Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

ORGANIK LANJUT
MEKANISME REAKSI SUBSITUSI NUKLEOFILIK PADA SENYAWA ARIL
HALIDA, PEMBENTUKAN KARBENA, dan MEKANISME REAKSI ADISI
KARBENA KEPADA ALKENA

DISUSUN OLEH :

1. Hayani (E1M015028)
2. Zelisa Nudia Fitri (E1M015071)

PRODI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Substitusi nukeofilik adalah suatu kelompok dasar reaksi substitusi, di mana sebuah
nukleofil yang "kaya" elektron, secara selektif berikatan dengan atau menyerang muatan
positif dari sebuah gugus kimia atau atom yang disebut gugus lepas (leaving group).
Pada reaksi substitusi nukleofilik atom/ gugus yang diganti mempunyai
elektronegativitas lebih besar dari atom C, dan atom/gugus pengganti adalah suatu nukleofil,
baik nukleofil netral atau nukleofil yang bermuatan negatif.
Karbena adalah spesies netral dengan enam elektron yang dapat hadir dalam dua
kofigurasi elektronik. Karbena mempunyai rumus umum yaitu (R2C:). Karbena terdiri dari
karbena singlet dan karbena triplet. Karbena singlet adalah spin yang berpasangan, menurut
teori ikatan valensi, molekul karbena singlet berhibridisasi sp2. Sedangkan karbena triplet
memiliki dua elektron tidak berpasangan dan dapat berupa linear atau bengkok dan
berhibridisasi sp, yang dapat dihasilkan melalui reaksi eliminasi (Harwood, L. M. dkk.
2008).
Dalam buku Organic Chemistry yang dikarang oleh Bruice menjelaskan bahwa, karbena
mempunyai karbon dengan sepasang elektron dan orbital kosong. Orbital kosong membuat
karbena menjadi lebih reaktif. Adapun contoh dari karbena triplet dan singlet masing-masing
adalah :CH2 dan :CCl2.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana mekanisme reaksi subsitusi nukleofilik pada senyawa aril halida?
2. Bagaimana menjelaskan terbentuknya karbena?
3. Bagaimana menganalisis mekanisme reaksi adisi karbena kepada alkena ?
C. Tujuan
1. Dapat menganalisis mekanisme reaksi subsitusi nukleofilik pada senyawa aril halida
2. Dapat menjelaskan terbentuknya karbena.
3. Dapat menganalisis mekanisme reaksi adisi karbena kepada alkena.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Mekanisme reaksi subsitusi nukleofilik pada senyawa aril halida


Aril halida (disebut pulasebagai haloarena atau halogenoarena) adalah suatu senyawa
aromatik dimana satu atau lebih atom hidrogen miliknya, yang terikat langsung dengan
cincin aromatik, digantikan oleh suatu halida. Aril halida berbeda dengan alkil halida karena
mereka menunjukkan banyak perbedaan dalam metode preparasi dan sifatnya. Anggota yang
paling penting adalah aril klorida, tapi kelas senyawa ini begitu luas sehingga banyak turunan
yang menikmati aplikasinya pada kedudukan yang sesuai.

Aril halida relatif tidak reaktif terhadap reaksi substitusi nukleofilik. Kurangnya
reaktivitas ini disebabkan beberapa faktor. halangan sterik disebabkan oleh cincin benzena
dari aril halida mencegah reaksi S N 2. Demikian juga, kation fenil tidak stabil, sehingga
membuat reaksi S N 1 tidak mungkin. Selain itu, ikatan karbon-halogen yang lebih pendek
dan karena itu lebih kuat di aril halida daripada di alkil halida. Ikatan karbon-halogen
dipersingkat di aril halida karena dua alasan. Pertama, atom karbon dalam aril halida adalah
bukan hibridisasi sp 2 sp 3 hibridisasi seperti pada alkil halida. Kedua, ikatan karbon-halogen
memiliki karakteristik parsial ikatan ganda karena resonansi.
Karena tiga dari empat struktur resonansi menunjukkan ikatan ganda antara atom
karbon dan halogen, struktur hibrida harus mempunyai karakter ikatan rangkap.

reaksi substitusi nukleofilik dapat terjadi dengan aril halida, asalkan kuat menarik
elektron-kelompok (deactivators) terletak orto dan / atau butir pada atom karbon yang melekat
pada halogen. (Pengaturan ini membuat karbon rentan terhadap serangan nukleofilik.)

Contoh mekanisme reaksi subsitusi nukleofilik pada aril halida


a. Tahap 1

b. Tahap 2

c. Tahap 3

B. Menjelaskan terbentuknya karbena


Karben terbentuk terutama melalui dua cara meskipun cara lain juga dikenal.
1. Di dalam -eliminasi, suatu karbon kehilangan satu gugus tanpa pasangan
elektronnya, biasanya sebuah proton; dan kemudian satu gugus dengan pasangan
elektronnya, biasanya adalah ion halida.

-H - Cl
R C Cl R C Cl R C

R R R
Contoh yang paling umum untuk proses ini adalah pembentukan diklorokarben melalui
pengolahan kloroform dengan suatu basa, tetapi banyak contoh lain yang dikenal. Sebagian di
antaranya adalah sebagai berikut:
O

Cl3C C O CCl2 + CO2 + Cl

NaI CF2 + PhHgI + NaF


Ph Hg C F

F
2. Disintegrasi senyawa yang mengandung ikatan rangkap tertentu.

R C Z R2C + Z

R
Dua cara pembentukan CH2 yang paling penting adalah: fotolisis keten dan
dekomposisi isoelektronik diazometan.

hv + C
CH2 C O CH2 O

Dalam buku Organic Chemistry yang dikarang oleh Clayden menjelaskan bahwa ada
tiga cara atau metode penting dalam pembentukan suatu karbena, yaitu:
1. Pembentukan Karbena dari Senyawa Diazo
Senyawa diazo yang digunakan pada pembentukan karbena ini adalah senyawa
diazokarbonil yang merupakan senyawa diazo yang memiliki kestabilan lebih tinggi daripada
diazometana. Hal ini karena adanya gugus karbonil sebagai penarik elektron yang
menstabilkan dipol diazo, sehingga diazokarbonil merupakan sumber yang berguna dari
karbena yang membawa substituen karbonil. Dimana senyawa diazokarbonil ini dibuat dari
mereaksikan asil klorida dengan diazometana. Reaksi asil klorida dengan diazometana
dimulai sebagai asilasi sederhana untuk memberikan senyawa diazonium. Jika ada kelebihan
diazometana, molekul kedua bertindak sebagai basa untuk menghapus proton yang sedikit
asam antara karbonil dan gugus diazonium untuk menghasilkan senyawa diazokarbonil.
Senyawa diazokarbonil kemudian dapat didekomposisi menjadi karbena oleh adanya
pemanasan atau cahaya. Reaksinya sebagai berikut:
2. Pembentukan Karbena dari Senyawa Hidrazon
Senyawa hidrazon yang digunakan dalam pembentukan karbena biasanya adalah
tosilhidrazon dan mesilhidrazon. Dalam pembentukan karbena ini digunakan tosilhidrazon
sebagai good starting material yang dikatalis oleh suatu basa. Dimana akan menghasilkan
senyawa sementara yaitu diazo melalui eliminasi dari toluenasulfinat. Senyawa diazo
biasanya tidak terisolasi dan terurai menjadi karbena pada pemanasan. Reaksi
pembentukannya sebagai berikut:

3. Pembentukan Karbena Melalui Eliminasi


Eliminasi merupakan eliminasi dari proton dan gugus pergi yang terletak pada atom yang
sama. Pada dasarnya eliminasi ini mengikuti mekanisme pada E1cB -eliminasi dimana
sebuah basa kuat menghilangkan proton asam berdekatan menjadi gugus penarik elektron
untuk menghasilkan sebuah karbanion. Kehilangan gugus pergi dari karbanion akan
membentuk suatu karbena. Salah satu reaksi eliminasi dikenal terjadi ketika kloroform
diperlakukan dengan basa yang akan membentuk diklorokarbena. Basa yang digunakan pada
reaksi di bawah adalah OH- (hidroxide). Selain itu juga dapat digunakan basa kuat lainnya
seperti: NaPh (phenyl sodium), BuLi atau BuOK. Reaksinya yaitu:
Aplikasi Karbena pada Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai maupun menggunakan teflon
sebagai alat masak. Teflon dengan nama kimia tetrafluoroetilena merupakan suatu produk
yang dibuat dalam skala industri melalui termolisis klorodifluorometana dengan eliminasi dari
hidrogen klorida dengan intermediasi dari senyawa difluorokarbena. Teflon bersifat sangat
ulet, kenyal, tahan terhadap zat kimia, tidak mudah terbakar, isolator listrik yang baik dan
mampu melumasi diri serta tidak menempel. Panci untuk memasak atau menggoreng
menggunakan pelapis teflon, sehingga tidak memerlukan minyak yang banyak, tidak mudah
gosong serta mudah mencucinya. Teflon memiliki titik leleh 327 C, tahan terhadap panas,
tahan terhadap zat kimia sehingga digunakan untuk alat-alat yang tahan terhadap bahan kimia,
misalnya pelapis tangki bahan kimia, pelapis panci anti lengket.

C. Menganalisis Mekanisme Reaksi Adisi Karbena kepada Alkena


Metilen singlet dapat dibuat dengan fotolisis (pemaksapisahan oleh cahaya)
diazometana (CH2N2), suatu senyawa yang juga reaktif dan tak biasa.

a. Mekanisme Adisi Metilen Singlet


Karbon dalam :CH2 , dengan hanya memiliki enam elektron valensi, bersifat elektrofilik
dan mengadisi ikatan rangkap suatu alkena untuk menghasilkan suatu siklopropana
tersubtitusi. Ikatan rangkap menyerang orbital kosong dalam salah satu metilen lalu C salah
satu ikatan karbena menjadi positif kemudian dua elektron metilen berikatan dengan C positif
di alkena tadi sehingga membentuk siklik. Reaksi ini bersifat sin-adisi yang stereospesifik:
jadi cis-alkena menghasilkan cis-siklopropana, dan trans-alkena menghasilkan trans-
siklopropana.

b. Mekanisme Adisi Metilen Triplet


Untuk metilen triplet reaksinya adalah nonstereospecific kebalikan dari metilen
singlet,karena mekanisme reaksi harus berbeda. Bahkan, reaksi terpadu tidak mungkin terjadi
pada metilen triplet karena spin elektron yang terlibat. Setelah karbena menambah alkena
dalam reaksi radikal, diradical (triplet) menengah harus menunggu sampai salah satu spin
membalikkan sehingga ikatan C-C kedua dapat dibentuk dengan elektron berpasangan. Hal
ini berlangsung cukup lama untuk rotasi ikatan C-C dan hilangnya stereokimia. Adapun
mekanismenya sebagai berikut:

Cara lain untuk membuat siklopropana adalah dengan menggunakan reagen Simmons-Smith,
yaitu dengan campuran metilen iodida dengan serbuk zink yang direaksikan dengan kuprum.
Sebagian menyerupai iodometil zink iodida (ICH2ZnI). Reagen seperti ini disebut karbenoid
karena ia bertindak seperti karbena walaupun ia tidak terdiri dari pada atom karbon divalent.
D. Aplikasi
Jurnal.
DAFTAR PUSTAKA

file:///C:/Users/USER/Downloads/socidoc.com_reaksi-aril-halida.pdf

http://iftahulrahma.blogspot.co.id/2016/05/menuliskan-mekanisme-reaksi-adisi_6.html

https://www.scribd.com/document_downloads/direct/256233499?extension=doc&ft=1512217
836&lt=1512221446&user_id=298205122&uahk=32xojYDkMXrsiYVh7CBM3bx-ZYU

https://www.scribd.com/document_downloads/direct/100894454?extension=pptx&ft=151219
8672&lt=1512202282&user_id=298205122&uahk=mEeoPRIndBD8eNUnYvocm9jSpn4

http://ekiwirya.blogspot.co.id/2016/05/karbena.html