Anda di halaman 1dari 6

SISTEM PENGINDERAAN JAUH FOTOGRAFI DAN NON FOTOGRAFI

Pengertian Penginderaan Jauh

Menurut Islahuddin (2014), penginderaan jauh merupakan ilmu


pengetahuan atau metode untuk memantau suatu objek dari jarak jauh tanpa
melakukan kontak langsung dengan objek tersebut.

Menurut Noor (2014), penginderaan jauh didefinisikan sebagai suatu


metoda untuk mengenal dan menentukan obyek di permukaan bumi tanpa melalui
kontak langsung dengan obyek tersebut.

Menurut Baja (2012), penginderaan jauh berkaitan dengan deteksi dan


pengukuran fenomena dengan perangkat sensitif terhadap energi elektromagnetik
(tanpa sentuhan langsung ke objek tersebut), seperti:
Cahaya (kamera dan scanner)
Panas (thermal scanner)
Gelombang mikro dan radio (radar).

Jenis Penginderaan Jauh

Secara garis besar penginderaan jauh dibedakan menjadi penginderaan


jauh sistem fotografik dan penginderaan jauh non fotografik. Dikatakan
penginderaan fotografi karena menggunakan kamera sebagai sensor,
menggunakan film sebagai detektor dan menggunakan gelombang
elektromagnetik yang berupa spektrum tampak dengan perluasannya sebagai
tenaganya. Hasil dari sistem fotografik ini berupa foto udara dan foto satelit.
Sedangkan sistem penginderaan jauh non fotografik menggunakan selain kemera
misalnya RBV (Return Bean Vidicon) untuk Satelit Landsat generasi 1 (Landsat
4-5) yang terdiri dari 3 saluran RBV1, RBV2 dan RBV3 dan MSS (Multispektral
scanner) yang keduanya mempunyai resolusi 79 meter.

Penginderaan jauh fotografik yaitu sistem penginderaan jauh yang di


dalam merekam obyek menggunakan kamera sebagai sensor, menggunakan film
sebagai detektor, serta memanfaatkan tenaga elektromagnetik. Perekaman obyek
atau pemotrentann dapat dilakukan dari udara maupun dari antariksa. Hasil
rekamannya setelah diproses menjadi foto udara atau foto satelit. Penginderaan
jauh fotografik pada umumnya menggunakan tenaga alamiah. Matahari
merupakan sumber tenaga yang utama, sedangkan sinar bulan dan sinar buatan
bisa digunakan pada waktu malam hari.
Obyek yang digambarkan pada foto udara terbatas pada obyek yang
tampak, yaitu obyek di permukaan bumi yang tidak terlindung oleh obyek
lainnya. Obyek di bawah permukaan tanah yang tertutup oleh vegetasi tidak dapat
tergambar pada foto udara. Meskipun demikian, ada obyek tak tampak tetapi
dapat ditafsirkan berdasarkan obyek yang tampak. Sebagai contoh, jenis batuan
yang dapat ditafsirkan berdasarkan topografi, pola aliran, dan vegetasi
penutupnya.

Karena kepekaan manusia sebesar spectrum tampak, maka penginderaan


jauh yang mula mula dikembangkan orang adalah penginderaan jauh fotografik
yang menggunakan spectrum tampak. Dari spectrum gelombang mikro, yang
lazim digunakan di dalam penginderaan jauh ialah panjang gelombang 1 mm
hingga 30 cm (Lillesand and Kiefer, 1979).

System penginderaan jauh yang menggunakan tenaga gelombang mikro


merupakan system baru disamping system penginderaan jauh yang menggunakan
tenaga termal. Eksperimen Heinrich Hertz yang dilakukan pada tahun 1886
membuahkan suatu hasil bahwa berbagai obyek metalik dan nonmetalik
memantulkan tenaga elektromagnetik pada frekwensi 200 MHz yang sangat dekat
dengan gelombang mikro. Radar pertama yang membuahkan gambar
dikembangkan selama Perang Dunia II, yaitu dengan menggunakan B-Scan
yang menghasilkan sebuah gambar dengan bentuk empat segi panjang.

Dalam penginderaan jauh hasil akhir yang diperoleh merupakan sebuah


citra/ gambar sebuah kenampakan fenomena. Dalam inderaja dikenal dua jenis
citra yaitu citra foto dan citra non foto. Citra foto merupakan gambar yang
dihasilkan dari sensor kamera sedangkan citra non foto adalah gambar yang
dihasilkan dari sensor selain kamera seperti gelombang elektromagnetik (sinar X,
sinar infrared, dan lainnya). Berikut adalah beberapa perbedaan antara citra foto
dan citra non foto.
A. Sistem Fotografi
Penginderaan jauh sistem fotografi dalam perekaman objek,
didasarkan pada pantulan tenaga alami (matahari), sehingga disebut
dengan sistem pasif. Geombang yang digunakan dalam sistem
fotografi adalah 0,4-0,9, melalui proses kimiawi dengan wahana balon
udara. Dinamakan sistem fotografi karena sistem yang digunakan
seperti foto di darat hanya saja dalam penginderaan jauh digunakan di
udara.
Hasil dari sistem ini dan sebutannya didasarkan kepada
spektrurm alat, detector dan proses yang digunakan. Atas dasar
penggunaan spectrum maupun saluran, maka hasil citra sistem
fotografik dibedakan menjadi foto ultraviolet, foto ortokromatik, foto
pankromatik, dan foto inframerah.
1. Foto Ultraviolet
Foto ini menggunakan spectrum elektromagnetik dengan
panjang gelombang 0,02-0,4 mm. spectrum ini memiliki
kepekaan terhadap objek yang lembab terutama air, karena air
banyak menyerap tenaga pancaran dari matahari.
2. Citra ortokromatik
Citra ortokromatik menggunakan spectrum tampak pada
saluran biru dan hijau dengan panjang gelombang 0,4-0,56 m.
citra ini masih dipengaruhi hamburan Rayleigh dan mie.
Keunggulan dari foto ortokromatik ini terletak pada
kemampuannya yang memiliki daya tembus pada objek bawah
permukaan air laut yang jernih.
3. Citra pankromatik
Citra pankromatik menggunakan spectrum tampak dengan
panjang gelombang 0,4-0,7 mm. karena menggunakan semua
saluran yang ada maka kesan objek yang direkam sesuai dengan
penglihatan mata manusia. Keunggulan citra pankromatik
adalah:
a. Berwarna: gambar objek mirip dengan warna sebenarnya,
mampu menduga kedalaman air
b. Tidak berwarna: rona objek sesuai dengan kesan mata dan
spectrum yang digunakan sesuai dengan kepekaan mata
manusia, resolusi spasial yang halus sehingga
memungkinkan pengenalan objek yang kecil.
4. Citra inframerah
Citra inframerah menggunakan spectrum inframerah
saluran dekat pada jendela atmosfer dengan 0,7-0,9. Spectrum
ini mempunyai kemampuan untuk menembus hujan kecil.
B. Sistem Termal
Sistem ini termasuk ke dalam sistem non fotografi. Sistem
termal yang digunakan dalam penginderaan jauh umumnya didasarkan
pada tenaga alami. perekaman sistem ini berdasarkan pancaran panas
yang dipancarkan oleh objek yang direkam alat penyiam (scanner).
Sistem termal tidka bergantung pada cuaca. Sensor yang digunakan
dalam perekaman tenaga pancaran adalah (1) Radiommeter termal, (2)
Spektometer termal.
Berikut keunggulan dan kelemahannya:
1. Keunggulan: perekaman objek dapat digunakan siang atauu
malam serta dapat merekam wujud yang tidak Nampak.
2. Kelemahan: aspek geometric yang penyimpangannya lebih
besar dari sistem foto udara,. Sifat tenaga termal lebih rumit
dibandingkan sifat pantulan dari objek, serta sifat tenaga termal
lebih sulit dibandingkan dengann sifat pantulan dari objek.

C. Sistem Gelombang Mikro dan Radar


Sistem ini termasuk ke dalam sistem non fotografi.
Penginderaan jauh gelombang mikro adalah penginderaan jauh dengan
menggunakan tenaga alami dengan menggunakan gelombang mikro
yaitu julat dari lamda 1000 miumeter (1 mm) sampai 100 cm. pantulan
tenaga julat tersebut tidak sesuai dengan kepekaan mata manusiak
sehingga untuk dapat melihat harus menggunakan alat yang
mempunyai kepekaan terhadap panjang gelombang mikro. Tenaga
yang direkam oleh sensor gelombang mikro berasal dari beberapa
objek yang memancarkan tenaga:
1. Pancaran oleh gas dari atmosfer
2. Pancaran oleh awan
3. Pancaran dari bawah permukaan tanah
4. Pancaran dari permukaan objek
5. Sinar dari luar
6. Pancaran oleh atmosfer
Berikut adalah keunggulan dan keterbatasannya.
1. Dapat beroperasi siang dan malam hari
2. Dapat menembus awan
3. Resolusi spasialnya rendah
4. Geometriknya kasar
Spektrum gelombang mikro yang digunakan sistem gelombang
mikro juga digunakan oleh sistem radar. Perbedaan gelombang mikro
dengan radar terletak pada tenaga yang digunakan untuk perekaman.
Radar merupakan singkatan dari Radio Detecting ang Ranging artinya
menentukan jarak objek berdasarkan gelombang radio. Penginderaan
jauh sistem radar yaitu penginderaan jauh yang menggunakan
spectrum gelombang mikro, sedangkan tenaga yang diperoleh
dibangkitkan oleh sensor (buatan).

D. Sistem Satelit
Sistem ini termasuk ke dalam sistem non fotografi.
Penginderaan jauh sistem satelit mempunyai kesamaan dengan sistem
fotografi, termal, dan mikro, perbedaannya hanya terletak pada wahana
yang digunakan. Satelit diluncurkan mengikuti rotasi bumi, setiap 18
sekali satelit merekam wilayah yang sama. Biaya menggunakan sistem
satelit ini murah hanya saja proses pembuatan satelit tersebut yang
mahal.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Penginderaan Jauh (Inderaja/PJ).


http://geomangraho.blogspot.co.id/2011/04/penginderaan-jauh-
indrajapj.html Diakses pada hari senin tanggal 10 Oktober 2016 pukul
19.45.

Baja, S. 2012. Perencanaan Tata Guna Lahan dalam Pengembangan Wilayah


Pendekatan Spasial & Aplikasinya. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Islahuddin. 2014. Dharma Bakti Geografi: 60 Tahun Perjalanan Hidup Sukendra


Martha. Jakarta: PT Pustaka Alvabet.

Lies. 2013. Sistem Penginderaan Jauh.


http://liesloa.blogspot.co.id/2013/11/sistem-penginderaan-jauh.html
Diakses pada hari senin tanggal 10 Oktober 2016 pukul 21.25

Noor, D. 2014. Geomorfologi. Yogyakarta: Deepublish.