Anda di halaman 1dari 45

PELAKSANAAN PROGRAM

PENGEMBANGAN SEKOLAH MODEL DAN SEKOLAH IMBAS


IMPLEMENTASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN


DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan yang maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat-Nya
sehingga Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi Sistem Penjaminan Mutu
Internal (SPMI) di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat terlaksana dengan baik.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2013 mengamanatkan setiap Satuan
Pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. Penjaminan mutu
pendidikan tersebut bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan (SNP). Penjaminan
dan peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggungjawab satuan pendidikan yang harus didukung oleh
Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangan masing-
masing.
Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi Sistem Penjaminan Mutu
Internal (SPMI) dirancang untuk mengembangkan beberapa satuan pendidikan yang akan menjadi model
penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri, sehingga dapat dijadikan sebagai model bagi satuan
pendidikan lain yang akan menerapkan penjaminan mutu pendidikan. Agar pelaksanaan program dapat berjalan
dengan baik perlu dilakukan koordinasi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan di Daerah
Istimewa Yogyakarta.
Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah
berpartisipasi dalam kegiatan ini. Akhirnya kami berdoa, semoga kegiatan ini bermanfaat untuk kemajuan
pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Yogyakarta, Desember 2016

Kepala LPMP D.I. Yogyakarta, Kasi PMS LPMP D.I. Yogyakarta

Dr.Subiyantoro,M.Pd. Dra. Titi Sulistiyani


NIP. 19590809 198503 1 002 NIP. 19630827 199303 2 001

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 |1
BAB I penerapan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal
PENDAHULUAN (SPME) sesuai tugas dan kewenangannya, akan
memperkuat upaya satuan pendidikan dalam
A. Latar Belakang memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu
Peraturan Pemerintah Republik sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
Indonesia Nomor 32 tahun 2013 mengamanatkan
Pada tahun 2016, Direktorat Jenderal
setiap Satuan Pendidikan pada jalur formal dan
Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui Lembaga
nonformal wajib melakukan penjaminan mutu
Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP),
pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan tersebut
memprogramkan pengembangan sekolah model
bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar
dan sekolah imbas implementasi Sistem
Nasional Pendidikan (SNP). Penjaminan dan
Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Program ini
peningkatan mutu pendidikan merupakan dirancang untuk mengembangkan beberapa satuan
tanggungjawab satuan pendidikan yang harus pendidikan yang akan menjadi model penerapan
didukung oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah penjaminan mutu pendidikan secara mandiri,
Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai sehingga dapat dijadikan sebagai model bagi
dengan kewenangan masing-masing. Pada level satuan pendidikan lain (disebut sekolah imbas)
Pemerintah Pusat penjaminan dan peningkatan dalam menerapkan penjaminan mutu pendidikan,
mutu pendidikan dilaksanakan oleh Kementerian sehingga terjadi pola pengimbasan pelaksanaan
Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat penjaminan mutu hingga ke seluruh satuan
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi
Pada level Pemerintah Daerah oleh Dinas seluruh pemangku kepentingan (stakeholders)
Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota. pendidikan di sekolah, memiliki kesatuan hati,
tekad, pendapat, dan tujuan, untuk melangkah
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
bersama-sama memajukan pendidikan dalam
Nomor 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan
melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dalam
Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah memberi
rangka mencapai atau melampaui Standar Nasional
rambu-rambu, bahwa peningkatan mutu pendidikan Pendidikan (SNP).
dilakukan atas dasar prinsip keberlanjutan,
terencana, dan sistematis dengan kerangka waktu B. Dasar Hukum
dan target capaian yang jelas. Setiap satuan 1. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003
pendidikan beserta seluruh komponen didalamnya tentang Sistem Pendidikan Nasional
memiliki tanggung jawab dalam penjaminan dan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
peningkatan mutu pendidikan, serta memiliki pola 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran
pikir bahwa mutu dan kepuasan pelanggan adalah Republik Indonesia Nomor 4301);
prioritas utama (budaya mutu). Oleh karena itu 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
untuk melaksanakan penjaminan mutu, sekolah tentang Standar Nasional Pendidikan
perlu melibatkan seluruh komponen satuan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 41,
pendidikan (whole school development approach) Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496)
untuk bersama-sama memiliki budaya mutu, yaitu sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
kesadaran kolektif seluruh ekosistem satuan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang
pendidikan untuk mendorong terjadinya proses Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor
pencapaian dan peningkatan mutu yang tiada henti, 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional

terus-menerus, dan berkelanjutan yang diwujudkan Pendidikan (Lembaran Negara Republik


Indonesia Nomor 5410);
melalui penjaminan mutu secara mandiri sesuai
Standar Nasional Pendidikan. Dukungan dan
fasilitasi institusi-institusi pendidikan dalam

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 |2
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2. Pola pengimbasan penerapan penjaminan
28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah sehingga
Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah seluruh sekolah mampu menerapkan
penjaminan mutu pendidikan secara mandiri
C. Tujuan pada tahun 2019
1. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan D. Hasil yang Diharapkan
standar nasional pendidikan serta menciptakan Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan
budaya mutu pendidikan di satuan pendidikan. program pengembangan sekolah model dan
sekolah imbas implementasi Sistem Penjaminan
2. Tujuan Khusus Mutu Internal (SPMI) adalah :
Tujuan Program Pengembangan Sekolah Model 1. Sekolah dapat menerapkan penjaminan mutu
dan Sekolah Imbas Implementasi Sistem pendidikan secara mandiri;
Penjaminan Mutu Internal (SMPI) antara lain
2. Sekolah dapat meningkatkan mutu sesuai
mengembangkan :
Standar Nasional Pendidikan (SNP);
1. Sekolah model sebagai percontohan sekolah
3. Sekolah memiliki budaya mutu.
berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP)
melalui penerapan penjaminan mutu
pendidikan secara mandiri.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 |3
BAB II seluruh siklus penjaminan mutu pendidikan secara
PELAKSANAAN KEGIATAN sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga budaya
mutu tumbuh dan berkembang secara mandiri pada
sekolah tersebut. Sekolah model memiliki tanggung
Sekolah model adalah sekolah yang
jawab mengimbaskan praktik baik penerapan
ditetapkan dan dibina oleh Lembaga Penjaminan
penjaminan mutu pendidikan kepada lima sekolah di
Mutu Pendidikan (LPMP) untuk menjadi sekolah
sekitarnya, sekolah yang diimbaskan ini selanjutnya
acuan bagi sekolah lain di sekitarnya dalam
disebut dengan sekolah imbas. Desain Program
penerapan penjaminan mutu pendidikan secara
Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi
mandiri, melalui implementasi Sistem Penjaminan
SPMI LPMP D.I. Yogyakarta seperti Gambar 2.1.
Mutu Internal (SPMI). Sekolah model menerapkan

Gambar 2.1. Desain Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi Sistem Penjaminan
Mutu Internal (SPMI) Tahun 2016 LPMP D.I. Yogyakarta

Rakor Sekolah Model (KEG I) Rakor Penyaluran Bantuan Sekolah Model Rakor Sekolah Model (KEG II)
Sosialiasi Program Sosialisasi program (model dan Imbas) Evaluasi Program
Penentuan sasaran (Model Penjelasan teknis bantuan operasional Persiapan Bimteks dan
dan Imbas) Penandatanganan MoU Monev
Penyaluran bantuan operasional
Penentuan Fasilitator Daerah
Menentukan TPK Workshop Sekolah
(Pendamping) Model

Pelatihan Sistem Penjaminan


Mutu Pendidikan (SPMP) bagi Workshop Sekolah Model
Tim PMP Daerah
Mempersiapkan tim pendamping/ Pembekalan dan peningkatan
petugas bimtek sekolah model kapasitas sekolah model

Bimtek dan Monev Sekolah Model


Evaluasi, Bimbingan teknis dan
Implementasi Program Peningkatan Supervisi Implementasi
Mutu (RTL Worshop Sekolah Model) Program Peningkatan Mutu
(RTL Workshop Sekmod)

Wokshop Pengembangan SPMI bagi


Sekolah Imbas
Bidang Manajemen (KEG I)
Bidang akademik/pembelajaran (KEG
II)

Bimtek dan Monev Tim PMP


Daerah
Evaluasi, Bimbingan teknis dan Implementasi Program Peningkatan
Supervisi Implementasi Program Mutu (RTL Worshop SPMI)
Peningkatan Mutu (RTL SPMI Sek
Imbas)

Potret Sekolah Model


Publikasi Praktek-praktek Baik (good
ptactices) ImplementasiSPMI pada Sekolah
Model

Gambar 2.1. menunjukkan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi Sistem
Penjaminan Mutu Internal terdiri dari kegiatan koordinasi dan sosialisasi, persiapan petugas pendamping program,
workshop SPMI bagi sekolah model dan sekolah imbas, pemberian dana stimulan pengembangan SPMI bagi sekolah
model, serta kegiatan pendampingan pengembangan SPMI di sekolah model dan sekolah imbas melalui
pembimbingan dan monitoring.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 |2
A. Rapat Koordinasi Sekolah Model Ke-1 : 3. Penentuan calon petugas pendamping
Koordinasi dan Sosialisasi Program Sekolah pengembangan sekolah model dan imbas SPMI.
Model dan Sekolah Imbas Implementasi 4. Harmonisasi dan sinkronisasi Program
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Penjaminan Mutu Pendidikan, khususnya dalam
Kegiatan ini dilaksanakan untuk Pengembangan Sekolah Model Implementasi
mensosialisasikan kepada pemerintah daerah serta Sistem Penjaminan Mutu Internal,
stakeholder pendidikan di D.I.Yogyakarta terkait 5. Menjaring peran serta seluruh stakeholders
penerapan penjaminan mutu pendidikan dengan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta
mengembangkan sekolah model dan pola dalam Penjaminan Mutu Pendidikan melalui Tim
pengimbasannya. Seluruh pedoman, petunjuk Jejaring Penjaminan Mutu Pendidikan.
pelaksanaan, dan modul yang telah disusun oleh tim Rakor dilaksanakan selama 1 (satu) hari pada tanggal
penjaminan mutu pendidikan pusat disampaikan 23 Agustus 2016 dihadiri oleh peserta dari LPMP D.I.
dalam kegiatan sosialisasi. Tujuan kegiatan ini adalah Yogyakarta serta 21 (dua puluh satu) orang dari Dinas
untuk : Dikpora DIY, Dinas Pendidikan Kab/Kota se-DIY,
1. Sosialisasi dan Sinkronisasi Program Badan Akreditasi Sekolah D.I. Yogyakarta, Kanwil
Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah KEMENAG D.I. Yogyakarta. Tabel II-1 menyajikan
Imbas Implementasi Sistem Penjaminan Mutu rekapitulasi jumlah peserta yang hadir dari luar LPMP
Internal (SPMI). D.I. Yogyakarta.
2. Penentuan calon sasaran sekolah model dan
sekolah imbas SPMI.

Tabel II-1. Rekapitulasi Kehadiran Peserta Rapat Koordinasi Program Sekolah Model Implementasi Sistem
Penjaminam Mutu Internal (SPMI) Tahun 2016 dari Unsur Dinas Pendidikan DIY, Dinas Pendidikan Kab/Kota se-DIY,
Kanwil Kemenag DIY, Badan Akreditasi DIY, dan BAPPEDA DIY.

No Unit Kerja Jumlah Peserta Keterangan


1 Dinas Dikpora DIY 2 orang
2 Badan Akreditasi Sekolah DIY 1 orang
3 Kanwil KEMENAG DIY 1 orang Dikpora DIY : Kabid dan Kasi yang
mengurusi SMA/SMK
4 Dinas Dikpora Kab. Gunungkidul 5 orang BAP : Ketua BAP
5 Dinas Pendidikan Kab. Kulon Progo 2 orang Kanwil KEMENAG : Kabid
6 Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 4 orang Persekolahan
7 Dinas Dikpora Kab. Sleman 1 orang Dikpora Kab/Kota : Kabid/Kasi SD,
SMP, SMA/SMK
8 Dinas Pendidikan Dasar Kab. Bantul 2 orang
9 Dinas Dikmenof Kab. Bantul 2 orang
10 BAPPEDA Provinsi D.I. Yogyakarta 1 orang
Jumlah 21 orang

(a) (b)
Gambar 2.2. Dokumentasi Kegiatan Rapat Koordinasi Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), 23 Agustus 2016. Gambar (a) Kepala LPMP D.I.
Yogyakarta, Dr. Subiyantoro, M.Pd, memaparkan materi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan sesuai Permendikbud
28 Tahun 2016. Gambar (b) Peserta serius mengikuti koordinasi.

1. Sekolah Model dan Sekolah Imbas 100 sekolah imbas. Sebagai tindak lanjut koordinasi,
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu masing-masing Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
Internal (SPMI) menyampaikan usulan sekolah model dan sekolah
Tahun 2016 LPMP D.I. Yogyakarta melaksanakan imbas. Tabel II-2 s.d.Tabel II-4 menyajikan daftar
Program Pengembangan Sekolah model dan Sekolah sekolah model dan sekolah imbas untuk masing-
Imbas Implementasi SPMI bagi 20 sekolah model dan masing wilayah Kabupaten/Kota.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 |3
Tabel II-2. Daftar Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
Kabupaten Bantul.
NAMA SEKOLAH
NO JENJANG
SEKOLAH MODEL SEKOLAH IMBAS
SD NEGERI 2
1 SD 1 SD 1 PADOKAN
PADOKAN
2 SD WINONGGO
3 SD MUH. SENGGOTAN
4 SD KANISIUS KEMBARAN
5 SD 1 KASIHAN
SMP NEGERI 1
2 SMP 1 SMP 2 SEWON
SEWON
2 SMP 3 SEWON
3 SMP 4 SEWON
4 SMP MUH. SEWON
5 SMP AL MA'ARIF BAMBANGLIPURO
SMA NEGERI 1
3 SMA 1 SMAN 1 Sedayu
KASIHAN
2 SMAN 1 Sewon
3 SMAN 1 Jetis
4 SMAN 1 Pajangan
5 SMAN 3 Bantul
SMK NEGERI1
4 SMK 1 SMKN 1 Pandak
SEWON
2 SMKN 2 Sewon
3 SMK Muh Imogiri
4 SMK Al Munawir Krapyak
5 SMK Pelita Buana

Tabel II-3. Daftar Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
Kabupaten Gunungkidul dan Kota Yogyakarta.

NAMA SEKOLAH KAB/KOTA


NO JENJANG
SEKOLAH MODEL SEKOLAH IMBAS
1 SD SD Wonosari Baru 1 SDN Wonosari II Kab. Gunungkidul
2 SDN Mulo II
3 SDN Karangtengah Baru
4 SDN Selang
5 SDN Karangrejek I
2 SMP SMPN 1 Karangmojo 1 SMPN 2 Wonosari
2 SMPN 1 Semin
3 SMPN 1 Semanu
4 SMPN 1 Ponjong
5 SMPN 1 Playen
3 SMA SMAN 2 Wonosari 1 SMAN 1 Playen
2 SMAN 2 Playen
3 SMAN 1 Karangmojo
4 SMAN 1 Semin
5 SMAN 1 Tanjungsari
4 SMK SMKN 2 Wonosari 1 SMKN 1 Nglipar
2 SMKN 1 Tepus
3 SMKN 1 Saptosari
4 SMKN 1 Ponjong
5 SMKN 1 Ngawen
5 SD SD N Giwangan 1 SDN Pakel Kota Yogyakarta
2 SDN Kotagede 3
3 SDN Golo
4 SDN Warungboto
5 SDN Muhammadiyah Nitikan
6 SMP SMP N 8 Yogyakarta 1 SMP N 1 Yogyakarta

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 |4
NAMA SEKOLAH KAB/KOTA
NO JENJANG
SEKOLAH MODEL SEKOLAH IMBAS
2 SMP N 4 Yogyakarta
3 SMP N 6 Yogyakarta
4 SMP N 12 Yogyakarta
5 SMP Muhammadiyah 2 Yk
7 SMA SMA N 6 Yogyakarta 1 SMA N 4 Yogyakarta
2 SMA N 5 Yogyakarta
3 SMA N 7 Yogyakarta
4 SMA N 10 Yogyakarta
5 SMA N 11 Yogyakarta
8 SMK SMK N 5 Yogyakarta 1 SMK N 1 Yogyakarta
2 SMK N 3 Yogyakarta
3 SMK N 4 Yogyakarta
4 SMK N 6 Yogyakarta
5 SMK N 7 Yogyakarta

Tabel II-4. Daftar Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulon Progo.

NAMA SEKOLAH KAB/KOTA


NO JENJANG
SEKOLAH MODEL SEKOLAH IMBAS
1 SD SD Model 1 SDN Percobaan 3 Pakem Kab. Sleman
2 SDN Maguwoharjo Depok
3 SDN Percobaan 2 Depok
4 SDN Kalasan Baru
5 SDN Gentan Ngaglik
2 SMP SMPN 1 Godean 1 SMPN 3 Godean
2 SMPN 1 Moyudan
3 SMPN 1 Seyegan
4 SMPN 1 Minggir
5 SMPN 1 Gamping
3 SMA SMAN 1 Kalasan 1 SMAN 1 Prambanan
2 SMAN 1 Depok
3 SMAN 1 Ngemplak
4 SMAN 2 Ngaglik
5 SMAN 1 Pakem
4 SMK SMKN 1 Godean 1 SMKN 1 Tempel
2 SMK Muh. 2 Moyudan
3 SMK YPKK 1 Sleman
4 SMK YPKK 2 Sleman
5 SMK Muh Turi
5 SD SDN Brosot 1 SDN Graulan Kab. Kulon Progo
2 SDN Temon
3 SDN 1 Karangsari
4 SDN Jlaban
5 SDN 1 Samigaluh
6 SMP SMPN 4 Wates 1 SMPN 2 Wates
2 SMPN 3 Wates
3 SMPN 5 Wates
4 SMP BOPKRI Wates
5 SMP VIP Pesawat
7 SMA SMAN 1 Wates 1 SMAN 1 Sentolo
2 SMAN 1 Pengasih
3 SMAN 1 Temon
4 SMAN 1 Kalibawang
5 SMAN 1 Lendah
8 SMK SMKN 1 Pengasih 1 SMKN 1 Panjatan
2 SMKN 1 Nanggulan
3 SMKN 1 Temon
4 SMKN 1 Kokap
5 SMKN 1 Samigaluh

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 |5
2. Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Tingkat pemerintah daerah melaksanakan penjaminan mutu
Pemerintah Daerah (Tim PMP-PD) pendidikan. Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut dari
Permendikbud nomor 28 tahun 2016 rapat koordinasi dibentuk tim PMP daerah yang terdiri
tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan dari tim fasilitator daerah pengembangan sekolah
Menengah pasal 9 dan 10 mengamanatkan untuk model SPMI dan Sekretariat Tim Penjaminan Mutu
melaksanakan penjaminan mutu pendidikan, Daerah. Tabel II-5 danTabel II-6 memperlihatkan
pemerintah daerah wajib membentuk Tim Penjaminan personalia fasilitator daerah dan sekretariat
Mutu Pendidikan. Tim ini bertugas membantu penjaminan mutu pendidikan.

Tabel II-5. Fasilitator Daerah Sekolah Model Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Tim ini bertugas
memberikan pembimbingan dan pendampingan pada sekolah model dalam mengembangkan Sistem Penjaminan
Mutu Internal (SPMI).

NAMA FASILITATOR
NO NAMA SEKOLAH MODEL UNSUR KAB/KOTA
DAERAH
1 SD 2 PADOKAN Tutik Saptiningsih, M. Pd Pengawas Sekolah Kab. Bantul
SubiyatiI, M. Pd Struktural Dinas
2 SMP N 1 SEWON Drs. Waluyo, M. Pd Pengawas Sekolah
Drs. Suyatno, M. Si Struktural Dinas
3 SMAN 1 Kasihan Kun Purwanto, M.Pd. Pengawas Sekolah
Suhirman, M.Pd. Struktural Dinas
4 SMKN 1 Sewon H. Sudarman, SIP, M.Pd. Pengawas Sekolah
Sarwa Wibawa, SIP, M.Pd. Struktural Dinas
5 SD Wonosari Baru Drs. Subiyono, M.Pd. Pengawas Sekolah Kab. Gunungkidul
Tijan, S.Sos, MM Struktural Dinas
6 SMPN 1 Karangmojo Drs. Sarjono, M.Pd. Pengawas Sekolah
Sumarto, S.Pd, MM Struktural Dinas
7 SMAN 2 Wonosari Drs. Mujiman, MM Pengawas Sekolah
Dra. Indah Parmanawati,
Struktural Dinas
M.Pd.
Drs. Purwoko Lembono,
8 SMKN 2 Wonosari Pengawas Sekolah
M.Pd
Sukito, S.Pd, M.M Struktural Dinas
SD N Giwangan
9 Mardi, M.Pd Pengawas Sekolah Kota Yogyakarta
Yogyakarta
Dra. Anita Sri Madumurti,
Struktural Dinas
MM
10 SMP N 8 Yogyakarta Rudi Darmawan, M.Pd Pengawas Sekolah
Hasyim, M.Acc Struktural Dinas
Drs. Bambang Supriyono,
11 SMA N 6 Yogyakarta Pengawas Sekolah
MM
Drs. Rochmat, M.Pd Struktural Dinas
12 SMK N 5 Yogyakarta Paryoto, MT, M.Pd Pengawas Sekolah
Ngatini, S.Pd,MM Struktural Dinas
13 SD Model Dra. Mugi Rahayu, M.Pd. Pengawas Sekolah Kab. Sleman
Drs. Subardi, M.Pd. Struktural Dinas
14 SMPN 1 Godean Drs. Sudarwanto, M.Pd. Pengawas Sekolah
Drs. Bambang Joko
Struktural Dinas
Gambiro, SH, SE, M.Pd.
15 SMAN 1 Kalasan Drs. Sutarto, MM Pengawas Sekolah
Dra. Sri Wartini, M.Pd. Struktural Dinas
Drs. Warjianoko Ponco
16 SMKN 1 Godean Pengawas Sekolah
Wasana, M.Hum
Drs. Ery Widaryana, MM Struktural Dinas
17 SD Negeri Brosot Dra. Siti Hibanah, M.Pd. Pengawas Sekolah Kab. Kulon Progo
Dra. Tri Rahayuningsih Struktural Dinas
18 SMPN 4 Wates Surgiyantoro, S.Pd, M.Pd. Pengawas Sekolah
Sarjana, SE Struktural Dinas
19 SMA N 1 Wates Drs. Agus Heri Budi Wiyono Pengawas Sekolah
Dra. Henry Tatik Widayati Struktural Dinas
20 SMKN 1 Pengasih Agus Priyantoro, M.Pd. Pengawas Sekolah
Subardi, S.Pd. Struktural Dinas

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 |6
Tabel II-6. Sekretariat Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Pengembangan Sekolah Model Implementasi Sistem
Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Tim ini bertugas melakukan harmonisasi dan koordinasi pelaksanaan penjaminan
mutu pendidikan.

Jabatan/Unit Kerja
No Nama Wilayah
Dinas Sekretariat PMP
Kepala Disdikpora Kab.
1 Arif Haryono, SH. Penanggungjawab Kab. Sleman
Sleman
2 Halim Sutono, SH. Dinas Dikpora Kab. Sleman Koordinator
3 St. Haenry D, SH. Dinas Dikpora Kab. Sleman Anggota
4 Fajar Taufiq Dinas Dikpora Kab. Sleman Anggota
5 Missa Serriawati, SS. LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
6 Dwi Wahyu Ratna H, M.Pd. LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
7 Drs. Sudodo, MM. Kepala Disdikpora Kab. GK Penanggungjawab Kab. G. kidul
8 Sri Andari, M.Pd. Kabid TK-SD Dikpora Kab. GK Koordinator
9 Drs. Kusmanto Kabid PLP Dikpora Kab. GK Anggota
Kabid DIKMEN Dikpora Kab.
10 Sukito, MM. Anggota
GK
11 Dr. Arwan Rifa'i, M.Pd. LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
12 Mustari, M.Si. LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
Kepala Dinas Dikdas Kab.
13 Drs. Totok Sudarto, M.Pd. Penanggungjawab Kab. Bantul
Bantul
14 Dra. Titi Sulistiyani, M.Pd. Kasi PMS LPMP DIY Koordinator
15 Supri Hastuti, MM. Dinas Dikdas Kab. Bantul Anggota
16 Slamet Pamuji, M.Pd. Kabid SD Dikdas Kab. Bantul Anggota
Hengky Fitriansyah, S.Si.,
17 LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
M.Pd.
18 Nurul Hidayati, MM. LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
Drs. Masharun Ghozali, Kepala Dinas Dikmenof
19 Penanggungjawab
MM. Bantul
20 Sukarjo, M.Pd. Kabid Dinas Dikmenof Bantul Koordinator
Ristiani Musyarofah, S.Sos.,
21 LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
M.Pd.
22 Nasuha Abdul Aziz, M.Eng. LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
23 Afiat Danifudin, S.Sos. LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
24 Slamet Lestariningsih LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
25 Drs. Sumarsana, M.Si. Kepala Disdik Kab. KP Penanggungjawab Kab. K. Progo
26 Sumadi Dinas Pendidikan Kab. KP Koordinator
27 EM. Satya Rahadi K, S.Pd. Dinas Pendidikan Kab. KP Anggota
28 Tri Wasono Dinas Pendidikan Kab. KP Anggota
29 Tri Maryunanto, SH. LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
30 Ni Ketut Daswati, S.Pd. LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
Drs. Edy Heri Suasana,
31 Kepala Disdik Kota YK Penanggungjawab Kota YK
M.Pd.
Budi Santosa Asrori, SE.,
32 Kabid Disdik Kota YK Koordinator
M.Si.
33 Dra. Suhartati Kabid Disdik Kota YK Anggota
Drs. Sugeng Mulyo Subono,
34 Kabid Disdik Kota YK Anggota
M.Pd.
35 Dody Arianto, ST., M.Pd. LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
36 Dwi Widiyanti, M.Hum. LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
37 Dr. Subiyantoro, M.Pd. Kepala LPMP DIY Penanggungjawab Provinsi DIY
38 Triana Purnamawati, MM. Dinas Dikpora DIY Koordinator
39 Janiari, S.Pd. Dinas Dikpora DIY Anggota
40 Sinta Ari Dewi, S.IP. LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
Satyanto Budi Raharjo,
41 LPMP D.I. Yogyakarta Anggota
M.Acc.
42 Anita Nurrokhmah, SE. LPMP D.I. Yogyakarta Anggota

Tugas Tim Penjaminan Mutu Pendidikan adalah : B. Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu
a. melakukan pembinaan, pembimbingan, Pendidikan (SPMP) bagi Tim Penjaminan
pendampingan, dan supervisi terhadap satuan Mutu Pendidikan (PMP) Daerah
pendidikan dalam pengembangan SPMI-
Program Pengembangan Sekolah Model
Dikdasmen di satuan pendidikan;
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan ini
b. memetakan mutu pendidikan dan pelaksanaan
dirancang untuk mengembangkan beberapa satuan
SPMI-Dikdasmen di satuan pendidikan;
pendidikan yang akan menjadi model penerapan
c. menyusun laporan rekomendasi strategi
peningkatan mutu pendidikan. penjaminan mutu pendidikan secara mandiri,
sehingga dapat dijadikan sebagai model bagi satuan
pendidikan lain yang akan menerapkan penjaminan

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 |7
mutu pendidikan. Agar pelaksanaan program dapat memfasilitasi satuan pendidikan mengembangan
berjalan dengan baik perlu adanya pendampingan, sistem penjaminan mutu pendidikan internal (SPMI).
pembimbingan, dan pembinaan kepada satuan Sedangkan tujuan khusus adalah meningkatkan
pendidikan sehingga dibentuk tim Penjaminan Mutu pemahaman peserta terhadap:
Pendidikan (PMP) di tingkat daerah. Tim PMP daerah a. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
beranggotakan pengawas sekolah maupun unsur b. Isu-isu Kritis Terkait Mutu Pendidikan
dinas pendidikan lainnya selaku institusi pembina c. Standar Nasional Pendidikan
sekolah. Untuk meningkatkan kapasitas tim PMP d. Konsep dan strategi pelaksanaan Sistem
daerah dalam penjaminan mutu pendidikan, pada Penjaminan Mutu Internal
tahun 2016 LPMP D.I. Yogyakarta melaksanakan e. Pemetaan Mutu Satuan Pendidikan
kegiatan Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu bagi Tim f. Penyusunan Rencana Pemenuhan Mutu
PMP daerah. Pelatihan dirancang sefleksibel mungkin g. Pelaksanaan pemenuhan dan peningkatan
baik dari sisi materi maupun metode pelatihan kualitas pengelolaan sekolah
sehingga dapat diikuti oleh semua peserta dari h. Pelaksanaan Pemenuhan dan peningkatan
berbagai level. Oleh karena itu, ruang lingkup kualitas pembelajaran sekolah
pelatihan tidak hanya tersampaikannya substansi i. Penyusunan rencana dan pelaksanaan evaluasi
yang harus diterima oleh peserta pelatihan namun pelaksanaan penjaminan mutu internal
juga termasuk keterampilan yang harus dimiliki oleh Peserta workshop adalah fasilitator daerah calon
peserta setelah mengikuti pelatihan untuk pendamping pengembangan sekolah model SPMI,
menjalankan peran dan fungsi masing-masing dalam terdiri dari unsur pengawas dan struktural dinas
penerapan penjaminan mutu internal di sekolah. dengan jumlah 40 (empat puluh) orang dari 5
Tujuan umum pelatihan SPMP bagi Tim kabupaten/kota yang ada di Daerah Istimewa
PMP Darah adalah untuk meningkatkan kapasitas tim Yogyakarta. Materi yang diberikan oleh narasumber
Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) daerah dalam seperti dalam Tabel II-7 di bawah ini.
Tabel II-7. Deskripsi Materi Kegiatan Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan bagi Tim Penjaminan Mutu
Pendidikan

No Materi Deskripsi Materi


Grand Design PMP: Filosofi dan konsep penjaminan mutu pendidikan
1
Strategi Implementasi strategi implementasi penjaminan mutu pendidikan
penjaminan mutu pendidikan ditinjau dari regulasi perundang-undangan : UU
Kebijakan Ditjen Dikdasmen No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP 19 Tahun 2005, dan
2
Kemendikbud tentang PMP Permendikbud no tentang sistem penjaminan mutu pendidikan
penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah
Desain Program Pengembangan desain dan tahapan program pengembangan sekolah model PMP
3 Sekolah Model PMP dan Peran peran berbagai stakeholder pendidikan dalam pengembangan sekolah model
Fasda SPMI
menggambarkan kondisi pendidikan di Indonesia saat ini berdasarkan standar
Isu-isu Kritis Terkait Mutu nasional pendidikan.
4
Pendidikan menggambarkan persoalan dan harapan terkait mutu pendidikan di sekolah
diskusi untuk memahami kondisi pendidikan
menjelaskan tujuan pendidikan nasional Indonesia sebagai akar dari standar
nasional pendidikan
menemu kenali prinsip penyelenggaraan pendidikan dari peraturan
5 Standar Nasional Pendidikan perundang-undangan.
menggali mutu pendidikan sesuai standar nasional pendidikan.
menguraikan komponen dan indikator standar nasional pendidikan di
Indonesia
menjelaskan cara untuk memenuhi standar nasional pendidikan melalui PMP.
menjelaskan tentang pengertian, tujuan, fungsi, dan komponen PMP.
6 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
menyebutkan pihak-pihak yang berperan dalam pemenuhan SNP.
menyusun daftar peran para pihak dalam penjaminan mutu pendidikan
menggambarkan siklus penjaminan mutu internal
Konsep Sistem Penjaminan Mutu menjelaskan tahapan dalam siklus SPMI
7
Internal menjelaskan definisi dan tujuan masing-masing tahapan dalam siklus dengan
benar
prosedur dan mekanisme pemetaan mutu/EDS.
8 Pemetaan Mutu Satuan Pendidikan
praktek memfasilitasi pelaksanaan pemetaan mutu di satuan pendidikan
Penyusunan Rencana Pemenuhan menyusun rencana pemenuhan mutu berdasarkan hasil pemetaan mutu EDS
9
Mutu praktik memfasilitasi proses penyusunan rencana pemenuhan mutu
menjelaskan mekanisme pemenuhan mutu satuan pendidikan.
Pelaksanaan pemenuhan dan menggambarkan teknik dalam membangun partisipasi dalam menyusun
10
peningkatan kualitas pengelolaan dokumen implementasi pemenuhan mutu/RKS-RKAS
Praktik menyusun dokumen implementasi pemenuhan mutu/RKS-RKAS
Pelaksanaan pemenuhan dan Prasedur Pelaksanaan Pembelajaran sesuai Standar Proses.
11 peningkatan kualitas pembelajaran Model dan strategi pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan
sekolah Praktek merencanakan dan melaksanakan pembelajaran

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 |8
No Materi Deskripsi Materi
membuat dokumen rencana evaluasi
Penyusunan rencana dan
12 menjelaskan mekanisme monitoring dan evaluasi/audit pemenuhan dan
pelaksanaan evaluasi
peningkatan mutu sesuai rencana
menyusun rencana tindak lanjut pendampingan pengembangan sekolah model
SPMI : Workshop SPMI dan Pendampingan
13 Rencana Tindak Lanjut
menyusun usulan tindak lanjut pemberdayaan tim PMP daerah kepada Dinas
Pendidikan Kab/Kota
Tes untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi pelatihan sebelum dan
14 Pre Test dan Post Test
setelah pelatihan

Setelah mengikuti workshop peserta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman terhadap materi yang
diajarkan, sehingga memiliki kompetensi untuk melaksanakan pendampingan pengembangan SPMI pada sekolah
model.

Gambar 2.2. Dokumentasi Kegiatan Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu bagi Tim PMP daerah. Gambar (a) Sesi
pemaparan materi oleh narasumber. Gambar (b) Peserta serius mengikuti kegiatan dan melaksanakan diskusi
kelompok

C. Workshop Sekolah Model Workshop dilaksanakan untuk


Program Pengembangan Sekolah Model meningkatkan kapasitas tim Penjaminan Mutu
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan (PMP) di sekolah dalam
dirancang untuk mengembangkan beberapa satuan mengimplementasikan sistem penjaminan mutu
pendidikan yang akan menjadi model penerapan internal (SPMI) di satuan pendidikan. Tujuan khusus
penjaminan mutu pendidikan secara mandiri, workshop adalah meningkatkan pemahaman peserta
sehingga dapat dijadikan sebagai model bagi satuan terhadap materi materi Sistem penjaminan mutu
pendidikan lain yang akan menerapkan Sistem internal diantaranya Sistem Penjaminan Mutu
Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Sekolah model Pendidikan, Isu-isu Kritis Terkait Mutu Pendidikan,
diharapkan dapat mengimbaskan pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan, Konsep dan strategi
penjaminan mutu hingga ke seluruh satuan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal,
pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Agar Pemetaan Mutu Satuan Pendidikan, Penyusunan
pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik Rencana Pemenuhan Mutu, Pelaksanaan pemenuhan
perlu dilakukan workshop sekolah model dengan dan peningkatan kualitas pengelolaan sekolah,
tujuan untuk meningkatkan kapasitas tim Penjaminan Pelaksanaan Pemenuhan dan peningkatan kualitas
Mutu Satuan Pendidikan dalam melaksanakan Sistem pembelajaran sekolah, Penyusunan rencana dan
Penjaminan Mutu Pendidikan Internal. Workshop pelaksanaan evaluasi pelaksanaan penjaminan mutu
sekolah model dirancang sefleksibel mungkin baik internal.
dari sisi materi maupun metode workshop sehingga Workshop Sekolah di susun dengan pola
setelah kegiatan, peserta tidak hanya memahami 34 jam pelatihan dengan materi mencakup konsep,
substansi materi, namun juga memiliki keterampilan kebijakan dan strategi implementasi penjaminan mutu
untuk menjalankan peran dan fungsi masing-masing pendidikan internal di satuan pendidikan. Deskripsi
dalam penerapan penjaminan mutu internal di masing-masing materi disajikan dalam Tabel II-8
sekolah. dibawah ini.

Tabel II-8. Deskripsi Materi Workshop Sekolah Model Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun
2016

No Materi Deskripsi Materi


1 Kebijakan Ditjen Dikdasmen penjaminan mutu pendidikan ditinjau dari regulasi perundang-undangan :
Kemendikbud tentang PMP UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP 19 Tahun
2005, dan Permendikbud no 63 Tahun 2009 tentang sistem penjaminan
mutu pendidikan
penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah
2 Isu-isu Kritis Terkait Mutu Pendidikan menggambarkan kondisi pendidikan di Indonesia saat ini berdasarkan
standar nasional pendidikan.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 |9
No Materi Deskripsi Materi
menggambarkan persoalan dan harapan terkait mutu pendidikan di sekolah
diskusi untuk memahami kondisi pendidikan
3 Standar Nasional Pendidikan menjelaskan tujuan pendidikan nasional Indonesia sebagai akar dari standar
nasional pendidikan
menemu kenali prinsip penyelenggaraan pendidikan dari peraturan
perundang-undangan.
menggali mutu pendidikan sesuai standar nasional pendidikan.
menguraikan komponen dan indikator standar nasional pendidikan di
Indonesia
4 Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan menjelaskan cara untuk memenuhi standar nasional pendidikan melalui
PMP.
menjelaskan tentang pengertian, tujuan, fungsi, dan komponen PMP.
menyebutkan pihak-pihak yang berperan dalam pemenuhan SNP.
menyusun daftar peran para pihak dalam penjaminan mutu pendidikan
5 menggambarkan siklus penjaminan mutu internal
Konsep Sistem Penjaminan Mutu menjelaskan tahapan dalam siklus SPMI
Internal menjelaskan definisi dan tujuan masing-masing tahapan dalam siklus dengan
benar
6 prosedur dan mekanisme pemetaan mutu/EDS.
Pemetaan Mutu Satuan Pendidikan
praktek memfasilitasi pelaksanaan pemetaan mutu di satuan pendidikan
7 Penyusunan Rencana Pemenuhan menyusun rencana pemenuhan mutu berdasarkan hasil pemetaan mutu EDS
Mutu praktik memfasilitasi proses penyusunan rencana pemenuhan mutu
8 Pelaksanaan pemenuhan dan menjelaskan mekanisme pemenuhan mutu satuan pendidikan.
peningkatan kualitas pengelolaan menggambarkan teknik dalam membangun partisipasi dalam menyusun
dokumen implementasi pemenuhan mutu/RKS-RKAS
Praktik menyusun dokumen implementasi pemenuhan mutu/RKS-RKAS
9 Pelaksanaan pemenuhan dan Prasedur Pelaksanaan Pembelajaran sesuai Standar Proses.
peningkatan kualitas pembelajaran Model dan strategi pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan
sekolah Praktek merencanakan dan melaksanakan pembelajaran
10 Penyusunan rencana dan pelaksanaan membuat dokumen rencana evaluasi
evaluasi menjelaskan mekanisme monitoring dan evaluasi/audit pemenuhan dan
peningkatan mutu sesuai rencana

11 Rencana Tindak Lanjut menyusun rencana tindak lanjut pendampingan pengembangan sekolah
model SPMI : Workshop SPMI dan Pendampingan
menyusun usulan tindak lanjut pemberdayaan tim PMP daerah kepada Dinas
Pendidikan Kab/Kota
12 Pelaksanaan Komitmen Menjelaskan peran dan fungsi seluruh komponen satuan pendidikan dalam
implementasi SPMI
Penandatangan komitmen implementasi SPMI
13 Pre Test dan Post Test Tes untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi workshop, sebelum
dan setelah mengikuti workshop

Workshop Sekolah Model dilaksanakan bekerjasama Penjaminan Mutu Pendidikan, sebagai fasilitator/
dengan Dinas Pendidikan dengan memberdayakan narasumber, serta sekretariat tim penjaminan mutu
tim Penjaminan Mutu Pendidikan tingkat Pemerintah pendidikan sebagai pelaksana kegiatan .
Daerah (Tim PMP-PD) yang telah mengikuti pelatihan

(a)

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 10
(b)

(c)
Gambar 2.3. Dokumentasi Kegiatan Workshop Sekolah Model. (a) SesiPembukaan dan Pemaparan materi Workshop
Sekolah Model Kab. Gunungkidul. Tampak Drs. Sudodo, MM, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Gunungkidul hadir
padaacara pembukaan, serta Kepala LPMP D.I. Yogyakarta, Dr. Subiyantoro, M.Pd, menyampaikan materi tentang
Kebijakan Kemendikbud tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal (b) sesi kerja kelompok dan diskusi peserta
Workshop Sekolah Model Kab. Gunungkidul. Gambar (c) Pemaparan materi dan diskusi kelompok pada Workshop
Sekolah Model Kab. Bantul

Workshop diikuti oleh 120 (seratus dua 6. Perbaikan proses pembelajaran mulaidari bedah
puluh) orang peserta dari 20 (dua puluh) sekolah dokumen perencanaan pembelajaran, dan
model jenjang SD, SMP, SMA, SMK. Masing-masing supervisi pembelajaran
sekolah model mengirimkan 6 (enam) orang terdiri 7. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan rencana
dari kepala sekolah, guru, operator dapodik, dan pemenuhan mutu
komite sekolah. Workshop Sekolah Model mampu Rencana implementasi SPMI yang disusun oleh
meningkatkan pemahaman peserta tentang satuan pendidikan akan dijadikan acuan oleh Tim
implementasi Sistem Penjaminan mutu Internal, dari PMP-PD ketika melaksanakan pendampingan dan
konsep sampai dengan tahapan siklus SPMI dari pembimbingan pengembangan SPMI di sekolah
pemetaan mutu satuan pendidikan berdasarkan model.
Standar Nasional Pendidikan, identifikasi masalah
D. Rapat Koordinasi Penyaluran Bantuan
mutu, analisis akar masalah, penyusunan rencana
Sekolah Model
pemenuhan mutu (baik bidang manajemen
Seperti telah disebutkan pada bagian
pengelolaan sekolah maupun pelaksanaan
sebelumnya, sebagai tindak lanjut workshop sekolah
pembelajaran), serta penyusunan rencana dan
model, masing-masing sekolah model telah menyusun
pelaksanaan evaluasi pelaksanaan penjaminan mutu
rencana pengembangan Sistem Penjaminan Mutu
internal. Hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam
Internal (SPMI) mulai dari kegiatan sosialisasi SPMI,
pelaksanaan workshop antara lain proses transfer
pembentukan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan,
materi dari narasumber/fasilitator daerah kepada
pemetaan mutu sekolah, bedah RKAS, maupun
peserta belum sepenuhnya dipahami sehingga
perbaikan proses pembelajaran. Untuk mendukung
diperlukan pendalaman secara teori dan praktik dalam
kegiatan ini, LPMP D.I. Yogyakarta memberikan
pelaksanaan pendampingan di sekolah model. Pada
bantuan stimulan sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh
akhir kegiatan workshop, setiap sekolah model
juta rupiah) kepada masing-masing sekolah.
menandatangani komitmen untuk mengembangkan
Rapat koordinasi penyaluran bantuan
SPMI, serta menuangkannya dalam bentuk rencana
sekolah model dilakukan untuk mensosialisasikan dan
implementasi SPMI yang memuat kegiatan :
mengkoordinasikan strategi implementasi Sistem
1. Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Penjaminan Mutu Internal pada sekolah model. Pada
dan Sistem Penjaminan Mutu Internal kepada
kegiatan ini dilakukan :
seluruh warga sekolah dan stakeholder terkait
a. Pemaparan desain kegiatan sekolah model dan
seperti komite sekolah dan pengawas sekolah.
sekolah imbas SPMI
2. Pembentukan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan
b. Penjelasan tata cara penggunaan dan
(Tim PMP)
pertanggungjawaban dana stimulan bantuan
3. Pemetaan mutu sekolah berdasarkan Standar
implementasi pengembangan sekolah model
Nasional Pendidikan (SNP)
sesuai dengan panduan Petunjuk Teknis
4. Penyusunan rencana pemenuhan mutu, mulai dari
Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah
analisis permasalahan sampai dengan
Model Penjaminan Mutu Pendidikan yang
penyusunan program sekolah
disusun oleh Dirjen Dikdasmen Kemendikbud.
5. Bedah Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah
c. Pemaparan tahapan pengembangan sekolah
(RKAS) yaitu kegiatan me-review untuk
model penjaminan mutu pendidikan sesuai
melakukan revisi RKAS jika memungkinkan atau
dengan Panduan Pelaksanaan Pendampingan
menginventaris kegiatan untuk penyusunan RKAS Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan
tahun mendatang

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 11
yang disusun oleh Dirjen Dikdasmen Yogyakarta dengan dihadiri oleh 20 orang kepala
Kemendikbud sekolah model. Sesudah menerima bantuan
d. Penelitian proposal penggunaan bantuan implementasi ini, sekolah model mulai
sekolah model mempersiapkan diri untuk mengembangkan Sistem
e. Penandatanganan naskah perjanjian Penjaminan Mutu Internal. Suasana rapat koordinasi
penggunaan bantuan. seperti diperlihatkan dalam Gambar 2.4 .
Rapat koordinasi ini dilaksanakan pada tanggal 07
Oktober 2016 bertempat di Ruang Rapat 2 LPMP D.I.

Gambar 2.4. Dokumentasi Kegiatan Rapat Koordinasi Penyaluran Bantuan Sekolah Model. Gambar (a)
Drs.Taufan Agus Hanafi, M.Pd., selaku Pejabat Pembuat Komitmen LPMP D.I. Yogyakarta, menjelaskan tata
cara penggunaan dan pertanggung jawaban dana bantuan sekolah model. Gambar (b) Dra. Titi Sulistiyani,
M.Pd, Kepala Seksi PMS LPMP D.I. Yogyakarta, menjelaskan desain kegiatan sekolah model dan sekolah
imbas implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) beserta tahapan pengembangannya.

E. Rapat Koordinasi Sekolah Model Ke-2 : dapat berjalan dengan baik, perlu dilaksanakan rapat
Koordinasi dan Persiapan Kegiatan koordinasi untuk persiapan monitoring, bimbingan
Pendampingan (Bimbingan Teknik dan teknis, dan program pengimbasan SPMI kepada
Monitoring) Pengembangan SPMI sekolah imbas. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1
Pemberian bantuan stimulan bagi sekolah (satu) hari pada tanggal 14 Oktober 2016 bertempat di
model diharapkan mampu mendorong LPMP D.I. Yogyakarta, dengan mengundang pejabat
Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal struktural dinas pendidikan kab/kota/provinsi,
(SPMI) di sekolah model. Untuk mengawal pengawas sekolah dan unsur LPMP D.I. Yogyakarta
penggunaan dana bantuan tersebut serta membantu yang tergabung dalam Tim Penjaminan Mutu
sekolah mengembangkan SPMI, LPMP D.I. Pendidikan Tingkat Daerah (Tim PMP-PD).
Yogyakarta merancang kegiatan pendampingan Rekapitulasi peserta yang hadir pada kegiatan
melalui monitoring dan bimbingan teknis bagi sekolah tersebut seperti disajikan dalam Tabel II-9.
model oleh tim PMP daerah. Agar kegiatan tersebut
Tabel II-9. Rekapitulasi Kehadiran Peserta Rapat Koordinasi Program Sekolah Model Implementasi Sistem
Penjaminam Mutu Internal (SPMI) Tahun 2016 : Pesiapan Monitoring, Bimbingan Teknis, dan Pengimbasan Program
dari Unsur Dinas Pendidikan Kab/Kota se-DIY.
No Unit Kerja Jumlah Peserta Keterangan
1 Disdikpora Kab. Sleman 6 orang
2 Disdik Kota Yogyakarta 4 orang
Peserta yang hadir adalah Tim PMP daerah yang
3 Dikmenof Kab. Bantul 3 orang menyampaikan materi dalam wokshop Sekolah Model
4 Dikdas Kab. Bantul 4 orang Implementasi SPMI yang akan mendampingi sekolah
model dalam mengembangkan SPMI
5 Disdikpora Kab. Gunungkidul 8 orang
6 Disdik Kab. Kulon Progo 3 orang
Jumlah 28 orang

Rapat Koordinasi bertujuan untuk : 1. Tujuan pelaksanaan pendampingan sekolah


a. Sosialisasi Panduan Pelaksanaan model
Pendampingan Sekolah Model Penjaminan Mutu
Meningkatkan pemahaman Sistem
Pendidikan yang telah disusun oleh tim
Penjaminan Mutu Internal (SPMI) kepada
penjaminan mutu pendidikan pusat
seluruh warga sekolah dan pemangku
b. Penjelasan teknis Pelaksanaan Monitoring dan
kepentingan di dalam maupun luar sekolah
Bimtek: Desain, Strategi, dan Instrumen
model.
c. Koordinasi pelaksanaan pengimbasan Program
Meningkatkan keterampilan sekolah dalam
Sekolah Model Implementasi Sistem Penjaminan
melaksanakan SPMI
Mutu Intenal (SPMI) kepada sekolah imbas.
Selanjutnya, dalam rakor ini juga diberikan penjelasan
Menguatkan pelaksanaan SPMI kepada
seluruh warga sekolah dan pemangku
teknis pendampingan meliputi :

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 12
kepentingan di dalam maupun luar sekolah implementasi SPMI, yang akan dilakukan melalui dua
model. tahap kegiatan, yaitu :
2. Hasil yang Diharapkan dari pelaksanaan 1. Pelibatan sekolah imbas dalam proses

pendampingan sekolah model pendampingan di Sekolah Model


Strategi ini dilakukan dengan cara mengundang
Sekolah dapat menerapkan penjaminan mutu
perwakilan sekolah imbas untuk hadir pada
pendidikan secara mandiri;
kegiatan-kegiatan pengembangan SPMI di
Sekolah dapat meningkatkan mutu sesuai
sekolah model, terutama pada kegiatan
SNP;
pemetaan mutu, perencanaan pemenuhan mutu,
Sekolah memiliki budaya mutu;
dan pelaksanaan pemenuhan mutu. Kegiatan ini
Sekolah model diharapkan dapat dijadikan
dilaksanakan pada saat kegiatan pendampingan
percontohan sekolah berbasis SNP melalui
sekolah model oleh fasilitator daerah dan tim
penerapan penjaminan mutu pendidikan secara
PMP daerah. Kegiatan ini ditujukan untuk
mandiri dan melakukan pengimbasan penerapan
memberikan bekal awal kepada sekolah imbas
penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah lain
tentang SPMI sebelum mengikuti kegiatan
hingga seluruh sekolah terampil menerapkan
workshop pembinaan SPMI bagi sekolah model.
penjaminan mutu pendidikan secara mandiri pada
2. Workshop Pembinaan Sistem Penjaminan
tahun 2019.
Mutu Internal (SPMI) bagi Sekolah Imbas
3. Strategi pendampingan sekolah model Workshop ini dilakukan untuk membekali sekolah
Strategi pendampingan dilakukan melalui imbas tentang SPMI secara lebih intensif. Praktik-
kegiatan monitoring dan bimbingan teknis untuk praktik baik implementasi SPMI yang didapatkan
memberikan bimbingan dan saran kepada oleh sekolah model, dipaparkan oleh tim TPMPS
sekolah model dalam mengimplementasi SPMI sekolah model kepada peserta dari sekolah
mulai dari kegiatan sosialisasi SPMI, imbas sehingga dapat dijadikan sebagai contoh
pembentukan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan implementasi SPMI. Workshop SPMI bagi
di Sekolah (TPMPS), pemetaan mutu melalui sekolah imbas ini dilaksanakan dengan
Evaluasi Diri Sekolah (EDS), penyusunan melibatkan tim jejaring penjaminan mutu
rencana pemenuhan mutu berdasarkan hasil pendidikan dari unsur LPMP D.I. Yogyakarta, Tim
pemetaan mutu/EDS, pelaksanaan rencana PMP daerah (Struktural Dinas Pendidikan
pemenuhan mutu, monitoring dan evaluasi Kab/Kota), fasilitator daerah dari unsur
pelaksanaan pemenuhan mutu, dan penyusunan pengawas, dan Tim TPMPS sekolah model.
standar baru untuk menuju siklus SPMI Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu sekolah
berikutnya. model, sehingga sekolah model juga dapat
Disamping pembekalan petugas melakukan observasi implementasi SPMI di
pendamping pengembangan SPMI di sekolah model, sekolah imbas.
pada rakor ini juga dibicarakan persiapan Pada kegiatan rakor ini juga dibahas
pengimbasan praktik-praktik baik Implementasi SPMI strategi pelaksanaan kegiatan workshop pembinaan
oleh sekolah model kepada sekolah imbas. Oleh SPMI bagi sekolah imbas dan jadwal pelaksanaan
karena itu dalam rakor ini disepakati tentang kegiatan. Tabel II-10 memperlihatkan rencana
pengimbasan praktik baik (good practices) pelaksanaan kegiatan tersebut untuk masing-masing
wilayah kab/kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tabel II-10. Jadwal Pelaksanaan Workshop Pembinaan SIstem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMI) bagi Sekolah
Imbas LPMP D.I. Yogyakarta Tahun 2016

NO WILAYAH JENJANG WAKTU TEMPAT


1 Kab. Gunungkidul Jenjang SD - SMP 14 17 Nov 2016 SMKN 2 Wonosari
Jenjang SMA - SMK 14 17 Nov 2016 SMKN 2 Wonosari
2 Kab. Sleman Jenjang SD - SMP 15 18 Nov 2016 SD Model
Jenjang SMA - SMK 15 18 Nov 2016 SMAN 1 Kalasan
3 Kota Yogyakarta Jenjang SD - SMP 15 - 18 Nov 2016 SMPN 8 Yogyakarta
Jenjang SMA - SMK 14 - 17 Nov 2016 SMAN 6 Yogyakarta
4 Kab. Kulon Progo Jenjang SD - SMP 22 25 Nov 2016 Dinas Pendidikan KP
Jenjang SMA - SMK 22 25 Nov 2016 Dinas Pendidikan KP
5 Kab. Bantul Jenjang SD - SMP 22 25 Nov 2016 Dinas Dikdas Bantul
Jenjang SMA - SMK 22 25 Nov 2016 Dinas Dikmenof Bantul

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 13
Suasana rapat koordinasi dan pembekalan petugas pendamping pengembangan dan pengimbasan SPMI tanggal 14
Oktober 2016 seperti di perlihatkan dalam Gambar 2.5.

(a) (b)

(c)
Gambar 2.5. Dokumentasi Kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Pendampingan dan Pengimbasan
Implementasi SPMI. Gambar (a) Kepala LPMPD.I.Yogyakarta, Dr.Subiyantoro, M.Pd. didampingiolehDra. Titi
Sulistiyani, M.Pd, Kasi PMS LPMP D.I.Yogyakarta, membuka dan menyampaikan pengarahan pada peserta
rakor. Gambar (b) Dr. Arwan Rifai, M.Pd dan Dwi Widiyanti, M.Hum, menyampaikan penjelasan teknis
pelaksanaan pendampingan. Gambar (c) Peserta serius memperhatikan penjelasan dan melaksanakan diskusi
kelompok.

F. Pendampingan Pengembangan Sistem penjaminan mutu pendidikan dalam rangka mencapai


Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Sekolah atau melampaui Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Model Permendikbud nomor 28 tahun 2016 pasal
Pendampingan Pengembangan Sistem 5 menyebutkan Sistem Penjaminan Mutu Internal
Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dilaksanakan untuk (SPMI) Pendidikan Dasar dan Menengah memiliki
menguatkan dan membina sekolah model agar dapat siklus kegiatan yang terdiri dari :
mengimplementasikan SPMI, dan melakukan a. memetakan mutu pendidikan di sekolah
pengimbasan SPMI kepada sekolah imbas. Di berdasarkan Standar Nasional Pendidikan;
samping itu, pendampingan juga untuk membantu b. membuat perencanaan peningkatan mutu yang
mengatasi berbagai kendala yang muncul pada saat dituangkan dalam rencana kerja sekolah;
pelaksanaan SPMI di sekolah. Kegiatan ini
c. melaksanakan pemenuhan mutu pengelolaan
diharapkan dapat menginspirasi seluruh pemangku
sekolah dan proses pembelajaran;
kepentingan (stakeholders) pendidikan di sekolah,
d. melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan
untuk memiliki kesatuan hati, tekad, pendapat, dan
pemenuhan mutu yang telah dilakukan;
tujuan, untuk melangkah bersama-sama memajukan
e. menyusun strategi peningkatan mutu
pendidikan di sekolah dalam melaksanakan
berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 14
Secara ringkas siklus SPMI tersebut seperti diperlihatkan dalam Gambar 2.6.

Gambar 2.6. Siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 28 Tahun 2016 Pasal 5 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah.

Mengacu pada Gambar 2.6 pemetaan mutu dijadikan masukan untuk menyusun program
pendidikan harus menghasilkan dokumen Evaluasi pemenuhan mutu berikutnya.
Diri Sekolah berupa profil kinerja sekolah dalam Pendampingan Pengembangan SPMI di
mengimplementasikan Standar Nasional Pendidikan sekolah model tahun 2016 yang dilakukan oleh LPMP
(SNP) (profil mutu). Berdasarkan dokumen profil mutu D.I. Yogyakarta bekerja sama dengan Tim
ini kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi Penjaminan Mutu Pendidikan Pemerintah Daerah
permasalahan mutu serta mencari penyebab (Tim PMP-PD) baru difokuskan pada tahap pemetaan
permasalahan, kekuatan, dan kelemahan sekolah mutu dan penyusunan rencana pemenuhan mutu.
dalam mengimplementasikan SNP. Berdasarkan hasil Pelaksanaan pemenuhan mutu hanya dilakukan pada
analisis ini disusun rekomendasi program dan perbaikan proses pembelajaran melalui kegiatan
kegiatan untuk mengatasi permasalahan sebagai review dokumen perencanaan pembelajarandan
masukan dan pertimbangan dalam menyusun pendampingan pembelajaran melalui kegiatan
perencanaan dan pengembangan sekolah. Sekolah supervisi. Kegiatan pendampingan meliputi kegiatan
melakukan evaluasi/audit untuk melihat dan menillai sosialisasi SPMI, pemetaan mutu sekolah,
pelaksanaan program pemenuhan mutu. Apabila penyusunan rencana pemenuhan mutu,
sekolahsudah mampu mengimplementasi seluruh pengembangan proses pembelajaran, supervisi
SNP maka sekolah dapat menyusun standar pembelajaran, serta monitoring dan evaluasi
melebihiSNP, namun apabila bila tidak, hasil audit implementasi SPMI dengan strategi kegiatan
pendampingan seperti disajikan dalam Gambar 2.7.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 15
KEGIATAN PENDAMPINGAN
KEGIATAN PENGEMBANGAN SPMI DI SEKOLAH MODEL
(MONITORING DAN BIMBINGAN TEKNIS)

Sosialisasi SPMI

Monitoring Sosialisasi SPMI,


Pembentukan Tim TPMPS Pembentukan TPMPS dan
Pemetaan Mutu

Pemetaan Mutu/Evaluasi Diri Sekolah


(EDS)

Penyusunan Rencana Pemenuhan Mutu Bimbingan Teknis Penyusunan


Berdasarkan Pemetaan Mutu/EDS Rencana Pemenuhan Mutu

Bimbingan Teknis Pelaksanaan


Pelaksanaan Pemenuhan Mutu Pemenuhan Mutu

Monitoring Pelaksanaan
Evaluasi Pelaksanaan Pemenuhan Mutu
Pemenuhan Mutu

Gambar 2.7. Desain Pendampingan Sekolah Model Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Melalui
Kegiatan Monitoring dan Bimbingan Teknis oleh Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah.

1. Materi Pendampingan a. Komprehensif yaitu pendampingan


Mengacu pada strategi kegiatan di atas maka dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dari
materi pendampingan meliputi : semua komponen SNP pada tahapan siklus
a) Sosialisasi SPMI kepada pemangku SPMI dari berbagai sudut pandang pemangku
kepentingan sekolah. kepentingan sekolah..
b) Pembentukan tim penjaminan mutu b. Implementatif, yaitu pendampingan
pendidikan sekolah. dilaksanakan dengan menekankan praktik
c) Pelaksanaan evaluasi diri sekolah untuk sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan di
memetakan kondisi mutu sekolah. sekolah. Materi teoritis/akademis diberikan
d) Penyusunan perencanaan pemenuhan mutu untuk memperkuat pelaksanaan praktik
sekolah. lapangan dengan tetap mengacu kepada
e) Penjaringan dan pelibatan peran pemangku regulasi di bidang pendidikan.
kepentingan dari luar sekolah. c. Dinamis, yaitu pendampingan menyesuaikan
f) Bedah, penyusunan dan perbaikan dokumen kondisi daerah dan kemampuan sekolah
RKAS dan perangkat pembelajaran. dalam melaksanakan SPMI.
g) Pembahasan pengelolaan keuangan. d. Partisipatif, yaitu pendampingan bersifat
h) Pembahasan pengelolaan sarana-prasarana. partisipatif, yang membuka ruang kepada
i) Pengembangan rencana pembelajaran intra sekolah untuk menyampaikan pendapat,
dan ekstra kurikuler berbagi pengalaman, melakukan praktik dan
j) Pengembangan strategi proses memberikan saran kepada pendamping
pembelajaran dalam pelaksanaan pendampingan SPMI.
k) Pengembangan kompetensi guru e. Koordinatif, yaitu pendampingan
l) Pengembangan sistem monitoring dan dilaksanakan secara koordinatif antara LPMP,
evaluasi untuk tim pendamping/fasilitator daerah, Tim
i. Pengelolaan manajemen dalam sekolah Penjaminan Mutu Daerah (TPMPD) dan tim
ii. Pengelolaan pembelajaran dalam dan Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah
luar kelas dalam sekolah (TPMPS). Hal ini dilakukan untuk
memperlancar dan menyamakan visi, misi,
2. Prinsip Pendampingan
dan tujuan serta gerak langkah pelaksanaan
Pendampingan dilaksanakan dengan
SPMI di sekolah.
menggunakan prinsip-prinsip seperti
komprehensif, implementatif, dinamis, partisipatif
dan koordinatif.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 16
3. Metode Pendampingan sekolah terkait apa yang harus dilakukan dan
Metode yang digunakan disesuaikan kebutuhan bagaimana cara melakukannya diserahkan
pendampingan dan kondisi sekolah. Pendamping sepenuhnya kepada masyarakat.

harus mampu memilih dan menggunakan metode


pendampingan yang sesuai dengan tingkat 4. Bentuk Pendampingan
Bentuk pendampingan yang dapat diberikan
perkembangan sekolah yang didampingi, yaitu :
pendamping dalam menjalankan metode tersebut
a. Metode Pengarahan
di atas antara lain :
Metode ini dilakukan saat dimana tingkat
a. Layanan konsultasi
komitmen, pemahaman dan kemampuan sekolah
Kegiatan ini berupa layanan konseling yang
rendah sehingga peran pendamping cukup
diberikan oleh pendamping kepada sekolah,
dominan. Pendamping perlu menjelaskan apa
dimana sekolah dapat memperoleh wawasan,
yang harus dilakukan, bagaimana cara pemahaman dan cara yang perlu dilaksanakan
melakukannya, dan tujuan apa yang akan untuk menangani masalah yang dihadapi.
dicapai. Pendamping juga harus memantau terus b. Diskusi bersama
perkembangannya. Metode ini tetap harus Kegiatan ini merupakan interaksi komunikasi dua
dilakukan dengan cara persuasif. arah. Interaksi komunikasi dibangun dari adanya
b. Metode Partisipatif topik/pengetahuan yang menjadi permasalahan
Metode pendampingan partisipatif atau untuk menghasilkan pemahaman yang baik dan

melibatkan disarankan digunakan pada kondisi benar. Diskusi juga dilakukan untuk

dimana tingkat pemahaman dan kemampuan membicarakan dan menemukan alternatif


pemecahan topik bahasan yang bersifat
sekolah memadai namun tingkat komitmen
problematis.
sekolah masih rendah. Seluruh komponen
c. Ceramah
sekolah harus dilibatkan dalam setiap proses
Penyampaian topik bahasan dilakukan oleh
pengambilan keputusan. Seluruh komponen ini
pendamping secara monolog dan satu arah.
harus diberi tahu dan diajak diskusi mengenai
Kegiatan ini dapat dilakukan pada topik yang
mengapa hal-hal yang dimaksudkan perlu untuk
dimana tingkat pemahaman sekolah kurang
dilakukan, dan sebagainya. memadai dengan sumber referensi atau rujukan
c. Metode Konsultatif yang ada.
Sekolah yang memiliki tingkat komitmen tinggi d. Kerja kelompok
tetapi tingkat pemahaman dan kemampuan Kerja kelompok menitikberatkan kepada interaksi
masih rendah, dapat menggunakan metode antara komponen dalam kelompok untuk
konsultatif. Peran pendamping pada metode ini menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama
relatif kecil. Pendamping hanya membantu sehingga pendamping diharapkan mampu
memecahkan masalah yang dihadapi oleh memfasilitasi dalam melibatkan sekolah secara
sekolah. Keputusan diambil sendiri oleh sekolah, aktif untuk bekerjasama dan berkolaborasi dalam
dan pendamping hanya memberi pertimbangan. kelompok.
d. Metode delegatif e. Bimbingan teknis
Peran pendamping menjadi amat terbatas saat Dilakukan untuk memberikan bantuan yang
kondisi sekolah yang sudah memiliki komitmen, biasanya berupa tuntunan dan nasehat untuk
pemahaman dan kemampuan yang memadai. menyelesaikan persoalan/masalah yang bersifat
Seluruh aktivitas dapat diserahkan kepada teknis.
Deskripsi pelaksanaan masing-masing tahap pendampingan seperti disajikan dalam Tabel II-11.
Tabel II-11.a. Deskripsi Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal
(SPMI) Tahun 2016.

No Kegiatan Tujuan Deskripsi Kegiatan Hasil Kegiatan Keterangan


1 Sosialiasi Sistem 1.1. Mensosialisasikan Sistem 1. Pemaparan a. Pemahaman Fasilitasi dan
Penjaminan Penjaminan Permendikbud No 28 dan kesadaran Bimbingan dari
Mutu Internal MutuPendidikan Dasar Tahun 2016 Tentang warga sekolah LPMP DIY
(SPMI) dan Menengah Sistem Penjaminan tentang SPMI
1.2. Menyusun strategi dan Mutu Pendidikan b. Kesepahaman
mekanisme pelaksanaan Dasar dan Menengah seluruh warga
SPMI 2. Pemaparan Siklus sekolah dalam
1.3. Membentuk unit/tim dan Tahapan SPMI menerapan
penjaminan mutu 3. Pembentukan SPMI
pendidikan di sekolah Unit/Tim Penjaminan c. SK Tim
Mutu Sekolah Penjaminan
Mutu Sekolah
2 Pemetaan Mutu 2.1. Sekolah trampil 1. Merefleksi a. Dokumen hasil Dilakukan secara
Sekolah melakukan Evaluasi Diri pemahaman sekolah pemetaan mandiri
Sekolah (EDS) untuk terkait tujuan EDS (Profil Mutu dibimbing oleh

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 17
No Kegiatan Tujuan Deskripsi Kegiatan Hasil Kegiatan Keterangan
memetakan kondisi dan kegunaan profil Sekolah) fasilitator dari
kinerja sekolah dalam mutu sekolah b. Hasil analisis Tim PMP-PD
mengimplementasikan 2. menentukan SWOT
SNP indikator mutu
2.2. Sekolah trampil berdasarkan SNP.
melakukan analisis SWOT 3. menyusun atau
(Strength, Weakness, memilih instrumen
Opportunity and Threat EDS yang sesuai
Kekuatan, Kelemahan, dengan indikator
Peluang dan Ancaman) dalam SNP yang
yang berisi potensi telah ditentukan
keunggulan berikut sebelumnya
faktor-faktor 4. menyusun gambaran
penghambat baik kondisi sekolah
internal maupun sesuai indikator dan
eksternal sekolah data yang terkumpul.
2.3. Sekolah mampu 5. melakukan analisis
mengidentifikasi akar SWOT
permasalahan dalam 6. mengidentifikasikan
pemenuhan SNP masalah yang
muncul dari analisis
SWOT.
7. menentukan akar
permasalahan dari
setiap masalah
utama yang
ditemukan.
8. menyusun dokuman
hasil pemetaan mutu

3 Penyusunan 3.1. Sekolah trampil 1. menyusun prioritas a. Dokumen Fasilitasi dan


Program menyusun program permasalahan yang rencana Bimbingan dari
Pemenuhan pemenuhan mutu diselesaikan, pemenuhan Fasilitator Tim
Mutu menindaklanjuti hasil mempertimbangkan memuat PMP-PD
pemetaan mutu/EDS ketersediaan program,
sumberdaya dan kegiatan, sasaran,
tingkat kepentingan penanggungjawa
3.2. Sekolah trampil 2. merencanakan b, indikator
melakukan perencanaan program dan keberhasilan,
untuk mengatasi kegiatan yang pihak yang
permasalah sesuai relevan untuk terlibat dan
dengan skala prioritas menyelesaikan target .
permasalahan.

Tabel II-11.b. Deskripsi Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal
(SPMI) Tahun 2016 (Lanjutan).

No Kegiatan Tujuan Deskripsi Kegiatan Hasil Kegiatan Keterangan


3 Penyusunan 3.3. Sekolah trampil 3. menentukan indikator b. Hasil revisi dan Fasilitasi
Program melakukan keberhasilan program dan usulan RKAS. dan
Pemenuhan perencanaan untuk kegiatan yang Bimbingan
Mutu (lanjutan) mengatasi permasalah direncanakan sekolah. dari
sesuai dengan skala 4. menetapkan target Fasilitator
prioritas (Lanjutan) output setiap program Tim PMP-PD
dan kegiatan yang
direncanakan sekolah.
5. mengidentifikasi
penanggung jawab,
sasaran dan pihak yang
terlibat dalam setiap
kegiatan .
6. melakukan kajian RKAS
yang ada disekolah
berdasarkan hasil
pemetaan dan
perencanaan.
7. Membahas bersama
untuk mengidentifikasi
revisi program dan/atau
kegiatan dalam RKAS yang
sudah ada jika
memungkinkan atau
menginventaris kegiatan
untuk penyusunan RKAS
tahun mendatang
berdasarkan tingkat
kemungkinan untuk
dilaksanakan.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 18
No Kegiatan Tujuan Deskripsi Kegiatan Hasil Kegiatan Keterangan
4 Pengembangan 3.1. Meningkatkan mutu 1. Menyiapkan instrumen a. Instrumen Fasilitasi
Proses perencanaan, review dan telaah RPP supervisi RPP dan
Pembelajaran pelaksanaan dan 2. Melaksanaan telaah RPP b. RPP yang telah Bimbingan
supervisi pembelajran 3. Menyiapkan instrumen direview dari
3.2. Review perangkat supervisi pembelajaran c. Instrumen Fasilitator
perencanaan supervisi Tim PMP-PD
pembelajaran (RPP) pembelajaran
3.3. Penyiapan perangkat
supervisi pembelajaran

5 Monitoring dan Memastikan Kegiatan Mereview pelaksanaan Hasil monitoring Fasilitasi


Evaluasi Pengembangan SPMI di rencana tindak lanjut dan evaluasi dan
Implementasi Sekolah terlaksana pengembangan SPMI yang Bimbingan
SPMI disusun oleh sekolah dari LPMP
DIY

1. Pendampingan Pemetaan Mutu Terpadu Pendidikan (MMTP) dalam buku Total


Pendampingan pemetaan mutu untuk menghasilkan Quality Management in Education, Third Edition karya
profil mutu sekolah, menggunakan beberapa Edward Sallis.
instrumen sebagai sumber data mutu, mulai dari hasil Sebagai salah satu contoh berikut
akreditasi, hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS), hasil dipaparkan hasil pemetaan mutu sekolah
Ujian Nasional, hasil Supervisi Pembelajaran, maupun menggunakan instrumen Evaluasi Manajemen Mutu
instrumen pemetaan Manajemen Mutu Terpadu Terpadu Pendidikan (MMTP) dari salah satu sekolah
Implementasi Standar Nasional Pendidikan yang modelseperti disajikan dalam Tabel II-12 dan Gambar
disusun oleh tim Seksi PMS LPMP D.I. Yogyakarta 2.8.
mengadopsi instrumen Evaluasi Manajemen Mutu

Tabel II-12. Hasil Pemetaan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di Sekolah Model dengan
Menggunakan Instrumen Evaluasi Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan (MMTP).

NO KOMPONEN INDIKATOR MUTU CAPAIAN PREDIKAT


1 Hubungan Masyarakat 2.83 Rata-Rata (Average)
2 Proses Belajar Mengajar yang Efektif 2.94 Rata-Rata (Average)
3 Organisasi Sekolah 3.10 Rata-Rata (Average)
4 Guru dan Karyawan 3.30 Rata-Rata (Average)
5 Kompetensi Lulusan dan Penilaian 3.40 Rata-Rata (Average)
6 Layanan Peserta Didik 3.50 Rata-Rata (Average)
7 Kemudahan Akses 3.71 Rata-Rata (Average)
8 Lingkungan Fisik dan Sarana prasarana Pembelajaran 3.92 Baik (Good)
9 Kepemimpinan 3.95 Baik (Good)
10 Layanan pelanggan 4.00 Baik (Good)
RATA RATA CAPAIAN 3.42 Rata-Rata (Average)
Keterangan Predikat :
Istimewa (Excellent) = 4,75 capaian 5,00 Kurang (Below Average) = 1,75 capaian < 2,75
Baik (Good) = 3,75 capaian< 5,00 Buruk (Poor) = capaian < 1,75
Rata-Rata (Average) = 2,75 capaian < 3,75

Kemudahan Akses
5.00
Kompetensi Lulusan
4.00 Layanan pelanggan
dan Penilaian
3.00
2.00
Organisasi Sekolah Kepemimpinan
1.00
0.00
Lingkungan Fisik dan
Hubungan
Sarana prasarana
Masyarakat
Pembelajaran

Proses Belajar
Guru dan Karyawan
Mengajar yang Efektif
Peserta Didik

Gambar 2.8. Hasil Pemetaan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di Sekolah Model dengan
Menggunakan Instrumen Evaluasi Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan (MMTP).

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 19
Hasil pemetaan mutu pada Tabel II-12 dan Gambar melihat hasil pemetaan untuk setiap komponen
2.8, berdasarkan nilai capaian masing-masing seperti contoh pada Tabel II-13 dan II-14.
komponen maka dapat diidentifikasi prioritas Hasil pemetaan pada Tabel II-13
komponen layanan pendidikan yang masih perlu memperlihatkan pengelolaan sekolah pada aspek
untuk ditingkatkan yaitu hubungan masyarakat, melakukan penelitian untuk menjaring keinginan
proses belajar mengajar yang efektif, organisasi pelanggan internal dan eksternal secara teratur dan
sekolah, guru dan karyawan, kompetensi lulusan dan menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan industri
penilaian dan seterusnya. Untuk melihat aspek-aspek merupakan aspek yang perlu diperbaiki.
yang memiliki nilai capaian rendah, sekolah dapat
Tabel II-13. Hasil Pemetaan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di Sekolah Model dengan
Menggunakan Instrumen Evaluasi Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan (MMTP) pada Komponen Hubungan
Masyarakat.
NO KOMPONEN CAPAIAN PREDIKAT
I Publikasi dan pemasaran 2.50 Kurang (Below Average)
1 Memiliki strategi pemasaran yang tepat 3.00 Rata-Rata (Average)
Melakukan penelitian untuk menjaring keinginan pelanggan
2 2.00 Kurang (Below Average)
internal dan eksternal secara teratur
II Hubungan Masyarakat 3.00 Rata-Rata (Average)
1 Menjaga hubungan baik dengan seluruh stakeholder 3.00 Rata-Rata (Average)
2 Meminta masukan dari stakeholder secara teratur 3.00 Rata-Rata (Average)
3 Menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan industri 2.00 Kurang (Below Average)
Menjalin kemitraan dengan lembaga selain dunia usaha dan
4 4.00 Baik (Good)
industri (seperti puskesmas, kepolisian, PGRI dsb)
Keterangan Predikat :
Istimewa (Excellent) = 4,75 capaian 5,00 Kurang (Below Average) = 1,75 capaian < 2,75
Baik (Good) = 3,75 capaian< 5,00 Buruk (Poor) = capaian < 1,75
Rata-Rata (Average) = 2,75 capaian < 3,75

Tabel II-14. Hasil Pemetaan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di Sekolah Model dengan
Menggunakan Instrumen Evaluasi Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan (MMTP) pada Komponen Proses
Belajar Mengajar yang Efektif.

NO KOMPONEN CAPAIAN PREDIKAT


I Ketepatan Metode Pembelajaran 3.11 Rata-Rata (Average)
Guru menerapkan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai
1 4.00 Baik (Good)
tujuan pembelajaran
Guru menerapkan model pembelajaran yang bervariasi sesuai
2 3.00 Rata-Rata (Average)
kebutuhan peserta didik
3 Pembelajaran memanfaatkan teknologi informasi komunikasi 3.00 Rata-Rata (Average)
Strategi pembelajaran di review dan dievaluasi secara teratur
4 3.00 Rata-Rata (Average)
menggunakan kriteria tertentu
Strategi pembelajaran dievaluasi dengan melihat respon siswa (Guru
5 meminta tanggapan siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang 3.00 Rata-Rata (Average)
dilakukan)
6 Pembelajaran berpusat pada siswa 3.00 Rata-Rata (Average)
Rancangan pembelajaran yang dibuat guru mendorong siswa untuk
7 3.00 Rata-Rata (Average)
menjadi pembelajar mandiri
8 Pembelajaran mengutamakan pada materi essensial 3.00 Rata-Rata (Average)
Mengkondisikan peserta didik aktif berinteraksi antar peserta didik
9 3.00 Rata-Rata (Average)
sesuai dengan tujuan pembelajaran
II Kesesuaian Kurikulum 3.00 Rata-Rata (Average)
1 Kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik 3.00 Rata-Rata (Average)
2 Isi kurikulum relevan dan tidak ketinggalan jaman 3.00 Rata-Rata (Average)
3 Sekolah proaktif terhadap perkembangan kurikulum 3.00 Rata-Rata (Average)
III Monitoring dan Evaluasi 2.60 Kurang (Below Average)
1 Umpan balik peserta didik diperoleh secara teratur 2.00 Kurang (Below Average)
2 Umpan balik pelanggan selain peserta didik diperoleh secara teratur 2.00 Kurang (Below Average)
3 Angket peserta didik dan masyarakat digunakan secara tepat 3.00 Rata-Rata (Average)
Sekolah memiliki sistem formal untuk melakukan penilaian dan
4 3.00 Rata-Rata (Average)
evaluasi
Umpan balik peserta didik digunakan sebagai masukan untuk
5 3.00 Rata-Rata (Average)
membuat kebijakan
Keterangan Predikat :
Istimewa (Excellent) = 4,75 capaian 5,00 Kurang (Below Average) = 1,75 capaian < 2,75
Baik (Good) = 3,75 capaian< 5,00 Buruk (Poor) = capaian < 1,75
Rata-Rata (Average) = 2,75 capaian < 3,75

Hasil Pemetaan pada Tabel II-14 menunjukkan hampir seluruh aspek penyelenggaraan proses pembelajaran masih
berada pada predikat rata-rata, bahkan pada aspek monitoring dan evaluasi masih berada pada predikat kurang.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 20
(a) (b)

(c) (d)

(e) (f)

(g) (h)
Gambar 2.9. Dokumentasi Kegiatan Pendampingan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal di SMA
Negeri 2 Wonosari. Gambar (a) Tambak Fasilitator dari Tim Penjaminan Mutu Daerah, IndahPermanawati, M.Pd
dan Petugas Monev dari LPMP D.I.Yogyakarta, Mustari, M.Si, mendampingi sekolah melakukan pemetaan mutu
implementasi Standar Nasional Pendidikan. Gambar (b) dan (c) masing-masing kelompok mempresentasikan
hasil pemetaan. Gambar (d) Tim Penjaminan Mutu SMA Negeri 2 Wonosari, Donna, M.Pd, melakukan supervisi
pelaksanaan program pemenuhan mutu pada bidang pembelajaran. Gambar (e) Kegiatan Pemetaan Mutu di
SMP Negeri 5 Wates. Gambar (f) dan (g) Kegiatan Sosialisasi SPMI. Gambar (h) Fokus Group Discussion
Kegiatan Analisis Hasil Pemetaan dan Penyusunan Rencana Pemenuhan Mutu.

2. Identifikasi Masalah Mutu/Analisis SWOT peluang, dan tantangan untuk setiap indikator mutu
Setelah ditemukan aspek-aspek mutu yang yang perlu ditingkatkan. Tabel II-15 dan Tabel II-16
perlu ditingkatkan berdasarkan hasil pemetaan mutu, menyajikan contoh hasil pemetaan mutu implementasi
sekolah melakukan analisis untuk mengidentifikasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1
permasalahan, akar masalah, kekuatan, kelemahan, Karangmojo, Gunungkidul.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 21
Tabel II-15.a. Hasil Pemetaan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1 Karangmojo,
Gunungkidul untuk Standar Proses.
INDIKATOR SUMBER
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT
MUTU DATA
PROSES Penguatan Sebagian guru Guru kurang kompeten Kekuatan : Instrumen
penggunaan belum dalam menerapkan Semua guru sudah Evaluasi
Pendekatan menggunakan pendekatan saintifik mengikuti pelatihan Penerapan
saintifik pendekatan Pendekatan saintifik kurtilas minimal pola 54 Manajenen
saintifik memerlukan jam. Mutu
Metode perencanaan yang lebih Memiliki 5 orang Terpadu
ceramah masih rumit/detil Istruktur Nasional Implementasi
mendominasi Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013. SNP,
PBM memerlukan penyiapan Kepala sekolah Pengamatan
bahan ajar yang kompleks mendorong guru untuk PBM
Proses belajar dengan berkembang. (supervisI
model yang sesuai Kelemahan PBM)
dengan pendekatan Sebagian guru kurang
saintifik membutuhkan bersemangat untuk
waktu yang lebih lama memperbaiki proses
pembelajaran dengan
menggunakan
pendekatan saintifik,
model dan metode
pembelajaran yang
lebih baik.
Ketersediaan anggaran
untukpengadaan bahan
ajar terbatas.
Peluang
Memberdayakan IN
internal sebagai factor
pendorong perbaikan
PBM.
Mengundang nara
sumber terkait dari
eksternal untuk
melaksanakan
diklat/workshop.
Ancaman
PBM berlangsung
membosankan.
Kualitas lulusan kurang
mandiri.
Lulusan kurang memiliki
motivasi melanjutkanke
PT, karena rasa ingin
tahunya rendah.
Tabel II-15.b. Hasil Pemetaan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri 1 Karangmojo,
Gunungkidul untuk Standar Proses (lanjutan)

INDIKATOR
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT SUMBER DATA
MUTU
PROSES Penguatan Sebagian guru Guru kurang kompeten Kekuatan : Instrumen
penggunaan belum dalam menerapkan Semua guru sudah Evaluasi
Pendekatan menggunakan pendekatan saintifik mengikuti pelatihan Penerapan
saintifik pendekatan Pendekatan saintifik kurtilas minimal pola 54 Manajenen
saintifik memerlukan perencanaan jam. Mutu
Metode yang lebih rumit/detil Memiliki 5 orang Terpadu
ceramah masih Pendekatan Saintifik Istruktur Nasional Implementasi
mendominasi memerlukan penyiapan Kurikulum 2013. SNP,
PBM bahan ajar yang kompleks Kepala sekolah Pengamatan
Proses belajar dengan mendorong guru untuk PBM
model yang sesuai dengan berkembang. (supervisI
pendekatan saintifik Kelemahan PBM)
membutuhkan waktu Sebagian guru kurang
yang lebih lama bersemangat untuk
memperbaiki proses
pembelajaran dengan
menggunakan
pendekatan saintifik,
model dan metode
pembelajaran yang
lebih baik.
Ketersediaan anggaran
untukpengadaan bahan
ajar terbatas.
Peluang
Memberdayakan IN
internal sebagai factor
pendorong perbaikan

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 22
INDIKATOR
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT SUMBER DATA
MUTU
PBM.
Mengundang nara
sumber terkait dari
eksternal untuk
melaksanakan
diklat/workshop.
Ancaman
PBM berlangsung
membosankan.
Kualitas lulusan kurang
mandiri.
Lulusan kurang memiliki
motivasi melanjutkanke
PT, karena rasa ingin
tahunya rendah.
Proses Mendorong Guru belum Beban kerja guru minimal Kekuatan Instrumen
peserta didik memfasilitasi, 24 jp. Sekolah menjadi pilot EPMM
mencari tahu mendorong Jumlah kelas yang project kurtilas. Asesor
peserta didik diampu. Kelemahan : Supervisi.
untuk mencari Waktu tatap muka Sebagian guru kurang
dan terbatas. bersemangat menerapkan
menemukan model dan metode
konsep/prinsip/ pembelajaran yang
prosedur. mendorong

Tabel II-15.c. Hasil Pemetaan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri 1 Karangmojo,
Gunungkidul untuk Standar Proses (lanjutan)

INDIKATOR
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT SUMBER DATA
MUTU
Proses Mendorong Guru kurang peserta didik menemukan,
peserta didik siap tapi lebih suka langsung
mencari tahu melaksanakan member konsep.
PBM dengan
model yang Peluang
sesuai Ada potensipada guru dari
(Discovery sisi kompetensi dan etos
Learning, PBL, kerja.
PjBL)
Ancaman
Jika tidak ada
penghargaan yang
adil/sebanding perbaikan
proses akan terhenti pada
kondisi stagnan.

Proses Berbasis aneka Pada umumnya Keterbatasan koleksi Kekuatan


sumber belajar guru sumberbelajar. 90 % guru
menggunakan Rasio buku ajar belum berkemampuan TI.
sumberbelajar memadai ( 1:1) Tersedia akses internet
terbatas (buku Perubahan kurikulum gratis
paket, LKS dari 1 berpengaruh pada Tersedia berbagai
penerbit) perubahan isi/materi sumber belajar
Tidak ada Kemampuan TI pada guru (edmodo, rumah
penekanan dan siswa belum merata. belajar, dll)
/control untuk Akses TI belum merata Kelemahan
mengecek menjangkau pelaku PBM. 80 % guru belum
penggunaan Guru kurang memfasilitasi memanfaatkan berbagai
berbagai siswa untuk belajar dari sumber belajar.
sumber belajar. berbagai sumber. 50 % guru tidak
memiliki cukup
semangat.
Peluang
PBM aktif, kreatif dan
menyenangkan/berkesa
n
Pembelajaran tuntas
Ancaman
Peserta didik tidak
memiliki kesempatan yang
sama untuk mengakses
berbagai sumber belajar
dipengaruhi oleh kondisi
ekonomi (yang kaya
berpeluang semakin pintar
dan sebaliknya).

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 23
Tabel II-16.a. Hasil Pemetaan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1 Karangmojo,
Gunungkidul untuk Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan.

INDIKATOR SUMBER
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT
MUTU DATA
Sarana dan Jumlah dan Belum memiliki Sekolah Kelebihan Pengamatan
Prasarana kondisi Pusat Layanan mempunyai Ruangan ada yang belum
sarana Informasi secara layanan informasi dimaksimalkan
pendidikan terpadu (service namun belum Kelemahan
sesuai Center) terpadu Belum ada petugas khusus
standar Memerlukan Belum ada
petugas dan ruang alat/perabot/komputer khusus
khusus Belum dianggarkan
Peluang
Ada ruang yang belum
dimaksimalkan
Ada petugas
Ancaman
Belum ada anggaran

Belum ada rambu- Petunjuk arah Kelebihan Pengamatan


rambu petunjuk dilingkungan SDM untuk membuat ada
yang jelas di sekolah belum ada Kelemahan
lingkungan sekolah Belum dianggarkan
Peluang
Banyaknya fasilitas gedung
Ancaman
Belum dianggarkan

Belum ada jalan Belum ada jalan Kelebihan Pengamatan


khusus untuk khusus untuk Jalan dilingkungan sekolah sudah
Difable Difable sedangkan ada
sekolah merupakan Kelemahan
sekolah inklusi yang Jalan belum ramah difable
ada siswa Belum dianggarkan
berkebutuhan Peluang
khusus Komite sekolah yang peduli
terhadap kondisi sekolah
Alumni dilibatkan
Jalan sudah ada
Ancaman
Fasilitas belum ramah untuk
kaum difabel

Belum mempunyai Ada ruangan piket Kelebihan Pengamatan


Ruang piket yang namun Ada ruangan yang
representatif keberadaannya Pengamatanbelum
kurang layak dimakssimalkan
Kelemahan
Ruangan belum representatif
Belum dianggarkan
Belum ada petugas khusus
Peluang
Ada ruangan
Ada petugas
Ancaman
Belum dianggarkan
Tabel II-16.b. Hasil Pemetaan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1 Karangmojo,
Gunungkidul untuk Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan (lanjutan)

INDIKATOR SUMBER
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT
MUTU DATA
Sarana dan Jumlah dan Belum mempunyai Belum ada ruang Kelebihan Pengamatan
Prasarana kondisi Ruang Tamu yang tamu khusus yang Ada ruangan yang belum
sarana representatif layak dimaksimalkan (Joglo)
pendidikan Kelemahan
sesuai Ruangan belum representatif
standar Belum dianggarkan
Belum ada petugas khusus
penerima tamu
Peluang
Ada ruang yang kurang optimal
(Joglo)
Ada petugas
Ancaman
Belum dianggarkan

Belum mempunyai Belum mempunyai Kelebihan Pengamatan


Layar LCD (Waall Layar LCD (Waall LCD setiap kelas sudah ada
Scren Proyector) di Scren Proyector) di Kelemahan

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 24
INDIKATOR SUMBER
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT
MUTU DATA
setiap kelas setiap kelas untuk Belum ada layar/Wall Scren
proses Projector
pembelajaran Belum dianggarkan
sehingga Peluang
penggunaan LCD Sudah ada LCD Proyektor
belum maksimal Ancaman
Belum dianggarkan

Perabot Ruang BK Belum mempunyai Kelebihan Pengamatan


perabot meja kursi Sudah ada ruang representatif
ruang BK untuk Kelemahan
konseling dan Meja kursi dan almari arsip
tamu yang khusus belum layak
representatif Belum dianggarkan
(meja kursi sudah Peluang
tidak layak) Ada ruangan
Belum mempunyai Ancaman
almari khusus Belum dianggarkan
untuk arsip
konseling

Ruang Tunggu Belum mempunyai Kelebihan Pengamatan


Pelayanan ruang tunggu dan Sudah tersedia petugas
(Legalisir, surat kursi pada pelayanan (TU)
keterangan dll) Pelayanan legalisir,
Kelemahan
surat keterangan dll.
Tidak ada ruang tunggu khusus
Belum dianggarkan
Peluang
Ada ruangan
Ancaman
Belum dianggarkan
Tabel II-16.c. Hasil Pemetaan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1 Karangmojo,
Gunungkidul untuk Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan (lanjutan)

INDIKATOR SUMBER
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT
MUTU DATA
Sarana dan Jumlah dan Kursi panjang Perlunya kursi Kelebihan Pengamatan
Prasarana kondisi disetiap depan panjang disetiap Mempunyai kelas yang banyak
sarana kelas untuk depan kelas untuk Kelemahan
pendidikan beristirahat dan beristirahat dan Belum mempunyai tempat
sesuai bersantai belum bersantai siswa duduk bersantai didepan ruang
standar ada kelas
Belum dianggarkan
Peluang
Ada ruang
Ancaman
Belum dianggarkan

Papan untuk Perlunya papan Kelebihan Pengamatan


spanduk/poster/b permanen untuk Mempunyai lahan yang luas
aliho permanen di memajang poster, Kegiatan siswa dan
depan sekolah spanduk, dll secara guru/karyawan yang bayak
belum punya permanen Kelemahan
menggunakan besi Belum punya tempat khusus
sehingga bisa memajang spanduk/baliho
digunakan pada Belum dianggarkan
setiap kegiatan Peluang
Lahan yang luas
Ancaman
Belum dianggarkan

Papan Mading Perlunya papan Kelebihan Pengamatan


depan kelas sesuai mading didepan Mempunyai jumlah siswa yang
dengan peminatan kelas (setiap kelas banyak
belum ada peminatan) untuk Kreatifitas siswa tinggi
menyalurkan Kelemahan
kreatifikas siswa Belum punya wahana
menyalurkan kreatifitas
Belum dianggarkan
Peluang
Ada ruang
Ancaman
Belum dianggarkan

Slogan-slogan Perlunya Kelebihan Pengamatan


dilingkungan penambahan Prestasi dan kreatifitas siswa
sekolah belum slogan-slogan yang makin tinggi
kelihatan dapat memotivasi Warga sekolah banyak

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 25
INDIKATOR SUMBER
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT
MUTU DATA
warga sekolah Kelemahan
disetiap sudut Slogan masih sedikit
(ruang Belum nampak
guru/karyawan, Belum dianggarkan
kamar mandi/toilet, Peluang
lorong kelas, sudut Ada ruang
sekolah, lapangan, Ancaman
halaman depan Belum dianggarkan
sekolah, dll
Tabel II-16.d. Hasil Pemetaan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1 Karangmojo,
Gunungkidul untuk Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan (lanjutan)

INDIKATOR SUMBER
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT
MUTU DATA
Sarana dan Jumlah dan Website sekolah Perlunya Kelebihan Pengamatan
Prasarana kondisi belum ada pembuatan webside Punya SDM memadai
sarana sekolah sebagai Kelemahan
pendidikan sarana komunikasi, Belum dianggarkan
sesuai publikasi, dan Belum ada petugas khusus
standar transparansi publik Peluang
Ada ruang
Ancaman
Belum dianggarkan
Kursi Taman Perlunya taman Kelebihan Pengamatan
belum ada yang asri dilengkapi Punya taman yang luas dan asri
tempat duduk santai Kelemahan
sebagai wahana Belum ada tempat duduk di
rekreasi , relaksasi taman
dan belajar Belum dianggarkan
Peluang
Ada ruang/taman yang bagus
dan luas
Ancaman
Belum dianggarkan
Toilet dan kamar Banyak tolitet siswa Kelebihan Pengamatan
mandi belum layak yang tidak layak Toilet /kamar kecil siswa
dengan indikator banyak
pintu rusak, gelap Toilet / kamar kecil guru
dan kotor jumlahnya memadai
Kelemahan
Kurang bersih
Kurang terawat
Belum dianggarkan
Peluang
Punya tolitet/kamar kecil yang
banyak
Ancaman
Belum dianggarkan
Tempat Wudlu Tempat wudlu Kelebihan Pengamatan
belum layak Sebelah barat Mempunyai Masjid yang luas
masjid belum layak, dan representatif
belum nyaman Secara aktif digunakan oleh
dilihat warga sekolah untuk beribadah
Kelemahan
Tempat wudlu sebelah barat
masjid belum layak
Tempat wudlu sebelah utara
masjid belum terawat dengan
baik dan pemakaiannya tidak
maksimal
Belum dianggarkan
Peluang
Ada tempat wudlu
Ancaman
Belum dianggarkan
Tabel II-16.e. Hasil Pemetaan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1 Karangmojo,
Gunungkidul untuk Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan (lanjutan)

INDIKATOR SUMBER
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT
MUTU DATA
Sarana dan Jumlah dan Meja kursi Lab Meja dan kursi Kelebihan Pengamatan
Prasarana kondisi Multimedia tidak komputer pada Lab Punya Lab multimedia yang
sarana layak Multimedia banyak bagus
pendidikan yang rusak Jumlah Komputer memadai
sesuai Kelemahan
standar Meja kursi rusak
Belum dianggarkan
Peluang

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 26
INDIKATOR SUMBER
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT
MUTU DATA
Mempunyai lab Multimedia
Ancaman
Belum dianggarkan

Lab Bahasa Inggris Lab Bahasa Inggris Kelebihan Pengamatan


belum berfungsi sudah tidak optimal Tersedianya ruang
optimal karena peralatan Tersedianya komputer
sudah kedaluarsa Kelemahan
Program belum ada
Server belum ada
Peluang
Ada ruang lab bahasa
Ancaman
Belum dianggarkan

Laboratorium IPS Belum mempunyai Kelebihan Pengamatan


belum ada Lab IPS untuk Tersedianya SDM
mendukung Pembelajaran IPS makin
pembelajaran mapel berkembang
IPS Kelemahan
Belum ada ruangan
Belum ada anggaran
Peluang
Adanya lahan yang luas untuk
membangun gedung
Ancaman
Belum dianggarkan
Jaringan internet Kelas-kelas di Kelebihan Pengamatan
/wiffi kurang wilayah timur tidak Siswa aktif menggunakan
menjangkau terjangkau akses internet untuk menunjang
seluruh kelas wifi untuk pembelajaran
pembelajaran Kelemahan
Jangakauan wiffi terbatas
Belum dianggarkan
CCTV banyak yang CCTV banyak yang Kelebihan Pengamatan
rusak rusak dan efektifitas Punya CCTV yang banyak
pemakaiannya Kelemahan
kurang Banyak yang rusak
Kurang optimal
pemanfaatannya
Belum dianggarkan
Peluang
Punya CCTV yang banyak (21
buah)
Ancaman
Belum dianggarkan
Tabel II-16.f. Hasil Pemetaan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1 Karangmojo,
Gunungkidul untuk Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan (lanjutan)

INDIKATOR SUMBER
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT
MUTU DATA
Sarana dan Jumlah dan Lapangan Lapangan lompat Kelebihan Pengamatan
Prasarana kondisi lompat jauh jauh sudah ada Mempunyai lapangan Lompat jauh
sarana belum standar namun tidak Kelemahan
pendidikan standar Lapangan belum standar
sesuai Belum dianggarkan
standar Peluang
Ada ruang
Ancaman
Belum dianggarkan
Ruang Ruang Kelebihan Pengamatan
pamer/pajang pamer/pajang Hasil kreatifitas ketrampilan siswa
hasil karya hasil karya banyak
siswa/piala siswa/piala belum Kelemahan
belum ada ada sebagai Tidak ada ruang untuk apresiasi
wahana apresiasi Belum dianggarkan
hasil karya Peluang
/prestasi siswa Banyaknya hasil ketrampilan siswa
Ancaman
Belum dianggarkan
Ruang OSIS Ruang OSIS belum Kelebihan Pengamatan
belum digunakan Aktifitas kegiatan OSIS tinggi
representatif maksimal karena Ada ruang OSIS tetapi belum
perabotnya yang dimaksimalkan penggunaannya
kurang Kelemahan
Perabot ruang OSIS kurang memadai
Belum dianggarkan
Peluang

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 27
INDIKATOR SUMBER
STANDAR MASALAH AKAR MASALAH ANALISIS SWOT
MUTU DATA
Ada ruang
Ancaman
Belum dianggarkan
Ruang Kepala Ruangan Kepala Kelebihan Pengamatan
Sekolah belum Sekolah belum Kegiatan Kepala Sekolah yang padat ,
representatif representatif, termasuk menerima tamu
kurang luas Seringnya Rapat koordinasi terbatas
diruang Kepala Sekolah
Kelemahan
Ruangan yang sempit
Belum dianggarkan
Peluang
Ada ruang
Ancaman
Belum dianggarkan
Ruang Waka Ruang Waka Kelebihan Pengamatan
belum belum Kegiatan Waka yang padat
representatif representatif, Kelemahan
kurang luas dan Ruang yang sempit
terlalu jauh Terlalu jauh dengan ruang kepala
dengan ruang sekolah
Kepala Sekolah Belum dianggarkan
Peluang
Ada ruang
Ancaman
Belum dianggarkan

3. Menyusun Rencana Pemenuhan Mutu dan Bedah RKAS


Berdasarkan hasil pemetaan mutu dan analisis permasalahan yang dilakukan, maka disusun prioritas
usulan program dan kegiatan pemenuhan mutu seperti disajikan dalam Tabel II-17 .

Tabel II-17.a. Prioritas Pemenuhan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1 Karangmojo,
Gunungkidul yang Akan Diusulkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah SMA Negeri1 Karangmojo.
PROGRAM KEGIATAN TAHUN 1 TAHUN 2 TAHUN 3 TAHUN 4
Pelatihan motivasi guru Pelatihan karakter building gurudan V
Pelatihan motivasi dan karakter murid
siswa.
Pelatihan guru. - Pelatihan guru untuk meningkatkan V
pembelajaran yang kreatif dan
inovatif sehingga kemampuan
prosedural dan metakognitif siswa
meningkat.
Program pelatiahan soal. - Latihan siswa dalam bentuk soal V
analisis.
Lomba siswa - Lomba penulisan essay V
Pelatihan kreatifitas siswa - Pelatihan siswa untuk meningkatkan V
kreatifitas, inovasi dan produktifitas
siswa.
Lomba siswa - Lomba kreatifitas dan inovasi siswa V
berupa hasil produknya.
Meningkatkan penguasaan guru Rapat Kerja Sekolah (RAKER) V
terhadap kurikulum sekolah.

MeningkatanKompetensi Guru Workshop PeningkatanKompetensi V


SMA Negeri 1 Karangmojo Guru SMA Negeri 1 Karangmojo.
Agenda kegiatan :
Pendekatansaintifik
Model model Pembelajaran
Pengembangan RPP
Memenuhi kekurangan buku ajar Pengadaan buku matapelajaran V

Melaksanakan supervise Supervisi penerapan pendekatan V


pembelajaran saintifik
Peningkatankemampuan guru Raker penyusunan rancangan penilaian V
menyusun soal model HOT yang efektif dan efisien
Raker / workshop penyusunan Soal V
model HOT
Peningkatan penguasaan guru Merancang penomoran untuk siswa V
dalam penyusunan rancangan saat kegiatan
penilaian yang efektif, efisien
Pengangkatan guru honorer/ Usulan ke Dinas/Depag, BKD. V
pemenuhan jam (Agama Katolik Membuka lowongan.
dan Bhs. Jawa, Sosiologi)
Meningkatkan kualifikasi TK ke Kuliah , Pendidikan dan latihan. V
jenjang yang lebih tinggi sesuai job SK pembagian tugas yang jelas.
description yang dibutuhkan. Penempatan TK sesuai dengan

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 28
PROGRAM KEGIATAN TAHUN 1 TAHUN 2 TAHUN 3 TAHUN 4
Meningkatkan kinerja. kemampuan.
Pembinaan, Reward, punishment
Membuat ruang sebagai Pusat Penyiapan Petugas V
layanan Informasi (service Center) Telephone
Komputer

Tabel II-17.b. Prioritas Pemenuhan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1 Karangmojo,
Gunungkidul yang Akan Diusulkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah SMA Negeri1 Karangmojo
(lanjutan).

PROGRAM KEGIATAN TAHUN 1 TAHUN 2 TAHUN 3 TAHUN 4


Membuat rambu-rambu/ 1. Pembuatan rambu-rambu/petunjuk V
petunjuk yang jelas dilingkungan arah
sekolah 2. Tenaga pemasangan
Membuat jalan khusus untuk Pembelian material V
Difable (Tuna Netra) Tenaga pelaksana
Membuat Ruang piket yang 1. Pembelian bahan/material V
representatif 2. Tenaga pelaksana
Membuat Ruang Tamu yang Pembelian Meja kursi V
representatif
Membeli Layar LCD (Waall Scren - Pembelian layar LCD V
Proyector) di setiap kelas - Tenaga pelaksana pemasangan
Membeli Perabot Ruang BK Pembelian : V
- meja kursi tamu
- Almari khusus
Membuat Ruang Tunggu Pembuatan Kursi panjang V
Pelayanan
Membuat Kursi panjang disetiap Pembelian Kursi panjang V
depan kelas
Membuat Papan untuk Pembuatan tempat spanduk/baliho V
spanduk/poster/baliho permanen
Membuat Papan Mading didepan Pembutan Papan Mading V
kelas
Membuat slogan-slogan yang Pembuatan slogan V
memotivasi dan pembentukan
karakter warga sekolah
Membuat Webside Sekolah Pembuatan Webside V
Membuat Kursi Taman Pembuatan kursi Taman V
Merehab Toilet dan kamar mandi Rehabilitasi Tolilet / kamar kecil : Pintu, V
yang belum layak Cat, Lampu, Keramik
Membuat Tempat Wudlu yang Pembuatan tempat wudlu V
layak
Pembelian Meja kursi Lab Pembelian meja kursi komputer V
Multimedia
Refitalisasi Lab Bahasa Inggris Pembelian program listening dan server V
Pembuatan Lab IPS (Geografi, Pembangunan Gedung
ekonomi, sejarah, sosiologi)
Pembelian Jaringan internet /wiffi Pembelian Wiffi
Perbaikan CCTV yang rusak Perbaikan CCTV V
Membuat Lapangan lompat jauh Perbaikan lapangan lompat jauh V
Membuat Ruang pamer/pajang Pembuatan ruang pamer/pajang V
hasil karya siswa/piala
Perbaikan Ruang OSIS Pembelian perabot meja kursi V
Rehab Ruang Kepala Sekolah Refitalisasi Gedung V
Rehab Ruang Waka Refitalisasi Gedung V
Rehab Ruang Guru dan Karyawan Refitalisasi Gedung V

Tabel II-17.c. Prioritas Pemenuhan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1 Karangmojo,
Gunungkidul yang Akan Diusulkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah SMA Negeri1 Karangmojo
(lanjutan).

PROGRAM KEGIATAN TAHUN 1 TAHUN 2 TAHUN 3 TAHUN 4


Mengadakan Sosialisasi progam Sekolah. Rapat kerja sekolah V
Menunjuk petugas khusus layanan
informasi. Dibuatkan SK Kepala Sekolah V
Perluasan ruang layanan informasi.
Pengadaan sarana ruang layanan Rehap ruang layanan informasi.
informasi. Pembelian mebeler V
Memotivasi guru untuk menggunakan
Web Sekolah secara aktif Pelatihan IT tentang Web. V
Membuat/menyusun usulan dari masing- Raker rencana angaran masing- V
masing penanggungjawab pengguna masing penanggungjawab
anggaran berikut waktu pelaksanaan /coordinator pengguna anggaran
kegiatan
Penyusunan mekanisme penggunaan Workshop penyusunan mekanisme V
anggaran secara optimal penggunaan anggaran
Menyusun perubahan / penyesuaian FGD penentu kebijakan pengelola V
anggaran pada pertengahan anggaran anggaran dan coordinator
atau pada waktu yang diperlukan pengguna anggaran (Waka)

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 29
PROGRAM KEGIATAN TAHUN 1 TAHUN 2 TAHUN 3 TAHUN 4
maksimal 2 kali setahun
Menyusun skala prioritas anggaran yang FGD penentu kebijakan pengelola V
berimbang antara fisik dan non fisik anggaran dan
koordinatorpengguna anggaran

Setelah disusun prioritas program dan kegiatan yang akan dimasukkan dalam Rencana Kegiatandan
berdasarkan tingkat kepentingan (urgensi), Anggaran Sekolah (RKAS) SMA Negeri 1
kemampuan sumber daya yang dimiliki sekolah, Karangmojo. Tabel II-18 menyajikan rencana
kemudian disusun usulan program pemenuhan mutu pemenuhan mutu tahun 2017.

Tabel II-18.a. Rencana Program Pemenuhan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1
Karangmojo, Gunungkidul yang Akan Diusulkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah SMA Negeri1
Karangmojo.

KEBUTUHAN SUMBER
NO PERMASALAHAN PROGRAM KEGIATAN VOLUME
BIAYA DAYA
1 Guru kurang memahami Meningkatkan RAKER 1 ls Rp. 8.000.000 BOS
kurikulum sehingga kurang penguasaan guru
memberikan keseimbangan terhadap kurikulum
antara pengembangan sikap, sekolah.
pengetahuan dan ketrampilan.
2 Guru belum memiliki Meningkatan Workshop 1 ls
NS : 12 jpl x Komite
kompetensi yang memadai Kompetensi Guru Peningkatan 32 jpl
Rp 100.000 =
tentang penerapan SMA Negeri 1 Kompetensi Guru Rp 1.200.000
pendekatan saintifik, model- Karangmojo Agenda kegiatan : Konsumsi :
model pembelajaran saintifik Pendekatan 3x 65 x Rp
sehingga sebagian guru tidak saintifik 25.000 =
memiliki semangat Model model Rp 4.875.000
memperbaiki proses Pembelajaran ATK :
pembelajaran yang Pengembangan 65 x Rp
mendorong peserta didik RPP 25.000 = Rp
mencari tahu dari berbagai 1.625.000
sumberbelajar. Total Rp
7.700.000,00
Tabel II-18.b. Rencana Program Pemenuhan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1
Karangmojo, Gunungkidul yang Akan Diusulkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah SMA Negeri1
Karangmojo (lanjutan)

KEBUTUHAN SUMBER
NO PERMASALAHAN PROGRAM KEGIATAN VOLUME
BIAYA DAYA
3 Sebagian guru belummemiliki Peningkatankemamp Raker penyusunan 1 ls Rp .8000.000 BOS
kemampuan menyusun soal uan guru rancangan penilaian
ulangan model HOT menyusunsoal model yang efektif dan
HOT efisien
siswa kurang mampu
menyelesaikan soal ulangan Raker / workshop
model HOT penyusunan
Soal model HO
4 Belum terpenuhinya tenaga - Meningkatkan Pendidikan dan Rp 3.000.000 komite
kependidikan yang kompeten kualifikasi TK ke latihan.
di bidangnya jenjang yang lebih
tinggi sesuai job
description yang
dibutuhkan.
- Meningkatkan
kinerja.
5 Belum mempunyai Layar LCD Membeli Layar LCD 1. Pembelian layar 21 layar 42.000.000 Komite/
(Waall Scren Proyector) di (Waall Scren LCD BOS
setiap kelas Proyector) di setiap 2. Tenaga pelaksana
kelas pemasangan
Website sekolah belum Mengoptimalkan Penyempurnaan 1 Web 3.000.000 Komite/
optimal Website Sekolah Webside BOS
Ruang OSIS belum Perbaikan Ruang OSIS Pembelian perabot 1 set 10.000.000 Komite/
representatif meja kursi untuk 20 BOS
orang
6 Belum semua elemen Mengadakan Rapat kerja sekolah 66 guru Sudah BOS
sekolah mengetahui program Sosialisasi progam 17 TU dianggarkan
kerja sekolah. Sekolah. di Standar isi
BOS
Sebagian tenaga pendidik Mengadakan Raker / Raker / Pembinaan / 66 guru Sudah
belum memberikan umpan sosialisasi / Briefing dianggarkan
balik yang yang maksimal. Pembinaan . di RKAS
(Standar isi)
Layanan informasi kepada - Menunjuk petugas Dibuatkan SK Kepala 6 orang BOS
pelanggan belum optimal khusus layanan Sekolah x 8 Jam Sudah
Belum ada petugas khusus informasi. dianggarkan
layanan informasi. di RKAS
- Perluasan ruang (Sarpras) BOS

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 30
KEBUTUHAN SUMBER
NO PERMASALAHAN PROGRAM KEGIATAN VOLUME
BIAYA DAYA
Ruang layanan informasi layanan informasi. Rehap ruang layanan 3m x
sempit. informasi. 6m = 18 Sudah
2
- Pengadaan sarana m dianggarkan
Sarana ruang layanan ruang layanan di RKAS
informasi tidak representatif. informasi. Pembelian mebeler 1 Kabinet (sarpras) BOS
1 stel
- Memotivasi guru meja Sudah
Belum semua guru untuk tamu dianggarkan
memanfaatkan web sekolah menggunakan Web di RKAS
secara aktif Sekolah secara aktif Pelatihan IT tentang 66 (sarpras) BOS
Web. orang
guru Sudah
dianggarkan
di RKAS
(Standar
Proses)

Tabel II-18.c. Rencana Program Pemenuhan Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan di SMA Negeri1
Karangmojo, Gunungkidul yang Akan Diusulkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah SMA Negeri1
Karangmojo (lanjutan)

KEBUTUHAN SUMBER
NO PERMASALAHAN PROGRAM KEGIATAN VOLUME
BIAYA DAYA
7 Penetapan anggaran dalam Membuat/menyusun Raker rencana angaran
RKAS belum sesuai dengan usulan dari masing- dari masing-masing
volume kegiatan yang akan masing penanggungjawab
Rp.
dilaksanakan dalam 1 tahun penanggungjawab /coordinator 1
1000.000,-
pelajaran / akademik pengguna anggaran pengguna anggaran
berikut waktu
pelaksanaan kegiatan
Mekanisme penggunaan Penyusunan Workshop
anggaran belum diatur secara mekanisme penyusunan Rp.
1
optimal penggunaan anggaran mekanisme 2000.000,-
secara optimal penggunaan anggaran
Biaya Kegiatan yang tertera di Menyusun perubahan FGD penentu
RKAS tidak mencukupi / penyesuaian kebijakan pengelola
operasional kegiatan anggaran pada anggaran dan
pertengahan coordinator pengguna Rp.
1
anggaran atau pada anggaran (Waka) 1000.000,-
waktu yang
diperlukan maksimal
2 kali setahun
Anggaran komite Menyusun skala FGD penentu kebijakan
berkonsentrasi pada prioritas anggaran pengelola anggaran Rp.
1
pembangunan fisik yang berimbang dan koordinator 1000.000,0
antara fisik - non fisik pengguna anggaran

4. Melaksanakan Rencana Pemenuhan Mutu pelaksanaan pemenuhan mutu difokuskan pada


Tahapan siklus Sistem Penjaminan Mutu perbaikan perencanaan pembelajaran (review dan
Internal (SPMI) setelah penyusunan rencana penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
pemenuhan mutu adalah pelaksanaan rencana (RPP)) dan supervisi pelaksanaan pembelajaran.
pemenuhan mutu. Namun demikian, dengan Gambar 2.10 memperlihatkan dokumentasi review
mempertimbangkan urgensi kegiatan dan jumlah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Supervisi
bantuan yang diberikan, pada program Pembelajaran di SMA Negeri 2 Wonosari,
pengembangan sekolah model Tahun 2016, Gunungkidul.

(a) (b)
Gambar 2.10. Gambar (a) Aris Feriyanto, S.Pd, Instruktur Nasional Kurikulum 2013 dari SMA Negeri 1 Wonosari
sedang menyampaikan materi tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Gambar (b) Kegiatanpembekalan
Tim Supervisi Guru/Assesor PKG SMA Negeri 2 Wonosari. Nampak dalam Gambar, Mujiman,M.M Pengawas
Pembina SMA Negeri 2 Wonosari sedang memberikan materi tentang supervisi pembelajaran dan penilaian
kinerja guru.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 31
G. Wokshop Pengembangan Sistem Penjaminan struktural dinas pendidikan kab/kota dan pengawas
Mutu Internal (SPMI) bagi Sekolah Imbas sekolah) dan tim penjaminan mutu dari sekolah model
Kegiatan pendampingan sekolah model sebagai pemateri/narasumber.
diharapkan dapat memberikan pengalaman Workshop disusun dengan dengan pola
penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), 32 jam pelatihan dengan materi mencakup konsep,
serta diperoleh praktik-praktik baik (good practices) kebijakan, strategi implementasi penjaminan mutu
penerapan siklus SPMI yang akan diimbaskan pada pendidikan internal di satuan pendidikan, serta praktik
sekolah imbas. Kegiatan Workshop Pengembangan baik implementasi SPMI baik praktik baik
SPMI bagi sekolah imbas dilaksanakan untuk pengembangan SPMI maupun praktik baik
mengimbaskan pengalaman (praktik baik) pengelolaan pembelajaran. Struktur Program
pengembangan dan implementasi SPMI di sekolah Workshop i disajikan dalam Tabel II-19 dan Tabel II-
model kepada sekolah imbas, dengan cara 20 di bawah ini.
melibatkan Tim Penjaminan Mutu Daerah (pejabat

Tabel II-19. Struktur Program Workshop Pembinaan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi
Sekolah Imbas Tahun 2016 untuk Kelas Manajemen : Praktik Baik Pengelolaan Manajemen Sekolah untuk
Mendukung Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal

NO MATERI WORKSHOP ALOKASI WAKTU (JPL)


1 MATERI UMUM
Kebijakan Kemendikbud tentang penjaminan mutu pendidikan : Peraturan Menteri
2
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 Tahun 2016
2 MATERI POKOK
Isu-isu Kritis Terkait Mutu Pendidikan 2
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) 2
Best Practices Implementasi SPMI pada Sekolah Model 6
Pemetaan Mutu Pendidikan 4
Penyusunan Rencana Pemenuhan Mutu 5
Penyusunan Rencana Kerja Sekolah/Rencana Kerja Anggaran Sekolah 8
3 MATERI PENUNJANG
Rencana Tindak Lanjut dan komitmen 3
Jumlah 32

Tabel II-20. Struktur Program Workshop Pembinaan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi
Sekolah Imbas Tahun 2016 untuk Kelas Akademik : Praktik Baik Pengelolaan Pembelajaran

NO MATERI WORKSHOP ALOKASI WAKTU (JPL)


1 MATERI UMUM
Kebijakan Kemendikbud tentang penjaminan mutu pendidikan : Peraturan Menteri
2
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 Tahun 2016
2 MATERI POKOK
Isu-isu Kritis Terkait Mutu Pendidikan 2
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) 2
Best Practices Perencanaan dan Pengelolaan Pembelajaran pada Sekolah Model 6
Penyusunan Perencanaan Pembelajaran dengan berbagai model, strategi, dan
8
metode pembelajaran
Praktek Pembelajaran (peer teaching) 6
Supervisi Pembelajaran 3
3 MATERI PENUNJANG
Rencana Tindak Lanjut dan komitmen 3
Jumlah 32

Workshop SPMI bagi sekolah imbas ini dilaksanakan untuk membekali sekolah imbas tentang strategi
pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan praktik baik SPMI di sekolah model. Ruang lingkup
materi yang disampaikan disajikan dalam Tabel II-21.

Tabel II-21.a. Deskripsi Materi Workshop Pembinaan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi
Sekolah Imbas

NO MATERI DESKRIPSI MATERI


1.1 Penjaminan mutu pendidikan ditinjau dari regulasi perundang-undangan :
UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP 19 Tahun
Kebijakan Ditjen 2005, dan Permendikbud No 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan
1 Dikdasmen Kemendikbud Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah
tentang PMP 1.2 Penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah :
Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME)
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Isu-isu Kritis Terkait Mutu 2.1 Menggambarkan kondisi pendidikan di Indonesia saat ini berdasarkan
2 standar nasional pendidikan.
Pendidikan
2.2 Menggambarkan persoalan dan harapan terkait mutu pendidikan di sekolah

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 32
NO MATERI DESKRIPSI MATERI
masing-masing : terutama dalam bidang pengelolaan (manajemen sekolah)

3.1 Menggambarkan siklus penjaminan mutu internal


Konsep Sistem Penjaminan
3 3.2 Menjelaskan tahapan dalam siklus SPMI
Mutu Internal
3.3 Menjelaskan definisi dan tujuan tahapan dalam siklus SPMI

4.1 Menggambarkan tahapan-tahapan implementasi SPMI disekolah model :


strategi, hambatan, dan pemecahannya
4.2 Praktik baik hasil implementasi SPMI :
Sosialisasi SPMI kepada pemangku kepentingan sekolah.
Pembentukan tim penjaminan mutu pendidikan sekolah : keanggotaan,
Praktik Baik (Good organisasi, rincian tugas, dan dukungan sekolah terhadap tim
4 Practices) Implementasi Pelaksanaan evaluasi diri/pemetaan mutu sekolah untuk memetakan
SPMI pada sekolah model kondisi mutu sekolah
Hasil pemetaan mutu sekolah
Penyusunan Program Peningkatan Mutu berdasarkan pemetaan mutu
(usulan program Kerja Sekolah)
Strategi implementasi Program peningkatan mutu : Penjaringan dan
pelibatan peran pemangku kepentingan dari luar sekolah.
5.1 Prosedur dan mekanisme pemetaan mutu/EDS.
5.2 Merefleksi pemahaman sekolah terkait tujuan EDS dan kegunaan profil
mutu sekolah
5.3 Menggali pemahaman terhdap indikator-indikator dalam SNP
Pemetaan Mutu Satuan 5.4 praktek pemetaan mutu di satuan pendidikan :
5
Pendidikan menentukan indikator mutu berdasarkan SNP.
menyusun atau memilih instrumen EDS yang sesuai dengan indikator
dalam SNP yang telah ditentukan sebelumnya
menyusun gambaran kondisi sekolah sesuai indikator dan data yang
terkumpul. .
6.1 Menyusun rencana pemenuhan mutu berdasarkan hasil pemetaan mutu
EDS
6.2 Praktik penyusunan rencana pemenuhan mutu (usulan RKAS)
Penyusunan Rencana melakukan analisis kekuatan, kelemahan,peluang, dan ancaman
6
Pemenuhan Mutu (SWOT)
mengidentifikasikan masalah yang muncul dari analisis SWOT.
menentukan akar permasalahan dari setiap masalah utama yang
ditemukan
Praktik menyusun RKAS
menyusun skala prioritas permasalahan yang akan diselesaikan
mengidentifikasi program dan kegiatan yang relevan untuk
Penyusunan Rencana menyelesaikan permasalahan
7
Kerja Sekolah/ Rencana menentukan indikator keberhasilan program dan kegiatan yang
Kerja dan Anggaran direncanakan
Sekolah menetapkan target output setiap program dan kegiatan
mengidentifikasi penanggung jawab, sasaran dan pihak yang terlibat
dalam setiap kegiatan
mengidentifikasi sumber pembiayaan dan estimasi biaya
Tabel II-21.b. Deskripsi Materi Workshop Pembinaan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi
Sekolah Imbas.

NO MATERI DESKRIPSI MATERI


8.1 Menggambarkan tahapan-tahapan penyusunan perencanaan pembelajaran
8.2 Pemilihan model, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat
8.3 Pemanfaatan berbagai sumber belajar
Praktik Baik (Good Practices)
8.4 Kegiatan Pengembangan diri dan ekstrakurikuler
8 Perencanaan dan Pengelolaan
8.5 Contoh model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh
Pembelajaran
sekolah model
8.6 Model review dan perbaikan RPP
8.7 Supervisi pembelajaran dan tindak lanjutnya
Perencanaan Pembelajaran
9.1 Praktek memilih model, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat
9 dengan berbagai model,
9.2 Praktek menyusun RPP.
strategi, dan metode
Praktek Pembelajaran Praktek melaksanakan pembelajaran menggunakan RPP yang disusun oleh masing-
10
Terbimbing (Peer Teaching) masing peserta
11.1 Tahapan, metode, dan teknik suervisi pembelajaran
11 Supervisi Pembelajaran 11.2 Instrumen Supervisi pembelajaran
11.3 Laporan dan tindak lanjut supervisi
menyusun rencana tindak lanjut pengembangan SPMI di sekolah meliputi kegiatan
Rencana Tindak Lanjut dan
12 sosialisasi SPMI, Pembentukan Tim Penjaminan Mutu, Implementasi Rencana
Komitmen
Pemenuhan Mutu, Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Tes untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi workshop sebelum dan
13 Pre Test dan Post Test
setelah kegiatan

Workshop SPMI bagi sekolah imbas dalam Tabel II-22. Kegiatan ini dilaksanakan oleh
dilaksanakan pada tanggal 14 s.d. 24 November 2016 LPMP bekerjasama dengan sekolah model dan
dengan jadwal dan jumlah peserta seperti disajikan

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 33
sekretariat penjaminan mutu pendidikan di masing- masing Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota

Tabel II-22. Rekapitulasi Waktu Pelaksanaan, Tempat, dan Jumlah Peserta Workshop SPMI Bagi Sekolah Imbas di
Provinsi D. I. Yogyakarta Tahun 2016
JUMLAH
No ANGKATAN WILAYAH WAKTU PELAKSANAAN TEMPAT
PESERTA
Kab. Gunungkidul 14 17 Nov 2016 SMK N 2 Wonosari 80 orang
15 18 Nov 2016 SMP N 1 Godean
Kab. Sleman 79 orang
1 Angkatan 1 15 18 Nov 2016 SMA N 1 Kalasan
15 18 Nov 2016 SMP N 8 Yogyakarta
Kota Yogyakarta 78 orang
14 17 Nov 2016 SMA N 6 Yogyakarta
Dinas Dikdas & Dikmen
Kab. Bantul 21 24 Nov 2016 79 orang
2 Angkatan 2 Bantul
Kab. KulonProgo 21 24 Nov 2016 SMA N 1 WATES 80 orang
Jumlah Peserta 396 orang
Keterangan : Jumlah peserta yang diundang sebanyak 400 orang, peserta yang hadir sejumlah 396 orang.

Pada akhir kegiatan workshop, setiap sekolah 5. Bedah Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah
menandatangani komitmen untuk mengembangkan (RKAS) yaitu kegiatan me-review untuk
SPMI, serta menuangkannya dalam bentuk rencana melakukan revisi RKAS jika memungkinkan atau
implementasi SPMI yang memuat kegiatan : menginventaris kegiatan untuk penyusunan
1. Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan RKAS tahun mendatang
dan Sistem Penjaminan Mutu Internal kepada 6. Perbaikan proses pembelajaran mulai dari bedah
seluruh warga sekolah dan stakeholder terkait dokumen perencanaan pembelajaran, dan
seperti komite sekolah dan pengawas sekolah. supervisi pembelajaran
2. Pembentukan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan 7. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan rencana
(Tim PMP) pemenuhan mutu
3. Pemetaan mutu sekolah berdasarkan Standar Rencana implementasi SPMI yang disusun oleh
Nasional Pendidikan (SNP) satuan pendidikan akan dijadikan acuan oleh Tim
4. Penyusunan rencana pemenuhan mutu, mulai Pendamping dari Sekolah Model dan LPMP D.I.
dari analisis permasalahan sampai dengan Yogyakarta ketika melaksanakan pendampingan dan
penyusunan program sekolah pembimbingan pengembangan SPMI di sekolah
imbas.

(a) (b)
Gambar 2.11. Gambar (a Pembukaan Workshop Pengembangan SPMI Bagi Sekolah Imbas di salah satu
Kabupaten/Kota. Gambar (b) Peserta kegiatan Workshop Pengembangan SPMI Bagi Sekolah Imbas di salah satu
Kabupaten/Kota

H. Pendampingan Pengembangan Sistem pendampingan ini. Keterlibatan pendampingan dari


Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMI) di LPMP D.I. Yogyakarta untuk membantu peserta
Sekolah Imbas Workshop SPMI dari sekolah imbas dalam
mensosialisasikan konsep SPMI sesuai dengan
Pendampingan Pengembangan Sistem
Peraturan MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan
Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi sekolah
Nomor 28 Tahun 2016, serta memberikan arah
dilaksanakan untuk menguatkan dan membina
pendampingan sehingga sesuai dengan target dan
sekolah imbas agar dapat mengimplementasikan
tujuan yang direncanakan. Namun demikian,
SPMI, dengan mengacu pada praktik-praktik baik
mengingat waktu pendampingan yang hanya
(good practices) implementasi SPMI di sekolah model.
dilakukansebanyak 2 (kali) untuk setiap sekolah
Oleh karena itu keterlibatan Tim Penjaminan Mutu
imbas, maka dari 5 (lima) tahap pengembangan
dari sekolah model sangat menentukan keberhasilan
SPMI, hanya kegiatan sosialisasi SPMI, pemetaan

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 34
mutu sekolah, dan penyusunan rencana pemenuhan evaluasi/audit dan peningkatan standar diharapkan
mutu yang didampingi. Kegiatan pelaksanaan dilakukan sekolah secara mandiri. Tabel II-23
rencana mutu (perbaikan pengelolaan sekolah dan menyajikan deskripsi pelaksanaan masing-masing
peningkatan proses pembelajaran), serta kegiatan pendampingan.
Tabel II-23.a. Deskripsi Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal
(SPMI) Tahun 2016 pada Sekolah Imbas.

No Kegiatan Tujuan Deskripsi Kegiatan Hasil Kegiatan Keterangan


1 Sosialiasi 1.4.Mensosialisasikan 1. Pemaparan a. Pemahaman Fasilitasi dan
Sistem Sistem Penjaminan Permendikbud No 28 dan kesadaran Bimbingan
Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar Tahun 2016 Tentang warga sekolah dari LPMP
Mutu dan Menengah Sistem Penjaminan Mutu tentang SPMI DIY dan Tim
Internal 1.5.Menyusun strategi dan Pendidikan Dasar dan b. Kesepahaman PMP dari
(SPMI) mekanisme Menengah seluruh warga Sekolah
pelaksanaan SPMI 2. Pemaparan Siklus dan sekolah dalam Model
1.6.Membentuk unit/tim Tahapan SPMI menerapan
penjaminan mutu 3. Pemaparan Praktik Baik SPMI
pendidikan di sekolah (good practices) c. SK Tim
implementasi SPMI di Penjaminan
Sekolah Model Mutu Sekolah
4. Pembentukan Unit/Tim
Penjaminan Mutu
Sekolah
2 Pemetaan 2.4.Sekolah trampil 1. Merefleksi pemahaman a. Dokumen hasil Dilakukan
Mutu melakukan Evaluasi sekolah terkait tujuan pemetaan secara mandiri
Sekolah Diri Sekolah (EDS) EDS dan kegunaan profil (Profil Mutu dibimbing oleh
untuk memetakan mutu sekolah Sekolah) fasilitator dari
kondisi kinerja sekolah 2. menentukan indikator b. Hasil analisis Tim PMP
dalam mutu berdasarkan SNP. SWOT Sekolah
mengimplementasikan 3. menyusun atau memilih Imbas
SNP instrumen EDS yang
2.5.Sekolah trampil sesuai dengan indikator
melakukan analisis dalam SNP yang telah
SWOT (Strength, ditentukan sebelumnya
Weakness, Opportunity 4. menyusun gambaran
and Threat kondisi sekolah sesuai
Kekuatan, Kelemahan, indikator dan data yang
Peluang dan terkumpul.
Ancaman) yang berisi 5. melakukan analisis
potensi keunggulan SWOT
berikut faktor-faktor 6. mengidentifikasikan
penghambat baik masalah yang muncul
internal maupun dari analisis SWOT.
eksternal sekolah 7. menentukan akar
2.6.Sekolah mampu permasalahan dari setiap
mengidentifikasi akar masalah utama yang
permasalahan dalam ditemukan.
pemenuhan SNP 8. menyusun dokuman hasil
pemetaan mutu
3 Penyusunan 3.4.Sekolah trampil 1. menyusun prioritas a. Dokumen Fasilitasi dan
Program menyusun program permasalahan yang rencana Bimbingan
Pemenuhan pemenuhan mutu diselesaikan, pemenuhan dari LPMP
Mutu menindaklanjuti hasil mempertimbangkan memuat DIY dan Tim
pemetaan mutu/EDS ketersediaan sumberdaya program, PMP dari
dan tingkat kepentingan kegiatan, Sekolah
2. merencanakan program sasaran, Model
3.5.Sekolah trampil dan kegiatan yang relevan penanggungjaw
melakukan untuk menyelesaikan ab, indikator
perencanaan untuk permasalahan. keberhasilan,
mengatasi permasalah pihak yang
sesuai dengan skala terlibat dan
prioritas target capaian

Tabel II-23.b. Deskripsi Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal
(SPMI) Tahun 2016 (Lanjutan).
No Kegiatan Tujuan Deskripsi Kegiatan Hasil Kegiatan Keterangan
3 Penyusunan 3.6.Sekolah trampil 3. menentukan indikator b. Hasil revisi Fasilitasi dan
Program melakukan keberhasilan program dan usulan Bimbingan dari
Pemenuhan perencanaan untuk dan kegiatan yang RKAS. LPMP DIY dan
Mutu (lanjutan) mengatasi direncanakan sekolah. Tim PMP dari
permasalah sesuai 4. menetapkan target Sekolah Model
dengan skala output setiap program
prioritas (Lanjutan) dan kegiatan yang
direncanakan sekolah.
5. mengidentifikasi
penanggung jawab,
sasaran dan pihak yang
terlibat dalam kegiatan .
6. melakukan kajian RKAS
yang ada disekolah
berdasarkan hasil
pemetaan dan
perencanaan.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 35
No Kegiatan Tujuan Deskripsi Kegiatan Hasil Kegiatan Keterangan
7. Membahas bersama
untuk mengidentifikasi
revisi program dan/atau
kegiatan dalam RKAS
(jika memungkinkan)
atau menginventaris
kegiatan untuk
penyusunan RKAS
tahun mendatang
berdasarkan prioritas.

Berdasarkan deskripsi pelaksanaan kegiatan b. Hasil pemetaan sekolah (Profil Mutu Sekolah)
pendampingan padaTabel II-23 maka dokumen hasil berdasarkan Standar Nasional Pendidikan
kegiatan pendampingan adalah : c. Hasil analisis pemasalahan mutu dan analisis
a. Surat Keputusan Kepala Sekolah Tentang SWOT
Pembentukan Tim Penjaminan Mutu Sekolah d. Dokumen review RKAS, dan
sesuai dengan permendikbud nomor 28 tahun e. Dokumen rencana pemenuhan mutu, yaitu
2016 dan kebutuhan sekolah. program dan kegiatan peningkatan mutu yang
akan diusulkan dalam RKAS tahun berikutnya.

(a) (b)
Gambar 2.12. Dokumentasi Kegiatan Pendampingan Pengembangan SPMI Bagi Sekolah Imbas di SMA Negeri 1
Semin, Gunungkidul. Gambar (a) Kepala SMAN 2 Wonosari, Drs. Leladi Budhie Mulya, M.Pd, sedang Memaparkan
praktik baik (good practices) implementasi SPMI di SMAN 2 Wonosari. Gambar (b) Kegiatan pemaparan hasil
pemetaan mutu dan rencana pemenuhan mutu di SMA N 1 Semin. Tampak pendamping dari SMAN 2 Wonosari
memberikan masukan perbaikan, didampingi oleh Kepala SMAN 1 Semin dan pendamping dari LPMP D.I.
Yogyakarta.

(a) (b)

(c) (d)
Gambar 2.13. Dokumentasi Kegiatan Pendampingan Pengembangan SPMI Bagi Sekolah Imbas di SMA Negeri 1
Karangmojo. Gambar (a) dan (b) Kegiatan pemetaan mutu dan penyusunan rencanapemenuhan mutu. Gambar (c)
Presentasi hasil pemetaan mutu dan rencana pemenuhan mutu. Gambar (d) Pendamping dari Sekolah Model, SMA
Negeri 2 Wonosari, Dra. RR Yayuk Sri Rahayu, menanggapi dan memberikan masukan terhadap hasil pemetaan dan
rencana pemenuhan mutu yang disusun.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 36
I. Diseminasi Program Sekolah Model : Potret mensosialisasikan permendikbud 28 tahun 2016,
Sekolah Model praktik baik imlementasi SPMI di sekolah model, serta
Program Pengembangan Sekolah Model dan menyusun strategi percepatan implementasi SPME
Sekolah Imbas Implementasi Sistem Penjaminan dan SPMI di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan
Mutu Internal (SPMI) dirancang untuk dilaksanakan di LPMP D.I. Yogyakarta pada 19 s.d 21
mengembangkan beberapa satuan pendidikan yang Desember 2016 dalam bentuk seminar dan diskusi.
akan menjadi model penerapan penjaminan mutu Narasumber dan pemateri adalah perwakilan dariTim
pendidikan secara mandiri, sehingga dapat dijadikan PMP-PD, kepala sekolah model, serta fasilitator dari
sebagai model bagi satuan pendidikan lain yang akan LPMP D.I. Yogyakarta. Agar pengimbasan
menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal implementasi SPMI ke seluruh sekolah dapat berjalan
(SPMI). Sekolah model diharapkan dapat dengan cepat maka peserta yang hadir dalam
mengimbaskan pelaksanaan penjaminan mutu kegiatan ini terdiri dari pejabat struktural dinas
sehingga SPMI sesuai dengan Permendikbud 28 pendidikan provinsi/kabupaten/kota, koordinator
Tahun 2016 dapat segera di implementasikan oleh pengawas sekolah dari masing-masing dinas
seluruh sekolah di DaerahIstimewa Yogyakarta. pendidikan, serta penjabat struktural Kanwil
Diseminasi Program Sekolah Model melalui KEMENAG Daerah Istimewa Yogyakarta dengan
kegiatan potret sekolah model, dilaksanakan untuk rincian seperti tercantum dalam Tabel II-24.

Tabel II-24. Rekapitulasi Peserta Kegiatan Diseminasi Program Pengembangan Sekolah Model Implementasi Sistem
Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2016 melalui Kegiatan Potret Sekolah Model.

NO UNIT KERJA UNSUR JUMLAH


Dinas Dikpora Kab. Pejabat Struktural 1 orang
1
Sleman Pengawas Sekolah 4 orang
Dinas Dikpora Kab. Pejabat Struktural 1 orang
2
Gunungkidul Pengawas Sekolah 4 orang
Dinas Pendidikan Kota Pejabat Struktural 1 orang
3
Yogyakarta Pengawas Sekolah 4 orang
Dinas Pendidikan Dasar Pejabat Struktural 1 orang
4
Kab. Bantul Pengawas Sekolah 2 orang
Dinas Dikmenof Kab. Pejabat Struktural 1 orang
5
Bantul Pengawas Sekolah 2 orang
Dinas Pendidikan Kab. Pejabat Struktural -
6
Kulon Progo Pengawas Sekolah 4 orang
Pejabat Struktural 2 orang
7 Kanwil KEMENAG DIY
Kepala Sekolah 2 orang

Tabel II-26. Pemateri pada Kegiatan Diseminasi Program Pengembangan Sekolah Model Implementasi Sistem
Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2016 melalui Kegiatan Potret Sekolah Model.

No Nama Jabatan Keterangan


1 Dr. Subiyantoro,M.Pd Kepala LPMP DIY Narasumber Daearah
Kabid Program & Standarisasi Dinas Dikpora
2 Drs. Suraya Praktisi
DIY
Dra. Titi Sulistiyani,
3 Kasi PMS LPMP DIY Fasilator Program SPMI LPMP DIY
M.Pd
4 Drs. Rochmat, M.Pd Kasubbag ADP TimPMP Dinas Kota YK
Wiwik Indriyati, S.Pd,
5 Kepala SMK 5 Yogyakarta Pemateri dari Sekolah Model
M.Si
Drs. Isdarmoko, M.Pd.
6 Kepala SMA 1 Kasihan Pemateri dari Sekolah Model
MM.Par
7 Agung Miyana, S.Pd. SMP 1 Sewon Pemateri dari Sekolah Model
Drs. Andar
8 Kepala SD Muh Al Mujahidin Wonosari Pemateri dari Sekolah Model
Jumailan,MM
9 Sugiyanta, M.Pd Widyaisawa LPMP DIY Fasilitator Nasional SPMI

Seperti telah disebutkan kegiatan ini percepatan implementasi SPMI dan SPME di Daerah
dirancang untuk mempercepat implementasi SPMI Istimewa Yogyakarta. Untuk mendukung pencapaian
sesuai tuntutan Permendikbud 28 tahun 2016, tujuan tersebut, materi yang dipaparkan seperti
mensosialisasikan praktik baik implementasi SPMI di disajikan dalam Tabel II-27.
sekolah model, serta untuk menyusun strategi

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 37
Tabel II-26. Materi Paparan dalam Kegiatan Diseminasi Program Pengembangan Sekolah Model Implementasi
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2016 melalui Kegiatan Potret Sekolah Model.

NO MATERI PEMATERI
Kebijakan Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi D.I. Yogyakarta
1 Drs. Suraya
tentang penjaminan mutu pendidikan
Sosialisasi Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016 Tentang Sistem
2 Dr. Subiyantoro, M.Pd.
Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah
Konsep dan Strategi Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal
3 Drs. Rochmat, M.Pd
(SPMI) di Satuan Pendidikan
Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas SPMI LPMP
4 Dra. Titi Sulistiyani, M.Pd.
D.I. Yogyakarta Tahun 2016
Wiwik Indriyani, S.Pd, M.Si

Praktik baik Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Drs. Isdarmoko, M.Pd., M.Par
5
Sekolah Model Agung Miyana, S.Pd.
Drs. Andar Jumailan, MM
Diskusi dan Tindak Lanjut : Penyusunan Strategi Pengembangan SPMI
9 Dra. Titi Sulistiyani, M.Pd.
masing-masing Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota

(a) (b)

(c) (d)

(e) (f)

(g) (h)

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 38
Gambar 2.13. Dokumentasi Kegiatan Diseminasi Program Sekolah Model : Potret Sekolah Model. Gambar (a)
Drs.Suroyo, Kabid Perencanaan dan Standarisasi Dikpora DIY sedang memaparkan materi, (b) Pemaparan
Materi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan, oleh Dr. Sugiyanta, M.Pd. Gambar (c) Pemaparan Konsep dan
Strategi Pengembangan SPMI oleh Drs. Rochmat, M.Pd, Gambar (d, e, f) Pemaparan materi Praktik Baik
Implementasi SPMI di Sekolah Model, Gambar (g) Diskusi Penyusunan Strategi Percepatan Implementasi SPME
dan SPMI, Gambar (H) Peserta serius mengikuti kegiatan

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 39
BAB III sekolah model maupun sekolah imbas. Hal ini
KESIMPULAN, HAMBATAN, DAN karena pembekalan fasilitator nasional maupun
REKOMENDASI panduan teknis yang disusun oleh Satuan
Tugas Penjaminan Mutu Pendidikan belum
A. Kesimpulan memuat secara jelas tahapan dan dokumen-
Berdasarkan pemaparan Program dokumen yang diperlukan pada kegiatan audit
Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas mutu.
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal 4. Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Pemerintah
(SPMI) LPMP D.I. Yogyakarta Tahun 2016 yang Daerah (Tim PMP-PD) yang dibentuk belum
diberikan maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai efektif untuk mendukung implementasi Sistem
berikut : Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan
1. Program sekolah model dan sekolah imbas Menengah. Hal ini sangat disayangkan karena
Sistem Penjaminan Mutu Internal dapat keberhasilan pengembangan Penjaminan Mutu
berjalan dengan baik. Seluruh rangkaian Pendidikan, baik penjaminan mutu eksternal
kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana (SPME) maupun penjaminan mutu internal
mulai dari kegiatan sosialisasi program, (SPMI) sangat dipengaruhi oleh komitmen
koordinasi pelaksanaan program, penentuan sekolah dan pemangku kepentingan yang
sekolah model dan sekolah imbas, terlibat sesuai dengan tugas,fungsi dan
pembentukan Tim Penjaminan Mutu kewenangan masing-masing mulai dari
Pendidikan-Pemerintah Daerah (Tim PMP-PD), persiapan, pelaksanaan sampai dengan
Peningkatan Kapasitas Tim PMP-PD dalam evaluasi dan pelaporan.
penjaminan mutu pendidikan, Workshop Sistem B. Hambatan
Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi Sekolah Meskipun Program Pengembangan
Model dan Sekolah Imbas, Pendampingan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi
Pengembangan SPMI pada Sekolah Model, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) LPMP D.I.
Pengimbasan Praktik-Praktik Baik (Good Yogyakarta Tahun 2016 dapat berjalan dengan
Practices) Implementasi SPMI kepada Sekolah baik, namun masih terdapat hambatan yaitu :
Imbas, serta diseminasi program sekolah 1. Adanya revisi dan penyesuaian anggaran
model dan sekolah imbasi mplementasi SPMI secara berulang (lebih dari satu kali) pada saat
kepada seluruh stakeholder pendidikan di pelaksanaan program.
Daerah Istimewa Yogyakarta melalui kegiatan 2. Petunjuk teknis dan panduan program masih
potret sekolah model. menimbulkan pemahaman yang beragam dan
2. Fasilitasi dan pendampingan yang diberikan belum diterima saat kegiatan di LPMP sudah
mampu menginspirasi sekolah dimulai.
mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu 3. Aplikasi Pemetaan Mutu Pendidikan beberapa
Internal terutama pada tahap sosialisasi SPMI, kali mengalami update disaat sekolah sudah
pembentukan Tim Penjaminan Mutu menggunakan aplikasi tersebut sehingga
Pendidikan di Satuan Pendidikan, pemetaan menimbulkan berbagai kendala teknis.
mutu sekolah, penyusunan rencana Disamping itu, output hasil pemetaan mutu
pemenuhan mutu dan peningkatan mutu, pendidikan menggunakan aplikasi PMP (profil
perencanaan pembelajaran dan supervisi mutu sekolah) tidak bisa langsung diperoleh
pembelajaran. Namun demikian, fasilitasi oleh sekolah, sehingga tidak dapat digunakan
pelaksanaan rencana pemenuhan mutu hanya untuk mendukung kegiatan pengembangan
dapat dilakukan untuk kegiatan review RPP sekolah model SPMI.
dan supervisi pembelajaran. 4. Pelatihan Fasilitator Nasional (fasnas)
3. Tahapan monitoring, evaluasi dan audit internal pengembangan SPMI baru dilaksanakan pada
belum dapat dilaksanakan secara optimal oleh bulan Juni 2016 mengakibatkan Program

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 52
pengembangan SPMI di sekolah model dan dalam menjamin mutu pendidikan dengan
sekolah imbas belum sesuai dengan frame melibatkan unsur pemerintah daerah di luar
waktu dalam petunjuk teknis yang disusun oleh dinas pendidikan seperti Badan Akreditasi dan
Satgas PMP Ditjen Dikdasmen Kemendikbud ( BAPPEDA.
6 bulan). 4. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
5. Panduan teknis yang disusun oleh Satgas PMP memberdayakan fasilitator pendamping yang
Ditjen Dikdasmen Kemendikbud belum telah dilatih di LPMP D.I. Yogyakarta,
menjelaskan dan memberikan contoh dokumen khususnya pengawas sekolah untuk melakukan
SPMI (dokumen Kebijakan, Dokumen pembinaan SPMI di sekolah binaan masing-
Standar,dan Dokumen Formulir) sebagaimana masing.
disebutkan dalam Permendikbud No. 28 Tahun 5. Kegiatan-kegiatan pendukung program yang
2016 pasal 11 ayat 1 point b. Disamping itu, dilaksanakan oleh Direktorat jenderal
panduan teknis yang disusun juga belum Dikdasmen Kemendikbud, seperti Koordinasi
mengaitkan dengan beberapa peraturan lain Program, Pelatihan Fasilitator Nasional (fasnas)
tentang layanan publik, seperti Peraturan pengembangan SPMI, maupun pemetaan mutu,
Menteri PAN dan RB no 35 tentang Pedoman dilaksanakan lebih awal sehingga rangkaian
Penyusunan Standar Operasional Prosedur kegiatan sesuai dengan frame waktu dalam
Administrasi Pemerintahan. petunjuk teknis yang disusun oleh Satgas PMP
6. Belum adanya Panduan/Surat Ditjen Dikdasmen Kemendikbud
Edaran/PetunjukTeknis Dirjen Dikdasmen 6. Panduan teknis yang disusun oleh Satgas PMP
Kemendikbud yang menjembatani kaitan hasil Ditjen Dikdasmen Kemendikbud menjelaskan
SPMI dengan pelaksanaan SPME sebagaimana dan memberikan contoh dokumen SPMI
termuat dalam pasal 3 ayat 4 Permendikbud No. (dokumen Kebijakan, Dokumen Standar,dan
28 tahun 2016. Dokumen Formulir) sebagaimana disebutkan
dalam Permendikbud No. 28 Tahun 2016 pasal
C. Rekomendasi 11 ayat 1 point b. Disamping itu, panduan teknis
Pengembangan sekolah model dan yang disusun juga perlu mengaitkan dengan
sekolah imbas implementasi Sistem Penjaminan
beberapa peraturan lain tentang layanan publik,
Mutu Internal (SPMI) yang telah dilakukan
seperti Peraturan Menteri PAN dan RB no 35
sebaiknya ditindaklanjuti dengan :
tentang Pedoman Penyusunan Standar
1. Kesepakatan kerjasama antara pemerintah Operasional Prosedur Administrasi
daerah dan LPMP untuk menjalankan
Pemerintahan.
pengembangan sekolah model dan
7. Direktorat Jenderal Dikdasmen Kemendikbud
pengimbasan dalam rangka penjaminan mutu
diharapkan menerbitkan Panduan/Surat
pendidikan di daerahnya.
Edaran/PetunjukTeknis untuk mendorong kaitan
2. Komitmen penyediaan anggaran peningkatan
dan sinkronisasi imlementasi SPMI dengan
mutu pendidikan oleh pemerintah daerah.
pelaksanaan SPME sebagaimana termuat
3. Pembentukan tim penjaminan mutu pendidikan
dalam pasal 3 ayat 4 Permendikbud No. 28
daerah untuk membantu pemerintah daerah
tahun 2016.

Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 | 53
Laporan Program Pengembangan Sekolah Model dan Sekolah Imbas Implementasi SPMI Tahun 2016 |0