Anda di halaman 1dari 5

GAMBARAN UMUM

Pada setiap proses produksi tidak akan menghasilkan barang


maupun jasa yang 100% sama, karena adanya variasi
selama proses produksi berlangsung.
Variasi merupakan hal yang wajar dalam setiap proses
produksi namun akan berpengaruh pada kualitas sebuah
produk sehingga harus dikendalikan, melalui pendekatan
yang umumnya digunakan yaitu Statistical Process Control
FLOW CHART (SPC).
CHECK SHEET
DIAGRAM PARETO SPC merupakan metode pengambilan keputusan secara
DIAGRAM SEBAB AKIBAT analitis yang memperlihatkan suatu proses berjalan dengan
HISTOGRAM baik atau tidak.
DIAGRAM PENCAR SPC digunakan untuk memantau konsistensi proses yang
DIAGRAM KENDALI digunakan untuk pembuatan produk yang dirancang dengan
tujuan untuk mendapatkan proses yang terkontrol.

GAMBARAN UMUM (Lanjutan) GAMBARAN UMUM (Lanjutan)


Penggunaan SPC dalam pengendalian mutu akan W. Edwards Deming (1950) adalah orang yang pertama kali
memberikan manfaat, antara lain: menganjurkan penggunaan SPC dalam pengendalian mutu
Lebih mementingkan fakta daripada konsep yang abstrak. agar perusahaan dapat membedakan penyebab yang
Tidak mengekspresikan fakta yang terjadi ke dalam berkenaan dengan sistem (sistemic causes) dan penyebab
perasaan atau ide, namun menggunakan gambaran yang khusus (special causes).
diturunkan dari hasil pengamatan dan analisa yang
SPC dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah
spesifik. pengendalian mutu, antara lain:
Hasil pengamatan dan analisa kondisi yang terjadi di Kesesuaian antara mutu dan spesifikasi.
lapangan dapat dilihat secara jelas kesalahan dan variasi, Perbedaan antara proses dan produk.
yang sebelumnya merupakan bagian tersembunyi dan
Mengukur variasi yang terjadi dalam proses dan produk.
sukar untuk dideteksi.
Mengidentifikasi pola urutan dari variasi.
Akan diperoleh kecenderungan teratur yang timbul dalam Mengetahui penyebab-penyebab mampu terka.
sejumlah besar hasil pengamatan yang telah dianalisa Mengetahui dan mengontrol variasi yang terjadi.
sebagai sebuah informasi yang dapat dipercaya.
GAMBARAN UMUM (Lanjutan)
GAMBARAN UMUM (Lanjutan)
Variasi tidak terkendali (Uncontrollable Variation),
Variasi didefinisikan sebagai ketidakseragaman produk atau disebabkan oleh penyebab yang kebetulan (chance
jasa yang dihasilkan atau produk yang dihasilkan tidak causes).
memenuhi spesifikasi standar yang ditetapkan. Adalah variasi yang tidak dapat dikendalikan; sifatnya
Variasi dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis: tidak stabil, tidak konsisten, tidak terprediksi, dan
Variasi terkendali (Controllable Variation), diakibatkan umumnya terjadi karena faktor alam atau lingkungan,
oleh penyebab mampu terka (assignable causes). sehingga menyebabkan abnormalitas terhadap sistem dan
Adalah variasi yang dapat dikendalikan atau dapat dapat diperbaiki secara lokal.
dihilangkan atau dapat diminimalisir jika dilakukan Contoh: kelembaban udara, suhu ruang yang berubah-
aktivitas-aktivitas perbaikan; sifatnya stabil, konsisten, ubah, perubahan tegangan listrik, dan lain-lain.
kemungkinannya random, terprediksi, terjadi secara Dalam penerapannya SPC menggunakan tujuah alat (seven
alamiah, inheren, sebab-sebab acak. tools controls) untuk pengendalian mutu yang terdiri dari
Contoh: kurang homogennya bahan baku, kurang Flow Chart, Check Sheet, Diagram Pareto, Diagram Sebab
cermatnya operator, dan lain-lain. Akibat, Histogram, Diagram Pencar, dan Diagram Kendali.

GAMBARAN UMUM (Lanjutan)


FLOW CHART (DIAGRAM ALIR)
Jika dikaitkan dengan Siklus PDCA, maka penggunaan
ketujuh alat tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Diagram alir adalah alat bantu yang memberikan gambaran
visual urutan operasi yang diperlukan untuk menyelesaikan
DEMING CYCLE 8 STEPS 7 TOOLS
sebuah tugas.
Plan 1. Menentukan masalah Check Sheet
Diagram Pareto Diagram alir merupakan langkah pertama dalam memahami
Diagram Kendali sebuah proses, baik administrasi maupun manufaktur.
Histogram
2. Menemukan penyebab Diagram Sebab Akibat Simbol-simbol flow chart antara lain:
3. Mempelajari faktor yang berpengaruh Diagram Pareto Flow Direction Symbols, yaitu simbol yang dipakai untuk
Diagram Tebar
menghubungkan antara simbol yang satu dengan simbol
4. Merencanakan langkah perbaikan 5W 2H
Do 5. Menerapkan langkah perbaikan
lainnya atau disebut juga connecting line.
Check 6. Meneliti hasil (perbaikan sesuai renc.?) Check Sheet Processing Symbols, yaitu simbol yang menunjukkan
Diagram Pareto jenis operasi pengolahan dalam suatu prosedur.
Diagram Kendali Input Output Symbols, yaitu simbol yang dipakai untuk
Histogram
menyatakan jenis peralatan yang digunakan sebagai
Action 7. Mencegah timbulnya masalah Standarisasi SOP (flow chart)
8. Memperhatikan persoalan baru Diagram Pareto
media input atau output.
FLOW CHART (Lanjutan) FLOW CHART (Lanjutan)
Processing Symbols
Flow Direction Symbols
Simbol yang menunjukkan
Penghubung antara Process pengolahan yang dilakukan
Arus / Flow Komputer
prosedur/proses
Simbol untuk kondisi yang
Simbol keluar/masuk Decision akan menghasilkan beberapa
prosedur atau proses kemungkinan jawaban/aksi
Connector Simbol untuk mempersiapkan
dalam lembar/halaman
yang sama penyimpanan yang akan
Predefined Process
digunakan sebagai tempat
Simbol keluar/masuk
pengolahan didalam storage
prosedur atau proses
Off-line Connector dalam lembar/halaman Simbol untuk permulaan atau
yang lain Terminal
akhir darti suatu program

Simbol untuk pemasukan data


Manual Input secara manual on-line
keyboard

FLOW CHART (Lanjutan) FLOW CHART (Lanjutan)


Input Output Symbols Contoh Flow Chart Pekerjaan Kolom:
Simbol yang menyatakan
proses input dan output
Input-Output
tanpa tergantung dengan
jenis peralatannya
Simbol yang menyatakan
Document input berasal dari dokumen
dalam bentuk kertas atau
output di cetak dikertas
Simbol untuk menyatakan
Disk and On-line input berasal dari disk atau
Storage output di simpan ke disk
CHECK SHEET (Lanjutan)
CHECK SHEET (LEMBAR PERIKSA) Contoh lembar periksa pemeriksaan Bekisting:
Check Sheet adalah alat yang memunginkan pengumpulan
data sebuah proses mudah, sistematis, dan teratur.
Alat ini berupa lembar kerja yang telah dicetak sedemikian
rupa sehingga data dapat dikumpulkan dengan mudah dan
singkat serta dapat digunakan sebagai masukan data untuk
alat kualitas yang lain.
Terdapat 4 tipe utama check sheet, yaitu:
Defective Item Check Sheet, digunakan untuk
mengidentifikasi jenis masalah/cacat dalam proses.
Defective Location Check Sheet, digunakan untuk
mengidentifikasi lokasi cacat produk.
Defective Cause Check Sheet, digunakan untuk
mengidentifikasi penyebab masalah/cacat.
Defective Confirmation Check Sheet, digunakan untuk
memastikan bahwa prosedur yang tepat sedang diikuti.

DIAGRAM PARETO (PARETOS DIAGRAM) DIAGRAM PARETO (Lanjutan)


Paretos Diagram adalah suatu diagram batang yang disusun Langkah pembuatan Diagram Pareto adalah:
secara berjenjang mulai dari yang paling tinggi sampai yang 1. Catat masalah yang terjadi dan jumlah kejadiannya pada
paling rendah disertai dengan kurva komulatifnya (Kurva lembar periksa ke dalam tabel rekapitulasi hasil
Pareto). pemeriksaan.
Ditemukan oleh Vilfredo Pareto (Ekonom Italia; 1848-1923) 2. Aturlah urutan data dari yang terbesar ke yang terkecil
dengan ketentuan 80/20 yang artinya 80% akibat (kegagalan) dan lengkapi tabel dengan jumlah komulatif, persentase
hanya disebabkan oleh 20% penyebab (kesalahan). jumlah, dan persentase komulatif.
3. Gambarlah Sumbu Horisontal dan bagilah sesuai
Diagram Pareto untuk pengendalian mutu dikembangkan banyaknya item masalah.
pertama kali oleh Dr. J. M. Juran, yang terdiri dari: 4. Gambarlah Sumbu Vertikal pada sisi kiri dan kanan
Diagram Pareto Berdasarkan Gejala, berhubungan sumbu horisontal. Sisi kiri dengan skala 0 sampai dengan
dengan hasil yang tidak diinginkan dari proses dan total jumlah dengan nama jumlah. Sisi kanan dibagi
produknya, seperti kerusakan, kegagalan, kecelakaan, dll. dengan skala 0% - 100% dengan nama Presentase
Diagram Pareto Berdasarkan Penyebab, berhubungan Komulatif.
dengan sebab dalam sebuah proses dan mutu produk,
seperti mesin, operator, bahan baku, metode, dll.
DIAGRAM PARETO (Lanjutan) DIAGRAM PARETO (Lanjutan)
Tabel Diagram Pareto:
5. Buatlah Diagram Batang berupa empat persegi panjang
dengan dasar item masalah dan tinggi sesuai dengan
jumlah item masalah.
6. Gambarlah Kurva Kumulatif dengan menandai nilai
kumulatif (presentasi kumulatif) setiap item masalah pada
bagian atas interval item masalah yang bersangkutan dan
hubungkan titik-titik tersebut dengan garis.
7. Tulislah keterangan lain yang diperlukan seperti judul,
nama item masalah (interval), jumlah serta riwayat data
lainnya.

DIAGRAM PARETO (Lanjutan) DIAGRAM PARETO (Lanjutan)


Gambar Diagram Pareto (Ms. Excel): Penggunaan Diagram Pareto antara lain:
12 100%
Mengidentifikasi prioritas masalah pengendalian mutu,
Presentase Kumulatif

10 80% dengan melihat batang tertinggi.


8 Mengidentifikasi sebab utama, dengan melihat batang
Jumlah

60%
6 yang paling tinggi.
40%
4 Mengevaluasi usaha pengendalian mutu, dengan
2 20% membandingkan diagram sebelum dan sesudah tindakan.
0 0% Agar Diagram Pareto dapat lebih efektif, maka:
Posisi As / Kelurusan

Permukaan Bekisting

Block Out ( jika ada )


Sambungan rata & tidak

Elevasi

Aligment Vertikal /

Angker & Support

Water Stop
Kebersihan Lahan

Conduit ( jika ada ) / MEP

Lain-lain
Dimensi

Buatlah bermacam-macam diagram dari berbagai


bersih & diminyaki

Horisontal

klasifikasi dan sudut pandang.


bocor

Jangan memunculkan item masalah lain-lain dalam


presentase yang tinggi, jika terjadi maka harus diuraikan
lebih detail dan jelas.
Biaya sebaiknya ikut pula digambarkan pada sumbu
Item Pemeriksaan vertikal, jika masalah dapat diukur biayanya.

Beri Nilai