Anda di halaman 1dari 6

UNIVERSITAS PANCASILA

Tugas Akhir Hukum Acara Perdata


G

Disusun Oleh:
Sapto Hadi Witomo (3015210337)

PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM


FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS PANCASILA
2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut Prof. Dr. Sudikno Mertokusumo, S.H., Hukum acara perdata adalah perarturan
hukum yang menentukan bagaimana caranya menjamin pelaknsanaan hukum perdata materiil
yang termasuk cara mengajukan tuntutan hak, memeriksa serta memutusnya, dan pelaksanaan dari
putusannya.

Pembeda antara hokum acara pidana dan perdata yakni, dalam acara pidana pihak yang
berinisiatif mengajukan perkara yakni Negara, sedangkan dalam acara perdata pihak yang
mengajukan perkara yakni para pihak yang bersengketa atau para pihak yang dilanggar haknya.
Dalam hokum acara perdata ruang lingkup atau luas pokok sengketa yang diajukan kepada
hakim untuk diperiksa pada asasnya ditentukan oleh para pihak yang berperkara dan bukan oleh
hakim. Terdapat dua macam gugatan yang pertama voluntair atau permohonan biasa yang
mengikat semua orang seperti akta kelahira, penetapan waris, yang kedua permohonan sengketa
perdata yang mengikat hanya para pihak yang berperkara saja, misalnya pinjam-meminjam dan
perceraian.

Untuk memperdalam pemahaman dengan teori hukum acara perdata yang telah diajarkan
dalam perkuliahan kami mendapat tugas observasi ke pengadilan negeri untuk menyaksikan
persidangan dengan ini laporan pelaksanaan persidangan hukum acara perdata dibuat.

Dalam tugas tersebut penulis memilih tempat observasi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Penulis mengamati salah satu persidangan perihal perbuatan melawan hukum. Dengan demikian
laporan pengamatan persidangan ini penulis memberikan judul Laporan Pelaksanaan
Persidangan Perkara Perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Perbuatan Melawan
Hukum.
B. Maksud dan Tujuan
1. Mengapa jalannya persidangan sengketa perdata tingkat pengadilan negeri.
2. Menambah pengetahuan dan pengalaman tentang cara beracara perdata
dipengadilan.
3. Memenuhi tugas akhir mata kuliah Hukum Acara Perdata.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Ketentuan Umum Dalam Persidangan Perkara Perdata

Hukum Acara Perdata adalah hukum yang mengatur bagaiman melaksanakan hukum
perdata materiil, hukum yang mengatur bagaimana ditaatinya hukum perdata materiil atau
hukum yang mengatur bagaimana caranya untuk mengajukan tuntutan hak. Tuntutan Hak
terdapat dua jenis, yang pertama tuntutan hak yang tidak mengandung sengketa contohnya
pembuatan akta dan penetapan ahli waris, yang kedua tuntutan hak yang mengandung sengketa
contohnya perceraian, gugatan waris, dan perbuatan melawan hukum

Kewenangan suatu pengadilan untuk mengadili terdapat dalam dua kompetisi yakni
kompetisi absolut dan kompetensi relatif. Kompetisi absolut: pembagian kewenangan mengadili
antar badan badan pengadilan, misalnya peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer dan
peradilan tata usaha Negara.

Asas asas hukum acara perdata meliputi Hakim bersifat menunggu, hakim pasif, sifat
terbukanya persidangan, mendengar kedua belah pihak, putusan harus disertai alasan alasan,
tidak ada keharusan mewakilkan, dan beracara perdata dikenakan biaya.

B. Deskripsi Perkara
1. Waktu dan Tempat
a. Hari/Tanggal : Kamis, 04 Mei 2017
b. Tempat : Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
c. Alamat : Jl Ampera Raya No. 133 Ragunan, Pasar Minggu
Kota Jakarta Selatan. 12560.
2. Perkara
a) Jenis Perkara : Perbuatan Melawan Hukum
b) Nomor Perkara : Putusan No : 97/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Sel.
c) Hakim : Made Sutrisna, S.H., M.Hum (Hakim Ketua)
d) Panitera : Juliastuti S. S.H., M.H

e) Pemohon/Penggugat
Nama : PT MNC INVESTAMA Tbk
Alamat : MNC Financial Centre Lt. 21 Jl. Kebon
Sirih No. 21-27, Menteng, Jakarta Pusat.
f) Kuasa Hukum Pemohon
- M. Said Bakhri, SSos., SH., MH.,
- Agus Priyono, SH
- Galih Insan Jurito, SH
Yang kesemuanya adalah karyawan karyawan PT MNC Investama Tbk.
g) Pihak Tergugat
PT Global Mediacom Tbk.
-Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo Tergugat I
-Alexander Edwin Kawilarang Tergugat II
-Muhamad Budi Rustanto Tergugat III
-Djoko Leksono Sugiarto Tergugat IV
h) Sidang Ke 1 (Pembacaan Gugatan)
C. Deskripsi Suasana Persidangan
Pengadilan : Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
Hari/Tanggal : Kamis, 04 Mei 2017
Perihal Perkara : Perbuatan Melawan Hukum
Pukul : 11.00-11.20 (20 Menit)
Proses Persidangan :
-Hakim membuka persidangan dengan menanyakan identitas para pihak
-Hakim membacakan agenda sidang yakni pembacaan gugatan
-Hakim menanyakan tanggapan kepada tergugat baik lisan maupun tertulis
-Hakim menyatakan persidangan pembacaan gugatan ditutup
-Dan dilaksanakan satu minggu lagi dengan angenda jawaban tergugat

D. Analisis Persidangan
Persidangan perkara perdata No : 97/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Sel. yang saya saksikan
di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Hari Kamis, 04 Mei 2017 adalah tentang
perbuatan melawan hukum. Gugatan Perbuatan Melawan Hukum merupakan tuntutan
hak yang mengandung sengketa karena mengandung ciri-ciri:
1. Terdapat penggugat dan tergugat;
2. Dilaksanakan pada pengadilan sesungguhnya yakni Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan;
3. Tugas Hakim bersifat menyelesaikan sengketa;
4. Putusan hakim comdemnatoir (memutus) dan constitutive (menetapkan
keadaan baru), mengikat para pihak yang bersengketa.

Penerapan Asan-asas hokum acara perdata dalam persidangan:


1. Hakim bersifat pasif. Ruang lingkup sengketa yang diajukan ditentukan oleh para pihak
yang berperkara dan bukan oleh hakim, contoh pada kasus tersebut hal yang dituntut
adalah perbuatan melawan hokum maka hakim dilarang menjatuhkan putusan atas
perkara yang tidak dituntut atau mengabulkan lebih dari yang dituntut.
2. Hakim bersifat menunggu, Tuntuta hak yang diajukan adalah pihak yang berkepentingan.
Pembeda antara hokum acara pidana dan perdata yakni, dalam acara pidana pihak yang
berinisiatif mengajukan perkara yakni Negara, sedangkan dalam acara perdata pihak yang
mengajukan perkara yakni para pihak yang bersengketa atau para pihak yang dilanggar
haknya. Pada perkara diatas pihak yang mengajukan tuntutan yakni pihak penggugat PT
MNC INVESTAMA Tbk yang pada tanggal 03 Mei 2017 menyerahkan perkara pada
kuasa hukumnya yang bernama M. Said Bakhri, SSos., SH., MH., Agus Priyono, SH.,
Galih Insan Jurito, SH. Jadi ketika belum ada perkara yang masuk maka belum ada
proses peradilan.
3. Sifat terbukanya persidangan, Seperti halnya sat penulis mengikuti persidangan tersebut
hakim membuka sidang dengan menyatakan bahwa sidang dinyatakan terbuka untuk
umum.
4. Mendengar kedua belah pihak, Dalam proses persidangan tersebut hakim memberi kedua
belah pihak pertanyaan yang saling berkaitan.
5. Tidak ada keharusan mewakilkan, Dalam kasus persidangan kali ini semua pihak baik
penggugat atau tergugat diwakilkan oleh kuasa hukumnya.
6. Beracara perdata dikenakan biaya, Biaya perkara ini meliputi biaya kepaniteraan,
pemanggilan-pemanggilan, dan pemberitahuan-pemberitahuan serta biaya materai.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Persidangan perkara perdata No : 97/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Sel. yang saya saksikan di
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari kamis, 04 Mei 2017 adalah tentang Perbuatan
Melawan Hukum. Pada perkara tersebut saya mengamati pada sidang kesatu, yakni dalam
agenda pembacaan gugatan oleh pihak penggugat. Sidang berjalan selama 20 menit, Sidang
dilanjutkan satu minggu kemudian dengan agenda jawaban tergugat.

Para pihak yang bersengketa diwakilkan para kuasa hukumnya dalam beracara. Sidang
perkara tersebut termasuk kompetensi relatif, yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan karena berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak yang sebelumnya telah dibuat dalam
perjanjian dihadapan Notaris. Dalam proses persidangan juga telah menerapkan asas-asas hokum
acara perdata.