Anda di halaman 1dari 11

KASUS KANKER KOLON DENGAN PEMERIKSAAN KOLONOSKOPI

Tn.A adalah seorang PNS berusia 35 Th masuk ke Rumah Sakit tanggal 5 Mei 2012
akibat mengalami penyakit Ca. Colon. Klien datang ke RSUD Pringsewu diantar oleh
keluarganya melalui IGD, dengan keluhan nyeri pada abdomen, kram perut, pola defekasi
bermasalah, sering sembelit, feses berwarna kehitaman dan kadang disertai darah merah segar,
klien mual dan tidak nafsu makan, penurunan berat badan, dan cepat letih. dengan radiologi
dilakukan foto colon ( Barium Enema) dan pemeriksaan kolonoskopi dengan menggunakan alat
endoskopi. TD 110/90 mmHg, Nadi 70x/menit, irama reguler kekuatan sedang, Respirasi
26x/menit, Suhu 36,50 C .
Klien hanya bisa berbaring di tempat tidur, aktifitas terbatas. Sebelum sakit, frekuensi
makan Tn. A tidak teratur dikarenakan kesibukan jam kerja yang mengakibatkan sering telat
makan. Berat badan dalam 2 bulan terakhir turun drastis menjadi 57 kg dan tinggi badan : 170
cm. Jenis makanan yang paling sering dikonsumsi klien yaitu daging hewan dan makanan cepat
saji (sate & gulai). Klien tidak mempunyai alergi terhadap makanan atau obat-obatan, hanya saja
tidak terlalu suka sayuran. + 4 tahun yang lalu klien pernah terkena penyakit thypoid sampai
diopname dan mempunyai riwayat peminum / alkoholic. Dengan hasil lab:
Hematologi Hasil Nilai Normal Interpretasi

Hb 11,5 12-18 g/dL Rendah


Ht/PVC 42 40-52% Normal
Leukosit 7.000 4.000-10.000 /uL Normal
Trombosit 253.000 150.000-450.000 /uL Normal
Masa protrombin 13.0 11.0-17.0 detik Normal

I. Identitas Pasien
Nama :Tn. A
Umur : 35 Th
Berat Badan : 57 cm
Tinggi Badan : 170 cm
Jenis kelamin : Laki-laki
Diagnosa Medis : Ca. Colon
Pekerjaan : PNS

II. SKRINNING GIZI

Jawaban
No Kriteria
Ya Tidak
Apakah IMT < 25 atau LLA < 25 cm untuk wanita dan LLA < 26,3
1
untuk pria?
2 Apakah pasien kehilangan BB dalam 3 minggu terakhir?
3 Apakah asupan makan pasien menurun 1 minggu terakhir?
Apakah pasien dengan penyakit berat dan atau membutuhkan terapi
4
gizi?
Jika tidak untuk semua kriteria Skrining diulang 1 minggu kemudian
Jika ada 1 atau lebih kriteria dengan jawaban Ya Konsul ahli gizi

A. Proses Asuhan Gizi Terstandar


1. Anamnesa Gizi
a. Riwayat Gizi (Dietary History)
1) Sebelum dirawat
Sebelum sakit, frekuensi makan Tn. A tidak teratur dikarenakan kesibukan
jam kerja yang mengakibatkan sering telat makan. Jenis makanan yang paling
sering dikonsumsi klien yaitu daging hewan dan makanan cepat saji (sate & gulai)
Klien tidak mempunyai alergi terhadap makanan atau obat-obatan, hanya saja
tidak terlalu suka sayuran dan mempunyai riwayat peminum / alkoholic
Kesimpulan :
Dari anamnesa riwayat makan pasien diatas diketahui sebelum dirawat di RS
pasien memiliki kebiasaan makan yang tidak teratur. Kebiasaan konsumsi makan pasien
daging hewan dan makanan cepat saji (sate & gulai) dan tidak terlalu suka sayuran.
b. Data Biokimia
Hematologi Hasil Nilai Normal Interpretasi

Hb 11,5 12-18 g/dL Rendah


Ht/PVC 42 40-52% Normal
Leukosit 7.000 4.000-10.000 /uL Normal
Trombosit 253.000 150.000-450.000 /uL Normal
Masa protrombin 13.0 11.0-17.0 detik Normal

Kesimpulan:
Dari hasil pemeriksaan biokimia diketahui pasien mengalami anaemia dengan
nilai Hb 11,5 g/dL (rendah).

c. Data Antropometri
BB = 57 Kg
TB = 170 cm
BBI = (170 TB) 10% (100 TB)
= (170-100)- 10% (170-100)
= 63 Kg
IMT = BB/(TB)2
= 57/(1,70)2
= 19,73 (status gizi dalam batas normal)
Kesimpulan:
Status gizi berdasarkan IMT = 19.73 berarti status gizi pasien normal karena
berdasarkan Depkes (1994), apabila IMT padarentang 18,5-25,0 maka dikategorikan
normal. Untuk BBI masih dalam rentang toleransi 10% ,maka BB pasien bisa dikatakan
ideal.
d. Data Fisik/ Klinis
Keadaan Umum : Lemah dan hanya berbaring ditempat tidur. Kesadaran klien
composmentis TD 110/90 mmHg, Nadi 70x/menit (N:60-100x/menit), irama reguler
kekuatan sedang, Respirasi 26x/menit (N:20-30x/menit), Suhu 36,50 C .
Kesimpulan:
Dari keadaan umum pasien yaitu Kesadaran klien composmentis tekanan darah
rendah.
Riwayat Personal
Keluhan utama Nyeri pada abdomen, kram perut, pola defekasi bermasalah,
sering sembelit, feses berwarna kehitaman dan kadang disertai
darah merah segar, klien mual dan tidak nafsu makan,
penurunan berat badan, dan cepat letih.
Riwayat Penyakit Sekarang Ca colon
Riwayat Penyakit dahulu Thypoid
Riwayat Penyakit Keluarga -
Kesimpulan:
Pasien memiliki riwayat penyakit typhoid. Dan memiliki keluhan utama nyeri
pada abdomen, kram perut, pola defekasi bermasalah, sering sembelit, feses berwarna
kehitaman dan kadang disertai darah merah segar, klien mual dan tidak nafsu makan,
penurunan berat badan, dan cepat letih.

2. Diagnosa Gizi
Domain Intake
NI.2.1 asupan inadekuat berkaitan dengan mual dan tidak nafsu makan ditandai dengan
penurunan BB.
NI.4.1 Kurang asupan dari serat berkaitan dengan tidak suka mengkonsumsi sayur ditandai
dengan sering sembelit
Domain Clinic
NC.3.2 Penurunan BB berkaitan dengan penyakit ca colon ditandai berat badan turun
selama 2 bulan terakhir menjadi 57 kg

NC.2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi berkaitan dengan feses berwarna
kehitaman dan kadang disertai darah merah segar ditandai dengan Hb : 11,5 g/dl
Domain Behaviour
NB.1.7 pemilihan makanan yang salah berkaitan dengan penyakit ca colon ditandai
dengan pasien sering mengonsumsi daging hewan dan makanan cepat saji (sate & gulai)
dan kurang asupan serat dari sayur
3. Intervensi Gizi
A. TERAPI DIET :
Jenis diet : Diet kanker dan diet rendah sisa 2
Prinsip Diet :
Energi tinggi
Protein tinggi
Lemak cukup
Karbohidrat cukup
Vitamin dan mineral cukup
Rendah sisa
Mudah cerna
Bentuk makanan : lunak
Cara pemberian : Oral
Frekuensi : 3 x makan utama dan 3x snack

B. TUJUAN PERENCANAAN MAKAN


a) Tujuan Diet
Tujuan Diet penyakit kanker dalah untuk mencapai dan mempertahankan status gizi
optimal dengn cara :
1. Memberikan makanan secukupnya yang meninggalkan sisa
seminimal mungkin dalam usus
2. Memberikan makanan seimbang sesuai dengan keadaan penyakit
serta daya terima pasien.
3. Mencegah atau menghambat penurunan berat badan secara
berlebihan.
4. Mengurangi rasa mual, muntah, dan diare.
5. Mengupayakan perubahan sikap dan perilaku sehat terhadap
makanan oleh pasien dan keluarganya.

b) Syarat Diet :
Syarat-syarat Diet untuk kanker adalah
1. Energi tinggi, yaitu 36 kkal/kg BB sebesar 2052 kkal
2. Protein tinggi 1,25g/bb sebesar 71.25 gr
3. Lemak sedang, yaitu 20% dari kebutuhan energi total sebesar 45.6 gr
4. Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan energi total sebesar 339.6 gr
5. Vitamin dan mineral cukup, terutama vitaminA, B kompleks, C dan E. bila perlu
ditambah dalam bentuk suplemen
6. Rendah iodium bila sedang menjalani indikasi radioaktif internal
7. Porsi makanan kecil dan sering diberikan
8. Makanan diberikan dalam bentuk lunak

c) PERHITUNGAN KEBUTUHAN ENERGI DAN ZAT GIZI


BBI = (170-100) 10% (170-100)
= 70 -7
= 63 kg

IMT = =

= 19,73 (Normal)

Kebutuhan Kalori = 36 kkal/ Kg BB

= 36 kkal x 57 kg

= 2052 kkal

Kebutuhan Protein = 1.25g/ Kg BB

= 1.25gr x 57 Kg

= 71.25 gr = (71.25 x 4 x 100)/2052 = 13.8%

Kebutuhan Lemak = 20% x 2052

= 410.4 / 9 = 45.6 gr

Kebutuhan Karbohidrat = 66.2% x 2052

= 1358.42 / 4 = 339.6 gr

Pembahasan Preskripsi Diet :


Jumlah energi yang dibutuhkan adalah 2052 kkal, protein 71.25 gram, lemak 45.6 gram,
dan karbohidrat 339.6 gram. Diet yang dipakai adalah Diet Kanker dan Pemeriksaan
Kolonoskopi (rendah sisa).

Distribusi Makan Sehari

1. Makan Pagi dan Siang (25%)


E = 25% . 2052 = 513 kkal (461,7 564,3 kkal)

P = 25% . 71,25 = 17,81 gr (17,45 18,17 gr)

L = 25% . 45,6 = 11,4 gr (10,26 12,54 gr)

KH = 25% . 339,6 = 84,9 gr (76,41 93,39 gr)

2. Makan Malam (20%)

E = 20% . 2052 = 410,4 kkal (369,36 451,44 kkal)

P = 20% . 71,25 = 14,25 gr (13.97 14,54 gr)

L = 20% . 45,6 = 9,12 gr (8.21 10,03 gr)

KH = 20% . 339,6 = 67,92 gr (61,13 74.71 gr)

3. Selingan (10%)

E = 10% . 2052 = 205,2 kkal (184,68 225,72 kkal)

P = 10% . 71,25 = 7,13 gr (6,99 7,27 gr)

L = 10% . 45,6 = 4,56 gr (4,1 5,02 gr)

KH = 10% . 339,6 = 33,96 gr (30,56 37,36 gr)

d) BAHAN MAKANAN YANG DIANJURKAN DAN TIDAK DIANJURKAN

Bahan Makanan Dianjurkan Tidak ianjurkan

Sumber Karbohidrat Beras dibubur/ditim, roti Beras ketan, beras


bakar, kentang rebus, tumbuk/merah, riti whole
tepung-tepungan dinuat wheat, jagung, ubi,
bubur/puding singkong, talas, tarcis,
dodol, dan kue-kue lain
yang manis dan gurih
Sumber protein hewani Daging empuk, hati Daging berserat kasar
ayam, ikan rebus, (liat), serta daging ikan,
ditumis, dikukus, ayam diawet, daging babi,
diungkep, dipanggang; telur mata sapi, telur
telur rebus, ditip, dadar.
diceplok air, didadar,
dicampur dalam makanan
dan minuman, susu
maksimal 2 gelas perhari

Sumber protein nabati Tahu, tempe ditim, Kacang merah serta


direbus, ditumis, kacang-kacangan kering
pindakas; susu kedelai seperti kacang tanah,
kacang ijo, kacang kedelai
dan kacang tolo

sayuran Sayuran yang berserat Sayuran yang berserat


rendah, dan sedang, tinggi seperti daun
seperti :kacang panjang, singkong, daun katuk,
buncis muda, bayam labu daun papaya, daun dan
siam, tomat masak, buah melinjo, oyong,
wortel direbus, dikukus, pare, serta semua sayuran
ditumis yang dimakan mentah.

Buah-buahan Semua sari buah, buah Buah-buahan tyang


segar yang matang (tanpa dimakan dengan kulit
kulit & biji) dan tidak seperti apel, jambu biji,
banyak menimbulkan gas, pir, serta jeruk yang
seperti papaya, pisang, dimakan dengan kulit ari;
jeruk, avokad, nenas. buah yang menimbulkan
gas seperti durian dan
nangka

Lemak Margarine, mentega, dan Minyak untuk


minyak dalam jumlah menggoreng, lemak
terbatas unuk menumis, hewani, kelapa dan santan
mengoles dan setup

Minuman Kopi, the encer dan sirup Kopi dan the kental;
minuman yang
mengandung soda dan
alcohol

Bumbu Garam, vetsin, gula, cuka, Cabe dan merica


salam, laos, kunyit, kunci
dalam jumlah terbatas

e) RENCANA INTERVENSI

Domain Pemberian Makanan atau Zat Gizi (ND)


ND.1. Makanan snack : 3 kali selingan
ND.1.2.4 Modifikasi komposisi zat gizi makanan yaitu karbohidrat dengan
mengupayakan pemberian makanan karbohidrat kompleks
ND.1.2.3 Modifikasi Komposisi zat gizi makanan yaitu protein, untuk memenuhi
kebutuhan
ND.12.5 Modifikasi Komposisi zat gizi makanan yaitu lemak, untuk memenuhi
kebutuhan
Domain Edukasi (E)
E.1 Pemberian edukasi kepada pasien atau keluarga pasien terkait dengan diet yang
akan dijalani oleh pasien
E.1.1 Menyampaikan tujuan edukasi gizi kepada pasien
E.1.4 Menyampaikan kaitan gizi dengan kesehatan/penyakit yang dialami oleh pasien
Domain Konseling (C)
C.2.1 Pemberian motivasi dan peningkatan kesadaran pasien terhadap anjuran diet.
Domain Koordinasi Asuhan Gizi (RC)
(RC-1.4) Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain terkait terapi dan diet yang dijalani
oleh pasien sehingga tidak berlawanan dengan diet yang dianjurkan bagi pasien.
f) MONITORING DAN EVALUASI
Anamnesis Yang diukur Pengukuran Evaluasi/ target
Antropometri (S.1.1.5) BB Pengukuran BB dan IMT di BB normal dan
(S1.1.2) IMT awalkasus dan akhir kasus status gizi normal
Asupan (FI.1) asupan energy Recall makanan Sesuai dengan
(FI.5.2) asupan protein anjuran
(FI.5.1) asupan lemak
dan kolesterol
(FI.5.3) asupan KH
(FI.6.1.2) asupan
vitamin dan mineral
Biokimia S.2 pemerikasaan Pengukuran gula Mencapai batas
biokimia.: Kadar HB normal

Edukasi (BE.2) perilaku (adanya Dengan wawancara Sesuai dengan


perubahan perilaku dan anjuran
kebiasaan makan
pasien)

g) RENCANA KONSELING GIZI


b. Sasaran : Pasien dan anggota keluarga
c. Topik : Diet kanker dan rendah sisa 2
d. Waktu : 15-30 menit
e. Tempat : Poli gizi
f. Media : Leaflet Diet kanker dan
rendah sisa II
g. Metode : Konsultai gizi (Konseling), tanya jawab
h. Masalah gizi : Adanya penurunan berat badan, HB rendah dan asupan inadekuat
berkaitan dengan penyakit Ca Colon
i. Tujuan : Agar pasien mengetahui tujuan, prinsip dan syarat Diet kanker
dan rendah sisa, serta bahan makanan yang dianjurkan dan yang
dihindari.
j. Materi Konseling gizi :
k. Pengenalan secara umum Diet kanker dan rendah sisa II
1. Makanan yang dianjurkan dan yang perlu dihindari
2. Memotivasi pasien untuk patuh terhadap dietnya

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier,Sunita. 2006. Penuntun Diet EdisiBaru. Jakarta.PT Gramedia.

Almatsier,Sunita. 2009. PrinsipDasarIlmuGizi. Jakarta.PT GramediaPustakaUtama.

Cornelia,dkk. 2010. PenuntunKonselingGizi. Jakarta. PT Abadi.

Hartono,Andry.2006. TerapiGizidan Diet Rumahsakit. Jakarta, EGC

Yunita. 2011. Asuhan Gizi Pada Pasien Ca Colos dengan pemeriksaan Kolonoskopi dan rendah
sisa BagianPoliklinikGizi Di RSU Daerah Ulin Banjarmasin.