Anda di halaman 1dari 2

Dahuri (2003), menyatakan ekosistem hutan mangrove di Indonesia memiliki tingkat

keanekaragaman jenis yang tinggi, sejauh ini tercatat 202 jenis tumbuhan mangrove yang
terdiri dari:

1. 89 jenis pohon, 4 jenis palem, 21 jenis liana, 43 jenis herba tanah, 44 jenis epifit dan 1
jenis sikas,
2. 90 jenis pohon, 5 jenis palem, 19 jenis liana, 44 jenis herba tanah, 43 jenis epifit dan 1
jenis sikas,
3. 88 jenis pohon, 5 jenis palem, 20 jenis liana, 44 jenis herba tanah, 44 jenis epifit dan 1
jenis sikas,
4. 89 jenis pohon, 5 jenis palem, 19 jenis liana, 44 jenis herba tanah, 44 jenis epifit dan 1
jenis sikas.

Bengen (2004), menyebutkan bahwa dari 202 jenis tersebut hanya 47 jenis yang
merupakan mangrove sejati (true mangrove), paling tidak di dalam hutan mangrove terdapat
salah satu jenis tumbuhan sejati yang termasuk kedalam 4 famili, yaitu:
a. Rhizophoraceae, Sonneratiaceae, Avicenniaceae, Meliaceae,
b. Bruguiera, Avicenniaceae, Sonneratiaceae, Meliaceae,
c. Sonneratiaceae, Meliaceae, Xylocarpus, Avicenniaceae,
d. Avicenniaceae, Bruguiera, Meliaceae, Xylocarpus.
Salah satu adaptasi terhadap kadar oksigen rendah, pohon mangrove memiliki perakaran
yang khas untuk mengambil oksigen dari udara, dengan:
a. Mempunyai pneumatofora pada tipe cakar ayam,
b. Mengembangkan struktur akar yang sangat ekstensif dan membentuk jaringan horizontal
yang lebar,
c. Secepatnya mengeluarkan garam yang masuk ke dalam sistem pepohonan melalui pori2
daun,
d. Menyaring melalui bagian akarnya.
Berikut ini berbagai adaptasi pohon mangrove terhadap kadar garam tinggi, kecuali:
a. Menumpuk kelebihan garam pada kulit batang pohon dan daun tua yang akan terlepas
dan jatuh dari pohon tersebut,
b. Berdaun kuat dan mengandung banyak air,
c. Memiliki lentisel pada tipe penyangga/tongkat, misalnya: Rhizhopora,
d. Mempunyai banyak jaringan internal penyimpan air dan kosentrasi garam tinggi.
Salah satu bentuk/tipe akar pohon mangrove adalah akar togkat atau penyangga. Ciri-ciri
dari tipe akar tersebut adalah:
a. Akarnya tebal, posisinya tegak atau pipih,
b. Berbentuk strutur jaringan kabel melebar, dan mencuat dari batang bercabangcabang ke
bawah permukaan lumpur dan menggantung,
c. Tumbuh mendatar dan bergelombang di atas dan di bawah permukaan air, akarnya
mencuat ke atas permukaan tanah dan kemudian masuk kembali menancap ke tanah,
d. Tumbuh berpencar dengan anak akar muncul di permukaan air seperti tombak yang
diberdirikan yang mencuat dari bawah ke atas.
Yang tidak termasuk ke dalam tipe akar pada pohon mangrove adalah:
a. Tipe cakar ayam atau alar pasak,
b. Tipe akar lutut,
c. Tipe akar bercabang (branching),
d. Tipe akar papan.
Secara umum komunitas fauna hutan mangrove membentuk pencampuran antara dua
kelompok, yaitu:
a. Kelompok mobile dan kelompok sessile,
b. Epifauna dan Infauna,
c. Fauna terrestrial dan Fauna akuatik,
d. Acropora palifera dan Acropora subglaba.
Gambar di samping menunjukkan:
a. Daur hidup vegetasi mangrove,
b. Zonasi mangrove,
c. Distribusi mangrove,
d. Rantai makanan ekosistem mangrove.
Fungsi dan manfaat ekosistem mangrove dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu
fungsi fisik, fungsi kimia, dan fungsi biologi, fungsi ekonomi, dan fungsi lain
(wanawisata). Yang termasuk ke dalam fungsi biologi dari ekosistem mangrove adalah:
a. Sebagai tempat terjadinya proses daur ulang yang menghasilkan oksigen,
b. Pemasok bahan organik yang berasal dari sejumlah besar daun dan dahan pohon
mangrove yang rontok,
c. Menahan tiupan angin kencang dari laut ke darat,
d. Sebagai kawasan wisata alam pantai dengan keindahan vegetasi dan satwa.
Yang tidak termasuk ke dalam fungsi fisik dari ekosistem mangrove adalah:
a. Sebagai habitat alami bagi berbagai jenis biota darat dan laut,
b. Menahan sedimen,
c. Sebagai kawasan penyangga rembesan air laut ke darat,
d. Menjaga garis pantai agar tetap stabil.
Berikut ini adalah beberapa fungsi ekonomis dari pemanfaatan hutan mangrove, kecuali:
a. Penghasil kayu: untuk kayu bakar, serta kayu untuk bahan bangunan dan perabot rumah
tangga,
b. Penghasil bahan baku industri, misalnya kertas, obatobatan,
c. Penghasil bibit ikan, udang, kerang, kepeting,
d. Sebagai tempat pendidikan, konservasi, dan penelitian.
Salah satu yang bukan merupakan pemanfaatan dan nilai ekonomis mangrove adalah:
a. Bahan bangunan,
b. Peringatan dini bencana erosi,
c. Bahan obat-obatan,
d. Chipwood