Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

ALAT DAN MESIN PERTANIAN

PENGENALAN ALAT PENANAM

Oleh:
Widya Astuti
A1H014043

KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2015
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mekanisasi pertanian bertujuan untuk meningkatkan produktifitas lahan,

menurunkan ongkos produksi dan meningkatkan produktifitas tenaga kerja.

Penggunaan alat dan mesin pada proses produksi dimaksudkan untuk

meningkatkan efisiensi, efektifitas, produktifitas, kualitas hasil, dan mengurangi

beban kerja petani perkembangan mekanisasi pertanian diawali dengan penataan

lahan (konsolidasi lahan), keberhasilan dalam pengendalian air, masukan

teknologi biologis, dan teknologi kimia. Penerapan teknologi mekanisasi

pertanian yang gagal telah terjadi yang disebabkan kecerobohan akibat penerapan

mesin-mesin impor secara langsung tanpa disesuaikan dengan kondisi dan

karakteristik pertaniannya. Sesuai dengan defenisi dari mekanisasi pertanian

(agriculture mechanization), maka penggunaan alat mekanisasi pertanian adalah

untuk meningkatkan daya kerja manusia dalam proses produksi pertanian dan

dalam setiap tahapan dari proses produksi tersebut selalu memerlukan alat mesin

pertanian. Telah dilakukan modifikasi sesuai dengan kondisi lokal, kemudian baru

memproduksi sendiri untuk digunakan oleh petani mereka.

B. Tujuan

1. Mahasiswa mengetahui bagian-bagian alat penanam

2. Mahasiswa mengetahui cara kerja alat penanam

3. Mahasiswa mengetahui prinsip kerja alat penanam


II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Alat Tanam Bibit Padi (Transplanter)

Proses penanaman padi memerlukan tenaga kerja sekitar 20% dari

keseluruhan proses budidaya tanaman padi. Hal ini menunjukan sangatlah

diperlukan alat tanam padi mekanis mengingat semakin sedikitnya tenaga yang

tersedia dalam bidang pertanian. Pada dasarnya alat tanam padi dikelompokan

menjadi 2 jenis, yaitu tipe bibit tanpa tanah dan tipe bibit dengan tanah.

Alat tanam padi tipe bibit tanpa tanah (Gambar 2) dimana bibit disemaikan di

tempat pembibitan di lahan seperti pada umumnya, setelah bibit memiliki 4-6

daun, bibit dicabut kemudian tanah yang melekat pada akarnya dicuci, kemudian

diletakkan pada kotak bibit dan siap untuk ditanam. Jenis ini dianggap tidak

praktis.

Alat tanam padi tipe bibit dengan tanah mempergunakan bibit yang

disemaikan langsung pada kotak persemaianya dan tanahnya tidak perlu

dibersihkan dulu pada saat ditanam di lahan. Jenis ini ad 2 macam, yaitu

transplanter roda 2 dan transplanter roda 4.

B. Alat Tanam Biji Bijian (Seeder)

Bila benih ditanam dengan menggunakan alat tanam, maka mekanisme

kerja alat akan mempengaruhi penempatan benih di dalam tanah, yaitu

berpengaruh pada kedalaman tanah, jumlah benih tiap lubang, jarak antar lubang
dalam baris, dan jarak antar baris. Di samping itu ada kemungkinan kerusakan

benih dalam proses aliran benihdalam alat tanam.

Benih tanaman yang berupa biji bijian ada bermacam macam, seperti

kacang tanah, jagung, kedelai, kacang hijau, dll, yang masing masing memiliki

bentuk, ukuran, kekuatan, dan kebutuhan agronomis yang berbeda beda. Untuk

itu diperlukan alat tanam yang memiliki kemampuan tanam yang berbeda pula.

Beberapa sifat fisis benih yang mempengaruhi alat tanam, yaitu ukuran, bentuk,

keseragaman bentuk dan ukuran, density per satuan volume, dan ketahanan

terhadap tekanan dan gesekan.

Pada umumnya, alat tanam biji bijian memiliki bagian bagian utama,

yaitu pembuka alur (furrow opener), pengatur pengeluaran benih (metering

device), penutup alur (covering device), dan kotak benih (hopper).


III. METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan

1. Transplanter

B. Cara Kerja

1. Amati dan gambar alat penanam yang digunakan.

2. Sebutkan bagian-bagian utama dan fungsi masing-masing.

3. Uraikan prinsip kerja alat penanam yang digunakan.


V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Transplanter dan seeder adalah alat penanam yang biasa digunakan di lahan

pertanian. Hanya saja, seeder digunakan untuk menanam beberapa macam biji-

bijian tidak hanya padi saja. Kedua mesin tersebut biasa digunakan pada lahan

yang luas. Kelebihan kedua mesin tersebut adalah membuat hasil kerja lebih baik

dan waktu yang digunakan lebih efisien. Hanya saja harganya yang mahal

membuat para pemilik lahan jarang menggunakannya.

B. Saran

Sebaiknya sebelum praktikum dilaksanakan, asisten terlebih dahulu

melakukan pengecekan terhadap kondisi alat-alat yang akan digunakan selama

praktikum. Kondisi alat yang kurang baik akan menghambat berjalannya

praktikum.
DAFTAR PUSTAKA

.
Hardjosentono, dkk. 2009. Mesin-mesin Pertanian. Jakarta: Bumi Aksara.

Tim Penyusun. 2015. Modul Praktikum Alat dan Mesin Pertanian. Purwokerto :

Unsoed

E. V, Popof. 1986.Mekanika Tanah. Erlangga Jakarta.

Hardjoanidjojo S, 2000.Pengantar Keteknikan Pertanian. IPB, Bogor.

Surman, R.L. 1989. Mengerjakan Tanah dan Alat-Alat Pertanian. SPMA

Cetakan ke II, Jakarta.