Anda di halaman 1dari 2

Penatalaksanaan Syok Anafilaktik

No. Dokumen : SOP/UKP/LK/

SOP No. Revisi :


Tgl. Terbit : 18/01/2017
Halaman : 1/2

PUSKESMAS dr. Rotua Telaumbanua


SARIBUDOLOK NIP.196103021987102002

1. Pengertian Syok anafilaktik adalah suatu reaksi hipersensitivitas yang berlebihan


terhadap masuknya protein/ zat asing ke dalam tubuh.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam menerapkan langkah-langkah penanganan syok
anafilaktik dalam rangka peningkatan mutu kinerja di Puskesmas
Saribudolok.

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas


4. Referensi a. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014
tentang Panduan Praktik Klinis Bagi dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer.
b. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Primer Edisi I 2013, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta
: 2013.
5. Langkah-langkah 1. Hentikan pemberian obat/ antigen penyebab.
2. Baringkan penderita dengan posisi tungkai lebih tinggi dari kepala
(trendelenburg).
3. Berikan Oksigen 3-5 L/menit.
4. Pasang infus dengan cairan plasma expander (Dextran). Jika cairan
tersebut tidak tersedia, Ringer Laktat (RL) atau NaCl fisiologis dapat
diberikan sebagai cairan pengganti sampai tekanan darah kembali
optimal dan stabil.
5. Adrenalin : 0,3-0,5 ml dari larutan 1 : 1000 IM, dapat diulangi 5-10
menit.
6. Jika tidak respon, diberikan Adrenalin 0,1-0,2 ml dilarutkan dalam 10
ml larutan NaCl fisiologis diberikan secara IV perlahan-lahan.
7. Kortikosteroid : Deksametason 5-10 mg IV, Hidrokortison 100-
250mg IV.
8. Resusitasi Kardio Pulmoner (RKP), seandainya terjadi henti jantung
(cardiac arrest).
9. Jika syok sudah teratasi, penderita diawasi / diobservasi selama
kurang lebih 4 jam
10. Penderita yang tidak membaik dirujuk ke RS terdekat dengan
pengawasan tenaga medis.
11. Petugas mencatat setiap tindakan dalam rekam medis pasien
12. Unit Terkait Ruang Periksa Umum
Ruang Periksa Gigi
UGD
Ruang KIA dan KB
Ruang Persalinan
13. Dokumen terkait Rekam medis