Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PENETAPAN KADAR PARACETAMOL

DALAM SAMPEL SYRUP ANAK

Disusun Oleh

Alfika Maulindya NIS 15005

Kompetensi Keahlian Farmasi

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


CARAKA NUSANTARA
2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ................................................................................................. 1

BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................... 2

2.1 Struktur Dasar Paracetamol ............................................................................. 2

2.2 Macam-macam Metode Penetapan Kadar Paracetamol ................................... 2

2.3 Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) ..................................................... 3

2.4 Data Hasil Analisa............................................................................................ 4

2.5 Perhitungan ...................................................................................................... 6

BAB III HASIL DAN KESIMPULAN ................................................................ 7

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Rumus Bangun Paracetamol .................................................................. 2
Gambar 2 Hasil Analisis Baku Paracetamol ........................................................... 5
Gambar 3 Hasil Analisis Sampel Syrup Anak ........................................................ 5

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan molekul berdasarkan
perbedaan pola pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk
memisahkan komponen (berupa molekul) yang berada pada larutan.Molekul
yang terlarut dalam fase gerak, akan melewati kolom yang merupakan fase
diam.Molekul yang memiliki ikatan yang kuat dengan kolom akan cenderung
bergerak lebih lambat dibanding molekul yang berikatan lemah.Dengan ini,
berbagai macam tipe molekul dapat dipisahkan berdasarkan pergerakan pada
kolom. Kromatografi digunakan untuk memisahkan campuran dari
substansinya menjadi komponen-komponennya. Seluruh bentuk kromatografi
bekerja berdasarkan prinsip yang sama.Seluruh bentuk kromatografi memiliki
fase diam (berupa padatan atau cairan yang didukung pada padatan) dan fase
gerak (cairan atau gas). Fase gerak mengalir melalui fase diam dan membawa
komponen-komponen dari campuran bersama-sama. Komponen-komponen
yang berbeda akan bergerak pada laju yang berbeda pula.

1
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Struktur Dasar Paracetamol

Gambar 1 Rumus Bangun Paracetamol


Parasetamol (C8H9NO2) atau asetaminofen berupa serbuk hablur, putih,
tidak berbau, rasa sedikit pahit. Mengandung tidak kurang dari 98,0% dan
tidak lebih dari 101,0 % C8H9NO2, dihitung terhadap zat anhidrat.
Kelarutannya larut dalam air mendidih dan dalam natrium hidroksida 1 N
serta mudah larut dalam etanol. BM parasetamol adalah 151,16. Parasetamol
memiliki khasiat sebagai analgetikum dan antipiretikum.

2.2 Macam-macam Metode Penetapan Kadar Paracetamol


A. Penetapan Kadar Paracetamol Metode Nitrimetri
Nitrimetri adalah metoda titrasi yang menggunakan NaNO2 sebagai
pentiter dalam suasana asam. Pada suasana asam, NaNO2 berubah menjadi
HNO2 (asam nitrit) yang akan bereaksi dengan sampel yang dititrasi
membentuk garam diazonium (Gandjar et al, 2007). Pembentukan garam
diazonium berjalan lambat, oleh karena itu untuk mempercepatnya dapat
ditambahkan KBr sebagai katalis (Hamdani, 2013). Zat yang dapat dititrasi
dengan nitrimetri adalah zat yang mengandung gugus NH2 (amin)
aromatis primer atau zat lain yang dapat dihidrolisis/direduksi menjadi
amin aromatis primer.

2
3

B. Penetapan Kadar Pacracetamol Metode Spektrofotometri UV-VIS


Spektrofotometri merupakan salah satu metode dalam kimia analisis
yang digunakan untuk menentukan komposisi suatu sampel baik secara
kuantitatif dan kualitatif yang didasarkan pada interaksi antara materi
dengan cahaya. Peralatan yang digunakan dalam spektrofotometri disebut
spektrofotometer. Cahaya yang dimaksud dapat berupa cahaya visibel, UV
dan inframerah, sedangkan materi dapat berupa atom dan molekul namun
yang lebih berperan adalah elektron valensi.
Spektrofotometer UV-Vis (Ultra Violet-Visible) adalah salah satu
instrumen yang biasa digunakan dalam menganalisa suatu senyawa kimia.
Spektrofotometer umum digunakan karena kemampuannya dalam
menganalisa begitu banyak senyawa kimia, serta kepraktisannya dalam hal
preparasi sampel. Sesuai dengan namanya spektrofotometer UV-Vis
merupakan gabungan antara spektrofotometer UV dan Visible. Pada
spektrofotometer UV-Vis menggunakan dua buah sumber cahaya berbeda
yakni sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible.
C. Penetapan Kadar Paracetamol Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi
Kromatogarfi cair kinerja tinggi (KCKT) merupakan sistem
pemisahan dengan kecepatan dan efisiensi yang tinggi karena didukung
oleh kemajuan dalam teknologi kolom, sistem pompa tekanan tinggi, dan
detektor yang sangat sensitif dan beragam sehingga mampu menganalisa
berbagai cuplikan secara kualitatif maupun kuantitatif, baik dalam
komponen tunggal maupun campuran.

2.3 Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)


Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) atau biasa juga disebut
dengan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) merupakan
metode yang tidak destruktif dan dapat digunakan baik untuk analisis
kualitatif dan kuantitatif. Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran
berdasarkan perbedaan distribusi dari komponen-komponen campuran
tersebut diantara dua fase, yaitu fase diam (padat atau cair) dan fase gerak
(cair atau gas, KCKT secara mendasar merupakan sebuah perkembangan
tingkat tinggi dari kromatografi kolom. Selain dari pelarut yang menetas
4

melalui kolom dibawah pengaruh gravitasi, KCKT didukung oleh pompa


yang dapat memberikan tekanan tinggi sampai dengan 400 atm. Hal ini
membuat KCKT dapat memisahkan komponen sampel lebih cepat. Prinsip
dasar dari KCKT adalah pemisahan analit-analit berdasarkan kepolarannya.
Adapun prinsip kerja dari alat KCKT adalah ketika suatu sampel yang
akan diuji diinjeksikan ke dalam kolom maka sampel tersebut kemudian akan
terurai dan terpisah menjadi senyawa-senyawa kimia (analit) sesuai
dengan perbedaan afinitasnya. Hasil pemisahan tersebut kemudian akan
dideteksi oleh detektor (spektrofotometer UV, fluorometer atau indeks bias)
pada panjang gelombang tertentu, hasil yang muncul dari detektor tersebut
selanjutnya dicatat oleh rekorder yang biasanya dapat ditampilkan
menggunakan integrator atau menggunakan personal computer (PC) yang
terhubung online dengan alat KCKT tersebut.
Pada prinsipnya kerja KCKT adalah sama yaitu pemisahan
analit-analit berdasarkan kepolarannya, alatnya terdiri dari kolom (sebagai
fasa diam) dan larutan tertentu sebagai fasa geraknya. Yang paling
membedakan KCKT dengan kromatografi lainnya adalah pada KCKT
digunakan tekanan tinggi untuk mendorong fasa gerak. Campuran
analit akan terpisah berdasarkan kepolarannya dan kecepatannya untuk
sampai ke dektetor (waktu retensinya) akan berbeda, hal ini akan teramati
pada spektrum yang puncak-puncaknya terpisah.

2.4 Data Hasil Analisa


Pada penetapan kadar paracetamol dalam sampel syrup anak
menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi ini digunakan fase gerak
methanol dan air dengan perbandingan 9 : 1. Fasa gerak dalam hal ini bertindak
sebagai pelarut dan sangat mempengaruhi waktu retensi, sehingga pelarut yang
digunakan harus benar-benar jernih dan murni. Oleh sebab itu, metanol dan air
terlebih dahulu disaring.
5

Gambar 2 Hasil Analisis Baku Paracetamol

Gambar 3 Hasil Analisis Sampel Syrup Anak


6

2.5 Perhitungan
2mL
Perhitungan bobot baku paracetamol yang ditimbang : 5mL x 160mg = 64mg

Bobot baku paracetamol : 0.0661g

Jumlah sampel paracetamol dalam syrup anak : 2mL ~ 0,0640g

luas area sampel bobot baku


Kadar paracetamol = x x 100%
luas area baku bobo sampel

3596100,19 0,0661
Kadar paracetamol = x x 100%
4103118,44 0,0640

Kadar Paracetamol = 90,52%


BAB III

HASIL DAN KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang dilakukan, diperoleh kadar paracetamol


dalam sampel syrup anak adalah 90,52%. Hasil kadar tersebut memennuhi
persyaratan kadar paracetamol.

7
DAFTAR PUSTAKA

Farmakope Indonesia. 1979. Edisi Ketiga. Jakarta: Departemen Kesehatan


Republik Indonesia.

Gandjar, Ibnu Gholib dan Abdul Rohman. 2007. Kimia Farmasi Analisa.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mulja, Muhammad. 1995. Analisis Instrumental. Surabaya: Airlangga University


Press.

Sastrohamidjojo, Harjono. 2005, Kromatograf. Yogyakarta: Universitas Gadjah


Mada.
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai