Anda di halaman 1dari 11

PENGAMAN LISTRIK

Nama Kelompok : 1. Firli Azanbi

2. Anggara

3. Yunizar

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PALEMBANG
2015

1
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang
Pengaman Listrik.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka
kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah
ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk
masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Palembang, 11 September 2015

Penyusun

2
HALAMAN PENGESAHAN

Judul Makalah : Pengaman Listrik

Nama : FIRLI AZANBI NIM :

ANGGARA SUKMA NIM :

YUSNIZAR AGRIANSYAH NIM :

Kelas : 1 LD

Jurusan : Teknik Elektro

Program Studi : Teknik Listrik

Telah disahkan dan disetujui :

Dosen Pembimbing

Ir. Zainudin Idris, M.T.

NIP. 19571125198903001

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Telah kami ketahui, bahwa listrik sangat penting perannya dalam kehidupan kita
sehari-hari. Kita juga harus mengetahui sejauh mana listrik itu berbahaya, sehingga
kecelakaan yang disebabkan oleh pengguna energi listrik dapat diminimakan, bahkan dapat
dihindari adapun bahay listrik yang sering terjadi :

Bahya sentuh, yaitu apabila ada manusia yang bersentuhan langsung dengan istrik
Arus hubungan sigkat/pendek, adalah mengalirnya arus dari potensial tinggi ke potensial
rendah tanpa melalui beban. Hubung singkat bisa terjadi bila kabel listrik yang
bertegangan bersentuhan dengan kabel netral atau body peralatan listrik.
Bahaya kebakaran akibat arus hubung singkat atau konslet listrik

Bahkan beberapa kasus tersengat listrik bisa berakibat pada kematian. Mengapa
tegangan lisrik 12V pada akumulator tidak menyengat dan membahayakan manusia?
Karena tubuh manusia memiliki batas aman untuk dialiri listrik, beberapa penelitian
menyebutkan sampai dengan arus listrik 50mA adalah batas aman bagi manusia.

Efek dari sengatan listrik sangat bervariasidari cacat fisik dan psikis sampai pada
membawa korban jiwa. Telah banyak kasus yang terjadi di sekitar kita meninggal karena
tersengat arus listrik. Oleh karena itu, mngkin pengaman listrik patut di perhitungkan untuk
tingkat keamanan di rumah kita, baik untuk keamanan keluarga kita dari sengatan listrik
maupun untuk instalasi listrik rumah kita.

4
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1. Pengertian Pengaman Listrik


. Pengaman listrik digunakan untuk mengamankan rangkaian listrik dari kerusakan
akibat panas yang timbul oleh adanya arus lebih ataupun akibat dari hubungan pendek dari
sistem listrik tersebut ataupun dari rangkaian yang lain

2. Fungsi Pengaman Listrik

- mencegah kerusakan peralatan pada sistem tenaga listrik


- mengurangi kerusakan peralatan pada sistem tenaga listrik
- mempersempit daerah yang terganggu sehingga tidak lebih luas
- memberi pelayanan dengan keandalan dan mutu tinggi pada konsumen
- megamankan manusia dari bahaya tenaga listrik

3. Tujuan dibuatnya Pengaman Listrik


- Untuk melindungi manusia dari tersengat arus listrik
- Untuk melindungi peralatan dari bahaya arus listrik

5
BAB III

KEADAAN UMUM
1. Definisi
- Sekring
- MCB
- TOR (Thermal Overload Relay)
- Relay

2. Macam Pengaman Listrik

- Sekring/Fuse
Berdasarkan cara pemutusannya
Berdasarkan Fungsinya
Berdasarkan bentuk fisiknya
Berdasarkan waktu kerjanya

- MCB (Miniatur Circuit Breaker)


Berdasarkan waktu pemutusannya
- Relay
SPST
SPDT
DPST
DPDT
QPST

3. Pengaman Listrik lainnya

6
BAB IV

PEMBAHASAN

1. Pengertian Pengaman Listrik


Pengaman listrik adalah alat yang digunakan untuk mengamankan rangkaian listrik akibat
panas oleh arus berlebih ataupun hubungan pendek yang terjadi pada sistem listrik atau
rangkaian lain.

2. Fungsi Pengaman Listrik


- mencegah kerusakan peralatan pada sistem tenaga listrik
- mengurangi kerusakan peralatan pada sistem tenaga listrik
- mempersempit daerah yang terganggu sehingga tidak lebih luas
- memberi pelayanan dengan keandalan dan mutu tinggi pada konsumen
- megamankan manusia dari bahaya tenaga listrik

3. Definisi masing-masing Pengaman Listrik

A. Definisi Fuse/Sekring
Fuse adalah alat pengaman listrik yang terpasang dan tersusun secara seri, yang akan
terbakar dan memutus arus jika terlewati arus yang melebihi kapasitas kerja fuse.
Jika fuse yang sebagai pengaman ini telah terbakar atau putus elementnya maka harus
harus diganti dengan kapasitas yang sama, jika diganti dengan kapasitas yang lebih
besar maka akan mengakibatkan kerusakan pada rangkaian listrik tersebut.

Gambar Sekring/Fuse

7
B. Definisi MCB

MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah komponen dalam instalasi listrik rumah
yang mempunyai peran sangat penting. Komponen ini berfungsi sebagai sistem proteksi
dalam instalasi rumah bila terjadi beban lebih atau hubung singkat(konsleting)

Gambar MCB

C. Definisi TOR(Thermal Overload Relay)

Thermal Overload Relay adalah suatu pengaman beban lebih dimaksudkan untuk melindungi
motor dan perlengkapan kendali motor, terhadap pemanasan berlebihan sebagai akibat beban
lebih atau akibat motor tidak dapat diasut.

Gambar TOR (Thermal Overload Relay)

D. Relay

Relay adalah sebuah saklar elektronis yang dapat dikendalikan dari rangkaian elektronik
lainnya. Relay terdiri dari 3 bagian utama, yaitu :

Koil : Lilitan dari relay


Common : Bagian yang tersambng dengan NC (dalam keadaan normal)
Kontak : Terdiri dari NC dan NO

8
Gambar Relay

4. Macam Macam Pengaman Listrik

A. Sekring/ Fuse

Berdasarkan cara pemutusannya


1. Sekring Lebur
Sekring Lebur akan bekerja ketika ada tegangan lebih (overvoltage)
sehingga meleburkan elemen lebur yang memutus aliran arus pada
rangkaian.

Gambar Sekring Lebur

2. Sekring Suhu
Sekring suhu bekerja ketika sistem over head atau panas lebih sehingga
mengakibatkan sekring trip.

Gambar Sekring Suhu

9
3. Sekring Suhu
Sekring dengan waktu tertentu, bisa menset waktu sesuai dengan
program yang kita tentukan agar sekring tersebut bekerja.

Gambar Sekring Waktu


Berdasarkan Fungsinya

1. Sekring Semi Otomatis


Sekring semi otomatis banyak dipakai dalam elektronika, didalam
sekring ini terdapat kawat yang besar disesuaikan dengan ukuran arus. Jika
terjadi hubung pendek, bearti ada arus yang mengalir melebihi
kemampuan kawat penghantar maka kawat akan putus

2. Sekring Otomatis
Sekring otomatis dipakai pada KWH meter dan sering di sebut MCB
sehingga sekring ini bisa dipakai berulang kali bila terjadi arus pendek.

Berdasarkan Bentuk Fisiknya

1. Tipe Ulir
Sekring jenis ini merupakan sekring dengan kapasitas pemutusan
rendah yang terdiri atas 2 model yaitu :
Tipe D (diazed)
Tipe DO (neozed)
2. Tipe Pisau
Sekring jenis ini memiliki bentuk kotak atau bulat berbentuk keramik
dengan pisau kotak pada kedua ujungnya
3. Tipe Tabung

10
11