Anda di halaman 1dari 33

Novel Era 1920-1930-an

Dian yang Tak Kunjung Padam

Penulis : Sutan Takdir Alisjahbana


Penerbit : Balai Pustaka
Tahun Terbit : 1932
Tokoh : Yasin, Molek, Raden Mahmud, Cek Siti, Ibu Yasin, Sayid Mustafa.

Sinopsis
Suatu hari, Yasin, seorang pemuda yatim yang miskin secara kebetulan bertemu dengan seorang
gadis cantik, putri seorang bangsawan Palembang. Pada saat itu, gadis cantik yang bernama
Molek itu, sedang bersantai-santai di serambi rumahnya yang mewah di dekat sungai. Rupanya si
cantik itu jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Yasin. Demikian pula halnya dengan
Yasin. Namun, hubungan cinta mereka tidak mungkin dapat diwujudkan sebab perbedaan status
sosial yang mencolok antara keduanya.

Baik Yasin maupun Molek sama-sama menyadari akan kenyataan itu, namun cinta kasih mereka
yang selalu bergejolak itu mengabaikan kenyataan itu. Itulah sebabnya cinta mereka
dilangsungkan melalui surat. Semua kerinduan mereka tumbuh dalam kertas.

Pada suatu hari Yasin bertekad untuk mengakhiri hubungan cinta mereka yang selalu dilakukan
secara sembunyi-sembunyi itu. Dia hendak melamar Molek secara terang-terangan. Kemudian
pemuda itu memberitahukan niatnya kepada ibunya dan seluruh kerabatnya. Keluarga Yasin pun
berembuk dan dengan segala kesederhanaannya, mereka melamar Molek. Namun, maksud
kedatangan mereka ditolak oleh keluarga Molek karena mereka berasal dari keluarga dusun yang
miskin. Mereka bahkan menghina dan menyindir keluarga Yasin sehingga rombongan itu pulang
dengan membawa segudang rasa malu dan kesal.

Tak lama kemudian keluarga Molek didatangi oleh Sayid, seorang saudagar tua keturunan Arab
yang kaya raya. Lelaki tua itu bermaksud untuk melamar Molek. Orangtua Molek yang
materialistis itu langsung memutuskan untuk menerima lamaran Sayid. Sekalipun Molek
menolak lamaran itu, perkawinan antara keduanya pun tetap berlangsung. Kehidupan perkawinan
mereka tidak membawa kebahagiaan bagi Molek karena ia tidak mencintai Sayid. Ia pun
mengetahui kalau tujuan Sayid menikahinya hanyalah karena harta ayahnya saja. Selain itu,
perlakuan Sayid terhadapnya pun sangat kasar. Itulah sebabnya ia selalu menceritakan kegalauan,
kesedihan, dan kerinduannya terhadap Yasin melalui surat-suratnya.

Ketika mengetahui pujaan hatinya hidup menderita dan juga karena kerinduannya yang semakin
mendalam terhadap kekasihnya itu, Yasin mencoba menemui Molek di Palembang dengan
menyamar sebagai seorang pedagang nanas. Namun pertemuan itu ternyata merupakan
pertemuan terakhir mereka karena Molek yang sangat memendam kerinduan kepada Yasin itu
akhirnya meninggal dunia.

Setelah kematian kekasihnya, Yasin kembali ke desanya. Tak lama kemudian, ibunya pun
meninggal dunia. Semua musibah yang menimpanya membuat lelaki itu memilih hidup menyepi
di lereng gunung Semeru dan ia pun meninggal di gunung itu.
Novel Era Sekarang

H u j a n

Penulis : Darwis Tere Liye


Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Januari 2016
Tokoh : Lail, Elijah, Esok/Soke Bahtera, Marya, Ibu Lail, Ayah Lail, Walikota,
Istri Walikota, Claudia, Ibu Suri, Penumpang Kapsul Kereta, Ibu Esok,
Petugas Kereta, Marinir, Petugas Relawan, Pembawa Acara Televisi,
Narasumber dalam Acara Televisi

Sinopsis
Novel hujan ini berlatar Bumi pada tahun 2050. Berawal dari seorang gadis yang bernama Lail
yang mendatangi sebuah pusat terapi saraf untu menghilangkan semua kenangan pahit dalam
hidupnya dengan menggunakan sebuah teknologi canggih pada masa itu. Terapi dimulai dengan
memindai peta seluruh saraf otak Lail dengan ditemani seorang fasilitator bernama Elijah. Lail
harus menceritak kisahnya dengan menjawab pertanyaan Elijah. Terapi tersebut dilakukan di
ruangan 4 x 4 m kubik yang terlihat didesain terlalu sederhana.
Lail adalah seorang remaja berusia 13 tahun yang ada tahun 2042 kehilangan kedua orang tuanya
pada saat terjadinya gempa bumi yang dahsyat. Beruntunglah ada seorang anak laki-laki yang
berusia 2 tahun lebih muda darinya bernama Esok yang menyelamatkannya. Esok un kehilangan
4 saudara kandungnya dan menyisakan ibunya yang mengalami kelumpuhan akibat gempa.
Kisah Esok dan Lail pun bermula setelah bencana terjadi. Mereka harus tinggal di pengungsian
hingga kota bisa kembali pulih. Kota itu merupakan kota yang sangat maju dengan
perkembangan teknologi canggih yang tersedia di kota itu, baik sebelum gempa terjadi maupun
setelahnya. Pada saat itu kota kembali pulih dan pengungsian resmi ditutup, Lail dan Esok harus
berpisah karena Esok diadopsi oleh Wali Kota dan Lail tinggal di Panti Sosial. Perpisahan inilah
yang menggambarkan dua anak yang terpisah tetapi di masing-masing tempat, mereka menjalani
kehidupannya dan mengejar mimpi-mimpinya.
Di Panti Sosial, Lail bertemu dengan Maryam yang merupakan teman satu kamarnya hingga
suatu hari mereka bersahabat. Maryam adalah sosok seorang remaja yang memiliki selera humor,
berjiwa sosial, dan teguh dalam mewujudkan impiannya. Persahabatan mereka digambarkan baik
suka maupun duka. Mereka tidak hanya harus sekolah tetapi juga harus menjalani tugas-tugas
mereka di Panti Sosial dan berhadapan dengan Ibu Panti yang bernama Ibu Suri yang terkenal
tegas dan ketus tehadap anak- anak panti. Di panti inilah, Lail dan Maryam mengejar cita-citanya
hingga mereka beranjak dewasa.
Pada suatu hari, Esok membawa Lail mengunjungi stadion. Kemudian dia menyampaikan kepada
Lail bahwa sekitar satu minggu lagi akan diluncurkan kapal raksasa. Dan hanya sepuluh ribu
orang yang terpilih secara acak yang dapat menumpangi kapal tersebut. Esok mendapatkan dua
tiket. Wali Kota meminta Lail supaya bisa membujuk Esok agar salah satu tiket yang dimilikinya
diberikan kepada anaknya yang bernama Claudia. Hingga pada jadwal keberangkatan kapal, Lail
mendengar informasi dari Istri Wali Kota bahwa salah satu tiket dari Esok, diberikan kepada
Claudia. Lail pun beranggapan bahwa Esok pergi bersama Claudia. Lail merasa hatinya seperti
tercabik-cabik. Akan tetapi, Claudia sebernarnya tidak pergi bersama Esok melainkan dengan
Ibunya Esok.
Lail langsung memutuskan untuk menghapus ingatannya tentang Esok. Maryam panik dan
langsung menyusul Lail untuk menghentikan perbuatannya. Akan tetapi, sudah terlambat. Lail
sudah memulai melakukan terapinya. Elijah menjelaskan sekali lagi kepada Lail bahwa
melupakan bukan jadi masalahnya, tetapi menerima.
Akhirnya Lail selesai melakukan terapi tersebut. Ternyata, ingatan Lail tentang Esok dan
Maryam tidak ikut terhapus. Melainkan menjadi benang biru yang menunjukkan kenangan yang
menyenangkan. Semua kenangannya, dipeluk erat-erat oloh Lail ketika terapi terakhir dilakukan.
Satu bulan kemudian, Esok dan Lail menikah di tengah teriknya matahari. Esok berjanji kepada
Lail kalau dia tidak akan meninggalkan Lail lagi.
TUGAS BAHASA INDONESIA
Sinopsis Novel Era 20-30-an dan Era Sekarang

Disusun oleh:

Nama :Anisa Ristiana


Kelas : IX.1

Madrasah Tsanawiyah
AL MUSTHOFA
S E M P U R
Jalan Raya Gandasoli Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas
Kabupaten Sukabumi

2017
Novel Era 1920-1930-an

Azab dan Sengsara

Penulis : Merari Siregar


Penerbit : Balai Pustaka
Tahun Pertama Terbit : 1920
Tema : Kehidupan percintaan seorang gadis yang pernikahannya
tidak membawa pada hidup yang bahagia tetapi justru pada
kesengsaraan.

Sinopsis
Tokoh sentral dalam kisah cinta ini bernama Mariamin dan Aminuddin. Keduanya berkerabat
dekat tetapi berbeda nasib. Aminuddin merupakan anak kepala kampong, seorang bangsawan
yang kaya raya dan disegani banyak orang. Sementara itu Mariamin tumbuh di lingkungan
keluarga yang miskin. Sejak kecil keduanya sudah berkenalan dan bermain bersama. Beranjak
dewasa, Aminuddin dan Mariamin merasakan getaran cinta yang kuat. Aminuddin berjanji akan
menikahi Mariamin. Niatnya ini diutarakan pada ibu dan ayahnya, Baginda Diatas. Sang ibu
setuju sebab ia menganggap Mariamin masih keluarganya dan dengan menikahkannya dengan
Aminuddin, ia bisa menolong kemiskinan gadis itu. Namun, pendapat berbeda datang dari ayah
Aminuddin yakni Baginda Diatas. Ia diam-diam tidak menyetujui rencana Aminuddin sebab ia
beranggapan pernikahan tersebut tidak pantas dan akan menurunkan derajat bangsawannya.
Untuk mewujudkan niatnya, akhirnya Aminuddin berangkat ke Medan untuk mencari kerja. Saat
di Medan, ia masih rajin berkirim kabar dengan Mariamin. Sampai suatu waktu, ia akhirnya
mengirim berita ke kampung bahwa ia sudah siap untuk berumahtangga dengan wanita pujaannya
tersebut. Sayangnya, Baginda Diatas, ayah Aminuddin tidak setuju. Ia menyusun rencana agar
isterinya tidak menyetujui keinginan Aminuddin. Caranya, ia membawa isterinya ke dukun
sewaan dan pura-pura meramal jodoh terbaik untuk Aminuddin, anaknya. Sang dukun berkata
bahwa jodoh Aminuddin bukanlah Mariamin melaikan seorang gadis bangsawan di desa mereka.
Ibu Aminuddin pun percaya dan setuju berangkat ke Medan dengan membawa gadis bangsawan
yang hendak dinikahkan dengan Aminuddin.
Saat mereka tiba di Medan, Aminuddin kaget sebab keputusan orangtuanya menjodohkan
dengan gadis tersebut memukul jiwanya. Tapi ia tak bisa menolak sebab saat itu ia terikat adat
busaya yang harus selalu patuh pada keputusan orang tua. Akhirnya Aminuddin mengirim surat
kepada Mariamin sambil memohon maaf karena ia terpaksa menikahi gadis lain meskipun tanpa
cinta. Mendengar kabar terebut, Mariamin sangat sedih. Ia bahkan sempat sakit. Setahun
berselang, ibu mariamin akhirnya menerima pinangan seorang laki-laki bernama Kasibun. Ia
berharap pernikahan tersebut akan mengobati luka Mariamin. Akan tetapi apa yang diniatkan ibu
Mariamin tidak terjadi. Pernikahan tersebut malah menambah penderitaan lain bagi Mariamin.
Sebab, ternyata Kasibun memiliki isteri yang diceraikannya dengan alasan ingin menikahi
Mariamin.
Selanjutnya, Kasibun membawa Mariamin ke Medan. Mereka mengalami hubungan suami siteri
yang compang sebab Mariamin tidak ingin melakukan hubungan intim dengan suaminya.
Alasannya, ternyata Karibun memiliki penyakit kelamin yang bisa menular. Mendapat penolakan
tersebut, Karibun kalap dan sering menyiksa isterinya, Mariamin. Penderitaannya semakin
bertambah sejak Aminuddin bertamu ke rumahnya suatu waktu. Melihat reaksi Mariamin yang
tak biasa, Karibun pun membaca sesuatu yang lain dan kemudian cemburu. Semakin hari ia
semakin sering menyiksa isterinya.
Pada akhirnya Mariamin tak sanggup lagi dan akhirnya melaporkan suaminya, Karibun, ke polisi.
Akhirnya Karibun ditetapkan bersalah dan diwajibkan membayar denda serta melepaskan
Mariamin tak lagi jadi isterinya. Mariamin akhirnya kembali ke desanya dan hidup menderita di
sana. Ia sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal dunia dalam derita.
Novel Era Sekarang
La s k a r P e l a n gi

Penulis : Andrea Hirata


Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Pertama Terbit : 2005
Jumlah Halaman : 529

Cerita dalam novel ini berawal dari sebuah tempat di daerah Belitung. Tempat itu adalah Sekolah
Dasar Muhammadiyah yang terletak di Gantung, Beltug Timur. Ketika itu merupakan detik-detik
yang sangat menegangkan yang dirasakan oleh para anak-anak yang ingin sekolah di sekolah
dasar tersebut.
Kesembilan murid yang sudah daftar diantaranya Lintang, Ikal, A Kiong, Sahara, Syahdan,
Borek, Trapani, dan Kucai merasa gelisah karena sekolah yang akan mereka tempati akan ditutup
apabila muridnya tidak mencapai 10 orang murid.
Mereka semua pun sangat cemas karena takut sekolahnya ditutup. Sekolah dasar Muhammadiyah
ini merupakan sekolah dasar Islam yang paling tua di Belitung, oleh sebab itu apabila sekolah ini
benar-benar ditutup, keluarga yang pra sejahtera akan kesulitan mencarikan sekolah untuk anak-
anaknya selain di sekolah dasar Muhammadiyah ini. Hanya di sekolah dasar inilah anak-anak
yang kurang mampu bisa mengenyam pendidikan sekolah dasar mereka.
Ketika semua murid dan orang tuanya sudah sangat gelisah dan cemas, tiba-tiba datanglah Harun,
seorang anak yang memiliki kekurangan mental. Dia menjadi penyelamat bagi kesembian sahabat
dan juga orang tuanya, karena dengan datangnya Harun jumlah siswa yang mendaftar di sekolah
dasar Muhammadiyah genpa menjadi 10 orang murid.
Pada akhirnya karena memenuhi syarat, sekolah dasar ini pun tidak jadi ditutup. Dari titik inilah
petualangan ke 10 anak itu di mulai. Sekolah pun sudah dimulai, mereka menempatkan tempat
duduknya masing-masing, bertemu dengan kepala sekolah yaitu Pak Harfan, mereka saling
berkenalan satu sama lainnya. Hal paling lucu ketika sesi perkenalan adalah ketika A Kiong
malah ketawa-ketawa saat ditanya namanya oleh guru mereka yaitu Bu Muslimah.
Hal-hal bodoh yang diperbuat Borek, pemilihan ketua kelas diprotes oleh si Kucai, bakat yang
dimiliki Mahar yang sangat luar biasa, Ikal yang pernah mengalami jatuh cinta, hingga Lintang
yang mempertaruhkan nyawanya yang setiap harinya bersepeda pulang pergi dari rumah ke
sekolah yang jaraknya 80 km.
Kejadian-kejadian yang ada menjadi sebuah hiasan indah dari kehidupan yang dialami dari
kesepuluh anak yang menyebut diri mereka Laskar Pelangi. Mereka memiliki guru yang sangat
baik, guru itu bernama Bu Muslimah atau sering dipanggil Bu Mus inilah yang memberikan
nama Laskar Pelangi untuk mereka.
Laskar Pelangi menjadi pilihan karena kesepuluh anak itu sangat suka sekali dengan pelangi.
Semua kejadian baik itu susah maupun senang mereka lalui bersama di kelas yang ketika pada
malam hari dipakai menjadi kandang hewan ternak. Di sekolah dasar Muhammadiyah inilah Ikal
dan sahabat-sahabatnya memperoleh kenangan-kenangan indah yang tidak akan pernah mereka
lupakan.
Kenangan seperti ketika kisah cinta Ikal dan A Ling. Pada mulanya Ikal disuruh ibu guru Mus
untuk membeli kapur tulis di toko keluarganya A Ling. Ketika akan membayar, Ikal melihat
tangan dan kuku indahnya A Ling, sejak itulah hati Ikal selalu berbunga-bunga selalu
membayangkan indahnya kejadian itu.
Ikal belum pernah melihat kuku seindah A Ling. Pada akhirnya Ikal tahu bahwa orang yang
memiliki kuku indah itu namanya A Ling, Ikal pun langsung kasmaran dengan A Ling. Akan
tetapi, Ikal harus menelan pahitnya jatuh cinta, karena A Ling harus pindah ke luar daerah untuk
menemani sang bibi yang tinggal sendirian.
Peristiwa ketika Mahar mempunyai ide yang sangat bagus untuk mengikuti lomba seperti
karnaval. Mahar memiliki ide untuk mengikuti lomba di karnaval itu dengan menari. Mereka
menari seperti orang kesurupan, itu disebabkan karena kalung yang mereka pakai berasal dari
buah yang sangat langka dan buah itu hanya ada di Belitung saja, adalah tumbuhan yang
menjadikan sekujur tubuh mereka gatal. Hasilnya mereka semua menari seperti orang kemasukan
setan. Tapi, berat kejadian itu SD Muhammadiyah menjadi pemeang dalam lomba itu.
Ada sebuah kejadian saat kedatangan Flo. Dia merupakan anak orang kaya yang pindah dari SD
PN, dan masuk ke dalam kehidupan para anggota Laskar Pelangi. Kedatangan Flo membawa
pengaruh yang sangat buruk bagi para anggota Laskar Pelangi, terutama Mahar yang saat itu
duduk sebangku dengan Flo. Sejak Mahar satu bangku dengan Flo nilai Mahar menjadi jelek
yang mengakibtkan Bu Mus sangat kecewa dan marah kepada Mahar.
Setiap hari yang di lewati mereka enuh dengan canda, tawa dan juga tangis. Tapi, di belakang
semua keceriaan yang mereka alami, seorang murid bernama Lintang yang semangat dan kerja
kerasnya untuk mendapatkan pendidikan patut kita teladani. Ia tak kenal lelah untuk mengayuh
sepedanya pulang pergi dari rumah ke sekolah yang jaraknya sekitar 80 km.
Itu karena Lintang memiliki alasan yang kuat yaitu supaya dia bisa belajar. Lintang tidak pernah
sama sekali merasa mengeluh akan keadaannya itu meski ketika menuju ke sekolah dia harus
melewati danau yang ada buayanya. Lintang bisa dibilang murid yang cerdas.
Hal ini dibuktikan ketika dia mengikuti lomba cerdas cermat bersama Ikal dan Sahara. Ikal dan
timnya bisa mengalahkan tim dari Drs. Zulfikar yang merupakan guru sekolah orang kaya SD PN
yang memiliki ijazah dan juga sangat terkenal, dengan jawaban tim Ikal yang membawa timnya
menajdi juara cerdas cermat.
Sayangnya semua kisah antara Lintang dan teman-temanya berakhir dengan sedih. Para anggota
Laskar Pelangi harus berisah dengan si jenius Lintang. Lintang beserta sahabatnya telah
membuktikan bahwasannya bukan dengan fasilitas yang bisa menjadikan seseorang itu pintar dan
juga sukses, akan tetapi dengan kemauan yang tinggi dan bekerja keras yang bisa mewujufkan
impian yang kita impikan.
Selang beberapa hari, Lintang tidak pernah masuk sekolah, pada akhirnya sahabat Lintang dan
Bu Mus memperoleh surat dari Lintang. Surat ini menjelaskan misteri kenapa selama ini Lintang
tidak masuk sekolah. Alasan Lintang tidak bisa ke sekolah lagi disebabkan karena ayah Lintang
telah meninggal. Hal ini membuat anggota laskar pelangi menjadi sedih yang sangat mendalam
karena tidak bisa bertemu dengan sahabatnya yang jenius itu.
Beberpa tahun pun berlalu sampai mereka tumbuh menjadi dewasa, mereka semuanya
memperoleh pengalaman yang tak ternilai dari peristiwa yang dialami ketika mereka belajar di
SD Muhammadiyah. Sebuah ketulusan, persahabatan yang ditunjukkan dan juga dicontohkan
oleh Bu Mus, dan juga mimpi yang terus mereka wujudkan. Akhir cerita Ikal melanjutkan
sekolahnya di Paris, Sedangkan teman-teman lainnya menjadi orang yang sukses dan
membanggakan Belitung.
TUGAS BAHASA INDONESIA
Sinopsis Novel Era 20-30-an dan Era Sekarang

Disusun oleh:

Nama : Anisa Ristiana


Kelas : IX (Sembilan)

Madrasah Tsanawiyah
AL MUSTHOFA
Jalan Raya Gandasoli Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas
Kabupaten Sukabumi

2017
Novel Era 1920-1930-an

ANAK PERAWAN DI SARANG PENYAMUN

Pengarang : Sutan Takdir Alisjahbana


Penerbit : Balai Pustaka/Dian Rakyat
Tahun Terbit : 1932

Sinopsis
Seorang saudagar kaya raya yang bernama Haji Sahak hendak pergi berdagang ke Palembang.
Dari Pagar Alam menuju Palembang, Haji Sahak membawa berpuluh-puluh kerbau dan beberapa
macam barang dagangan lainnya. Istri dan anak perawannya juga ikut bersamanya.
Di tengah perjalanan, rombongan Haji Sahak dicegat segerombolan perampok yang dipimpin
oleh Medasing. Perampok ini sangat kejam. Haji Sahak, istrinya, Nyi Hajjah Andun, serta
rombongan
Haji Sahak lainnya dibunuh oleh gerombolan Medasing. Akan tetapi, Sayu, anak perawan Haji
Sahak, tidak dibunuh. Dia dibawa ke sarang penyamun pimpinan Medasing.
Suatu hari, Samad, anak buah Medasing yang bertugas sebagai pengintai datang ke sarang
penyamun dan meminta bagian hasil perampokan pada Medasing. Selama berada di sarang
penyamun itu, dia jatuh hati pada Sayu yang memang sangat cantik. Secara diam-diam, dia
berniat membawa Sayu lari dari sarang penyamun tersebut. Dia pun membisikkan niatnya kepada
Sayu secara diam-diam dan berjanji akan mengantarkan Sayu kepada orang tuanya.
Pada awalnya, Sayu terbujuk rayuan dan janji-janji Samad. Dia memutuskan untuk lari
bersamanya. Akan tetapi, sebelum niatnya terlaksana, dia menangkap gelagat tidak baik pada diri
Samad. Dia mulai ragu dan tidak percaya. Pada hari yang telah mereka sepakati, Sayu dengan
tegas menolak ajakan Samad. Walaupun berat hati, dia tetap akan tinggal di sarang penyamun
tersebut.
Setelah merampok saudagar Haji Sahak, perampok kelompok Medasing selalu mengalami
kegagalan. Kegagalan tersebut karena Samad selalu membocorkan rahasia perampokan Medasing
kepada saudagar-saudagar atau pedagang-pedagang kaya yang hendak dirampok oleh kelompok
Medasing. Itulah sebabnya, setiap kali rnereka menyerang para pedagang atau saudagar yang
lewat, mereka mendapat perlawanan yang luar biasa.
Para pedagang atau saudagar tersebut telah bersiap menunggu Medasing dan gerombolannya.
Akibatnya, banyak anak buah Medasing yang terluka parah dan meninggal. Lama-kelamaan anak
buah Medasing hanya tinggal seorang, yaitu Sanip. Betapa hancur hati Medasing menerima
kenyataan pahit ini. Kepahitan itupun harus bertambah ketika dalam kenekatannya merampok
untuk yang terakhir kali, Sanip, orang yang paling dia sayangi itu, meninggal dunia. Medasing
sendiri terluka parah, namun berhasil menyelamatkan diri.
Setelah Sanip meninggal, di sarang penyamun itu hanya tinggal Sayu dan Medasing saja.
Sewaktu Medasing terluka parah, Sayu merasa bingung. Di samping itu, persediaan makanan
mereka semakin menipis. Awalnya, Sayu merasa kasihan sekaligus takut kepada Medasing.
Antara perasaan hendak menolong dengan perasaan takut pada Medasing berkecamuk dalam hati
dan pikirannya. Dia takut kepadanya sebab bagaimanapun, Medasing merupakan seorang
pimpinan perampok yang kejam. Medasing sudah beberapa kali membunuh orang, termasuk
membunuh kedua orangtuanya. Seluruh anak buah Medasing yang jumlahnya puluhan itu pun,
tak seorang pun yang berani melawannya.
Akan tetapi, perasaan takut dan benci itu akhirnya terkalahkan oleh niatnya untuk menolong. Dia
memberanikan diri mendekati Medasing. Dengan gemetar, dia mengobati Medasing. Mula-mula
mereka berdua tidak banyak bicara. Sayu tidak berani berbicara sebab dia takut pada Medasing,
sedangkan Medasing mempunyai karakter yang tidak banyak bicara. Dia hanya bicara tentang
hal-hal yang penting saja. Namun lama-kelamaan, mereka berdua semakin akrab.
Berawal dari keakraban itu, Medasing akhirnya menceritakan pengalaman hidupnya. Dari cerita
itu, jelaslah bahwa sebelum menjadi penyamun yang sangat ditakuti, Medasing bukanlah
keturunan penyamun. Dia merupakan keturunan orang baik-baik.
Novel Era Sekarang

NEGERI 5 MENARA

Pengarang : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Agustus 2010
Kota Terbit : Jakarta
Jumlah Halaman : 424 halaman + xi

Sinopsis
Alif menyangka dan tak percaya bisa menjadi seperti sekarang ini. Pemuda asal Desa Bayur,
Maninjau, Sumatera Barat itu adalah pemuda desa yang diharapkan bisa menjadi seorang guru
agama seperti yang diinginkan kedua orangtuanya. Keinginan kedua orangtua Alif tentu saja
tidak salah. Sebagai amak atau Ibu kala itu, menginginkan agar anak-anaknya menjadi orang
yang dihormati di kampung seperti menjadi guru agama.
Mempunyai anak yang sholeh dan berbakti adalah sebuah warisan yang tak ternilai, karena bisa
mendoakan kedua orangtuanya mana kala sudah tiada, ujar Alif mengenang keinginan Amak di
kampung waktu itu.
Namun ternyata Alif mempunyai keinginan lain. Ia tak ingin seumur hidupnya tinggal di
kampung. Ia mempunyai cita-cita dan keinginan untuk merantau. Ia ingin melihat dunia luar dan
ingin sukses seperti sejumlah tokoh yang ia baca di buku atau mendengar cerita temannya di
desa. Namun, keinginan Alif tidaklah mudah untuk diwujudkan. Kedua orangtuanya bergeming
agar Alif tetap tinggal dan sekolah di kampung untuk menjadi guru agama. Namun berkat saran
dari Mak Etek atau paman yang sedang kuliah di Kairo, akhirnya Alif kecil bisa merantau ke
Pondok Madani, Jawa Timur. Dan, disinilah cerita kemudian bergulir. Ringkasnya Alif kemudian
berkenalan dengan Raja, Atang,Dulmajid, Baso dan Said.
Keenam bocah yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Madani ini setiap sore mempunyai
kebiasaan unik. Menjelang Azan Maghrib berkumpul di bawah menara masjid sambil melihat ke
awan. Dengan membayangkan awan itulah mereka melambungkan impiannya. Misalnya Alif
mengaku jika awan itu bentuknya seperti benua Amerika, sebuah negara yang ingin ia kunjungi
kelak lulus nanti. Begitu pula lainnya menggambarkan awan itu seperti negara Arab Saudi, Mesir
dan Benua Eropa.
Namun salah satu dari keenam bersahabat tersebut yaitu Baso terpaksa harus keluar dari
pesantren. Ia meninggalkan Pondok Madani saat kelas lima untuk menjaga neneknya dan
berusaha menghafal Al-Qur`an di kampung halamannya.
Melalui lika liku kehidupan di pesantren yang tidak dibayangkan selama ini, ke enam santri itu
digambarkan bertemu di London, Inggris beberapa tahun kemudian. Dan, mereka kemudian
bernostalgia dan saling membuktikan impian mereka ketika melihat awan di bawah menara
masjid Pondok Pesantren Madani, Jawa Timur.
Belajar di pesantren bagi Alif ternyata memberikan warna tersendiri bagi dirinya. Ia yang tadinya
beranggapan bahwa pesantren adalah konservatif, kuno, kampungan ternyata adalah salah
besar. Di pesantren ternyata benar-benar menjujung disiplin yang tinggi, sehingga mencetak para
santri yang bertanggung jawab dan komitmen. Di pesantren mental para santri itu dibakar oleh
para ustadz agar tidak gampang menyerah. Setiap hari, sebelum masuk kelas, selalu
didengungkan kata-kata mantera Manjadda Wajadda jika bersungguh-sungguh akan berhasil.
TUGAS BAHASA INDONESIA
Sinopsis Novel Era 20-30-an dan Era Sekarang

Disusun oleh:

Nama : Abdillah Muharam


Kelas : IX.1

Madrasah Tsanawiyah
AL MUSTHOFA
SEMPUR
Jalan Raya Gandasoli Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas
Kabupaten Sukabumi

2017
TUGAS SENI BUDAYA
Aliran Seni Lukis Beserta Hasil Karyanya

Disusun oleh:

Nama : Astuti Widiyanti


Dela Puspita
Lia Sulastri
Meili S Putri
Neng Leni
Noer Azmila
Yuni Yulianti
Kelas : IX. I

Madrasah Tsanawiyah
AL MUSTHOFA
SEM PU R
Jalan Raya Gandasoli Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas
Kabupaten Sukabumi

2017
Novel Era 1920-1930-an

SENGSARA MEMBAWA NIKMAT

Pengarang : Tulis ST Sati


Penerbit : Balai Pustaka Jakarta
Tahun Terbit : 1929

Sinopsis
Tokoh utama novel Sengsara membawa Nikmat ini adalah seorang pemuda berdarah
Minang bernama Midun. Ia seorang yang santun, berperangai baik, taat agama, pandai ilmu
silat dan rendah hati. Karena sederet kebaikan inilah sehingga Midun sangat disukai warga
sekampungnya. Hal ini mengusik rasa iri hati serta dengki pemuda lainnya bernama Kacak.
Kacak sendiri digambarkan sebagai seorang yang congkak, sombong dan angkuh. Ia
merupakan keponakan orang terpandang di Padang. Ia sangat iri pada Midun karena ia
menganggap Midun tak pantas disayangi banyak orang sebab ia hanya anak seorang petani
miskin.
Secara umum, kisah ini bercerita mengenai suka duka Midun yang menghadapi banyak
cobaan sebelum hidup bahagia bersama isteri dan keluarganya. Salah satu cobaan terbesar
Midun adalah rasa dengki dari Kacak. Ia sering dicurangi dan difitnah oleh Kacak. Pernah
isteri Kacak terseret arus sungai, karena Midun berada di tempat yang sama, ia langsung
menolong dan menyelamatkan isteri Kacak. Namun, bukannya berterimakasih, Kacak malah
memfitnah Midun hendak memperkosa isterinya. Kacak melaporkan hal tersebut pada
pimpinan desa dan mereka mempercayai fitnah tersebut. Dan sebagai akibatnya, Midun
dihukum untuk melakukan pekerjaan tanpa digaji. Ia melakukan hukuman tersebut di
bawah pengawasan Kacak.
Tidak berhenti sampai di situ, Kacak masih gerah melihat Midun masih berkeliaran di desa
mereka. Ia akhirnya merencanakan sejumlah hal dengan tujuan membunuh Midun. Usaha
tersebut selalu gagal tetapi Kacak masih bisa memfitnah Midun sehingga pada akhirnya ia
dijebloskan ke dalam penjara. Di dalam penjara Midun menjadi seorang yang disegani
sebab ia memiliki hati yang baik dan kepandaian dalam bela diri. Dalam menjalani masa
tahanannya, Midun suatu hari bertugas menyapu jalanan. Secara tidak sengaja ia melihat
seorang gadis cantik yang duduk termenung sendiri. Setelah gadis itu pergi, Midun
bermaksud menyapu di tempat gadis tersebut tadi duduk. Ia kaget dan mendapati sebuah
kalung yang tercecer milik gadis tersebut. Akhirnya setelah mengembalikan kalung
tersebut, ia bisa berkenalan dengan gadis yang ternyata bernama Halimah tersebut.
Halimah hidup bersama dengan ayah tirinya. Ia merasa tidak bahagia dan berniat mencari
ayah kandungnya di Bogor. Midun berjanji setelah menjalani masa hukumannya, ia akan
membantu Halimah mencari ayahnya di Bogor.
Singkat cerita, Midun akhirnya keluar dari penjara dan membawa Halimah lari ke Bogor
mencari ayahnya. Setelah menemukan ayah Halimah, Midun menetap di rumah tersebut
selama 2 bulan. Dia merasa tak enak dan kemudian memutuskan berangkat ke Batavia
mencari pekerjaan. Saat di Batavia, Midun mendapat banyak sekali cobaan dan rintangan. Ia
meminjam uang pada rentenir dan memulai usahanya yang akhirnya sukses. Si renternir
menjadi iri dan memfitnah Midun. Akhirnya, ia masuk ke penjara sekali lagi. Setelah bebas,
ia berjalan ke pasar baru dan secara tidak sengaja menolong seorang sinyo Belanda yang
diganggu penjahat. Sinyo Belanda tersebut ternyata anak seorang pejabat terkenal. Sebagai
rasa terimakasih, Midun diberi pekerjaan dan akhirnya ia ke Bogor menikahi Halimah.
Seiring perjalanan waktu, karir Midun menanjak dan dipercaya memimpin sebuah operasi
di Medan. Hal tersebut mempertemukannya dengan sang adik bernama Manjau. Manjau
bercerita bahwa keadaan keluarganya sangat menyedihkan. Akhirnya sekembali ke Batavia,
Midun meminta agar ditugaskan di kampung halamannya. Ia akhirnya kembali ke sana dan
bertemu dengan keluarganya juga Kacak. Kacak sangat menyesali perbuatannya dulu pada
Midun. Dan pada akhirnya, mereka hidup bahagia di kampung halamannya.
Novel Era Sekarang

SANG PEMIMPI

Pengarang : Andrea Hirata Seman Said Harun


Penerbit : Bentang (PT Bentang Pustaka)
Tahun Terbit : 2006

Sinopsis
Novel ini menceritakan tentang perjuangan tiga orang laki-laki yang telah lulus SMP,
melanjutkan belajar ke SMA yang bukan main. Disinilah perjuangan dan cita-cita ketiga laki-
laki ini di mulai yakni Ikal, Arai dan Jimron.
Ikal adalah salah satu anggota laskar pelangi dan Arai merupakan saudara sepupu ikal ,
yang telah menjadi seorang anak yatim piatu sejak kelas 3 SD dan tinggal di rumah Ikal, ia
sudah dianggap seperti anak sendiri oleh ayah dan ibu ikal, serta jimron adalah anak angkat
seorang pendeta karena sejak kecil yatim piatu juga. Namun pendeta yang baik hati dan
tidak memaksakan keyakinan jimron, malah mengantar jimron menjadi muslim yang
bertakwa.
Ikal dan Arai adalah murid yang pintar di sekolahnya sedangkan jimron, adalah murid yang
gemar terhadap kuda ini memiliki kepandaian yang biasa-biasa saja malah menduduki
ranking 78 dari 160 siswa sedangkan ikal dan Arai selalu menduduki peringkat 5 dan 3
besar. Lebihnya lagi mimpi mereka semua sangatlah tangguh.
Mereka berdua mempunyai mimpi yang tinggi yaitu melanjutkan belajar ke sorbonne,
Prancis. Mereka kagum akan cerita pak Balia kepala sekolahnya yang selalu menyebut-
nyebut bagusnya kota itu.
Kerja keras menjadi kuli ngambat mulai dari pukul 02.00 pagi sampai jam 07.00 pagi dan
dilanjutkan dengan sekolah, itulah perjuangan kedua laki-laki itu. Mati-matian menabung
demi mewujudkan mimpinya. Meski kalau dilogika tabungan mereka tidak akan cukup
untuk bisa kesana. Namun, jiwa optimismenya (Arai) yang takpernah terbantahkan.
Setelah lulus SMA, Arai dan Ikal merantau ke Jawa, lebih tepatnya ke Bogor. Sedangkan
Jimbron lebih memilih untuk bekerja menjadi ternak kuda di Belitong. Ia adalah orang yang
baik hati, ia mnghadiahkan kedua celengan kuda miliknya yang berisi tabungannya selama
ini kepada Arai dan Ikal.
Ia yakin kalau Arai dan Ikal akan sampai perancis, maka jiwa jimbron pun akan selalu
bersama mereka. Berbulan-bulan menganggur di Bogor, mencari pekerjaan untuk sekedar
bertahan hidup susahnya minta ampun. Akhirnya setelah banyak pekerjaan 3 bersahabat
ditempuh, Ikal mendapat pekerjaan sebagai tukang pos dan Arai memutuskan untuk
merantau ke Kalimantan.
Tahun selanjutnya, Ikal memutuskan untuk kuliah di salah satu kampus Ekonomi Ui.
Setalah lulus dan bergelar S1, ada lowongan untuk mendapat beasiswa S2 ke Eropa. Dari
sekian ribu pesaing dapat ia singkirkan dan akhirnya sampailah ia dalam pertandingan
untuk merebutkan 15 besar.
Pada saat wawancara datang, tak disangka, professor pengujinya begitu terpukau dengan
proposal riset yang diajukan oleh Ikal, Walau hanya berlatar belakang sarjana ekonomi
yang hanya bekerja sebagai tukang pos, hasil tulisan nya begitu luar biasa.
Araipun ikut serta dalam acara tersebut. Bertahun-tahun tanpa kabar berita akhirnya
mereka berdua dipertemukan dalam suatu forum yang terhormat dan indah. Begitulah Arai,
selalu penuh kejutan. Memang selama ini telah direncanakannya bertahun-tahun.
Ternyata Arai kuliah di Universitas Mulawarman dan mengambil jurusan Biologi. Tidak
kalah bagus nya dengan Ikal, proposal risetnya juga begitu luar biasa dan berbakat dalam
menghasilkan teori baru.
Akhirnya sampai juga pada momen mereka pulang kampung ke Belitong, ketika ada surat
datang. Jantung mereka berdebar-debar saat membuka isinya. Pengumuman penerimaan
beasiswa ke Eropa. Arai sangat sedih karena merindukan kedua orangtuanya. Arai sangat
ingin membuka kabar itu bersama orang yang di rindukannya.
Kegelisahan dimulai. Baik Ikal maupun Arai, keduanya tidak kuasa saat mengetahui isi dari
surat tersebut. Setelah dibuka, hasilnya adalah Ikal diterima di perguruan yang diimpikan
nya yaitu perguruan tinggi Sorbanne, Perancis. Setelah perlahan mencocokkan dengan
surat yang diterima oleh Arai, Ternyata inilah jawaban dari mimpi-mimpi mereka. Mereka
diterima di Universiitas yang sama. Namun hal ini bukan akhir dari perjuangannya. Tapi
disinilah perjuangan yang lebih keras dari mimpi itu dimulai dan siap melahirkan anak-
anak pemimpi selanjutnya.
Novel Era 1920-1930-an

TAK PUTUS DIRUNDUNG MALANG

Pengarang : S. Takdir Alisjahbana


Penerbit : Dian Rakyat

Sinopsis
Dua anak yatim piatu mengalami cobaan silih berganti. Banyak orang yang tidak peduli atau
pun menolong. Mereka hanya berjuang berdua. Sampai akhirnya sang adik perempuan
meninggal, sang kakak jadi makin tertekan dan lemah, dan pada akhirnya juga meninggal
dunia.
Sebuah keluarga tidak mempunyai seorang ibu, hanya ada seorang ayah dan dua orang
anak yang sudah menjadi piatu. Anak laki-laki bernama Mansur dan yang perempuan
bernama Laminah.
Keluarga miskin ini berada di Dusun Ketahun di Bengkulu. Cobaan kembali datang pada
Mansur dan Laminah ketika ayah mereka juga meninggal. Sekarang kedua anak tersebut
menjadi yatim piatu dan tidak mempunyai harta sama sekali.
Setelah itu mereka diasuh oleh bibi yang bernama Jepisah. Bibi mereka selalu bersikap baik
terhadap mereka. Pertama kali saat mereka tinggal bersama Jepisah, mereka diperlakukan
seperti anak sendiri oleh Jepisah dan suaminya yang bernama Madang.
Tapi sayang, setelah beberapa hari kemudian mereka kembali harus merasakan pahitnya
kehidupan. Suami Jepisah mulai berbuat yang tidak baik terhadap mereka. Madang sering
mengeluarkan kata-kata keras dan kasar kepada mereka, bahkan memukul atau
menendang. Sementara bibi Jepisah sangat menyayangi mereka berdua.
Mansur dan Laminah tetap bersabar sampai akhirnya sebuah kesalah pahaman menjadikan
mereka harus pergi meninggalkan bibi yang sangat mereka sayangi itu. Mereka lalu
menginap di tempat Datuk Halim dan istrinya yang bernama Seripah.
Keadaan mereka saat itu lebih baik. Mereka diperlakukan seperti seorang yatim piatu yang
memang benar-benar harus disayangi dan dikasihi. Namun karena merasa sudah sangat
merepotkan, mereka berdua berencana untuk pergi merantau ke kota Bengkulu dan
meninggalkan Dusun Ketahun.
Setalah tiba di kota Bengkulu, tepatnya di kampung Cina, mereka dipekerjakan oleh seorang
toke yang memiliki sebuah toko Roti. Dalam beberapa tahun mereka hidup dengan tenang
disana.
Tapi ketenangan mereka kembali terganggu setelah datangnya seorang pegawai baru di
toko itu yang bernama Sarmin. Sikap Sarmin sangat menakutkan. Bandannya kekar berotot.
Laminah merasa sangat terganggu akan keberadaan Sarmin.
Seringkali Laminah harus menangis tersedu karena rasa takutnya terhadap Sarmin. Oleh
karena itu, Mansur bertekad memberi peringatan terhadap Sarmin. Perkelahian pun tidak
dapat dihindari lagi.
Lalu Mansur beserta adiknya memutuskan untuk mencari pekerjaan ditempat lain. Tanpa
disangka mereka pun kembali merasakan kejamnya kehidupan.
Mansur harus di bawa ke kantor polisi dan terpaksa mendekam di dalam sel setelah
dituduh mencuri uang.
Laminah terpaksa menerima kenyataan pahit itu, dan harus rela hidup sendirian tanpa
saudaranya. Apalagi ia kembali terusik oleh Darwis, temannya dulu ketika masih bekerja di
toko Roti.
Laminah hampir diperkosa oleh Darwis laki-laki yang tidak punya perasaan tersebut. Ia
tidak tahan lagi akan kehidupan pahit yang sering dialaminya. Pada akhirnya ia
memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tebing curam ke lautan
luas.
Sementara Mansur akhirnya keluar dari penjara, setelah beberapa lama mendekam disana.
Mansur akhirnya bisa merasakan kembali udara segar kota Bengkulu. Tak lama sesudah itu,
kabar mengenai kematian adiknya pun terdengar olehnya.
Sekarang Mansur hanya hidup sendiri setelah ditinggal mati ibu, ayah dan adiknya. Ia
berusaha tetap tabah mengahadapi kenyataan tersebut. Sampai akhirnya malapetaka pun
datang.
Pikiran dan perasaan Mansur makin tertekan karena terlalu banyak memikirkan kehidupan
yang baginya semakin kejam dan menyiksa. Badannya menjadi lemah tidak bertenaga,
sampai akhirnya ketika sedang berlayar ia jatuh pingsan dan tenggelam ke lautan.
Jenazahnya tidak diketemukan dan menghilang.
Novel Era Sekarang

DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN

Pengarang : Tere-Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Ketujuh, September 2012
Jumlah halaman : 264 halaman

SINOPSIS
Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin ini mengisahkan kehidupan kakak
beradik yang bernama Tania dan Dede yang harus rela putus sekolah dan harus menjadi
pengamen dikarenakan keterbatasan ekonomi keluarganya sepeninggal ayah mereka
berdua.
Kemudian mereka berdua tinggal di rumah kardus bersama ibu mereka yang mana saat itu
sedang sakit-sakitan. Kehidupan mereka benar-benar berubah setelah bertemu dengan
seorang pria yang bernama Danar. Danar ini merupakan seorang karyawan yang juga
sebagai penulis buku mengenai anak-anak.
Danar adalah orang yang baik sehingga keluarga kecil ini menganggapnya seperti malaikat.
Tania benar-benar mengagumi Danar karena selain ia baik, dia juga mempunyai wajah yang
menawan.
Suatu ketika Danar ini memberikan mereka rumah kontrakan sehingga Dede, Tania serta
ibunya tidak lagi tinggal di rumah kardus yang penuh dengan kenangan itu. Selain itu Tania
dan Dede pun bisa kembali sekolah dan ibunya berjualan kue.
Mereka semakin dekat seperti halnya keluarga. Suasana agak berubah saat Danar
membawa teman dekatnya bernama Ratna. Tania pun merasa cemburu, ia sangat tidak
suka melihat kedekatan Danar dengan teman dekatnya itu.
Rasa tidak suka itu pun bukan saja sekedar perasaan iri antara seorang adik tetapi Tania
kecil ini belum bisa menerjemahkan arti dari perasaannya itu. Kebahagiaan keluarga kecil
itu berkurang saat ibu Tania dan Dede meninggal.
Sangat berat bagi Tania untuk menerima kenyataan jika kedua orang tuanya telah
meninggal dan sekarang ini ia yang harus bertanggung jawab untuk menjaga adiknya.
Untung saja disitu ada Danar yang berada di samping mereka.
Dengan berjalannya waktu Tania pun tumbuh menjadi gadis yang cantik nan pintar. Ia
berhasil juga mendapatkan beasiswa ke Singapura. Bahkan sederet prestasi berhasil ia raih.
Pengalaman hidup yang telah Tania rasakan menjadikan lebih dewasa dari gadis-gadis yang
seumuran dengannya.
Perasaannya terhadap Danar itu pun juga semakin jelas. Lambat laun Tania mengerti
bahwa perasaan itu bernama cinta. Tetapi cinta Tania terhadap Danar bukanlah cinta yang
mudah. Karena bertahun-tahun mereka telah bersama dalam status kakak adik, apalagi usia
mereka terpaut 14 tahun.
Bagi Tania, jatuh cinta terhadap pria yang usianya jauh lebih tua darinya cukup membuat
dirinya pusing. Sisi remaja yang dimiliki setiap ABG membuatnya ingin sekali
mengekspresikan perasaannya walaupun ia tidak tahu apakah Danar juga memiliki
perasaan yang sama dengannya atau malah tidak sama sekali.
Keadaan ini semakin rumit saat Danar memutuskan untuk menikahi Ratna yang merupakan
teman dekatnya itu. Tania pun patah hati. Ia pun memutuskan untuk tidak hadir saat
pernikahan antara danar dan ratna meski Danar dan Ratna telah membujuknya.
Beberapa waktu berselang, Tania tahu jika kehidupan rumah tangga antara Danar dan
Ratna tidak harmoni. Ratna bercerita kepada Tania jika Danar telah banyak berubah. Danar
menjadi orang yang pendiam dan seringkali tidak berada di rumah.
Disitu Ratna tahu jika ada sesuatu yang menghalangi mereka, ada sesosok di antara mereka
tetapi ia tidak tahu siapakah bayangan itu. Dari cerita Dede akhirnya Tania tahu jika Danar
juga memiliki perasaan yang sama dengan nya.
Danar menuliskan perasaannya itu di dalam novel yang berjudul Cinta Pohon Linden yang
mana buku itu tidak pernah selesai ia tulis. Perbedaan usia yang terpaut jauh itu membuat
Danar merasa tidak pantas jika harus mencintai Tania. Karena tidak seharusnya jika ia
harus mencintai gadis kecil seperti Tania.
Ketika Tania dan Danar tahu perasaan mereka masing-masing, semua itu sudah terlambat.
Biar bagaimanapun Danar sudah menikah dengan Ratna. Akhirnya Tania pun kembali ke
Singapura kemudian memutuskan untuk meninggalkan semua cerita cintanya itu.
Novel Era 1920-1930-an

SALAH PILIH

Judul Novel : Salah Pilih


Nama pengarang : Nur St. Iskandar
Penerbit, Cetakan Ke- : Balai Pustaka, 27
Cetakan pertama : 1928
Jumlah Halaman : viii + 262 halaman

Sinopsis
Di sebuah tempat bernama Sungaibatang, Maninjau, Suku Minang, Sumatera barat, tinggal sebuah
keluarga yang terdiri atas seorang ibu, seorang anak laki-laki dan seorang lagi perempuan, serta seorang
pembantu. Ibu itu bernama Mariati, si lelaki, Asri, dan yang perempuan, Asnah. Sementara pembantu itu
bernama Liah dan dua anak itu biasa memanggilnya Mak Cik Lia. Keluarga itu saling mengasihi satu sama
lain sekalipun dengan si pembantu dan Asnah yang bukan anak kandung Bu Mariati, mereka tidak peduli
dengan hal tersebut. Asnah pun juga sayang pada perempuan yang dianggap sebagai ibu kandung itu. Ia
selalu sabar merawat Bu Mariati yang tengah sakit.
Asri dan Asnah semakin lama semakin dewasa dan semakin akrab sebagai saudara. Mereka terbiasa jujur
satu sama lain, bahkan Asnah mengetahui rahasia kakaknya yang tidak diketahui sang bunda, begitu juga
sebaliknya. Namun ada satu hal yang sangat dirahasiakan Asnah, dia menyayangi Asri lebih dari seorang
kakak, melainkan rasa sayang seorang kekasih. Gadis itu sangat terpukul ketika sang ibu meminta anak
lelakinya untuk segera menikah, dia tahu bukan ia yang akan menjadi pendamping Asri karena adat
melarang pernikahan sesuku seperti mereka. Asri menjatuhkan pilihan pada seorang putri bangsawan
yang cantik, adik kandung mantan kekasihnya. Gadis itu bernama Saniah. Mereka bertunangan lalu
menikah setelah melewati beberapa adat Minangkabau.
Pernikahan Asri dengan Saniah sangat jauh dari kata bahagia. Keduanya memiliki perbedaan yang
sangat kuat dalam masalah adat. Saniah selalu disetir sang ibu untuk mengikuti adat yang sangat kaku
dan kuno menurut Asri, karena Asri sudah terbiasa dengan pendidikan luar yang bebas. Ia sangat
menghormati adat, namun ia tidak suka terlalu dikekang dan dipaksa-paksa seperti yang dilakukan
Saniah padanya. Selain itu, Saniah adalah wanita yang sombong, keras kepala, membedakan kelas sosial
masyarakat, dan tidak suka bergaul dengan tetangga. Saniah sangat cemburu dengan keberadaan Asnah
dan ia ingin menyingkirkan gadis itu dengan berbagai cara, tentunya peran sang ibu tidak tertinggal.
Suatu hari penyakit bu Mariati menjadi sangat parah. Asnah beserta Mak Cik Liah bergantian
menjaganya, tak lupa juga Asri lebih sering mengunjungi ibunya yang telah diasingkan Saniah di bagian
rumah mereka yang lain. Penyakit bu Mariati tidak dapat disembuhkan dan nyawanya telah lepas dari
raga. Sebelum meninggal, ibu itu berpesan kepada anaknya, ia menyesal telah meminta Asri menikah,
apalagi dengan Saniah. Wanita itu juga menjelaskan adat Minang yang tidak melarang Asri dan Asnah
menikah karena mereka tidak sedarah. Wanita itu berpesan agar anak lelakinya itu menikah dengan anak
angkatnya, Asnah yang sifatnya sangat mulia dan dimata semua orang.
Setelah kematian sang bunda, Asri selalu memikirkan petuah terakhir itu. Dan ia baru menyadari
perasaan sayangnya kepada Asnah yang lebih setelah teman lamanya, Hasan Basri datang kepadanya
untuk meminta izin memperistri Asnah. Ia sangat cemburu dan tidak bisa mengambil keputusan,
sehingga segalanya ia serahkan kepada Asnah. Asri sangat lega ketika Asnah menolak pinangan teman
lamanya itu. Tanpa saling bicara, keduanya bisa mengerti bahwa ada cinta diantara mereka. Saniah
menangkap keganjilan pada suaminya sehingga ia memaki-maki Asnah sebagai wanita yang tidak tahu
diri. Kejadian itu diketahui Asri sehingga ia sangat marah kepada Saniah dan keduanya bertengkar hebat,
sementara Asnah memilih pergi dari rumah itu dan tinggal bersama bu Mariah, adik ibu Mariati.
Semenjak kepergian Asnah, Asri tetap sering bertengkar dengan Saniah hingga ia tidak betah lagi berada
di rumah gadang itu.
Suatu ketika bu Saleah, ibu dari Saniah mendapat kabar bahwa anak lelakinya akan menikah dengan
gadis biasa di perantauan. Ibu itu merasa geram, ia tidak mau mempunyai menantu miskin dan dari suku
lain, kemudian ia mengajak Saniah beserta pembantu mereka pergi ketempat putranya untuk
menggagalkan pernikahan itu. Saking geramnya, bu Saleah meminta sopir mobil yang ia sewa untuk
mengebut walaupun jalanan sangat sulit. Alhasil, mobil yang mereka tumpangi kurang kendali sehingga
masuk jurang lalu Saniah dan ibunya meninggal dunia.
Semenjak Asri menduda, banyak wanita yang datang menghampirinya. Namun, ia tidak pernah goyah
untuk mencintai Asnah, walaupun wanita-wanita yang menghampirinya lebih cantik. Asri tidak bisa lagi
menahan cintanya. Setelah berunding dengan bibinya yang sekarang merawat Asnah, ia memutuskan
menikah dengan Asnah dan meninggalkan segala harta dan jabatannya untuk merantau ke Jawa, karena
jika tidak pergi dari situ, maka keduanya akan dikeluarkan dari suku secara tidak hormat. Perantauannya
menghasilkan sesuatu yang baik. Asri punya kedudukan yang baik dan keduanya mempunyai banyak
teman di sana. Di tengah rutinitas mereka di Jawa, tepatnya di Jakarta, tiba-tiba datang surat dari
Maninjau meminta agar keduanya kembali ke sana dan Asri diminta untuk menjadi kepala pemerintahan.
Tanpa pikir panjang mereka setuju untuk kembali ke Maninjau walaupun berat juga meninggalkan
kawan-kawannya di Jakarta, mereka sangat rindu dengan kampung kelahirannya itu. Setibanya di
Maninjau, mereka disambut meriah oleh warga yang sangat menghormati Asri atas jasa-jasanya sebelum
ia merantau dulu dan atas kelembutan tabiat Asnah. Berawal dari Asri yang salah pilih istri, ia menjadi
tahu siapa orang yang sebenarnya ia cintai dan dengan berusaha keras ia mampu hidup bersama sang
kekasih dalam mahligai rumah tangga yang penuh cinta di kampung halaman tercinta.
Novel Era Sekarang

TENTANG KAMU

Judul Novel : Tentang kamu


Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Dimensi : vi + 524 hlm, 13.5 x 20.5 cm, cetakan pertama Oktober 2016
ISBN : 978 602 0822 341

Kisah ini bermula dari Zaman Zulkarnaen, seorang mahasiswa Universitas Oxford yang menjadi junior
associate pada sebuah firma hukum ternama di pusat Kota London. Setelah dua tahun bekerja di sana, ia
sama sekali tak menyangka akan mendapatkan kasus penyelesaian pembagian warisan yang besarnya
dapat menyaingi kekayaan Ratu Inggris.
Bila dapat menyelesaikan kasus ini, kata Ana, partner firmanya menjanjikan kursi lawyer untuk Zaman.
Tawaran yang sangat menarik. Tapi untuk dapat menyelesaikannya, ia harus menghadapi kejutan yang
melingkupi sang pemilik warisan, jelasnya.
Kejutan pertama, dengan kekayaan yang mencapai satu miliar pounsterling atau setara dengan 19 triliun
rupiah, sang almarhum yang merupakan warga negara Inggris menghabiskan sisa hidupnya dengan
tinggal di panti jompo Kota Paris. Kejutan kedua, sang almarhum bernama Sri Ningsih, adalah seorang
perempuan Jawa tulen dari Indonesia, sama dengan Zaman.
Namun, dengan data yang minim mengenai kehidupan Sri Ningsih, Zaman tak memiliki pilihan selain
menelusuri jejak wanita itu dari awal kehidupannya. Mulai dari diary Sri Ningsih yang diserahkan petugas
panti jompo. Titik awal dari investigasi Zaman adalah Pulau Bungin, Sumbawa.
Ana menjelaskan, dalam novel ini, Tere mengisahkan, bahwa sangat sulit bagi Zaman untuk mencari
orang yang masih hidup dan mengingat kejadian yang berlangsung pada 1940-an, tahun kelahiran Sri
Ningsih. Zaman hampir menyerah. Tapi beruntung ada seorang nelayan tua yang baru saja pulang
melaut beberapa minggu, hadir dan menceritakan kehidupan Sri Ningsih, ujarnya.
Dari satu informan ke informan lainnya, dari satu kota ke kota lainnya, Zaman menelusuri kehidupan Sri
Ningsih. Sumbawa, Surakarta, Jakarta, London, Paris, dan seluruh dunia tempat Sri Ningsih
menghabiskan waktu-waktu terakhirnya. Dengan informasi mengenai ahli waris yang muncul untuk
kemudian menghilang lagi, Zaman mempelajari banyak hal tentang klien yang hartanya warisannya luar
biasa besar ini.
Hingga akhir hayatnya, Sri tetap dihantui masa lalu menyakitkan yang terus mencoba menorehkan luka
di hatinya. Saat Sri Ningsih meninggal, bisa dikatakan bahwa wanita ini telah memenangkan pertarungan,
tapi ternyata masih ada hal yang terus menghantui. Atas nama seluruh luka yang dimiliki kliennya,
Zaman menghadapi masa lalu Sri Ningsih, meski harus berhadapan dengan pilihan hidup atau mati.
Novel Era 1920-1930-an

PERTEMUAN JODOH

Pengarang : Abdul Moies


Penerbit : Balai Pustaka
Tahun Terbit : 1932

Sinopsis
Ratna, berkenalan dengan pemuda bernama Suparta di kereta, dalam perjalanan dari Jakarta ke
Bandung. Perkenalan Ratna dan Suparta cukup berkesan bagi sepasang anak muda itu.
Selanjutnya mereka sepakat untuk melanjutkan hubungan lewat surat.Beberapa bulan
kemudian, Suparta mengutarakan keinginannya untuk memperistri Ratna. Kemudian Ratna
membalasnya dan menyambut baik niat Suparta.
Sambutan Ibu Suparta ternyata tidak begitu ramah. Ratna kecewa terhadap sikap Nyai Raden
Tedja Ningrum yang memandangnya dengan sinis, Setelah kejadian itu, Ratna bertekad untuk
melupakan Suparta. Berita pertunangan Suparta dengan Nyai Raden Siti Halimah tidak
membuatnya putus asa. Namun kemalangan lain terpaksa harus ia terima. Usaha pembakaran
kapur milik ayahnya, Tuan Atmaja, bangkrut. Akibatnya Ratna memutuskan untuk keluar dari
sekolahnya karena tidak ada biaya.Ia pun kemudian berusaha mencari pekerjaan. Namun baru
empat bulan ia bekerja, toko itu harus ditutup atas perintah pengadilan. Akhirnya ia menjadi
pembantu Tuan dan Nyonya Kornel.
Selama Ratna menjadi pembantu keluarga Kornel, berbagai cobaan harus diterimanya dengan
tabah. Kehadirannya dalam keluarga itu tidak luput dari rasa iri Jene, pembantu yang juga
bekerja pada keluarga Kornel. Suatu ketika Ratna sakit dan dirawat di Rumah sakit, Secara
kebetulan dokter yang merawat Ratna adalah Suparta. Pertemuan itu tentu saja membesarkan
hati keduanya. Keyakinan Suparta bahwa Ratna tidak bersalah, ikut mempercepat kesembuhan
wanita muda itu. Untuk memulihkan nama baik Ratna, Suparta menyiapkan seorang pengacara
terkenal untuk mendampingi gadis pujaannya di pengadilan, karena Ratna masih harus
berurusan dengan penegak hukum.
Di pengadilan, terbukti bahwa Ratna tidak bersalah. Pencuri perhiasan Nyonya Kornel ternyata
adalah Amat, kekasih Jene. Pembantu keluarga Kornel yang bernama Jene itu diduga diperalat
oleh kekasihnya. Pengadilan juga memutuskan bahwa Amat bersalah dan diganjar 5 tahun
penjara. Sementara itu, Jene tidak dikenakan hukuman walaupun sebenarnya harus dituntut.
Sidang pengadilan juga telah mempertemukan Ratna dengan Sudarma, adiknya, schatter
pegadaian Purwakarta yang bertindak sebagai saksi pertama. Lalu atas kesepakatan Suparta dan
Sudarma, Ratna disuruh beristirahat di sebuah paviliun Bidara Cina. Gadis itu tidak diizinkan
bertemu dengan sembarang orang, kecuali Suparta yang setiap sore datang memeriksa
kesehatannya. Lambat laun, kesehatan Ratna mulai pulih. Ia juga mulai dapat mengingat-ingat
segala sesuatunya termasuk hubungannya dengan Suparta.
Begitu Ratna meninggalkan tempat peristirahatannya, Suparta langsung melamarnya. Tuan
Atmadja sekeluarga berkumpul di rumah Sudarma menyelenggarakan pesta perkawinan
anaknya dengan Dokter Suparta. Kebahagiaan pengantin baru itu bertambah lagi ketika mereka
pulang ke Tagogapu. Rumah ayah Ratna kini lebih besar dibandingkan sebelumnya. Keadaan
Tuan Atmaja sekarang sudah lebih baik berkat bantuan kedua anaknya.
B. Informasi dalam laporan berikut tertukar. Bisakah Anda mengatur ulang teks
untuk membuat laporan yang bermakna

Tsunami dapat menyebabkan kematian banyak orang. Mereka menyebabkan


kerusakan lingkungan dan perubahan kota dan perkampungan.
Tsunami adalah kata dalam bahasa Jepang yang berarti 'gelombang pelabuhan'.
Gelombang ini disebabkan oleh gempa bumi di laut. Tsunami bergerak menuju kota-
kota di daerah pesisir. Tsunami datang dengan kekuatan penuh dan menghancurkan
apa pun yang datang dengan caranya.
Dasar laut bergerak ketika ada gempa dan membuat air naik sampai ke permukaan.
Air bergerak dalam bentuk gelombang besar menuju tanah. Sebagai gelombang yang
mendekati tanah, tsunami menabrak pantai menghancurkan segala sesuatu yang
dilewatinya.
Tsunami diketahui menyebabkan kerusakan ekstrim sering memusnahkan seluruh
daerah di mana mereka terjadi.
Tsunami diketahui terjadi sekitar Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

Isi bagian yang kosong dengan kata-kata yang diberikan di dalam kotak:
bencana, mematikan, kerusakan, pemicu, bahaya, cepat,
dikeluarkan, korban, merusak, memprediksi

1. Adikku mengklaim bahwa ia dapat ______________ masa depan.


2. Sampah-sampah di luar kompleks perumahan ______________ kesehatan.
3. Gigitan ular bisa sangat _____________
4. Tsunami telah memakan banyak _______________ dalam kehidupan orang-orang yang
tinggal di Sumatera bagian utara.
5. Cokelat dikenal sebagai _____________ migren.
6. Kami pergi berkano melalui arus _____________. Hal tersebut penuh dengan sensasi.
7. Merokok menyebabkan ___________ pada paru-paru.
8. Saya bertanggung jawab untuk semua biaya tambahan yang ____________ selama
perjalanan.
9. Tsunami di Samudera Hindia menyebabkan ___________ berat di daerah pesisir.
10. Gempa bumi adalah ______________ di alam
TUGAS AQIDAH ISLAM
Keteladanan Umar bin Khattab RA &
Ali bin Abi Thalib

Disusun oleh:

Nama :

Kelas : IX. I

Madrasah Tsanawiyah
AL MUSTHOFA
SEM PU R
Jalan Raya Gandasoli Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas
Kabupaten Sukabumi

2017