Anda di halaman 1dari 15

Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro

Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

LAPORAN PERCOBAAN 2

NO PERCOBAAN : JOB SHEET 2

JUDUL : HIGH-GAIN INVERTING VOLTAGE AMPLIFIER

NAMA PRATIKAN : RATNA WULANDARI

NIM : 3.33.16.1.20

KELAS / KELOMPOK : TK 2B / 1

TANGGAL PERCOBAAN : 31 OKTOBER 2017 & 7 NOVEMBER 2017

PENYERAHAN LAPORAN : 14 OKTOBER 2017

PENGAMPU : ABU HASAN, S.T.,M.T.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK TELEKOMUNIKASI

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

TAHUN 2017 / 2018


Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

PERCOBAAN - 2
PENGUAT TEGANGAN MEMBALIK DENGAN PENGUATAN TINGGI
(HIGH-GAIN INVERTING VOLTAGE AMPLIFIER)

1. Tujuan
Setelah melaksanakan praktikum, menyusun rankaian, memeriksa rangkaian dan
menganalisa data diharapkan mahasiswa dapat :
a. Menggunakan IC operasional amplifier, sebagai penguat membalik dengan
perolehan (gain) tinggi.
b. Menghitung nilai komponen yang diperlukan untuk rangkaian penguat membalik
c. Memperhitungkan dan mengukur penguatan, dan frekuensi cross over pada
kurva respon frekuensi.
d. Merancang rangkaian operasional amplifier sesuai dengan kebutuhan.

2. Dasar Teori

Rangkaian Inverting (Membalik)

Inverting untuk konfigurasi dimana masukan positip menghasikan keluaran negatip atau
masukan negatip menghasilkan keluaran positip. Rangkaian dari penguat operasional
inverting ditunjukkan dengan gambar berikut ini:
Rf

+ Vcc
R1
-
Vin

+ Vout

- - Vcc

Gambar 2.1. Rangkaian Penguat Membalik (Inverting)

Bila suatu tegangan DC (+VIN )dipasang pada masukan (-) lewat tahanan R1, maka arus I akan
mengalir seperti terlihat pada gambar 12. Arus dikendalikan oleh Op-Amp sedemikian rupa
sehingga tegangan jatuh pada R1 = VIN hal ini di mungkinkan karena disini digunakan teori
pengendalian dengan feed-back negatip (Tahanan Rf sebagai elemen feed-back negatip). Bila
2
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

tegangan pada input dan + kecil maka Op -Amp akan mengoreksi sedemikian rupa sehingga
selisih VIN - dengan VIN + sama dengan nol. Dengan demikian berlaku persamaan:

VIN = I.R1 Oleh karena arus I besarnya sama, maka


Rf
VOUT = -I.Rf. VOUT VIN
R1

Gain Op-Amp dengan konfigurasi inverting adalah :

VOUT Rf
A
VIN R1

tanda negatip disini menyatakan berbalik polaritas atau antara masukan dan keluaran berbalik
fasa 180, bila ditinjau dengan sinyal sinusoida.

Rangkaian Non Inverting (Tidak Membalik)

Non-Inverting untuk konfigurasi dimana masukan positip menghasilkan keluaran positip.


Atau masukan negatif menghasilkan keluaran negatif. Seperti halnya pada rangkaian
inverting, disinipun akan ditunjukan rumus gain dari rangkaian ini.

Rf

+ Vcc
R1
-

+ Vout

Vin
- - Vcc

Gambar 2.2. Rangkaian Non-Inverting

Tegangan positip VIN dihubungkan ke terminal masukan (+) Op-Amp, seperti halnya pada
rangkaian inverting beda tegangan pada masukan (-) dan (+) adalah sama dengan 0(nol),
sehingga tegangan masukan sama dengan tegangan jatuh pada R1 dan tegangan keluaran akan
3
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

sama dengan tegangan pada R1 ditambah dengan tegangan pada Rf. Untuk itu berlaku rumus
hubungan antara masukan dan keluaran sebagai berikut:
VIN = I.R1
VOUT = I(R1 +Rf)

R1 Rf
VOUT VIN
R1
VOUT R1 Rf Rf
Gain Op-Amp 1
VIN R1 R1

3. Alat dan Bahan yang Digunakan


a. IC MC 3403
b. Resistor berbagai nilai dari 100 hingga 1M .
c. Kapasitor dari 0,001F hingga 0,1F
d. CRO
e. Generator Fungsi 10 Hz s/d 1 MHz
f. Multimeter Analog & Digital
g. Catu Daya 15 Volt

4. Langkah Percobaan
1. Sebelum percobaan dimulai, isilah tabel 1 dengan menghitung R3, menghitung
perolehan (gain) dalam dB. Untuk nilai R tersebut.
Tabel 1 Pengamatan
Gain R1, K R2, K BW R3 Gain, terukur Gain, dB
1 10 10 1 MHz
10 1 10 100 KHz
100 1 100 10 KHz
1000 1 1000 1 KHz
5000

4
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

2. Siapkan catu daya ( Power Supply).


3. Pastikan catu daya pada kondisi OFF dan pengatur tegangan pada posisi minimum.
4. Hubungkan catu daya dengan tegangan jala-jala.
5. Buat rangkaian seperti berikut:

C1 100pF

R2

IC 3403
+15 Volt
R1
(2)
- (4)

(1)
Vin
(3)
C2 0,1uF + (11)
Vout

- -15 Volt
R3

Gambar 2.3. Rangkaian untuk percobaan 2 (Rangkaian Inverting)

6. Berikan sinyal kecil ke input (kira-kira 100mVp-p). Catatlah gain dari penguat.
Isilah tabel 1 untuk gain dan BW terukur.
7. Ukurlah impedansi input pada gain 100. Dengan cara memasang resistor seri
dengan generator fungsi. Ukurlah beda tegangan yang terjadi pada resistor seri
tersebut.
8. Dengan mengganti nilai C1, buatlah agar penguat mempunyai frekuensi cross
over pada frekuensi tinggi sbesar 12 KHz. Catat besarnya kapasitor tersebut.
9. Dengan mengganti nilai C2, buatlah agar penguat mempunyai frekuensi cross
over pada frekuensi rendah sebesar 10 Hz. Catat besarnya kapasitor tersebut.
Apakah ada perubahan pada roll off frekuensi tingginya? Berapa BandWidth
rangkaian?
10. Tentukan nilai. R1 dan R2 untuk penguatan tegangan 5000 pada 1 KHz

5
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

5. Lembar Kerja
Tabel 1 Pengamatan
Gain R1, K R2, K BW R3, K Gain, terukur Gain, dB
1 10 10 1 MHz 5 1,104 0,85
10 1 10 100 KHz 0,9 9,91 19,92
100 1 100 10 KHz 0,9 0,095 -20,455
1000 1 1000 1 KHz 0,9 93,33 38,35

Tabel 2 R1= 10 K R2 = 10 K R3= 5 K Tabel 3 R1= 1 K R2 = 10 K R3= 1 K


Frekuensi Vin Vout Frekuensi Vin Vout
10 Hz 20,4 V 18,4 V 10 Hz 100 mV 940 mV
100 Hz 20,6 V 19,2 V 100 Hz 120 mV 940 mV
1 KHz 20 V 18 V 1 KHz 80 mV 760 mV
10 KHz 19,6 V 15,6 V 10 KHz 60 mV 480 mV
100 KHz 7,2 V 2,4 V 100 KHz 26 mV 38 mV
1 MHz 3,6 V 1,2 V 1 MHz 20 mV 14,28 mV

Tabel 4 R1= 1 K R2 = 100 K R3= 1 K Tabel 5 R1= 1 K R2 = 1000 K R3= 1 K


Frekuensi Vin Vout Frekuensi Vin Vout
10 Hz 104 mV 10,62 V 10 Hz 94,02 mV 32,4 V
100 Hz 104 mV 10,3 V 100 Hz 97,68 mV 28,68 V
1 KHz 102 mV 7,72 V 1 KHz 92,42 mV 10,12 V
10 KHz 72 mV 800 mV 10 KHz 62,20 mV 800 mV
100 KHz 70 mV 706 mV 100 KHz 24,9 mV 200 mV
1 MHz 60 mV 650 mV 1 MHz 5 mV 200 mV

Tabel 6 Cross Over


R1, K R2, K R3, K C Vin Vout F (KHz)
10 10 5 4,7 nF 18,4 V 280 V 12
1 10 1 100 pF 114 mV 71 mV 12
1 100 1 330 pf 102 mV 72 mV 12
1 1000 1 22 nF 44mv 60 mV 12

6
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

Gambar Gelombang Tabel 2 R1= 10 K R2 = 10 K R3= 5 K

Frekuensi : 10 Hz Frekuensi : 100 Hz

Frekuensi :1 KHz Frekuensi : 10 KHz

Frekuensi : 100 KHz Frekuensi : 1000 KHz

7
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

Gambar Gelombang Tabel 3 R1= 1 K R2 = 10 K R3= 1 K

Frekuensi : 10 Hz Frekuensi : 100 Hz

Frekuensi : 1 KHz Frekuensi : 10 KHz

Frekuensi : 100 KHz Frekuensi : 1000 K Hz

8
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

Gambar Gelombang Tabel 4 R1= 1 K R2 = 100 K R3= 1 K

Frekuensi : 10 Hz Frekuensi : 100 Hz

Frekuensi : 1 KHz Frekuensi : 10 KHz

Frekuensi : 100 KHz Frekuensi : 1000 KHz

9
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

Gambar Gelombang Tabel 5 R1= 1 K R2 = 1000 K R3= 1 K

Frekuensi : 10 Hz Frekuensi : 100 Hz

Frekuensi : 1 KHz Frekuensi : 10 KHz

Frekuensi : 100 KHz Frekuensi : 1000 KHz

10
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

Gambar Gelombang Cross Over

Cross Over R1= 10 K R2 = 10 K Cross Over R1= 1 K R2 = 10 K

Cross Over R1= 1 K R2 = 100 K Cross Over R1= 1 K R2 = 1000 K

6. Tugas dan Pertanyaan

A. Tugas
1. Rancanglah dua sistem penguat yang, keduanya memiliki dua masukan yang sama
tetapi keluarannya berbeda fasa 180, dan kedua keluarannya mempunyai
amplitudo yang sama. Kedua penguat tersebut memiliki titik roll off pada 3 KHz.
Hitunglah gain dalam dB dari kedua penguat tersebut.
B. Pertanyaaan
1. Jika anda menggunakan IC linier opamp sebagai penguat inverting, sinyal
masukan diumpankan ke kaki
2. Pada penguat inverting, jika resistor umpan balik R2 = 200 Kohm, dan R1 = 1
Kohm, maka penguatan dari penguat tersebut akan sama dengan ..
3. Dari data komponen IC MC3403, impedansi input typical adalah sebesar
11
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

4. Dengan mengganti kapasitor yang terpasang pada umpan balik akan menyebabkan
perubahan pada batas frekuensi ..
Jawab :
A. Tugas
1.

Diketahui : R1 = 300 // 330 K


Rf = 2,2 M // 56 K
Ditanya : Gain

Jawab : Gain =

= 182,1985816
dB = 20 log 182,1985816
= 45,21 dB

12
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

Diketahui : R1 = 5 K // 100 K
Rf = 30 K
Ditanya : Gain

Jawab : Gain =

= 6,3
dB = 20 log 6,3
= 15,98681099

B. Pertanyaaan
1. Sinyal masukan masuk kedalaman kaki IC nomor 2.

2. A= -

=- = - 200 Kali
3. Jadi impedansi input typical sebesar 2,0 V dan 30 nA
4. Batas frekuensi akan berubah sesuai besar kapasitor, karena antara frekuensi
dan kapasitansi berbanding terbalik. Untuk mendapatkan suatu impedansi yang
tetap. Sesuai dengan persamaan : Xc = maka, jika kapasitor semakin

besar maka nilai impedansi semakin kecil, dan sebaliknya.

7. Analisis Data

13
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

14
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Teknik Elektro
Prodi Teknik Telekomunikasi Praktek Elektronika Telekomunikasi

8. Kesimpulan

15