Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP

PENGURANGAN TINGKAT NYERIPERSALINAN KALA I FASE


AKTIF PADA PRIMIGRAVIDA DI RUANG BOUGENVILLE RSUD
TUGUREJO SEMARANG

Priharyanti Wulandari1), Prasita Dwi Nur Hiba2) Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES
Widya Husada Semarang Jl. Subali Raya No. 12 Krapyak Semarang, Jawa Tengah E-mail :
wulancerank@yahoo.co.id ABSTRAK

Latar Belakang: Pada studi pendahuluan yang dilakukan di RSUD Tugurejo, terdapat pasien
primigravida sedang dalam persalinan kala I fase aktif. Ibu menyatakan tidak tahan dengan nyeri yang
dirasakan terutama dibagian perut, pinggang, punggung dan menjalar ketulang belakang, sehingga ibu
terus merasakan nyeri pada saat kala I persalinan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh
massage effleurage terhadap pengurangan tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif pada primigravida di
Ruang Bougenville RSUD Tugurejo Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan quasy eksperimental
dengan pendekatan one group pre test-post testdesign without control grup. Populasi penelitian ini adalah
semua ibu primigravida yang melahirkan secara normal di RSUD Tugurejo. Teknikpengambilan sampel
dengan menggunakan accidental sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 23 responden. Instrumen
yang digunakan adalah lembar observasiNRS. Analisa data yang digunakan adalah uji Wilcoxon.Hasil:
Hasil tingkat nyeri sebelum dilakukan massage effleurage diperoleh rata-rata 3,78, sesudah dilakukan
massage effleurage diperoleh rata-rata 2,96, dengan nilai p-value (0,000) (0,05) dan nilai z hitung :
-4,359.Kesimpulan: Ada pengaruh massage effleurage terhadap tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif
pada ibu primigravida di Ruang Bougenville RSUD Tugurejo Semarang.

Kata Kunci:Tingkat Nyeri Persalinan, Massage Effleurage

ABSTRACT
Background: On preliminary studies conducted in local General Hospital of Tugurejo there are
primigravida petient are in the stage of labor when on the 1 active phase. Mother states can not stand the
pain that is felt especially in the abdomen, waist, back, and spread to the backbone, so the mother
continues to feel pain during the 1 stage of labor. The purpose of this study was to determine the effect of
massage effleurage to reduction on the level of labor pain of stage I active phase in primigravida at
Bougenville room of local General Hospital of Tugurejo Semarang. Methode: This research is a quasy
experimental approach to one group pre test post test design without control group. The study
population was all primigravida mothers birth normally in local General Hospital of Tugurejo. The
sampling technique by using Accidental Sampling. Samples are used 23 respondents. Instrument used is
NRS observation sheet. Analysisstatistic used Wilcoxon test.Result : Pain level result obtained before
doing Massage Effleurage the mean value of 3,78, after doing Massage Effleurage the mean value of 2,96
with p-value (0,000) (0,05) and the value of z count : -4,359.Conclusion: There are any effect of
massage effleurage to reduction on the level of labor pain of stage I active phase in primigravida at
Bougenville room of local General Hospital of Tugurejo Semarang.

Keywords : Stage of Labor Pain, Massage Effleurage.

Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Pengurangan Tingkat Nyeri Persalinan Kala 1 Fase 59
Aktif pada PrimiGravida di Ruang Bougenville RSUD Tugurejo
Semarang Priharyanti Wulandari, Prasita Dwi Nurhiba
PENDAHULUAN 5.019 jiwa angka ini lebih tinggi dari
Kematian dan kesakitan pada ibu tahun 2012 yaitu 4.985 jiwa, hal ini
hamil dan bersalin serta bayi baru lahir disebabkan pemberian gizi seimbang
sejak lama telah menjadi masalah, untuk ibu dan bayi masih kurang serta
khususnya dinegara-negara pengetahuan ibu atas bahaya persalinan
berkembangsekitar 25-50 %, kematian masih minim (Sindonews, 2014).
perempuan usia subur disebabkan oleh Angka kematian bayi (AKB) di
hal yang berkaitan dengan kehamilan. Indonesia dalam waktu 20 tahun ke
Kematian saat melahirkan menjadi belakang mengalami penurunan,
penyebab utama mortalitas perempuan menurut laporan Save The Children
pada masa puncak produktivitasnya mengenai kematian bayi pada tahun
(Prawirohardjo2008). 2013 kematian saat kelahiran di
World Health Organization Indonesia menurun dari 390 per 100.000
(WHO) memperkirakan 800 perempuan anak dan pada tahun 1994 menjadi 228
meninggal setiap harinya akibat kematian. Penurunan itu sekitar 48%,
komplikasi kehamilan dan proses salah satu sebab menurunnya angka
kelahiran, sekitar 99% dari seluruh kematian bayi di Indonesia adalah
kematian ibu terjadi di negara dengan adanya tenaga kesehatan yang
berkembang, sekitar 80% kematian sudah mencapai hampir 73% di
maternal merupakan akibat Indonesia, selain itu dengan
meningkatnya komplikasi selama menempatkan bidan di kawasan
kehamilan, persalinan dan setelah perdesaan yang diikuti dengan berbagai
persalinan (WHO, 2014). pelatihan untuk bidan sehingga dapat
Millenium Development Goals mendorong penurunan kematian bayi
(MDGs) 2015 yaitu adanya perbaikan (Kompasiana, 2015).
derajat kesehatan ibu dan bayi, Angka kematian ibu (AKI)
Kemenkes RI menargetkan mengurangi Provinsi Jawa Tengah saat ini
angka kematian balita (AKB) mencapai mengalami peningkatan sejak tahun
32 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2010, dimana tahun 2014 sebesar
tahun 2015 dan target selanjutnya yakni 126,55 per 100.000 kelahiran hidup,
menurunkan angka kematian ibu (AKI) dengan kasus tertinggi terdapat pada
mencapai 359 per 100 ribu kelahiran Kabupaten Brebes, Tegal, Grobogan,
hidup pada tahun 2015. (Kemenkes RI, Pemalang, dan Pekalongan. Angka
2011). Kematian Bayi (AKB) mengalami
Angka Kematian Ibu (AKI) di penurunan sejak tahun 2012 sebesar
dunia menurut laporan WHO tahun 10,75 sedangkan tahun 2014 sebesar
2014 yaitu 289.000 jiwa. Amerika 10,08 per 1000 kelahiran hidup dengan
Serikat yaitu 9300 jiwa, Afrika Utara kasus tertinggi terdapat pada Kabupaten
179.000 jiwa, dan Asia Tenggara 16.000 Grobogan, Brebes, Cilacap, Tegal, dan
jiwa. Angka kematian ibu di negara- Banyumas (Dinkes Jateng, 2015).
negara Asia Tenggaraper 100.000 Kematian ibu melahirkan (AKI) di
kelahiran hidup yaitu Indonesia 214 Jawa tengah masih tinggi faktor
jiwa, Filipina 170 jiwa, Vietnam 160 utamanya yaitu belum merata dokter
jiwa, Thailand 44 jiwa, Brunei 60 jiwa, kandungan yang bertugas di Jawa
dan Malaysia 39 jiwa (WHO, 2014). Tengah. Angka kematian bayi (AKB)
Angka kematian ibu (AKI) di masih tinggi faktor utamanya
Indonesia pada tahun 2013 mencapai keterlambatan penanganan persalinan
bayi yaitu keterlambatan mengambil

60 Jurnal Keperawatan Maternitas. Volume 3, No. 1, Mei 2015 ; 59-67


pelayanan dasar klinik di bidan, Pada studi pendahuluan yang
terlambat mencari transportasi dan dilakukan di RSUD Tugurejo, terdapat
terlambat waktu penanganan di rumah pasien primigravida sedang dalam
sakit (respon time) (Berita Jateng, persalinan kala I fase aktif. Ibu
2015). menyatakan tidak tahan dengan nyeri
Angka kematian ibu melahirkan yang dirasakan terutama dibagian perut,
Kota Semarang dalam kurun waktu 2 pinggang, punggung dan menjalar
tahun terakhir secara peringkat ketulang belakang, sehingga ibu terus
mengalami penurunan yaitu dari merasakan nyeri pada saat kala I
rangking 5 pada tahun 2013 menjadi persalinan.
rangking 7 pada tahun 2014, namun
secara jumlah mengalami kenaikan METODE PENELITIAN
menjadi 33 kasus, karena masih Penelitian ini menggunakian jenis
tingginya angka AKI di Kota Semarang penelitian quasy eksperimental dengan
(Dinkes Kota Semarang, 2015). pendekatan one group pre test-post
Kematian ibu melahirkan masih testdesign without control grup.
tinggi di Kota Semarang faktor Populasi penelitian ini adalah semua ibu
utamanya yaitu kurangnya kepedulian primigravida yang melahirkan secara
ibu hamil untuk memeriksakan normal di RSUD Tugurejo.
kehamilannya secara rutin ke fasilitas Teknikpengambilan sampel dengan
pelayanan kesehatan, hamil diusia menggunakan accidental sampling.
muda, faktor penyakit bawaan dan Sampel yang digunakan sebanyak 23
anggapan masalah faktor birokrasi yang responden. Instrumen yang digunakan
berbelit-belit dalam penanganan ibu adalah lembar observasiNRS. Analisa
hamil yang akan melahirkan (Dinkes data menggunakan uji Wilcoxon.
Kota Semarang, 2015).
Persalinan atau melahirkan bayi HASIL DAN PEMBAHASAN
adalah suatu proses normal wanita usia Karakteristik Responden
suburdan wanita mengalami nyeri Usia Ibu
selama persalinan merupakan proses Tabel.1 Distribusi Frekuensi Responden
fisiologis, secara obyektif pada kala I Berdasarkan Usia Ibu
fase aktif persalinan biasanya
kecemasan ibu cenderung meningkat
Usia Frekuensi %
seiring ibu merasakan kontraksi dan
nyeri yang semakin hebat. Ibu mulai < 20 Tahun 1 4,3
takut kehilangan kendali dan 20-35 Tahun 22 95,7
menggunakan berbagai macam > 35 Tahun 0 0
mekanisme koping (Rukiah, 2012). Total 23 100
Ibu primigravida lebih merasakan
nyeri pada awal persalinan kala I. Ibu
primigravida seringkali khawatir karena Usia sangat menentukan kesehatan ibu
tidak mengerti bagaimana menghadapi dan kualitas kehamilan atau berkaitan
persalinan. Primigravida cenderung dengan kesiapan ibu dalam reproduksi
lebih banyak mengalami kecemasan hasil penelitian menunjukan mayoritas
hingga menimbulkan ketegangan dan responden berumur 20-35 tahun
ketakutan sehingga tidak dapat menahan (95,7%). Hasil penelitian
nyerinya (Rukiah, 2012). tersebutdidukung dengan teori Astuti
(2008) yaitu variabel usia

Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Pengurangan Tingkat Nyeri Persalinan Kala 1 Fase 61
Aktif pada PrimiGravida di Ruang Bougenville RSUD Tugurejo
Semarang Priharyanti Wulandari, Prasita Dwi Nurhiba
dikelompokkan menjadi dua yaitu High karena tersitanya waktu, pada ibu-ibu
risk yaitu pada usia < 20 tahun - > 35 yang bekerja diluar rumah sudah
tahun, dan Low risk pada usia 20 tahun membuat persiapan menghadapi
35 tahun. Pada usia < 20 - > 35 tahun persalinan meski persiapan yang
merupakan usia yang beresiko tinggi dimiliki terkadang belum sesuai.
tarhadap komplikasi persalinan dan
ketidak nyamanan akibat nyeri yang Tingkat Pendidikan
timbul, sedangkan usia 20 tahun 35 Tabel.3 Distribusi Frekuensi Responden
tahun dianggap aman menjalani Berdasarkan Tingkat Pendidikan
persalinan karena usia tersebut dalam
rentang kondisi prima. Rahim sudah Tingkat Frekuensi %
mampu memberi perlindungan, mental Pendidikan
pun siap untuk menghadapi persalinan SD 0 0
SMP 1 4,3
Status Pekerjaan SMA 22 95,7
Tabel.2Distribusi Frekuensi Responden PT 0 0
Berdasarkan Status Pekerjaan Total 23 100

Status Frekuensi % Hasil penelitian responden


Pekerjaan sebagian besar berpendidikan SMA
Tidak Bekerja 9 39,1 sebanyak 22 responden (95,7%).
Bekerja 14 60,9 Pendidikan terakhir ibu terbanyak
Total 23 100 adalah pendidikan SMA. Tingkat
pendidikan SMA sudah memenuhi wajib
Hasil penelitian menunjukkan belajar yang di tetapkan pemerintah
bahwa status pekerjaan responden di yaitu pendidikan dasar 9 tahun
Ruang Bougenville RSUD Tugurejo (Depdiknas, 2007).
yaitu mayoritas bekerja 14orang Pendidikan adalah proses
(60,9%).Hasil penelitian menunjukan pengubahan sikap dan tata laku
bahwa sebagian besar responden status seseorang atau kelompok orang dalam
pekerjaan sebagian besar bekerja, usaha mendewasakan manusia melalui
prosentase tersebut menunjukan bahwa upaya pengajaran dan pelatihan, pada
ibu primigravida yang akan melakukan proses persalinan ibu dengan
persalinan mempunyai kegiatan dengan pendidikan rendah cenderung
bekerja, ibu banyak melakukan kegiatan menghadapi persalinan dengan apa
yang berhubungan dengan pekerjaan adanya. Ibu dengan pengetahuan tinggi
sehingga kurang memperhatikan cenderung akan mencari tahu tentang
terhadap persiapan persalinan. Hal persalinan, cara menghadapi persalinan,
tersebut sesuai teori menurut Depkes dan persiapan persalinan.Hal ini sesuai
dalam Emma Wanibar (2013), yaitu dengan teori mrnurut Harsono (2009),
banyak ibu-ibu bekerja mencari nafkah, yaitu semakin tinggi pendidikan
baik untuk kepentingan sendiri maupun seseorang semakin baik pula tingkat
keluarga. Faktor bekerja berperan pengetahuannya.
sebagai timbulnya suatu masalah pada Saat wawancara dilakukan
persiapan menghadapi persalinan, responden tidak mengerti bagaimana
dimana kondisi kerja yang menonjol cara menghadapi persalinan, atau pada
sebagai faktor yang mempengaruhi saat kontraksi datang sehingga ibu
persiapan menghadapi persalinan terlihat cemas dan takut. Hal ini sejalan

62 Jurnal Keperawatan Maternitas. Volume 3, No. 1, Mei 2015 ; 59-67


dengan penelitian yang telah dilakukan dipersyarati oleh serabut aferen
oleh Warningsih dengan judul simpatis dan di transmisikan ke medula
Hubungan Tingkat Pengetahuan spinalis pada segmen T10-L1 (thorakal
Tentang Proses Persalinan dengan 10-lumbal1) melalui serabut syaraf delta
Kecemasan dalam Proses Persalinan dan berasal dari dinding lateral dan
pada Ibu Primigravida di BPS fundus uteri.
Ny.Susaptatri Kaloran Temanggung Ibu primigravida mengalami
Tahun 2008. persalinan yang lebih panjang yaitu 12
jam sehingga mereka merasa letih
Tingkat Nyeri Persalinan sebelum sehingga menyebabkan peningkatan
dilakukan massage effleurage nyeri. Hal ini sesuai dengan teori
Tabel.4 Distribusi Frekuensi Tingkat menurut Maryuani (2010), yaitu ibu
Sebelum dilakukan massage effleurage yang bersalin pertama kali
(primigravida) mengalami persalinan
Tingkat Nyeri Frekuensi % yang lebih panjang karena pada
Tidak Nyeri 0 0 periode/kala I pematangan dan
Nyeri Ringan 0 0 pembukaan serviks (efficement) pada
Nyeri Sedang 5 21,7 primigravida lebih lama, sehingga
Nyeri Berat 18 78,3 pematangan dan pelunakan serviks pada
Total 23 100 fase latennya memerlukan waktu yang
lebih lama karena pada primigravida
Hasil penelitian menunjukan terjadi penipisan serviks terlebih dahulu
bahwa skala nyeri sebelum dilakukan sebelum terjadi pembukaan dan ostium
massage effleurage pada ibu internum membuka lebih dahulu
primigravida kala I fase aktif mayoritas daripada ostium eksternum.
dengan skala nyeri berat yaitu sebanyak Menurut analisa peneliti pada kala
18 orang (78,3%). Hasil penelitian ini I fase aktif mayoritas responden
didukung dari Rohmi Handayani mengalami nyeri berat sehingga peneliti
dengan hasil bahwa sebelum diberikan tertarik untuk memberikan terapi non
massage effleurage mayoritas nyeri farmakologis yaitu dengan melakukan
yang dialami responden adalah nyeri massage effleurage pada abdomen untuk
berat (94,1%). meredakan nyeri persalinan kala I fase
Pada saat dilakukan penelitian aktif. Hal ini didukung teori menurut
ditemukan Ibu primigravida Simkin (2008), yaitu pijatan dapat
menyatakan tidak tahan dengan nyeri menenangkan dan merilekskan
yang dirasakan terutama pada kala I. Ibu ketegangan yang muncul saat hamil dan
merasakan nyeri dibagian perut, melahirkan. Pijatan pada leher, bahu,
pinggang, punggung dan menjalar punggung, kaki, dan tangan dapat
ketulang belakang. Hal ini sesuai membuat nyaman. Usapan pelan pada
dengan teori Maryuani (2010), yaitu perut juga akan terasa nyaman saat
penyebab terjadinya nyeri pada kontraksi.
persalinan pada kala I, nyeri sifatnya
viseral Nyeri viseral yaitu bersifat
lambat dan agak sakit akibat kontrksi
uterus dan pembukaan serviks. Rasa
sakit dimulai seperti sedikit tertusuk,
lalu mencapai puncak, kemudian
menghilangseluruhnyayang

Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Pengurangan Tingkat Nyeri Persalinan Kala 1 Fase 63
Aktif pada PrimiGravida di Ruang Bougenville RSUD Tugurejo
Semarang Priharyanti Wulandari, Prasita Dwi Nurhiba
Tingkat Nyeri Persalinan sesudah gerbang dalam otak dan terjadi
dilakukan massage effleurage pembatasan intensitas nyeri di otak.
Tabel.5 Distribusi Frekuensi Tingkat Massage merupakan distraksi yang
Sesudah dilakukan massage effleurage dapat meningkatkan pembentukan
endorphin dalam sistem kontrol
Tingkat Nyeri Frekuensi % desenden sehingga dapat membuat
Tidak Nyeri 0 0 pasien lebih nyaman karena relaksasi
17,4 otot
Nyeri Ringan 4
69,6
Nyeri Sedang 16 Analisa Bivariat
13,0
Nyeri Berat 3 Pengaruh massage effleurage
Total 23 100 terhadap pengurangan tingkat nyeri
Persalinan kala I fase aktif pada
Berdasarkan hasil penelitian primigravida
diketahui bahwa sebagian besar
responden mengalami nyeri sedang Berdasarkan hasil penelitian
yaitu 16 orang (69,6%) sehingga ada tingkat nyeri persalinan Sebelum dan
penurunan nyeri sesudah diberikan Sesudah dilakukan massage effleurage
massage effleurage. Hal ini sesuai di gambarkan pada tabel berikut:
dengan teori yang dikemukakan Potter
Tabel. 6 Pengaruh massage effleurage
& Perry (2005) yaitu salah satu hal yang
dapat menurunkan nyeri adalah karena terhadap pengurangantingkat nyeri
pemberian massage effleurage pada Persalinan kala I fase aktif pada
abdomen menstimulasi serabut taktil primigravida
dikulit sehingga sinyal nyeri dapat Rata-rata tingkat P-
dihambat. Stimulasi kulit dengan Nyeri F nyeri n
effleurage ini menghasilkan pesan yang value
Sebelum Sesudah
dikirim lewat serabut A-, serabut yang Turun 19 3,78 2,96 0,000 23
menghantarkan nyeri cepat, yang Tetap 4
mengakibatkan gerbang tertutup
sehingga korteks serebri tidak menerima Hasil uji Wilcoxon dapat diketahui
sinyal nyeri dan intensitas nyeri responden yang mengalami penurunan
berubah/berkurang hal ini sesuai dengan nyeri yaitu 19 dan yang nyerinya tetap
yang dikemukakan. 4. Rata-rata tingkat nyeri pesalinan
Respon responden penelitian sebelum massage effleurage yaitu 3,78
terlihat dapat mengendalikan diri, lebih (nyeri berat) dan rata-rata nyeri
tenang, dan terlihat lebih nyaman saat pesalinan sesudah massage
dilakukan massage effleurage. Hal ini effleurageyaitu 2,96 (nyeri sedang).
didukung oleh Gate Control Teori Nilai p-value= 0,000 yang berarti lebih
dalam Padila (2014),yaitu nyeri akan kecil dari =0,05 ( 0,000 0,05).
berkurang setelah dilakukan massage Hasil tersebut menunjukkan
itu karena serabut nyeri membawa bahwa dengan dilakukannya massage
stimulasi nyeri ke otak lebih kecil dan effleuragepada ibu primigravida kala I
perjalanan sensasinya lebih lambat dari fase aktif memberikan pengaruh
pada serabut yang luas dan sensasinya terhadap pengurangan tingkat nyeri
berjalan lebih cepat. Sentuhan dan nyeri persalinan yang terlihat dari hasil post
dirangsang bersama sensasi sentuhan test tingkat nyeri persalinan mengalami
berjalan ke otak dan menutup pintu pengurangan dibandingkan dengan hasil
64 Jurnal Keperawatan Maternitas. Volume 3, No. 1, Mei 2015 ; 59-67
pre test. Pengurangan tingkat nyeri responden yang tidak memiliki
persalinan tersebut dapat dilihat dari pengaruh pengurangan atau
pengurangan yang signifikan, dari nilai penambahan tingkat nyeri sesudah
evaluasi sesudah dilakukan massage dilakukan massage effleurage, hal ini
effleurage dengan adanya perbedaan karena faktor persepsi atau toleransi
pada rata-rata (3,78 menjadi 2,96). terhadap nyeri yang berbeda-beda. Ibu
Hasil penelitian ini sejalan dengan dalam keadaan nyeri yang tidak percaya
penelitian yang dilakukan oleh Venita bahwa mereka mempunyai
Nita A. (2014), yaitu terdapat pengaruh kontrol/kendali terhadap nyeri, akan
massage effleurage terhadap nyeri dapat meningkatkan kecemasan dan
persalinan pada ibu inpartu kala I fase ketakutannya yang kemudian
aktif di Rumah Sakit Ibu dan Anak Sinta menyebabkan ibu stress, dan tegang
Bandar Lampung Tahun 2014 dengan selama kontraksi, hal ini yang dapat
nilai p value=0,000. menyebabkan gagalnya pemberian
Penelitian ini sejalan dengan teori massage effleurage. Meskipun demikian
yang menyebutkan bahwa massage atau metode ini sangat efisien dan tidak
pijatan pada abdomen (effleurage) menimbulkan efek samping dan dapat
adalah bentuk stimulasi kulit yang mengurangi nyeri persalinan pada ibu
digunakan selama proses persalinan primigravida kala 1 fase aktif saat
dalam menurunkan nyeri secara efektif. terjadi kontraksi.
Hal ini sesuai teori menurut Yuliatun
(2008), yaitu massage effleurage dalam Kesimpulan
persalinan dilakukan dengan 1. Hasil penelitian menunjukan bahwa
menggunakan ujung jari yang lembut jumlah mayoritas responden
dan ringan. Lakukan usapan dengan mengalami nyeri berat sebelum
ringan dan tanpa tekanan kuat, tetapi dilakukan massage effleurage
usahakan ujung jari tidak lepas dari sebanyak 18 orang (78,3%).
permukaan kulit. Stimulasi kulit dengan 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa
teknik effleurage menghasilkan impuls jumlah mayoritas responden
yang dikirim lewat serabut saraf besar mengalami nyeri sedang sesudah
yang berada di permukaan kulit, serabut dilakukan massage effleurage
saraf besar ini akan menutup gerbang sebanyak 16 orang (69,6%).
sehingga otak tidak menerima pesan 3. Hasil penelitian yang telah di uji
nyeri karena sudah diblokir oleh dengan Wilcoxon dengan nilai z= -
stimulasi kulit dengan teknik ini, 4,359 dannilai p-value 0,000 0,05 ,
akibatnya persepsi nyeri akan berubah maka H0 ditolak dan Ha diterima,
selain meredakan nyeri, massage akan dengan demikian membuktikan
merangsang otot-otot uterus untuk bahwa Ada pengaruh massage
berkontraksi. effleurage terhadap tingkat nyeri
Menurut analisa peneliti maka persalinan kala I fase aktif pada
dapat disimpulkan bahwa massage primigravida di Ruang Bougenville
effleurage memberikan pengaruh RSUD Tugurejo Semarang.
terhadap pengurangan tingkat nyeri
persalinan kala I fase aktif pada ibu Saran
primigravida, meskipun dari hasil 1. Bagi Institusi Pendidikan:
penelitian massageeffleurage dapat Massage effleurage dapat dijadikan
mempengaruhi pengurangan tingkat sebagai salah satu refrensi dalam
nyeri persalinan, tetapi didapatkan juga proses pembelajaran khususnya

Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Pengurangan Tingkat Nyeri Persalinan Kala 1 Fase 65
Aktif pada PrimiGravida di Ruang Bougenville RSUD Tugurejo
Semarang Priharyanti Wulandari, Prasita Dwi Nurhiba
pengendalian dan penanganan non Ibu Primipara di Bandar
farmakologi yaitu menggunaka Lampung. Tesis
terapi komplementer dan intervensi Berita Jateng. 2015. Dinkes Jateng
secara mandiri dalam menangani Tekan Jumlah Angka Kematian Ibu dan
nyeri persalinan kala I fase aktif. Bayi. Diakses
2. Bagi tempat penelitian (RSUD http://beritajateng.net/berita-
Tugurejo Semarang): jateng-terbaru-hari-ini/dinkes-
Hasil penelitian ini dapat jateng-tekan-jumlah-angka-
diterapkandalam kematian-ibu-dan-bayi/11962
pelayanan/intervensi non Bobak. 2005. Keperawatan Maternitas.
farmakologis, pada ibu yang Alih Bahasa: Wijayarini. A. M.
mengalami nyeri dalam Jakarta: EGC.
menghadapi persalinan di RSUD Depkes RI. 2008. Panduan Pelatihan
Tugurejo Semarang. Komunikasi Perubahan Perilaku
3. Bagi masyarakat (ibu Bagi Fasilitator, Narasumber,
primigravida): Peserta, Dan Penyelengaranya
Hasil penelitian ini dapat dijadikan Untuk Mempromosikan
informasi dan edukasi dalam upaya Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir
preventif non farmakologis untuk Dan Anak (KIBBLA). Usaid,
meredakan nyeri persalinan kala I Jakarta
fase aktif khususnya pada ibu Desmawati. 2011. Intervensi
primigravida. Keperawatan Maternitas. Jakarta
4. Bagi Peneliti Selanjutnya: : Trans Info Media
Diharapkan mengembangkan Dinas Kesehatan Jawa Tengah. 2013.
penelitian dengan desain true Profil Kesehatan Jawa Tengah.
experiment dengan pendekatan one Semarang
grup pre post test design sehingga DinasKesehatan Kota Semarang.
dapat membandingkan tingkat 2015.Optimalisasi Tim Gawat
keberhasilannya dengan kelompok Darurat RS Dalam Penurunan
kontrolataupun memodifikasi terapi Kematian Ibu Maternal.
tersebut dengan berbagai macam Semarang
terapi non farmakologi lain, yang Dinas Kesehatan Kota Semarang. 2015.
dapat digunakan untuk mengurangi Rapat Kerja Kesehatan Daerah
nyeri persalinan kala I fase aktif Prov. Jateng Th.2015. Semarang
khususnya pada ibu primigravida. Gandyas, G. 2009. Persepsi Ibu tentang
Metode Massage. [accessed 28
Daftar Pustaka Mei 2015]
Aryanti. 2014. Pengaruh massage Handayani. 2011. Pengaruh Massage
effleurage Terhahadap Nyeri Effluerage Terhadap Nyeri
Persalinan Pada Ibu Inpartu Kala Persalinan
I Fase Aktif di RSIA Sinta Bandar Primipara Kala I Persalinan Fisiologis.
Lampung. Skripsi Universitas Skripsi Universitas Jendral
Malahayati Bandar Lampung. Soedirman.
[accessed 4 September 2015] [accessed 25 April 2015]
Astuti, T.2008.Efektifitas Paket Harsono. 2009. Kapita Selekta
Materna Terhadap Rasa Nyeri Neurologi Edisi kedua.
dan Lamanya Kala I Persalinan Yogjakarta: Gadjah Mada
University Press

66 Jurnal Keperawatan Maternitas. Volume 3, No. 1, Mei 2015 ; 59-67


Kementerian Kesehatan RI. 2014. Simkin, P. 2005. Buku Saku Persalinan.
Sekretariat Jenderal Profil Jakarta:EGC
Kesehatan Indonesia Tahun 2013. Sindonews. 2014. Angka Kematian Ibu
Jakarta : Kementerian Kesehatan Meningkat Setiap Tahun. Diakses
RI http://www.nasional.sindonews.co
Komariah, E. 2005. Pengaruh m/read/858545/15/angka-
Perilaku Suportif Perawat dan Bidan kematian-ibu-meningkat-setiap-
Terhadap Intesitas Nyeri tahun-1398694309
Persalinan Pada Ibu Intra Partum Saryono.2013. Metodologi Penelitian
Kala I di RS. Hasan Sadikin dan Kualitatif dan Kuantitatif dalam
RS. Cibabat Bandung. Tesis. Bidang Kesehatan. Yogyakarta :
Program Magister Keperawatan UI Nuhamedika
Kompasiana. 2015. Angka Kematian Wahyuningsih, M. 2014. Efektifitas
bayi di Indonesia menurun. Aroma Terapi Lavender dan
Diakses Massage Effleurage Terhadap
http://www.kompasiana.com/devi Tingkat Nyeri Persalinan Kala I
kumalasari/angka-kematian-bayi- Fase Aktif pada Primigravida.
di-indonesia- Skripsi Stikes Kusuma Husada
menurun_54f8375ca333112e5e8b Surakarta. [accessed 25 April
4817 2015]
Maryunani, A. 2010. Nyeri Dalam Wanibar, E. 2013. Faktor-faktor yang
Pesalinan (Teknik dan Cara Memepengaruh Ibu Hamil Dalam
Penanganan-nya). Jakarta : Trans JAMPERSAL di Pukesmas Cot
Info Media Kuta. [accessed 2 September
Padila. 2014. Buku Ajar Keperawatan 2015] Ilmu
Maternitas. Yogyakarta : Wiknjosastro, H. 2005.
Nuhamedika Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina
Pawaka, H. 2013. Massage olahraga. Pustaka Sarwono Prawirohardjo
[accessed 2 September 2015] Warningsih. 2008. Hubungan Tingkat
Prawiroharjo, S. 2006. Pelayanan Pengetahuan Tentang Proses
Kesehatan Maternal dan Neonatal. Persalinan dengan Kecemasan
Jakarta : Nuhamedika dalam Proses Persalinan pada
Potter, P.A dan Perry, A.G. Bukuajar Ibu Primigravida di BPS
Fundamental Keperawatan : Ny.Susaptatri Kaloran
Konsep, Proses, dan Praktik Temanggung. [accessed 24
Volume 1. Ed. 4. Jakarta : Penebit September 2015]
Buku Kedokteran EGC, 2005. World Health Organization (WHO).
Purwaningsih, W, dkk. 2010. Asuhan 2014. WHO, UNICEF, UNFPA,
Keperawatan Maternitas. The World Bank. Trends in
Yogyakarta : Nuha Medika maternal mortality: 1990 to 2013.
Reeder, S J. 2013. Keperawatan Geneva: World Health
Maternitas : Kesehatan wanita, Organization
bayi, dan keluarga,Ed.18 vol. 1. Yuliatun, L. 2008. Penangangan Nyeri
Jakarta : EGC Persalinan Dengan Metode Non
Rukiah,A, dkk. 2012. Asuhan farmakologi. Malang: Bayumedia
Kebidanan II (Persalian). Jakarta Publishing
: Trans Info Media

Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Pengurangan Tingkat Nyeri Persalinan Kala 1 Fase 67
Aktif pada PrimiGravida di Ruang Bougenville RSUD Tugurejo
Semarang Priharyanti Wulandari, Prasita Dwi Nurhiba