Anda di halaman 1dari 10

CAMPURAN ASPAL DENGAN ALAT MARSHALL

A. MAKSUD
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan ketahanan (stabilitas) terhadap kelelehan
plastis (flow) dari campuran aspal.

B. PERALATAN
a. 3 buah cetakan benda uji yang berdiameter 10 cm (4) dan tinggi 7,5 cm (3) lengkap
dengan pelat alas dan leher sambung.
b. Alat pengeluar benda uji. Untuk mengeluarkan benda uji yang sudah dipadatkan dari
dalam cetakan benda uji dipakai sebagai alat ejector.
c. Penumbuk yang mempunyai permukaan tumbuk rata berbentuk silinder, dengan berat
4,536 kg (10 pound), dan tinggi jatuh lebih bebas 45,7 cm (18)
d. Landasan pemadat terdiri dari balok kayu (jati atau yang sejenis) berukuran kira-kira
4520cm (8x 8x18) yang dilapisi dengan pelat baja berukuran 5,2cm (12x 12x1)
dan kaitkan pada lantai beton dengan 4 bagian siku. 203030
e. Silinder cetakan benda uji
f. Mesin tekan lengkap dengan
g. Kepala penekan berbentuk lengkung (breaking head)
h. Cincin penguji yang berkapasitas 2500 kg (5000 pound) dengan ketelitian 12,5 kg (25
pound) dilengkapi arloji tekan dengan ketelitian 0,0025 cm (0,0001)
i. Arloji kelelehan dengan ketelitian 0,25 mm (0,01) dengan perlengkapannya
j. Oven, yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (200 + 3) C
k. Bak perendam (waterbath) dilengkapi dengan pengatur suhu minimum 20 C
l. Perlengkapan lain:
Panci-panci untuk memanaskan agregat aspal dan campuran aspal
Pengukur suhu dari logam (metal thermometer) berkapasitas 250 C dan 100 C
dengan ketelitian 0,5 atau 1% dari kapasitas
Timbangan yang dilengkapi penggantung benda uji berkapasitas 2kg dengan
ketelitian 0,1 gr dan timbangan berkapasitas 5kg ketelitian 1gr
Kompor
Sarung asbes dan karet
Sendok pengaduk dan perlengkapan lain
C. BENDA UJI
a. Persiapan benda uji
Keringkan agregat, sampai beratnya tetap pada suhu (105 5)C.
Pisah-pisahkan agregat dengan cara penyaringan kering kedalam fraksi-fraksi yang
dikehendaki atau seperti berikut ini:
1 sampai
sampai 3/8
3/8 sampai No 4 (4,76 mm)
No 4 sampai No 8 (2,38 mm)
Lewat saringan No 8
b. Penentuan suhu pencampuran dan pemadatan
Suhu pencampuran dan pemadatan harus ditentukan sehingga bahan pengikat yang
dipakai menghasilkan viskositas seperti tabel:
c. Persiapan pencampuran
Untuk tiap benda uji diperlukan agregat sebanyak 1100 gram sehingga menghasilkan
tinggi benda uji kira-kira 6,25 cm 0,125 (2,5 0,05).
Panaskan panci pencampur beserta agregat kira-kira 28C diatas suhu pencampur
untuk aspal panas dan tar dan aduk sampai merata, untuk aspal dingin pemanasan
sampai 14C diatas suhu pencampuran.
Sementara itu panaskan aspal sampai suhu pencampuran. Tuangkan aspal
sebanyak yang dibutuhkan ke dalam agregat yang sudah dipanaskan tersebut.
Kemudian aduklah dengan cepat pada suhu sesuai dengan tabel sampai agregat terlapis
merata.
d. Pemadatan benda uji
Bersihkan perlengkapan cetakan benda uji serta bagian muka penumbuk dengan
seksama dan panaskan sampai suhu antara 93,3C dan 148,9C.
Letakkan selembar kertas saring atau kertas penghisap yang sudah digunting
menurut ukuran cetakan kedalam dasar cetakan, kemudian masukkan seluruh
campuran kedalam cetakan dan tusuk-tusuk campuran keras-keras dengan spatula
yang dipanaskan atau aduklah dengan sendok semen 15 kali keliling pinggirannya
dan 10 kali dibagian dalam.
Lepaskan lehernya, dan ratakanlah permukaan campuran dengan mempergunakan
sendok semen menjadi bentuk yang sedikit cembung. Waktu akan dipadatkan suhu
campuran harus dalam batas-batas suhu pemadatan seperti yang disebut dalam tabel.
Letakkan cetakan diatas landasan pemadat, dalam pemegang cetakan. Lakukan
dengan tinggi jatuh 45 cm (18), selama pemadatan tahanlah agar sumbu palu
pemadat selalu tegak lurus pada cetakan. Lepaskan keeping alas dan lehernya
baliklah alat cetak berisi benda uji dan pasang kembali lehernya dibalik ini
tumbuklah dengan jumlah tumbukan yang sama.
Sesudah pemadatan, lepaskan keeping alas dan pasanglah alat pengeluar benda uji
pada permukaan ujung ini.
Dengan hati-hati keluarkan dan letakkan benda uji diatas permukaan rata yang
halus, biarkan selama kira-kira 24 jam pada suhu ruang.

D. PROSEDUR PERCOBAAN
a. Membersihkan benda uji dari kotoran-kotoran yang menempel
b. Memberi tanda pengenal pada masing-masing benda uji
c. Mengukur benda uji dengan ketelitian 0,1 mm
d. Menimbang benda uji
e. Merendam kira-kira 24 jam pada suhu ruang
f. Menimbang dalam air untuk mendapatkan isi
g. Menimbang benda uji dalam kondisi kering permukaan jenuh
h. Merendam benda uji dalam kondisi aspal panas dalam bak perendam selama 30 sampai
40 menit atau panaskan didalam oven selama 2 jam dengan suhu tetap (601)C
untuk benda uji aspal panas dan (381)C untuk benda uji tar.
Untuk benda uji aspal dingin masukkan benda uji kedalam oven selama minimum 2
jam dengan suhu tetap (251)C.
Sebelum melakukan pengujian bersihkan batang penuntun (guide rod) dan
permukaan dalam dari kepala penekan (test heads). Lumasi batang penuntun
sehingga kepala penekan yang atas dapat meluncur bebas, bila dikehendaki kepala
penekan direndam bersama-sama benda uji pada suhu antara 21 sampai 38C.
Keluarkan benda uji dari bak perendam atau dari oven pemanas udara dan letakkan
kedalam segmen bawah kepala penekan. Pasang segmen atas diatas benda uji, dan
letakkan keseluruhannya dalam mesin penguji. Pasang arloji kelelehan (flow meter)
pada kedudukannya diatas salah satu batang penuntun dan atur kedudukan jarum
penunjuk pada angka nol, sementara selubung tangkai arloji (sleeve) dipegang teguh
terhadap segmen atas kepala penekan (breaking head). Tekan selubung tangkai arloji
selama pembebanan berlangsung.
i. Sebelum pembebanan diberikan, kepala penekan beserta benda ujinya dinaikkan
hingga menyentuh alas cincin penguji. Atur kedudukan jarum arloji tekan pada
angka nol.
Berikan pembebanan pada benda uji dengan kecepatan tetap sebesar 50 mm per
menit sampai pembebanan maksimum tercapai atau pembebanan menurut seperti yang
ditunjukkan oleh jarum arloji tekan dan catat pembebanan maksimum yang dicapai.
Lepaskan selubung tangkai arloji kelelehan (sleeve) pada saat pembebanan
mencapai maksimum dan catat nilai kelelehan yang ditunjukkan oleh jarum arloji.
Waktu yang diperlukan dan saat diangkatnya benda uji dari rendaman air sampai
tercapainya beban maksimum tidak boleh melebihi 30 detik.
Tabel Faktor Koreksi Stabilitas

Isi benda uji (cm) Tabel benda uji (mm) Angka korelasi
200-213 25,4 5,56
214-225 27 5.00
226-237 28,6 4,55
238-250 30,2 4,17
251-264 31,8 3,85
265-276 33,3 3,57
277-289 34,9 3,33
290-301 36,5 3,03
302-316 38,1 2,78
317-328 39,7 2,5
329-340 41,3 2,27
341-353 42,9 2,08
354-367 44,4 1,92
368-379 46 1,79
380-392 47,6 1,67
393-405 49,2 1,56
406-420 50,8 1,47
421-431 52,4 1,39
432-443 54 1,32
444-456 55,6 1,25
457-470 57,2 1,19
471-482 58,7 1,14
483-495 60,3 1,09
496-508 61,9 1,04
509-522 63,5 1
523-535 64 0.96
536-546 65,1 0,93
547-559 66,7 0,89
560-573 68,3 0,86
574-585 71,4 0,83
586-598 73 0,81
599-610 74,6 0,78
611-625 76,2 0,76
E. DATA PERCOBAAN
Ukuran Sampel
Tabel 1. Tinggi dan Berat Uji Sampel
Kadar Diameter Tinggi W Kering W dalam W jenuh
Benda Uji
Aspal (cm) (mm) Udara (gr) air (gr) (gr)
I
5%
II
I
6%
II
I
7%
II

Stabilitas dan Kelelehan


Tabel 2. Stabilitas dan Kelelehan Benda Uji
Kadar Arloji
Sampel
Aspal Stabilitas Kelelehan
I
5%
II
I
6%
II
I
7%
II

Total Agregat
Tabel 3. Kadar Agregat
Berat % Agregat Berat Agregat (gr)
Kadar Berat
Kadar Total
Agregat Aspal Medi
Aspal Agregat Kasar Medium Halus Kasar Halus
(%) (gr) um
(gr)
5% 95 55 1045 470.25 574.75
6% 94 66 1034 45% 55% 465.3 568.7
7% 93 77 1023 460.35 562.65
Tabel Perhitungan Komposisi Agregat untuk Campuran Marshall
Agregat
No Agregat Kasar Agregat Halus Filler Spesifikasi
Medium Total
saringan Tipe V
100% 0.45 100% 100% 0.55 100%
1 100
3/4 80-100
1/2 -
3/8 60-80
4 48-65
8 35-50
30 19-30
50 13-23
100 7-15
200 1-8

F. PENGOLAHAN DATA
Menghitung berat jenis agregat
100
BJ Bulk = =
% kasar % medium % halus
( )+( )+( )
BJ bulk kasar BJ bulk medium BJ bulk halus

100
BJ Apparent = =
% kasar % medium % halus
( )+( )+( )
BJ apparent kasar BJ apparent medium BJ apparent halus

BJ apparent kasar + BJ bulk


BJ Agregat = =
2

Menghitung berat jenis teoritis


100
BJ teoritis =
% agregat % aspal
(BJ agregat) + ( )
BJ aspal
Berat Jenis Aspal =
Kadar Aspal 5% 6% 7%
Berat Jenis Teoritis

Menghitung jumlah kandungan rongga


berat kering
Berat isi benda uji =
berat jenuh berat dalam air

Aspal 5% 6% 7%
I
Benda Uji
II

Jumlah Kandungan Rongga

Jumlah kandungan rongga


% aspal berat isi benda uji (100 % aspal) berat isi benda uji
= 100
BJ aspal BJ agregat

Kadar Aspal 5% 6% 7%

Jumlah Kandungan Rongga

Menghitung %rongga terhadap agregat


(100 %aspal thd campuran). (berat isi benda uji)
% rongga thd agg = 100
BJ agregat

Kadar Aspal Sampel % Rongga Rata-rata % rongga


terhadap Agregat terhadap agregat
I
5%
II
I
6%
II
I
7%
II

Menghitung % rongga terisi aspal


%aspal. (berat isi benda uji)
100
BJ aspal
% rongga terisi aspal =
% rongga terhadap agregat
Kadar Aspal 5% 6% 7%
% rongga terisi aspal

Menghitung % rongga terhadap campuran


100 . (berat isi benda uji)
% rongga thd campuran = 100
BJ teoritis
Kadar Rata-rata %
% Rongga terhadap
Aspal Sampel Rongga terhadap
Campuran
Campuran
I
5%
II
I
6%
II
I
7%
II 12.40

Menghitung nilai stabilitas


Angka Korelasi
Benda Uji Tinggi Tinggi rata-rata Angka
(mm) (mm) Korelasi

5% 1
2
6% 1
2
7% 1
2

Kalibrasi Alat = 17.25654


Stabilitas = pembacaan dial stabilitas kalibrasi alat korelasi tinggi

Contoh perhitungan aspal 5% benda uji 1 30 22.9072 0.837 = 575.2 kg/mm

Kadar Sampel Stabilitas Stabilitas Stabilitas kelelehan stabilitas/kelelehan Rata-rata s


aspal x x
kalibrasi korelasi
5% 1
2
1
6%
2
1
7%
2

Tabel Data minimum dan maksimum untuk menentukan komposisi aspal yang paling ideal
untuk campuran perkerasan jalan :
PARAMETER NILAI MINIMUM DAN
MAKSIMUM
% Rongga terhadap agregat Minimum 16%
% Rongga terhadap campuran 3% - 5%
Stabilitas x korelasi tinggi Minimum 550
Kelelehan 2 mm 4 mm
Stabilitas / kelelehan 200- 350