Anda di halaman 1dari 4

Penelitian Terdahulu

Penelitian yang dilakukan oleh Rollanda Galman (2014) dengan judul Analisis
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Praktik Perataan Laba (Studi Empiris Pada
Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2009-2012), bertujuan untuk
melakukan pengujian terhadap ukuran perusahaan,net profit margin, dan debt to equity
ratio terhadap praktik perataan laba yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur yang
terdapat di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan sampel sejumlah 153
perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2009-2012.
Dari hasil analisis yang telah dikemukakan ternyata ukuran perusahaan berpengaruh
terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur, sedangkan net profit
margin dan debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba pada
perusahaan manufaktur. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat nilai Wald test juga
dikatakan sebagai uji pengaruh, karena dengan nilai Wald dapat diketahui mana variabel
yang berpengaruh. Adapun dalam penelitian ini tingkat signifikansi () yang dipakai
adalah 5% (0,05) jadi variabel dikatakan berpengaruh apabila nilai probabilitas < 0,05.
Dari hasil analisa data diperoleh bahwa Ukuran Perusahaan (UK) signifikan pada
probabilitas 0,038 maka H0 ditolak yang berarti bahwa ukuran perusahaan berpengaruh
secara statistik signifikan terhadap praktek perataan laba. Sedangkan nilai Wald Test
untuk Net Profit Margin (NPM) dan Debt to Equity Ratio (DER) signifikan pada
probabilitas masing-masing 0,073< 0,05 dan 0,082> 0,05 maka H0 diterima yang berarti
net profit margin dan debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap praktek perataan
laba. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap
praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur, sedangkan net profit margin dan
debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba pada perusahaan
manufaktur.

Dalam penelitian Ade Helen Fransisca dengan judul Faktor-Faktor Yang


Mempengaruhi Praktik Perataan Laba Pada Perusahaan Food And Beverage Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2011 bertujuan untuk menganalisis
tentang pengaruh ukuran perusahaan, risiko perusahaan, profitabilitas dan leverage
terhadap praktek perataan laba. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
perataan laba sebagai variabel dependen. Dan ukuran perusahaan, risiko perusahaan,
profitabilitas dan operating leverage sebagai variabel independen. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode
dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari atau
mengumpulkan catatan atau dokumen yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
Informasi mengenai laporan keuangan perusahaan melalui laporan keuangan tahun
2009-2011. Fokus penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh Ukuran
Perusahaan, resiko Perusahaan, Profitabilitas dan Leverage terhadap Perataan Laba
pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel
penelitian sebanyak 18 perusahaan manufaktur yang listing di BEI, dimana metode yang
digunakan adalah purposive sampling yaitu suatu metode pengambilan sampel dengan
cara menetapkan kriteria-kriteria tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ukuran
Perusahaan, dan leverage berpengaruh signifikan terhadap Praktek perataan laba.
Sedangkan Risiko Peusahaan, dan Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Praktek
Perataan Laba. Koefisien determinasi dalam penelitian ini adalah sebesar 0,437. Hal ini
berarti bahwa variabel Ukuran Perusahaan, Resiko Perusahaan, Profitabilitas, dan
Leverage mempunyai peranan sebesar 43,7% secara bersama-sama untuk dapat
menjelaskan atau menerangkan Tindakan Perataan Laba, sedangkan sisanya sebesar
56,3% dijelaskan oleh variable variabel lain di luar model penelitian yang mempengaruhi
Perataan Laba.

Besaran perusahaan, Profitabilitas, Net profit margin, Price to book value (PBV),
Financial leverage dan Operating leverage tidak berpengaruh terhadap praktik
perataan. Hasil ini merupakan hasil penelitian dari Rachel Oktora dan Elsa Imelda (2011)
yang berjudul Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Praktik Perataan Laba Pada
Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan
manufaktur yang terpilih sebagai sampel sebanyak 38 perusahaan. Metode
pengumpulan sampel adalah dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan
karakteristik masalah, penelitian Rachel dan Elsa ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan tipe masalah berupa pengaruh antara dua variabel atau lebih dengan
mengidentifikasikan fakta atau peristiwa tersebut sebagai variabel yang dipengaruhi
(variabel dependen) dan melakukan penyelidikan terhadap variabel yang mempengaruhi
(variabel independen), seperti besaran perusahaan, profitabilitas, net profit margin, price
to book value, financial leverage, dan operating leverage. Analisis yang digunakan adalah
statistik deskriptif, digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi suatu data.
Deskripsi dari suatu data tersebut dapat berupa mean, standar deviasi, nilai maksimum
dan nilai minimum dan analisa logistic regression dengan alpha 5 % digunakan untuk
menganalisis variabel yang mempengaruhi praktik perataan laba, digunakan apabila
variabel dependen dalam hubungan yang sedang diuji merupakan variabel dummy.

Penelitian selanjutnya dari Ida Ayu Gayatri dan Made Gede Wirakusuma dengan
judul penelitian Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perataan Laba Perusahaan
Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan perataan laba perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2011. Dalam mengambil
sampel peneliti menggunakan metode purposive sampling dimana dari 119 perusahaan
manufaktur yang menjadi populasi diperoleh 12 perusahaan selama 5 tahun berturut-
turut, sehingga total sampel sebanyak 60 sampel. Penelitian ini menggunakan regresi
logistik sebagai teknik analisis datanya karena variabel terikat dalam penelitian ini
merupakan variabel dummy. Dengan menggunakan analisis regresi logistik, didapatkan
hasil bahwa kecenderungan ukuran perusahaan, bonus plan dan dividend payout ratio
berpengaruh positif pada peluang terjadinya praktik perataan laba, sedangkan
kecenderungan reputasi auditor berpengaruh negatif pada peluang terjadinya praktik
perataan laba perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
2007-2011.

Penelitian Muhammad Devri Saputra dengan judul Analisis Faktor-Faktor Yang


Mempengaruhi Perataan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Aneka Industri Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (2007 2011) bertujuan untuk menguji faktor-faktor
yang mempengaruhi praktik perataan laba yaitu Net Profit Margin, Operating Profit
Margin, Financial Leverage, dan Debt to Equity Ratio. Sampel penelitian ini terdiri dari 31
perusahaan manufaktur sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
selama 5 tahun dari tahun 2007-2011, dengan subsampel sebanyak 155 laporan
keuangan. Untuk mengidentifikasi perusahaan yang melakukan praktik perataan laba
dan tidak melakukan praktik perataan laba dengan menggunakan Indeks Eckel.
Perhitungan Indeks Eckel dilakukan melalui 3 tahap, yaitu tahun 2007-2009, 2007-2010,
dan 2007-2011. Analisis statistik yang digunakan terdiri dari (1) Uji Normalitas, dalam hal
ini menggunakan One - Sample Kolmogorov - Smirnov jika nilai probabilitas 0.05, maka
data tersebut terdistribusi normal, (2) Uji Asumsi Klasik, dengan menggunakan uji
Autokorelasi, Multikolinieritas, dan Heteroskedastisitas, (3) Uji parsial (t - test), untuk
mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap perataan laba, (4) Uji Simultan (f
- test), untuk mengetahui pengaruh secara bersama terhadap perataan laba. Dan
berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda secara terpisah terhadap keempat
variabel independen, variabel Financial Leverage dan Debt to Equity Ratio yang tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap perataan laba, sedangkan variabel Net Profit
Margin dan Operating Profit Margin yang berpengaruh secara signifikan terhadap
perataan laba. Namun, variabel Operating Profit Margin paling berpengaruh terhadap
perataan laba karena memiliki pengaruh besar.