Anda di halaman 1dari 5

Contoh Laporan Auditor Independen dengan Berbagai Opini dan

Komparasinya berdasarkan Standar Akuntansi

Kelompok I :

Fanny Avianuari (09)

Fernando Effrata Surbakti (10)

Arif Ginanjar (03)

Ahlan Hanif Baihaki (01)

Purnanto Adi Wibowo (28)

Sihar Sitorus (34)

Audit Sektor Komersiil

Program Diploma III Akuntansi Alih Program

Kelas 5-4

Politeknik Keuangan Negara STAN


BAB PEMBAHASAN

A. Komparasi
Berdasarkan ketentuan dan lampiran pada SA 700 , ada beberapa standar yang perlu
digunakan atau yang apat dijadikan acuan dalam menyusun laporan audit. Adapun bentuk
laporan audit yang dapat dijadikan referensi adalah lampiran pada SA 700 yang berbentuk
sebagai berikut :

Ilustrasi 1a
LAPORAN AUDIT OR INDEPENDEN
[Pihak yang dituju]
Laporan atas Laporan Keuangan28
Kami telah mengaudit laporan keuangan PT ABC terlampir, yang terdiri dari laporan
posisi keuangan tanggal 31 Desember 2014, serta laporan laba-rugi komprehensif,
laporan perubahan ekuitas, dan
laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan suatu ikhtisar
kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya.
Tanggung jawab manajemen29 atas laporan keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan
keuangan tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas
pengendalian internal yang
dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan
yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan
maupun kesalahan.

Tanggung jawab auditor


Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas laporan keuangan
tersebut berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar
Audit yang
ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan
kami untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit
untuk memperoleh
keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan tersebut bebas dari kesalahan
penyajian material. Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh
bukti audit tentang angka-angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan.
Prosedur yang dipilih bergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas
risiko kesalahan penyajian material
dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Dalam melakukan penilaian risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian
internal yang relevan
dengan penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan entitas untuk merancang
prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan
menyatakan opini atas
keefektivitasan pengendalian internal entitas.30 Suatu audit juga mencakup
pengevaluasian atas ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran
estimasi akuntansi yang dibuat oleh
manajemen, serta pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan secara
keseluruhan.
Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk
menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.

Opini
Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam
semua hal yang material, posisi keuangan PT ABC tanggal 31 Desember 2014, serta
kinerja keuangan dan arus kasnya
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia.
Laporan atas Ketentuan Peraturan Perundang-undangan
[Bentuk dan isi bagian ini dalam laporan auditor bervariasi tergantung
pada sifat tanggung jawab pelaporan lain auditor menurut peraturan
perundang-undangan yang berlaku.]
[Nama KAP]
[Tanda tangan Akuntan Publik]
[Nama Akuntan Publik]
[Nomor registrasi Akuntan Publik]
[Nomor registrasi KAP (jika tidak tercantum dalam kop surat KAP)]
[Tanggal laporan]
[Alamat KAP (jika tidak tercantum dalam kop surat KAP)]

B. Hasil komparasi
Berdasarkan pembandingan laporan audit yang kami peroleh dengan standar
akuntansi SA 705 tentang Modifikasi Terhadap Opini dalam Laporan Auditor Independen
, SA 706 tentang Paragraf Penekanan Suatu Hal dan Paragraf Hal Lain Dalam Laporan
Auditor Independen, SA 710 tentang Informasi Komparatif -Angka Koresponding dan
Laporan Keuangan Komparatif , dan SA 720 tentang Tanggung Jawab Auditor
Atas Informasi Lain Dalam Dokumen Yang Berisi Laporan Keuangan Auditan dapat
disimpulkan beberapa hal :
1. Bahwa laporan audit beberapa perusahaan yang kami peroleh dapat diambil dilihat
beberapa perbedaan dan ketidaksesuaian dengan standar akuntansi, yaitu tentang
penyajian kata dan pengungkapan fakta audit serta pemberian referensi angka yang dalam
laporan perusahaan tidak memperinci dan tidak mereferensikan langsung sesuai apa yang
sudah diatur dalam SA
2. Dalam hal format laporan, memang memiliki tingkat kesesuaian melebihi 80% namun
ada beberapa penekanan masih perlu diperjelas oleh auditor independen dalam
penyusunan laporannya.
3. Terkait pemberian penekanan dalam laporan audit perusahaan yang kami ambil sampel
beberapa masih harus memperhatikan SA 706 butir A1 yang mana seharusnya
Penggunaan paragraf Penekanan Suatu Hal jika terlalu luas mengurangi
keefektivitasan komunikasi auditor atas hal tersebut. Selain itu, untuk mencantumkan
lebih banyak informasi dalam suatu paragraf Penekanan Suatu Hal dari padayang
telah disajikan atau diungkapkan dalam laporan keuangan dapat berimplikasi bahwa
hal tersebut belum disajikan atau diungkapkan dengan tepat dalam laporan
keuangan ; oleh karena itu, paragraf 6 membatasi penggunaan paragraf Penekanan
Suatu Hal terhadap hal - hal yang telah disajikan atau diungkapkan dalam laporan
keuangan.
4. Dalam kasus pemberian pnjelasan mengapa pemberian opini wajar diberikan harus
memperjelas terkait alasan dan mengilustrasikan bagaimana pertimbangan auditor tentang
sifat hal - hal yang menimbulkan modifikasi, dan seberapa pervasif dampaknya atau
kemungkinan dampaknya terhadap laporan keuangan karena hal tersebut mempengaruhi
tipe opini yang akan dinyatakan pemberian opini wajar, Adapun ketentuan mengenai
pemberian penjelasan tambahan dalam pemberian opini wajar adalah sebagai berikut
sebagai berikut :