Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH LEADERSHIP

5 PILAR KEPEMIMPINAN

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1
ANGGOTA :
1. AMAR FAUZI (710015106)
2. M.AJI PRADANA (710015175)
3. AFILIA TUHURUMI (710016023)
4. INTAN MELIENE (710016063)
5. EXCELENTIANA RIENE KAPUGU (710016072)
6. SHARON GLORIA PIETERS (710016120)

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
TAHUN AJARAN 2017-2018

1
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang 5 pilar
kepemimpinan
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang 5 pilar kepemimpinan ini dapat
memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca .

Yogyakarta, Oktober 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................. Error! Bookmark not defined.


KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. 2
DAFTAR ISI................................................................................................................................................. 3
BAB I ............................................................................................................................................................ 4
PENDAHULUAN ........................................................................................................................................ 4
I.1 LATAR BELAKANG MASALAH .................................................................................................... 4
I.2 RUMUSAN MASALAH .................................................................................................................... 5
I.3 TUJUAN PENULISAN ...................................................................................................................... 5
I.4 RUANG LINGKUP ............................................................................................................................ 5
BAB II........................................................................................................................................................... 6
PEMBAHASAN ........................................................................................................................................... 6
2.1 HAKIKAT KEPEMIMPINAN ........................................................................................................... 6
2.2. PILAR KEPEMIMPINAN ............................................................................................................... 9
BAB III ....................................................................................................................................................... 13
PENUTUP .................................................................................................................................................. 13
3.1 KESIMPULAN ................................................................................................................................. 13
3.2 KRITIK DAN SARAN ..................................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 14

3
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia
selalau berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik
dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.

Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan
yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan
hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan &
menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk Tuhan lainnya.
Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana
yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola
lingkungan dengan baik.Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan
social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia
yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya
sendiri.

Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan
dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah
dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat
terselesaikan dengan baik.

4
I.2 RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis
dapatkan. Permasalahan tsb antara lain :

1. Bagaimana hakikat menjadi seorang pemimpin?


2. Apa saja 5 pilar kepemimpinan ?

I.3 TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah

1. Melatih mahasiswa menyusun paper dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan
kreatifitas mahasiswa.
2. Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang 5
pilar kepemimpinan.

I.4 RUANG LINGKUP

Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki maka ruang lingkup
karya tulis ini terbatas pada pembahasan mengenai 5 pilar kepemimpinan.

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 HAKIKAT KEPEMIMPINAN

Dalam kehidupan sehari hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan


sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta
kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan
lainnya.

Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya :

Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang
kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya
dalam mencapai tujuan.

Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang


formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung
jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.

Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan
dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik
untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan
moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak
ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.

Menurut Lao Tzu, Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan
orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu.

Menurut Davis and Filley, Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi
manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin.

6
Sedangakan menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong,
menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari
kepemimpinan Pancasila adalah :

Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan
perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang orang
yang dipimpinnya.
Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan
semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang orang yang dibimbingnya.
Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang orang
yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.

Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri, tetapi itu tidak memadai
apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para
bawahannya. Dari begitu banyak definisi mengenai pemimpin, dapat penulis simpulkan bahwa :
Pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik
untuk mengurus atau mengatur orang lain.

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain


untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi
dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan,
mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah
kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan pap yang diinginkan pihak
lainnya.The art of influencing and directing meaninsuch away to abatain their willing
obedience, confidence, respect, and loyal cooperation in order to accomplish the mission.
Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhidan menggerakkan orang orang sedemikian
rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerjasama secara royal untuk
menyelesaikan tugas Field Manual 22-100.

Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan
apa yang diinginkan pihak lainnya. Ketiga kata yaitu pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan
yang dijelaskan sebelumnya tersebut memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena

7
untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor.
Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut
pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat
sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap
teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.

Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi
yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya
fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :

Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanakan administrasi dan


menyediakan fasilitasnya.

Fungsi sebagai Top Mnajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing,
commanding, controling, dsb

8
2.2. PILAR KEPEMIMPINAN

Dari berbagai teori seperti The Leadership Triad yang dikemukan oleh Dale E. Zand, survey
dari Kouzes dan Posner (1993), karakteristik para pemimpin besar serta pengalaman penulis,
dibuatlah sintesa yang dinyatakan dalam 5 pilar kepemimpinan untuk menjadi pemimpin yang
bermutu, yaitu:
1. Kekuasaan
2. Kompetensi
3. Kredibilitas
4. Kemauan dan semangat
5. Keberanian
Masing-masing pemimpin memiliki kekuatan pilar yang berbeda, dan masing-masing
organisasi juga memerlukan kekuatan pilar yang berbeda sesuai dengan karateristik
organiosasinya. Kelima pilar tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi sehingga
merupakan suatu sistem.
Untuk memudahkan mengingat, penulis membuat huruf depan pilar-pilar tersebut dengan
huruf K, sehingga menjadi 5K.
2.1.1 Kekuasaan
Untuk bisa menggerakkan orang lain, maka pemimpin harus memiliki kekuasaan.
Tanpa kekuasaan maka pemimpin tidak bisa berbuat apa-apa. Kekuasaan berarti
kemampuan untuk menyuruh orang lain agar berbuat sesuatu atau tidak berbuat,
memeriksa ,memutuskan, membuat agenda. Kekuasaan dibagi menjadi dua, yaitu
kekuasaan yang berasal dari organisasi dan kekuasaan yang berasal dari individu.
Kekuasaan yang berasal dari organisasi yang disebut-sebut juga sebagai kewenangan
atau otoritas. Yang dipimpin mau mengikuti pemimpin karena keharusan. Kekuasaan ini
berasal dari:
a. Penunjukan formal atau pemilihan formal yang berhubungan dengan jabatan.
Kekuasaan jenis ini disebut juga sebagai legitimate power. Ia merupakan atribusi
dari suatu jabatan.
b. Reward power kekuasaan pemimpin yang berasal dari imbalan. Yang dipimpin
mau mengikuti pemimpin karena dibayar atau digaji. Kekuasaan jenis ini
umumnya terjadi dalam organisasi bisnis.

9
c. Coersive power kekuasaan pemimpin karena kemampuannya melakukan
pemaksaan. Kekuasaan bisa diperoleh karena dukungan sejumlah orang. Zaman
dahulu kekuasaan jenis ini banyak terjadi dalam suatu komunitas. Pemimpin
biasanya adalah orang-orang yang kuat secara fisik, jagoan berkelahi, sehingga
ditakuti dan dituruti perintahnya oleh orang-orang yang dipimpin. Sekarang,
kekuasaan jenis ini biasa terjadi dalam organisasi gangster atau sindikat-sindikat.

Kekuasaan yang berasal dari individu ini disebut juga sebagai pengaruh. Yang
dipimpin mau mengikuti pemimpin karena keinginannya. Kekuasaan jeni sini berasal dari
:
a. Keahlian (expert power) orang mau mengikuti pemimpin karena keahliannya
dalam bidang tertentu. Contohnya, para dokter dirumah sakit akan mengikuti
anjuran-anjuran dari dokter ahli yang merupakan pakar dalam bidangnya.
b. Referent power. Pengaruh pemimpin karena ia merupakan tokoh agama seperti
ustadz, pendeta, pandita, pastor, uskup dan orang-orang yang saleh.
c. Information power. Pengaruh yang diperoleh karena seorang pemimpin kaya
dengan informasi. Alvin Toefler mengatakan bahwa informasi adalah kekuatan,
siapa yang memiliki informasi maka ia akan menguasai orang-orang yang tidak
memiliki informasi
d. Connection & relationship power (koneksi dan jaringan pertemanan). Orang-
orang yang memiliki koneksi atau pertemanan pada pusat kekuasaan umumnya
disegani. Koneksi dan jaringan persahabatan sering berhubungan dengan
informasi dan kemudahan dalam berbagai kegiatan.
e. Charismatic power (karisma). Karisma adalah suatu keadaan atau bakat yang
dihubungkan dengan kemampuan yang luar biasa, sehingga membangkitkan
pemujaan dan rasa segan masyarakat terhadap dirinya (KBBI, 2008).

10
2.2.2 Kompetensi
Dalam pengertian sempit dan praktis, kompetensi sering dimaknai sebagai
pengetahuan dan keterampilan. Dalam arti luas kompetensi adalah segala bentuk tentang
motif, sikap, pengetahuan, keterampilan, perilaku, atau karakteristik pribadi lain yang
penting untuk melaksanakan atau yang membedakan antara kinerja rata-rata dan superior.
Kompetensi dibagi mejadi dua:
a. Hard competence terdiri dari: skill dan knowledge (keterampilan dan pengetahuan)
b. Soft Competence terdiri dari: motif, orientasi, keberhasilan, citra diri, perangai,
bakat, humor.
Dalam praktek sehari-hari, sering dibedakan berdasarkan level dari kompetensi
tersebut, yaitu:
1) Kompetensi minimal
2) Kompetensi ideal

2.2.3 Kredibilitas (Credibility)


Kredibilitas atau sifat dapat dipercaya jauh melebihi rasa suka atau persahabatan.
Kredibilitas membuat yang dipimpin rela meletakan nasib mereka pada pemimpin.
Kredibilitas akan menimbulkan hubungan kerja yang efisien antara pemimpin dan yang
dipimpin, meningkatkan keeratan hubungan dan meningkatkan produktivitas.

2.2.4 Kemauan dan semangat


Kemauan dan semangat saling mempengaruhi seperti dua sisi dalam satu mata uang.
Kemauan bukanlah segalanya, namun tanpa kemauan segalanya tidak akan ada. Jika
seorang pemimpin menjangkau orang lain dengan penuh semangat maka dia juga akan
disambut dengan penuh semangat. Tak satupun yang dapat menggantikan semangat
dalam kehidupan seorang pemimpin.

11
2.2.5 Keberanian
Keberanian berarti kemampuan bertahan dari rasa khawatir dan rasa takut. Ada dua
jenis keberanian pemimpin, yaitu beranian internal dan keberanian eksternal.
Keberanian Internal
Yaitu keberanian untuk mendengar nurani pemimpin dan menjalankannya tanpa
kompromi. Steven Covey menyebutnya sebagai inner voice.
Berdasarkan keberanian internal ini, pemimpin di golongkan menjadi dua jenis:
a. Pemimpin konsensus.
Pemimpin jenis ini mekanisme kerja kepemimpinannya dilandasi prinsip
transaksional, selalu mencari jalan aman.
b. Pemimpin kontributif.
Pemimpin jenis ini memiliki keberanian untuk mendengarkan nuraninya,
sekaligus menjalankannya nyaris tanpa kompromi.
Keberanian eksternal
Pemimpin tidak selalu membuat pengikutnya atau pun pihak-pihak di luar
organisasi merasa senang. Ada kalanya pemimpin harus menghadapi orang-orang
yang menentang dia, baik di dalam organisasi ataupun di luar organisasi.

12
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada
pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi

5 pilar kepemimpinan yang harus dimili agar menjadi pemimpin yang bermutu yaitu :

1. Kekuasaan
2. Kompetensi
3. Kredibilitas
4. Kemauan dan semangat
5. Keberanian
Masing-masing pemimpin memiliki kekuatan pilar yang berbeda, dan masing-masing
organisasi juga memerlukan kekuatan pilar yang berbeda sesuai dengan karateristik
organiosasinya. Kelima pilar tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi sehingga
merupakan suatu sistem.

3.2 KRITIK DAN SARAN

Kami selaku menulis sangat membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca untuk perbaikan kedepannya, baik dari segi susunan kalimat, tata bahasa, maupun
isi.

13
DAFTAR PUSTAKA

https://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-tentang-kepemimpinan/
https://yunit4m4l1aa.wordpress.com/2012/04/17/makalah-kepemimpinan-2/

14