Anda di halaman 1dari 7

PERCOBAAN 6

GETARAN TEREDAM

I. Data Percobaan
A. Getaran Pegas di Udara
n = 10

NO mbeban (kg) t (s) = T

1. 0,1 3,39 0,339 0,115
2. 0,2 4,72 0,472 0,223
3. 0,25 5,23 0,523 0,273
4. 0,3 5,90 0,590 0,350
5. 1,35 6,10 0,610 0,370

B. Getaran Pegas di Dalam Air


n=5
2
2
No mbeban (kg) mair (kg) t (s) = ( )

1. 0,1 1 3,78 0,378 276,017
2. 0,15 1 4,76 0,476 174,06
3. 0,2 1 5,43 0,543 113,76
4. 0,25 1 7,40 0,740 72,02
5. 0,3 1 7,94 0,794 62,24
6. 0,35 1 8,89 0,889 49,90

C. Getaran Pegas di Dalam Gliserin


n=5
2
2
No. mbeban (kg) mfluida (kg) T (s) = ( )

1. 0,1 1,3 1,81 0,326 300,96
2. 0,15 1,3 2,28 0,456 189,67
3. 0,2 1,3 2,80 0,560 125,76
4. 0,25 1,3 3,53 0,706 79,12
5. 0,3 1,3 3,76 0,752 69,74

II. Analisis Data


ANALISA KUANTITATIF

a. Konstanta pegas di udara


Besarnya konstanta pegas yang digunakan dalam praktikum ini dapat ditentukan
dengan
4
= 2 =

4(3,14)0,1
1 = 0,115
= 34,29
4(3,14)0,2
2 = 0,223
= 35,37
4(3,14)0,25
3 = 0,273
= 36,52
4(3,14)0,3
4 = 0,350
= 33,80
4(3,14)0,35
5 = 0,37
= 37,31


=

34,29+37,31+36,52+33,80+35,37
=
5
= 177,29
5
= 35,46

= 34,29 35,46 = 1,17


o 1 = 1 (1 )2 = 1,3689
= 35,37 35,46 = 0,09
o 2 = 2 (2 )2 = 0,0081
= 36,52 35,46 = 0.656
o 3 = 3 (3 )2 = 0,4303
= 33,80 35,46 = 1,66
o 4 = 4 (4 )2 = 2,7556
= 37,31 35,46 = 1,85
o 5 = 5 (5 )2 = 3,4225
2 = 7,9854

7,9854
= =
( 1) 4

= 1,996

1,996
= 35,46 100% = 5,63%

= 100%
= 100% 5,63% = 94,37%

b. Konstanta redaman pegas dalam air

2 2
= 4( ) { ( ) }

No 4( ) 2
2
2 2
( ) 4( ) { ( ) }

1. 4 354,6 276,017 321,772 17,938
2. 4 236,4 174,06 249,36 15,79
3. 4 177,3 113,76 254,16 15,94
4. 4 141,84 72,02 279,28 16,71
5. 4 118,2 62,24 223,84 14,96
6. 4 101,31 49,90 205,64 14,34
b 95,678

= 95,678
6
= 15,95
No. bi = 2 = ( )2
1. 17,938 1,988 3,9521
2. 15,79 -0,16 0,0256
3. 15,94 -0.01 0,0001
4. 16,71 -1.35 1,8225
5. 14,96 0,76 0,5776
6. 14,34 -1,16 2,5921
i2 8,9704

8,9704 8,9704
= = = 1,794 = 1,34
61 5
1,34
= 15,95 100% = 8,4%

= 100%
= 100% 8,4% = 91,6%

c. Konstanta redaman pegas dalam gliserin

2 2
= 4( ) { ( ) }

NO 4( ) 2
2
2 2
( ) 4( ) { ( ) }

1. 6,76 354,60 300,96 362,607 19,04
2. 6,76 236,40 189,67 315,895 17,77
3. 6,76 177,30 125,76 348,41 18,67
4. 6,76 141,84 79,12 423,987 20,59
5. 6,76 118,20 69,74 327,589 18,099
b 94,169
= 94,169
5
= 18,83
No. bi = 2 = ( )2
1. 19,04 0,21 0,0441
2. 17,77 -1,06 1,1236
3. 18,67 -0,16 0,0256
4. 20,59 1,76 3,0976
5. 18,099 -0,821 0,6740
i2 4,6949

4,6949 4,6949
= = = 1,1737 = 1,08
51 4

1,08
= 18,83 100% = 5,74%

= 100%
= 100% 5,74% = 94,26%

ANALISA KUALITATIF
Percobaan getaran teredam dilakukan untuk membandingkan getaran pegas dalam berbagai
medium. Pada percobaan pertama, mediumnya adalah udara. Gaya gesek pada udara diabaikan,
sehingga terjadi gerak harmonik sederhana. Sebuah pegas digantungi beban, lalu diberi
simpangan sehingga terjadi getaran. Percobaan ini untuk menentukan konstanta pegas dengan
Hukum Hooke :
=
Dengan F adalah gaya yang terjadi pada pegas, k adalah konstanta pegas dan x
adalah simpangan getaran pegas. Namun dalam percobaan ini untuk menentukan konstanta
pegas, menggunakan persamaan yang telah disubtitusikan :
=
=

= ; =

4
=

4
=


= 4


= 2

4
=

Dari persamaan di atas dapat diketahui nilai konstanta pegasnya. Bila nilai massa
beban semakin besar, maka periode yang terjadi juga semakin besar. Hal itu bisa dilihat
dari data pengamatan. Getaran yang dihitung adalah 10 getaran untuk semua nilai beban.
Semakin beban bertambah, semakin besar pula periode yang dibutuhkan untuk melakukan
getaran. Hal ini terjadi karena gaya berat semakin besar sehingga pegas bekerja lebih
lambat untuk melakukan getaran. Nilai kontanta pegas untuk percobaan dengan medium
udara adalah 35,46.
Percobaan kedua pegas digetarkan dalam medium, yaitu air dan gliserin. Pada
pegas digantungkan beban, kemudian beban tersebut dikenakan fluida sebagaimana
mestinya sehingga getaran terjadi dalam fluida. Getaran yang terjadi dalam fluida ini tidak
berlangsung lama seperti getaran pegas dalam medium udara. Pegas berhenti bergetar
ketika getaran mencapai 5 kali. Hal ini terjadi karena adanya gaya gesek yang lebih besar
dalam getaran pegas.
Kontanta redaman pegas dalam air dan gliserin memiliki nilai yang berbeda. Untuk
menentukan konstanta redaman dalam fluida tertentu, digunakan persamaan berikut :

= 0


2 =
4
Dengan :
= frekuensi angular pada redaman ; = 2

0= frekuensi angular tanpa redaman ; =

= konstanta frekuensi redam ; = 4

Karena redaman pegas dilakukan pada fluida tertentu, maka :


2 =
4


4 =
4

= 4
4

= (4 ) ( 4)


= (4 ) ( 4)

2 2
= 4( ) { ( ) }

Dengan mb adalah massa benda dan mf adalah massa fluida. Sama seperti pada
pegas dalam medium udara, semakin besar massa beban yang digantung, maka semakin
besar pula periode yang terjadi. Konstanta redaman pegas dalam air lebih kecil dari pada
kontanta redaman pada gliserin. Ini berarti redaman pegas dalam air lebih kecil daripada
redaman pegas dalam gliserin. Hal ini disebabkan karena massa jenis air lebih kecil
daripada gliserin sehingga gaya gesek untuk meredam getaran pegas pada air juga lebih
kecil.
Ketidaktelitian hasil praktikum dapat disebabkan di antaranya adalah dalam
menghitung getaran dan waktu yang kadang meleset pada saat memencet stopwatch.