Anda di halaman 1dari 6

Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Kepala Ruang Dengan Kinerja

Perawat pelaksana Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan Di Ruang


Rawat Inap RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari Kabupaten Mojokerto.

Kerangka Konsep Usulan Penelitian

Oleh :
Joko Tri Mulyanto 172520102003

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


PASCASARJANA UNIVERSITAS JEMBER
2017
Fenomena

Berdasarkan penelitian Lilis Rohayani (2007) menyatakan bahwa dari total 53


respondendidapatkan bahwa gaya kepemimpinan kepala ruangantermasuk tipe
otoriter/autokratis sebanyak 11 orang (32,4%) perawat pelaksana kinerjanya baik dan
23 orang (67,6 %) perawat pelaksana kinerjanyakurang baik, gaya kepemimpinan
kepala ruangantermasuk tipe demokratis sebanyak 11 orang (64,7%) perawat
pelaksana kinerjanya baik dan 6 orang (35,3 %) perawat pelaksana kinerjanya kurang
baik, gaya kepemimpinan kepala ruangan termasuk tipe liberal/laizes-faire sebanyak
1 orang (50 %) perawat pelaksana kinerjanya baik dan 1 orang (50%) kinerjanya
kurang baik.

Problem Statment
Banyaknya perawat pelaksana yang melakukan tindakan tidak sesuai SOP dan
menimbulkan rasa kurang puas pada pengunjung rumah sakit.

Judul Penelitian

Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Kepala Ruang Dengan Kinerja Perawat


pelaksana Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RSUD
Prof. Dr. Soekandar Mojosari Kabupaten Mojokerto.
Kerangka konsep

Faktor-faktor yang
mempengaruhi
kinerja perawat
:Variabel Individu :

1. Kemampuan
dan
keterampilan Kepala Ruangan dan
2. Latar belakang perawat pelaksana
3. Demografi

Variabel Organisasi :

1. Sumber daya
Gaya
2. Kepemimpinan kepemimpinan

3. Lingkungan
kerja

4. Struktur
organisasi
Laizes-Faire Otoriter Partisipatif Demokrasi
Variabel
5. JobPsikologis
Design : (20-34) (35-49) (50-64) (65-80)

1. Persepsi
2. Sikap
3. Kepribadian
4. Belajar Kinerja Perawat
5. Motivasi dalam melaksanakan
asuhan keperawatan

Kinerja Kurang Kinerja Cukup Kinerja Baik


(<55%) (55-74%) (75-100%)
Keterangan :

: diteliti

: tidak diteliti
Ontologis :

Pelayanan keperawatan merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang

berperan besar menentukan pelayanan kesehatan. Pelayanan keperawatan diberikan

dalam bentuk kinerja perawat harus didasari kemampuan yang tinggi dalam

membentuk sehingga kinerja mendukung pelaksanaan tugas dalam pelayanan

keperawatan. Untuk mewujudkannya dibutuhkan pola pengorganisasian yang baik,

metode kepemimpinan yang berkualitas dan menitikberatkan pada gaya

kepemimpinan seorang pemimpin yang berpengaruh terhadap kinerja bawahannya

dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Gaya kepemimpinan dapat diidentifikasi

berdasarkan perilaku pemimpin itu sendiri, kemampuan individu untuk

mempengaruhi orang lain yang mengarah kepada pencapaian tujuan. Salah satu faktor

yang dapat menunjang keandalan tugas perawat adalah gaya kepemimpinan yang

berpengaruh langsung terhadap keberhasilan karyawan dalam melaksanakan

tugasnya.

Epistemologi :

1. Penelitian ini membuat kuisoner untuk melihat kinerja perawat pelaksana dan

gaya kepemimpinan yang di terapkan di RS tersebut.

2. Peneliti membaca hasil kuisoner dan melakukan editing yaitu mengoreksi data

identitas responden dan kelengkapan lembar kuisoner.

3. Peneliti melakukan coding yaitu pemberian kode untuk memudahkan

pendeskripsian hasil variable


4. Peneliti membaca hasil kuisoner dan melakukan tabulating yaitu menyusun

data dengan cara mengorganisasikan data sehingga memudahkan untuk di

jumlah, di susun, dan di selesaikan dalam bentuk tabel atau grafik

5. Peneliti menggunakan bantuan SPSS dengan uji Fisher Exact untuk

mengetahui ada tidaknya hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja

perawat pelaksana.

Aksiologi :

1. Bagi responden/perawat

Hasil penelitian ini dijadikan pertimbangan untuk para perawat pelaksana

dalam melaksanakan asuhan keperawatan kepada pasien untuk meningkatkan

mutu pelayanan di rumah sakit tersebut.

2. Bagi instalasi pelayanan kesehatan

Dari hasil penelitian ini dapat diperoleh tentang hubungan gaya

kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja perawat pelaksana dalam

melaksanakan asuhan keperawatan, sehingga rumah sakit dapat meningkatkan

kemampuan kepemimpinan kepala ruang, dapat menerapkan gaya

kepemimpinan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing bawahan dan

mengaplikasikan gaya kepemimpinan setelah mengkaji situasi sehingga dapat

meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.

3. Bagi institusi penelitian

Dari hasil penelitian ini dapat menjadikan bahan pengembangan

ilmupengetahuan dalam manajemen keperawatan, manajemen sumber daya


manusia rumah sakit, dan manajemen mutu rumah sakit, serta menjadikan

referensi bagi peneliti berikutnya.

4. Bagi peneliti

Dari penelitian ini dapat diperoleh tentang hubungan gaya kepemimpinan

kepala ruang dengan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan

keperawatan di ruang rawat inap RSUD Prof.Dr.Soekandar. Sehingga dapat

memperluas pengetahuandan pengalaman dalam menganalisis hubungan gaya

kepemimpinan dengan kinerja perawat pelaksana dalam melakukan asuhan

keperawatan.