Anda di halaman 1dari 14

CROSSBITE

Pendahuluan

Latar Belakang

Maloklusi adalah bentuk oklusi gigi yang menyimpang dari

normal.oklusi menurut dewanto (1993) adalah hubungan kontak antara gigi

geligi bawah dengan gigi atas waktu mulut ditutup.oklusi dikatakan

normal jika susunana gigi dalam lengkung gigi teratur baik serta

terdapat hubungan yang harmonis antara gigi atas dengan gigi

bawah,hubungan seimbang antara gigi,tulang rahang terhadap tulang

tengkorak dan otot sekitarnya yang dapat memberikan keseimbangan

fungsional sehingga memberikan estetika yang baik.penyimpangan tersebut

berupa cirri-ciri maloklusi yang macam dan jumlahnya sangat bervariasi

pada tiap-tiap individu.ciri-ciri maloklusi diantaranya adalah gigi

berjejal(crowded),diastema(ruang antar gigi),crosbite dll.

Salah satu maloklusi yang sering terjadi pada anak-anak

dimasa pertumbuhan adalah crossbite.crossbite merupakan penyimpangan

hubungan labiolingual dari gigi geligi maksila terhadap mandibula yang

dapat terjadi diregio anterior maupun posterior.kelainan ini dapat

melibatkan satu atau beberapa gigi dan dapat terjadi pada satu atau

kedua sisi rahang.Crosbite anterior merupakan maloklusi suatu kelainan

posisi gigi anterior atas yang lebih ke lingual dibanding gigi anterior

bawah,yang dapat melibatkan satu atau beberapa gigi.kejadian ini terjadi

pada saat gigi dalam keadaan oiklusi sentrik.(ersoy dan gliddman,2004),

sedangkan crossbite posterior merupakan hubungan abnormal dari gigi-gigi

posterior secara bukolingual pada rahang atas atau bawah pada saat kedua

lengkung gigi berada dalam oklusi sentrik yang dapat terjadi pada satu
atau kedua sisi rahang.

Insiden crossbite anterior memiliki distribusi etnik yang kuat

yaitu 10% dari populasi orang jepang.dari hasil penelitian ferguson

ditemukan bahwa crossbite anterior dijumpai pada 3% pasien di amerika

serikat.penelitian miler menemukan prevalensi crossbite anterior pada

gigi permanen sekitar 6-9 %.sedangkan penelitian yang dilakukan brian

lee menemukan satu dari dua puluh anak yang mengalami crossbite

crossbite adalah crossbite anterior.penelitian yang dialkuakn kutin dan

hawes juga mengemukakan bahwa 40 dari 515 anak yang berumur 3-9 tahun

yang mengalami crossbite crossbite posterior dengan prevalensi 7,7

%.selain itu penelitian yang dilakukan oleh Nisula Keski,dkkterhadap 489

anak pada masa gigi bercampur terdapat 7,5 %mengalami crossbite posterior.

Perawatan yang dilakuakn pada saat atau waktu yang tepat akan

mencegah terjadinya perkembangan maloklusi yang lebih buruk,persendian

temporomandibular yang abnormal dan dapat menyebabkan asimetri

wajah.crossbite yang terjadi pada gigi permanen maerupakan kelanjutan

dari masa gigi bercampur yang tidak dirawat.pada kasus crossbite

anterior yang melibatkan beberpa gigi dapat berkembang menjadi maloklusi

kelas III atau unilateral crossbite,oleh karena itu perawatan harus

dilakukan sedini mungkin yaitu pada masa gigi bercampur.

Perumusan masalah

Dalam makalah ini penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Apakah definisi dari crosbite ?

2. Apakah klasifikasi dari crossbite ?


3. Apakah etiologi dari crossbite ?

4. bagaimanakah akibat atau efek yang dpat ditimbulkan dari crossbite?

5. Bagaimanakah perawatan dari crossbite?

6. Tujuan

Tujuan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui definisi crossbite.

2. Mengetahui klasifikasi dari crossbite.

3. Mengetahui etiologi dari crossbite.

4. Mengetahui akibat atau efek yang dapat ditimbulkan dari crossbite.

5. Mengetahui perawatan crossbite pada pasien.

Pembahasan.

Definisi crossbite.

Crossbite merupakan penyimpangan hubungan labiolingual dari

gigi geligi maksila terhadap mandibula yang dapat terjadi di region

anterior maupun posterior dan dapat mengenai satu maupun kedua sisi

rahang, serta dapat melibatkan satu atau beberapa gigi.

Klasifikasi dari crossbite.

Berdasarkan lokasinya crossbite terbagi atas 2 macam yaitu:

1.

Crossbite

anterior

Merupakan maloklusi suatu kelainan posisi gigi anterior atas yang


lebih ke lingual dibanding gigi anterior bawah,yang dapat melibatkan

satu atau beberapa gigi.kejadian ini terjadi pada saat gigi dalam

keadaan oiklusi sentrik.(ersoy dan

gliddman,2004).

Crossbite anterior dapat diklasifikasikan atas 3

macm,yaitu:

Dental crossbite anteriorDental crossbite anterior disebut juga

gigitan silang sederhana (simple crossbite) yang melibatkan satu

atau dua gigi insisivus maksila,dengan profil wajah lurus pada

oklusi sentrik.analisa sefalometri menunjukan hubungan skeletak yang

baik.kelainan ini terlihat pada overbite dan overjetnya dan masih

dalam hubungan molar kelas I dan pasien dapat menutup mulut tanpa

adanya hambatan.

Dental crossbite anterior dapat dapat terjadi karena adanya inklinasi

abnormal dari satu atau lebih gigi geligi di rahang atas sehingga

posisinya lebih ke lingual.

Inklinasi ini dapat terjadi karena

Traumatic injury pada gigi desiduinya.

Dapat mengakibatkan sebagian atau seluruh gigi sulung masuk kedalam

tulang alveolar dan mendorong benih gigi permanen yang ada

dibawahnya.keadaan ini menyebabkan perubahan arah pertumbuhan gigi tetap

ke palatal.

Gigi desidui yang persistensi

Dapat menghambat jalan erupsi gigi permanen penggantinya sehingga

menyebabkan arah pertumbuhan gigi permanen berubah kearah palatinal

Panjang lengkung rahang yang tidak sesuai dengan ukuran mesio distal
dari gigi geligi.keadaan yang dipengaruhi oleh factor genetic ini

mengakibatkan tidak tersedianya yang cukup untuk pertumbuhan gigi

sehingga arah pertumbuhan arah gigi tetap kearah palatinal.

Gigiberlebih (supernumery teeth)

Mesiodens tumbuh diantara gigi insisivus sentralis dan berada dalam

lengkung gigi menyebabkan gigi insisivus sentralis kekurangan tempat

untuk erupsi.

Adanya celah bibir.

Kebiasaan jelek menggigit bibir atas.

Dapat menekan gigi anterior rahang atas ke palatal dan gigi anterior

rahang bawah ke labial.

Fungsional crossbite anterior.

Keadaan ini dapat terjadi karena adanya pergeseran mandibula yang

diakibatkan oleh gangguan oklusi sehingga menyebabkan crossbite anterior.

Profil wajah dapat lurus maupun konkaf,hal ini dapat terjadi karena

adanya perubahan arah pergerakan rahang bawah karena adanya hambatan

atau kebiasaan buruk seperti bernafas melalui ulut dan menggigit bibir atas.

Skeletal crossbite anterior.

Kejadia ini disebabkan karena pertumbahan rahang atas dan rahang bawah

yang tidak proporsional.seperti rahang bawah lebih besar(prognatik) atau

rahang atas yang retraksi.kelianan ini merupakan maloklusi kelas III

dengan profil wajah konkaf.umumnya kelainan ini disebabkan oleh factor

keturunan atau perkembangan dari crossbite dental yang tidak dirawat.

Crossbite anterior ini umumnya terjadi akibat adanya pertumbuhan

mandibula yang berlebihan.

Tipe maloklusi ini disebabkan factor genetic yang diwariskan dan


biasanya mempunyai tanda karakteristik mandibula

prognasi(berlebih),hubungan molar kaninus kelas III,serta gigi insisivus

mandibula yang posisinya lebih ke labial terhadap gigi insisivus

maksila.bila maloklusi kelas III dijumpai pada masa gigi bercampur atau

pada masa gigi permanen sebaikanya dirujuk ke ahli ortodontik sesegera

mungkin.

Crossbite posterior.

crossbite posterior merupakan hubungan abnormal dari gigi-gigi posterior

secara bukolingual pada rahang atas atau bawah pada saat kedua lengkung

gigi berada dalam oklusi sentrik yang dapat terjadi pada satu atau kedua

sisi rahang.

Crossbite posterior dapat diklasifikasikan atas 3 macam yaitu:

Dental crossbite posterior.

Dental crossbite posterior dapat terjadi akibat gigi mengalami tipping

dan membentuk crossbite.walaupun letak gigi pada lengkung rahang tidak

tepat namun tidak terdapat kelainan skeletal atau penyimpangan fungsi

mandibula.biasanya dental crossbite posterior dalam perkembangannya

melibatkan molar pertama permanen maksila yang erupsi ke arah

lingual.kontak oklusi mengakibatkan molar pertama permanen maksila

tipping ke lingual dan molar pertama mandibula tipping ke bukal.

2. fungsional crossbite posterior.

Fungsional crossbite posterior memperlihatkan pergeseran pergeseran

mandibula ke lateral saat menutup akibat adanya hambatan

oklusal.pergeseran ini menyebabkan penyimpangan garis median mandibula

yang biasanya menghasilkan unilateral crossbite dan rotasi kondilus ke

arah yang mengalami crossbite.fungsional crossbite posterior dapat


dilihat pada saat mandibula membuka dan menutup.garis median maksila dan

mandibula yang sejajar pada saat terbuka menjadi tidak sejajar pada saat

oklusi.garis median mandibula dapat bergeser ka kanan atau kekiri dari

median maksila.peregeseran mandibula ke lateral inilah yang

mengakibatkan crossbite posterior.

Skeletal crossbite posterior.

Skeletal crossbite posterior ditimbulkan oleh perbedaan hubungan

skeletal maksila dan mandibula dalam arah tranversal.perbedaan hubungan

skeletal ini disebabkan oleh factor keturunan yang biasanya

mengakibatkan bilateral lingual crossbite dengan peneyempitan lengkung

maksila.

Garis median kedua rahang sejajar dengan garis median wajah saat membuka

dan menutup mulut serta tidak terdapat penyimpangan fungsional.

Berdasarkan bentuk anatomi ,sim mengkalsifikasikan crossbite dalam 3

macam,yaitu:

Lingual crossbite ;tonjol bukal gigi posterior maksila beroklusi pada

permukaan oklusal gigi posterior mandibula.

Full lingual crossbite:posisi keseluruhan gigi posterior maksila

beroklusi kea rah lingual gigi posterior mandibula.

Lingual crossbite dan full lingual crossbite disebut juga lateral

crossbite yaitu gigi posterior maksila beroklusi ke arah lingual

terhadap gigi posterior mandibula.

Bukal crossbite: bagian palatinal gigi posterior maksila beroklusi pada

bagian bukal gigi posterior mandibula yang disebut juga dengan scissor bite.

Etiologi crossbite.
Dental crossbite anterior dapat disebabkan adanya inklinasi

abnormal,dimana ini terjadi karena:

Traumatic injury pada gigi desiduinya.

Dapat mengakibatkan sebagian atau seluruh gigi sulung masuk kedalam

tulang alveolar dan mendorong benih gigi permanen yang ada

dibawahnya.keadaan ini menyebabkan perubahan arah pertumbuhan gigi tetap

ke palatal.

Gigi desidui yang persistensi

Dapat menghambat jalan erupsi gigi permanen penggantinya sehingga

menyebabkan arah pertumbuhan gigi permanen berubah kearah palatinal

Panjang lengkung rahang yang tidak sesuai dengan ukuran mesio distal

dari gigi geligi.keadaan yang dipengaruhi oleh factor genetic ini

mengakibatkan tidak tersedianya yang cukup untuk pertumbuhan gigi

sehingga arah pertumbuhan arah gigi tetap kearah palatinal.

Gigi berlebih (supernumery teeth)

Mesiodens tumbuh diantara gigi insisivus sentralis dan berada dalam

lengkung gigi menyebabkan gigi insisivus sentralis kekurangan tempat

untuk erupsi.

Adanya celah bibir.

Kebiasaan jelek menggigit bibir atas.

Dapat menekan gigi anterior rahang atas ke palatal dan gigi anterior

rahang bawah ke labial.

Fungsional crossbite anterior dapat terjadi karena:

Kebiasaan buruk seperti bernafas lewat mulut.

Dapat mengakibatkan kehilangan kunci oklusi sehingga tidak ada

koordinasi erupsi gigi anterior rahang atas dengan gigi anterior rahang
bawah dan bisa menyebabkan kontak premature.

Skeletal crossbite anterior dapat terjadi karena:

Herediter/genetic ( keturunan)

Dampak lanjut dari dental crossbite anterior yang tidak dirawat.

Efek atau akibat dari crossbite.

Efek yang dapat timbul akibat crossbite antara lain:

Menimbulkan gangguan estetik (membuat penampilan menjadi kurang menarik)

Traumatic oklusi.

Dapat menimbulkan maloklusi yang lebih parah bila tidak dirawat dengan

segera.

Crossbite anterior biasanya dapat menyebabkan atrisi yang berlebihan

dari anterior gigi rahang atas dan rahang bawah dengan ditandai dengan

adanya pengikisan enamel pada permukaan labial dan lingual dari

gigi-gigi yang terlibat.

Biasanya menyebabkan kelainan periodonsium berupa inflamasi gingival.

Gigi tumbuh berjejal.

Gangguan fungsional pada pergerakan rahang bawah dan gangguan

pertumbuhan rahang bawah.pergeseran rahang bwah ke anterior yang terjadi

secara terus menerus dapat merubah pola pertumbuhan wajah,dorongan yang

berlebihan dari kondilus dan muscular dari TMJ dapat mengakibatkan

pertumbuhan rahang bawah yang berlebihan dan gigi anterior yang terkunci

di lingual dapat menghambat pertumbuhan rahang atas.

Gangguan psikologis,yaitu anak menjadi kurang percaya diri terhadap

penampilannya.
Perawatan crossbite.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan perawatan

crossbite anterior yaitu: adanya runagn yang cukup di daerah mesio

distal,overbite cukup.

Ada 2 alat yang dapat digunakan untuk mengoreksi crossbitea anterior.

Pesawat Fix

Lingual arch wire

Lingual arch wire merupakan alat tehnik cekat yang menggunakn spring

atau helical spring yang dipatrikan pada lingual arch.pesawat ini secara

bersamaan akan mengontrol ruangan dan mengoreksi crossbite.meskipun

peasawt ini disemenkan pada daerah molar,untuk dapat mengaktifkan dapat

dilakukan diluar mulut denagn mengeluarkan dan melepaskan alat tersebut.

Light wire appliance.

Pesawat ini menggunakan tekanan yang ringan.gigi insisivus yang terkunci

akan ditarik ke arah labial dengan menggunakan light wire appliance.cara

ini berguna untuk merotasi gigi atau meleveling gigi insisivus maksila.

Coper Ni-Ti arch Wire.

Caranya yaitu pemasangan bracket tambahan didaerah lingual gigi yang

crossbite.hal ini dapat dilakukan bila pemasanagn bracket tidak dapat

dilakukan didaerah labial dari gigi yang crossbite.

Pesawat Removable.

Inclined plane.

Perawatan dental anterior crossbite yang melibatkan 1 atau 2 gigi dapat

dilakukan dengan inclined bite plane yang disemenkan pada insisivus

anterior mandibula.pesawat ini dapat dibuat pada model rahang atau dapat

dilakukan langsung pada gigi pasien dalam satu kunjungan.pembuatannya

harus menutupi keenam gigi anterior bawah (bila kaninus susu masih
ada)dipoles dan disemenkan ditempatnya.hal ini untuk mencegah gerakan ke

lingual dari gigi inisivus bawah selama perawatan.

Walaupun inclined bite plane mudah dibuat,kerugian dari cara ini dapat

menyebabkan open bite bila pemakainnya lebih dari 2 atau 3 minggu.selain

itu insisivus mandibula yang posisinya di labial akibat crossbite tidak

dapat didorong ke labial.

Tipe lain incline bite plane adalah berupa pesawat lepas yang mempunyai

retensi diderah posterior dengan penebalan akrilik di belakang insisivus

atas yang dibuat miring 45 .

Pesawat lepas Hawley

Pesawat ini diguanakn untuk mengoreksi crossbite anterior yang

melibatkan 1 atau lebih.pesawat Hawley adalah berupa pesawat lepas

dengan komponen-komponennya yang berbentuk S,heliks ganda atau skrup

untuk mendorong gigi yang mengalami crossbite ke labial dengan

penambahan spring.klamer retensi dapat berupa rush anchor,adams dan tipe

C.lengkung labial fungsinya adalah untuk mengontrol posisi gigi

inisisivus yang telah dikoreksi dan mencegah pergerakan gigi.posterior

bite pline ditambahkan didaerah posterior untuk membuka gigitan agar

gigi yang mengalami crossbite dapat ditolak ke labial.

Model Pembuatan pesawat dilakukan dengan model gips keras.kemudian resin

akrilik cold cure digunakan untuk menahan pegas dank lamer retensi

sehingga memberikan penutupan dan dukungan palatal.pasien memakai

piranti sehari penuh kecuali saat menyikat gigi.pengaktifan pegas harus

dilakukan 1,5 mm sampai 2 mm setiap 1 atau 2 minggu.kenberhasilan

perawatan dengan metode ini sangat tergantung pada kerjasama

pasien.patah atau hilangnya pesawat ini adalah masalah yang sering

terjadi.pasien dan orang tua harus diajarkan cara pemasanagn dan


pembersihan piranti ini.bila crossbite telah terkoreksi,pegas dibuang

dan bagian tersebut diisi dengan akrilik yang selanjutnya dipakai

sebagai alat retensi.

Alat khusus.

Alat lain yang dapat digunakan untuk mengoreksi crossbite anterior adalah:

Tongue Blade.

Dental crossbite anterior yang melibatkan satu gigi dapat dirawat dengan

tongue blade.pasien diinstruksikan untuk menempatkan tongue blade 45

dibelakang gigi yang mengalami crossbite dan mengguankan insisivus bawah

sebagai tumpuan,sehingga mendorong gigi maksila ke arah labial.hal ini

dilakukan 1 atau 2 jam sehari selama 10 atau 14 hari.

Keuntungan cara ini adalah tidak terlalu membutuhkan waktu yang lama

selain itu harganya juga lebih murah.tongue blade sangat baik bila

digunakan pada gigi yang baru erupsi.keberhasilan dan prognosis sesuai

dengan kerjasama pasien dan orang tuanya.kerugiannya adlah besar dan

arah kekuatan tidak memiliki control yang baik sehingga dapat

menimbulkan gangguan perkembangan akar gigi.

Mahkota stainless stell yang terbalik.

Mahkota stainless stell dibuat oleh pabrik dalam berbagai ukuran dan

memiliki bentuk anatomis yang sesuai dengan gigi asli.

Alat ini dipasangkan dengan menyemenkan anterior stainless stell crown

secara terbalik pada gigi insisivus sentralis atas yang crossbite.dimana

permukaan labial menghadap ke palatal dan permukaan palatal menghadap ke

labial.

Keuntungan cara ini adalah mudah melakuakannya ,dapat dilakukan dalam 1

kunjungan saja.kerugiannya yaitu semen perekat stainless crown itu dapat


terlepas pada waktu perawatan.selain itu bila gigi insisivus baru erupsi

maka SSC sulit untuk dipasangkan.

Ada beberapa pertimbangan yang harus diketahui sebelum perawatan

crossbite posterior dilakukan yaitu harus terdapat ruangan yang

mencukupi dalam lengkung gigi agar pergeseran gigi yang mengalami

crossbite dapat kembali normal.

Berikut ini adalah beberapa cara perawatan crossbite posterior:

Perawatan Fix

Penyesuaian bidang oklusal dengan pesawat W-arch.

Pesawat ini merupakan pesawat cekat dan dilakukan pengaktifan setiap 3

minggu.pengaktifan pesawat ini harus dilakukan dengan

hati-hati.pengaktifan yang berlebihan akan membuka sutura palatine dan

menimbulkan rasa sakit pada pasien.

Pesawt ini dapat dimodifikasi dengan taji-taji digunakan untuk mencrgah

kebiasaan menghisap jari dan merawat dental bilateral crossbite.

Minnesota expander.

Cara ini dipakai untuk mengoreksi skeletal bilateral crossbite maksila

yang sempit .keuntungan dari pesawat ini adalah kekuatan dapat

dikontrol.pasien harus beradaptasi dalam mengguanakn pesawat ini karena

sangat mengganngu lidah sewaktu penelanan.lama perawatan 14 sampai 28 hari.

Perawatan removable.

Cross elastic.

Digunakan untuk merawat unilateral dental crossbite yang melibatkan 1

atau dua gigi.cross elastic ini dipakai sampai crossbite

terkoreksi.penempatan hook dan band tergantung pada keadaan

crossbite.bila crossbite adalah lingual crossbite atau pun full lingual

crossbite maka hooknya dipasanga pada permukaan lingual band maksila dan
permukaan band mandibula.

Keuntungan perawatn ini adalah pemakiannya relative mudah untuk

menggerakkan gigi maksila maupun mandibula.

Pesawat Hawley.

Pesawat ini dapar merawat bilateral crossbite maupun unilateral

croosbite.bila crossbite telah terkoreksi dianjurkan untuk memaki

retainer selama 6 bulan.

PENUTUP.

Kesimpulan:

Dari makalah ini penulis dapat menyimpulkan bahwa:

Crossbite merupakan penyimpangan hubungan labiolingual dari gigi geligi

maksila terhadap mandibula yang dapat terjadi di region anterior maupun

posterior dan dapat mengenai satu maupun kedua sisi rahang, serta dapat

melibatkan satu atau beberapa gigi.

Crossbite menurut lokasinya dibagi menjdi 2 macam yaitu:crossbite

anterior dan posterior.

Menurut bentuk anatomi dibagi manjadi 3 yaitu: lingual crossbite,full

lingual crossbite dan buccal crossbite.

Perawatan crssbite disesuaikan dengan kasus serta keparahan crossbitenya.