Anda di halaman 1dari 4

Maghfira Baradi Ashfihisa

20150420278
Manajemen Biaya / F

BAB II
Implementasi Strategi: Rantai Nilai, Kartu Skor Berimbang, dan Peta Strategi

Analisis Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Ancaman
(Analisis Strengths-Weaknesses-Opportunitied-Threats-SWOT)
Salah satu langkah pertama dalam mengimplementasikan strategi adalah
mengidentifikasi factor-faktor penentu untuk meraih kesuksesan yang harus menjadi
focus perusahaan untuk meraih kesuksesan. Analisis SWOT merupakan prosedur
sistematis untuk mengidentifikasi CSF yang dimiliki perusahaan: kekuatan dan
kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal. Analisis SWOT membantu
pihak manajemen mengimplementasikan strategi dengan menyesdiakan system dan
struktur untuk mengidentifikasi factor-faktor penentu kesuksesan organisasi.
Pelaksanaan merupakan focus manajemen untuk membuat prioritas dan mencapai
factor-faktor penentu kesuksesan tersebut.
Terdapat kekuatan dan kelemahan paling mudah diidentifikasi dengan cara melihat
Sumber daya spesifik yang ada dalam perusahaan, seperti :
1) Lini produk, apakah produk / jasa perusahaan bersifat inovatif?
2) Manajemen, bagaimana tingkat pengalaman dan kompetensi manajemen?
3) Penelitian dan pengembangan, apakah perusahaan berada didepan kompetitor?
4) Operasi, rencana apa yang ada untuk memperbaiki fasilitas dan proses?
5) Pemasaran, seberapa efektifkan pendekatan pemasaran secara keseluruhan?
6) Strategi, seberapa efektifkah diimpementasikannya strategi perusahaan?
Sedangkan, peluang dan ancaman paling mudah diidentifikasikan dengan cara
melakukan analisis terhadap industry dan competitor perusahaan seperti
1. Hambatan untuk masuk,
2. Intensitas kompetisi diantara competitor,
3. Tekanan dari produk pengganti,
4. Kekuatan posisi tawar pelanggan,
5. Kekuatan posisi tawar pemasuk
Analisis Rantai Nilai
Analisis rantai nilai adalah alat analisis strategi yang digunakan untuk lebih
memahami keunggulan kompetitif perusahaan, mengidentifikasi dimana nilai bagi
pelanggan dapat ditingkatkan atau biaya dapat diturunkan, dan lebih memahami
hubungan perusahaan dengan pemasok, pelanggan, dan perusahaan lainnya dalam
industry yang sama. Analisis rantai nilain membantu pihak manajemen
mengimplementasikan strategi dengan membagi organisasi kedalam serangkaian
aktivitas penyediaan nilai; pihak manajemen dapat mengidentifikasi factor-faktor
penentu kesuksesan pada setiap tahap dalam rantai nilai.
Istilah rantai nilai digunakan karena setiap aktifitas dimaksudkan untuk menambah
nilai pada produk atau jasa bagi pelanggan. Rantai nilai dapat dioperasikan melalui tiga
fase, secara berurutan yaitu: hulu, operasi, dan hilir. Analisis rantai nilai mempunyai
dua langkah, yaitu :
1. Mengidentifikasikan aktivitas rantai nilai.
2. Mengembangkan keunggulan kometitif dengan menurunkan / menambah biaya.
Kartu Skor Berimbang dan Peta Strategi
Kartu skor berimbang (Balanced scorecard-BSC) memungkinkan perusahaan
untuk menggunakan system pengukuran kinerja yang berfokus pada strategi, system
yang memfokuskan perhatian manajer terhadap factor-faktor penentu kesuksesan, serta
memberikan perhatian kepada mereka yang mencapai factor-faktor penentu kesuksesan
tersebut. BSC dirancang untuk membantu mengimplementasikan strategi, dan BSC
harus mencerminkan strategi. BSC terdiri dari empat perspektif yaitu :
1. Perspektif keuangan, mencakup ukuran kinerja keuangan.
2. Perspektif pelanggan, mencakup ukuran kepuasan pelanggan.
3. Perspektif proses internal, mencakup ukuran produktivitas dan kecepatan.
4. Pembelajaran dan inovasi, mencakup ukuran seperti jumlah jam pelatihan karyawan
dan jumlah hak paten atau produk baru.
BSC memberikan berbagai keuntungan diantaranya:
a. Sarana untuk menelusuri kemajuan terhadap pencapaian tujuan strategis
b. Sarana untuk mengimpementasikan strategi dengan mengalihkan perhatian
manajer pada factor-faktor penentu kesuksesan yang secara strategis relevan,
dan memberikan mereka penghargaan atas factor-faktor ini.
c. Kerangka kerja yang dapat digunakan perusahaan untuk mencapai perubahan
organisasi yang diharapkan dalam hal strategi, dengan memberikan perhatian
dan penghargaan atas pencapaian factor-faktor yang merupakan bagian dari
strategi baru.
d. Alasan yang adil dan obyektif bagi perusahaan dalam menentukan
kompensasi dan promosi dari setiap manajer.
e. Kerangka kerja yang mengoordinasikan seluruh upaya perusahaan untuk
mencapai factor-faktor penentu kesuksesan.
Peta Strategi merupakan diagram sebab akibat dari hubungan antara perspektif
BSC. Manajer menggunakan peta strategi untuk menunjukkan bagaimana pencapaian
tujuan dalam setiap perspektif memengaruhi pencapaian tujuan dalam perspektif
lainnya, dan pada akhirnya keseluruhan kesuksesan perusahaan.
Kartu Skor Berimbang (BSC) dan peta strategi, menyediakan sarana untuk
mengumpulkan, melaporkan, dan menganalisis factor penentu kesuksesan. BSC
membantu pihak manajemen dalam mengukur kemajuan terhadap tujuan strategis dan
menyejajarkan upaya kinerja, insentif dan imbal jasa karyawan dengan tujuan strategis
tersebut
Memperluas Kartu Skor Berimbang dan Peta Strategi: Kesinambungan Usaha
Kesinambungan usaha adalah penyeimbangan tujuan jangka pendek dan jangka
panjang dalam tiga dimensi kinerja sosial, ekonomi, dan lingkungan-. Banyak
perusahaan yang mengelola kesinambungan usaha secara strategis melalui laporan
kesinambungan usaha kepada pemegang saham. Indicator kinerja lingkungan
merupakan factor-faktor penentu kesuksesan dalam perspektif kesinambungan usaha;
yang dikelompokkan ke dalam tiga kategori oleh World Resource Institute:
1. Indikator operasional yang mengukur potensi tekanan pada lingkungan; misalnya,
pemakaian bahan bakar fosil, limbah beracun dan tidak beracun, serta bahan polusi.
2. Indikator manajemen yang mengukur upaya untuk mengurangi pengaruh
lingkungan; misalnya, jumlah jam pelatihan tentang lingkungan.
3. Indikator kondisi lingkungan yang mengukur kualitas lingkungan; misalnya,kadar
konsentrasi polusi udara.
Sedangkan indicator kinerja sosial, mecakup :
1. Indicator kondisi pekerjaan yang mengukur keselamatan dan peluang bagi pekerja:
contohnya, jumlah jam pelatihan dan jumlah cedera.
2. Indicator keterlibatan masyarakat yang mengukur pencapaian diluar perusahaan
terhadap masyarakat local dan masyarakat yang lebih luas: contohnya, darma bakti
karyawan dan partisipasinya pada Habitat bagi Kemanusiaan.
3. Indikator kedermawanan yang mengukur kontribusi langsung oleh perusahaan dan
karyawannya terhadap organisasi sosial.
Peran akuntan manajemen, dalam mengembangkan perspektif kesinambungan
usaha dari BSC, adalah untuk membuat EPI dan EFI menjadi bagian bagian yang
terintegral dalam mengambil keputusan manajemen, tidak hanya untuk ketaatan kepada
peraturan tetapi juga untuk desain produk, pembelian, perencanaan strategis, dan fungsi
manajemen lainnya.

Anda mungkin juga menyukai