Anda di halaman 1dari 2

RSUD SURADADI PEMBERIAN HEPARIN

KAB. TEGAL
No. Dokumen No. Revisi Halaman

STANDAR Tanggal terbit Ditetapkan,


PROSEDUR DIREKTUR RSUD SURADADI
OPERASIONAL KABUPATEN TEGAL

dr. JOKO WANTORO, MMR


NIP 19670902 200212 1 003
Pengertian Pemberian heparin pada sirkulasi ekstra korporeal untuk tindakan
dialysis
Tujuan Mencegah terjadinya pembekuan darah pada sirkulasi ekstra
korporeal selama tindakan dialysis
Kebijakan Peraturan Direktur RSUD Suradadi No. tentang Kebijakan
Pelayanan RSUD Suradadi
Prosedur A. Heparinisasi kontinyu

Diberikan untuk pasien stabil tanpa risiko perdarahan


1. Berikan dosis awal secara bolus 3000 unit dengan cara:
setelah sirkulasi dalam, masukkan heparin ke dalam sirkulasi
ekstrakorporeal melalui arterial blood line selama 3 s/d 5
menit dengan Qb 100 rpm, disebut sirkulasi heparin.
Kemudian dialysis dimulai
2. Dilanjutkan dengan pemberian heparin secara kontinyu
sebanyak 500 - 1000 unit/jam dengan menggunakan pompa
(heparin pump)
3. Satu jam terakhir tindakan dialysis dilaksanakan tanpa heparin
B. Heparinisasi minimal

Diberikan untuk pasien sedang untuk mengalami perdarahan.


Cara pemberian sama dengan heparinisasi kontinyu tetapi dosis
dikurangi sesuai dengan terapi yang diberikan oleh dokter

RSUD SURADADI PEMBERIAN HEPARIN


KAB. TEGAL
No. Dokumen No. Revisi Halaman

C. Dialysis bebas heparin

Diberikan pada pasien dengan perdarahan aktif, perikarditis,


koagulopati, trombositopenia, perdarahan intraserebral, baru
operasi atau baru melakukan transplantasi ginjal dengan
pengawasan ketat oleh perawat
1. Lakukan sirkulasi heparin dengan dosis 3000 unit
2. Gunakan Qb secepat mungkin
3. Bilas sirkulasi ekstrakorporeal tiap 15 menit dengan cairan
NaCl 0.9% sebanyak 100 cc untuk mencegah pembekuan
darah pada sirkulasi ekstrakorporeal
4. Naikkan UFG untuk mengeluarkan NaCl ekstra
5. Perhatikan dialiser dan awasi tekanan vena dengan hati-
hati untuk mendeteksi tanda-tanda awal pembekuan darah
4. Hindari pemberian transfusi
Unit Terkait 1. Unit Hemodialisa
2. Unit Farmasi
3. Unit Laboratorium