Anda di halaman 1dari 3

Lafal Sumpah Dokter Indonesia

Demi Allah, saya bersumpah bahwa :


Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan;
Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima
kasih yang selayaknya;
Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bermoral tinggi,
sesuai dengan martabat pekerjaan saya; Kesehatan penderita senantiasa akan saya
utamakan;
Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan
karena keilmuan saya sebagai dokter;
Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan
kedokteran;
Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai mana saya sendiri ingin
diperlakukan;
Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya akan berikhtiar dengan sungguh-
sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan,
kesukuan, politik kepartaian, atau kedudukan sosial;
Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan;
Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk
sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan;
Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan
kehormatan diri saya.

Kasus dihalaman berikut..


Dokter A baru saja lulus menjadi dokter dan dalam kesenangan hatinya dia pulang kekampung
halamannya. Keluarganya menyambut dengan gembira. Beberapa acara selamatan
diselenggarakan oleh keluargannya, Tak terkecuali sepupunya yang sudah menjadi dokter
spesialis obstetrik ginekologi juga datang memberikan selamat. Tiba saatnya dokter A mengurus
untuk mulai praktek. Dokter A mengikuti program PTT dan menjadi dokter PTT dikabupaten
ditempat kelahirannya. Disamping sebagai dokter PTT, dokter A juga membuka praktek secara
pribadi. Setelah mengurus ijin praktek, mulailah dokter A menjalani profesinya. Dia berfikir
tidak mau kalah dengan saudara2 sepupunya yang kaya dan ini tibalah waktunya untuk
mengumpulkan uang se banyak banyaknya.
Dokter A bertugas di puskesmas pada pagi hari, tetapi hampir semua pasien disuruh perawat
yang memeriksa dan mengobatinya. Banyak pasien ingin diperiksa oleh dokter, tapi dokter selalu
sibuk. Kadang2 rapat, membuat laporan dan sering ke ibukota kabupaten untuk rapat di kantor
dinas kesehatan. Pasien yang ingin diperiksa oleh dokter dipersilahkan datang ketempat praktek
pribadinya. Dokter A menerapkan tarif yang cukup tinggi untuk pasien yang datang ketempat
prakteknya. Bila ada yang meminta keringanan, dokter berkata : Wah saya sudah lelah sekolah
dan tidak sedikit orang tua saya keluar uang untuk membiayai saya. Sekolah dokter kan mahal
apa bapak tidak tahu ? dan pasien tetap harus bayar.
Bila ada pasien yang tidak mampu berobat ketempat prakteknya, pasien disuruh ke Puskesmas
saja. Dokter juga bekerjasama dengan apotik dan laboratorium. Setiap pasien yang diperiksa
dokter mendapat imbalan dari apotik dan laboratorium. Bahkan dokter A juga bekerja sama
dengan sepupunya yang dokter spesialis dikota lain. Bila ada pasien yang terlambat haid dan
ingin haid maka dirujuk ketempat praktek sepupunya, dan juga dari sepupunya ia mendapat
imbalan untuk setiap pasien yang dirujuknya. Akhir akhir ini dokter A terkenal dikalangan gadis2
karena bila terlambat haid dan takut hamil, cukup kedokter A, dokter akan memberi obat dan bila
tidak berhasil akan dirujuk kedokter spesialis sepupunya. Semua pasien yang terlambat haid
yang ditangani dokter A pasti beres. Kawan seangkatan yang kebetulan juga bertugas sebagai
dokter PTT di puskesmas kecamatan tetangga, mengingatkan dokter A, tetapi dokter A marah
dan berkata : Apa salah saya, kan saya cuma merujuk kepada yang lebih ahli ?, saya tidak
melakukan hal hal yang dilarang . Dokter A menjadi senang karena pundi2 nya cepat penuh dan
tak lama kemudian dokter A sudah membeli mobil. Dengan adanya mobil itu, semakin sering
dokter keluar daerah dan juga semakin banyak pasien yang datang ketempat praktek pribadinya
karena pada pagi hari selalu dokter tidak ada di puskesmas. Dokter A merasa belum puas dan
sekarang sedang berfikir bagaimana lagi untuk bisa mengumpulkan uang lebih banyak
lagi..

Tugas :
1. Telaah dari kasus diatas apa ada pelanggaran atas sumpah dokter ?
2. Bila ada pelanggaran, tunjukkan butir mana saja dari sumpah dokter yang telah
dilanggarnya
3. Bila dokter melanggar sumpah dokter apa diketahui oleh orang lain ? (masyarakat/pasien,
teman sejawatnya, organisasi IDI )
4. Apa konsekwensi bila dokter melanggar sumpah dokter ?