Anda di halaman 1dari 16

KONSEP DAN PRINSIP DASAR PENELITIAN

A. PENGERTIAN PENELITIAN
1. Tinjauan secara Etimologis
Secara etimologis, istilah research berasal dari dua kata, yaitu re dan search. Re berarti
kembali atau berulang-ulang dan search berarti mencari, menjelajahi, atau menemukan makna.
Dengan demikian penelitian atau research berarti mencari, menjelajahi atau menemukan
makna kembali secara berulang-ulang (Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 29).
(sumber : https://ebekunt.files.wordpress.com/2009/04/metodologi-penelitian.pdf diakses 03/10/2017
21.30)
2. Menurut Ary, Jacobs, dan Razafieh (1992 : 44)
Penelitian dapat dirumuskan sebagai pendekatan ilmiah pada pengkajian
masalah.
Penelitian merupakan usaha sistematis dan objektif untuk mencari pengetahuan
yang dapat dipercaya.
3. Menurut Ostle (Moh. Nazir, 1997 : 15)
Penelitian dengan mengunakan metoda ilmiah (scientific method) disebut
penelitian ilmiah (scientific research).
Dalam penelitian ilmiah selalu ditemukan 2 unsur penting, yaitu unsur observasi
(empiris) dan nalar (rasional).
(sumber : https://ebekunt.files.wordpress.com/2009/04/metodologi-penelitian.pdf diakses
03/10/2017 21.30)

Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ilmiah merupakan
suatu proses yang dilakukan secara sistematis dan objektif yang melibatkan unsur penalaran
dan observasi untuk menemukan, memferivikasi, dan memperkuat teori serta untuk
memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan.

B. PROSES PENELITIAN
Berikut ini merupakan penjelasan tentang tahapan-tahapan dalam penelitian.
1. Tahap Perencanaan
Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti harus melaksanakan beberapa
persiapan yaitu :
a. Tema/TopikPenelitian
Untuk memilih tema atau topik penelitian, seorang peneliti haus memiliki
kepekaan terhadap kehidupan yang dihadapi. Seorang peneliti dapat memilih tema
dari berbagai sumber seperti:
1. Fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan
2. Kajian kepustakaan
3. Informasi yang diberikan oleh pihak lain.
b. Mengidentifikasi Masalah
Pada tahap ini , seorang peneliti harus terlebih dahulu mencari apa masalah
yang akan di teliti
c. Merumuskan masalah
Dalam tahapan ini, peneliti membuat rumusan masalah dari penemuan masalah
yang ada berdasarkan masalah-masalah yang akan diteliti.
d. Mengadakan studi pendahuluan
Tahapan ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi berkaitan dengan
masalah yang akan diteliti, dengan begitu maka akan diketahui keadaan atau
kedudukan masalah yang akan diteliti. Hasil yang didapat dari studi pendahuluan
berguna untuk menyusun kerangka teoritis tentang pemecahan masalah dalam
bentuk hipotesis yang akan di uji kebenarannya melalui pelaksanaan penelitian
lapangan. Studi pendahuluan dapat dilakukan dengan melakukan studi
dokumenter, kepustakaan dan studi lapangan.
e. Merumuskan hipotesis
Hipotesa merupakan dugaan sementara yang akan dibuktikan kebenarannya
dari masalah yang sedang di teliti.
f. Menentukan sampel penelitian
Dalam tahapan ini merupakan untuk menentukan obyek yang akan diteliti.
Keseluruhan obyek yang diteliti disebut sebagai populasi penelitian.
g. Menyusun rencana penelitian
Tahap ini merupakan pedoman selama melaksanakan penelitian sebagai suatu
pola perencanaan harus dapat mengungkapkan hal-hal yang berhubungan dengan
kegiatan pelaksanaan penelitian yang memuat hal-hal berikut :
Masalah yang diteliti dan alasan mengapa melakukan penelitian
Bentuk atau jenis data yang dibutuhkan
Tujuan dilakukannya penelitian
Manfaat atau kegunaan penelitian
Dimana dilakukannya penelitian
Jangka waktu pelaksanaan penelitian
Organisasi kegiatan dan pembiayaan
Hipotesis yang di ajukan
Teknik pengumpulan dan pengolahan data
Sistematis laporan yang di rencanakan
Merumuskan alat penelitian
2. Tahap Pelaksanaan
Setelah melakukan tahap persiapan, seorang peneliti selanjutnya melakukan
tahap pelaksanaan kegiatan penelitian yang meliputi, pengumpulan data dan
menganalisis data.
a. Pengumpulan Data
Pada tahap pengumpulan data didasarkan pada pedoman yang sudah
dipersiapkan dalam rancangan penelitian. Data yang dikumpulkan melalui
kegiatan penelitian dan dijadikan sebagai dasar untuk menguji hipotesis yang
diajukan.
b. Analisis Data
Tahapan ini dilakukan setelah data terkumpul semua kemudian
dilakukan analisis dan hipotesis yang diajukan dan diuji kebenarannya melalui
analisis tersebut.
3. Tahap penulisan Laporan
Penulisan pelaporan merupakan tahap akhir dari rangkaian proses penelitian.
Tahapan ini yaitu membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis. Laporan
secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunkasikan hasil penelitiannya
kepada para pembaca atau penyandang dana.
(sumber : http://www.pelajaran.co.id/2017/04/tahap-tahap-proses-penelitian-dengan-
penjelasan-terlengkap.html diakses 04/10/2017 19.54)

C. KONSEP DASAR PENELITIAN


Konsep dasar penelitian merupakan hal yang mendasari dari penelitian tersebut. Dalam
hal ini yang paling mendasari dari penelitian merupakan rasa ingin tahu dari setiap peneliti itu
sendiri.

D. PENELITIAN DAN PENYELIDIKAN


Dalam KBBI Edisi IV (2014:1428), kata penelitian dimaknai sebagai pemeriksaan
yang teliti, penyelidikan; atau kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data
yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan/menguji
suatu hipotesis. Kata penelitian berasal dari bentuk dasar teliti, yang jika ditelusur lagi
secara etimologis, berasal dari kata titi dalam bahasa Jawa yang berarti cermat.
Perwujudannya menjadi kata teliti setelah melalui proes penyerapan ke dalam bahasa
Indonesia dengan memperoleh infiks el. Sejalan dengan itu, kata penyelidikan dalam
KBBI Edisi IV (2014:1253), berasal dari bentuk dasar selidik yang juga berarti teliti dan
cermat. Kemiripan kedua kata itu pun juga ditunjukkan pada proses etimologis kata selidik
yang berasal dari kata sidik yang juga memperoleh infiks el.
Berdasar pada uraian itu, penelitian dan penyelidikan, merupakan kata yang memiliki
kemiripan makna sinonim. Hal itu dapat kita buktikan pula melalui KBBI yang
menyejajarkan kata makna kedua kata tersebut dalam makna dari kata riset. Dalam KBBI
Edisi IV (2014:1177) riset dimaknai sebagai penyelidikan (penelitian) suatu masalah secara
bersistem, kritis, dan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengertian, mendapatkan
fakta yang baru, atau melakukan penafsiran yang lebih baik.
(sumber : http://saluransebelas.com/penelitian-dan-penyelidikan/ diakses tanggal 04/10/2017 20.04)

E. TERMINOLOGI DASAR DALAM PENELITIAN


Berikut ini adalah daftar istilah yang sering digunakan di dalam penelitian ilmiah.
Istilah-istilah ini tak jarang terabaikan definisinya, bahkan oleh pelaku penelitian tingkat
mahasiswa sekalipun. Padahal pemaknaan istilah-istilah tersebut sangatlah penting guna
memperjelas arah dari hasil penelitian ilmiah yang kita susun secara tertulis. Semoga
memberikan tambahan informasi.
a. Teori
Informasi ilmiah yang abstrak sifatnya dan belum tentu dapat langsung
digunakan dalam penelitian yang ingin dilakukan oleh seorang peneliti melalui
deduksi logika teori yang abstrak tadi diterjemahkan menjadi hipotesa yakni
informasi ilmiah yang lebih spesifik dan lebih sesuai dengan tujuan penelitian.
b. Konsep
Istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak
kejadian keadaan kelompok/individu yang menjadi pusat perhatian ilmu sosial.
c. Konstruk
Konsep dengan tingkat abstraksi yang lebih tinggi dari kejadian-kejadian
obyek / individu tertentu.
d. Fenomena
Hal-hal yang dapat disaksikan dengan panca indra dan dapat diterangkan
serta dinilai secara ilmiah.
e. Deduksi
Proses pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisis dari data.
f. Induksi
Pengambilan keputusan dengan menggunakan data tanpa menggunakan
hipotesis.
g. Pendekatan kuantitatif
Lebih menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang
diolah dengan metoda statistika.
h. Pendekatan kualitatif
Prosedur penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif berupa kata-
kata tertulis/lisan dari pihak yang mempunyai hubungan dengan masalah yang
diramal.
i. Data kualitatif
Data yang dinyatakan dalam bentuk kalimat/tulisan. Data yang pada
umumnya sukar diukur/menunjukkan kualitas tertentu untuk kepentingan
penyusunan instrumen penelitian biasanya data kualitatif disusun dalam skala
tertentu.

j. Data kuantitatif
Data yang bersifat angka. Data terukur, biasanya dapat dinyatakan dalam
satuan tertentu penting buat pengelolaan statistik, penyusunan tabel, dsb,
persyaratan yang harus dipenuhi agar data kuantitatif bernilai untuk pengelolaan
dapat dipelajari dalam ilmu statistik.
k. Penelitian deskriptif
Penelitian yang bertujuan untuk membuat deskriptif gambaran/lukisan
ecara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat serta hubungan
antara fenomena yang diselidiki. Penelitian yang lebih mengarah pada
pengungkapan suatu masalah/keadaan sebagaimana adanya dan mengungkapkan
fakta-fakta yang ada, walaupun kadang-kadang diberikan interpretasi/analisis.
l. Sampel
Bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki untuk populasi tersebut.
m. Responden
Dari kata asal respon (penanggap) yaitu orang yang menanggapi. Dalam
penelitian responden adalah orang yang dimintamemberikan keterangan tentang
sesuatu fakta/pendapat. Keterangan tersebut dapat disampaikan dalam bentuk
tulisan, yaitu ketika mengisi angket/lisan ketika menjawab wawancara.
n. Informan
Orang yang memberikan informasi dengan pengertian ini maka informan
dapat dikatakan sama dengan responden apabila pemberian keterangannya karena
dipancing oleh pihak peneliti. Istilah-istilah informan ini banyak digunakan dalam
penelitian kualitatif.
o. Key person
Orang-orang yang mempunyai inferensi dan audience yaitu orang-orang
atau lembaga yang dapat menggunakan hasil-hasil penelitian.
p. Snowball sampling
Teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil kemudian
membesar. Metode atau cara untuk mengambil sampel, yakni dengan bertanya
kepada jumlah kecil orang/kelompok individu berdasarkan pertanyaan yang telah
disiapkan. Kemudian individu/kelompok tersebut diminta untuk menunjuk
individu/kelompok lain yang bisa ditanya dengan pertanyaan yang sama. Demikian
seterusnya sampai diperoleh sampel yang makin lama makin besar.
q. Purposive sampling
Teknik sampling dengan pertimbangan tertentu.
r. Sumber data primer
Data yang diperoleh langsung dari responden/obyek yang diteliti, ada
hubungannya dengan yang diteliti.
s. Sumber data sekunder
Data yang telah lebih dulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang/instansi
diluar dari peneliti sendiri walaupun yang dikumpulkan itu sesungguhnya adalah
data yang asli. Data primer yang telah diolah lebih lanjut misalnya dalam bentuk
tabel, grafik, diagram, gambar, dsb, sehingga lebih informatif untuk digunakan
pihak lain.
t. Analisi data
Menentukan arti yang sebenarnya dan signifikan dari data yang telah
diorganisasikan dalam satu pola yang logis. Proses yang berisi usaha secara formal
untuk menemukan tema-tema, merumuskan hipotesis kerja (ide) seperti yang
disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan
hipotesis kerja itu.
u. Distribusi frekuensi
Merupakan rangkuman yang telah diolah atas data-data yang diperoleh saat
penelitian ke laporan dengan kuesioner dan interview guide.
v. Mean
Teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari
kelompok tersebut.
w. Median
Salah satu teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai tengah
dari kelompok data yang telah disusun urutannya dari yang terkecil sampai yang
terbesar atau sebaliknya dari yang terbesar sampai yang terkecil.
x. Modus
Teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai yang sedang
populer atau nilai yang sering muncul dalam kelompok tersebut untuk menghitung
modus dasar yang telah disusun ke dalam disribusi frekuensi/data bergolongan.
y. Grafik
Selain dengan tabel, penyajian data yang cukup populer dan komunikatif
adalah dengan grafik. Suatu grafik selalu menunjukkan hubungan antara jumlah
dengan uraian lain misalnya waktu.
z. Tabel
Daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi, biasanya berupa kata-
kata dan bilangan yang tersusun secarabersisrtem, urut ke bawah di lajur dan deret
tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak.
aa. Diagram
Gambaran (buram, sketsa) untuk memperlihatkanatau menerangkan sesuatu.
bb. Daftar pustaka
Daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit,dsb yang
ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku, dan disusun menurut
abjad.
cc. Endnote
Informasi tambahan yang diletakkan di akhir dokumen.
dd. Footnote
Informasi tambahan yang diletakkan di bawah satu halaman sama yag
dibatasi dengan garis.
(sumber : https://www.kompasiana.com/tiyowidodo/istilah-istilah-dalam-penelitian-
ilmiah_5500a547a33311be0b50fffa diakses 04/10/2017 20.15)
F. METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang
digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis
mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupak an suatu penyelidikan yang sistematis
untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan
terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Hakekat
penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian
untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya
dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara
umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan
manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan
mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi
motivasi untuk melakukan penelitian.
(sumber : https://ebekunt.files.wordpress.com/2009/04/metodologi-penelitian.pdf diakses 03/10/2017
21.30)

G. METODE PENELITIAN
Metode (method), secara harfiah berarti cara. Selain itu metode atau metodik berasal dari
bahasa Greeka, metha, (melalui atau melewati), dan hodos (jalan atau cara), jadi metode bisa
berarti jalan atau cara yang harus di lalui untuk mencapai tujuan tertentu.
Secara umum atau luas metode atau metodik berarti ilmu tentang jalan yang dilalui untuk
mengajar kepada anak didik supaya dapat tercapai tujuan belajar dan mengajar. Prof.
Dr.Winarno Surachmad (1961), mengatakan bahwa metode mengajar adalah cara-cara
pelaksanaan dari pada murid-murid di sekolah.Pasaribu dan simanjutak (1982), mengatakan
bahwa metode adalah cara sistematik yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Metode adalah prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Kemudian
ada satu istilah lain yang erat kaitannya dengan dua istilah ini, yakni tekhnik yaitu cara yang
spesifik dalam memecahkan masalah tertentu yang ditemukan dalam melaksanakan prosedur.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber
dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan
memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan
yang sah ditetapkan.
(sumber : https://ebekunt.files.wordpress.com/2009/04/metodologi-penelitian.pdf diakses 03/10/2017
21.30)
H. STUDI KASUS
Studi kasus adalah salah satu metode penelitian dalam ilmu sosial. Dalam riset yang
menggunakan metode ini, dilakukan pemeriksaan longitudinal yang mendalam terhadap suatu
keadaan atau kejadian yang disebut sebagai kasus dengan menggunakan cara-cara yang
sistematis dalam melakukan pengamatan, pengumpulan data, analisis informasi, dan pelaporan
hasilnya. Sebagai hasilnya, akan diperoleh pemahaman yang mendalam tentang mengapa
sesuatu terjadi dan dapat menjadi dasar bagi riset selanjutnya. Studi kasus dapat digunakan
untuk menghasilkan dan menguji hipotesis[1].
Pendapat lain menyatakan bahwa studi kasus adalah suatu strategi riset, penelaahan
empiris yang menyelidiki suatu gejala dalam latar kehidupan nyata. Strategi ini dapat
menyertakan bukti kuatitatif yang bersandar pada berbagai sumber dan perkembangan
sebelumnya dari proposisi teoretis. Studi kasus dapat menggunakan bukti baik yang bersifat
kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian dengan subjek tunggal memberikan kerangka kerja
statistik untuk membuat inferensi dari data studi kasus kuantitatif.[2][3]
Seperti halnya pada tujuan penelitian lain pada umumnya, pada dasarnya peneliti yang
menggunakan metode penelitian studi kasus bertujuan untuk memahami objek yang
ditelitinya. Meskipun demikian, berbeda dengan penelitian yang lain, penelitian studi kasus
bertujuan secara khusus menjelaskan dan memahami objek yang ditelitinya secara khusus
sebagai suatu kasus. Berkaitan dengan hal tersebut, Yin (2003a, 2009) menyatakan bahwa
tujuan penggunaan penelitian studi kasus adalah tidak sekadar untuk menjelaskan seperti apa
objek yang diteliti, tetapi untuk menjelaskan bagaimana keberadaan dan mengapa kasus
tersebut dapat terjadi. Dengan kata lain, penelitian studi kasus bukan sekadar menjawab
pertanyaan penelitian tentang apa (what) objek yang diteliti, tetapi lebih menyeluruh dan
komprehensif lagi adalah tentang bagaimana (how) dan mengapa (why) objek tersebut
terjadi dan terbentuk sebagai dan dapat dipandang sebagai suatu kasus. Sementara itu, strategi
atau metode penelitian lain cenderung menjawab pertanyaan siapa (who), apa (what), dimana
(where), berapa (how many) dan seberapa besar (how much).
(Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Studi_kasus diakses 04/10/2017 20.50)
I. RANCANGAN PENELITIAN
Rancangan atau desain penelitian dalam arti sempit dimaknai sebagai suatu proses
pengumpulan dan analisis data penelitian. Dalam arti luas rancangan penelitian meliputi proses
perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Pada dasarnya rancangan penelitian merupakan
blueprint yang menjelaskan setiap prosedur penelitian mulai dari tujuan penelitian sampai
dengan analisis data.
Rancangan penelitian dibuat dengan tujuan agar pelaksanaan penelitian dapat
dijalankan dengan baik , benar dan lancar. Komponen yang umumnya terdapat dalam
rancangan penelitian adalah :
1. Tujuan penelitian
2. Jenis penelitian yang akan digunakan
3. Unit analisis atau populasi penelitian
4. Rentang waktu dan tempat penelitian dilakukan
5. Teknik pengambilan sampel
6. Teknik pengumpulan data
7. Definisi operasional variabel penelitian
8. Pengukuran
9. Teknik analisis data.
10. Instrumen pencarian data
(Sumber : http://rcardiansyah.blogspot.co.id/2012/05/rancangan-penelitian.html#.WdTUjWdx3IU
diakses 04/10/2017 20.55)

J. POPULASI
Populasi atau universe adalah jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu
yang karakteristiknya hendak diteliti. Dan satuan- satuan tersebut dinamakan unitanalisis, dan
dapat berupa orang-orang, institusi-institusi, benda-benda, dst. (Djawranto, 1994 : 420).
(Sumber : https://www.statistikian.com/2012/10/pengertian-populasi-dan-sampel.html diakses
04/10/2017 19.50)

K. SAMPEL
Sampel atau contoh adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diteliti
(Djarwanto, 1994 : 43). Sampel yang baik, yang kesimpulannya dapat dikenakan pada
populasi, adalah sampel yang bersifat representatif atau yang dapat menggambarkan
karakteristik populasi.
(Sumber : https://www.statistikian.com/2012/10/pengertian-populasi-dan-sampel.html diakses
04/10/2017 19.50)

L. TEKNIK SAMPLING
Teknik pengambilan sampel atau teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel dari
populasi. Sampel yang merupakan sebagaian dari populasi tsb. kemudian diteliti dan hasil
penelitian (kesimpulan) kemudian dikenakan pada populasi (generalisasi). Hubungan
populasi, sample, teknik sampling, dan generasi dapat digambarkan sebagai berikut.

M. VALIDITAS
Validitas mengacu pada kemampuan instrument pengumpulan data untuk mengukur apa yang
harus diukur, untuk mendapatkan data yang relevan dengan apa yang sedang diukur (Dempsey
dan Dempsey, 2002 : 79). Dengan kata lain sebuah instrumen dianggap memiliki validitas
yang tinggi jika instrumen tersebut benar-benar dapat dijadikan alat untuk mengukur sesuatu
secara tepat. Validitas merupakan ciri yang harus dimiliki oleh instrument pengukuran karena
berhubungan langsung dengan dapat tidaknya data dipercaya kebenarannya.
a. Macam-macam validitas
1) Validitas subjektif
Validitas subjektif merupakan jenis validitas yang kriterianya
sepenuhnya ditentukan berdasarkan pertimbangan peneliti, baik
pertimbangan nalar maupun pengalaman keilmuannya (Sudarwan Danim
dan Darwis, 2003 : 250).
2) Validitas isi
a) Validitas isi menunjuk pada sejauh mana instrument tersebut
mencerminkan isi yang dikehendaki (Donald Ary dkk., 1992 :
283).
b) Vailiditas isi ialah derajat di mana sebuah instrument mengukur
cakupan subsansi yanghendak diukur (Sukardi, 2004 : 123).

3) Validitas criteria
Validitas criteria menunjuk pada hubungan antara skor
yang diperoleh dengan memakai instrument tertentu dengan suatu
variable luar (sebagai kriteria) yang mandiri dan dipercaya dapat
mengukur langsung fenomena yang diselidiki (Donald Ary dkk.,
1992 : 284)

4) Validitas konstruk (construct validity)


1) Contsruct validity atau validitas bangunan pengertian
menunjuk kepada sejauh mana hasil pengukuran dapat
ditafsirkan menurut bangunan pengertian tersebut (Donald Ary
dkk., 1992 : 288).
2) Validitas konstruk merupakan derajat yang menunjukkan
bahwa suatu instrument dapat mengukur sebuah konstruk
sementara atau hypothetical construct (Sukardi, 2004 : 2004).
3) Construct validity dipilih bila fenomena tidak dapat diukur
secara langsung sehingga pengukuran dilakukan terhadap
indikator- indikator atau unsur-unsur yang membentuk
construct atau konsep tersebut.

N. RELIABILITAS
Reliabilitas instrumen adalah tingkat konsistensi hasil yang dicapai oleh
sebuah alat ukur, meskipun dipakai secara berulang-ulang pada subjek yang sama
atau berbeda. Dengan demikian suatu instrumen dikatakan reliabel bila mampu
mengukur sesuatu dengan hasil yang konsisten (ajeg). Ada beberapa cara untuk
menentukan indeks reliabilitas instrumen, yaitu : metoda belah dua, metode tes
ulang, metoda kesamaan rasional, dan metoda paralel (Sudarwan Danim dan
Darwis, 2003 : 254).
1. Metoda belah dua
Metoda belah dua dilakukan dengan jalan memilah satu instrument
ke dalam dua bagian yang sama banyak, bagian pertama memuat unsure
yang bernomor ganjil dan bagian lain untuk yang bernomor genap.
2. Metoda tes ulang
Anggapan dasar metoda ini adalah suatu instrument memiliki
reliabilitas yang tinggi bila dipergunakan pada subjek-subjek yang sama
dengan waktu yang berbeda namun hasilnya sama atau mendekati sama.
3. Metoda kesamaan rasional
Metode ini dikembangkan oleh Kuder dan Richarson dengan titik
tekan kesamaan semua butir pertanyaan yang ada pada instrument tes, baik
pada ranah maupun tingkat kesukarannya. Artinya metoda ini hanya
dimaksudkan untuk mengukur reliabilitas yang mempunyai satu sifat
(Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 256).
4. Metoda paralel
Metoda paralel sering pula disebut reliabilitas bentuk setara
(equivalent-form reliability), yang mempunyai dua bentuk instrument.
Metoda parallel dilakukan dengan dua kemungkinan. Pertama, dua orang
peneliti menggunakan instrument yang sama untuk mengukur variabel
yang sama dengan menggunakan responden dan waktu yang sama. Kedua,
peneliti tunggal menggunakan instrumen yang berbeda untuk mengukur
variabel yang sama dengan menggunakan responden dan waktu yang sama
pula.
(sumber : https://ebekunt.files.wordpress.com/2009/04/metodologi-penelitian.pdf
diakses 03/10/2017 21.30)

O. ANALISI KUALITATIF
Analisis kualitatif adalah suatu proses dalam mengidentifikasi keberadaan
suatu senyawa kimia dalam suatu larutan/sampel yang tidak diketahui. Analisis
kualitatif disebut juga analisa jenis yaitu suatu cara yang dilakukan untuk
menentukan macam, jenis zat atau komponen-komponen bahan yang dianalisa.
Dalam melakukan analisa kualitatif yang dipergunakan adalah sifat-sifat zat atau
bahan, baik sifat-sifat fisis maupun sifat-sifat kimianya.
(sumber : https://siskaapriyoannita.wordpress.com/2012/03/03/analisis-kualitatif/ diakses
04/10/2017 20.28)

P. ANALISIS KUANTITATIF
Analisa kuantitatif yaitu pekerjaan yang dilakukan untuk untuk mengetahui
kadar suatu senyawa dalam sampel, dapat berupa satuan mol, ataupun persentase
dalam gram.
(sumber : https://mystupidtheory.com/pengertian-analisis-kualitatif-dan/ diakses
04/10/2017 20.28)

Q. SAMPLING ERROR
Istilah samplin eror dapat diartikan sebagai kesalahan sampling atau
kesalahan pengambilan sampel. Dan dalam kenyataannya, setiap metode pemilihan
sampel dapat dipakai tergantung pada permasalahan dan karakteristik populasi atau
objek yang ditinjau.
Kesalahan sampling (sampling error) merupakan istilah yang mempunyai
pengertian statistika teoritis. Kesalahan semacam ini tidak dapat diterjemahkan ke
dalam pengertian sehari hari karena berkaitan dengan nilai diharapkan (expected
value) dan parameter populasi yang nilai atau ukurannya tidak pernah diketahui
dengan menyakinkan oleh setiap peneliti. Akan tetapi, kesalahan tersebut jelas
terjadi dan dapat didefinisikan atau dinyatakan secara teoritis.
(sumber : https://validconsulting.wordpress.com/2012/10/30/apakah-sampling-error/
diakses 04/10/2017 20.25)
DAFTAR PUSTAKA
(sumber : https://ebekunt.files.wordpress.com/2009/04/metodologi-penelitian.pdf
diakses 03/10/2017 21.30)
(sumber : http://www.pelajaran.co.id/2017/04/tahap-tahap-proses-penelitian-
dengan-penjelasan-terlengkap.html diakses 04/10/2017 19.54)
(sumber : http://saluransebelas.com/penelitian-dan-penyelidikan/ diakses tanggal
04/10/2017 20.04)
(sumber : https://www.kompasiana.com/tiyowidodo/istilah-istilah-dalam-
penelitian-ilmiah_5500a547a33311be0b50fffa diakses 04/10/2017 20.15)
(Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Studi_kasus diakses 04/10/2017 20.50)
(Sumber : http://rcardiansyah.blogspot.co.id/2012/05/rancangan-
penelitian.html#.WdTUjWdx3IU diakses 04/10/2017 20.55)
(Sumber : https://www.statistikian.com/2012/10/pengertian-populasi-dan-
sampel.html diakses 04/10/2017 19.50)
(sumber : https://siskaapriyoannita.wordpress.com/2012/03/03/analisis-kualitatif/
diakses 04/10/2017 20.28)
(sumber : https://validconsulting.wordpress.com/2012/10/30/apakah-sampling-
error/ diakses 04/10/2017 20.25)

Anda mungkin juga menyukai