Anda di halaman 1dari 15

4 Lainnya Blog Berikut Buat Blog Masuk

SUARA KU
PESANAN TOKKU PALOH : MAKA TINGGALKANL AH DUNIAMU
DAN BELAYARLAH MENUJU TUH ANMU. JANGANLAH SEKALI-
KALI ENGKAU MELABUHKAN SAUH KETIDAKPASTIAN ITU
BIARLAH APA KATA MEREKA PADA DIRIMU. BERHIJRAHL AH,
BELAYARLAH MENUJU TUH ANMU KERANA KAULAH MELAYU

Tuesday, September 2, 2014

KITAB BARENCONG BHG 11


WAL AWAL WAL ACHIR ALLAHUSSAMA WATIWAL ARDI
WAL JAHIRU WAL BATHINU LILLAHISSAMA WATIWAL ARDI
LAHU KUSSAMA WATIWAL ARDI
ALLAHUL LAZI KHOLAQOSSAMA WATIWAL ARDI
LAHURUFIN ALIF TIDAK KOSONG
WALA SAUTIN
FA LAM ALIF
KOSONG TITIK ALIF
ALLAH MUHAMMAD ADAM
AHADIYAT WAHDAH WAHDIYAT
ZAT SIFAT AFAL
ALIF _________ TERBANG
LA HURUFIN WALA SAUTIN
TIADA HURUF TIADA SUARA
INILAH DIA JIBU
ALIF TERBANG INI DIBUNYIKAN MENJADI : A.I.U
(AKU INI HIDUP) ATAU DENGAN LAIN KATA :
AKU TUHAN, IA TUHAN, UJUD TUHAN
SEMUANYA SIMPUN KEPADA HU ; DAN HU ITU LENYAP
DALAM JIBU, ARTINYA ;
TIADA HURUF DAN TIADA SUARA
INILAH AHIR PERJALANAN SEORANG SALIK/ PENUNTUT KAUM SUFI ATAU AHLI PERJALANAN
DEMIKIANLAH ADANYA.
oo0oo
ZAT JIBU
SIFAT Kenyataan ZAT
sifat namanya
ASMA Kenyataan ZAT,
Asma namanya
AFAL Kenyataan ZAT
Kelakuan namanya
SYAREATTHAREKATTHAQIQATMARIFAT
ALIF ADALAH ZAT
LAM AWAL ADALAH SIFAT
LAM ACHIR ADALAH ASMA
HA ADALAH AFAL
INILAH YANG BERNAMA ALLAH YANG SEBENARNYA
ALIF KENYATAAN HAYATULLAH ZAT
KAF KENYATAAN ALIMULLAH
BA KENYATAAN KUDRATULLAH
RO KENYATAAN IBADATULLAH
INILAH KEMAHA BESARAN TUHAN ALLAH AZZAWAZALLA
KALAU KITA SIMPUNKAN MENJADI SATU
1. ALLAH : ADALAH NAMA BAGI ZAT YANG WAJIBAL WUJUD
AKBAR : ADALAH NAMA BAGI SIFAT HAYATULLAH ZAT
2. ALLAH : NAMA BAGI BATHIN
ALLAH TAALA
AKBAR : NAMA BAGI ZAHIR
JADI YANG SEBENAR-BENARNYA TAKBIR ITU ADALAH :
MENUNJUKKAN KEADAAN ALLAH PADA MUHAMMAD
ARTINYA : ZAHIR TUHAN ADA PADA MUHAMMAD DAN BATHIN MUHAMMAD ADA DI TUHAN
BER-ARTI : YANG MENYEMBAH JUGA YANG DISEMBAH
MAKA YANG BERLAKU DALAM KEADAAN SEMBAHYANG ITUADALAH RAHASIA ALLAH SEMATA-MATA
DALILNYA : LAYA BUDULLAH ILLALLAHARTINYA : TIADA YANG MENYEMBAH ALLAH, HANYA ALLAH
oo0oo
NAIKNYA NAFAS SHIFAT
TURUNNYA NAFAS ZAT
HILANGNYA NAFAS ASMA
NAIKNYA NAFAS, BUKAN HURUF
TURUNNYA NAFAS, BUKAN SUARA
ATAU PUN DENGUNG
LENYAPNYA NAFAS TURUNYA NAFAS NAIKNYA NAFAS
BERSATUNYA NAFAS.
A I U = AKU INI HIDUP
LA HURUFIN WALA SAUTIN.
TIADA HURUF TIADA SUARA TIADA KATA-KATA.
KUDRAT
ILMU
IRADAT
HAYAT
SAMA
KALAM
SHIFAT 7
BASAR
INSAN INSAN
INSAN IMAN
RAHASIA ISLAM
NYATA TAUHID
HATI MARIFAT
ZATTUBUH MARIFAT
AFAL
SIFAT
ASMA
LAISA
TAALA SANI TAAIN AWAL LA TAAIN
ROH IDHOFI UJUD IDHOFI ALLAH
RAHASIA SIR ZAT
ROH ROH
NYAWA
PENGRASA PENGLIHAT PENDENGAR PENCIUM
KAKI PUSAT DADA KEPALA
Maghrib Ashar Zohor Subuh
ISYA : meliputi seluruhnya ataupun dengan kata lain zahir bathinNYAWA ADAMSAREAT : TUBUH
TAREQAT : HATI
HAQIQAT : RUH
MARIFAT : RAHASIA NYAWA MUHAMMADFANA MUHAMMAD
PADA ALLAH
NUR MUHAMMAD = NUR ALLAH
HA DAN ALLAHWAL AWAL WAL ACHIRNAH : INILAH ZIKIR MARIFAT ATAU RAHASIA (SEMPURNA)
KENAL DAN MENGENAL
HA ALIF
TIDAK BERHURUF TIDAK BERSUARA DAN TIDAK ADA KATA-KATA.
AKU ADALAH AKU DALAM SEGALA HAL
Tidak akan diucapkan kalimat AKU : melainkan oleh orang yang berkawan dengan kelengahan dan oleh
setiap orang yang terhijab oleh hakikat. Tidaklahsemuanya benar bagi orang yang ber-AKU-AKU. Engkau
berani mengatakan AKU ; sedang engkau masih terhijab/terdidinding dari padaku. Pesona dunia ini masih
mencekam dirinya (dirimu), masing-masing akan menyambar dirimu dengan seruan kepad zat dirimu,
engkau saja masih didalam kegaiban yang kelam daripadaku. Maka apabila engkau telah melihat AKU; dan
akupun telah bernyata dihadapanmu, maka tetapkanlah keteguhanmu, maka tiada Aku lagi, melainkan aku.
Telah kuciptakan atau kuadakan untukmu danuntuk sesuatu menjadi tujuan ; antara lain tujuan itu ialah ;
CINTAMU KEPADA DIRIMU SENDIRI.
Itulah tetesan waham atau kalimat yang engkau warisi. Kata-kata Aku adalah egomu sendiri ; Aku berlepas
diri dari anggapan yang demikian. Dan tidak lain ZAT itu, melainkan kepunyaanku jua. Dan tidak lain AKU
itu, kecuali hanya untukmu semata.
Akulah yang dia itu : dan adapun hakikatmu itu bukanlah pula persoalan. Hanya sesungguhnya engkau
berada pada pembagian yang bersifat waham atau dugaan saja (sangka-sangka).
Hal ini disebabkan karena caramu berkir dan pencapaianmu pada pendakian jiwa dan persoalan. Engkau
dalam setiap saat terbagi kepada : menyaksikan dan disaksikan
Dua menjadi satu dalam bentuk perjodohan. Jiwa yang mencapai dan persoalan yang dicapai. Adapun
hakikatnya sendiri tersembunyi jauh dibalikperjodohan itu, meninggi atasnya, jauh dari segala itu
semuanya. Sekarang engkau bukan lagi ZAT dan perjodohan; tetapi engkau hanyalah RUH dari RUHKU,
tiada nisbah bagimu melainkan padaku. Engkau tidakmengungkapkan hakikat ini, kecuali dikala terangkat
daripadamu tirai penutup dan engkau memandangku ketika itulah engkau telah lenyap dari pada dirimu
yang berjodohan yang bersifat serba duga/waham(sangka-sangka).
Dirimu yang sebenarnya yang bukan ZAT dan bukan pula dari persoalan. Tetapi hanya engkau semurni-
murni RUH yang tidak terbagi-bagi atau JAUHAR, meninggi, tidak nisbah melainkan kepadaku. Maka
engkau tidak lagi mengulangi mengata AKU.
Melainkan engkau mengatakan ENGKAU TUHANKU
Akumu itu adalah rahasiaku jua adanya. Sebab telah engkau ketahui, bahwa AKU adalah untukmu semata.
Dan sekarang engkau adalah hambaku, Hai hambaku.
Jika engkau sudah melihatku, maka tiada lagi engkau dan apabila engkau telahtiada, maka tiada lupa ada
tuntutan dan apabila tiada tuntutanhilanglah sebab, dan bila sebab telah lenyap tiada lagi nisbah, sampai
disini sirnalah hijab.
CINTA MUTLAK
Cinta hakiki tak mau dibelah dua, dia tetap satu, dia rahasia. Inilah akidah/pendirianseorang sumber
segala akal yang mengatur alam ini, yang terbit daripadany karena se-mata-mata limpahan dan anugerah.
Puncak segala akal ialah aqlul faal atau akal pembuat dan dialah yang mengatur bumi dann segala yang
ada dalam bentuknya yang tetap. Dan dialah masdar atau tempat timbul jiwa insane. Oleh karena jiwa-jiwa
itu senantiasa ingin hendak kembali kepadanya maka apabila manusia menyediakan dirinya untuk belajar
dan menuntut dan merenungi dan tidak puas-puas/ tidakbosan-bosan menyediakan sedalam-dalamnya,
niscaya akan beroleh dia akan kebahagiaan yang dimiliki orang lainnya yaitu dengan marifatul kamilat
atau pengetahuan yang sempurna. Dan hakikat mujaradat atau hakikatsemata, sampai tercapai
pertemuan dengan al aqlul faal. Permulaan dan kesedahan ujud adalah ALLAH. Diatasnya tidak ada apa-
apa lagi, walaupun Adam dia jadi sendirinya dan tidak berkehendak kepada penciptanya/pencipta lainnya
buat menciptakan dirinya. Karena demikian timbullah bertali-tali dan berlingkar-lingkar yang tiada putus-
putusnya. Kainat atau segala yang ada, yang lainnya adalah mashor atau kenyataan daripada adanya,
daripada ilmunya dan iradatnya. Dan daripadanyalah terambil hayat seluruhnya. Memang alam itu adalah
mendatang atau ardi. Sebab itu yang ada itu hanya satu pada hakikatnya. Bahkan dialah ujud semata,
kainat yang Nampak. Jadi fahamnya kembali kepada keesaan ujud jua.
Beramal bukan ingin sorga dan bukan pahala takut akan neraka
Tetapi karena CINTA. Dan yang ada dalam diri sendiri.
Karena itu adalah tumpahan segala cinta. Jadi siapa-siapa yang telah sampai kepada cinta hakiki atau
cinta mutlak atau cinta qudus, maka mereka berhak disebut INSAN KAMIL, atau dengan kata lain,
MUHAMMAD INSAN KAMIL.
Muhammad insan kamil itu ialah: orang yang ber-akhlak dengan akhlak Allah. Orangyang bersifat dengan
sifat Allah. Orang yang berakal dengan akal Allah. Orang yang berbuat dengan perbuatan Allah. Orang
yang berpandangan dengan pandangan Allah.
Semuanya demi Allah, bukan demi itu dan ini.
Orang yang seperti ini pandangannya hanya satu ialah : SEMUA ITU ALLAH DAN ALLAH ITU SEMUANYA.
Inilah yang hamba maksud dengan :
FANA DALAM CAHAYA DAN LEBUR DALAM API.
.
demikianlah akidah atau pendirian seorang wali semoga kita demikian pula hendakny a.
oo0oo
YANG DIMAKSUD MASIAT BATHIN
1. Minta habarkan dan minta didengari oleh orang tatkala berbuat ibadat (sembahy ang).
2. Ria, minta dilihat orang waktu ibadat
3. Membesarkan diri angkuh-sombong menghina orang lain
4. Hasad dengki akan anugerah Allah Taala kepada orang lain
5. Al-Haqad dendam pada orang lain
6. Hubul Mal kasih akan harta dunia, kikir berbuat sedekah
7. Hubul Jah kasih akan kejahatan
8. Hubul mada kasih untuk dipuji
9. Hubul dunnya kasih akan dunia malas beribadat untuk akhirat
10. Ujuh menyebut-nyebut orang lain dengan sindiran
Demikianlah yang dimaksud dengan maksiat bathin. Semoga kita sekaliansungguh-sungguh terlepas
daripada yang 10 (sepuluh) pasal tersebut.
oo0oo
BISMILLAHIRRACHMANNIRRAKHIM
Alhamdulillahi robbil alamin washolatu wassalamu ala asrol anbiya wal mursalin waala alihi wasahbihi
ajmain amma badu.
Asal suatu risalah yang kecil yang menyatakan usul bagida ALI kepada RASULULLAH S.A.W. barang siapa
mengetahui jalan sempurna amalnya ini. Bermula sembah asiyidina ALI.
Ya Tuhanku apakah Syariat, tharikat, hakikat, dan marifat itu.
Jawab Rasulullah
Syareat itu pada TAUBAT
Tharikat itu pada HATI
Hakikat itu pada RUH
Marifat itu pada ZAT ALLAH
Sembah syaidina ALI
Ya tuhanku apakah syareat, tharekat, hakikat, dan marifat itu, samakah, samakah berlainankah amalnya.
Jawab Rasulullah s.a.w
Asalnya orang sareat dan tharikat ; semata-mata mengerjakan segala pesuruh.
Amalnya orang hakikat ; mengesakan Zat Allah
Amalnya orang marifat : tetap pada Zat Allah
Sembah Saiyidina ALI
Ya Tuanku adapun syareat, tharekat, hakikat, dan marifat, berlainankah atau samakah nafsunya.
Jawab Rasulullah s.a.w
Syariat, nafsunya, amarah, matinya hancur lebur/cerai berai
Tharekat, nafsunya sawiyah, matinya kurus kering
Hakikat nafsunya lawwamah, matinya lamak gemuk putih kuning
Marifat nafsunya mutmainah, matinya lenyap dalam kubur
Sembah saiyidina ALI ya tuanku adapun syareat, tharekat, hakikat, marifat, berlainankah atau samakah
sembahyangnya.
Jawab Rasulullah s.a.w
Sembahyang orang sareat akan kiblat. Menghadap baitullah membara hatinya bercahaya.
Sembahyang orang tharekat membara hatinya bercahaya, kiblatnya menghadap Baitul makmur.
Sembahyang orang hakikat kiblatnya menghadapa Arsy membara hatinya bercahaya.
Sembahyang orang marifat kiblatnya menghada seperti rman Allah s.w.t. didalam al-quran.
FAATIMALLA TUWALLU FASSAMA WAD HULLAH
Barang siapa dimana kamu menghadap akan mukamu/wajahmu, atau akalmu, ohmu r maka disanalah
wujud Allah bercahaya-cahaya dan imannya terang tiada sepertinya.
Sembah sayisina ALI
Ya tuanku adapun syareat, tarekat, hakikat dan marifat, berlainankah atau samakah pekerjaannya.
Jawab Rasulullah s.a.w
Pekerjaan sareat itu : mengucap syahadat, sembahyang, puasa, memberi zakat dan naik haji.
Pekerjaan tarekat itu : mentasdikkan barang yang diamalkannya
Pekerjaan hakikat itu : senantiasa tetap adanya dan mengesakan zat Allah Taala menepikan
barang lainnya.
Pekerjaan marifat itu: semata-mata tetap adanya dan sendirinya zat Allah Taala
Sembah sayidina Ali
Ya Tuanku adapun sareat, tarekat, hakekat dan marifat, berlainankah atau samakah alamnya
Sabda Rasulullah s.a.w
Sareat itu ialah : alamnya perjalanan tubuh
Tarekat itu ialah : alamnya malakut perjalanannya hati
Hakikat itu ialah : alamnya jabarut perjalanannya RUH
Marifat itu ialah : alamnya lahud perjalanannya SIR
Sembah sayidina Ali
Syareat, tharekat, hakikat, marifat, samakah ilmunya.
Sabda Rasulullah s.a.w
Sareat itu ialah : ilmunya yakin
Tharekat itu ialah : Ainal yakin
Hakikat itu ialah: Haqul yakin
Marifat itu ialah : Kamallul yakin
Sembah Sayidina Ali
Apakah yang empat itu sama kebangkitannya?
Sabda Rasulullah s.a.w
Kebangkitan sareat ialah : taubat sekalian dosa
Kebangkitan tarekat ialah : sabar dan ridha akan qudrat Allah
Kebangkitan hakikat ialah : syukur akan barang yang dating daripada Allah swt.
Kebangkitan marifat ialah : ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah Taala.
Maka sembah Sayidina Ali
Ya tuanku orang yang ampuk itu apa kejadiannya.
Sabda Rasulullah saw
Adapun sareat itu ialah : kejadiannya afal
Adapun tharekat itu ialah : kejadiannya asma
Adapun hakikat itu ialah : kejadiannya sifat
Adapun marifat itu ialah : kejadiannya zat
Sembah Sayidna Ali
Adapun yang empat (4) itu apakah atas zatnya
Sabda Rasulullah saw
Adapun sareat itu ialah : kulit dan bulunya
Adapun tharekat itu ialah : darah dan daging
Adapun hakikat itu ialah : urat tulang
Adapun marifat itu ialah : otak dan sumsum
Sembah Sayidna Ali
Ya tuanku adapun yang 4 itu apakah maujudnya
Sabda Rasulullah saw
Sareat itu ialah : pendengarannya
Tharekat itu ialah : penglihatannya
Hakikat itu ialah: penciumannya
Marifat itu ialah : pengrasanya
Sembah Sayidna ALI
Ya tuanku adapun yang 4 (empat) itu berlainankah Rohnya
Sabda Rasulullah saw
Syareat itu ialah : Rohani
Tharekat itu ialah : Rahmani
Hakikat itu ialah: Roh Ido
Marifat itu ialah : Robbani
Sembah Sayidna ALI
Ya, tuanku : Apakah yang tinggi tiada rendah
Yang hidup tiada mati.
Yang luas tiada sempit
Yang benar tiada salah
Yang menghadap tiada membelakangi
Yang manis tiada pahit
Yang ruh tiada dua
Sabda Rasulullah s.a.w
Yang tinggi tiada rendah itu Allah
Yang hidup tiada mati itu Allah
Yang besar tiada kecil itu Allah
Yang hampir itu tiada jauh itu Allah
Yang luas tiada sempit itu Allah
Yang menghadap itu tiada membelakangi ituAllah
Yang suci itu tiada nazis itu Allah
Yang manis tiada tiada pahit itu Allah
Yang ESA tiada dua itu Allah
Sembah Sayidina ALI
Ya, tuanku dapatkah hamba peroleh ilmuyang dimiliki itu?
Maka sabda Rasulullah s.a.w
Siapa ia sungguh-sungguh mengenal dirinya itulah yang tinggi tiada rendah
Siapa yang merendahkan diri itulah yang besar tiada kecil
Siapa yang mengesakan Allah itulah yang hidup tiada mati
Siapa percaya akan Allah ituah yang suci tiada Nazis
Dan barang siapa yang tiada sirik itulah yang manis tiada pahit
Barang siapa yang menakan hal lain itulah ESA tiada dua
Sembah sayidina Ali
Apakah hamba dapat memiliki martabat seperti itu
Sabda Rasulullah s.a.w
HAI ANAKKU ALI : tatkala akan makan minum didalam dunia, supaya engakau makan minum beserta
Allah.
Tatkala akan dudukmu didalam dunia supaya engkau melihat serta Allah.
Tatkala akan pendengaranmu didalam duniasupaya engkau mendengar serta Allah.
Tatkala akan perkataanmu didalam dunia, supaya engkau berkata-kata serta Allah
Matikan dirimu didalam dunia, besok aku bertemu akan Allah
Sembah Sayidina Allah
Ya, Tuhanku, sejak syujud menyembah.
Rasulullah s.a.w
Matinya iman itu agama, guru iman itu ikhlas, dan dahan iman itu cita-cita, daniman itu SIR, dan cabang
iman itu amal, dan daun iman itu kasar tekundan haraf, buah iman itu joah (joah) dan nyawa iman itu
kasih (kasihan), iman itu ruh dan iman itu hati, yang mumin dan iman itu yakin, dan pertahanan iman itu
sembahyang, dan sareat iman itu fardhu. Dan tharekat iman itu jalan sempurna, dan hakikat iman itu Esa.
Marifat iman itu tetap pada zat waibal wujud.
Adakah syahadat iman itu selain daripada itu.
Kepala iman itu akir (laillahaillallah) hatina menyatakan iman dan cahaya iman itu benar, dan kalam iman
itu suci, dan nyawa iman itu hidup.
Jantung iman itu jamaah.
Urat iman itu segala rukun.
Tulang iman itu rukun.
Lutut iman itu sabar.
Dada iman itu amar.
Iga iman itu ikhlas.
Ilmu iman itu sempurna dunia dan akherat.
Wallahu alam bisawwab.
oo0oo
Kemudian apa yang terkandung dalam nama MUHAMMAD.
1. MIM-MAHMUDUN ALAIYAH : maksud kepujian pada Muhammad ialah; yang
menjadikan wakil dari Tuhan YME pada hari hisab.
Firman Allah Taala ; tiada aku utus engkau Muhammad melainkan menjadi rahmat sekalian alam.
2. HA-HAMIDUN ALAIHI : maksudnya MUHAMMAD lah yang terpuji yag mendirikan ;
syareat, tharekat, hakikat, dan marifat, seperti kata Tuhan
YME. Dalam hadits qudsyi, maksudnya ; benarlah hambaku
Muhammad, setiap apa yang disampaikannya kepadaku.
3. MIM- MUJANIUN : ialah MUHAMMAD lah yang menghimpun puji bagi Allah
LAHMIJIDILLAH Taala, bagi puji zahir maupun puji bathin
Firman Allah Taala maksudnya : sesungguhnya kami menyuruh mengikuti Muhammad pada perhatiannya
maupun perbuatannya.
4. DAL TOBADILLAH ILLA HUA : maksudnya, kuganti kerjaanku kepadamu ya Muhammad, dijadikan
Muhammad atas rupaku, artinya tiada wujudku melainkan wujud Muhammad ganti kerjaanku.
Syahadat bathin ada mengandung sifat 20 kadim :
Syahadat jahirpun ada juga sifat 20nya nyata, yaitu :
UJUD ialah : Bumbunan kepala
KIDAM ialah : Telinga kanan
BAQA ialah : Telinga kiri
MUHALLAFAH ialah : Mata kanan
KIAMUHU ialah : Mata kiri
WAHDANIYAT ialah : Mulut
KODRAT ialah : Bahu kanan
IRADAT ialah : Bahu kiri
ILMU ialah : Susu kanan
HAYAT ialah : Susu kiri
SAMA ialah : Tangan kanan
BASHAR ialah : Tangan kiri
KALAM ialah : Pangkal tangan kanan
KODIRUN ialah : Pangkal lengan kiri
MURIDUN ialah : Kaki kanan
ALIMUN ialah : Kaki kiri
HAYUN ialah : Paha kanan
SAMIUN ialah : Paha kiri
BASIRUN ialah : Pusat
MUTAKALIMAN ialah : Jantung
Maka dengan adanya sifat 20 (dua puluh ) ini, bathin maupun zahir, sudah ada dalam wujud.
BISMILLAHIRRACHMANNIRRAKHIM
WASSOLATU WASSALAMU ALA ASROFIL MURSALIN SYAIYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALLIHI
WASOHBIHI WASSALAM AMA BADU
Adapun pasal menyatakan bicara hakikat dan amrifat menyemabah Allah Taala dengan memelihara
segala hukum syareat yang zahir yang diperintahkan oleh Rasulullah, yaitu : yang dimaksudkan oleh Allah
Taala, ilmu dan amal, dan menjalankan akan jalan segala nabi-nabi dan wali-wali Allah
Yaitu memandang Allah Taala itu dengan hati yang normal. Bahwasannya Allah Taala wujud
sendirinya,yaitu memandang dan mengetahui, mengenalsatu-satunya paham dan putih bersih, dan
nugrahanya haq Allah Taala serta dalil aqal dan naqal. Maka tiada hasil hakikat itu, melainkan dibaiki
syareat. Hasil ketiganya itu menghasilkan marifat.
Pasal pada menyatakan hal dan limpahan segala ahli tasauf yang diperbuat tiap-tiap hari siang dan malam
ketika mengerjakan segala yang dipardukan Allah Taala dengan sekira-kiranya memadai kuatnya jasad
pada mengerjakan dia yang disuruhnya atau disuruh oleh Allah Taala. dan menjauhkan segala yang
dilarang. Dan disuruh oleh Allah taala memeliharakan segala rahasia-rahasia kehati dan melazimkan
segala makam yang 11 (sebelas) ; seperti Taubat, sakit, sabar, syukur, tawwakal, ridha, wara, suci, ajam,
murakabah dan lainnya.
Pertama-tama orang yang megerjakan jalan ini mulai dengan taubat karena taubat itu bersuci dari pada
najis. Demikianlah ha ahli tasauf.
Bermula setengah dari rahasia ketuhanan itu IMAN DAN KAMIL. Yaitu keluarlah engkau dari pada Allah
taala seperti bahwasannya, jangan engkau sekutukan AllahTaala dengan sesuatu dari segala sifatnya
yang tertentu dengan DIA :
Dan YAKIN KAMIL Yaitu keluar engkau dari diriku, artinya keluar dari pada dayamu dan kuatmu dan
wujudmu. Jangan engkau sekutukan Allah Taala dengan sesuatu dari segala sifatnyayang tertentu dengan
dia yang yakin kamil, yaitu ada pada mukamu, karena ujudmu dan dayamu itu majas., dan bayang-bayang
jua. Karena sekalian yang dijadikan Allah Taala hanya ujud hakiki, dan kuat daya upaya yang hakikatnya
hanya Allah Taala jua.
Maka hendaklah engkau nakan ujud dirimu dan sekalian yang lan daripada ujud Allah Taala itu. supaya
sempurnalah dari pada syirik ha dansupaya engkau pandang kesempurnaan Allah Taala dan daya
upayanya dan kuatnya pada temat ujud dan lemahnya/lemahmu dan daifmu itu.
Setengah dari pada rahasia, ketahuilah olehmu akan bahwasannya kita pandang, kita Itiqadkan, bahwa
sesungguhnya akan kita ini tetap selama-lamanya dalam ilmu Allah Taala.
Pertama : Penglihat, pendengar, kelakuan dan kehendaknya.
Sekianlah pada sebenarnya Itiqad segala nabi-nabi dan wali-wali Allah serta Ulama-ulama yang saleh-
saleh, janganlah kita berubah Itiqad ini supaya kita sampai kepada jalan FANA BILLAH BAQA BILLAH.
Yaitu lenyapkanlah kita ke dalam Allah Taala supaya kekal dalam keadaan Allah taala.
Bermula dikehendaki lenyap dan hapus itu, tiada lagi kita atau diri kita, hanya yang kelihatan ZAT ALLAH
TAALA jua semata-mata tetap denganpenglihatannya mata hati dan mata zahir harus menyatu dalam
rahasianya.
Dan tilik hakikat adalah isyarat umpama besi di dalam api, maka tatkalamerah besi, tidak kelihatan besi,
hanyalah keadaan api jua yang kelihatah itu semata-mata. Maka ZAT ALLAH TAALA SIFAT ALLAH
TAALA AFAL ALLAH TAALA semata-mata.
Maka apabila tetap dikarenakan sukuan didalam keadaan kita niscaya kita ini hilang. Maka tiada tinggal
lagi baginya bekam. Maka kita sampailah kepada jalan fana billah dan baqa billah. Adapun dalil akal,
apabila kita tidur lihatlah pada dirimu,adakah kekuasaan, dan kehendak, pengetahuan, penglihatan,
pendengaran dan perkataan dan gerakan. Maka dalilnya yang menunjukkan akan tiada mempunyai, hanya
daripada menerima sifat jua.
Dan empunya sifat itulah Allah Taala jua semata-mata.
Maka jad dalil tahliklah kita dengan pengajaran guru yang kamil adanya.
SABDA NABI MUHAMMAD SAW pada menyatakan :
Bermula Syareat itu seperti tanah
Tharekat itu seperti air
Hakikat itu seperti angin
Marifat itu seperti api
Maka sembahah syayidina Ali, ya, junjunganku adapun
Syareat itu seperti tanah, tanah yang mana ?Tharekat itu seperti air, air yang mana ?
Hakikat itu seperti angin, angin yang mana ?Marifat itu seperti api, api yang mana ?
Jawab Rasulullah s.a.w
Hai ALI dengarlah pengajaranku, yaitu :
Syareat itu seperti tanah, yaitu badanku
Tharekat itu seperti air, yaitu Nur Muhammad
Hakikat itu seperti angin, yaitu nafasku
Marifat itu seperti api, yaitu penglihatanku
Maka sembah Syaiyidina ALI, ya junjunganku sebenar-benarnya lah
Maka jikalau mati orang syareat apakah kejadiannya?
mati orang tharekat apakah kejadiannya?
mati orang hakikat apakah kejadiannya?
mati orang marifat apakah kejadiannya?
RASULULLAH MENJAWAB :
Mati orang syareat hancur luluh
Mati orang tharekat kurus kering
Mati orang hakikat lemak gemuk putih kuning
Mati orang marifat hilang lenyap
Sembah syaiyidina ALI, ya Rasuullah sebenar-benarnyalah
Jawab Rasulullah, barang siapa mengetahui ilmu ini maka sempurnalah serta sselamatlah dunia akherat,
imannya lagi tiada kurang NUGRAHA Allah Taala akan rezeki. Inaya Allah Taala. Maka barang siapa yang
tidak mengetahui ilmu ini yaitu terlebih atau dulu daripada binatang, sebabbelum mengetahui akan
tubuhnya sendir, wallahu alam bisawab.
MAN ARAFA NAFSAHU ARAFU RABAHU, artinya ; Barang siapa mengenal akan dirinya maka
sesungguhnya ia mengenal akan Tuhannya.
MAKAM ARAFA RABBAHU FASADUL JASAD. Artinya : Barang siapa mengenal akan Tuhannya maka
binasalah dirinya.
Maka ketahuilah olehmu NUR MUHAMMAD, itulah anginnya, biasa gaib kepada sekalian nyawa, itu
misalnya jadi badan Muhammad, umpamanya karena sabit gaib kepada Muhammad, dan Muhammad itu
gaib kepada sekalian hambanya Allh Taala.
Firman Allah Taala dalam hadits qudsyi yang artinya; bermula Sir Allah dengan Sir Muhammad itu sama
arti.
Firman Allah taala dalam hadits qudsyi, yang artinya :
Bermula Sir Allah dengan Sir Muhammad artinya ; Rahasia allah rahasia Muhammad.Maka Rahasia Allah
tiada sekutu baginya an lawannya, tiada boleh nabi yang lain seperti NABI MUHAMMAD, karena diakui SIR
ALLAH KALILLAHU TAALA ; menjadikan akan sesuatu jika tiada serta Muhammad, maka tidaklah
dijadikannya semesta ala mini. Maka dinamai sifat hamba didalambadan, maka sembah syaiyidina ALI
kepada Rasulullah s.a.w.
Ya Rasulullah, apakah yang dinamai jalan empat itu?
1. SYAREAT 2. THAREKAT 3. HAKIKAT 4. MARIFAT
Itu jalan empat dalam manusia.
Sabda Nabi s.a.w ya, Ali,
Adapun yang dinamai syareat itu ialah lidahku
Adapun yang dinamai tharekat itu ialah hatiku
Adapun yang dinamai hakikat itu ialah kediamanku
Adapun yang dinamai marifat itu ialah nyawaku. Inilah jalan empat namanya.
Sembah Syaiyina ALI
Ya, rasulullah, akan tuan hamba mencari siddiq
Ya , rasulullah, adapun seperti syareat itu apa, tharekat itu
Apa, hakikat itu apa,, marifat iru apa
Sabda Rasulullah s.a.w YA ALI
Diri itu ada dua : 1. Diri bathin, 2. Diri zahir
Keterangan :
Diri zahir / jasad : nyata daripada Nabi Muhammad s.a.w yaitu api, angin, air, tanah. Maka itulah asal tubuh
kita yang kasar atau zahir ini.
Yang dimaksud diri bathin, yaitu yang tersembunyi didalam badan adapun nyawa itu
daripada NUR MUHAMMAD
artinya : adapun syareat itu perkataanku
tharekat itu perbuatanku
Hakikat itu kediamanku
Marifatitu penglihatanku
Dan yang dikatakan : Syareat itu tubuh RASULULLAH
Tharekat itu Hati RASULULLAH
Hakikat itu kediaman RASULULLAH
Marifat itu Rahasia RASULULLAH
Maka mana : Tubuh Rasulullah itu Roh Rohani
Hati Rasulullah itu Roh Rahmani
Hati Rasulullah itu Roh Robbani
Dan jadinya : Syareat itu hancurkan jadikan tharekat
Tharekat itu hancurkan jadikan hakikat
Hakikat itu hancurkan jadikan marifat
Marifat itu hancurkan jadikan cahaya
Itulah bayang-bayang Allah taala yang sebenar-benarnya karena :
Syareat itu Afal Allah Taala
Tharekat itu Asma Allah Taala
Hakikat itu Sifat Allah Taala
Marifat itu Ujud Allah Taala
Maka barulah sampai (sempurna) marifat kita pada orang arif billah atau alimullah. W allahu alam
bissawab.
Asal mula-mula kejadian dunia tatkala belum ada sesuatu , maka Allah taala sendirinya. Kallahu Taala
atau kallallahu Taala.
Kun fayakun, maka nur Muhammad sekaliannya lengkap. Maka jadilah nur Muhammad itu.
Apakah artinya Allah taala ?
Jawabnya : hual awalu, wal achiru, wajohiru, walbathinu.
Ia jua yang awal, ia jua yang akhir, ia jua yang zahir, ia jua yang goib (bathin).
Tentang syahadat artinya tahu akan zatnya, tahu akan sifatnya, tahu akan asmanya, tahu akan afal. dan
tahu akan iradatnya.
ASYHADU itu artinya syareat
ANLA itu artinya tharekat
ILAHA itu artinya hakikat
ILALLAH itu artinya marifat
Syareat itu tempatnya pada lidah
Tharekat itu tempatnya pada hati
Hakikat itu tempatnya pada Ruh
Marifat itu tempatnya pada Rahasia
ASYHADU itu artinya Marifat
ANLA itu artinya Tauhid
ILAHA itu artinya Iman
ILALLAH itu artinya Islam
Soal syahadat yang empat didalamnya yaitu : Marifat, tauhid, iman, islam, barang siapa belum sampai
pada ketetapan ilmu marifat.
Barang siapa belum sampai pada ketetapan ilmu marifat-tharekat, hakekat-syareat ia membawa kitab ini
membawa sesat. Jika engkau tetapdidalam syareat, tharekat, hakekat, marifat, maka engkau bacalah
kitab ini niscaya jalanmu sekalian anbiya dan mulia,sekalian yang salah-salah.
Jalannya ilmu hakekat juga karena syareat. Hakekat yang tak ada didalam syareat yaitu batal. Barang
siapa menghimpunkan antara keduanya maka itulah yang bernama KAMIL MUKAMIL artinya sempurna
yakni bernama suci.
Adapun yang bernama rahasia itu ialah SIR ALLAH. Adapun kita ini tidak tahu jikalau tidak serta guru yang
benar-benar kepada murid. Maka tiadalah mendapat perkataan-perkataan ini, tidak boleh didengar orang.
Karena ilmu ini tidak ada didalam kitab. Adapun kita ini MENTUBUHKAN MUHAMMAD JAHIR BATHIN.
Maka berbuahlah RUH namanya. Tidaklah kita genang lagi dihati dan tubuh. Artinya Muhammad jadi
tubuh kita kepada hakikat kita. Maka kita ini bertubuhkan idha. Karena kita tidak lagi mengenang atau
mengingat-ingat tubuh bathin dan zahir itu karena yang bernama Muhammad itu Rahasia Sir namanya.
Karena nama rahasia itu banayk sekali namanya. Allah, sifat, asma, afal namanya jua, Muhammad
sekalipun itu namanya jua. Adapun yang sebenar-benarnya Allah itu kepada kita ialah rahasia yang ada
pada kita ketahui. Adapun tatkal jalan hakikat namanya : yang mengata ALLAHUAKBAR. Ber-zat-ber-sifat-
ber-asma-ber-afal. tidak lagi tubuhnya menyebut dan tidak lagi yang mengata itu lidah. Yang mengata itu
ialah : ZAT, SIFAT, ASMA, AFAL. yang mengata Allahu akbar itu, atau yang berbagai-bagai itu bunyinya.
Didalam sembahyang itu hanya zat-sifat-asma-afal-hayat-ilmu-kodrat-iradat. Itulah yang mengata tidak
dihati lagi. Karena yang bernama zat-sifat-asma-afal itu ialah hayat-ilmu-kodrat-dan iradat. Itulah yang
namanya RAHASIA ALLAH TAALA kepada bathin hambanya yang memerintah didalam diri kita yaitu
RAHASIA ALLAH TAALA.
RAHASIA ITULAH YANG BERNAMA :
Adapun ujar marifat atau kata marifat :
Tatkala berdiri sembahyang itu Allah yang ada ia sendiri dan tidak dua tiga, hanya Allah yang ada,
Adapun yang mengata Allahu akbar itu Rahasia Allah. Ia memuji dirinya sendiri jua. Maka itulah namanya
fana kita namanya fana itu tiada lagi tubuh kita bathin dan zahir dan tidaklah rahasia hati yang
mengatakan, hanya Allah jua yang ada. Karena Allah jua yang bernama rahasia itu, kehendaknya Allah
kepada kita menjadi RASA. Jikalau tidak/tiada RASA,karena mengenal Allah dan memuji Allah, dan dapat
ber-kata-kata dan sebagainya itulah, seperti dalil :
MAN ARAFA NAFSAHU FAQAD ARRAFA ROBBAHU
Artinya : Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal akan tuhannya
Bab ini pasal menyatakan asal Nabi ADAM as. unsurnya kepada kita API, ANGIN, AIR, TAMAN, turun
kepada kita.
API ITU RUH KITA HURUFNYA
ANGIN ITU NAFAS KITA HURUFNYA
AIR ITU RASA KITA HURUFNYA
TANAH ITU TUBUH KITA HURUFNYA
Keterangan lainnya :
Kejadian tanah itu bernama syareat
Kejadian air itu bernama tharekat
Kejadian angin itu bernama hakikat
Kejadian api itu bernama marifat
Syareat itu tubuh kita
Tharekat itu nafas kita
Hakikat itu ruh kita
Marifat itu rasa kita
Syareat itu umpama kaki kita
Tharekat itu umpama tangan kita
Hakikat itu umpama tubuh kita
Marifat itu umpama kepala kita
Jadi yang 4 (empat) ini tak boleh bercerai.
SYAHADATAIN
Aku naik sakai tiada Tuhan melainkan Allah, dan aku naik sakai sebenarnya Muhammad itu utusan Allah.
Maksudnya ialah yang dinamakan Tuhan itu ialah kenyataan adanya hidup kita pribadi. Se bab sebenar-
benarnya, sebanyak-banyaknya yang disebut itu tidak ada, itulah sebabnya, disebutkan tiada tuhan itu
menetapkan hanya hidup kita pribadi. Sebab yang disebut itu, juga yang menyebut. Atau menyaksikan itu
juga yang disaksikan. Artinya : Dia menyaksikan dia sendirinya. Sama halnya dengan marifatullah dia
yang mengenal dia yang dikenal.
Atau seperti puji qadim bagi qadim. Bahkan si muhaddasmemuji si qadim. Maka dari itu NUR
MUHAMMAD itu disebut qadim. Adapun yang dinamakan MUHAMMAD itu : bukannya Muhammad yang di
MEKKAH atau yang dimadinah itu, tetapi yang sebenarnya adalah cahaya kita pribadi. Itulah sebabnya
diakui utusan. Sebab cahay kita itu pertandanya Tuhan.
FAHAMKANLAH. Masalahnya adalah : apabila kita benar-benar sampai kepada Tuhan ; utusan Tuhan dari
diri kita bahwa utusan itu medatangkan apa ciptamuatau citamu. Maka barang siapa percaya maka
niscaya mendapat kasih ampunan Allah (al-maghrah) apabila sudah menerima petunjuk yang demikian
itu, harap hati-hati dan waspada didalam hati, yang hidup kita pribadi. Itulah adanya nugrah dan anugraha.
Artinya , nugrah itu Tuhan, dan anugraha itu hamba. Sebab sudah senyawa didalam badan kita pribadi.
Janganlah ada ayak dan ragu lagi didalam hati kita semua.
SAKSI DAN PENYAKSIAN
Yang dinamakan kesaksian : sebab diwaktu menyampaikan sunnah supaya disaksikan oleh sanak saudara
kita sesame muslim, yaitu semua titah yang dititahkan didalam alam dunia ini diantaranya ; seperti bumi,
langit, bulan, bintang, matahari, api, angin, air dan tanah dan alin-lainsebagainya, supaya semua menjadi
saksi dan menaksikan bahwa kitasekarang ini sudah mengakui berdirinya dan adanya Tuhan dan jadi
hamba Tuhan, karena Tuhan itu mempunyai dua sifat : 1. Sifat ketuhanan (lahud)
2. Sifat kehambaan (nasud)
Allah adalah hakikat alam, maka jelaslah bahwa sat itu bermula segala ujud,tidak ada yang ujud hanya
Allah. Kalau sudah jelas dalam hati marifat akan hakikat ketuhanan itu, afal, sifat, dan zatnya ; itulah yang
dikatakan bahagia.
Dan tiada merasa apa yang dimaksud amal kita mati itu tadi ialah ; mati manawi/mati l haqiqat, hukum
mati hisyi, yang sebenarnya kita ini hidup sebelum ada kehidupan alam ini/dunia fana ini, itulah dia zat
yang maha suci, yang tiada huruf dan tiada kata, tiada suara, tiada isyarat dan tiada bernama, tiada warna
dan tiada ruh dn tiada jasad dan tiada apa-apa; itlah dia JIBU.
oo0oo
MELEBURKAN DIRI
TUJIBUL BADANI SARRIL QALBI
TUJIBUL QALBI SARRIR RUH
TUJIBBURUH SARRIN NUR
TUJIBUN NUR SARRIL ANA
Artinya
HANCURKAN BADAN JADIKAN HATI
HANCURKAN HATI JADIKAN RUH
HANCURKAN RUH JADIKAN NUR
HANCURKAN NUR JADIKAN AKU
SIRAU ANA : AKU ALLAH (dalam rahasia).
oo0oo
NAMA TUHAN YANG DIJADIKAN ADAM : IALAH MUFTI
Keterangan : M : MARIFATUL
U : UJUDIN
F : MAFATULILLAHI
T : TASRUFIL
I : IHSAN.
oo0oo
TAHTINU HAFSANU WATAKARAMU NAFSAHU. Artinya
Ia hendak berbesar dirinya dan bermulia dirinya, ia asyik mengasihi birahinakan kekasihnya maka ditiliknya
dirinya dengan asyik. NUR MUHAMMAD.
oo0oo
Jadi yang tidak ada maujud didalam ujudini hanya Allah, Adam pun tiada maujud dengan seendirinya.
Tetapi ia maujud dengan ujud Allah Taala yang hakiki, dan fana dibawah ujudnya.
Jadi kalau begini jelaslah kepada kita bahwa ala mini madjhor ujud AllahTaala jua. Maka nyatalah ujud
makhluk adalah waham dan hayal jua, kalau dinisbahkan kepada ujud Allah Taala yang hakiki dan fana
dibawh ujudnya, jadi nyatalah bahwa ; Allah, Muhammad, Adam adalah satu. Insankamil pun Allah jua.
Adam dan Muhammad pun pada hakikatnya.
HADITS QUDSYI
Artinya : Aku menyaksikan hidupku sendiri sebenarnya tiada Tuhan selain aku. Dan aku naik saksi
bahwasannya Muhammad itu utusanku dan sebenarnya yang bernama itu AKIDAHKU, RASUL ITU
RASAKU, dan Muhammad itu CAHAYAKU, akulah Tuhan yang hidup yang tiada mati-mati yang ingat tiada
kekal tiada berubah pada kenyataan ZAT ; Akulah yang hawas lagi tahu, tiada samar akan sesuatu. Akulah
yang kuasa dan yang menguasai dan akulah yang maha bijaksana. Dan maha suci aku, maha adil dan
maha pengasih ddan maha penyayang aku, dan sembahlah aku/kenallah aku.
Jadi hadits qudsyi yang diatas ini tadi bukanlah dibaca begitu saja, maksudnya ialah untuk pribadi kita
sendiri. Beanikan dlalam soal ini dan jangan takutdan jangan gentar, Tuhan beserta kita. Jadi bolehlah kita
mengatakan bahwa kita ini termasuk golongan yang sedikit atau golongan FIAHQALILLAH sedikit tapi
bermutu.
Orang awam dan orang alim belum sampaikepada tingkat ini. Orang awam dan orang alim hanya sampai
kepada tingkat ilmu belaka. Belumlagi ampai kepada derajat haqiqat, ilmu dan marifat. Jadi sekarang yang
penting sekali adalah untuk pribadi kitasendiri. Jadi yang dinamakan Allah itu adalah : afalnya, dan yang
disebut Rasul-rasul itu ya Muhammad, dan Muhammad itu sebenarnya adalah cahaya kita jua. Maka
jelaslah yang sebenarnya hidup kita ini adalah hidupnya Tuhan Allah. Bukti nyata dalil quran mengatakan :
bahwa Tuhan Allah itu kuasa menghidupkan yang mati, adanya mati dari hidup. Justru hidup kita pribadi
berasal dari yang mati dan akhirnya tiada mati-mati dan tetap hidup di dunia dan di akhirat dan tiada
pernah lupa akan hidup kita, tanpa perubahan dan tanpa bergeser dalam keadaan kenyataan sejati. Itulah
dia kesempurnaan hidup. Dan tiada merasa apa yang terang cahaya jauh dipandang. Hendak mendekat
dalil dan menaruh dibelakang. Penyeberang dari anak dan dalil menang terlarang. Hati rindu tidak tidak
diperdulikan. Biar bahaya, terus berjuang Tuhan Tuhan mengampuni pahlawan sejati.
Quran dan hadits khusus pedoman
Baiklah aku serukan ; agar supaya lebih mendalam, tiada batas menurut quran tiada seorang makhluk
sanggup menghalang jangan pduli ocehan orangsebagai penghalang memuji Tuhan.
Yakin dan bulat didalam bulan, menunjukkanTuhan chalikul alam.
TUHAN ALLAH ADA BERPERI
SETIAP INSAN HARUS DIBERI
ASAL TUAN SUDI MENCARI
TUHAN ALLAH DIDALAM DIRI

Posted by karami at 11:09 PM

+4 Recommend this on Google

Newer Post Home Older Post

Followers

Pengikut (103) Berikutnya

Ikuti

Feedjit
Live Traffic Feed
A visitor from Indonesia
viewed "SUARA KU: KITAB
BARENCONG BHG 7" 11
A
minsvisitoragofrom United
States viewed "SUARA KU:
DATU SANGGUL" 1 hr 31
A
minsvisitoragofrom Indonesia
viewed "SUARA KU: KITAB
BARENCONG BHG 7" 1 hr
57visitor
A mins ago from Indonesia
viewed "SUARA KU: KITAB
BARENCONG BHG 6" 2 hrs
37visitor
A mins ago from Brunei
Darussalam viewed
"SUARA KU: KAF-HA'-YAA-
A visitor from
'AIN-SOD" 3 hrsMalaysia
29 mins
viewed
ago "SUARA KU:
GAYUNG SYED HAMID" 3
A
hrs visitor
32 mins from ago Indonesia
viewed "SUARA KU: KAF-
HA'-YAA-'AIN-SOD" 3 hrs 39
A
minsvisitoragofrom Malaysia
viewed "SUARA KU: AYAT
DAN MENTERA" 5 hrs 23
A
minsvisitoragofrom United
Kingdom viewed "SUARA
KU: KETURUNAN WAN DI
TERENGGANU"
A visitor from Malaysia 5 hrs 42
mins ago
viewed "SUARA KU: May
2010" 5 hrs 42 mins ago
Real-time viewGet Feedjit

About Me

karami

View my complete prole

Blog Archive

2008 (23)
2009 (8)
2010 (103)
2011 (79)
2012 (43)
2013 (20)
2014 (14)
January (1)
February (1)
June (1)
August (4)
September (7)
KITAB BARENCONG BHG 5
KITAB BARENCONG BHG 6
KITAB BARENCONG BHG 7
KITAB BARENCONG BHG 8
KITAB BARENCONG BHG 9
KITAB BARENCONG BHG 10
KITAB BARENCONG BHG 11

2015 (5)
2016 (11)
2017 (5)

Simple theme. Powered by Blogger.