Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN

MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA II (MMD 2)


DI DESA SENGON

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 5

PROGRAM STUDI PROFESI NERS KEPERAWATAN


STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO
2017
LAPORAN PENDAHULUAN

MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA 2 ( MMD II )

1.1 Definisi
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) adalah musyawah yang dihadiri oleh
perwakilan masyarakat untuk membahas masalah-masalah (terutama yang
erat kaitannya dengan kesling BAB di sungai, Kesling pembungan sampah di
sungai, Balita ( Ispa ), Lansia ( Reumatik ), Remaja ( merokok ), dan
Penggunaan obat bebas. yang ada di desa serta merencanakan
penanggulanggannya.

1.2 Tujuan
1. Agar masyarakat mengenal masalah kesehatan yang dihadapi dan
dirasakan diwilayahnya
2. Agar masyarakat sepakat untuk bersama-sama menanggulanginya
3. Tersusunnya rencana kerja untuk Penanggulangan yang disepakati
bersama

1.3 Peserta MMD


1. Para kader pelaksana MMD
2. Kepala Desa, bidan desa, kader desa, remaja masjid ( remas ), karang
taruna & ketua RT

1.4 Pola penyelenggaraan MMD


Susunan tempat duduk sebaiknya berbentuk lingkaran (round table), tidak ada
peserta membelakangi peserta yang lainnya, komposisi jangan seperti
diruangan kelas Pimpinan pertemuan duduk sederetan, setara dan berada
diantara para peserta, tidak memisah atau duduk dikursi istemewa duduk
tidak harus selalu dikursi, boleh juga dilantai diatas tikar/permadani/matras
1.5 Peran Ketua MMD
1. Mengarahkan pembicaraan agar jangan menyimpang dari arah yang
ditetapkan
2. Menjadi penengah jika terjadi perselisihan pendapat dalam pembicaraan
3. Mengatur lalu-lintas pembicaraan diantara sesama peserta ketua harus
selalu berusaha memotivasi setiap peserta, ketua jangan terlalu banyak
berbicara, ketua sebaiknya lebih banyak memandu, ketua harus sabar, tidak
emosional bila ada hal-hal yang menjengkelkan,Ketua harus jeli, cerdik
dan segera bisa menangkap apa yang dimaksud oleh peserta, setiap
pendapat harus dihargai, jangan memaksakan kehendak untuk disetujui,
Semua keputusan harus berdasarkan musyawarah, bukan paksaan.

1.6 Langkah-langkah Penyelenggaraan MMD


1. Persiapan
Kader menyiapkan hasil analisis yang ditulis dalam lembar balik Kader
membantu Kepala Dusun menyimpulkan acara, tata ruangan dan
perlengkapan, kader memotivasi/mengajak bidan desa, kader desa, remaja
masjid ( remas ), karang taruna dan ketua RT yang ada di desa itu untuk
hadir dalam MMD 2, agar dapat membantu memecahkan masalah
bersama-sama mengajak kader-kader di dusun tersebut yang lainnya
untuk ikut hadir.

2. Proses
Pembukaan dengan menguraikan maksud dan tujuan kegiatan MMD 2,
yang dipimpin oleh ketua kelompok, pengenalan masalah kesehatan dan
penyajian hasil pendataan ke masyarakat oleh kelompok, perumusan dan
penentuan prioritas masalah kesehatan serta menentukan intervensi yang
dilaksanakan atas dasar pengenalan masalah dari hasil MMD 2, tambahan
usulan kegiatan dari Bidan Desa, rekomendasi teknis dari bidang
penyusunan rencana pelaksana kegiatan dipimpin Kepala Dusun.

3. Penutup
a. Tindak lanjut
Kader membantu kepala dusun menyebarkan hasil musyawarah
tentang rencana kerja penanggulangan masalah dan membantu
menindak-lanjuti untuk kegiatan-kegiatan.
Tindak lanjut Rencana Kerja hasil MMD Melaksanakan kegiatan
masyarakat dibidang kesehatan Memantau/ memonitor hasil kegiatan
Memotivasi warga agar kegiatan dibidang kesehatan dapat
dikembangkan baik lokasinya maupun jenis kegiatannya
HASIL WHINSHIELD SURVEY (PENYEBARAN ANGKET)
DI WILAYAH DESA SENGON

1. Lingkungan terbuka
pembuangan limah rumah tangga atau got mapet dan berbau tidak
sedap karena banyak sampah dan genangan air di beberaa gang

2. Sumber Daya Masyarakat

Tingkat pendidikan masyarakat terbanyak adalah sekolah dasar (SD) yaitu


sebanyak 54 %. Pekerjaan terbanyak adalah pedagang yakni sebanyak 40 %,
dan penghasilan rata rata perbulan terbanyak antara Rp 500.000-
Rp700.000 perbulan.

3. Suku / Etnisitas
Sebagian besar warga adalah suku jawa yaitu sebanyak 80% dan
beragama islam sebanyak 89 %.

4. Health

Dari hasil wawancara dengan tokoh masyarakat, masalah kesehatan


yang ada yaitu : balita ispa 43 %, diare 40%, dan gizi buruk 5%. Pada anak
usia sekolah ispa 30%, diare 20% dan jurang berPHBS (tidka cuci tangan
sebelum makan, jajan tidak sehat, makan sayur tertentu saja, dan jarang
makan buah). Pada kelompok remaja merokok 50%, mempunyai pegetahuan
yang baik tentang hiv aids 60%, berpacaran 40%, kebiasaan nongkrong
20%. Pada kelompok usia lanjut didapatkan bahwa tidak ada wadah yang
menanganimasalah lansia, belum ada pelatihan kader lansia, lansia
menderita hipertensi 30%, rematik 32%, sruke 15%, dan kencing manis
17%.

Fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di wilayah tersebut adalah


terdapat 1 puskesmas, 3klinik swasta, dan 2 praktek dokter.
PROPOSAL KEGIATAN MMD II (MMD 2)
DI WILAYAH DESA SENGON

A. Latar Belakang
Kegiatan praktek komunitas di masyarakat merupakan bentuk
pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu keperawatan
komunitas secara komprehensif yang merupakan cermin kegiatan pengabdian
pada masyarakat. komunitas merupakan suat sistem yang terdiri dari sub
sistem keluargga dan sistem sosial yang saling berinteraksi. Keluarga sebagai
suatu sub sistem komunitas merupakan sistem terbuka dimana keluarga
merupakan unit pelayanan dasar di masyarakat atau komunitas.
Perawatan kesehatan masyarakat yang merupakan gabungan ilmu
keperawatan, ilmu masyarakat dan sosial yang ditujukan untuk
mempertahankan dan meningkatkan kesehatan serta memberikan bantuan
melalui intervensi keperawatan dalam mengatasi masalah permasalahan
kesehatan. Dalam mengaplikasikan praktek kesehatan masyarakat diperlukan
pengetahuan serta penelitian- penelitian yang berkaitan dengan pendidikan
kesehatan masyarakat dalam menemukan suatu masalah kesehatan.
Komunitas atau masyarakat sebagai penerima pelayanan kesehatan dan
aktif dalam seluruh proses perubahan, sejak pengenalan masalah kesehatan
sampai penanggulangan masalah yang melibatkan individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat sebagai target pelayanan keperawatan komunitas
dengan fokus masyarakat berupa peningkatan kesehatan dan pencegahan
penyakit, hendaknya perlu dilibatkan secara lebih aktif dalam seluruh aktifitas
kegiatan komunitas.
Musyawarah masyarakat desa (MMD) merupakan bentuk dari wadah
memecahkan suatu masalah kesehatan yang di temukan dalam masyarakat
melalui pengkajian. dalam upaya mengaplikasikan teori ilmu keperawatan
komunitas yang telah dibekalkan kepada mahasiswa di bangku kuliah, serta
sebagai salah satu upaya menyiapakan tenaga keperawatan yang profesional
dan potensi keperawatan secara mandiri, maka mahasiswa STIKES Bina
Sehat PPNI Mojokerto melaksanakan praktek keperawatan komunitas di
wilayah Desa . kegiatan praktek keperawatan komunitas di gunakan 3
pendekatan, yaitu pendekatan keluarga, pendekatan kelompok dan
pendekatan masyarakat.
Dusun dipimpin oleh kepala dusun, dan kader. Dalam pelaksanaan
praktik asuhan keperawatan komunitas mahasiswa menggunakan pendekatan
proses keperawatan komunitas yang di awali oleh pengkajian dengan cara
pengumpulan data, kemudian menyusun rencana sesuai dengan pemasalahan
yang di temukan sampai pelaksanaan dan terakhit evaluasi. Pengumpulan
data di mulai selama 2 hari dengan jumlah KK pengkajian di lakukan dengan
menggunakan teknik wawancara langsung, penyebaran koestioner, dan
windshield survey yaitu survey yang dilakukan dengan pengkajian
mengelilingi wilayah Desa Sengon. data yang diperoleh dari masyarakat di
tabulasi untuk mengetahui masalah-masalah kesehatan yang mayoritas terjadi
di masyarakat Desa. Selain itu data juga di peroleh data kepala dusun dan
kader. Setelah data di peroleh, dalam kegiatan MMDII mahasiswa dan
masyarakat bersama-sama mencari pemecahan masalah yang ada dengan tim
pokjakes.

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Mahasiswa mampu mengenali dan mengamati keadaan kesehatan
masyarakat wilayah dusun mojo serta mampu menanggulangi masalah
kesehatan tersebut bersama masyarakat dengan memanfaatkan
sumberdaya dan potensi yang terdapat di masyarakat
2. Tujuan khusus
Setelah melaksanakan musyawarah masyarakat desa (MMD2) mahasiswa
mampu:
a. Mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data kesehatan
masyaratat.
b. Mendiskusikan permasalahan kesehatan yang ditemukan bersama-
sama dengan warga.
c. Memotivasi masyarakat dalam upaya mengenali dan mengatasi
masalah kesehatan.
d. Menentukan masalah yang menjadi prioritas bersama-sama dengan
warga.
e. Bersama masyarakat menyusun perencanaan kegiatan dalam
menanggulangi masalah kesehatn yang terdapat pada masyarakat.
f. Membentuk pokjakes yang terdiri dari mahasiswadan perangkat desa
dengan tujuan memecahkan masalah yang telah ditemukan dalam
proses MMD 2
g. Melaksanakan kegiatan bersama masyarakat dalam mengatasi
masalah kesehatan yang di hadapi

C. Undangan
Rencana undangan antara lain :
- Kepala Desa
- Bidan Desa
- Ketua RT 01, 02, 03, 04
- Kader
- Tokoh masyarakat dan warga Desa
- Pembimbing Praktek dari Pendidikan
D. Tempat dan Waktu
Kegiatan dilaksanakan pada :
Hari : Selasa
Tanggal : 23 Oktober 2017
Pukul : 15.30 WIB
Tempat : Rumah kepala Desa

E. Acara
Serangkaian acara dalam MMD II :
a. Pembukaan
b. Acara inti:
Menjelaskan tujuan kegiatan
Mepresentasikan hasil pendataan (angket, wawancara atau data
lampiran terkait)
Memprioritaskan masalah (scoring) bersama warga masing-
masing pokja disepakati dengan warga 1 masalah kesehatan yang
menjadi prioritas
Menyusun rencana kegiatan bersama warga (POA)

c. Sambutan dan masukan :


o Kepala Desa
o Kepala Puskesmas
o Dosen Pembimbing Akademik
d. Kesimpulan (notulen)
e. Penutup (doa)

F. Setting

Papan tulis Proyektor

tor
Co
opera
leader
Meja
lead
er

f
a
s

G. Kepanitiaan

Pelindung : Kepala Desa


Penanggung Jawab :
PJMK Keperawatan Komunitas STIKES Bina
Sehat PPNI Mojokerto
Ob
Kepala Desa
s.
Pembimbing : Pembimbing Akademik Kep. Komunitas STIKES
Bina Sehat PPNI
Ketua : Trias Hadi

Penyaji : masing masing ketua pokja masyarakat

Notulen : Meylan C

Moderator : Ahmad Fuad

Pembawa Acara : Yuke Andika

Operator : Muhammaad Arif

Seksi seksi

1. Dokumentasi
Koordinator : Firda Aziza
2. Seksi Perlengkapan
Koordinator : Liria Rahmatika
3. Seksi Konsumsi
Koordinator : Yesi Ona
4. Seksi Acara
Koordinator : Heni tri
H. Scoring

Masalah Resiko Minat Masy Kemungkinan diatasi Waktu Dana Fasilitas Sumber daya Tempat Total Nilai Prioritas
Kesehatan Parah
A B C D E F G H
KESLING
Got mampet, 3 4 2 3 3 3 3 2 23 2
Bau dan
banyak
sampah

KESLING
Genangan air 3 4 2 3 3 4 3 3 25 1
di beberapa
gang
BALITA
Ispa 3 3 3 2 2 3 1 3 20 3

BALITA
Diare

BALITA
Gizi Buruk

LANSIA : 3 2 3 2 2 2 2 2 18 4
Reumatik

Hipertensi
pada lansia 2 2 2 2 2 1 2 2 15 6

Strok pada
Lansia

Kencing manis
pada lansia
3 2 2 2 2 2 1 2 16 5
REMAJA :
Remaja
merokok
Remaja
Berpacaran 3 2 2 2 1 1 1 2 14 7

Remaja
Nongkrong
malam hari

Anak Usia
sekolah
Ispa

Diare

Kurang Ber
PHBS
ANALISA DATA
DATA PENYEBAB MASALAH
DS : sebagian masyarakat Jarak sumber air dengan Resiko terjadi
mengatakan masih BAB sungai dan pembuangan pencemaran air
dan membuang sampah di sampah <10 meter
sungai
DO :
- 29% kebiasaan BAB di
sungai
- 26% masyarakat
membuang sampah di
sungai
- Letak rumah berdekatan
dengan sungai

DS : Sebagian Kurangnya pengetahuan Resiko terjadinya


masyarakat lansia masyarakat tentang gejala peningkatan angka
mengeluh nyeri sendi rheumatic (nyeri sendi) penyakit reumatik / nyeri
DO : sendi pada lansia
38 % masyarakat Lansia
menderita Reumatic
Ds: Kurangnya pengetahuan Resiko terjadinya
Sebagian masyarakat dan penerapan peningkatan angka
yang mempunyai AUS masyarakat terutama penyakit ISPA pada anak
dan balita mengatakan AUS dan balita tentang usia sekolah dan balita
anak mereka sering pencegahan ISPA melalui
terkena ISPA PHBS
Do:
58% AUS dan balita
menderita ISPA
Ds: Kurangnya terpaparnya Kurangnya pengetahuan
Masyarakat yang informasi terutama dan kesadaran
memiliki anak remaja remaja tentang bahaya masyarakat terutama
mengeluh, anak mereka merokok remaja tentang bahaya
sering mempunyai merokok
kebiasaan buruk yaitu
merokok
Do:
13 remaja merokok
DS : Masyarakat Kurangnya terpaparnya Kurangnya pengetahuan
mengatakan sering informasi terutama dan kesadaran
menggunakan obat bebas menggunakan obat bebas masyarakat resiko
DO : kesehatan serius
Obat bebas bisa menggunakan obat bebas
terjangkau oleh
masyarakat
Obat bebas mudah di beli
di toko
PLAN OF ACTION (POA) :

NO Masalah Kesehatan Tujuan Kegiatan Tempat Waktu Dana Penanggung


Jawab
1 Kurangnya minat Angka Pemberian Tempat Setiap - Pokja KIA
masyarakat untuk persentase materi tentang kegiatan kegiatan
mengamati pola ISPA pada ISPA untuk Posyandu posyandu
kebiasaan merawat balita bayi dan balita bayi dan balita Bayi dan berlangsung
dan bayi untuk berkurang setiap kali balita
berperilaku hidup bersih kegiatan
dan sehat posyandu
2 Kurangnya pengetahuan Mengurangi Mengadakan Posyandu Setiap - Pokja lansia
masyarakat (lansia) angka KIE / Lansia kegiatan
tentang gejala rheumatic peningkatan penyuluhan posyandu
(nyeri sendi) penderita lansia
rematic
3 Kurangnya penerapan Meningkatkan KIE Pengajian Setiap satu - Pokja
PHBS dalam kehidupan pelaksanaan ibu2/bapak2 minggu sekali KESLING
sehari- hari PHBS dalam
kehidupan
masyarakat
sehari-hari

4 Kurangnya minat Meningkatkan Pengadaan sekolah - Pokja


masyarakat dalam pelaksanaan penyuluhan Kesehatan
penerapan hidup sehat penerapan tentang
pada remaja hidup sehat bahaya rokok
pada remaja dan
pencegahan
merokok
5 Kurangnya pengetahuan Meningkatkan Pengadaan Posyandu Setiap - Pokja
masyarakat dan pelaksanaan penyuluhan kegiatan Kesehatan
kesadaran masyarakat penerapan tentang resiko posyandu
hidup sehat penggunaan
pada obat bebas
masyarakat
LAPORAN KEGIATAN

MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD II)

DI DUSUN MOJO DESA SENGON

Hari : Selasa

Tanggal : 25 Oktober 2017

Waktu : 15.30 WIB

Tempat : Rumah Kepala Desa

Kegiatan MMD II

WAKTU ACARA PELAKSANA


15.45 WIB - pembukaan Yuke Andika
16.00 WIB - pembacaan hasil pendataan Tria Hadi
Data hasil pengkajian
Analisa data

16.20 WIB -diskusi Trias Hadi


Menjelaskan tujuan diskusi
Menyampaikan masalah
kesehatan yang muncul secara
keseluruhan
Membuat prioritas masalah
yang ada untuk dikelompokkan
menjadi 3 pokja
Membuat kesepakatan untuk
memutuskan rencana kegiatan

20.15 WIB -sambutan dan tanggapan


Kepaka desa Muini
Bidan desa Zainul
Dosen pembimbing
Sajidin

-kesimpulan
Membacakan hasil diskusi
20.30 WIB -doa Firda Aziza

20.35 WIB -Penutup H.Sulaiman


LAPORAN KEGIATAN HASIL EVALUASI
MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA 2 (MMD 2)
DI DUSUN MOJO DESA SENGON

1. Pendahuluan
Praktek klinik keperawatan komunitas dengan sasaran individu,
keluarga, kelompok dan masyarakar ditujukan untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat. Untuk mencapai sasaran tersebut diperlukan kerjasama
antara mahasiswa dengan kelompok kerja kesehatan di Desa. Kerjasama
tersebut sangat dibutuhkan mulai saat perencanaan sampai pada tahap akhir
yaitu evaluasi. Untuk menggalang kerjasama dengan kelompok kerja
kesehatan di Desa, maka dipandang perlu diadakan musyawarah dalam
menentukan masalah kesehatan dan keperawatan serta menyusun rencana
kegiatan.

2. Tujuan
a. Tujuan umum
Mahasiswa mampu mengenali dan mengamati keadaan kesehatan
masyarakat wilayah binaan serta mampu menanggulangi masalah
kesehatan tersebut bersama masyarakat dengan memanfaatkan sumber
daya dan potensi yang terdapat di masyarakat
b. Tujuan khusus
Setelah melaksanakan musyawarah masyarakat desa (MMD2) mahasiswa
mampu:
a) Mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data kesehatan
masyaratat.
b) Mendiskusikan permasalahan kesehatan yang ditemukan bersama-
sama dengan warga.
c) Memotivasi masyarakat dalam upaya mengenali dan mengetasi
masalah kesehatan.
d) Menentukan masalah yang menjadi prioritas bersama-sama dengan
warga.
e) Bersama masyarakat menyusun perencanaan kegiatan dalam
menanggulangi masalah kesehatn yang terdapat pada masyarakat.
f) Membentuk pokjakes yang terdiri dari mahasiswadan perangkat desa
dengan tujuan memecahkan masalah yang telah ditemukan dalam
proses MMD 2
g) Melaksanakan kegiatan bersama masyarakat dalam mengatasi masalah
kesehatan yang di hadapi

3.Pelaksanaan Kegiatan

1. Kegiatan musyawarah masyarakat desa II diadakan pada Hari Selasa ,


tanggal 25 oktober 2017 bertempat di Desa Sengon.
2. Acara dimulai pukul: 15.30 WIB, diawali dengan pembukaan oleh
pembawa acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pendidik
komunitas dari Stikes Bina Sehat PPNI Mojokerto (bapak Sajidin) dan
sambutan dari Kepala Dusun Mojo, dan dilanjutkan oleh sambutan dari
Petugas Kesehatan yang bersangkutan di daerah tersebut,
3. Acara di lanjutkan dengan sesi perkenalan dari Mahasiwa Stikes Bina
Sehat PPNI Mojokerto.
4. Dari hasil pengkajian data didapatkan:
- Dari hasil windshield survey, Pembuangan limbah: kondisi
pembuangan sampag di sungai, limbah rumah tangga (got). Dalam
pengelolaan sampah warga kurang memperhatikan keadaan
sekitarnya sehingga banyak sampah yang di buang sembarang
tempat akibatnya sampah-sampah tersebut banyak yang tergenang
dengan air di beberapa gang.
- Dari hasil wawancara dengan tokoh masyarakat, masalah
kesehatan yang ada yaitu: pada masyarakat tentang got yang
mampet,berbau dan banyak sampah, banyak genangan air
dibeberap gang, pada balita adalah ISPA,diare dan gizi buruk, anak
usia sekolah banyak terjadi ISPA,diare dan memiliki kebiasaan
kurang ber-PHBS antara lain tidak cuci tangan sebelum makan,
jajan tidak sehat, makan sayur tertentu saja dan jarang makan buah.
Pada lansia menderita reumatik, hipertensi, strok, dan kencing
manis. Remaja : remaja merokok, nongkrong pada malam hari,
berpacaran. Dari hasil data tersebut mahasiswa merumuskan
masalah kesehatan yaitu:
1. Kesehatan lingkungan.
2. Masalah balita (ISPA, diare, gizi buruk)
3. Masalah kesehatan lanjut usia
4. Masalah kesehatan pada Remaja

4. Tahap Evaluasi

a. Evaluasi Proses
1. Pelaksanaan tepat waktu
2. 90 % yang hadir memberi respon dan mengajukan pertanyaan selama
kegiatan Musywarah Masyarakat Desa II.
b. Evaluasi Hasil
1. Mahasiswa dapat mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di desa
2. Rencana kegiatan yang telah ditentukan akan dilaksanakan 2 hari
setelah kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa II.