Anda di halaman 1dari 9

PERCOBAAN 4

HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM SUDUT

A. DATA PENGAMATAN

Data frekuensi untuk piringan bermassa 500 gram


NO f (Hz) (rad/s)
1 11 69,08
2 11 69,08
3 11 69,08

Data frekuensi untuk piringan bermassa 750 gram


NO f (Hz) (rad/s)
1 9 56,52
2 8 50,24
3 8 50,24

Data frekuensi untuk piringan bermassa 1000 gram


NO f (Hz) (rad/s)
1 6 37,68
2 7 43,96
3 6 37,68

B. ANALISA KUANTITATIF

Untuk menentukan menentukan hubungan antara massa dengan kecepatan


sudut yang menggunakan prinsip hukum kekekalan momentum sudut digunakan
metode kuadrat terkecil dimana langkah-langkahnya sebagai berikut :
a) Menentukan kecepatan sudut hasil percobaan dari Tabel Data Hasil
Percobaan untuk massa 500 gr dengan perumusan sebagai berikut :
= 2

14
15

b) Menganalisis hasil percobaan yang berupa kecepatan sudut dengan


menggunakan kuadrat terkecil.


=
n

1 n 2 -( )2
=
n n-1

= x100%

Hasil yang dilaporkan = (
)

c) Mengulangi langkah b untuk massa yang berbeda.


d) Membandingkan data hasil praktikum dengan hasil hitungan dengan
perumusan sebagai berikut :
1 = 2
1 1 = 2 2
1 1
1 12 1 = 2 22 2
2 2
Karena 1 = 2 maka persamaan tersebut menjadi
1 1 = 2 2
1
2 =
2 1
e) Mengulangi langkah d dengan massa yang berbeda.
f) Membandingkan momentum sudut dari hasil percobaan dengan hasil
hitungan dengan perumusan sebagai berikut:
1
= 2
2
g) Menganalisis hasil percobaan
1. Perhitungan Kecepatan Sudut dan Momentum Sudut pada Piringan
Massa 500 gr

Diketahui : Tegangan 4,5 volt


Jari-jari piringan 7,35 cm = 0,0735m
= 3,14
16

Kecepatan sudut rata-rata serta momentum sudut untuk massa 500


gr (yang digunakan sebagai acuan)
a. Kecepatan Sudut rata-rata hasil percobaan

No f 2
1 11 69,08 4772,0464
2 11 69,08 4772,0464
3 11 69,08 4772,0464
207,24 14316,1392

69,08+69,08+69,08 207,24
=
= = = 69,08 rad/s
n 3 3

2 2
1 n -( )
= n n-1

1 3.14316,1392 (207,24)2
=
3 3-1

1 429484,4176 429484,4176
= 3 3-1

1 0
= 3 2
1
= 3 0
1
= 3 0

= 0
0
Kesalahan Relatifnya adalah =
x100% = 69,08 x100% = 0% (5 AP)

Hasil yang dilaporkan adalah: (


) = (,
, ). /

b. Momentum Sudut hasil percobaan untuk massa 500 gr


1 1
= 2 2
= 2 0,500. 0,07352 .69,08 =0,093296857 kg. m2 /s
17

1 1
= 2 2 = 2 0,500. 0,07352 .0=0 kg. m2 /s

Hasil yang dilaporkan adalah :


( ) = (, , ). . /

2. Perhitungan Kecepatan Sudut dan Momentum Sudut pada Piringan


Massa 750 gr
a. Kecepatan sudut untuk piringan bermassa 750 gr
No f 2
1 9 56,52 3194,5104
2 8 50,24 2524.0576
3 8 50,24 2524.0576
157 8242,6256

56,52+50,24+50,24 157
=
= = = 52,33333333 rad/s
n 3 3

2 2
1 n -( )
= n n-1

1 3.8242,6256 (157)2
= 3 3-1

1 24727,8768 24649
= 3 3-1

1 78,8768
= 3 2

1
= 3 39,4384
1
= 3 6,28

= 2,093333333
2,093333333
Kesalahan Relatifnya adalah = x100% = x100% = 4% (3

52,33333333

AP)
) = (, , ). /
Hasil yang dilaporkan adalah: (
18

b. Momentum Sudut hasil percobaan L massa 750 gr


1 1
= 2
= 0,750. 0,07352 .52,3 =0,105951628 kg. m2 /s
2 2
1 1
= 2 = 0,750. 0,07352 .2,10=0,0042542718 kg. m2 /s
2 2
Hasil yang dilaporkan adalah : ( ) = (, , ). . /

3. Perhitungan Kecepatan Sudut dan Momentum Sudut pada Piringan


Massa 1000 gr
a. kecepatan sudut untuk piringan bermassa 1000 gr
No f 2
1 6 37,68 1419,7824
2 7 43,96 1932,4816
3 6 37,68 1419,7824
119,32 4772,0464

37,68+43,96+37,68 119,32
=
= = = 39,77333333 rad/s
n 3 3

2 2
1 n -( )
= n n-1

1 3.4772,0464 (119,32)2
= 3 3-1

1 14316,1392 14237,2624
= 3 3-1

1 78,8768
= 3 2

1
= 3 39,4384
1
= 3 6,28

= 2,093333333
19

2,093333333
Kesalahan Relatifnya adalah = x100% = x100% = 5,26%

39,77333333

(2 AP)
) = (, , ). /
Hasil yang dilaporkan adalah: (

b. Momentum Sudut hasil percobaan L massa 1000 gr


1 1
= 2
= 1,000. 0,07352 .40 =0,108045 kg. m2 /s
2 2
1 1
= 2 = 1,000. 0,07352 .2,0=0,00540225 kg. m2 /s
2 2
Hasil yang dilaporkan adalah : ( ) = (. , ). . /

Perhitungan Kecepatan Sudut dan Momentum Sudut menurut teori


Kecepatan Sudut dan Momentum Sudut menurut hitungan (teori)
Dari acuan (untuk massa piringan 500 gr) diperoleh nilai dan sebagai berikut:
69,08+69,08+69,08 207,24
=
= = = 69,08 rad/s
n 3 3

1 1
= 2 = 0,500. 0,07352 .69,08 =0,0 . /
2 2
Dengan menggunakan hukum kekekalan momentum sudut, dapat di cari
2 di mana diketahui 1 = 0,5 kg dan 1 = 69,08 rad/s dengan perumusan
sebagai berikut :
1 = 2
1 1 = 2 2
1 1
1 1 1 = 2 2 2
2 2
Karena 1 = 2 maka persamaan tersebut menjadi:
1 1 = 2 2
20

1
2 =
2 1
Maka 2 dari masing-masing piringan dapat dicari dengan menggunakan rumus
1
2 =
2 1

1. Untuk Piringan bermassa 750 gr


kecepatan sudut 2
1
2 =
2 1
0,5 kg
2 = 69,08 rad/s
0,75 kg
2
2 = . 69,08 rad/s
3
2 = , /
Momentum Sudut 2
1 1
2 = 2 = 0,750. 0,07352 .46,05333333 =0,0 . /
2 2
2. Untuk Piringan bermassa 1000 gr
kecepatan sudut 2
1
2 =
2 1
0,5 kg
2 = 69,08 rad/s
1,0 kg
1
2 = . 69,08 rad/s
2
2 = , /
Momentum Sudut 2
1 1
2 = 2 = 1,000. 0,07352 .34,54 =0,0 . /
2 2
21

C. ANALISA KUALITATIF
Dari hasil praktikum dan percobaan yang di lakukan, di dapatkan
hasil praktikum yang disajikan dalam Table 4.9 dan Tabel 4.10
Tabel 4.9 Data Perbandingan Kecepatan Sudut Hasil Praktikum dengan Teori
Massa Kecepatan Sudut (rad/s)
No
m (Kg) Teori Praktikum
1 0,500 69,08 (6,908 0,0000). 101
2 0,750 46,05333333 (5,23 0,21). 101
3 1,000 34,54 (4,0 0,2). 101
4 1,250 27,632 (3,1400 0,0000). 101

Tabel 4.10 Data Perbandingan Momentum Sudut Hasil Praktikum dengan


Teori
Massa Momentum Sudut (Kg. m2 /s)
No
m (Kg) Teori Praktikum
1 0,500 0,093296857 (9,3297 0,0000). 102
2 0,750 0,093296857 (1,06 0,04). 101
3 1,000 0,093296857 (1.1 0,1). 101
4 1,250 0,093296857 (1.0602 0,0000). 101

Dari Tabel 4.9, hasil praktikum dapat menunjukkan bahwa semakin


besar massa m piringan yang digunakan maka semakin kecil kecepatan sudut
benda tersebut. Hal ini sesuai dengan hukum kekekalan momentum sudut,
yang ditunjukkan pada persamaan berikut:
Jika = 0 maka:
1 = 2
(4.1)
22

1 1 = 2 2
(4.2)
1 1
1 1 1 = 2 2 2 2
2

(4.3)
Karena 1 = 2 maka persamaan tersebut menjadi:
1 1 = 2 2

2 = 1 1
2

(4.4)
Namun dari tabel tersebut, hasil praktikum belum sesuai dengan hasil
hitungan, di mana hal ini mempengaruhi nilai momentum sudut L yang
ditunjukkan dalam Tabel 4.10. Momentum sudut L dari hasil praktikum
berbeda dengan teori, yakni momentum sudut L hasil praktikum berbeda
setiap penambahan massa m. Hal tersebut mungkin di sebabkan oleh
beberapa hal sebagai berikut :
a. Sumber tegangan yang digunakan adalah sumber arus PLN yang setiap
saat dapat berubah input teganganya, meskipun sudah memakai adaptor.
Sehingga berpengaruh terhadap putaran alat praktikum tersebut.
b. Ada beberapa gaya gesekan yang diabaikan.
Dari analisa kualitatif tersebut diketahui bahwa hasil percobaan tidak
sepenuhnya sesuai dengan teori. Walaupun demikian, setidaknya pembuatan
alat ini diharapkan dapat menjadi alat peraga untuk menunjukan pengaruh
massa terhadap kecepatan sudut dengan menggunakan Hukum Kekekalan
Momentum Sudut.