Anda di halaman 1dari 13

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 DEFINISI

Oksigenasi adalah proses penambahan O2 kedalam system (kimia atau fisika).

Oksigenasi merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan

dalam proses metabolism sel sebagai hasilnya, terbentuklah karbon dioksida, energy

dan air. akan tetapi penambahan CO2 yang berlebihan/melebihi batas normal pada

tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktivitas sel.

1.2 ETIOLOGI

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan klien mengalami gangguan oksigenasi

menurut nanda (2013) yaitu :

a. Hiperventilasi
b. Hipoventilasi
c. Deformitas tulang dan dinding dada
d. Penurunan energy
e. Imaturitas neorologis kelelahan otot pernafasan
f. Adanya perubahan membrane kapiler alveoli

1.2 PASTOFISIOLOGI

Proses pembentukan gas dipengaruhi oleh ventilasi, difusi dan transportasi

proses ventilasi (proses pengantaran jumlah oksigen yang masuk dan keluar dari dan

keparu-paru), apabila pada proses ini terdapat obstruksi maka oksigen tidak dapat

teratur dengan baik dan sumbatan tersebut akan direspon jalan nafas sebagai benda

asing yang menimbulkan pengeluaran mukus. Proses difusi (penyaluran oksigen dari

alveoli ke jaringan) yang terganggu akan menyebabkan ketidak efektifan pertukaran

gas, selain kerusakan pada proses ventilasi, difusi, maka kerusakan pada transportasi
2

seperti perubahhan volume sekuncup, afterload, preload dan kontraktilitas miokard juga

dapat memmpengaruhi pertukaran gas. (Brunner dan Suddarth,2002)

1.4 INDIKASI

Muttaqin (2005) menyatakan bahwa indikasi utama pemberian terapi O2 sebagai

brikut:

a. Klien dengan kadar O2 arteri rendah dari hasil analisa gas darah
b. Klien dengan peningkatan kerja nafas, dimana tubuh berespon terhadap keadaan

hipoksemia melalui peningkatan laju dan dalamnya pernafasan serta adaanya

kerja otot-otot tambahan pernafasan.


c. Klien dengan peningkataan kerja miokard, dimana jantung berusaha untuk

mengatasi laju pompa jantung yang adekuat

1.5 KONTRA INDIKASI

Tidak ada konsentrasi pada pemberian terapi oksigen dengan syarat pemberian

jenis dan jumlah aliran yang tepat. Kasus berikut :

1. Pada klien dengan PPOM (Penyakit Paru Obstruksi Menahun)


2. Face mask tidak dianjurkan pada klien yang mengalami muntah-muntah
3. Jika klien terdapat obstruksi nasal maka hindari pemakaian nasal kanule.

1.6 EFEK SAMPING

1. Keracunan O2
Dapat terjadi bila terapi O2 yang diberikan dengan konsentrasi tinggi dalam

waktu relative lama.


2. Depresi ventilasi
Pemberian O2 yang tidak dimonitori dengan konsentrasi dan aliran yang

tepat pada klien dengan retensi CO2 dapat menekan ventilasi.


3. Dapat menimbulkan kebakaran dan peledakan
O2 bukan zat pembakar tetapi O2 dapat mudah terbakar
4. Infeksi
5. Terjadi aspirasi bila muntah
3

6. Penumpukan CO2 bila aliran O2 diberikan lebih rendah dari ketentuan

masing-masing alat
7. Barotrauma

1.7 LANGKAH KLINIK

- Alat dan Bahan


1. Tabung oksigen
2. Humidifier lengkap dengan flowmeter
3. Nasal kanule
4. Plester
5. Gunting plester
- Prosedur yang dilakukam
1. Mendekatkan peralatan
2. Mengatur pasien pada posisi fowler
3. Mengecek aquabidest pada water level
4. Hidupkan tabung O2 melaluli tombol on/off
5. Pastikan tabung o2 masih berisi melalui preassure gouge
6. Hubungkan nasal kanule pada humidifier
7. Atur tekanan O2 apakah sudah keluar dengan mengarahkan nasal kanule ke

punggung tangan
4

BAB II

FORMULIR PENGKAJIAN PADA PASIEN

No. register : 17387280

MRS tanggal, jam : 15 oktober 2017 22:52

Dirawat di ruang : soka

Tanggal Pengkajian : 19 oktober 2017

BIODATA

Nama pasien : Mustofa

Jenis kelamin : laki-laki

Umur : 68Th

Agama : Islam

Suku bangsa : Indonesia

Pendidikan : SD sederajat

Penghasilan : musim panen

Alamat : Ds.karangsono Kec.loceret Kab.Nganjuk

No.Telp/Hp :-

2.1 DATA SUBYEKTIF

1. Kunjungan saat ini kunjungan pertama kunjungan ulang

Keluhan utama :

Anggota gerak tangan & kaki sebelah kiri sulit bergerak + batuk

6bulan & pengobatan rutin dapat 3bulan, sesak

2. Riwayat perkawinan (diisi jika sudah menikah)


5

Berapa kali kawin : 1 kali

Kawin pertama umur : 25 th

Lama kawin : 47 th

3. Pola kebiasaan sehari-hari

a. Pola nutrisi Makan Minum

Sebelum sakit

Frekuensi 3 kali sehari 10 kali/hari

Macam Sayur, lauk, nasi Air putih, kopi

Jumlah 1-2 porsi habis 2-3 gelas tiap minum

Keluhan Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan

Saat sakit Makan Minum

Frekuensi - 3 gelas/hari

Macam - Air putih

& susu
6

Jumlah - 3x/hari menggunakan

spuit

Keluhan - (terpasang sonde)

b. Pola eliminasi

Sebelum sakit BAB BAK

Frekuensi 2 kali sehari 6 kali sehari

Warna Kuning kuning jernih

Bau Khas Khas

Konsentrasi Lembek Cair

Jumlah normal normal

Saat sakit BAB BAK

Frekuensi 1 kali/jarang 1500ml/hari


7

Warna Kuning kuning pekat

Bau Khas Khas bau obat

Konsentrasi cair agak lembek Cair

Jumlah menurun menurun

C. Pola aktivitas

Sebelum sakit

Kegiatan sehari-hari : bekerja sebagai petani

Istirahat/ Tidur : Cukup, tidur siang jam 11.30 13.00, malam jam 21.00-04.00

Seksualitas : Frekuensi : Tidak dikaji

Keluhan : Tidak dikaji

Saat sakit

Kegiatan sehari-hari : hanya bisa berbaring

Istirahat/ Tidur : tidak dikaji


8

Seksualitas : Frekuensi : Tidak dikaji

Keluhan : Tidak dikaji

4. Personal Hygiene

Sebelum sakit

Kebiasaan mandi : 2 kali/hari

Kebiasaan membersihkan alat kelamin : Sehabis BAB/BAK dan mandi

menggunakan air & sabun

Kebiasaan mengganti pakaian dalam : 2 kali/hari setelah mandi

Jenis pakaian dalam yang digunakan : kain biasa

Saat sakit

Kebiasaan mandi : 2 kali/hari diseka dengan tissue basah

Kebiasaan membersihkan alat kelamin : Sehabis BAB/BAK dan mandi


9

Kebiasaan mengganti pakaian dalam : 2 kali/hari setelah mandi

Jenis pakaian dalam yang digunakan : kain biasa

5. Riwayat kesehatan

1. Penyakit sistemik yang pernah diderita/sedang diderita : batuk selama

6bulan dengan pengobata rutin 6bulan baru dapat 3bulan pengobatan, strok

2. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga : Tidak ada

3. Riwayat alergi obat : Tidak ada

4. Kebiasaan-kebiasaan

Merokok : merokok

Minum jamu : jarang

Makanan/ minuman pantangan : -

Perubahan pola makan :-

6. Riwayat Psikososial Kultural

Sebelum sakit Px bekerja disawah

Saat sakit px tidak bekerja

7. Riwayat spiritual

Sebelum sakit pasien melaksanakan sholat 5 waktu.


10

Saat sakit px tidak pernah sholat.

DATA OBYEKTIF

1. Pemeriksaan Umum

a. Keadaan umum : lemh (terpasang o2 nassal kanulle, infuse, kateter, daya

telan lemah terpasang sonde)

Kesadaran : somnolen

b. Tanda-tanda vital

Tekanan darah : 110/70 mmHg

Nadi : 80 kali/ menit

Pernafasan : 28 kali/ menit

Suhu : 36

TB : 173 cm

BB : 65 kg

Lila : tidak dikaji

2. Pemeriksaan Khusus

Pemeriksaan Head To Toe (inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi dibahas jadi satu)

A.INSPEKSI

A. Kepala : bersih, warna rambut putih tidak rontok & tidak ada ketombe.
B. Muka : simetri, tidak ada chloasme
11

C. Mata : simetris, tidak ada sekret, sklera tidak terlihat kuning tidak ada

odema pada palpebra, konjungtiva berwarna merah muda ada reflek pupil.
D. Hidung : simetris, tidak ada pengeluaran epitaksis, tidak ada lendir, tidak

ada pholip, terpasang O2 Nassal Kanule


E. Mulut dan Bibir : simetris, mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis, dan ada

pendaran pola gusi


F. Leher : simetris, tidak ada pembesaran kelenjar thyroid
G. Dada dan Axilla : simetris, jarak putting susu tidak terlalu jauh, bersih tidak ada

tarikan intercosta
H. Abdomen : simetris, tidak ada benjolan/bekas jahitan,
I. Genetalia : bersih, ada rambut halus, ada 2 skrotum, dan satu penis, dan

uretra tepat berada di tengah-tengah penis


J. Ekskrimitas : simetris, tidak ada kelainan jumlah jari, kuku kotor, terpasang

infus ditangan sebelah kanan


K. Punggung : simetris , tidak ada benjolan, tidak ada kelainan pada tulang

punggung
L. Anus : ada lubang di anus,

B.PALPASI

A. kepala : adanya nyeri tekan & benjolan

B. leher : tidak ada pembengkakan pada vena jugularus

C. Dada & Axila : tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan

D. Abdomen : tidak ada benjolan. tidak ada nyeri tekan

E. Genetalia : tidak ada benjolan

F. Ekstremitas : tidak ada odema, tidak ada varises

C.PERKUSI

A.Abdomen : tidak kembung

B. Ekstremitas bawah sebelah kiri : adanya kelainan gerak, adanya reflek patella
12

D.AUSKULTASI

A.Dada : ada bunyi ronchi

B. Abdomen : tidak terdengar bunyi bising usus.

3.PEMERIKSAAN PENUNJANG

A. LABORATORIUM

PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI RUJUKAN

HEMATOLOGI

Hematologi rutin

Lekosit 13.49 10^3/uL 3.8-10.6

Eritrosit 2.34L 10^6/uL 4.4-5.9

Hemoglobin 6.0! g/dL 13.2-17.3

Hematrokit 20.7 L 40-52

MCV 88.5 fL 80-100

MCH 25.6 L Pg 26-34

MCHC 29.0 % 32-36

Trombosit 250 10^3/uL 150-400

RDW-CV 22.1 H % 11.5-14.5

MPV 9.60 Fl 7.2-11.1

PCT 0.24 %

KIMIA KLINIK

FUNGSI GINJAL
13

BUN/blood nitrogen 10 Mg/dL 8.18

Kreatinin 0.61 L Mg/dL 0.72-1.25

Asam urat 3.1 L Mg/dL 3.5-7.2

LEMAK

Trigliserida 114 Mg/dL 0-149

FUNGSI HATI

AST(SGOT) 19.9 U/L 5.0-34.0

ALT(SGPT) 23.2 U/L 0.0-55.0

ELEKTROLIT

Natrium (Na) 13.5 Mmol/L 135-147

Kalium (K) 2.6 Mmol/L 3.1-5.1

Kalsium ion (ca++) 1.07 Mmol/L 1.00-1.15

DAFTAR PUSTAKA

- Andarmoyo,sulistyo.2012.Kebutuhan Dasar Manusia (Oksigenasi).Yogyakarta :

Graha Ilmu
- Syaifudin. 2011. Anatomi Fisiologi.Jakarta : EGC.
- North American Nursing Diagnosis Association (NANDA). 2013