Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH SEJARAH KERAJAAN MAJAPAHIT

Disusun Oleh :

Nama: Fadhillah Wijayakusumah

Nabilah Widya Ismaya

Nayla Putri Amelia

Taufik

Kelas: X MIPA 4

SMA NEGERI 3 KARAWANG

Jl Banten No. 3, Karang Pawitan, Karawang

Tahun Ajaran 2017/2018

1
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah sejarah
ini yang berjudul Kerajaan Mataram dengan sebaik-baiknya.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
makalahnya.

Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang kerajaan majapahit ini dapat
memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Karawang,15 Oktober 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .............................................................................................................. 2

Daftar Isi ....................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.................................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah ............................................................................................... 4
C. Tujuan................................................................................................................. 5

BAB II PEMBAHASAN

1. Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit.............................................................6-7


2. Letak Geografis Kerajaan Majapahit ..................................................................7
3. Aspek Kehidupan Kerajaan Majapahit ...............................................................8-10
4. Raja-Raja yang Memerintah Kerajaan Majapahit ...............................................11
5. Peninggalan Sejarah Kerajaan Majapahit ...........................................................11-14
6. Runtuhnya Kerajaan Majapahit...................................................................14-15

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan........................................................................................................16
B. Saran..................................................................................................................16

Daftar Pustaka ...................................................................................................... 17

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setelah Singhasari jatuh,berdirilah Kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur,antara


abad ke-14 ke-15 M.Berdirinya kerajaan ini sebenarnya sudah direncanakan oleh
Kertarajasa Jayawarddhana (Raden Wijaya). Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya
menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas di Nusantara pada masa
kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga1389. Kerajaan Majapahit
adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai
salah satu dari negara terbesar dalam sejarah. Menurut Negarakertagama, kekuasaannya
terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung, Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur,
meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan.

Hanya terdapat sedikit bukti fisik dari sisa-sisa Kerajaan Majapahit, dan sejarahnya tidak
jelas.Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton ('Kitab Raja-raja')
dalam bahasa Kawai dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. Pararaton terutama
menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian
pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama merupakan
puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam
Wuruk. Setelah masa itu, hal yang terjadi tidaklah jelas. Selain itu, terdapat beberapa prasasti
dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain.

B. Rumusan Masalah
1) Dimana letak geografis Kerajaan Majapahit?
2) Bagaimana perkembangan Kerajaan Majapahit?
3) Bagaimana aspek kehidupan Kerajaan Majapahit?
4) Siapa saja Raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Majapahit?
5) Apa saja peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit?
6) Apa penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit?

4
C. Tujuan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah :
1) Umum: Mengetahui tentang berdiri Kerajaan Mjapahit
Mengetahui sumber sejarah Kerajaan Mjapahit
Mengetahui aspek kehidupan Kerajaan Majapahit
Mengetahui Raja-raja yang memerintah Kerajaan Majapahit
Mengetahui perkembangan Kerajaan Majapahit
Mengetahui peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit
Mengetahui penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit

2) Khusus :
3) Untuk memenuhi tugas mata pelajaran Sejarah Indonesia mengenai materi kelas
X tentang Kerajaan-Kerajaan pada masa Hindu-Budha di Indonesia

5
BAB II
PEMBAHASAN

1. Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit

Sebelum kerajaan Majapahit terbentuk, sebelumnya terdapat kerajaan Singhasari yang


merupakan kerajaan paling kuat di tanah Jawa. Hal ini kemudian terdengar ke penguasa
Dinasti Yuan di China yang bernama Kubilai Khan. Kemudian, sang penguasa mengutus
seorang utusan yang bernama Meng Chi untuk menemui Kertanegara (raja kerajaan
Singhasari yang terakhir) untuk menuntut pembayaran upeti. Akan tetapi, Kertanegara
menolak untuk membayar upeti dan kemudian juga mempermalukan utusan tersebut dengan
merusak wajah dan memotong telinganya. Berita itu terdengar ke telinga Kubilai Khan,
karenanya penguasa tersebut marah dan kemudian segera mengirim ekspedisi besar ke tanah
Jawa untuk memerangi kerajaan Singhasari pada tahun 1293 M.

Ketika itu, Jayakatwang yang merupakan seorang adipati Kediri telah berhasil
memerangi dan membunuh raja Kertanegara. Saat yang sama, Raden Wijaya (menantu
Kertanegara) datang menemui Jayakatwang dan menyerahkan diri. Atas dasar saran dari Aria
Wiraraja, menantu dari Kertanegara tersebut diberikan pengampunan. Setelah itu, Aria
Wiraraja mengirim utusan ke Daha dengan membawa serta sebuah surat yang berisi
pernyataan bahwa Raden Wijaya telah menyerahkan diri dan ingin mengabdi di bawah
kepemimpinan Jayakatwang. Surat penyerahan diri tersebut dibalas dengan pengampunan
dan juga Raden Wijaya diberikan hutan Tarik. Sejak saat itu, Raden Wijaya membuka lahan
dan membangun desa di hutan tersebut. Nama Majapahit sendiri berasal dari sebuah pohon
Maja yang terdapat di hutan itu, pahit yang merupakan rasa dari buah yang berasal dari
pohon maja tersebut.

Pada saat pasukan Mongol yang merupakan utusan dari Kubilai Khan tiba di tanah
Jawa, Raden Wijaya bekerja sama dengan mereka dan menjadi sekutu untuk menjatuhkan
Jayakatwang. Hasil pertempuran tersebut dimenangkan oleh pasukan Mongol dan Raden
Wijaya dan Jayakatwang berhasil dikalahkan. Namun, setelah berhasil mengalahkan
Jayakatwang, pasukan Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan Mongol. Pasukan Mongol
terpaksa menarik kembali pasukannya dari tanah Jawa pada saat itu, ditambah dengan kondisi
mereka yang harus secepat mungkin bertemu dengan angin muson agar dapat kembali pulang
ke Dinasti Yuan atau harus kembali menunggu 6 bulan berikutnya.

Menurut para ahli, tanggal pasti berdirinya kerajaan Majapahit ialah tanggal disaat
Raden Wijaya dinobatkan sebagai raja Majapahit pada tanggal 15 bulan kartika tahun 1215
Saka, atau bertepatan dengan tanggal 10 November 1293. Ia dinobatkan sebagai raja dengan
gelar Kertarajasa Jayawardhana.

6
Kerajaan Majapahit terletak di porpinsi Jawa Timur yang ibukotanya terletak di
sebuah desa yang sekarang bernama Trowulan di Mojokerto. Kerajaan Majapahit berdiri dari
tahun 1293 hingga 1500 M.

2. Letak Geografis Kerajaan Majapahit

Secara geografis letak kerajaan Majapahit sangat strategis karena adanya di daerah
lembah sungai yang luas, yaitu Sungai Brantas dan Bengawan Solo, serta anak sungainya
yang dapat dilayari sampai ke hulu.

7
3. Aspek Kehidupan Kerajaan Majapahit

1.Kehidupan Politik

Kehidupan politik di kerajaan Majapahit banyak dilalui dengan pemberontakan-


pemberontakan dari orang dalam kerajaan itu sendiri. Dimulai saat raja Raden Wijaya
memerintah, banyak pemberontakan yang terjadi seperti pemberontakan yang dilakukan oleh
Ranggalawe, Sora, dan Nambi dan pemberontakan lain yang ditujukan untuk menggulingkan
Raden Wijaya. Namun, dengan kecakapan yang dimiliki Raden Wijaya, pemberontakan-
pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan. Akhirnya, Raden WIjaya meninggal pada
tahun 1309 M.
Pengganti Raden Wijaya setelah meninggal adalah anaknya yang masih berumur 15
tahun bernama Jayanegara. Berbeda dengan perawakan ayahnya yang cakap, Jayanegara
tidak memiliki keahlian dalam memimpin kerajaan, sehingga Jayanegara dijuluki dengan
sebutan Kala Jemet yang berarti lemah dan jahat.

Pada saat masa pemerintahannya, Jayanegara banyak mengalami pemberontakan-


pemberontakan dari orang-orang kepercayaannya. Salah satu pemberontakan yang hampir
menggulingkan pemerintahannya adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Ra Kuti.
Namun, pada saat itu, Gajah Mada berhasil menumpas pemberontakan tersebut dan
menyelamatkan Jayanegara ke sebuah desa yang bernama Badander. Namun, Jayanegara
berhasil dibunuh oleh seorang tabib yang bernama Tancha yang mengobati operasi
Jayanegara karena tabib tersebut memiliki dendam kepada Jayanegara. Gajah Mada pun
menangkap Tancha dan membunuhnya.

Karena Jayanegara tidak memiliki keturunan, maka posisi raja Majapahit kemudian
digantikan oleh adiknya yang bernama Gayatri yang bergelar Tribuana Tunggadewi. Ia
memerintah kerajaan Majapahit dari tahun 1328-1350 M. pada tahun 1331 M, terjadilah
pemberontakan di daerah Sedeng dan Keta di Jawa Timur. Namun, Gajah Mada kembali
berhasil mematahkan pemberontakan itu. Atas jasanya tersebut, Gajah Mada diangkat
menjadi Mahapatih Majapahit. Saat itu, Gajah Mada mengucapkan sumpah yang dikenal

8
dengan sumpah palapa yang berbunyi Gajah Mada pantang bersenang-senang sebelum
menyatukan nusantara. Tribuana Tunggadewi sendiri akhirnya meninggal pada tahun 1350
M.

Pengganti selanjutnya setelah Gayatri adalah Hayam Wuruk. Ia memerintah dari


tahun 1350-1389 M. pada masa pemerintahannya, Majapahit mengalami masa kejayaan. Hal
ini ditandai dengan luas wilayah Majapahit yang setara dengan luas Indonesia saat ini,
ditambah dnegan pengaruh Majapahit di beberapa Negara di Asia Tenggara. Selain itu, pada
masa ini, karya sastra berkembang pesat, seperti kitab Negarakertagama karangan Mpu
Prapanca, kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. Namun, pada masa ini, Gajah Mada
meninggal yaitu pada tahun 1364 dan jabatannya dibiarkan kosong selama 3 tahun. Setelah
itu, pada tahun 1367, diangkatlah Gajah Enggon menjadi Mahapatih Majapahit. Hayam
Wuruk sendiri meninggal pada tahun 1389 M.

Sepeninggal Hayam Wuruk, Majapahit berangsur-angsur mengalami penurunan


kekuasaan, ditambah dengan kondisi perpolitikan yang tidak stabil, dimana penggantinya
yaitu Kusumawardhani yang menikah dengan Wikramawardhana yang merebut tahta dengan
saudara tirinya (anak Hayam Wuruk yang laki-laki dari selirnya yang bernama Wirabhumi).
Perang ini dikenal dengan perang Paregreg. Perang ini kemudian dimenangkan oleh
Wikrawardhani dan kemudian Wirabhumi ditangkap dan dibunuh. Namun, Karena
peperangan inilah, Majapahit telah banyak kehilangan daerah kekuasaannya yang sedikit-
sedikit melepaskan diri dari Majapahit. Kisah ini dapat dilihat di kitab Pararaton atau prasasti
di Sawentar Kanigoro, Jawa Timur.

2.Kehidupan Sosial Ekonomi

Di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk,rakyat Majapahit hidup aman dan


tentram. Hayam Wuruk sangat memperhatikan rakyatnya. Keamanan dan kemakmuran
rakyat diutamakan. Untuk itu dibangun jalan-jalan dan jembatan-jembatan. Dengan demikian
lalu lintas menjadi lancar. Hal ini mendukung kegiatan keamanan dan kegiatan
perekonomian,terutama perdagangan. Lalu lintas perdagangan yang paling penting melalui
9
sungai. Misalnya Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas. Akibatnya desa-desa di tepi
sungai dan yang berada di muara serta di tepi pantai,berkembang menjadi pusatpusat
perdagangan. Bahkan di daerah pantai berkembang perdagangan antar daerah,antar
pulau,bahkan dengan pedagang dari luar. Kemudian timbullah kota-kota pelabuhan sebagai
pusat pelayaran dan perdagangan. Beberapa kota pelabuhan yang penting pada zaman
Majapahit,antara lain Canggu,Surabaya,Gresik,Sedayu,dan Tuban. Pada waktu itu banyak
pedagang dari luar seperti dari Cina India,dan Siam.
Kegiatan pertanian juga dikembangkan. Sawah dan ladang dikerjakan secukupnya dan
dikerjakan secara bergiliran. Hal ini maksudnya agar tanah tetap subur dan tidak kehabisan
lahan pertanian. Tanggul-tanggul di sepanjang sungai diperbaiki untuk mencegah banjir.

3.Perkembangan Sastra dan Budaya

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk,bidang sastra mengalami kemajuan. Karya


sastra yang paling terkenal pada zaman Majapahit adalah Kitab Negarakertagama. Kitab ini
ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M. Kitab lain yang penting adalah Sutasoma.
Kitab ini disusun oleh Mpu Tantular. Kitab Sutasoma memuat kata-kata yang sekarang
menjadi semboyan negara Indonesia,yakni Bhineka Tunggal Ika.
Bidang seni juga berkembang. Banyak bangunan candi telah dibuat. Misalnya Candi
Penataran dan Sawentar di daerah Blitar,Candi Tigawangi dan Surawana di dekat
Pare,Kediri,serta Candi Tikus di Trowulan.
Keruntuhan Mjapahit lebih disebabkan oleh ketidakpuasan sebagaian besar keluarga
raja,setelah turunnnya Hayam Wuruk. Perang Paregreg telah melemahkan unsur-unsur
kejayaan Majapahit. Meskipun peperangan berakhir,Mjapahit terus mengalami kelemahan
karena raja yang berkuasa tidak mampu lagi mengembalikkan kejayaanya. Unsur lain yang
menyebabkan runtuhnya Majapahit adalah semakin meluasnya pengaruh Islam pada saat itu.
Peninggalan peradaban Majapahit juga dapat kita saksikan pada perkembangan lingkup
kebudayaan Bali pada saat ini. Kebudayaan yang masih dikembangkan gingga masa Islam
adalah cerita wayang yang berasal dari epos India yaitu Mahabrata dan Ramayana,serta kisah
asmara Raden Panji dengan Sekar Taji (Galuh Candrakirana).

10
4. Raja-Raja yang Memerintah Kerajaan Majapahit
1. Raden Wijaya (1294-1309),dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Ia adalah sebagai
pendiri dan sebagai raja pertama.
2. Kala Gamet (1309-1328),putra Raden Wijaya,dengan gelar Sri Jayanegara.
3. Gayatri,istri Raden Wijaya,namun karena Gayatri menjadi biksuni (pendeta wanita
agama Buddha)maka kedudukannnya sebagai raja diwakilkan kepada
Tribhuwanatunggadewi (1328-1350),putrinya.
4. Hayam Wuruk (1350-1389),dengan gelarnya Rajasanegara.
5. Wikramawardhana(1389-1401),suami Kusumawardhani putri Hayam Wuruk.
6. Suhita (1401-1406)

5. Peninggalan Sejarah Kerajaan Majapahit


1. Celengan Majapahit

Benda ini memang unik, meskipun ditemukan dalam bentuk pecahan, namun
celengan (tempat menabung uang-jawa) ini berhasil disatukan kembali dan berbentuk
babi. Celengan ini ditemukan di trowulan, Jawa Timur dan dipergunakan sekitar abad
14-15. Sekarang merupakan koleksi Museum Gajah, Jakarta.
2. Arca Emas

Arca ini menggambarkan Bidadari Majapahit yang anggun. Arca cetakan emaspara
ini (bidadari surgawi) gaya khas Majapahit menggambarkan dengan sempurna zaman
kerajaan Majapahit sebagai zaman keemasan nusantara.
3. Surya Majapahit

Surya Majapahit adalah lambang yang umumnya dapat ditemui di reruntuhan


Majapahit, sehingga Surya Majapahit mungkin merupakan simbol kerajaan
Majapahit. Lambang ini mengambil bentuk Matahari bersudut delapan dengan bagian

11
lingkaran di tengah menampilkan dewa-dewa Hindu. lambang ini membentuk
diagram kosmologi yang disinari jurai Matahari khas Surya Majapahit.
4. Uang Gobog Majapahit

Benda yang zaman dahulu ini pernah digunakan sebagai salah satu mata uang
Kerajaan Majapahit ini terbuat dari tembaga. Di sisi depan terdapat relief berupa
gambar wayang, alat-alat persenjataan berbentuk cakra, dan pohon beringin.
Sedangkan di sisi belakang terdapat relief pohon, peralatan berbentuk senjata dan
berbentuk sesaji.
5. Candi Tikus

Candi peninggalan kerajaan Majapahit yang pertama yaitu Candi Tikus. Candi ini
berada komplek Trowulan di desa Temon, kecamatan Trowulan, kabupaten
Mojokerto, Jawa Timur.
Awalnya, Candi Tikus terkubur dalam tanah, sampai akhirnya ditemukan kembali dan
digali pada tahun 1914 silam, sedangkan pemungaran Candi Tikus dilakukan pada
tahun 1984 hingga tahun 1985.
6. Candi Sukuh

Candi peninggalan kerajaan Majapahit selanjutnya yaitu Candi Sukuh. Candi ini
berada di desa Berjo, kecamatan Ngargoyoso, kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Tepatnya 20 km dari kota Karanganyar atau 36 km dari Surakarta.

Candi yang diperkirakan dibangun pada tahun 1437 masehi ini termasuk kategori Candi
Hindu yang berbentuk piramid, bahkan sekilas terlihat seperti Chichen Itza yang berada di
Meksiko, tapi dengan ukuran yang lebih kecil.

Candi ini juga dianggap kontroversial dan terlalu vulgar, karena banyak patung dan relief di
Candi ini yang menunjukan organ intim manusia

12
7. Candi Brahu

Candi Brahu adalah salah satu Candi peninggalan kerajaan Majapahit yang juga
berada di komplek Trowulan, tepatnya terletak di desa Bejijong, kecamatan
Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Nama Brahu diperkirakan berasal dari kata Wanaru atau Warahu, nama ini
didapatkan dari sebutan bangunan suci yang disebutkan dalam Prasasti Alasantan,
dimana prasasti tersebut ditemukan tidak jauh dari Candi ini.
8. Candi Pari

Candi peninggalan kerajaan Majapahit selanjutnya adalah Candi Pari yang berada di
desa Candi Pari, kecamatan Porong, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Atau tepatnya
kurang lebih 2 km ke arah barat laut dari semburan lumpur Lapindo.
Candi ini dibangun mengunakan batu bata dengan bentuk persegi empat mirip seperti
pura-pura yang ada di Bali dan menghadap kearah barat. Sedangkan tahun
didirikannya Candi yaitu pada tahun 1371 masehi.
9. Gapura Wringin Lawang

Gapura Wringin Lawang adalah gapura peninggalan kerajaan Majapahit yang


dibangun pada abad ke 14 masehi. Gapura ini terletak di desa Jatipasar, kecamatan
Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Gapura yang berdasarkan bahasa Jawa berarti Pintu Beringin ini berukuran 13 x 11
meter dengan tinggi 15,5 meter.

13
Walaupun, fungsi asli bangunan ini masih mengundang banyak spekulasi, tapi
kebanyakan para ahli sejarah yakin, kalau gapura ini merupakan pintu menuju
bangunan-bangunan penting di ibukota Majapahit.
10. Gapura Bajang Ratu

Candi peninggalan kerajaan Majapahit yang terakhir yaitu Gapura Bajang Ratu.
Gapura yang diperkirakan dibangun pada abad ke 14 ini terletak di desa Temon,
kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Gapura Bajang Ratu diperkirakan juga merupakan gapura terbesar yang pernah
dibangun oleh kerajaan Majapahit pada masa keemasannya, dimana berdasarkan
catatan sejarah, bangunan ini berfungsi sebagai pintu masuk untuk memperingati
wafatnya Raja Jayanegara.

Runtuhnya Kerajaan Majapahit

1. Terjadi Perang Saudara (Perang Paregreg)

Kejayaan kerajaan Majapahit pada awal abad ke 14 Masehi di bawah tampuk kekuasaan raja
Hayam Wuruk berangsur-angsur sirna pasca ia meninggal di tahun 1389.

Karena tidak memiliki anak laki-laki dari permaisurinya, tampuk kekuasaan kerajaan lantas
diserahkan kepada putri mahkota Kusumawardhani yang kemudian menikahi sepupunya
sendiri, yakni Pangeran Wikramawardhana.

Namun, setelah ditelisik, rupanya Hayam Wuruk memiliki seorang putra dari salah seroang
selirnya. Putra Hayam Wuruk yang bernama Pangeran Wirabhumi tersebut lantas menunutut
haknya atas tahta kerajaan. Karena tunututan ini, terjadilah konflik perebutan kekuasaan yang
lantas menyebabkan pecahnya perang saudara.

Perang yang dinamai dengan nama Perang Paregreg ini menjadi faktor utama penyebab
runtuhnya Kerajaan Majapahit. Perang ini terjadi antara tahun 1405 sd 1406 dan
dimenangkan oleh Pangeran Wikramawardhana. Kendati memperoleh kemenangan, namun
Wikramandara nampaknya tidak mampu mempertahankan kendali atas kerajaan Majapahit
dan membangun kepercayaan daerah-daerah kekuasaannya.

14
2. Tidak Ada Tokoh Majapahit Yang Mampu Memimpin
Selepas mangkatnya 2 tokoh sentral dalam kepemimpinan kerajaan Majapahit, yakni Raja
Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, kerajaan ini berangsur-angsur mengalami
kemunduran. Tidak adanya tokoh pemimpin yang cakap pada tampuk kekuasaan
menyebabkan wibawa kerajaan Majapahit semakin pudar. Hal ini membuat kepercayaan dan
ketaatan raja-raja kecil di daerah kekuasaan Majapahit kian berkurang terlebih karena pada
pucuk pimpinan kerajaan tersebut terdapat konflik perebutan kekuasaan.

3. Lepasnya Daerah Kekuasaan


Akibat kondisi politik dan kepemimpinan raja-raja penerus Hayam Wuruk yang carut marut,
ketaatan raja-raja di daerah kekuasaan Majapahit lambat laun menjadi kian memudar.
Keadaan ini lantas membuat daerah-daerah kekuasaan Majapahit satu persatu melepaskan diri
dari pengaruh Majapahit.

Daerah-daerah yang awalnya selalu memberikan upeti untuk kerajaan, kemudian tidak lagi
melakukan hal yang sama karena keadaan tersebut. Hal ini lantas membuat kerajaan
Majapahit mengalami pailit atau kebangkrutan dari segi ekonomi yang lantas berimbas pada
berbagai aspek lainnya seperti militer dan pertahanan.

4. Datangnya Armada Laksamana Cheng Ho


Pada masa kepemimpinan Wikramanwardhana, wilayah Majahapit diserang dengan
serangkaian ekspedisi laut dinasti Ming, China yang dipimpin oleh laksamana Cheng Ho.

Melalui serangkaian ekspedisi tersebut, Laksamana Cheng Ho yang seorang jendral muslim
China lantas mendirikan komunitas Muslim China di beberapa kota pelabuhan di Pantai
Utara Jawa, seperti Demak, Semarang, Tuban, dan Ampel. Komunitas-komunitas Islam
inipun menjadi pijakan masuknya Islam di Jawa yang kemudian menggerus eksistensi
pengaruh Kerajaan Majapahit.

5. Pengaruh Perkembangan Islam


Pengaruh perkembangan Islam di pantai Utara Jawa mendorong terlahirnya beberapa
kerajaan bercorak Islam, contohnya seperti kerajaan Demak, Banten, Cirebon, dan lain
sebagainya. Karena pengaruh perkembangan islam ini pula lah pengaruh kekuasaan Kerajaan
Majapahit berangsur memudar sehingga menjadi faktor penyebab runtuhnya kerajaan
Majapahit.

15
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu-Budha yang berkuasa sekitar tahun 1293
1527 Masehi. Kerajaan ini merupakan kerajaan terbesar dan terluas di Asia Tenggara
sepanjang sejarah.
Sejarah Majapahit mengalami puncak masa kejayaannya pada tahun 1350 1389
Masehi pada saat diperintah oleh Raja Hayam Wuruk. Walaupun begitu memang
sampai dengan saat ini masih muncul berbagai pertentangan mengenai wilayah
sesungguhnya dari Kerajaan Majapahit. Hal ini dikarenakan sampai dengan sat ini
memang tidak ditemukan bukti-bukti sejarah yang akurat dan kuat mengenai hal ini.

B. Saran
Makalah ini tentulah masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu saya sangat
membutuhkan kontribusi kritik dan saran dari pembaca agar dijadikan sebagai
intropeksi bagi makalah ini untuk menjadi lebih baik lagi. Terima kasih kepada pihak-
pihak yang telah terlibat untuk mendukung dan membantu agar makalah ini dapat
terselesaikan.

16
DAFTAR PUSTAKA

http://www.ilmudasar.com/2016/10/Pengertian-Sejarah-Berdirinya-Runtuhnya-Kehidupan-
Peninggalan-Kerajaan-Majapahit-adalah.html

http://holesciences.co.id/2016/02/makalah-sejarah-indonesia-kerajaan.html

http://www.ipsmudah.com/2017/08/5-penyebab-runtuhnya-kerajaan-majapahit.html

dutaarya

https://waktuku.com/peninggalan-kerajaan-majapahit/

Farid,Samsul.2014.Sejarah untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu


Sosial.Bandung:Yrama Widya

Tahroni.2007.Sejarah untuk SMA/MA Kelas XI.Depok:Arya Duta

Gunawan Restu,Dwi Lestraningsih Amurwani,dan Sardiman.2016.Sejarah


Indonesia.Jakarta:Pusat Kurikulum dan Perbukuan,Balitbang,Kemendikbud

17