Anda di halaman 1dari 16

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DAN KEAKTIFAN

DATANG KE POSYANDU DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA


TODDLER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BABAKAN SARI
KELURAHAN KEBON JAYANTI KOTA BANDUNG

SKRIPSI
Diajukan Untuk Menyelesaikan Pendidikan
Program Studi Strata 1 Ilmu Keperawatan

Disusun oleh :
FINDRA ALFYANTI
NIM. 4002130077

PROGRAM STUDI STRATA 1 ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DHARMA HUSADA
BANDUNG
2017
DAFTAR PUSTAKA BAB I

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar


(RISKESDAS). Jakarta; 2013.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar


(RISKESDAS) Dalam Angka Provinsi Jawa Barat. Jakarta; 2013.

Depkes RI, 2011. Pedoman Umum pengelolaan Posyandu. Jakarta: Departemen


Kesehatan RI dan Kelompok Kerja Oprasional (POKJANAL POSYANDU)

Depkes RI. 2015. Artikel 25 Januari Hari Gizi Nasional


.(http://www.depkes.go.id/article/view/15012300021/25-januari-hari-gizi-
nasional.html#sthash.2IRx1z0I.dpuf)

Hasan.,N.,A.,O. (2013) Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Partisipasi Ibu


Dalam Kegiatan Posyandu di Kelurahan KayuMerah Kecamatan Limboto
Kabupaten Gorontalo. Available from
http://www.google.com/kim.ung.ac.id/index.php/KIMFIKK/article/download

Izwardy, Doddy. 2015. Tantangan Program Gizi di Indonesia. Kementrian

Kesehatan available from http://mca-indonesia.go.id/wp-

content/uploads/2015/01/20150126-Presentasi-Direktur-Bina-Gizi1.pdf

Ismawati, Cahyo, S., dkk, 2010, Posyandu dan Desa Siaga. Nuha Medika,
Yogyakarta.

Kementrian kesehatan RI. 2012. Artikel Dukungan Penyelenggaraan Bulan


Penimbangan. Available from http://www.gizi.depkes.go.id/dukungan-
penyelenggaraan-bulan-penimbangan
Kementrian Kesehatan RI. 2016. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015. Jakarta
: Kementrian Kesehatan RI

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Pusat Promosi Kesehatan. 2012. Ayo

Ke Posyandu Setiap Bulan. Jakarta : Kemenkes RI

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2015. Rencana Strategis Kementrian

Kesehatan Tahun 2015-2019. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI

Maimonah, Munifatul. 2009. Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Kebutuhan

Gizi PadaBalita Di Wilayah Posyandu Klurahan III Desa Klurahan Kecamatan

Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Available from

https://www.scribd.com/doc/139258933/KTI-Gambaran-Pengetahuan-Ibu-

Tentang-Kebutuhan-Gizi-Balita

Notoatmojo, soekidjo 2010, Promosi Kesehatan : Teori dan Aplikasi (Edisi Revisi

2010), Rineka Cipta, Jakarta.

Rahmawati, S. 2010. Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Seimbang

dengan Status Gizi Balita (1-5 tahun )di Desa Sumurgeneng Wilayah Kerja

Puskesmas Jenu-Tuban. Stikes Nu Tuban. Available from

http://lppm.stikesnu.com/wp-content/uploads/2014/02/1-Jurnal-Bu-Eva-nurul-f-

klik.pdf
DAFTAR PUSTAKA BAB II

Achmad Djaeni Sediaoetama. 2008. Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jilid

1. Jakarta : Penerbit Dian Rakyat

Adisasmito, W. 2008. Sistem Kesehatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Asdhany, C. & Kartini, A. 2012. Hubungan Tingkat Partisipasi Ibu dalam

Kegiatan Posyandu dengan Status Gizi Anak Balita (Studi di Kelurahan

Cangkiran Kecamatan Mijen Kota Semarang. Journal of Nutrition College.

Diakses pada tanggal 10 November 2016

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=74309&val=4711

Atikah, dkk. 2010. Ilmu Gizi Untuk Keperawatan dan Gizi Kesehatan.

Yogyakarta : Nuha Medika

Departemen kesehatan RI (2006). Pedoman pelaksanaan stimulasi deteksi dini dan

intervensi dini tumbuh kembang anak ditingkat pelayanan kesehatan dasar.

Jakarta : Depkes RI

Departemen Kesehatan RI. 2008. Petunjuk Teknis Standart Pelayanan Minimal

Bidang Kesehatan di Kabupaten atau Kota: Peraturan Menteri Kesehatan RI

Nomor 828/Menkes/SK/IX/2008. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.


Departemen Kesehatan RI. 2009. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta:

Depertemen Republik Indonesia

Djais, Julistio. 2014. Artikel Gizi dan Perkembangan Kecerdasan Anak. Available
from http://web.rshs.or.id/gizi-dan-perkembangan-kecerdasan-anak/ diakses pada
tanggal 28 November 2016

Kementerian Kesehatan RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta : Kementrian

Kesehatan RI

Kementrian Kesehatan RI, Direktorat Jendral Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan
Anak. 2010a. Keputusan Mentri Kesehatan Tentang Standar Antropometri
Penilaian Status Gizi Anak.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jendreral Bina Kesehatan


Masyarakat. 2010b. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang
Penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) Bagi Balita.Available from
http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2012/05/Pedoman-Penggunaan-
KMS_SK-Menkes.pdf diakses pada tanggal 30 November 2016

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Pusat Promosi Kesehatan. 2012. Ayo

Ke Posyandu Setiap Bulan. Jakarta : Kemenkes RI

Madanijah, S. & Triana, N. 2007. Hubungan antara Status Gizi Masa Lalu Anak

dan Partisipasi Ibu di Posyandu dengan Kejadian Tuberkulosis pada Murid

Taman Kanak-Kanak. Jurnal Gizi dan Pangan diakses pada tanggal 9 November

2016 http://download.portalgaruda.org/article.php?article=5398&val=199

Mubarak, Wahit Iqbal, dkk. 2007. Promosi Kesehatan Sebuah Pengantar Proses

Belajar Mangajar dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Notoatmodjo,S. 2010a. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.


Notoatmodjo, S. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka

Cipta.

Runjati, 2011. Asuhan Kebidanan Komunitas. EGC. Jakarta.

Suryaningsih, Hesti. 2012. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku

Kunjungan Ibu Bayi dan Balita Ke Posyandu di Puskesmas Kemiri Muka Kota

Depok Tahun 2012. Diakses pada tanggal 10 November 2016

file:///D:/Kuliah/digital_20319771-S-Hestri%20Suryaningsih.pdf

Wawan A dan Dewi M. 2010. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan

Perilaku Manusia. Nuha Medika, Yogyakarta.

Yuliana, Wahyu W. 2014. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Ibu

Yang Mempunyai Anak Usia Prasekolah Dalam Membawa Anak Ke Posyandu

Wilayah Kerja Desa Giriroto diakses tanggal 9 November 2016

http://digilib.stikeskusumahusada.ac.id/files/disk1/12/01-gdl-worowahyuy-561-1-

skripsi-).pdf
DAFTAR PUSTAKA BAB III

Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Hidayat, A. 2011. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis. Jakarta :

Salemba Medika.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta :

Rineka Cipta.

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. (Edisi Revisi).

Jakarta : Rineka Cipta.


Kuesioner

A. Data Umum

1. Ibu

a. Kode Responden :

b. Nama ibu :

c. Alamat :

d. Umur ibu :

e. Pendidikan terakhir :

SD Perguruan tinggi

SLTP Tidak Sekolah

SLTA

f. Pekerjaan :

IRT Wirausaha

PNS Lain-lain .

Karyawan Swasta

g. Penghasilan :

< Rp. 1.000.000

Rp. 1.000.000 s/d Rp. 2.000.000

> Rp. 2.000.000

h. Jumlah anak :

2. Anak

a. Nama anak :
b. Jenis kelamin : Laki-laki / Perempuan

c. Umur anak :

d. Anak ke :

e. Berat badan anak (lihat pada Kartu Menuju Sehat)

1) Bulan ini :

2) 1 bulan sebelumnya :

3) 2 bulan sebelumnya :

3. Frekuensi kehadiran ibu di posyandu (lihat pada Kartu Menuju Sehat)

Jumlah kehadian 8 kali dalam 1 tahun terakhir

Jumlah kehadiran < 8 kali dalam 1 tahun terakhir


Kuesioner pengetahuan ibu tentang gizi

1. Apa yang ibu ketahui tentang makanan sehat .

a. Makanan yang mengenyangkan

b. Makanan yang mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari

c. Makanan yang rasanya enak dan bersih

2. Gizi seimbang adalah

a. Mengkonsumsi makanan yang bermacam-macam

b. Mengkonsumsi banyak makanan dengan nilai gizi tinggi

c. Mengkonsumsi makanan dengan zat gizi sesuai kebutuhan

3. Zat zat gizi yang terdapat dalam makanan terdiri atas

a. Karbohidrat, protein, vitamin

b. Karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air

c. Karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan air

4. Makanan yang dapat mencukupi kebutuhan dalam 1 hari

a. Nasi, lauk pauk, sayur, buah, susu

b. Nasi, lauk pauk, buah, air putih, sayur

c. Nasi, lauk pauk, susu, vitamin

5. Berikut ini makanan yang bukan sumber karbohidrat

a. Ubi dan kentang

b. Makaroni dan mie

c. Daging

6. Berikut ini yang termasuk fungsi protein adalah

a. Pembentukan jaringan baru


b. Melancarkan pencernaan

c. Membantu dalam proses pembekuan darah

7. Zat yang dapat melarutkan Vitamin vitamin A, D, E dan K adalah

a. Karbohidrat

b. Lemak

c. Protein

8. Pemberian makanan pada anak sebaiknya disesuaikan dengan

a. Kesenangan anak

b. Sesuai makanan keluarga

c. Usia dan kebutuha gizi

9. Frekuensi pemberian makanan bagi anak adalah

a. 3x sehari

b. 2x sehari

c. 1x sehari

10. Jam makan yang merupakan cadangan energy terbesar dan tidak boleh

dilewatkan adalah

a. Makan pagi

b. Makan siang

c. Makan malam

11. Saat anak sedang makan sebaiknya

a. Sambil menonton TV dan bermain

b. Duduk dan fokus pada makanannya

c. Memberikan makanan lain selain makanan pokok


12. Apa yang dilakukan ibu jika anak sulit makan

a. Memodifikasi makanan yang tidak disukai anak

b. Membiarkannya sampai anak merasa lapar

c. Memberikan makanan sesuai keiginan anak

13. Anak usia 1-3 tahun membutuhkan kalori sebanyak

a. 2200 kkal/hari

b. 1750 kkal/hari

c. 1125 kkal/hari

14. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan

a. Tulang dan gigi kerpopos

b. Kulit kusam

c. Penurunan penglihatan

15. Anak yang sering mengalami sariawan dan gusi berdarah disebakan

karena kekurangan gizi

a. Zat Besi

b. Vitamin C

c. Vitamin D

16. Asi diberikan pada anak usia

a. < 1 tahun

b. 1-2 tahun

c. > 2 tahun

17. Berapa banyak jumlah makanan dalam 1 sehari untuk anak usia 1-3

tahun
a. 1,5 mangkok, 1 ekor ikan, 2 tempe, semangkok sayur, seiris buah

papaya, segelas susu

b. 2 mangkok, 1 ekor ikan, 1 tahu, semangok sayur, 2 iris buah

papaya, 2 gelas susu

c. 2 mangkok, sepotong ikan, 2 tempe, semangkok sayur, seiris buah

papaya, 2 gelas susu

18. Pengolahan bahan makan adalah

a. Dipotong-dikupas-dicuci

b. Dicuci-dikupas-dipotong

c. Dikupas-dicucu-dipotong

19. Cemilan diberikan pada saat

a. Anak merengek

b. Sebelum tidur

c. Di antara rentang jam makan

20. Pada saat memasak sayur, garam apakah yang ibu gunakan

a. Garam laut

b. Garam yodium

c. Garam batangan

21. Apakah penyakit yang akan diderita apabila orang kurang

mengkonsumsi garam yodium

a. Darah tinggi

b. Gondok

c. Amandel
22. Status gizi yang baik pada anak dapat dilihat dari

a. Dilihat dari kesesuaian berat badan dan tinggi badan

b. Tampak pada anak yang aktif

c. Anak yang perkembangan motoriknya baik

23. Informasi tentang gizi didapatkan ibu dari

a. Televisi, media online, surat kabar

b. Tenaga kesehatan dan kader posyandu

c. Dari orangtua

24. Bagaimana cara ibu memantau pertumbuhan anak

a. Datang ke posyandu setiap bulan

b. Mengira-ngira berat badan dan tinggi badan anak

c. Datang ke pelayanan kesehatan bila anak sakit saja

25. Kebiasaan yang dilakukan untuk menjaga kualitas makanan yang

masuk kedalam tubuh

a. Menutup makanan yang disajikan

b. Mencuci tangan sebelum makan

c. Menggunakan alat dan bahan makanan yang steril


Surat permohonan menjadi responden

Kepada Yth.
Calon responden penelitian
Di Tempat

Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini
CATATAN BIMBINGAN

Pembimbing I : Ns. Annisa Nur Erawan, S.Kep., MSN

Pebimbing II : Dra. Hj. Laelasari, MARS

No Hari/Tanggal Catatan Pembimbing Paraf

Pembimbing