Anda di halaman 1dari 6

TUGAS INDIVIDU

KONSEKUENSI EKONOMI DAN TEORI AKUNTANSI POSITIF

Dosen Pengampu:

Sutrisno T, Dr., Prof., Ak., CA

Disusun Oleh:

HAISYAH

NIM. 160020110011016

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
TAHUN 2017

1
A. Teori Akuntansi

Teori akuntansi merupakan cabang ilmu akuntansi yang terdiri dari pernyataan sistematik
tentang prinsip dan metodologi yang membedakan dengan praktik. Vernon kam (1986)
menganggap bahwa teori akuntansi merupakan suatu sistem yang komprehensif dimana
termasuk postulat dan teori yang berkaitan dengannya. Vernon kam membagi unsur teori dalam
beberapa elemen, yakni: postulat dan asumsi dasar, definisi, tujuan akuntasi, prinsip atau
standar, dan prosedur atau metode-metode.

Vernon Kam mengutarakan fungsi dari adanya teori kuntansi sebagai berikut:

1. Menjadi pegangan bagi lembaga penyusunan standar akuntansi dalam menyusun


standarnya.
2. Memberikan dasar kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal
tidak adanya standar resmi.
3. Menentukan batas batas dalam hal melakukan judgment dalam penyusunan laporan
keuangan.
4. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang
disajikan pada laporan keuangan.
5. Meningkatkan kualitas laporan yang dapat diperbandingkan dengan laporan
sebelumnya.

Menurut Hendriksen (1982) kegunaan dari teori akuntansi sebagai berikut:

1. Memberikan kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktik
akuntansi.
2. Memberikan pedoman terhadap praktik dan prosedur akuntansi yang baru.

B. Sifat-sifat Teori akuntansi

Teori akuntansi memiliki beberapa sifat, antara lain:

1. Merupakan seperangkat prinsip yang logis, saling terkait dan membentuk kerangka
umum
2. Berkaitan erat dengan penyusunan kebijakan dalam akuntansi
3. Harus mencakup semua literatur akuntansi yang memberikan pendekatan yang
berbeda-beda antara satu sama lain
4. Harus dapat memberikan penjelasan tentang praktik akuntansi, menjawab dan
menjelaskan semua fenomena yang menjadi melatar belakang dari penerapan suatu
metode dalam praktik akuntansi.
5. Harus dapat menjelaskan mengapa perusahaan lebih cenderung menggunakan metode
LiFO dari pada FIFO dalam menilai persediaannya
6. Harus bisa memprediksi bahkan menemukan gejala akuntansi yang belum diketahui
7. Sangat penting dalam menyusun dan memverifikasi prinsip akuntansi

2
C. Teori dan Pembuatan Kebijakan Akuntansi

Teori akuntansi sangat berkaitan dengan penyusunan kebijaksanaan akuntansi. Teori


bersama dengan faktor politik dan kondisi serta system ekonomi akan menentukan pembuatan
kebijakan .Dalam penyusunan kebijaksanaan akuntansi yang akan dijadikan sebagai dasar
dalam praktik atau teknik akuntansi dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya:

1. Teori akuntansi
2. Faktor politik
3. Kondisi ekonomi

Teori akuntansi dapat bermanfaat jika rumusan teori itu dapat dijadikan sebagai alat untuk
meramalkan apa yang akan diharapkan mungkin terjadi di masa yang akan datang. Jika seperti
itu sudah seharusnya setiap Negara harus memiliki dan merumuskan teori akuntansinya sendiri
yang disimpulkan dari kondisi dan fenomena ekonomi social yang dimilikinya, bukan malah
mengambil alih sepenuhnya dari susunan teori akuntansi Negara lain.

Hadibroto dalam Media Akuntansi 1988 menekankan pentingnya teori akuntansi. Menurut
Hadibroto ada sinyalemen yang berkembang yang menganggap bahwa seolah teori akuntansi
tidak dibutuhkan. Alasan yang menjadi dasar dari pemikiran ini ialah bahwa akuntansi bukanlah
merupakan suatu disiplin ilmu yang menjelaskan semua gejala gejala akuntansi di dalam
praktiknya. Akuntansi memiliki sifat teknis dan procedural. Pandangan ini salah, karena teori
akuntansi dapat memberikan penjelasan mengenai praktik akuntansi, menjawab, dan
menjelaskan semua fenomena yang menjadi latar belakang penerapan suatu metode dalam
praktik akuntansi.

Hendriksen menilai teori akuntansi sebagai suatu susunan prinsip umum akan dapat
memberikan efek:

1. Memberikan kerangka acuan yang umum dari mana praktik akuntansi ini dinilai
2. Teori akuntansi yang dirumuskan tidak akan bisa mengikuti perkembangan ekonomi,
sisial, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang demikian cepat.

D. Metode Perumusan Teori

Merumuskan teori akuntansi atau melakukan penelitian akuntansi harus memiliki metode
tersendiri. Belkaoui dan Godfrey mengemukakan dalam literature yang dikenal beberapa
metode berikut:

1. Metode Deskriptif atau Pragmatic

Dalam metode deskriptif, akuntansi dianggap sebagai seni yang tidak dapat
dirumuskan, karenanya metode perumusan teori akuntansi harus bersifat menjelaskan
atau descriptive dan menganalisis praktik yang ada dan diterima sekarang.

3
2. Psychological Pragmatic

Dalam Psychological Pragmatic, di lakukan pengamatan mengenai reaksi dari


pemakai laporan keuangan terhadap output akuntansi, laporan keuangan yang disusun
dari berbagai aturan, standar, prinsip atau pedoman. Bidang ini disebut juga behavioral
accounting.

3. Metode Normatif (1950-1960)

Dalam metode normatif, akuntansi dianggap sebagai norma peraturan yang harus
diikuti tidak peduli apakah berlaku atau dipraktikan sekarang atau tidak.

4. Metode Positive (1970)

Ini merupakan suatu metode yang diawali dari suatu metode ilmiah yang sedang
berlaku atau diterima umum. Berdasarkan teori positive, dapat dirumuskan problem
penelitian untuk mengamati perilaku atau fenomena nyata yang tidak ada dalam teori.

E. Pendekatan Dalam Perumusan Teori

Menurut Godfrey, dalam mengaitkan antara teori dengan kenyataan , dikenal dengan tiga
jenis hubungan:

1. Syntactic - Teori syntactic dirumuskan dengan garis logis. Hubungan itu dirumuskan
dalam bentuk aturan seperti pada aturan bahasa, aturan matematik, dan lainnya.

2. Semantic - Teori semantik menghubungkan konsep dasar dari suatu teori ke objek yang
nyata. Hubungan ini dituangkan dalam bentuk aturan yang sesuai atau definisi
operasional. Teori ini menyangkut hubungan kata, tanda, atau symbol dari kenyataan
sehingga teori itu lebih mudah dipahami, realistis, dan mempunyai arti.

3. Pragmatic - Tidak semua teori memiliki aspek pragmatis. Dalam hal ini pragmatis itu
berkaitan dengan pengaruh kata-kata, symbol terhadap manusia. Akuntansi dianggap
memiliki kemampuan mempengaruhi perilaku pada manusia. Teori harus dapat
merumuskan kebenaran. Karenanya teori harus selalu diuji. Tiga kriteria atau pihak atau
sumber yang memiliki wewenang dalam menentukan kebenaran atas suatu teori, yakni:

4. Dogmatic - Digmatic merupakan kebenaran yang dikatakan dengan benar karena


disampaikan oleh ahli yang memenang memiliki wewenang untuk menyampaikan
kebenaran dan ini tidak perlu diuji lagi. Keyakinan pada kebenaran ini hanya berdasar
pada kepercayaan, keyakinan, atau iman seseorang. Contohnya keyakinan dalam
beragama, karisma seseorang, jabatan, dan lain sebagainya.

5. Self evidence - Self evidence merupakan kebenaran yang disampaikan dari suatu teori
yang dapat dibuktikan oleh pengetahuan umum, pengamatan, atau pengalaman.

4
6. Scientific - Kebenaran ini disampaikan dari suatu teori yg dibuktikan lewat metode
ilmiah. Teori dirumuskan, diuji, lalu di lakukan berulang secara terus-menerus.

F. Perumusan Teori Akuntansi

Dalam literature dikenal beberapa pendekatan dalam merumuskan teori akuntansi. Masing
masing penulis literatur memberikan metode yang diikutinya. Beberapa pendekatan dalam
perumusan teori akuntansi menurut Belkaoui sebagai berikut :

Pendekatan informal. Pendekatan ini terbagi dari:

1. Pragmatis, praktis, dan non teoritis

Dalam metode ini perumusan teori akuntansi berdasarkan atas keadaan dan praktik
di lapangan. Yang menjadi bahan pertimbangan adalah hal-hal apa yang berguna untuk
menyelesaikan persoalan secara praktis.

2. Pendekatan otoriter

Dalam metode pendekatan otoriter, yang merumuskan teori akuntansi ialah


organisasi profesi yang mengeluarkan pernyataan pernyataan yang mengatur praktek
akuntansi.

Pendekatan Teoritis terbagi dari:

1. Deduktif

Pendekatan deduktif merupakan perumusan yang dimulai dari perumusan dalil dasar
akuntansi (postulat dan prinsip akuntansi) dan selanjutnya diambil kesimpulan logis
tentang teori akuntansi mengenai hal yang dipersoalkan. Pendekatan ini dilakukan
dalam rangka penyusunan struktur akuntansi dimana dirumuskan dulu tujuan laporan
keuangan, rumuskan postulat, lalu prinsip, dan akhirnya lebih khusus menyusun teknik
akuntansi atau standar akuntansi.

2. Induktif

Dalam pendekatan ini, penyusunan teori akuntansi didasarkan pada beberapa


observasi dan pengukuran khusus dan akhirnya dari berbagai sampel dirumuskan
fenomena yang seragam atau berulang dan diambil kesimpulan umum atau postulat dan
prinsip akuntansi. Tahapan tahapan yang dilalui adalah:

Mengumpulkan semua observasi


Menganalisis golongan observasi
Penarikan kesimpulan umum
Pengujian kesimpulan umum

5
a. Etik

Dalam pendekatan perumusan akuntansi digunakan konsep kewajaran, keadilan,


pemilikan dan kebenaran. Menurut D.R. Scott kriteria yang mesti digunakan dalam
perumusan teori akuntansi ialah keadilan dengan memperlakukan pihak yang berkaitan
secara adil.

b. Sosiologis

Yang menjadi perhatian utama dalam perumusan teori akuntansi ini ialah dampak social
dari teknik akuntansi. Jadi yang menjadi perhatian bukan pemakai langsung, namun juga
masyarakat secra keseluruhan.

c. Makro Ekonomi

Pendekatan ekonomi dalam perumusan teori akuntansi ialah menekankan pada control
perilaku indikator makro ekonomi yang menghasilkan perumusan teori akuntansi. Maka
Dengan demikian, pemilihan teknik akuntansi didasarkan pada dampak ekonomi nasional.
Dan dapat disimpulkan bahawa teknik dan kebijakan akuntansi harus dapat
menggambarkan realitas ekonomi & pilihan terhadap teknik akuntansi harus tergantung
pada konsekuensi ekonomi.

Dari literature lain kita juga mengenal pendekatan komunikatif dalam perumusan teori
akuntansi. Pendekatan ini sendiri dikembangkan oleh Bedfourd dan Baldouni yang
menganggap akuntansi merupakan sebagai suatu system yang terpadu dalam proses
komunikasi. Disini dirumuskan informasi apa yang perlu & disajikan oleh perusahaan
kepada para pembaca agar mereka dapat menggunakannya dalam proses pengambilan
keputusan.

Banyak lagi soal pendekatan yang perlu dikemukakan disini antara lain behavioural
approach, yang menekankan pada aspek perilaku yang ditimbulkan oleh informasi
akuntansi, pragmatic, nontheoritical approach, theory of account approach yang melihat
akuntansi dari aspek hubungan antara perkiraan yang dibangun dari dasar teori double
entry.