Anda di halaman 1dari 16

PERENCANAAN

PEMBELAJARAN

a. Merumuskan kompetensi. (arah & tujuan)


b. Menyusun materi menurut sistem (orientasi)
c. Menyusun jadwal kuliah & presentasi (proses)

d. Membuat deskripsi tugas dan ujian (tolok ukur)

e. Menawarkan sistim penilaian; aturan main, dan


etika akademik. (tata nilai pembelajaran)
ARSITEKTUR TROPIS NUSANTARA (TAR 623) 2 sks
DESKRIPSI MATA KULIAH
Mempelajari tentang pengenalan terhadap potensi arsitektur terhadap iklim di
kawasan tropis nussantara dan pemehaman perancangan arsitektur di kawasan tropis
nusantara
MATERI POKOK
Pengenalan potensi arsitektur tanggap iklim; Pemahaman suasana lingkungan pada suatu
kawasan tertentu yang menunjukkan permasalahan di daerah tropis lembab; Penerapan
teknik perancangan sistem lingkungan iklim, termal, pencahayaan, penghawaan di daerah
tropis nusantara pada bangunan baru; Integrasi sistem analisis dan evaluasi sistem
alami lingkungan bangunan sebagai bagian tidak terpisahkan dari proses perancangan
arsitektur kontemporer di Indonesia

PRASYARAT : Sains dan Teknologi Bangunan (TAR ).


PUSTAKA :
Brown, G Z. 1987. Matahari, Angin dan Cahaya. Bandung: Intermatra.
Egan, DM. 1983. Concepts in Architectural Lighting. New York: McGraw-Hill Book Companies,
Inc..
Hopkinson, RG & Kay, JD. 1969. The Lighting of Building. London: Faber.
Konya, Alan. 1980. Design Primer for Hot Climates. London: The Architectural Press, Ltd.
Olgyays, V. 1976. Design with Climate, Bioclimatik approach to Architectural Regionalism.
Princenton: Princeton University Press
Yeang, Ken. 1994. Bioclimatic Skyscrapers, London: Artemis London Limited
Kompetensi yang akan dicapai :
1. Mampu mengenal, memahami dan mengaplikasikan
konsep dan metode pendekatan pengembangan
arsitektur nusantara baik secara empiris hingga
esensinya yang berkaitan dengan upaya
menghadirkan keindahan arsitektur tropis.
2. Mampu mengenal teknik analisa dan evaluasi
optimasi rancangan dalam penciptaan rasa
nyaman di dalam suatu ruang, bangunan, tapak,
kawasan di area tropis nusantara.
3. Mampu menyusun konsep/metode pengembangan
teknologi rancangan arsitektur nusantara untuk
desain modern serta optimasi rancangannya
dalam penciptaan kenyamanan termal di daerah
tropis.
RENCANA PEMBELAJARAN MK. ARSITEKTUR TROPIS NUSANTARA (TAR 623)
SEMESTER GENAP TAHUN 2016-2017.
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FT UNIMAL.

MINGGU BOBOT
Tanggal KEGIATAN PEMBELAJARAN BENTUK KEGIATAN
NILAI

1 Kuliah awal Uraian rencana pembelajaran.

2 Kuliah dan diskusi .


3 Kuliah dan diskusi
4 Kuliah dan diskusi
5 Presentasi dan diskusi tugas I Membuat studi tentang prinsip
6 rancangan arsitektur tropis nusantara
25%
7 dan mempresentasikannya.
8
9 Kuliah dan diskusi Pengumpulan porto folio 25%
10 Kuliah dan diskusi
11 Kuliah dan diskusi
12 Presentasi dan diskusi tugas 2 Membuat studi karya arsitektur
13 membuat uraian topikal dan
25 %
14 mempresentasikannya.
15
16 Kuliah dan diskusi. Review dan evaluasi. penjelasan ujian
(lingkup, kedalaman, dan bentuk ujian)

* UJIAN Soal take home exam (dikerjakan saat 25%


ujian ,closebook)

CATATAN : Uraian tugas 1, 2 serta tugas porto folio disusun tersendiri pada lembar lain
LINGKUP MATERI MK ARSITEKTUR TROPIS NUSANTARA (TAR 623)
CAT
Mgg POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN ATA
N
Kompetensi yang dicapai. Lingkup materi
Pedoman
belajar. Aturan kuliah, tugas, ujian. Penilaian.
Mencari tematik arsitektur tropis nusantara
* Arsitektur Tanggap Iklim
cahaya & termal

* Pemahaman Tropis Nusantara Arsitektur Surya dan Peneduhan

*
Aplikasi Arsitektur Tropis Bangunan Tradisional
Nusantara Bangunan Kontemporer
Analisis Arsitektur Tropis
* Analisis data iklim
Nusantara
Kriteria modifikasi bangunan
Evaluasi Arsitektur Tropis
* Evaluasi Elemen Bangunan
Nusantara
Evaluasi Eksperimental

*
Menuju Pernauangan Pengertian & Cara menyusun konsep
Nusantara Tipe Konsep

*
Konsep Arsitektur Tropis Pemahaman arsitektur tropis nusantara
Nusantara Ketepatgunaan arsitektur tropis nusantara
NORMA AKADEMIK :

1. Kegiatan pembelajaran dimulai pukul 14.00 WIB,


toleransi keterlambatan 10 menit.
2. Selama proses pembelajaran berlangsung HP dimatikan.
3. Pengumpulan tugas ditetapkan sesuai jadwal dan
dilakukan sebelum pembelajaran dimulai. Bagi yang
terlambat nilai hanya 75 %nya, dan bila terlambat 1 hari
mendapat nilai hanya 50%nya, lebih dari satu hari
mendapat nilai 0%.
4. Tugas yang merupakan plagiat, atau pengkutipan tanpa
aturan penulisan diminta mengundurkan diri semester ini
dan bisa mengikuti di semester depan (bila ada).
5. Aturan jumlah minimal presensi dalam pembelajaran
tetap diberlakukan, termasuk aturan cara berpakaian
atau bersepatu.
6. Nilai terbaik akan mendapat penghargaan.
Yang Belajar adalah .. MAHASISWA
Yang ingin menjadi apa . MAHASISWA
Yang Tahu cara belajarnya MAHASISWA
APA YANG SAUDARA TIDAK SENANGI DAN
APA USULAN DAN HARAPAN SAUDARA
TERHADAP PERKULIAHAN INI ?
ARSITEKTUR TROPIS
Tropis merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani,
yaitu tropikos yang berarti garis balik yang meliputi
sekitr 40% dari luas seluruh permukaan bumi. Garis -
garis balik ini adalah garis lintang 2327 Utara dan
Selatan. Daerah tropis didefinisikan sebagai daerah yang
terletak diantara garis isotherm 20 di sebelah bumi
Utara dan Selatan (Lippsmeier, 1994). Dengan kata lain,
arsitektur tropis merupakan arsitektur yang berada di
daerah tropis dan telah beradaptasi dengan iklim tropis
Arsitektur Tanggap Iklim yaitu Arsitektur
yang selalu mempertimbangkan kondisi
iklim seperti temperature udara, radiasi
matahari, angin, kelembaban, serta curah
hujan.
Tujuannya:
penghematan energi, pelestarian lingkungan
dan penghematan sumberdaya alam
Nenek moyang bangsa Indonesia terbukti telah
berhasil merencanakan bangunan yang sesuai
dengan iklim tropis lembab secara trial and error
dalam kurun waktu yang sangat panjang. Oleh
karena itu untuk mewujudkan arsitektur yang
berkelanjutan dan sesuai dengan alam serta budaya
Indonesia. Perlu dipelajari local wisdom atau
kearifan lokal pada arsitektur Nusantara yang dapat
dipadukan dengan teknologi dan ilmu pengetahuan
modern yang bersifat global untuk mewujudkan
arsitektur masadepan yang berkelanjutan
Arsitektur Nusantara menunjuk pada
pemahaman yang dibangun berdasarkan
konteks iklim tropis dua musim dan konteks
wilayah tertentu yang berada dalam garis
khatulistiwa merupakan tempat yang
memiliki karakteristik alamiah bagi
arsitektur nusantara
Karakteristik alamiah tersebut diantaranya adalah sebagai
berikut:
Suhu udara rata-rata yang tinggi, karena arah sinar matahari
selalu vertikal dan intensitas cahaya tinggi. Umumnya suhu
udara berkisar antara 20 - 23C, bahkan di beberapa tempat
rata-rata suhu tahunan dapat mencapai 30C;
Amplitudo suhu rata-rata tahunan yang kecil. Di katulistiwa
antara 1 5C, sedangkan amplitudo hariannya lebih besar;
Tekanan udara yang rendah dengan perubahan secara
perlahan dan beraturan;
Curah hujan yang relatif tinggi, dengan kecepatan angin
bervariasi dan kelembaban udara tinggi