurikulum PAUD 2013 sesuai dengan teori, Kata Pengantar ..................................................................................................... iv
filosofi, dan landasan pengembangan kurikulum tersebut yang disertai Daftar Isi ................................................................................................................ v
dengan contoh-contoh penerapannya.
Mengapa Lingkungan Belajar Penting bagi Anak? ...................................... 1
Pedoman disusun secara sederhana, menarik, ramah, dan aplikatif agar dapat
dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan PAUD Apa Saja Model Pembelajaran yang Dapat Digunakan? ............................. 2
yang kondisi dan potensinya beragam, serta dapat dijadikan rujukan sesuai dengan Model Sudut .............................................................................................. 2
kajian-kajian yang melandasinya. Model Area ............................................................................................... 7
Model Sentra ............................................................................................. 12
Pedoman implementasi Kurikulum 2013 PAUD ini merupakan contoh yang
memungkinkan penyesuaian lebih lanjut degan kondisi, potensi, dan budaya Bagaimana Menata Lingkungan Belajar? ..................................................... 16
setempat. Hal penting dalam Kurikulum 2013 PAUD adalah keterbukaan Apa Fungsinya? ......................................................................................... 16
dalam menerima perubahan, baik perubahan dalam cara berpikir, kebiasaan, Prinsip Apa Saja yang Harus Diperhatikan? ............................................ 16
sikap, maupun cara kerja. Perubahan tersebut akan berimbas pada perubahan Apa Persyaratannya? ................................................................................ 17
sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Buku ini sangat terbuka Penataan Ruang Belajar di Dalam (indoor) ............................................. 18
untuk perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang. Untuk itu, kami Bagaimana Memilih Furnitur? ................................................................. 19
mengundang para pembaca memberikan saran dan masukan untuk perbaikan dan Apa yang Diperhatikan dalam Menempatkan Toilet? ........................... 20
penyempurnaan. Bagaimana Menata Ruang Luar (outdoor)? ........................................... 20
Apa yang Harus Dipertimbangkan dalam Membentuk Pagar? ............. 21
Saya mengucapkan terima kasih kepada penyusun, penelaah, penyunting, dan
semua pihak yang telah bekerja keras menyelesaikan pedoman implementasi Apa dan Bagaimana Pengorganisasian Belajar bagi Anak? ......................... 22
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini ini. Semoga Allah SWT senantiasa Jumlah Anak ............................................................................................. 22
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua dan dapat memberikan Kelompok Usia Anak ................................................................................. 22
yang terbaik bagi kemajuan pendidikan anak usia dini. Waktu Belajar ............................................................................................ 23
Penutup ............................................................................................................ 24
Daftar Pustaka ....................................................................................................... 25
Jakarta, Oktober 2015
Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usi
Usia Dini,

Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D.


NIP 195804091984022001

iv PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI v


Mengapa Lingkungan Belajar
Penting bagi Anak?

Lingkungan adalah guru ketiga bagi anak. Dari lingkungan, anak belajar tentang
kebersihan, kerapian, disiplin, kemandirian, semangat pantang menyerah, dan
Dari lingkungan hidupnya, anak belajar banyak hal lainnya. Oleh karena itu, lingkungan pada Pendidikan Anak Usia Dini
Dorothy Law Nolte harus direncanakan, ditata, dimanfaatkan, dan dirawat secara cermat agar mampu
mendukung pencapaian hasil belajar yang
telah ditetapkan bersama.
Lingkungan belajar, baik di dalam maupun
di luar mempengaruhi apa dan bagaimana
anak belajar. Lingkungan yang mengundang;
mendorong dan membantu anak bereksplorasi,
bereksperimen; memanipulasi benda dan alat
main secara bermakna, menyenangkan, dan
menantang kemampuan berpikir mereka
membuat kegiatan pembelajaran menjadi
semakin menyenangkan.
Penataan alat main di dalam.

Lingkungan belajar tidak selalu


identik dengan banyaknya alat
permainan yang dimiliki, tetapi
terlebih penting adalah bagaimana
agar anak dapat terlibat aktif di
dalam lingkungan belajar tersebut.
Tidak pula menjadi arif bila satuan
PAUD yang terbatas luas halaman
bermainnya diisi dengan alat
Penataan alat main di luar pada sentra bahan alam.
permainan di luar yang penuh sesak.
Anggapan bahwa PAUD yang tidak memiliki alat bermain di luar adalah lembaga
PAUD yang kurang bermutu, sudah harus ditinggalkan.

vi PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 1


Matematika dan bentuk geometris. Anak-anak diajarkan
tentang angka, baik itu dengan menggunakan tangan
Apa Saja Model Pembelajaran maupun dengan alat.

yang Dapat Digunakan? Budaya. Pendidikan budaya di sini mencakup geografi,


hewan, waktu, sejarah, musik, gerak, sains, dan seni.
Selaras dengan fokus program pembelajaran di atas, ruangan
Penataan lingkungan belajar terkait dengan model pembelajaran yang pembelajaran ditata secara fungsional bagi anak, yang
digunakan. Ada banyak model pembelajaran yang dapat diterapkan. Semua memungkinkan anak bekerja, bergerak, dan berkembang secara
model memiliki karakteristik yang berbeda. Namun, semuanya memuat prinsip bebas. Kondisi ruangan dan peralatan disesuaikan dengan
pembelajaran PAUD yang sama. Di Indonesia model pembelajaran yang banyak ukuran anak. Bahan dan alat main diatur dalam rak-rak yang
Mengurutkan angka
digunakan di satuan PAUD ada tiga macam, yakni model sudut, area, dan sentra. mudah dijangkau anak. Ruang kelas ditata indah dan menarik
bagi anak karena pada usia awal rasa estetika mulai berkembang. Tersedia buku-
Model Sudut buku yang dapat diambil anak kapan saja. Dalam ruangan
Model pembelajaran sudut memberikan kesempatan ini dibagi menjadi lima sudut sebagai berikut.
kepada anak didik untuk belajar dekat dengan
1. Sudut Latihan Kehidupan Praktis (Practical Life Corner)
kehidupan sehari-hari. Model ini bersumber pada teori
Di sudut ini anak-anak diberi kesempatan untuk meniru
pendidikan dan perkembangan Montessori. Pada model
apa yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitar mereka
ini program pembelajaran difokuskan pada lima hal,
setiap hari. Misalnya, mereka menyapu, mencuci,
yakni:
memindahkan suatu barang dengan berbagai alat yang
Praktik kehidupan. Anak-anak diajarkan berbagai berbeda (sendok, sumpit dan lain-lain), membersihkan Latihan membuka dan menutp kancing
hal dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan kaca, membuka dan menutup kancing atau resleting,
Mencuci piring sebagai latihan
keterampilan dan kemandirian, seperti mengikat tali praktik kehidupan. membuka dan menutup botol/kotak/kunci, mengelap
sepatu, menyiapkan bekal makan mereka, pergi gelas yang sudah dicuci dan sebagainya. Melalui berbagai
ke toilet tanpa bantuan, dan membersihkan diri aktivitas yang menarik ini, anak-anak belajar untuk
sendiri ketika mereka menumpahkan sesuatu. membantu diri mereka sendiri (self help), berkonsentrasi
Pendidikan kesadaran sensori. Di sini anak dan mengembangkan kebiasaan bekerja dengan baik.
dilatih untuk peka menggunakan lima indera Bahan dan alat main yang disediakan pada sudut ini
yang mereka miliki. dapat berupa:
kursi kerang
kertas penjepit
Seni berbahasa. Anak- Menyimpan perlengkapan sekolah ke dalam loker
kacang-kacangan biji-bijian
anak didorong untuk mengekspresikan diri
teko/botol kancing berbagai warna
mereka secara lisan. Anak-anak juga belajar
beras dan ukuran
membaca, mengeja, tata bahasa, dan menulis.
air berbagai macam bentuk
Membaca huruf bersama-sama
sendok benda Latihan keterampilan membantu diri sendiri

2 PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 3


lem 3. Sudut Matematika (Pre Math and Perception Corner)
kuas Di sudut ini matematika diperkenalkan kepada
kertas kertas garis lurus, zigzag, anak-anak melalui konsep-konsep matematika
lengkung, geometris, bentuk yang jelas dan menarik mulai dari
binatang hal yang konkret hingga abstrak.
bingkai baju, kancing besar, Anak-anak belajar memahami
kancing kecil, prepet, kancing konsep dasar kuantitas/jumlah dan
cetet, tali, kait, risleting, pita,tali hubungannya dengan lambang-
sepatu, peniti, gesper, kancing lambang serta mempelajari angka-
Anak mengelompokkan benda sesuai jumlah.
sepatu Mengenalkan konsep jumlah angka yang lebih besar dan operasi
Penataan alat dan bahan main sudut latihan kehidupan praktis
sepatu dan alat semir matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian secara
cotton buds dan tissue meja alami. Selain itu, di sudut ini anak dapat belajar matematika melalui pengukuran,
gunting kuku timbangan dan bahan bahan untuk seperti mengukur jarak, mengukur literan, dan mengukur besar kecil.
shampoo anak dan sisir ditimbang Bahan dan alat main yang disediakan pada sudut
karet rambut, pita alat ukur ini dapat berupa:
lap kaca, kayu, perak, kuningan saringan /ayakan berbagai jenis botol
2. Sudut Sensorik berbagai jenis batu
Sudut sensorik mengembangkan sensitivitas penginderaan anak, yakni berbagai jenis kancing
penglihatan, pendengaran, penghiduan, perabaan, dan pengecapan. Di sudut kartu bilangan
sensorik kegiatan berfokus pada pengenalan kotak pernak pernik berwarna
benda seperti berbagai perbedaan warna, papan geobord
merasakan berat ringan, berbagai bentuk dan gambar -gambar himpunan bilangan
ukuran, merasakan tekstur halus dan kasar, tinggi- balok balok
rendah suara, berbagai bebauan dari berbagai alat bermain konstruksi
benda, dan mengecap berbagai rasa dari benda lotto
yang dijumpai sehari-hari. berbagai macam puzzle
manik manik Bentuk-bentuk geometri
Bahan dan alat main yang disediakan pada sudut
alat untuk meronce
ini dapat berupa:
tempat telur
berbagai bumbu dapur di dalam botol untuk
4. Sudut Bahasa (Language and Vocabulary Corner)
dicium
Di sudut ini anak-anak belajar mendengar dan
berbagai sumber rasa asin, manis, pahit, asam
menggunakan kosakata yang tepat untuk seluruh
kain dan biji-bijian dengan berbagai tekstur
kegiatan, mempelajari nama-nama susunan,
menara gelang
bentuk geometris, komposisi, tumbuh-tumbuhan,
bola palu
dan sebagainya. Selain itu, anak-anak mulai diperkenalkan tentang komposisi/
lonceng tangan, dll. Bahan dan alat main sudut sensorik susunan kata, kalimat, dan cerita.

4 PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 5


Bahan dan alat main yang disediakan pada sudut ini Sudut-sudut di atas saling berkaitan
dapat berupa: dan dibuka secara bersamaan setiap
rak barang harinya. Anak-anak dibolehkan
kartu huruf untuk memilih sudut mana yang
folder anak
paling diminatinya. Mereka dapat
macam-macam gambar
berpindah ke sudut lainnya dengan
kartu kata
kertas, alat tulis tidak mewajibkan untuk menguasai
gambar seri sudut sensorik dan kemampuan di
karpet puzzle huruf sudut sebelumnya. Sudut latihan
karpet puzzle benda-benda kehidupan praktis merupakan fondasi
yang mendasar bagi sudut yang lain.
5. Sudut Kebudayaan (Culture and Library Corner)
Artinya, anak usia yang lebih muda
Di sudut ini anak-anak diperkenalkan mempelajari
lebih banyak bermain di dua sudut
Geografi, Sejarah, iImu tentang tumbuh-tumbuhan dan
tersebut. Sepanjang hari di sekolah
iImu pengetahuan yang sederhana. Anak-anak belajar
diperkenalkan pula aktivitas-aktivitas
secara individual, kelompok, dan diskusi mengenai
yang memungkinkan anak-anak
dunia sekitar mereka pada saat ini dan masa lalu.
menikmati dan mengembangkan
Pengenalan akan tumbuh-tumbuhan dan kehidupan
keahlian dan kepekaan sosial
binatang seperti juga pengalaman sederhana untuk
mereka. Di Indonesia ditambahkan
mengetahui lebih jauh tentang ilmu pengetahuan
Mengenal tumbuh-tumbuhan di sekitar. dengan sudut ketuhanan untuk
alam. Selain itu, anak-anak pun diperkenalkan tentang
mengenalkan nilai-nilai dan kegiatan
masakan khas daerah melalui kegiatan memasak.
praktis kegiatan agama.
Bahan dan alat main yang disediakan pada sudut ini dapat berupa:
berbagai macam buku cerita Model Area
ensiklopedia anak
Model ini dikembangkan oleh Highscope di Amerika Serikat dan dikenalkan di
meja
Indonesia oleh Children Resources International. Inc. Model area memfasilitasi
bantal baca
kegiatan anak secara individu dan kelompok untuk pengembangan semua
alat gambar/lukis/mencap
aspek. Area ditata secara secara menarik.
alat pertukangan
Setiap area memiliki beberapa kegiatan
alat elektronik
yang menggunakan alat dan bahan yang
playdough/plastisin
berbeda. Semua anak dapat memilih
tanah liat
area mana yang paling sesuai dengan
alat eksperimen tumbuh-tumbuhan, batu-batuan, binatang
minatnya. Untuk semua area difasilitasi
pinset
oleh seorang guru. Guru mengawasi
berbagai jenis botol/tube
anak-anak yang bermain di semua area
corong air
yang dibukanya.

6 PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 7


Area yang biasa dibuka terdiri atas area sebagai Alat dan bahan yang disiapkan di area drama:
berikut. alat-alat dapur
1. Area Balok alat- alat rumah tangga
Area balok memfasilitasi anak untuk baju-baju untuk berbagai profesi
mengembangkan pengetahuan dan boneka berbagai bentuk
keterampilan berpikir matematika, pola, dan lainnya yang dapat dijadikan alat main.
bentuk geometris, hubungan satu dengan yang lain, 3. Area Seni
Bermain balok.
penambahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian Area seni mendukung pengembangan kreativitas dan pengalaman taktil
melalui kegiatan membangun dengan balok. Saat anak anak dalam menggunakan berbagai bahan dan alat. Inti dari kegiatan
menggunakan balok, ia akan merasakan berat-ringan, seni adalah anak-anak mengekspresikan apa yang mereka amati, pikirkan,
panjang-pendek, dengan tanpa dipaksa anak mengenal bayangkan, dan rasakan melalui alat dan bahan yang digunakannya
bentuk dan konsep-konsep lainnya. Alat dan bahan di area seni
Alat yang disediakan di area balok: kertas dan berbagai ukuran, kuas, serta cat
balok dengan berbagai air warna-warni
bentuk dan ukuran krayon, spidol dan alat menggambar
asesoris balok sebagai lainnya
pelengkap, misalnya tanah liat
balok berwarna playdough atau plastisin
benda asesoris lainnya Kayu, dedaunan, kain
seperti, mobil-mobilan, binatang, orang, kaleng
pesawat, atau pohon-pohonan kertas warna warni
alat tulis menulis untuk membangun gunting, lem, dan berbagai pita
keaksaraan anak. bahan-bahan daur ulang lainnya
2. Area Drama 4. Area Keaksaraan

Victoria Brown dan Sara Pleydell menyatakan Area membaca bukan berarti
bahwa bermain drama penting untuk anak mengajarkan anak untuk membaca
usia dini sebagai proses melatih fungsi kognitif dan menulis seperti layaknya
seperti; mengingat, mengatur diri sendiri, kegiatan membaca dan menulis di
mengembangkan kemampuan berbahasa, sekolah dasar. Area membaca dan
meningkatkan kemampuan fokus atau menulis dimulai dengan mengenal
konsentrasi, merencanakan, menentukan simbol-simbol sederhana dari
strategi, menentukan prioritas, mengembangkan benda yang ada di sekelilingnya,
gagasan, dan keterampilan-keterampilan lain membuat coretan di atas kertas.
yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan Kegiatan melihat-lihat buku atau
di sekolah nanti. membacakan cerita adalah kegiatan
yang dilakukan di area ini.

8 PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 9


Alat dan bahan di area membaca: 6. Area Gerak dan Musik
berbagai kartu gambar Gerak dan musik untuk anak usia dini sangat penting untuk membangun
berbagai kartu kata kesadaran akan gerakan diri sendiri, melatih kelenturan, mengikuti irama
berbagai kartu huruf musik, mengenal bunyi alat musik, mengeksplorasi alat-alat sederhana menjadi
berbagai alat tulis dan kertas alat musik bebas. Kegiatan gerak dan lagu merupakan kebutuhan sehari-
berbagai buku bergambar hari untuk anak usia dini. Dengan berkegiatan yang menyenangkan di area
dll. gerak dan lagu, akan berpengaruh pada: kemampuan berpikir dan berbahasa,
kemampuan memecahkan masalah, kemampuan fokus, membangun kesadaran
5. Area Pasir dan Air
spasial, mengembangkan rasa percaya diri, melatih kekuatan, kelenturan, dan
Area pasir dan air lebih kepada pengembangan
koordinasi fisik, serta membangun keterampilan sosial.
sensori-motorik. Namun, area ini sangat kaya
dengan konsep-konsep matematika dan sains. Alat dan bahan di area gerak dan lagu:
Anak belajar penuh-kosong, berat-ringan, Tape recorder dan kaset instrumen atau
volume, dan sebagainya. Anak juga dapat lagu-lagu
belajar tentang perubahan bentuk, perubahan Alat musik tradisional
warna, dan sebagainya. Alat musik modern (organ, gitar, dll. untuk
Area pasir dan air sangat diminati anak. Untuk ukuran mini)
kelompok anak yang lebih kecil biasanya belum Alat musik dari bahan daur ulang dari
dapat mengendalikan diri sehingga perlu botol plastik atau bahan lainnya. Mengikuti irama musik di area musik.

membawa baju ganti untuk digunakan setelah 7. Area Sains


selesai bermain. Area Sains menyediakan
Kegiatan main di area pasir dan air. banyak kesempatan bagi anak-
Alat dan bahan yang disediakan di area pasir
dan air, di antaranya: anak untuk menggunakan
panca indera dan menyalurkan
botol-botol dengan gelas-gelas plastik dan
langsung minat mereka
corong
terhadap kejadian-kejadian
baskom dengan alat kocokan
alamiah dan kegiatan-
alat pemompa air
kegiatan manipulatif.
berbagai alat dapur mainan untuk belajar
mencuci Area Sains juga dapat
baju-baju atau kain kecil dengan penggilas dilakukan di luar ruangan
untuk mencuci dengan tanaman, binatang,
berbagai bentuk cetakan kue untuk main dan benda-benda di sekitar.
pasir
asesoris lainnya.

Memberi kesempatan anak bermain di area sains

10 PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 11


8. Area Matematika bermain dari satu sentra ke sentra lainnya setiap
Area matematika sangat kental dengan kegiatan hari. Tiap sentra dikekola oleh seorang guru. Proses
manipulatif. Di area ini anak dapat belajar tentang pembelajarannya dengan menggunakan 4 pijakan,
bentuk, hitungan, angka, jumlah, pengelompokkan, yaitu pijakan penataan alat (pijakan lingkungan),
ukuran, pola, memasangkan. Di area ini juga anak pijakan sebelum main, pijakan selama main, dan
belajar pengembangan bahasa, sosial, emosional, dan pijakan setelah bermain. Sentra yang dibuka di
aspek perkembangan lainnya. antaranya adalah sebagai berikut.
Mengelompokkan berdasarkan simbol angka. Memberaskan alat bermain balok.
9. Area Imtaq 1. Sentra Balok
Di Indonesia ditambah dengan area imtaq. Area imtaq Sentra balok memfasilitasi anak bermain tentang konsep bentuk, ukuran,
memfasilitasi anak belajar tentang kegiatan ibadah keterkaitan bentuk, kerapihan, ketelitian, bahasa, dan kreativitas. Bermain
sesuai dengan agama yang dianut anak. balok selalu dikaitkan dengan main peran mikro, dan bangunan yang dibangun
Alat dan bahan: anak digunakan untuk bermain peran.
miniatur rumah ibadah, Alat dan bahan main:
perlengkapan ibadah, balok-balok dengan berbagai bentuk dan
buku-buku bacaan, ukuran
kertas gambar dan alat-alat gambar balok asesoris untuk main peran
dll. Melakukan kegiatan shalat berjamaah. lego berbagai bentuk
Model Sentra kertas dan alat tulis
Model yang dikembangkan Creative Curiculum 2. Sentra Main Peran Kecil (mikro)
mengelola kegiatan pembelajaran yang seimbang Main peran kecil mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, kemampuan
antara bimbingan guru dengan inisiatif anak. Model berbahasa, sosial-emosional, menyambungkan pengetahuan yang sudah dimiliki
ini dikenalkan di Indonesia oleh Dr. Pamela Phelp dari dengan pengetahuan baru dengan menggunakan alat main peran berukuran kecil.
CCCRT Florida. Bermain dipandang sebagai kerja otak
Alat dan Bahan:
sehingga anak diberi kesempatan untuk memulai dari
Penataan balok di sentra balok. mengembangkan ide hingga tuntas menyelesaikan hasil berbagai miniatur mainan
karyanya start and finish. Dukungan guru memfasilitasi anak mengembangkan berbagai mainan alat rumah tangga
kecakapan berpikir aktif dan anak diberi keleluasaan untuk melakukan berbagai berbagai mainan mini alat kedokteran
kegiatan untuk mendapatkan pengalaman tentang dunia sekelilingnya. Sentra berbagai mainan mini alat transportasi
yang dikembangkannya tidak berbeda dengan sistem area. Perbedaan tampak berbagai mainan mini alat tukang
dalam pengelolaan kelas. Dalam model area semua anak bebas bergerak di semua 3. Sentra Main Peran Besar Penataan main di sentra main peran kecil.
area yang dikelola oleh seorang guru. Dalam model sentra anak bebas memilih
Sentra main peran mengembangkan kemampuan mengenal
bermain yang disiapkan dalam satu sentra. Di dalam sentra dilengkapi dengan
lingkungan sosial, mengembangkan kemampuan bahasa,
3 jenis kegiatan bermain, yaitu bermain sensorimotorik, main peran, dan main
kematangan emosi dengan menggunakan alat main yang
pembangunan. Keragaman main atau disebut juga densitas main memfasilitasi
berukuran besar sesuai dengan ukuran sebenarnya.
untuk dapat memilih mainan sesuai dengan minatnya. Kelompok anak berpindah

12 PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 13


Alat dan bahan: 7. Sentra Bahan Alam
mainan untuk pasar-pasaran Sentra bahan alam kental dengan pengetahuan
mainan untuk rumah-rumahan sains, matematika, dan seni. Sentra bahan alam
mainan untuk dokter-dokteran diisi dengan berbagai bahan main yang berasal
mainan untuk kegiatan pantai dari alam, seperti air, pasir, bebatuan, daun. Di
mainan untuk tukang-tukangan sentra bahan alam anak memiliki kesempatan
Penataan main di sentra bahan alam.
mainan untuk kegiatan nelayan menggunakan bahan main dengan berbagai cara
Penataan main di sentra main peran besar. mainan salon-salonan sesuai pikiran dan gagasan masing-masing dengan
dll. hasil yang berbeda. Gunakan bahan dan alat yang
ada disekitar. Perhatikan keamanannya. Bahan
4. Sentra Imtaq
dan alat yang digunakan harus bebas dari bahan
Sentra Imtaq mengenalkan kehidupan beragama
beracun atau binatang kecil yang membahayakan.
dengan keterampilan yang terkait dengan agama
yang dianut anak. sentra Imtaq untuk satuan PAUD 8. Sentra Memasak
umum mengenalkan atribut berbagai agama, sikap Sentra memasak kaya dengan pengalaman unik
menghormati agama. bagi anak mengenal berbagai bahan makanan dan
proses sain yang menyenangkan. Di sentra memasak
5. Sentra Seni
anak belajar konsep matematika, sains, alam,
Sentra seni dapat dibagi dalam seni musik,
dan sosial sehingga menunjang perkembangan
seni tari, seni kriya, atau seni pahat. Penentuan
kognitif, sosial-emosional, bahasa, motorik, dan
sentra seni yang dikembangkan tergantung pada
juga seni, serta nilai agama.
kemampuan satuan PAUD. Disarankan minimal
ada dua kegiatan yang dikembangkan di sentra Model-model tersebut di atas merupakan hasil
seni yakni seni musik dan seni kriya. Sentra seni penelitian dan penerapan para pakar pendidikan anak
mengembangkan kemampuan motorik halus, usia dini yang berlangsung bertahun-tahun sebelum
keselarasan gerak, nada, aspek sosial-emosional disosialisasikan lebih luas. Pengkajian oleh para ahli
dan lainnya. dilakukan untuk mengetahui sejauhmana efektivitas
6. Sentra Persiapan model-model tersebut
mampu membantu anak
Sentra persiapan lebih menekankan pengenalan
dalam belajar. Setiap
keaksaraan awal pada anak. penggunaan buku,
model model memiliki
alat tulis dapat dilakukan di semua sentra, tetapi
kekuatan dan keunggulan masing-masing.
di sentra persiapan lebih diperkaya jenis kegiatan
Oleh karena itu, apa pun model yang
bermainnya. Pada kelompok anak paling besar
digunakan, anak bisa bermain nyaman,
yang segera masuk sekolah dasar, frekuensi main di
aman, dan berkembang kemampuan
sentra persiapan lebih banyak. Kegiatan persiapan
berpikir kritis, kreatif, dan perilaku baiknya.
dapat juga diperkuat dalam jurnal siang.

14 PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 15


anak, membuat anak dapat secara mandiri mengambil dan menyimpan
Bagaimana Menata Lingkungan Belajar? kembali, tanpa harus minta tolong pendidik. Apabila di satuan PAUD menerima
anak berkebutuhan khusus dengan kursi roda, ramp harus tersedia agar anak
bisa mengakses lingkungan tanpa harus tergantung pada orang lain.
Penataan lingkungan belajar merupakan penataan
lingkungan fisik, baik di dalam maupun di luar ruangan. 9. Mengembangkan kepercayaan diri anak.
Penataan lingkungan termasuk seluruh asesoris yang Lingkungan yang ditata sesuai dengan kondisi anak
digunakan , baik di dalam maupun di luar ruangan, seperti: dapat membangun kepercayaan diri anak, bahwa
bentuk dan ukuran ruang, pola pemasangan lantai, mereka mampu melakukannya. Lingkungan yang penuh
warna dan hiasan dinding, bahan dan ukuran mebeulair, tantangan, tetapi aman dilakukan anak, mendorong
bentuk, warna, ukuran, jumlah, dan bahan berbagai alat anak untuk mencari jalan keluar untuk mengatasi
main yang digunakan sesuai dengan perencanaan. Penataan lingkungan bermain di luar. setiap tantangan yang ada. Hal ini menumbuhkan
kreativitas dan sikap pantang menyerah. Melatih kekuatan dan keseimbangan saat
Apa Fungsinya? bermain di outdoor.
10.Mengembangkan keterampilan motorik halus.
1. Mempersiapkan lingkungan fisik yang aman, nyaman,
Koordinasi tangan-mata, keterampilan sosial,
menarik, dan didesain sesuai dengan perencanaan
keaksaraan awal, sains dan teknologi, kemampuan
sehingga mendorong anak untuk mengoptimalkan
matematika, serta kemampuan berkomunikasi.
perkembangannya.
Lingkungan yang memfasi-litasi dengan berbagai
2. Mendukung anak untuk mandiri, bersosialisasi dan
kegiatan langsung, tidak semata-mata terfokus pada
menyelesaikan masalah
kegiatan akademik, akan mendorong anak senang
Prinsip Apa Saja yang Harus Diperhatikan? terlibat dalam kegiatan tersebut. Mengembangkan kerjasama dan motorik kasar
1. Membuat anak merasa aman dengan bermain jungkitan.

2. Membuat anak merasa nyaman


Apa Persyaratannya?
1. Ruang/tempat yang digunakan untuk pembelajaran
3. Mendorong anak untuk dapat bereksplorasi
harus bisa menarik dan mengundang minat anak
4. Mendukung anak untuk dapat berinteraksi dengan
untuk bermain di situ.
lingkungannya
5. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak 2. Segala sesuatu dan setiap tempat harus mengandung
6. Memperhatikan karakteristik anak, kemampuan anak, unsur pendidikan. Dari warna, cahaya, tanaman, kamar
latar belakang keluarga, lingkungan bermain, dan mandi, dapur, pintu gerbang, dan penataan bahan-
budaya setempat. bahan main ditata dengan nilai-nilai keindahan.
7. Lingkungan main yang ditata dapat membantu 3. Aman, nyaman, sehat. bebas dari benda-benda yang
anak memperkirakan berbagai kegiatan yang akan dapat melukai anak serta binatang-binatang kecil
dilakukan, baik pelaksanaannya (kelompok atau yang berbisa.
individu) maupun tempat alat main yang dibutuhkan. 4. Menekankan pada berbagai macam media termasuk
8. Mengembangkan kemandirian. bahan-bahan alam, bahan daur ulang, dll. Bahan-bahan main disimpan di
Lingkungan main yang mendukung Lingkungan yang ditata dengan rapi, semua mainan yang dalam tempat yang mudah digunakan dan disimpan kembali oleh anak.
anak berekplorasi.
boleh digunakan anak ditata dalam rak yang terjangkau

16 PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 17


Penataan Ruang Belajar di Dalam (indoor) 19.Dinding sebaiknya tidak
Penataan ruangan memperhatikan kebebasan anak bergerak, dengan memperhatikan: dilukis permanen. Warna
1. Kelompok usia anak (bayi, batita, atau prasekolah) perabot dan dinding
2. Jumlah anak yang akan dilayani , kebutuhan gerak setiap menggunakan warna natural
anak 3 m2 di luar yang terpakai loker, dan perabotan lainnya 20.Bebas dari asap rokok, bahan
3. Lamanya anak dilayani di lembaga PAUD pestisida, dan toxin.
4. Dapat digunakan oleh berbagai kegiatan 21.Bebas dari bahan yang
Sentra musik dan gerak untuk tempat
5. Antarruang kegiatan dibatasi oleh loker setinggi anak saat mudah terbakar atau rapuh. berkumpul.
berdiri agar dapat diobservasi oleh guru secara menyeluruh Bagaimana Memilih Furnitur?
6. Penataan ruangan memfasilitasi anak bermain sendiri, 1. Meja dan kursi untuk anak
kelompok kecil, dan kelompok besar disesuaikan dengan ukuran
7. Aman, bersih, nyaman, dan mudah anak, baik berat maupun
diakses oleh anak yang berkebutuhan ukurannya. Penyesuaian
khusus ukuran dengan kemampuan
8. Mudah untuk dikontrol (dapat anak dimaksudkan agar anak
dipantau secara keseluruhan) nyaman menggunakannya,
9. Sentra balok dan sentra main peran menghindari kecelakaan
saling berdekatan karena kesulitan anak
10.Sentra seni dengan sentra main bahan menggunakannya. Di samping
alam berdekatan itu, anak dapat dilibatkan
Ujung meja dan kursi anak berbentuk tumpul.
untuk turut membereskan
11.Buku ditempatkan di setiap sentra atau di tempat tertentu
meja kursi apabila ruangan akan digunakan kegiatan lain yang tidak
yang mudah dijangkau semua anak.
membutuhkan pemakaian meja dan kursi.
12.Sentra musik dan gerak lagu di tempat pijakan sebelum
2. Ujung meja dan kursi anak berbentuk tumpul (tidak runcing).
main tempat semua anak berkumpul.
3. Loker tempat menyimpan alat main anak dan buku-buku bacaan
13.Sentra disusun lebih fleksibel agar dapat diubah sesuai
anak setinggi jangkauan anak digunakan sebagai pemisah sentra
dengan kebutuhan
Penempatan buku di rak yang mudah bermain.
14.Cahaya, sirkulasi udara, sanitari, lantai/karpet bebas
dijangkau anak. 4. Bila kursi plastik yang dipilih, pastikan cukup kokoh dan tidak licin
dari kutu, jamur, dan debu.
bila ditempatkan di atas lantai.
15.Penggunaan cat tembok dan kayu tidak mudah luntur
5. Bila alat furnitur yang dipilih berbahan kayu, pastikan cat yang
saat dipegang anak.
digunakan aman bagi anak, tidak berbau, tidak mengandung toxin
16.Lantai tidak berbahan licin dan harusnya mudah
atau racun.
dibersihkan.
6. Perhatikan permukaan furnitur kayu. Permukaan kayu yang kasar
17.Stop kontak tidak mudah dijangkau anak.
dapat melukai anak.
18.Pegangan pintu setinggi jangkauan anak, kecuali
Penataan di ruang bermain yang
memperhatikan cahaya dan sirkulasi udara. pintu pagar setinggi jangkauan orang dewasa

18 PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 19


Apa yang Diperhatikan dalam Menempatkan Toilet? Mainan di ruang luar:
Toilet termasuk prasarana vital yang harus dimiliki satuan PAUD. 1. Bebas dari bahan yang berbahaya.
Tempat ini harus dirancang dan dirawat dengan baik, karena 2. Penataan sarana cukup luas bagi anak bergerak
selain untuk pembelajaran anak, tempat ini memudahkan bebas, tidak perlu berdesakan.
penyebaran virus atau bakteri. Oleh karena itu, untuk toilet
Toilet yang dirancang dan dipelihara 3. Ketinggian mainan sebaiknya tidak lebih dari 1.5
Bak pasir dipastikan dalam kondisi
yang bersih harusnya memenuhi unsur berikut: dengan baik. aman dan bersih.
meter dan tingkat kemiringannya sekitar 400.
1. Toilet anak terpisah dengan toilet dewasa. Untuk toilet 4. Dasar seluncuran cukup lembut.
anak tidak memerlukan slot kunci. Pintu toilet anak cukup setengah badan. 5. Dipastikan tidak mudah patah atau putus.
2. Ruangan toilet dekat dengan kegiatan anak agar mudah terawasi oleh guru.
6. Dikontrol dan diperbaiki secara reguler.
3. Tersedia air bersih yang bisa diakses anak secara mandiri.
Sebaiknya tidak terkena langsung terik
4. Tersedia sarana pembersih (sabun cair) dan pengering tangan (tissue) untuk
matahari.
pembiasaan pola hidup bersih dan sehat.
7. Seluncuran, ayunan, jungkitan, dan sarana
5. Tersedia tempat pembuangan benda kotor.
bermain outdoor dalam kondisi baik dan
6. Lantai diusahakan selalu kering agar tidak licin dan bebas dari bau.
catnya tidak mengandung toxin.
7. Ukuran alat fasilitas kebersihan (sanitary) sesuai dengan ukuran anak agar anak
dapat menggunakan dengan mudah dan 8. Jika bahan menggunakan kayu, dipastikan
mampu membersihkannya sendiri dengan permukaan kayu licin untuk mencegah
mudah pula. anak tertusuk serpihannya.
8. Pencahayaan ruang toilet cukup baik dengan Apa yang Harus Dipertimbangkan
sirkulasi udara yang baik pula agar tidak dalam Membuat Pagar?
mudah tumbuh jamur dan bau. 1. Pagar pembatas area outdoor dengan
9. Semua alat dan sanitary di ruang mandi selalu tempat umum di luar lembaga diperlukan
terjaga kebersihannya. untuk memastikan bahwa anak-anak tidak
Bagaimana Menata Ruang Luar (outdoor)? Rumah toilet dengan alat fasilitas kebersihan. bisa terdorong ke dalam
Ruang luar merupakan lingkungan belajar yang sangat menyenangkan bagi anak. situasi berbahaya.
Di ruang luar anak lebih bebas bergerak karena seharusnya ruang luar memfasilitasi 2. Desain dan ketinggian pagar
perkembangan motorik kasar anak. harus sedemikian rupa untuk
mencegah anak dapat keluar
Hal yang harus diperhatikan dengan ruang luar:
dengan cara merangkak di
1. Luas area bermain sebagaimana standar internasional menetapkan 7 m2 per bawah
anak
3. Mekanisme penguncian
2. Ruang bermain outdoor dipastikan tidak terdapat binatang yang menyengat
harus disediakan untuk
3. Bak pasir harus ditutup bila tidak digunakan dan dipastikan dalam kondisi
mengatasi potensi berbahaya
kering agar tidak menjadi tempat berkembang biak binatang kecil. Pagar pembatas area outdoor.
ketika gerbang tidak ditutup.
4. Area basah ditempatkan di luar, dekat dengan sumber air, lantai yang tidak
4. Pagar dapat menjadi sentra berkebun anak.
licin, sanitasi terjaga baik agar air tidak menggenang.

20 PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 21


1. Kelompok usia 0 1 tahun, 1 guru maksimal
Apa dan Bagaimana menangani 3 anak
Pengorganisasian Belajar bagi Anak? 2. Kelompok usia 1 2 tahun, 1 guru maksimal
menangani 4 anak
Pengorganisasian belajar dapat diartikan pengaturan ruang belajar yang 3. Kelompok usia 2 4 tahun, 1 guru maksimal
disesuaikan dengan bentuk layanan, jumlah anak, dan kelompok usia anak yang menangani 8 anak
dilayani. Pengorganisasian ruang belajar memperhatikan 4. Kelompok usia 4 6 tahun, 1 guru maksimal Rasio guru dan anak semakin besar pada usia
menangani 15 anak 46 tahun.
hal sebagai berikut.

Jumlah Anak Waktu Belajar


Idealnya setiap anak membutuhkan ruang bergerak di Selain penggunaan ruangan dan kebutuhan
dalam ruangan 3 m2. Namun, ruang belajar dalam bukan pendidik, waktu belajar pun berbeda antara
satu-satunya tempat belajar anak. Jika satuan PAUD kelompok usia anak didik. Kebutuhan tersebut
memiliki ruang belajar luar yang cukup luas, satuan PAUD tergantung pada kematangan perkembangan
dapat menambah jumlah anak yang dapat dilayani di anak. Semakin muda anak didik yang dilayani,
satuan PAUD tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya ruang semakin sedikit frekuensi jumlah waktu
Makin besar usia anak makin lama
belajar tidak disekat permanen dan setiap ruangan hanya layanan, kecuali bila layanannya berbentuk waktu belajar mereka.
dipergunakan oleh satu kelompok anak. Ruang belajar Taman Penitipan Anak.
yang bersifat bergerak (moving class) menjadi solusi 1. Kelompok usia 0 2 tahun minimal layanan 2 jam per minggu.
Idealnya setiap anak membutuhkan ruang bagi jumlah ruangan terbatas dengan jumlah anak didik 2. Kelompok usia 2 4 tahun minimal layanan 6 jam per minggu.
yang luas untuk bergerak, baik di dalam banyak. Jangan sekali-kali memaksakan semua anak
maupun di luar.
3. Kelompok usia 4 6 tahun minimal layanan 15 jam per minggu.
masuk ke dalam ruangan yang terbatas.
Layanan PAUD untuk kelompok 4-6 tahun yang diselenggarakan oleh
Kelompok Usia Anak
Taman Kanak-Kanak alternatif, seperti TK Kecil,TK guru kunjung, yang
Kelompok usia anak mempengaruhi penataan ruangan dan jumlah anak yang
layanannya tidak mungkin dilakukan setiap hari (900 menit/minggu),
dapat diterima di satuan PAUD. Semakin muda anak yang dilayani, semakin
kekurangan jam tatap muka digantikan dengan program belajar di
luas keperluannya untuk bergerak. Di samping itu semakin muda usia anak
rumah dengan bimbingan orang tua.
maka rombongan belajarnya semakin kecil. Dalam Standar PAUD ditetapkan:
Contohnya:
1. Rombongan belajar untuk kelompok usia
0 2 tahun adalah 4 anak/kelompok TK Kunjung Anyelir memberi layanan untuk anak usia 4-6 tahun sebanyak 3 kali dari
2. Rombongan belajar untuk kelompok usia pukul 08.00 11.00. Seharusnya layanan untuk anak usia 4-6 tahun selama 900 menit/
2 4 tahun adalah 8 anak/kelompok minggu. Berarti TK Kunjung Anyelir kekurangan 560 menit pelajaran. Kekurangan
3. Rombongan belajar untuk kelompok usia tersebut dilengkapi dengan program pengasuhan yang disusun oleh Guru TK Kunjung
4 6 tahun adalah 15 anak/kelompok Anyelir untuk orang tua peserta didik agar melanjutkan kegiatan pembelajaran di
rumah melalui proses pengasuhan.
Kebutuhan jumlah pendidik pun berbeda.
Semakin muda kelompok usia anak, rasio
guru dan anak semakin kecil.

22 PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 23


Penutup Daftar Pustaka

Puji syukur kami panjatkan kapada Tuhan Yang Maha Esa, yang
telah membantu dan meridhoi terselesaikannya pedoman ini. Pedoman
Practice. In Early Childhood Programs Serving Children From Birth Through Age 8. 3rd ed. NAEYC
Perencanaan Pengelolaan Kelas merupakan bagian dari pedoman Books: Washington
implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Anak usia Dini. Pedoman yang Brierley.J.,(1994). Give Me A Child Until He Is Seven. Brain Studies And Early Childhood Education.
The Fallmer Press: Washinton DC
memberi garis besar lingkungan pendukung pembelajaran yang nyaman
Dale, Edgar.(1969). Audio-Visual Methods in Teaching, 3rd ed., Holt, Rinehart & Winston, New York,
dan aman bagi anak disusun berdasarkan kajian teori dan penerapan p.
di lapangan. Sungguhpun demikian kemungkinan bahwa pedoman ini Developing Child at Harvard University (2011).Building the Brains Air Traffic Control System: How
Early Experiences Shape the Development of Executive Function: Working Paper No.11.
belum mewakili keseluruhan model penataan ruangan PAUD yang ada
Dyer, J.H et al. (2009): The Innovators DNA, in Harvard Business Review, December , pp. 2-8.
di Indonesia sangat terbuka, dan bukan berarti yang belum terwakili
Goldberg, E. (2009). The New Executive Brain: Frontal Lobes in a Complex World. New York: Oxford
menjadi kurang baik. Letak kualitas penataan lingkungan belajar adalah University Press.
sejauhmana lingkungan tersebut menarik anak untuk terlibat bereksplorasi Grantham-McGregor. S., Cheung. Y.B., Cueto. S., Glewwe. P., Richter. L., Strupp. B, & the International
Child Development Steering Group. (2007). Developmental potential in the first 5 years for
dengan fokus, nyaman, dan aman. Hal ini untuk menepis anggapan bahwa children in developing countries. Lancet; 369: 6070
model tertentu lebih baik daripada model lainnya, atau model tertentu Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Undang-undang Nomor 20 Tahun2003 tentang Sistem
hanya cocok untuk layanan PAUD tertentu. Pendidikan Nasional
Kementerian Pendidikan Nasional, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana
Tentunya tiada gading yang tak retak. Banyak kekurangan dalam Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional
penulisan ini dengan senang hati kami menunggu saran dan perbaikan.
Kementerian Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Terima kasih. Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32
Tahun 2013 dan perubahan yang kedua dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2015
Salam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Peraturan Presiden Nomor 60 Tentang
Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 137
Penyusun Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 146
Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 160
Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum tahun 2013 pasal 7.
Mc Lachlan. C., Fleer .M., & Erwards. S (2010). Early Childhood Curriculum. Planning. Assesment &
Implementation. Cambridge University Press.

Dalam lingkungan yang menyenangkan, anak


24 akan banyak belajar dan senang belajar PEDOMAN PENGELOLAAN KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 25
Alamat Tim Penulis
Farida Yusuf (email: faridayusuf50@gmail.com)
Aries Susanti (email: aries.susanti@yahoo.co.id)
Yohana Rumanda (email: dewamus@yahoo.com)
Sisilia Maryati (email: siesielampung@yahoo.com)

26