Anda di halaman 1dari 8

HASIL ANALISA JURNAL

DI IBS RSUD ULIN BANJARMASIN

1. JUDUL JURNAL
Terkait dengan judul, menurut Taylor & Kermode (2006) dalam Swarjana
(2012), judul penelitian harusnya menarik, singkat, jelas serta tidak lebih dari
20 kata. Ciri-ciri judul menurut Haryanto (2000) yaitu: membayangkan isi
karangan, tidak terlalu panjang, dan hemat kata, spesifik dan jelas. Dalam
jurnal ini, judul sudah memberikan gambaran isi penelitian, menarik dan jelas.
Perbandingan Efektifitas Pemberian Cairan Infus Hangat Terhadap
Kejadian Menggigil Pada Pasien Sectio Caesaria Di Kamar Operasi

2. ABSTRAK
a. Menurut Hidayat (2014) salah satu hal yang harus ada di abstrak adalah
kalimat pengantar tentang alasan mengapa penelitian tersebut dilakukan.
Pada jurnal ini bagian abstrak sudah terdapat alasan mengapa penelitian
ini dilakukan, hal ini tercantum pada kalimat Pemberian cairan infus
yang dihangatkan dapat diterapkan pada pasien pre, durante sampai post
operasi dengan metode yang mudah, murah dan aman. Oleh karena itu
disini dicoba dilakukan penelitian pemberian cairan infus hangat untuk
pencegahan menggigil. Diluar negeri telah dilakukan penelitian oleh
Parveen Goyal dkk yang bertujuan untuk menurunkan insiden menggigil
dengan menggunakan cairan infus yang dihangatkan pada pasien SC yang
diharapkan dapat mencegah hipotermi dan kejadian menggigil (Smith,
2005)..
b. Menurut Hidayat (2014), pada abstrak penelitian harus ditampilkan
metode jenis penelitian, teknik sampling, variabel, serta metode analisa
yang dipakai. Pada abstrak penelitian ini Desain dalam penelitian ini
adalah True Eksperiment dengan rancangan pretest-posttest dengan
kelompok kontrol, Metode sampling dengan teknik probability sampling,
simple random sampling. Sampel beberapa pasien di ruang operasi SC
Rumah Sakit Dr. M. Soewandhie Surabaya yang berjumlah 21 responden

1
pada kelompok kontrol (cairan infus pada suhu kamar) dan 21 responden
pada kelompok eksperimen (hangat IV cairan) pada 01 Februari sampai
15 Februari 2014.
c. Menurut Hidayat (2014), pada abstrak juga harus terdapat hasil utama
yang telah diperoleh dari hasil penelitian. Pada penelitin ini juga terdapat
hasil penelitian yang dicantumkan yaitu, responden diberikan cairan infus
pada suhu kamar 3 derajat sebagian besar menggigil (tremor intermiten
seluruh tubuh) dari 38,10%. Sementara responden diberi cairan infus
hangat sebagian besar menggigil atau 0 derajat dengan 95,24%. Dianalisis
dengan uji Mann Whitney dan hasil Z = -4,219 dan p = 0,000 (p 0,05)
berarti bahwa H1 diterima dan H ditolak, artinya pemberian cairan
intravena hangat lebih efektif dari pada cairan infus pada suhu kamar pada
kejadian menggigil pada pasien dengan SC.
d. Menurut Hidayat (2014), kesimpulan dari hasil penelitan juga harus
ditampilkan pada abstrak. Pada abstrak penelitian ini sudah dicantumkan
kesimpulan penelitian yaitu Dengan menggunakan cairan infus hangat
yang bertujuan untuk mempertahankan suhu inti tubuh dapat mencegah
hipotermia dan kejadian menggigil dengan mengaktifkan mekanisme
termoregulasi refleks dan semi-refleks pada manusia, dimana respon
mungkin termasuk perubahan otonosomatik, endokrin dan perilaku.
Dengan hasil tersebut maka perlu untuk meningkatkan jumlah cairan
hangat untuk kebutuhan pasien dan menyiapkan peralatan yang ada untuk
digunakan sebaik mungkin.
e. Menurut Hidayat (2014), abstrak juga harus ditulis dalam satu paragraf,
satu spasi, dan dengan kata yang mudah dipahami. Pada penelitian ini
abstrak tidak ditulis dalam satu paragraf, satu spasi dan hanya
menggunakan bahasa inggris saja.

3. PENDAHULUAN
a. Pada jurnal penelitian ini, bagian pendahuluan sudah mencantumkan
unsur pentingnya masalah untuk diteliti, hal ini tercantum pada paragraf
ke tiga dan ke lima yaitu Terjadinya menggigil bisa sesaat setelah

2
tindakan tindakan anestesi, dipertengahan jalannya operasi maupun di
ruang pemulihan. Penyebab terjadinya menggigil sampai saat ini belum
diketahui secara pasti, tetapi kemungkinan penyebab terjadinya menggigil
adalah pada tindakan anestesi spinal terjadi blok pada sistem simpatis
sehingga terjadi vasodilatasi yang mengakibatkan perpindahan panas dari
kompartemen sentral ke perifer, hal ini menyebabkan hipotermi (Owen,
2005) Pemberian cairan infus yang dihangatkan dapat diterapkan pada
pasien pre, durante sampai post operasi dengan metode yang mudah,
murah dan aman. Diluar negeri telah dilakukan penelitian oleh Parveen
Goyal dkk yang bertujuan untuk menurunkan insiden menggigil dengan
menggunakan cairan infus yang dihangatkan pada pasien SC yang
diharapkan dapat mencegah hipotermi dan kejadian menggigil (Smith,
2005).
b. Pada jurnal penelitian ini, bagian pendahuluan sudah mencantumkan
unsur kronologis masalah untuk diteliti, hal ini tercantum pada paragraf
ke dua yaitu Kejadian menggigil saat anestesi dilaporkan berkisar 5-48%
pada pasien yang menjalani anestesia umum dan sekitar 33-56,7% pada
pasien yang menjalani anestesia spinal (Owen, 2005). Berdasarkan data
rekam medis di Kamar Operasi RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya tahun
2012 terdapat pasien dengan SC 1.392 (27,7 %) dari 5.012 jumlah
persalinan. Pasien SC yang menggunakan teknik anaestesi spinal sebesar
1.200 orang (86,2%) dan yang mengalami insiden menggigil yaitu 720
kasus (60%).
c. Pada penelitian ini mencantumkan unsur solusi masalah pada paragraf
kesebelas yaitu "Pemberian cairan infus yang dihangatkan dapat
diterapkan pada pasien pre, durante sampai post operasi dengan metode
yang mudah, murah dan aman..

4. NAMA PENELITI
Untuk nama instansi/lembaga/perguruan tinggi tempat penelit dicantumkan
dibawah nama peneliti. (Haryanto, 2000). Pada penelitian ini belum sesuai
karena peneliti hanya mencantumkan nama Nayoko tanpa mencantumkan

3
nama instansi/lembaga/perguruan tinggi tempat penelit dicantumkan dibawah
nama peneliti.

5. ALAMAT JURNAL
Alamat jurnal belum sesuai kaidah, yaitu diterbitkan oleh organisasi/badan
ilmiah/perguruan tinggi jurnal memakai bahasa indonesia, memiliki dewan
redaksi, diedarkan secara nasional. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 1(1)
2016

6. TUJUAN PENELITIAN
Menurut Swarjana (2012) umumnya tujuan penelitian dibagi menjadi 2 bagian.
Bagian pertama dikenal dengan tujuan umum atau dikenal juga dengan general
objectives, dan yang kedua dikenal dengan tujuan khusus (Specific objective).
Dalam penelitian ini peneliti hanya mencantumkan tujuan umum dan tidak
terdapat tujuan khususnya. untuk menganalisis Efektivitas Pemberian cairan
infus hangat pada kejadian menggigil pada pasien Sectio Caesarea di Rumah
Sakit Operasi Kamar Dr. M. Soewandhie Surabaya.

7. METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini dijelaskan tentang desain (rancangan studi) True
Experiment, dengan rancangan pretes-postes dengan kelompok kontrol
(pretest-postest with control group). Populasi dalam penelitian ini tidak
dijelaskan dan tidak ada keterangan berapa jumlah populasi, dalam jurnal
teknik pengambilan sampel hanya dijelaskan pada abstrak bukan pada isi
pembahasan tentang metode penelitian. Sampel diambil dengan teknik Simple
Random Sampling yang berjumlah 21 responden grup control dan 21
responden grub eksperimen, waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 01
Februari sampai 15 Februari 2014, di Kamar Operasi Rumah Sakit Dr. M.
Soewandhie Surabaya. Dalam penelitian ini tidak dijelaskan mengenai
instrumen penelitian yang digunakan.

4
8. SUBJEK PENELITIAN
Siapa (Who) yang akan menjadi subjek penelitian harus diberikan batasan jelas
dan perkiraan besarnya subjek sesuai dengan sumber data (Muninjaya, 2003).
Dalam penelitian ini peneliti tidak memberikan gambaran yang jelas tentang
kriteria inklusi subjek penelitian. Dimana (When), tempat dilakukan penelitian
di Kamar Operasi Rumah Sakit Dr. M. Soewandhie Surabaya. Kapan
(Where), waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 01 Februari sampai 15
Februari 2014. Bagaimana (How), jumlah sampel pada penelitian ini adalah
sebanyak 21 responden.

9. HASIL PENELITIAN
Penulisan hasil belum sesuai dengan pendapat menurut Nursalam (2008),
dimana tidak ada penjelasan sebelumnya mengenai karakteristik tempat dan
karakteristik subjek penelitian. Hasil penelitian ini adalah ada perbedaan
antara kejadian menggigil pada pasien SC yang telah diberikan cairan infus
suhu ruangan dengan yang diberikan cairan infus hangat, artinya bahwa
pemberian cairan infus hangat lebih efektif dibanding cairan infus suhu
ruangan terhadap kejadian menggigil pada pasien SC di Kamar Operasi RSUD
Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya.

10. PEMBAHASAN
Isi dari penulisan pembahasan didasarkan pada tujuan penelitian. Isi dari
pembahasan dalam peneiltian ini terdapat interpretasi hasil penelitian, Dalam
penelitian ini diperoleh hasil Z= -4,219 dan p = 0,000 (p 0,05) yang berarti
H1 diterima, dan H ditolak, yaitu ada perbedaan antara kejadian menggigil
pada pasien SC yang telah diberikan cairan infus suhu ruangan dengan yang
diberikan cairan infus hangat.

Menurut Potter & Patricia (2005), strategi khusus untuk pengendalian


temperatur tubuh secara non farmakologis antara lain adalah mempertahankan
temperatur ruang operasi yang sesuai dengan usia dewasa yaitu 24C - 26C,
pemberian cairan intravena atau cairan infus yang dihangatkan. Sehingga

5
kehilangan panas secara konduksi dapat dikurangi bila cairan garam fisiologis
dihangatkan terlebih dahulu yaitu 37,7C - 40C yang diberikan intravena.

11. KEKURANGAN DALAM PENELITIAN


a. Disarankan pada penelitian ini agar lebih melengkapi isi abstrak seperti
jumlah populasi dan keterangan tahun/ jumlah daftar rujukan yang
digunakan.
b. Disarankan agar penjelasan tentang kriteria inklusi dan eksklusi serta
jumlah populasi, sampel dan teknik pengambilan sampel lebih dijelaskan
pada metode penelitian.
c. Disarankan pada penelitian agar lebih dijelaskan mengenai karakteristik
tempat dan karakteristik subjek penelitian.
d. Disarankan pada penelitian agar menjelaskan tentang teori yang
membahas tentang batasan derajat cairan infus dihangatkan dan teori
tentang kriteria pasien yang dikatakan hipotermi.
e. Idealnya sumber rujukan yang digunakan adalah sumber terbaru,
disarankan pada penelitian agar menggunakan sumber rujukan yang
terbaru.

12. KELEBIHAN DALAM PENELITIAN


a. Isu terbaru mengenai hasil penelitian ini dapat diterapkan pada intervensi
keperawatan khususnya di ruang operasi untuk mencegah dan mengatasi
kejadian menggigil pada pasien.
b. Penelitian ini mudah untuk diaplikasikan di RS khususnya di ruang
operasi.

13. IMPLIKASI DALAM PENELITIAN


a. Bagi Tenaga Medis
1. Tenaga keperawatan di ruang IBS RSUD Ulin Banjarmasin sudah
menggunakan beberapa intervensi untuk mencegah kejadian
menggigil seperti memberikan terapi O2 dengan simple mask,
memberikan selimut yang telah dihangatkan dan berkolaborasi dengan

6
dokter anastesi dalam pemberian terapi Pethidine HCL 30 mg/IV.
Dengan adanya jurnal penelitian ini maka tenaga keperawatan
khususnya perawat di ruang operasi dapat menerapkan tindakan
memberikan infus hangat dengan menggunakan fluid warmer
(penghangat cairan) dalam memberikan intervensi keperawatan untuk
mencegah kejadian menggigil pada pasien post operasi.
2. Disarankan kepada tenaga keperawatan agar menghindari penggunaan
cairan/darah yang terlalu dingin.
b. Bagi Rumah Sakit
1. Agar dapat memberikan sosialisasi dan pelatihan pada tenaga medis
(perawat) yang bertugas di ruang OK guna meningkatkan kualitas
hidup pasien post operasi.
2. Agar dapat menambahkan sarana dan peralatan penghangat cairan.
c. Bagi Peneliti Selanjutnya
Dapat dijadikan sumber rujukan untuk melakukan penelitian lainnya
tentang penanganan kejadian menggigil pada pasien post operasi.

7
DAFTAR PUSTAKA

Hidayati, Ulfah. 2012. Buku Panduan Skripsi Program Studi S.1 Keperawatan.
Banjarmasin: P4M.

Nursalam. 2008. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.


Jakarta: Salemba Medika.

Hidayat, A. Aziz Alimul. 2014. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis
Data: Contoh Aplikasi Studi Kasus. Jakarta: Salemba Medika