Anda di halaman 1dari 10

JAWABAN

1. Manajemen keuangan pribadi sangatlah penting dalam mendukung terwujudnya tujuan-


tujuan individu. Dengan melakukan pengelolaan terhadap keuangan pribadi, maka tiap
individu tahu akan tujuan yang ingin dicapai, dan memanfaatkan pengelolaan sumber daya
keuangan secara optimal untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan mengoptimalkan
pengelolaan keuangan pribadi, maka individu secara bertanggung jawab mampu
merencanakan dan mewujudkan masa depannya.
- Perbedaan keputusan keuangan dan tujuan manajemen perusahaan dan individu adalah
Keputusan keuangan perusahaan adalah keputusan final perusahaan yang berkaitan
dengan keputusan keuangan yakni, apakah akan memaksimalkan nilai perusahaan atau
memaksimalkan laba perusahaan. Sedangkan, keputusan keuangan individu keputusan
seseorang atau individu untuk menentukan bagaimana cara mengelola sumber daya
(money) dari unit individual atau rumah tangganya.
Tujuan manajemen keuangan perusahaan adalah untuk memaksimalkan keuntungan
perusahaan, untuk menjaga arus kas, mempersiapkan struktur modal, dan mengurangi
biaya modal perusahaan. Sedangkan, tujuan manajemen keuangan individu adalah
untuk mengurangi sikap konsumtif yang tinggi, dan bisa memanfaatkan dana pribadi yang
ada agar memperoleh pendapatan yang lebih banyak.
2. Hubungan keputusan investasi dan keputusan pendanaan di dalam perusahaan adalah
Keputusan investasi sangat penting karena akan berpengaruh terhadap keberhasilan
pencapaian tujuan perusahaan dan merupakan inti dari seluruh analis keuangan. Keputusan
investasi sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dana perusahaan. Tujuan dari keputusan
pendanaan adalah cara perusahaan menentukan sumber dana yang optimal untuk mendanai
berbagai alternatif investasi, sehingga dapat memaksimalkan nilai perusaan yang tercermin
pada harga sahamnya.

Dari mana kita mengetahui kedua keputusan tersebut dilakukan oleh perusahaan?
Dimana perusahaan ingin memaksimumkan nilai perusahaan agar dapat
memakmurkan ivestornya, maka perlu diambil berbagai keputusan keuangan yang relevan
dan mempunyai pengaruh bagi peningkatan nilai perusahaan.
3. Kegunaan penilaian kinerja keuangan bagi suatu perusahaan yaitu:
a. Untuk mengukur prestasi yang dicapai oleh satu organisasi dalam suat periode tertent
yang mencerminka tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatannya
b. Selain digunaknuntuk melihat inerja organisasi secara keseluruhan, maka pengukutran
kinerja juga dapat digunakan untuk menilai kontribusi suatu bagian dalam pencapaian
tujuan perusahaan dalam keseluruhan
c. Dapat digunakan sebagai dasar penentuan strategi perusahaan untuk masa yag akan
datang
d. Memberi peunjuk dalam pembuata keputusan dan kegiatan organisasi pada umumnya
dan divisi atau bagian organisasi pada khususnya
e. Sebagai dasar penentuan kebijaksanaan penanaman modal agar dapat meningkatkan
efisiensi dan produktivitas perusahaan.

Penilaian kinerja yang saya ketahui adalah


Penilian kerja atas seseorang secara tunggal adalah semata-mata menilai kinerja
orang perorangan secara idividual tanpa membandingkannya dengan yang lain. Dan
penilaian kinerja atas kelompok adalah penilaian kinerja atas seseorang dibandingkan
dengan kinerja karyawan lain.
Teknik atau cara penilaian yaitu :
a Grafik skala kecepatan
b Memilih kecepatan yang dipaksakan
c Cara penilaian dengan esay
d Daftar pengecekan kinerja
e Teknik kejadian kritis
Kapan perusahaan itu perlu melakukan penilaian kinerja
a Perbaikan kinerja. Saat umpan balik kinerja bermanfaat bagi karyawan unyuk
memperbaiki kinerja mereka. Penilaian kinerja menjadi sebuah refleksi atas kinerja
yang mereka lakukan selama ini.
b Penyesuaian reward. Penilaian prestasi kerja dapat membantu dalam mengambil
keputusan dalam pemberian rewarding atau penghargaan bagi karyawan.
c Penempatan jabatan. Penilaian kinerja dapat dijadikan sebagai acuan untuk menaikan
jabatan karyawan atau menempatkan karyawan pada posisi yang tepat.
d Pelatihan dan pengembangan. Karyawan harus terus dilatih dan dikembangkan.
Penentuannya bisa didapatkan dari penilaian prestasi.
e Feedback untuk HRD. Hasil kinerja yang baik dan buruk pada perusahaan akan
mengindikasikan bagaimana jalannya fungsi departemen HRD di perusahaan.
4. kebijakan piutang dapat dijalankan ketika perusahaan menerapkan penjualan secara kredit,
atau tagihan perusahaan kepada pihak lain di masa yang akan datang karena terjadinya
transaksi di masa lalu. Walaupun pada dasarnya semua perusahaan dagang/industri
menginginkan penjualan cash, tetapi karena adanya keterbatasan daya beli masyarakat,
atau alasan lainnya dilakukan penjualan secara kredit.

kebijakan piutang menimbulkan tambahan modal dikarenakan Penjualan secara kredit


akan dapat meningkatkan omset penjualan, akan tetapi memiliki resiko tertundanya
penerimaan kas, sehingga membutuhkan investasi yang lebih besar. Selain itu dapat juga
mengakibatkan kerugian karena menunggak atau bahkan tidak tertagih. Semakin lama
piutang tertunggak akan semakin besar investasi yang dibutuhkan.
5. Pengertian modal kerja merupakaan modal yang digunakaan untuk melakukan kegiatan
operasi perusahaan. Modal kerja diartikan sebagai investasi yang ditanamkan dalam aktiva
lancar atau aktiva jangka pendek, seperti kas, bank, surat-surat berharga,piutang,persediaan
dan aktiva lancar.

Modal kerja mampu membiayai pengeluaran atau operasi perusahaan sehari-hari. Dengan
modal kerja yang cukup akan membuat perusahaan beroperasi secara ekonomis dan efesien
serta tidak mengalami kesulitan keuangan. Manfaat modal kerja menurut Munawir (2010:
116) adalah:

a Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva
lancar.
b Memungkinkan untuk dapat membayar semua kewajiban-kewajiban tepat pada
waktunya.
c Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani
para konsumen.
d Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih
menguntungkan kepada para langgananya
e Memungkinkan bagi perusaahan untuk dapat beroperasi dengan lebih efesien karena
tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang ataupun jasa yang dibutuhkan.
6. Dalam hubungannya dengan tingkat efisiensi perusahaan secara keseluruhan, maka
aktivitas pembelian bahan baku perlu direncakan dengan menggunakan metode yang tepat
agar perusahaan terhindar dari pemborosan biaya dan perusahaan dapat beroperasi lebih
efisien dimasa yang akan datang. Salah satu metode yang cukup efisien dalam dalam
mengelola pengendalian persediaan bahan baku adalah metode Economic Order Quantity
(EOQ). Metode EOQ merupakan salah satu metode yang paling sering diterapkan untuk
mengetahui jumlah persediaan bahan baku terbaik yang dibutuhkan perusahaan untuk
menjaga kelancaran produksinya dengan biaya yang efisien. Metode ini sering dipakai
karena mudah untuk dilaksanakan dan mampu memberikan solusi yang terbaik bagi
perusahaan, hal ini dibuktikan dengan menggunakan metode EOQ tidak saja diketahui
berapa jumlah persediaan yang paling efisien bagi perusahaan tetapi akan diketahui juga
biaya yang akan dikeluarkan perusahaan dengan persediaan bahan baku yang dimilikinya
dihitung dengan (Total Inventory Cost) dan waktu yang paling tepat untuk mengadakan
pembelian kembali (dihitung dengan Re-order Point).

Kebanyakan literatur persediaan mengatakan bahwa model EOQ mudah untuk diterapkan
apabila asumsi dasar dalam EOQ dipenuhi, yaitu :
a. Permintaan akan produk adalah konstan, seragam dan diketahui.
b. Harga per unit produk adalah konstan.
c. Biaya penyimpanan per unit per tahun adalah konstan.
d. Biaya pemesanan per pesan adalah konstan.
e. Waktu antara pesanan dilakukan dan barang-barang diterima adalah konstan.
f. Tidak terjadi kekurangan barang atau back order.
7. Diketahui:
Modal Sendiri = 2.500.000
Leverage / solvabilitas 40 % = 0,4
Bunga 20 % = 0,2
Total asset turn over = 5 kali

- Leverage
Modal sendiri
X=
Total aktiva
250.000.000
0,4 =
total aktiva
0,4 x total aktiva = 250.000.000
250.000.000
Total aktiva =
0,4
= 625.000.000 (Tahun 2015)

Penjualan
- Total Asset Turn Over =
Total Aktiva

penjualan
5 =
625.000.000

Penjualan = 3.125.000.000 (Tahun 2015)


Penjualan 2016 naik 75% dibandingkan dengan tahun 2015 maka:
75% x 3.125.000.000 = 2.343.750.000 sehingga diperoleh penjualan tahun 2016 yaitu
2.343.750.000 + 3.125.000.000 = 5.468.750.000
a. Tingkat penjualan 2016 sebesar Rp. 5.468.750.000

- Total Asset Turn Over naik sebesar 30% dibandingkan dengan tahun 2015 sehingga
diperoleh Total Asset Turn Over pada tahun 2016:
30
5 = 1,5 maka 5 + 1,5 = 6,5
100
Penjualan
- Total Asset Turn Over =
Total Aktiva

5.468.750.000
6,5 =
Total Aktiva

6,5 Total aktiva = 5.468.750.000


5.468.750.000
Total aktiva =
6,5
Total Aktiva = 841.346.000 (2016)
b. Total aktiva pada tahun 2016 yaitu sebesar Rp. 841.346.000

- Laba operasi 150.000.000


Pajak 30 %
30
Laba setelah pajak = x 150.000.000
100
= 45.000.000
= 150.000.000 - 45.000.000
= 105.000.000
Laba Bersih
- ROI = x 100 %
Total Aktiva
105.000.000
= x 100%
841.346.000
= 0,1248 x 100 %
= 12,48 %
c. Return on Investement (ROI) pada tahun 2016 yaitu 12,48 %

laba Bersih
- ROE = 100%
Modal Sendiri

250.000.000
= x 100%
841.346.000

= 29,71 %
d. Return on Equity (ROE) pada tahun 2016 yaitu 29,71 %
8. a.
n/80 n/60
Penjualan 3,000,000,000 3,000,000,000
Keuntungan 0 0
Rata-rata hari
pengumpulan piutang 80 60
Perputaran piutang 360:80 = 4.5 kali 360:60 = 6 kali
Rata-rata piutang 3,000,000,000 : 4.5 3,000,000,000 : 6
= 666.666.666 = 500,000,000
Investasi 0 50,000,000+20.000.000
= 70,000,000
Biaya modal 18% x 70,000,000
= 12,600,000
Manfaat:
Pengurangan Piutang 666,666,666 500,000,000 = 166,666,666
Pengorbanan:
Biaya Investasi + Biaya Modal 70,000,000 + 12,600,000 = 82,600,000
Manfaat Bersih 166,666,666 82,600,000 = 84,066,666
Kesimpulan:
Dengan menggunakan sistem baru perusahaan dapat menekan atau mengurangi piutang
beredar 84,066,666 selama periode 4 tahun. Jadi perusahaan boleh memakai sistem baru
ini.

b.
n/60 n/60
Penjualan 3,000,000,000 3,300,000,000
Keuntungan 0 0
Rata-rata hari
pengumpulan piutang 60 60
Perputaran piutang 360:60 = 6 kali 360:60 = 6 kali
Rata-rata piutang 3,000,000,000 : 6 3,300,000,000 : 6
= 500,000,000 = 550,000,000
Investasi 50,000,000+20.000.000 50,000,000+20.000.000
= 70,000,000 =70,000,000
Biaya modal 18% x 70,000,000 18% x 70,000,000
= 12,600,000 = 12,600,000
Pengorbanan:
Pengurangan piutang: 550,000,000 - 500,000,000 = 50,000,000
Manfaat Bersih 84,066,666 50,000,000 = 34,066,666
Kesimpulan:
Jika perusahaan meningkatkan penjualan sebesar 10% setiap tahun, maka rencana tersebut
tidak menguntungkan karena biaya modal yang dipakai cukup besar, yaitu biaya
pengoperasion sebesar 20,000,000 per tahun, biaya investasi sistem awal sebesar
50,000,000 dan umur ekonomis sistem hanya 4 tahun, sedangkan manfaat bersih hanya
menekan biaya piutang sebesar 34,066,666 atau sebesar 1% dari total penjualan kredit.
9. Penganggaran modal (capital budgeting) adalah proses menyeluruh menganalisa proyek-
proyek dan menentukan mana saja yang dimasukkan ke dalam anggaran modal. Keputusan
penggaran modal akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan
kehilangan fleksibilitasnya.
Langkah-langkah capital budgeting
a. Estimasi Arus Kas (cash flows): Arus Kas Masuk (inflows) dan Arus Kas keluar
(outflows).
b. memperhitungkan risiko dari arus kas tersebut (inflows dan outflows).
c. menentukan Cost of Capital (CoC) yang sesuai. CoC merupakan biaya yang timbul
dari setiap alternatif sumber dana yang digunakan untuk Capital Budgeting.
d. Analisis pendekatan investasi aset tetap. contohnya : IRR, ARR, PP, NPV etc.
e. Hasil investasi diterima jika NPV>0 dan atau IRR>WACC. WACC merupakan rata-
rata risiko dari seluruh sumber dana yang digunakan perusahaan sebagai modal.

Kelebihan metode NPV sebagai sarana penilaian terhadap kelayakan suatu rencana
investasi barang modal adalah penggunaan nilai waktu uang untuk menghitung nilai
sebenarnya cash flow yang diperoleh pada masa yang akan datang. Dengan demikian, dapat
diperoleh gambaran profitabilitas proyek yang lebih mendekati realitas. Kelebihan lainnya
adalah digunakannya discount faktor, biasanya merupakan salah suku bunga kredit yang
dipinjam investor untuk membiayai proyek. Dengan demikian, penggunaan metode ini
menjadi lebih fleksibel karena dapat disesuaikan dengan discount factor yang berubah-
ubah dari waktu ke waktu. Kriteria penerimaan atas investasi dengan metode ini adalah
diterima apabila NPV yang dihasilkan adalah positif, dan ditolak apabila nilai NPV negatif.
Kelemahan dari metode ini adalah perhitungan yang cukup rumit, tidak semudah
perhitungan payback period. Untuk perhitungannya diperlukan keahlian seorang financial
analis sehingga penggunaannya terbatas.

10 Diket :
INVESTASI : 200 juta
UMUR EKONOMIS : 4 Tahun
Laba Laba
Total Pajak Cash
Tahun Pendapatan Biaya Penyusutan Sblm stlh
Biaya 35% Flow
Pajak Pajak

1 2.000 1.000
400 1.400 600 210 390 790

2 2.000 1.000
400 1.400 600 210 390 790

3 2.500 1.250
400 1.650 850 298 553 953

4 2.500 1.250
400 1.650 850 298 553 953

1 Payback Periode
Investasi awal 2.000
Cassh Flow Thn 1 790
Sisa Investasi Thn ke 2 1.210
Cassh Flow Thn 2 790
Sisa Investasi Thn ke 3 420
Investasi yang ditutup tahun ke 3 5,29 bulan
Payback Periode = 3 tahun 5,29 bulan
Payback Periode < 4 tahun Proyek Fesible

2 NPV CF PV 17% PVCF


1 790 0,8547 675,214
2 790 0,7305 577,106
3 953 0,6244 594,713
4 953 0,5337 508,302
Total PVCF 2.355,334
Investment 2.000,000
NPV 355,334
3 PI 2.355,334
2.000,000
PI = 1,177667003
4 NPV CF PV 23% PVCF
1 790 0,8130 642,276
2 790 0,6610 522,176
3 953 0,5374 511,858
4 953 0,4369 416,145
Total PVCF 2.092,455
Investment 2.000,000
NPV 92,455

NPV CF PV 27% PVCF


1 790 0,7874 622,047
2 790 0,6200 489,801
3 953 0,4882 465,001
4 953 0,3844 366,142
Total PVCF 1.942,992
Investment 2.000,000
NPV (57,008)

IRR r1 PVNPV 1
1 PV2
( r 2 r 1)
r1 : 23%
NPV1 : 92,455
r2 : 27%
NPV2 : (57,008)

IRR = 23% + 92,455/(2092,455-1942,992)(27%-23%)


IRR = 25,47%