Anda di halaman 1dari 26

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT, karena atas berkat rahmat
beliaulah sehingga kelompok kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan
kemampuan kami secara maksimal. Kemudian tak luput pula kita haturkan salawat
beriringkan salam pada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang mengantarkan kita
dari zaman yang tidak berilmu pengetahuan kezaman yang serba berpengetahuan dan
teknologi seperti yang kita rasakan pada saat ini.
Anggaran merupakan salah satu mata kuliah yang diadakan dengan konsep
presentasi, sehingga ilmu yang kami sajikan tersebut bisa kita bawa nantinya didalam
kehidupan kita dalam masyarakat.
Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada:

1. Dosen Pembimbing yang mengajar pada mata kuliah Anggaran


2. Dan tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua kami
yang senantiasa memberikan doa serta semangat untuk kami.
3. Seluruh teman-teman yaitu kelas 3B DIV Akuntansi. Serta teman-teman yang
lainnya yang telah memberikan masukan, kritik, dan saran sehingga kami bisa
menyelesaikan makalah ini.

Kami sangat berharap mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi


pembaca dan menambah wawasan dan pengetahuan kita semua, khususnya pada
pelajaran Anggaran. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Padang, 30 November 2017

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................. 1


DAFTAR ISI ................................................................................................................ 2
BAB 1 ........................................................................................................................... 3
1.1. Latar Belakang Masalah.............................................................................. 3
1.2. Rumusan Masalah ........................................................................................ 3
1.3. Tujuan Masalah ............................................................................................ 4
BAB 2 ........................................................................................................................... 5
2.1. Pengertian Hutang ....................................................................................... 5
2.2. Karakteristik Hutang ................................................................................... 5
2.3. Klasifikasi Hutang ........................................................................................ 6
2.4. Manfaat Hutang ......................................................................................... 14
2.5. Pengertian Anggaran Hutang ................................................................... 15
2.6. Kegunaan dan Manfaat Penyusunan Anggaran Hutang ....................... 15
2.7. Faktor yang Mempengaruhi Anggaran Hutang...................................... 16
2.8. Data dan Informasi untuk Menyusun Angaran Hutang ........................ 19
2.9. Bentuk Format Anggaran Hutang ............................................................ 20
2.10. Penyusunan Anggaran Hutang.............................................................. 20
BAB 3 ......................................................................................................................... 25
3.1. Kesimpulan ................................................................................................. 25
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 26

2
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Seiring perkembangan jaman yang semakin pesat maka diikuti pula dengan
perkembangan dalam dunia usaha. Setiap perusahaan bersaing untuk meningkatkan
kualitas dan eksisensinya di pasar. Untuk mampu bersaing di pasar maka setiap
perusahaan harus berusaha untuk memperluas akses pasar dan berkembang untuk
menjadi perusahaan yang lebih besar. Sehingga manajemen perusahaan harus mampu
berpikir kedepan untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan diawal yaitu
untuk memperoleh laba dan mempertahankan kelangsungan perusahaan. Oleh karena
itu perlu adanya perencanaan dan pengawasan yang memadai.
Salah satu usaha perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya
dalah dengan perluasan pasar yang menyebabkan peningkatan pada seluruh kegiatan
perusahaan, baik dalam bidang produksi, pemasaran maupun pengembangan yang
lainnya. Meningkatkan aktivitas perusahaan akan menyebabkan kebutuhan modal kerja
yang meningkat. Modal kerja dapat diperoleh salah satunya melalui utang, baik utang
jangka pendek maupun jangka panjang.
Utang yang timbul dalam suatu perusahaan perlu dikelola dengan baik agar
pemanfaatan dari utang dapat dilakukan secara efisien dan efektif. Selain hal tersebut
kita juga perlu untuk merencanakan anggaran utang. Menyusun angaran utang penting
bagi perusahaan untuk memanajemen utang yang dimiliki sehingga frekuensi
penambahan utang dan pembayaran utang dapat dilakukan dengan lancar dan mampu
memberikan kontribusi kelancaran terhadap aktivitas perusahaan.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis akan merumuskan beberapa
hal yang sangat penting dalam materi ini, yang terdiri dari :
1. Apa yang dimaksud dengan hutang?

3
2. Apa saja karakteristik dari hutang?
3. Apa saja klasifikasi hutang?
4. Apa saja manfaat dari hutang?
5. Apa yang dimaksud dengan anggaran hutang?
6. Apa kegunaan dan manfaat penyusunan anggaran hutang?
7. Apa saja faktor yang mempengaruhi anggaran hutang?
8. Apa saja data dan informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan anggaran
hutang?
9. Bagaimana bentuk fomat anggaran hutang?
10. Bagaimana penyusunan anggaran hutang?

1.3. Tujuan Masalah


Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahi hutang.
2. Untuk mengetahui karakteristik dari hutang.
3. Untuk mengetahui klasifikasi hutang.
4. Untuk mengetahui manfaat hutang.
5. Untuk mengetahui anggaran hutang.
6. Untuk mengetahui keguanaa dan manfaat penyusunan anggaran hutang.
7. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran hutang.
8. Untuk mengetahui data dan informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan
anggaran hutang.
9. Untuk mengetahui bentuk format anggaran hutang
10. Untuk mengetahui penyusunan anggaran hutang

4
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Hutang


Hutang adalah kewajiban perusahaan yang timbul karena tindakan atau
transaksitransaksi di masa lampau untuk memperoleh aktiva atau jasa, yang
pelunasannya baru akan dilakukan di masa yang akan datang, baik dengan penyerahan
uamg tunai, aktiva-aktiva tertentu lainnya, jasa maupun dengan menciptakan hutang
baru. Hutang dapat menimbulkan kewajiban keuangan ataupun kewajiban
pelaksanaan. Sebagai contoh, kewajiban keuangan misalnya hutang usaha, hutang
pajak, hutang deviden, hutang bunga dan sebagainya, sedangkan kewajiban
pelaksanaan, misalnya sewa yang diterima di muka, beban yang diterima di muka, uang
garansi pembelian dari para pembeli.

IASB sebagai bagian kerangka konseptual mendefinisikankewajiban/utang


sebagai hutang sekarang perusahaan yang timbul dari kejadian masa lalu, dengan
persetujuan dimana hasilnya akan berguna bagi perusahaan, dan dapat menjadi sumber
daya perusahaan. Dengan kata lain, kewajiban/utang mempunyai 3 karakterisitik yang
esensial:
1. Hutang sekarang/saat ini
2. Timbul karena kejadian masa lalu
3. Berupa hasil ( kas, barang, dan jasa)

2.2. Karakteristik Hutang


Kewajiban atau hutang mempunyai karakteristik yaitu:

1. Timbul akibat transaksi masa lalu.


Kewajiban itu ada dan merupakan transaksi di masa lalu. Transaksi masa lalu
yang dimaksud di sini adalah transaksi yang benar benar terjadi dan bukan
transaksi fiktif yang menimbulkan keharusan sekarang.

5
2. Pengorbanan manfaat ekonomi masa mendatang.
Ada kewajiban untuk menyertakan aktiva yang dapat diterima oleh yang
bersangkutan di masa yang akan datang. Untuk dapat disebut sebagai
kewajiban, suatu objek harus memuat suatu tugas atau tanggung jawab kepada
pihak lain yang mengharuskan kesatuan usaha untuk melunasi, menunaikan,
atau melaksanakannya dengan cara mengorbankan manfaat ekonomik yang
cukup pasti di masa datang.

3. Menjadi keharusan sekarang untuk mentransfer asset.


Selanjutnya untuk dapat disebut sebagai kewajiban, suatu pengorbanan
ekonomik masa datang harus timbul akibat keharusan sekarang. Pengertian
sekarang dalam hal ini mengacu pada dua hal : waktu dan adanya. Waktu
yang dimaksud adalah tanggal pelaporan (neraca).

4. Kewajiban itu dapat diukur atau dinyatakan dalam satuan mata uang dengan
jumlah yang pasti atau dapat ditaksir jumlahnya.
5. Kreditur dan tanggal jatuh tempo dapat diketahui atau ditentukan.
6. Tidak ada hak untuk membatalkan atau melepaskan diri dari hutang tersebut.

2.3. Klasifikasi Hutang


Secara umum utang dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Utang Jangka Pendek
Dari segi manajemen keuangan, utang jangka pendek diartikan sebagai utang
yang harus diselesaikan dengan menggunakan harta lancar atau pembentukan
kewajiban lainnya. Hutang lancar adalah kewajiban-kewajiban yang akan diselesaikan
pembayarannya dengan menggunakan sumber-sumber ekonomi yang diklasifikasikan
sebagai aktiva lancar atau dengan menciptakan utang yang baru.

Hutang Lancar atau Hutang jangka pendek adalah hutang yang jadwal
pembayarannya tidak lebih dari satu tahun. Utang jangka pendek digunakan untuk
membelanjai modal kerja (aset lancar).

6
Penggolongan utang lancar:

1) Hutang yang jumlahnya dapat ditentukan secara pasti


Meliputi semua kewajiban untuk membayar yang jumlah dan tanggal jatuh tempo
sudah pasti. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

a. Hutang dagang (Hutang Usaha)


Hutang usaha adalah utang yang terjadi sebagai akibat membeli barang/jasa
secara kredit untuk keperluan rutin. Hutang dagang yaitu hutang yang timbul dari
kegiatan ekonomi perusahaan yang berulang-ulang. Hutang dagang terjadi
karena perbedaan waktu yang timbul antara penyerahan barang dan jasa dengan
pembayarannya (disebut dengan jangka waktu kredit) yang biasanya dinyatakan
dengan syarat pembayaran seperti 2/10, n/30.

Pada dasarnya hutang dicatat pada saat terjadi penyerahan hak milik dari
penjual kepada pembeli. Tetapi dalam praktek, hutang dicatat pada saat faktur
diterima atau barang-barang diserahkan dengan alasan kepraktisan.

b. Utang wesel atau wesel bayar


Wesel bayar adalah utang wesel yang merupakan kebalikan piutang wesel.
Yaitu hutang yang didukung dengan surat pengakuan hutang atau surat
pernyataan kesanggupan membayar. Yang termasuk dalam hutang wesel:

a) Wesel yang dibuat dalam rangka kegiatan normal perusahaan


Adakalanya pemasok menghendaki adanya janji tertulis atas timbulnya utang,
sehingga perlu diterbitkan wesel. Jika terdapat bunga yang harus
diperhitungkan, pencatatan harus dipisahkan antara wesel bayar sebagai utang
dan unsur bunga sebagai biaya.

b) Pinjaman yang disertai wesel


Adalah hutang yang timbul dari transaksi pinjaman antara perusahaan dengan
bank atau lembaga-lembaga keuangan non bank. Jika dalam pinjaman ini

7
terdapat bunga, maka pencatatan bunga juga harus dipisahkan dari
pinjamannya.

c) Hutang wesel jangka panjang yang segera jatuh tempo


Hutang wesel jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari
satu tahun sejak tanggal neraca harus disajikan sebagai hutang lancar. Bila
hanya sebagian hutang wesel jangka panjang saja yang jatuh tempo, maka
sebesar bagian hutang tersebut harus dilaporkan sebagai hutang lancar dan
sebagian lain yang belum jatuh tempo tetap disajikan dalam hutang wesel
jangka panjang.

c. Hutang Deviden
Hutang deviden adalah jumlah uang yang harus dibayar perusahaan kepada
pemegang saham akibat adanya pengumuman pembagian deviden. Pada
umumnya, pembayaran atas deviden yang telah diumumkan akan dilakukan
segera setelah tanggal pengumumannya. Oleh karena itu, hutang deviden
termasuk dalam hutang lancar.

d. Uang Muka dan Jaminan yang dapat diminta kembali


Uang muka (Down Payment) disini merupakan pembayaran dimuka untuk
barang-barang yang dipesan. Sebelum barang yang dipesan diserahkan kepada
pembeli, uang muka tersebut merupakan hutang jangka pendek. Jaminan yang
diminta dari pelanggan/konsumen juga merupakan hutang jangka pendek karena
dapat ditarik sewaktu-waktu.

e. Pungutan dan Pengumpulan dana untuk Pihak Lain


Perusahaan biasanya ditunjuk sebagai wajib pungut atas pajak yang merupakan
kewajiban bagi karyawan dan langganan kepada pihak ketiga (kantor pajak).
Dana tersebut pada akhirnya harus diserahkan ke kantor pajak sehingga dana
yang belum disetorkan diklasifikasikan sebagai hutang lancar.

f. Hutang Biaya (Biaya yang masih harus dibayar)

8
Adalah keharusan untuk mengakui adanya biaya-biaya yang manfaatnya sudah
dinikmati dalam suatu periode, meskipun biaya tersebut belum dibayar.
Penyajian hutang biaya dalam neraca disajikan dalam rekening biaya yang masih
harus dibayar. Meskipun demikian, rekening-rekening pembukuan untuk biaya-
biaya yang masih terhutang Hutang Gaji dan Upah, Hutang Sewa, Hutang Pajak
tetap diselenggarakan.

g. Pendapatan diterima Dimuka


Adalah penghasilan dari penjualan barang atau penyerahan jasa yang diterimanya
telah terjadi dimuka sebelum transaksi penjualan atau penyerahan jasa
berlangsung. Contoh : uang muka yang diterima untuk langganan majalah / surat
kabar.

h. Hutang Bonus (Untuk Karyawan)


Bonus yang diberikan kepada karyawan biasanya didasarkan atas gaji dan upah
pokok.

i. Hutang gaji dan upah


Jumlah yang masih akan dibayar untuk gaji dan upah.

2) Hutang yang jumlahnya ditaksir


Ada beberapa jenis hutang yang jumlahnya secara pasti tidak bisa ditentukan,
meskipun peristiwa atau transaksi yang menyebabkan timbulnya hutang sudah
terjadi. Contoh : hutang garansi, hadiah yang diberikan atas produk yang dijual.
Meskipun harian dari garansi belum dapat dipastikan dalam jumlah maupun
tanggalnya, tetapi adanya kewajiban bagi perusahaan sudah jelas dan pasti, oleh
karena itu harus diakui dan dilaporkan dalam laporan keuangan.

a. Hutang Pajak Penghasilan


Penaksiran pajak penghasilan biasanya dihitung berdasarkan laba yang
diperoleh pada tahun yang bersangkutan dikalikan dengan tariff pajak.

b. Hutang Hadiah yang Beredar

9
Perusahaan kadang-kadang menawarkan hadiah untuk penjualan produk-produk
tertentu. Hadiah bisa diberikan secara langsung atau terbatas pada pembeli yang
menyerahkan kupon. Hadiah ini merupakan biaya untuk periode dimana
penjualan barang-barang tersebut terjadi. Kupon hadiah yang masih dalam
peredaran merupakan hutang yang harus dicatat pada saat transaksi penjualan
dan dicatat sebagai berikut :

c. Hutang Garansi atas Produk yang Dijual


Garansi merupakan jaminan oleh pihak penjual kepada pihak pembeli untuk
memperbaiki/melengkapi kekurangan akan kuantitas, kualitas dari produk yang
dijual.

3) Hutang bersyarat
Adalah kewajiban-kewajiban yang kepastian akan jumlah atau pihak kepada
siapa kewajiban itu harus dibayar atau tanggal jatuh tempo pembayaran atau
eksistensinya tergantung pada terjadi atau tidaknya salah satu atau lebih peristiwa
yang akan datang. Sebenarnya, hutang bersyarat bukan merupakan hutang yang sah
pada tanggal neraca sehingga dari segi akuntansi hutang bersyarat bukan merupakan
hutang yang sesungguhnya dan tidak seharusnya dilaporkan dalam laporan
keuangan.

Namun sebagai kewajiban yang kemungkinan akan terjadi hutang bersyarat


disajikan dalam catatan, footnote dalam neraca, contoh hutang bersyarat:

a. Piutang Dagang yang digadaikan


b. Piutang wesel yang didiskontokan
c. Endosement atas wesel
d. Adanya sengketa hokum
e. Adanya kemungkinan, perusahaan diwajibkan untuk menyetor tambahan atas
beban pajak atau denda
f. Adanya keterikatan dengan kontrak/perjanjian

10
g. Pembelian aktiva tetap dan atau pembangunan aktiva tetap berdasarkan
kontrak
2. Utang Jangka Panjang (Long Term Debt)
Hutang jangka panjang merupakan kewajiban yang dapat dibayar lebih dari 1
tahun atau 12 bulan. Kewajiban jangka panjang juga sering disebut sebagai debt-
financing, artinya kegiatan pendanaan yang dilakukan dengan cara meminjam atau
berhutang. Dan akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktiva
lancar, seperti peralatan, gedung, tanah, investasi saham atau investasi obligasi jangka
panjang, dan sebagainya.

Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus
dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung dari
tanggal pembuatan neraca per 31 Desember. Perusahaan untuk memperoleh sumber
ekonomi yang akan digunakan membelanjai kegitan khususnya yang bersifat jangka
panjang, perusahaan dapat mengeluarkan sertifikat berarti membuat perjanjian hutang,
menyatakan pembuat bersedia membayar bunga atas pinjaman tersebut secara periodik
selama jangka waktunya.

Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset


tertentu.Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak
pernah dikenai oleh transaksi pengeluaran kas.Pada akhir perioda akuntansi bagian
tertentu dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang jangka pendek.Untuk itu
harus dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian hutang jangka panjang yang
jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek.

Utang jangka panjang adalah utang yang jangka waktunya lebih dari satu tahun,
seperti:

a. Utang obligasi
Utang obligasi adalah utang uang untuk jangka waktu lebih dari satu tahun yang
dikeluarkan debitor dalam bentuk surat pengakuan utang yang mempunyai nilai
nominal tertentu.

11
b. Hutang Hipotek
Hutang hipotik adalah pinjaman yang harus dijamin dengan harta tidak bergerak.Di
dalam perjanjian hutang disebutkan kekayaan peminjam yang dijadikan jaminan
misalnya berupa tanah atas gedung.Jika peminjam tidak melunasi pinjaman pada
waktunya, maka pemberi pinjaman dapat menjual jaminan untuk diperhitungkan
dengan pinjaman yang bersangkutan.

Pinjaman hipotik biasanya diambil jika dana yang diperlukan dapat dipinjam dari
satu sumber, misalnya dengan mengambil pinjaman dari suatu bank tertentu. Kredit-
kredit bank dengan jaminan harta tak bergerak adalah contoh hipotik yang banyak
dijumpai dalam praktik

c. Hutang Wesel Jangka Panjang


Wesel atau juga dikenal dengan nama Bank draft atau Bankers draft adalah surat
berharga yang berisi perintah tak bersyarat dari bank penerbit draft tersebut kepada
pihak lainnya (tertarik) untuk membayar sejumlah uang kepada seseorang tertentu atau
orang yang ditunjuknya pada waktu yang telah ditentukan. Bank draft ini adalah
merupakan cek namun sumber dana pembayarannya adalah berasal dari rekening bank
penerbit bukan dari rekening nasabah perorangan.

Keuntungan Wesel

Masalah yang timbul pada cek adalah bahwa cek tersebut tidak dapat dianggap atau
diperlakukan sebagai tunai, oleh karena cek tersebut dapat menjadi tidak bernilai
apabila dana sipenerbit cek tidak mencukupi saldonya dan cek tersebut akan
dikembalikan kepada kreditur oleh bank dan si penerima cek akan menghadapi risiko
tidak memperoleh pembayaran.

Untuk mengurangi risiko tersebut diatas maka seseorang dapat meminta agar
pembayaran dilakukan dengan jenis cek yang dananya dijamin mencukupi yaitu
berasal dari dana milik bank yang menerbitkan wesel aksep. Ini akan mengurangi risiko
kreditur terkecuali apabila bank penerbit pailit atau bank draft tersebut palsu.

12
Guna memastikan bahwa nasabahnya memiliki dana yang cukup guna membayar
bank untuk memenuhi kewajiban si nasabah dalam penerbitan bank draft maka bank
akan mendebet rekening nasabahnya seketika itu juga ( termasuk biaya-biaya). wesel
diperlakukan sama dengan cek yaitu prosedur pencairannya melalui lembaga kliring
setempat.

3. Utang Obligasi (Bonds Debt)


Utang obligasi adalah utang uang untuk jangka waktu lebih dari satu tahun yang
dikeluarkan debitor dalam bentuk surat pengakuan utang yang mempunyai nilai
nominal tertentu.

Obligasi adalah kontrak keuangan. Penerbit obligasi, seperti perusahaan, akan


membayar bunga kepada pembeli obigasi secara periodik. Kemudian, pada akhir waktu
tertentu, penerbit obligasi membayar pokok obligasi yang biasa disebut nilai
par.Sebaliknya, pemegang obligasi memberikan sejumlah uang kepada perusahaan saat
ini.

Obligasi biasanya dijual di pasar obligasi dan memiliki harga pasar yang dapat
berubah setiap saat.Obligasi adalah satu sekuritas yang berdasarkan pada IOU dari
penerbitnya.Obligasi ini tidak menawarkan hak istimewa kepada pemilik
perusahaan.Contohnya, 10 tahun obligasi AT & T memberikan hak untuk menerima
pembayaran kupon atau bunga secara periodik dan pokok atau face value pada saat
jatuh tempo.Pemegang obligasi tidak memiliki suara dalam pengambilan keputusan di
perusahaan.

Banyak obligasi adalah Fixed-Rate Bond atau sekuritas yang berpendapatan tetap
karena perjanjian pembayarannya berbentuk kontraktual dan tetap sepanjang
waktu.Bagaimana pun beberapa obligasi membayar dalam bentuk variabel income dan
mengacu pada Floating-Rate Bond. Jangka waktu obligasi tidak terlalu lama dan tidak
terdapat risiko kebangkrutan, secara umum risiko dari obligasi itu tergolong rendah
dengan return yang rendah pula. Biasanya obligasi kurang liquid daripada saham dan

13
umumnya relatif tinggi cashflow secara periodik (untuk membayar bunga kepada
pemegang obligasi) (Levy 28). Obligasi terdiri dari:

a. Obligasi biasa adalah obligasi yang bunganya tetap dibayar oleh debitor dalam
waktu tertentu, tanpa memandang debitor memperoleh laba atau menderita rugi.
b. Obligasi hasil adalah obligasi yang bunganya dibayar debitor bila debitor
memperoleh laba, tetapi kreditor mempunyai hak kumulatif atas bunga.
c. Obligasi yang dapat ditukarkan adalah obligasi yang memberikan kesempatan
kepada pemegang obligasi (kreditor) untuk menukarkannya dangan saham dari
perusahaan pembuat obligasi.

2.4. Manfaat Hutang


Dalam kegiatan perusahaan, utang bermanfaat untuk:

1. Kemajuan perusahaan bila utang tersebut dikelola dengan baik.


2. Ekspansi kegiatan perusahaan dan kegiatan produksi.
Belanja aset lancar dan aset tak lancer dapat digunakan untuk kegiatan
ekspansi, yaitu memperluas kegiatan produksi dan pemasaran untuk meraup
laba sebanyak mungkin. Kegiatan ekspansi juga akan memperbesar utang.
3. Sebagai modal kerja.
Struktur modal mempengaruhi besar kecilnya utang. Semakin besar modal
sendiri maka semakin besar kesempatan memperoleh utang yang besar.
Sebaliknya, semakin kecil modal sendiri yang dimiliki maka semakin kecil
kemungkinan memperoleh utang yang besar.
4. Untuk membiayai aset tak lancar.
Utang jangka pendek digunakan untuk membelanjai modal kerja (aset lancar),
sedangkan utang jangka panjang digunakan untuk membelanjai aset tak lancar.

14
2.5. Pengertian Anggaran Hutang
Anggaran hutang ialah anggaran yang merencanakan secara sistematis dan
lebih terperinci tentang jumlah hutang beserta perubahannya dari waktu ke waktu
(bulan ke bulan) selama periode tertentu yang akan datang. Dari pengertian tersebut
dapatlah diketahui bahwa anggaran hutang selain menunjukan jumlah hutang
perusahaan pada suatu saat tertentu, juga menunjukan perubahanya (mutasinya), baik
berupa tambahan hhutang baru, maupun pengurangan utang sebagai akibat adanya
pelunasan oleh perusahaan (sebagai pihak debitur). (Munandar 1985)

Pada umumnya hutang perusahaan timbul dari terjadinya transaksi pembelian


bahan mentah dan bahan pembantu secara kredit untuk keperluan proses produksi.
Pembelianpembelian secara kredit ini dilakukan karena dapat mengurangi kebutuhan
modal kerja perusahaan. Biasanya pembelian kredit semacam ini dilakukan dengan
para pedagang pemasok (suplier) yang memang sudah menjadi langganan tempat
membeli.

2.6. Kegunaan dan Manfaat Penyusunan Anggaran Hutang


Menurut Munandar, kegunaan pokok anggaran hutang secara umum adalah
sebagai berikut:
1. Sebagai pedoman kerja
Anggaran hutang memberikan arah dalam menentukan berapa jumlah hutang
dan perubahannya (mutasinya), baik berupa tambahan hutang baru, maupun
pengurangan hutang sebagai akibat adanya pelunasan oleh perusahaan untuk
jangka waktu tertentu yang akan datang.
2. Sebagai alat manajemen untuk koordinasi kerja
Anggaran berfungsi sebagai alat manajemen untuk mengkoordinasikan kerja
seluruh bagian dalam perusahaan berkaitan dengan perencanaan jumlah hutang
sehingga dapat mengurangi kebutuhan modal kerja perusahaan demi kelancaran
jalannya perusahaan menjadi lebih terjamin.
3. Sebagai alat menajemen untuk melakukan evaluasi atau pengawasan kerja.

15
Anggaran berfungsi sebagai tolok ukur, sebagai alat pembanding untuk
menilai (evaluasi) realisasi jumlah utang perusahaan nanti. Dengan demikian
perusahaan dapat membandingkan antara apa yang tertuang dalam anggaran,
dengan apa yang telah dicapai sehingga dapatlah dinilai. Dari analisis
perbandingan tersebut akan dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan antara
anggaran dengan realisasinya.

2.7. Faktor yang Mempengaruhi Anggaran Hutang


Adapun faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran hutang adalah
sebagai berikut:
1. Ekspansi
Perusahaan yang mengadakan ekspansi selalu membutuhkan tambahan modal.
Kebutuhan modal untuk keperluan ekspansi semakin lama semakin besar karena sifat
ekspansi perusahaan yang dilakukan scara berangsur-angsur.
Pada umumnya ekspansi hanya membutuhkan tambahan modal kerja karena
perusahaan bekerja pada kapasitas produksi yang sudah ada. Namun apabila kemudian
perusahaan harus menambah alat produksi atau membangun pabrik baru maka
kebutuhan modalnya akan bertambah. Dengan demikin pengertian ekspansi itu
dimaksudkan sebagai perluasan modal, baik perluasan modal kerja saja maupun modal
kerja dan modal tetap, yang digunakan secara tetap dan terus menerus di dalam
perusahaan. Perluasan modal ini dapat memperbesar utang.
Apabila ekspansi perusahaan berdasarkan atas pertimbangan untuk memperbesar
atau menstabilisasi laba yang diperoleh, maka ekspansi tersebut karena motif ekonomi.
Makin luas pasar bagi produknya mendorong perusahaan tersebut untuk
memperbanyak produksinya guna mengimbangi tambahan permintaan atau tambahan
luas pasar. Makin besar jumlah produk yang dijual berarti makin besar kemungkinan
perusahaan untuk mendaat laba, sehingga setiap pemimpin perusahaan mempunyai
harapan untuk dapat selalu mengembangkan dan memperluas perusahaannya.
Disamping motif ekonomi atau motif rasional yang diuraikan diatas, terdapat
motif lainnya yaitu motif psikologis. Motif psikologis adalah motif yang berdasarkan

16
atas ambisi personal dari pemilik atau pemimpin perusahaan untuk memperoleh
prestise dan kekuasaan yang lebih besar.
Masalah yang penting dalam ekspansi ialah masalah penentuanbesarnya optimal
perusahaan. Besarnya optimal perusahaan mungkin tercapai sebelum tercapainya
efisiensi maksimal dari tenaga kerja, tetapi sesudah tenaga kerja itu mencapai
imbangan yang optimal dengan modal. Imbangan yang paling baik antara pekerja ahli
dengan pekerja kasar mungkin terdapat pada luas produksi yang berbeda beda.
Besarnya optimal perusahaan selalu berubah dan hal ini dipengaruhi oleh banyak
factor, misalnya besarya dari watak persaingan, berubahnya selera konsumen, serta
kemajuan teknologi atau konjungtur.

2. Struktur Modal
Dalam hubungan dengan struktur keuangan dan struktur kekayaan, dikenal dengan
adanya pedoman atau aturan struktur keuangan yang konservatif, baik vertical maupun
horizontal. Aturan struktur financial (struktur keuangan ) konservatif yang vertical
memberi batas imbangan yang harus dipertahankan oleh suatu perusahan mengenai
besarnya modal asing (utang) dengan modal sendiri.
Koefisien utang, yaitu angka perbandingan antara jumlah modal dengan modal
sendiri tidak melebihi 1:1. Setiap perluasan basis modal akan memperbesar
kemampuan perusahaan dalam menanggung risiko yang akan dibelanjainya.
Pandangan ini terutama didasarkan pada prinsip keamanan, hal ini akan memberikan
pengaruh yang baik terhadap kreditor maupun terhadap perusahaan sendiri.
Aturan struktur financial konservatif yang horizontal memberikan batas
imbangan antara besarnya modal sendiri di satu pihak dengan besarnya aset tetapplus
sediaan dilain pihak.aturan tersebut menyatakan bahwa secara keseluruhan aset
tetapdan sediaan harus sepenuhnya ditutup atau dibelanjai dengan modal sendiri,
yaitu modal yang tetap tertanam di dalam prusahaan.
Dengan kata lain, besarnya modal sendiri tidak boleh kurang atau lebih kecil dari
jumlah aset tetap plus sediaan. Dengan demikian, keadaan yang dianggap normal oleh

17
aturan tersebut ialah keadaan besarnya modal sendiri sama besarnya dengan jumlah
aset tetap plus sediaan.
Sebagai contoh, perusahaan X mempunyai modal sendiri Rp. 100.000, aset lancar
Rp. 20.000 dan aset tak lancar Rp.80.000; sementara perusahaan Y mempunyai modal
sendiri Rp.60.000, aset lancar Rp. 10.000, aset tak lancar Rp. 50.000. Perusahaan X
dapat menambah utang maksimal Rp. 100.000, sedangkan perusahaan Y dapat
menambah utang maksimal Rp. 60.000.
Selain itu ada faktor lain yang mempengaruhi besar kecilnya anggaran utang akan
tergantung pada:
1. Anggaran Pembelian Material
Semakin besar kebutuhan material pada satu periode berarti
memerlukan pembelian material yang semakin besar sehingga kemungkinan untuk
tidak membayar dengan tunai akan semakin besar, karena kondisi keuangan yang
terbatas.
2. Syarat Pembayaran
Syarat pembayaran yang semakin lunak biasanya akan menjadikan nilai utangyang
akan diambil semakin besar. Syarat pembayaran akan meliputi tingkat bunga, jangka
waktu dan denda serta jatuh tempo pembayaran pada setiap bulan.
3. Tersedianya modal kerja dan kebijakan perusahaan dalam pembayaran utang
Bila modal kerja yang tersedia relatif besar maka sebagian besar pembelianmaterial
dan keperluan yang lain dilakukan secara tunai, sehingga akan meminimkanutang yang
akan diambil.
4. Kepercayaan Suplier dan Bank
Apabila perusahaan cukup mendapatkan kepercayaan dari para suplier dan
pihak pemberi kredit karena selama ini reputasinya cukup baik, maka akan lebih
mudahuntuk mendapatkan fasilitas kredit baik dari para suplier dan pihak bank untuk
masa-masa yang akan datang.

18
2.8. Data dan Informasi untuk Menyusun Angaran Hutang
Adapun Data Dan Informasi yang diperlukan untuk menyusun budget utang antara
lain:
1. Rencana pembelian bahan mentah yang tertuang dalam anggaran pembelian
bahan mentah, khususnya rencana tentang jenis (kualitas), jumlah (kauntitas),
serta harga bahan yang akan dibeli dari waktu ke waktu selama periode tertentu
yang akan datang. Semakin banyak barang yang akan dibeli,akan cendrung
semakin banyak pula transaksi pembelian secara kredit, sehingga akan
mendorong semakin besar jumlah hutang perusahaan.
2. Keadaan persaingan para pemasok (suplier) bahan dipasar. Persaingan yang
lebih ketat akan memaksa para pemasok untuk lebih banyak melakukan
transaksi penjualan secara kredit, sehingga memberi peluang kepada
perusahaan untuk banyak melakukan pembelian secara kredit, yang tentunya
akan memperbesar jumlah utang.
3. Posisi perusahaan terhadap pisak pemasok (suplier) bahan. Bilamana posisi
perusahaan cukup kuat maka perusahaan lebih dapat memaksakan transaksi
pembelian secara kredit, sehingga memperbesar utang perusahaan. Sebaliknya
posisi perusahaan yang lemah kurang memungkinkan untuk memaksakan
transaksi pembelian secara kredit.
4. Syarat pembayaran yang ditawarkan kepada oleh pihak penjual (suplier)
bahankepada perusahaan. Bilamana potongan pembelian (purchase discount)
yang ditawarakan oleh pihak pemasok bahan cukup menarik bagi perusahaan,
maka akan mendorong perusahaan untuk melakukan pembelian-pembelian
secara tunai. Sebaliknya bilamana potongan pembelian (purchase discount)
yang ditawarkan oleh pihak pemasok kurang menarik bagi perusahaan maka
akan mendorong perusahaan untuk melakukan pembelian- pembelian secara
kredit. Maka utang perusahaan akan cenderung lebih besar.
5. Tersedianya Modal kerja perusahaan. Bilamana tersedia cukup modal kerja
perusahaan, maka akan memberi peluang untuk melakukan pembelian-
pembelian secara tunai sehingga akan memperkecil jumlah utang. Sebaliknya

19
bila terbatasnya modal kerja diperusahaan akan menyebabkan banyaknya
pembelian-pembelian secara kredit sehingga akan memperbesar jumlah utang.

2.9. Bentuk Format Anggaran Hutang


Sebagaimana dengan bentuk bentuk anggaran yang lain, anggaran hutang juga
tidak ada sesuatu bentuk standar yang harus dipergunakan oleh perusahaan. Ini berati
bahwa tiap tiap perusahaan mempunyai kebebasan untuk menetukan bentuk serta
formatnya, disesuaikan dengan keadaan perusahaan masing masing. Yang perlu di
ingat adalah bahwa anggaran hutang sebagai anggaran pendukung neraca harus cukup
sistematis dan terperinci, sehingga dapat berfungsi sebagai pedoman kerja, alat
pengkoordinasian kerja, dan sebagai alat evaluasi (pengawasan) kerja.

2.10. Penyusunan Anggaran Hutang

Berdasarkan syarat pembayaran (term of payment) yang ditawarkan oleh pemasok


(supplier) Bahan Mentah untuk tahun 2012 yang akan datang, yaitu sebesar 8/15, n/30,
Perusahaan Adi Jaya menetapkan kebijakan pembayaran dalam pembelian-pembelian
Bahan Mentahnya, adalah sebagai berikut:

1. Sebanyak 50% dari transaksi pembelian dilakukan secara tunai sehingga


perusahaan akan menerima potongan pembelian.
2. Sebanyak 20% dari transaksi pembelian, dilakukan secara kredit (utang),
kurang dari batas waktu 15 hari, dengan pelunasan pembayaran dilakukan pada
bulan yang sama dengan bulan terjadinya transaksi tersebut. Dengan demikian
perusahaan akan menerima potongan pembelian.
3. Sebanyak 10% dari transaksi pembelian, dilakukan secara kredit (utang), lebih
dari batas waktu 15 hari dengan pelunasan pembayaran dilakukan pada bulan
yang sama dengan bulan terjadinya transaksi tersebut. dengan demikian
perusahaan tidak akan menerima potongan pembelian.

20
4. Sebanyak 20% dari transaksi pembelian, dilakukan secara kredit (utang), lebih
dari batas waktu 15 hari dengan pelunasan pembayaran dilakukan pada bulan
berikutnya terjadinya transaksi tersebut. Dengan demikian perusahaan tidak
akan menerima potongan pembelian.

Ditentukan Budget Pembelian Bahan Mentah memiliki data sebagai berikut:

Jumlah bahan Jenis (A) Jenis (B) Jenis (C) Jumlah


yang akan dibeli
Januari Rp 8.200.000 Rp 1.500.000 Rp 4.500.000 Rp 14.200.000
Februari Rp 7.900.000 Rp 1.800.000 Rp 3.750.000 Rp 13.450.000
Maret Rp 8.300.000 Rp 1.200.000 Rp 5.100.000 Rp 14.600.000
April Rp 8.100.000 Rp 2.100.000 Rp 4.000.000 Rp 14.200.000
Mei Rp 7.800.000 Rp 2.300.000 Rp 4.800.000 Rp 14.900.000
Juni Rp 8.500.000 Rp 2.200.000 Rp 4.700.000 Rp 15.400.000
Juli Rp 9.000.000 Rp 1.900.000 Rp 3.600.000 Rp 14.500.000
Agustus Rp 8.800.000 Rp 1.700.000 Rp 4.800.000 Rp 15.300.000
September Rp 8.800.00 Rp 2.300.000 Rp 3.800.000 Rp 14.900.000
Oktober Rp 7.900.000 Rp 2.100.000 Rp 4.000.000 Rp 14.000.000
November Rp 8.100.000 Rp 2.200.000 Rp 3.900.000 Rp 14.200.000
Desember Rp 8.400.000 Rp 1.200.000 Rp 3.500.000 Rp 13.100.000

Perhitungan :

Sebanyak 50% x Rp 14.200.000 = Rp 7.100.000

Potongan : 8% x Rp 7.100.000 = Rp 568.0000

Dibayar tunai bulan Januari 2012 Rp 6.532.000

21
Sebanyak 20% x Rp 14.200.000 = Rp 2.840.000

Potongan : 8% x Rp 2.690.000 = Rp 227.200

Dibayar utang bulan Januari 2012 Rp 2.612.800

Sebanyak 10% x Rp 14.200.000 = Rp 1.420.000

Dibayar utang bulan Januari 2012 tanpa potongan

Sebanyak 20% x Rp 14.200.000 = Rp 2.840.000

Dibayar utang bulan Februari 2012 tanpa potongan

Apabila dibuat rekapitulasi, maka rencana pembelian Bahan Mentah bulan Januari
2012 sebesar Rp 14.200.000 dengan utang sebesar = Rp 2.612.800 + Rp 1.420.000 +
Rp 2.840.000 = Rp 6.872.800

Pada bulan Januari utang yang akan dibayar sebesar = Rp 2.612.800 + Rp 1.420.000 =
Rp 4.032.800 dan sisanya sebesar Rp 2.840.000 akan dibayar bulan Februari.

Demikian pula bulan-bulan berikutnya akan dibuat perhitungan yang sama sehingga
dapat timbul suatu Skedul Pembayaran Pelunasan Utang (Payable Schedule). Skedul
ini merencanakan secara sistematis dan terperinci mengenai jumlah utang atas
pembelian kredit dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang.

22
Perusahaan Adi Jaya
Skedul Pembayaran Pelunasan Utang
Tahun 2012
Bulan Jumlah Pembayaran Pelunasan Utang
Transaksi Utang (Rp) Januari (Rp) Februari (Rp) Maret (Rp) April (Rp)
Desember 7.850.000 2.990.000
Januari 6.872.800 4.032.800 2.840.000
Februari 6.509.800 3.819.800 2.690.000
Maret 7.066.400 4.146.400 2.920.000
April 6.872.800 4.032.800
Jumlah 7.022.800 6.659.800 6.836.400 6.952.800

Keterangan: Transaksi bulan Desember merupakan budget bulan Desember 2010

Bulan Jumlah Pembayaran Pelunasan Utang


Transaksi Utang (Rp) Mei (Rp) Juni (Rp) Juli (Rp) Agustus
April 6.872.800 2.840.000
Mei 7.211.600 4.231.600 2.980.000
Juni 7.453.600 4.373.600 3.080.000
Juli 7.018.000 4.118.000 2.900.000
Agustus 7.405.200 4.345.200
Jumlah 7.071.600 7.353.600 7.198.000 7.245.200

Bulan Jumlah Pembayaran Pelunasan Utang


Transaksi Utang (Rp) September Oktober (Rp) November Desember
(Rp) (Rp)
(Rp)
Agustus 7.405.200 3.060.000

23
September 7.211.600 4.231.600 2.980.000
Oktober 6.776.000 3.976.000 2.800.000
November 6.872.800 4.032.800 2.840.000
Desember 6.340.400 3.720.400
Jumlah 7.291.600 6.956.000 6.832.800 6.560.400

Perusahaan Adi Jaya


Anggaran Hutang
Tahun 2012
Bulan Utang Awal Tambahan Jumlah Utang Pembayaran Utang Akhir
(Rp) Utang (Rp) (Rp) Utang (Rp) (Rp)
Januari 2.990.000 6.872.800 9.862.800 7.022.800 2.840.000
Februari 2.840.000 6.509.800 9.349.800 6.659.800 2.690.000
Maret 2.690.000 7.066.400 9.756.400 6.836.400 2.920.000
April 2.920.000 6.872.800 9.792.800 6.952.800 2.840.000
Mei 2.840.000 7.211.600 10.051.600 7.071.600 2.980.000
Juni 2.980.000 7.453.600 10.433.600 7.353.600 3.080.000
Juli 3.080.000 7.018.000 10.098.000 7.198.000 2.900.000
Agustus 2.900.000 7.405.200 10.305.200 7.245.200 3.060.000
September 3.060.000 7.211.600 10.271.600 7.291.600 2.980.000
Oktober 2.980.000 6.776.000 9.756.000 6.956.000 2..800.000
November 2..800.000 6.872.800 9.672.800 6.832.800 2.840.000
Desember 2.840.000 6.340.400 9.180.400 6.560.400 2.620.000

24
BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Utang merupakan kewajiban/utang sebagai hutang sekarang perusahaan yang
timbul dari kejadian masa lalu, dengan persetujuan dimana hasilnya akan berguna bagi
perusahaan, dan dapat menjadi sumber daya perusahaan. Karakteristik dari hutang
meliputi; pengorbanan manfaat ekonomi masa mendatang,menjadi keharusan sekarang
untuk mentransfer asset,timbul akibat transaksi masa lalu.
Anggaran Utang adalah anggaran untuk memperoleh dan membayar utang.
Utang kebalikan dari piutang. Pada umumnya utang perusahaan timbul dari terjadinya
transaksi pembelian bahan mentah dan bahan pembantu secara kredit untuk keperluan
proses produksi. Anggaran utang sangat berguna untuk kemajuan perusahaan bila
utang tersebut dikelola dengan baik. Cara mengelola utang yang baik antara lain
dengan cara membuat anggaran utang.
Faktor yang mempengaruhi anggaran utang yaitu ekspansi dan struktur modal.
Selain itu ada faktor lain yang mempengaruhi besar, tersedianya modal kerja dan kebijakan
perusahaan dalam pembayaran utang, kepercayaan pelaggan dan bank. Informasi yang
diperlukan untuk menyusun budget utang antara lain: rencana pembelian bahan mentah
atau bahan pembantu yang tertuang dalam budget pembelian bahan mentah, keadaan
persaingan para pemasok bahan di pasar, posisi perusahaan terhadap pihak pemasok
bahan, syarat pembayaran yang ditawarkan oleh pihak penjual, tersedianya modal kerja
perusahaan. Penyusunan anggaran utang merupakan tanggung jawab departemen
keuangan.

25
DAFTAR PUSTAKA

Munandar. M. 2012. Budgeting Perencanaan Kerja Pengkoordinasian Kerja


Pengawasan Kerja. Edisi ke-3. Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA.

Nafarin. M. 2007. Penganggaran Perusahaan. Edisi ke-3. Banjarmasin: Salemba


Empat.

Arsawa, Marsa dan Nyoman Sutama. 2013. Anggaran Perusahaan. Bali: Politeknik
Negeri Bali

https://indahnovitasari2233.wordpress.com/tugas-kuliah/artikel-perbankkan/budget-
utang/ diakses pada tanggal 30 November 2017, Pukul 10.10

https://ziazone.wordpress.com/2012/07/19/budget-utang/ diakses pada tanggal 30


November 2017, Pukul 10.10

26

Anda mungkin juga menyukai