Anda di halaman 1dari 21

BATANG I, BATANG II, BATANG III (ANOMALI)

LAPORAN
PRAKTIKUM ANATOMI TUMBUHAN

Oleh :
Lukita Octavia 208 203 935
Nacevi Maulana 208 203 946
Hanifah Nugraha 208 203 915
Nurkomalasari 208 203 953
Istiqomah 208 203 926
Ira Qurratulaini H 208 203 921

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI/IV/B
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2010
Nama
1. Lukita Octavia L 208 203 935
2. Nacevi Maulana 208 203 946
3. Hanifah Nugraha 208 203 915
4. Istiqomah 208 203 926
5. Ira Qurratulaini H 208 208 921
6. Nurkomalasari 208 203 953

Tgl praktikum : 10 Mei 2010


JUDUL : Batang I (Monokotil dan Dikotil), Batang II, Batang III (Anomali)
TUJUAN:
1. Mempelajari struktur batang monokotil melalui pengamatan pada preparat
melintang batang jagung
2. Mempelajari pertumbuhan sekunder pada batang monokotil melalui
pengamatan pada preparat melintang batang helianthus / dikotil lainnya
3. Mempelajari pertumbuhan sekunder pada batang dikotil
4. Mempelajari pembentukan Tilia sebagai tanggapan terhadap pertumbuhan
sekunder

5. Mempelajari struktur meristem apeks batang dan mengidentifikasi


jaringan-jaringan derivat meristem yang terdapat pada apeks pucuk Coleus
6. Mempelajari struktur batang cucurbita dan mempelajari tipe ikatan
pembuluh bikolateral pada batang cucurbita
7. Mempelajari struktur lentisel dan mengidentifikasi jaringan-jaringan sel-
sel yang membentuk lentisel

8. Mempelajari pola pertumbuhan sekunder anomali yang terjadi pada


tumbuhan Amaranthus dan Passiflora atau Aristholochia.

DASAR TEORI
Susunan batang tidak banyak berbeda dengan akar. Batang tersusun dari
jaringan berikut:
epidermis
parenkim
endodermis
jaringan pembuluh, dan
kambium pada tumbuhan dikotil.

(http://www.google.co.id/imglanding?q =http://media-2.web.britannica.com/eb-
media/02/5602-004-
2C2C2DD3.gif&imgrefurl=http://www.britannica.com/EBchecked/topic-
art/623731/379/Cells-of-the-xylem-and-
phloem&usg=__yxGud9fk0kdw9mG40PUZq40tUAQ=&h=360&w=420&sz=32&hl=id
&um=1&itbs=1&tbnid=XWJ7iVbpaDsZOM:&tbnh=107&tbnw=125&prev=/images
%3Fq%3Dxilem%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DX%26tbs
%3Disch:1&um=1&sa=X&tbs=isch:1&start=0#tbnid=XWJ7iVbpaDsZOM&start=3)
Struktur ini tidak banyak berubah, baik di batang utama, cabang, maupun ranting.
Permukaan batang berkayu atau tumbuhan berupa pohon seringkali dilindungi oleh
lapisan gabus (suber) dan/atau kutikula yang berminyak (hidrofobik). Jaringan kayu pada
batang dikotil atau monokotil tertentu dapat mengalami proses lignifikasi yang sangat
lanjut sehingga kayu menjadi sangat keras.
http://id.wikipedia.org/wiki/Anatomi_tumbuhan
Fungsi :
a. alat transportasi zat makanan dari akar ke daun dan hasil fotosintesis
dari daun ke seluruh bagian tubuh.
b. alat perkembangbiakan vegetative
c. alat penyimpan bahan makanan cadangan
d. tempat tumbuhnya daun, bunga dan buah
(http://www.forumsains.com/biologi/jaringan-makhluk-hidup/20/?wap2)
Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
1. Umumnya berbentuk panjang, bulat seperti silinder atau dapat pula
mempunyai bentuk lain. Akan tetapi selalu bersifat aktinomorf, artinya
dapat dengan sejumlah bidang dibagi menjadi 2 bagian yang setangkup.
2. Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan
pad buku-buku inilah terdapat daun.
3. Tumbuhnya biasanya keatas, menuju cahaya atau matahari (bersifat
fototrop)
4. Selalu bertambah panjang diujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan
bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
5. Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan tidak
digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.
6. Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umumnya pendek
misalnya rumput dan waktu batang masih muda.
(Gembong Tjitrosoepomo, 2005)
Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan
anatominya.
1. Batang Dikotil
(http://www.google.co.id/images?hl=id&q=batang+dikotil&um=1&ie=UTF-
8&source=univ&ei=9mPrS7-
7K4K7rAexxMWZCg&sa=X&oi=image_result_group&ct=title&resnum=1&ved=0CB8
QsAQwAA)
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar
sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang
yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh
lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel,
yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim,
makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.
c. Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel,
merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis
tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat
pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.
d. Stele/ Silinder Pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut
perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe
kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di
sebelah dalam dan floem sebelah luar.
Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada
perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas
pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium
intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang
mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun,
pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi
hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering
tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang
tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan
selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran
Tahun.
2. Batang Monokotil

(http://www.google.co.id/images?hl=id&q=batang+monokotil&um=1&ie=UTF-
8&source=univ&ei=9mPrS77K4K7rAexxMWZCg&sa=X&oi=image_result_group&ct=t
itle&resnum=1&ved=0CB8QsAQwAA)

Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks
dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang
menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang
artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan cambium. Tidak adanya kambium
pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan
perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada
Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada
pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).

Tipe-tipe ikatan pembuluh:


a. Konsentris yaitu ikatan pembuluh konsentris adalah ikatan pembuluh
yang xylem dan phloemnya berbentuk cincin silindris.

Amfivasal bila xilem mengelilingi floem.


Amfkribal bila floem mengelilingi xylem
contoh: pada akar dan batang tumbuhan paku.
b. Kolateral yaitu Ikatan pembuluh kolateral adalah ikatan pembuluh yang
tersusun dari xylem dan phloem yang letaknya bersebelahan di dalam satu
jari-jari. xylem sebelah dalam dan phloem sebelah luar.
Kolateral tertutup, tersusun acak, pada batang monokotil.
Kolateral terbuka, tersusun teratur, pada batang dikotil
a. Bikolateral bila xilem diapit oleh floem yaitu dengan xilem di tengan
seperti bintang. Contoh pada akar dikotil
b. Radial bila letak xilem dan floem berselang-seling secara radial.
contoh pada akar monokotil.
(http://penapun-tertoreh.blogspot.com/2010/04/bentukstruktur-dan-susunan-tipe-
berkas.html)
Pertumbuhan pada Tumbuhan:
Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi akibat kegiatan sel-sel pada jaringan
meristem yang selalu membelah secara mitosis. Jaringan meristem terletak di
ujung akar, ujung batang dan cambium
Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan yang menyebabkan memanjangnya ujung akar dan ujung
batang
Pertumbuhan Sekunder
Pertambahan besar diameter batang akibat kegiatan pembelahan jaringan
kambium (titik tumbuh sekunder). Hanya terjadi pada tumbuhan dikotil.
(http://kamusinfo.blogspot.com/2010/01/pertumbuhan-dan-perkembangan.html)

Pertumbuhan Sekunder Anomali pada Dikotil


Istilah anomali disini dipakai untuk menunjukkan perilaku cambium pembuluh
yang tidak biasa atau tidak sama dengan yang umumnya terjadi pada Coniferae dan
pohon yang berkayu yang telah dikenal hingga saat ini, sebab itu disebut pertumbuhan
sekunder yang tidak biasa atau termasuk anomaly. Bentuk pertumbuhan sekunder
anomali berbeda-beda dan terlihat adanya tahapan dengan bentuk normal, kadang-kadang
cambium berada pada posisi normal. Perilakunya berbeda dari normal. Bila dalam
sayatan melintang batang tampak bahwa cambium menghasilkan lebih banyak xylem dari
pada floem di beberapa tempat tertentu. Sedangkan ditempat ini dibentuk lebih banyak
floem dari pada xylem, akan diperoleh gambaran seperti Passiflora glandulosa. Pada
pertumbuhan tertentu seperti Aristolochia terdapat berkas cambium yang hanya
membentuk parenkim seperti jari-jari empulur. Jumlah berkas ini bertambah dengan
meningkatnya keliling cambium. (Estiti B. Hidayat, 1995)

Pertumbuhan Sekunder pada Monokotil


Pada banyak monokotil basah tak terdapat atau sedikit sekali terdapat
pertumbuhan yang menambah tebal batang. Kebanyakan monokotil yang berbatang tebal
dengan ruas pendek dan dedaunan yang merapat memilki meristem penebalan primer.
Meristem itu berada didaerah perisikel tepat dibawah apeks, dan terdiri dari suatu
kawasan meristematik yang menghasilkan derivate radial. Derivat itu biasanya berupa
parenkim kearah luar (sentripugal) dan kearah dalam (sentripetal), dibentuk baik oleh
parenkim maupun berkas pembuluh kolateral. (Estiti B. Hidayat, 1995)

METODE PENELITIAN
ALAT KERJA DAN BAHAN
ALAT BAHAN
1. Kuter / silet 1. Aquades
tajam
1. Mikroskop 1. Preparat awetan batang
jagung
1. Object glass 1. Batang mangga
1. Cover glass 1. Batang Cucurbita sp
1. Tisue 1. Batang Cordiline
2. Batang Amaranthus
3. Batang Passiflora

PROSEDUR KERJA
Batang I (monokotil dan dikotil)
Kegiatan I
Ambil preparat awetan batang jagung

Simpan pada meja object

Amati dengan mikroskop


Gambar

Beri keterangan
Kegiatan 3 dan 4
Buat sayatan melintang pada batang mangga yang masih muda dan dewasa

Simpan msing-masing sayatan pada object glass

Beri aquades

Tutup dengan covert glass

Amati dengan mikroskop

Gambar

Beri keterangan
Batang II
Kegiatan 9.3
Ambil preparat awetan batang Cucurbita sp

Simpan pada meja object


Amati dengan mikroskop

Gambar

Beri keterangan
Batang III (Anomali)
Kegiatan 10.1
Ambil batang Amaranthus yang masih muda dan dewasa

Buat sayatan melintang tipis pada batang Amaranthus yang masih muda dan
dewasa dengan menggunakan reagen aniline sulfat

Simpan masing-masing sayatan pada object glass

Tutup dengan covert glass

Amati dengan mikroskop

Gambar

Beri keterangan
HASIL PENGAMATAN
Dikotil
1. Batang melintang Heliantus
Gambar Mikroskopis

Perbesaran 4 x 10

Monokotil
1. Batang Zea mays melintang
Gambar Mikroskopis

Perbesaran 10 x 15
Deskripsi:
1. sklerenkim
2. Floem
3. Xylem
4. Epidermis
Deskripsi :
Ikatan pada batang Zea mays yang meperlihatkan lakuna sebagai hasil perkembangan
dari pemisahan perenkima dari dua elemen protoxilem yang mengelilinginya.
Pada silinder pusat dibedakan dua tipe jaringan pembuluh, yaitu floem yang bisanya
sebelah luar.
Setiap untaiannya disebut berkas pembuluh. Berkas pebuluh yang floemnya hanya
dibagian luar disebut berkas kolateral.
Anomali
Gambar Mikroskopis

Perbesaran : 10 x 15

PEMBAHASAN

Bayam stem bayam stem membujur

Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara
korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan
pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara
xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada
Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar,
dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun
demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal
sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas
seberang (Agave sp).
Struktur Anatomi Batang
Secara umum batang tersusun atas epidermis yang berkutikula dan kadang
terdapat stomata, sistem jaringan dasar berupa korteks dan empulur, dan sistem
berkas pembuluh yang terdiri atas xilem dan floem. Xilem dan floem tersusun
berbeda pada kedua kelas tumbuhan tersebut. Xilem dan floem tersusun
melingkar pada tumbuhan dikotil dan tersebar pada tumbuhan monokotil.
Pada ujung batang terdapat tunas yang belum berkembang yang disebut
tunas ujung. Selain itu dijumpai juga tunas aksilar/tunas lateral/tunas samping
yang terdapat di ketiak daun, tunas ini biasanya dorman. Pada banyak tumbuhan,
tunas ujung menghasilkan auksin yang dapat menghambat pertumbuhan tunas
aksilar. Fenomena ini disebut dengan dominansi apikal yang merupakan suatu
adaptasi yang dapat meningkatkan kemampuan tumbuhan untuk memperoleh
cahaya. Hal ini sangat penting apabila kerapatan vegetasi di suatu tempat tinggi.
Pembentukan cabang juga penting untuk meningkatkan sistem tajuk, pada kondisi
tertentu tunas-tunas aksilar akan mulai tumbuh. Beberapa dari tunas tersebut
kemudian berkembang menjadi cabang-cabang yang menghasilkan bunga dan
yang lainnya berkembang menjadi cabang non reproduktif, lengkap dengan tunas
ujung, daun-daun dan tunas aksilar.
Monokotil mencakup sekitar 40 famili denagn sekitar 50.000 spesies.
Beberapa anggota monokotil berupa pohon ( misalnya kelapa), namun
kebanyakan adalah herba semusim atau tahunan. Cirri utama tumbuhan monokotil
adalah memiliki kotiledon tunggal atau daun lembaga tunggal. Batang bagian atas
tidak bercabang atau bercabang sedikit, dan biasanya daunnya berpelaepah.
Daunnya berupa daun tunggal, kecuali pada palma (kelapa, palem). Tulang daun
umumnya sejajar. Jaringan pembuluh ( xilem dan floem ) pada batang dan akar
tersusun tersebar, dan tidak berkambium. Bunga monokotil memiliki
bagian0bagian denagn kelipatan 3 sepal, 3 petal, 6 stamen, 3 karpel. Pada
umumnya bunga tidak beraturan bentuk dan warnanya tidak mencolok.

Cucurbita stem cucurbita stem sisi

Pada penampang melintang, batang monokotil memiliki ikatan pembuluh


yang menempati area yang cukup luas, tidak terbatas dalam satu lingkaran ikatan
pembuluh tersebut dapat berada dalam dua lingkaran atau tersebar. ecara umum
batang tersusun atas epidermis yang berkutikula dan kadang terdapat stomata,
sistem jaringan dasar berupa korteks dan empulur, dan sistem berkas pembuluh
yang terdiri atas xilem dan floem. Xilem dan floem tersusun berbeda pada kedua
kelas tumbuhan tersebut. Xilem dan floem tersusun melingkar pada tumbuhan
dikotil dan tersebar pada tumbuhan monokotil. Batang monkotil biasanya tidak
mengalami pertumbuhan sekunder, pelebaran batang biasanya dilakukan oleh
meristem penebalan primer. Pada beberapa monokotil pertumbuhna sekunder
dapat terjadi dan pertumbuhna ini terjadi sebagai akibat aktivitas meristem pada
bagian batang yang letaknya jauh di belakang meristem apeks. Meristem ini
disebut sebagai cambium pembuluh pada dikotil. Cambiuj pembuluh ini
menghasilkan ikatan pembulhu sekunder yang terpisah satu sama lain oleh
jaringan parenkim.
Meristem apikall berukuran relative kecil disbandingken dengan meristem
apical pada tumbuhan dikotil. Meristem tersebut disebut tunas aksilar (tunas di
ketiak daun) bakal daun dan epidermis, dibawah meristem apical terdapat
meristem
Perifer (meristem tepi) meristem perifer merupakan meristem primer yang
menebal dan menebal disekitar meristem apical, meristem perifer menjadi bagian
utama batang utama batang utama yang berisi ikatan pembuluh seperti halnya
pada tumbuhan dikotil tumbuhan monokotil pun juga tesusun dari lapisan
epidermis, korteks, dan stele.

Sun flower stem sun flower stem

Batang merupakan salah satu organ tama tumbuhan yang berfungsi


sebagai jalan transportasi air dan zat-zat terlarut. Secara anatomi jaringan pada
batang dapat dibagi manjadi tiga bagian yaitu jaringan dermal, jarinan dasar, dan
jaringan pembuluh, epidermis biasanya terdiri dari satu lapisan sel dan sering kali
memiliki stomata dan trikoma. Sel-sel epidermis ini mampu melebar kearah
tangensial dan mampu bermitosis, dan sifat epidermis ini sangat penting untuk
merespon apabila menjadi tekanan sebagai akibat pertumbuhan sekunder, pada
batnag yang telah mengalami pertumbuhan sekunder stomata dapat hilang dan
digantikan oleh litensialdan litensial merupakan pori yang menghubng ruang antar
sel dalam tumbuhan dan luar tumbuhandan epidermis pun digantikan oleh
periderm.
Jaringan pembuluh berkembang dari prokambium yang dapat berpisah
satu sama laim atau membentuk silinder prokambium, jaringan prokambium ini
berdiferensiasi membentuk floem dan xylem primer, sehingga terrbentuklah
berkas-berkas ikatan pembulhu atau silinder pembuluh. Xylem terbentuk secara
exarch dan floem terbentuk secara endarch.
KESIMPULAN
Susunan batang tidak banyak berbeda dengan akar. Batang tersusun dari
jaringan berikut:
epidermis
parenkim
endodermis
jaringan pembuluh, dan
kambium pada tumbuhan dikotil.
Fungsi :
a. alat transportasi zat makanan dari akar ke daun dan hasil fotosintesis
dari daun ke seluruh bagian tubuh.
b. alat perkembangbiakan vegetative
c. alat penyimpan bahan makanan cadangan
d. tempat tumbuhnya daun, bunga dan buah

PERTANYAAN
Batang I
Kegiatan I
1. Apakah penyebaran ikatan pembuluh dibagian tengah dan tepi batang
berbeda? Jelaskan berdasarkan hasil pengamatan Anda!
2. Dibagian mana saja Anda menemukan sklerenkim? Apa fungsi sklerenkim
tersebut?
3. Apakah Anda dapat menemukan bagian korteks? Bila ada jelaskan ciri-
cirinya!
4. Apakah Anda menemukan parenkim interfaskuler? Bila ada, bagaimana
keadaannya?
5. Dari hasil pengamatan Anda, buatlah satu uraian singkat tentang batang
jagung sehingga dapat menggambarkan pola umum batang minokotil!
Kegiatan 3
1. Bagaimana letak ikatan pembuluh pada batang muda dikotil? Apa
perbedaannya dengan batang monokotil?
2. Pakah Anda menemukan koterks? Tunjukkan ciri-ciri korteks tersebut!
3. Apakah sklerenkim terlihat membentuk seludang yang membungkus
ikatan pembuluh atau hanya berupa berkas-berkas atau bagaimana?
Jelaskan sesuai dengan hasil pengamatan Anda!
4. Apakah Anda menemukan parenkim interfaskuler? Jelaskan keadaan dan
apa bedanya dengan batang monokotil.
5. Buatlah uraian singkat tentang pola umum batang dikotil muda
berdasarkan hasil pengamatan Anda!
Batang II
Kegiatan 9.3
1. Ada berapa macam ikatan pembuluh pada batang Cucurbita sp?
2. Jaringan/sel-sel apa saja yang membentuk korteks?
3. Apakah Anda menemukan cambium vasikuler dan cambium
intervasikuler? Apa artinya keadaan yang demikian ini? Beri penjelasan
dengan menghubungkan pada aktivitas cambium!
4. Ada berapa berkas floem dalam satu ikatan pembuluh? Bagaimana letak
floem tersebut terhadap xylem?
5. Bandingkan berkas ikatan pembuluh Cucurbita dengan Aristolochia!
Jelaskan perbedaannya!
6. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap letak berkas floem, kira-kira
bagaimana definisi tipe ikatan pembuluh pada Cucurbita?
Batang III
Kegiatan 10.1
1. Ada berapa lingkaran ikatan pembuluh pada batang muda Amaranthus dan
ada berapa lingkaran pembuluh pada batang dewasanya?
2. Apakah Anda menemukan adanya penambahan jumlah lingkaran ikatan
pembuluh?
3. Bila ada penambahan lingkaran pembuluh, menurut Anda apakah hal ini
akibat dari pertumbuhan sekunder?
4. Bila hal ini sebagai akibat pertumbuhan sekunder, bagaimanakah aktivitas
cambium dalam pertumbuhan sekunder pada Amaranthus?
5. Buatlah satu uraian tentang pertumbuhan sekunder yang terjadi pada
batang Amaranthus!
JAWABAN
Batang I
Kegiatan I
1. Berbeda letak ikatan pembuluh tersebar dan tidak teratur pada bagian tepi
batang ikatan pembuluh lebih banyak dan lebih rapat dibandingkan dengan
bagian tengah batang sehingga korteks dan stele tidak dapat dibedakan dan
bertipe kolateral.
2. Sklerenkim ditemukan disekeliling ikatan pembuluh baik xylem maupun
floem sklerenkim disisi berfungsi sebagai pelindung dan memiliki sifat
elastis selain itu sklerenkim terdapat dibawah epidermis.
3. Ada, ditemukan akan tetapi karena bagian tepi ikatan pembuluhnya
banyak dan lebih rapat sehingga antara korteks dan stele tidak dapat
dibedakan.
4. Ya, letaknya berada diantara jaringan / ikatan pembuluh.
5. Bagian luar batang jagung ditutupi oleh epidermis yang ditutupi stomata,
sklerenkim berada dibawah epidermis dan disetiap keliling ikatan
pembuluh. Sklerenkim berfungsi sebagai pelindung pada ikatan pembuluh
dan penyokong pada umumnya, korteks dan stele tidak dapat dibedakan
karena pada batang bagian tepi ikatan pembuluhnya lebih banyak dan
rapat. Ikatan pembuluhnya adalah kolateral tertutup.
Kegiatan 3
1. Letaknya teratur dan melingkar, sedangkan pada monokotil ikatan
pembuluhnya menyebar dan tidak teratur.
2. Menemukan korteks, cirri itu terdapat pada parenkim yang dapat berisi
kloroplas, ditepi luar sering terdapat kolenkim / sklerenkim, batas antara
korteks dengan jaringan pembuluh tidak jelas karena tidak terlihat
endodermisnya.
3. Tidak, sklerenkim tidak membentuk seludang tapi hanya berupa berkas-
berkas karena tidak terlihat terjadinya penebalan sklerenkim.
4.
5. Batang dikotil muda terdapat epidermis, korteks, jaringan pembuluh,
cambium dan empulur diferensiasi cambium tidak terlihat dengan jelas,
baik cambium fasikuler maupun cambium interfasikuler.
Batang II
Kegiatan 9.3
1. Ada, banyak
2. Jaringan pembuluh, parenkim dan kolenkim
3. Tidak ditemukan, artinya tidak terjadi aktivitas cambium sehingga
pertumbuhan lateralnya pada Cucurbita tidak berkayu.
4. Ada 2, floem primer dan floem sekunder, letak floem diapit oleh xylem
5. Ikatan pembuluh pada Cucurbita adalah bikolateral seperti kolateral
namun terdapat floem disebelah dalam xylem sehingga ada floem
eksternal dan internal
Batang III
Kegiatan 10.1
1. Lebih banyak dibatang muda
2. Ada
3. Ya
4. Pembuluh cambium membentuk kearah luar lebih banyak (floemnya lebih
banyak)
5. Pertumbuhan sekunder, pertumbuhan kearah luar membentuk floem dan
kearah dalam membentuk xylem

Daftar Pustaka
Estiti B. Hidayat. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : Penerbit ITB.
http://preparatpecah.tripod.com/index_files/page596.htm
Susetjo Setjo. 2004.
Sutrian, yayan. 2004. Pengantar anatomi tumbuh-tumbuhan tentang sel dan
jaringan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
TABEL PEMBAGIAN TUGAS
No Nama Pembagian
1 Nacevi Maulana Metode Praktikum
2 Lukita Octavia Dasar teori, Hasil
pengamatan
3 Hanifah Nugraha Pertanyaan dan
Jawaban
4 Ira Qurratulaini H Pertanyaan dan
Jawaban
5 Istiqomah Pembahasan
6 Nurkomalasari Pembahasan