Anda di halaman 1dari 8

1.

PENDAHULUAN
Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) merupakan bagian integral dari
pelayanan kesehatan lainnya di Rumah Sakit dan secara menyuluruh
merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan bagi pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan.
Dalam rangka menyongsong era globalisasi dan menghadapi persaingan
bebas diberbagai bidang, maka pelayanan gizi harus disiapkan secara
profesional disertai adanya usaha untuk memperbaiki disetiap unsur pelayanan,
sehingga kualitas pelayanan dalam rangka memberikan pelayanan yang optimal
akan dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Tugas pokok dan fungsi Instalasi Gizi yaitu melaksanakan sebagian tugas
pokok Direktur Rumah Sakit di bidang Pelayanan Gizi berdasarkan kebijakan
teknis :
Tugas Pokok :
1. Penyelenggaraan Makanan Pasien
2. Pelayanan Asuhan Gizi Ruang Rawat Inap Dan Rawat Jalan
3. Pelayanan penyuluhan, Konsultasi dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit
4. Penelitian dan Pengembangan Gizi Terapan.
Fungsi :
1. Melaksanakan kegiatan Penyelenggaraan Makanan Pasien dan Pegawai.
2. Melaksanakan kegiatan Pelayanan Asuhan Gizi Ruang Rawat Inap dan
Rawat Jalan.
3. Melaksanakan kegiatan Pelayanan Penyuluhan, Konsultasi dan Promosi
Kesehatan Rumah Sakit.
4. Melaksanakan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Gizi Terapan.

2. LATAR BELAKANG
Program kerja Instalasi Gizi tahun 2017 disusun mengacu pada Rencana
Strategis Bisnis (RSB) RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara periode 2017-
2022 yang memberikan penekanan pada pencapaian sarana Prioritas Nasional
Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Millenium Development Goals
(MDGs), dengan menitik beratkan pada pembangunan bidang kesehatan
melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang
bersifat preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Program asuhan gizi harus dilaksanakan secara maksimal untuk pasien
yang perlu perawatan dan pasien rawat jalan di Rumah Sakit.

RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara 1


3. TUJUAN UMUM DAN KHUSUS
A. Tujuan Umum :
Menetapkan sistem pelayanan gizi di Rumah Sakit dengan
memperhatikan berbagai aspek gizi dan penyakit, serta merupakan bagian
dari pelayanan kesehatan secara menyeluruh untuk meningkatkan dan
mengembangkan mutu pelayanan gizi di Rumah Sakit berdasarkan
kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit.

B. Tujuan Khusus :
1. Melaksanakan kegiatan penyelenggaraan makanan pasien
2. Melaksanakan pelayanan asuhan gizi rawat inap dan rawat jalan
3. Melaksanakan penyuluhan, Konsultasi dan Promosi Kesehatan
Rumah Sakit (PKRS)

4. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Menyusun perencanaan anggaran kebutuhan bahan makanan, sarana dan
prasarana di Instalasi Gizi tahun 2018.
2. Rapat kerja penyusunan perencanaan pelayanan gizi tahun 2017.
3. Koordinasi antar koordinator di Instalasi Gizi
4. Penyediaan makanan untuk pasien rawat inap sesuai standar dan kebijakan
direktur.
5. Penyusunan menu baru dan menu pilihan
6. Pelaksanaan Asuhan Gizi pasien rawat inap dan rawat jalan.
7. Pelaksanaan penyuluhan individu.
8. Pelaksanaan penyuluhan kelompok
9. Pelaksanaan ceramah gizi di luar rumah sakit sesuai undangan.
10. Mengikuti pelatihan untuk peningkatan wawasan petugas
11. Pengumpulan data indikator mutu pelayanan gizi.
12. Pengumpulan data survey indeks kepuasan pasien terhadap pelayanan gizi
No Kegiatan Rincian Sasaran

RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara 2


A. Evaluasi :
1. Evaluasi personal hygiene di ruang Produksi dan Distribusi
Makanan.
2. Penilaian Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP)di ruang
Produksi dan Distribusi Makanan (PDM).
3. Penyusunan laporan semua kegiatan pelayanan gizi yang meliputi
laporan bulanan dan tahunan.

5. METODE
METODE
NO KEGIATAN METODE
1 Evaluasi/Penyusunan Laporan Kegiatan Penyusunan dokumen
Pelayanan Gizi tahun 2017.
2 Penyusunan perencanaan anggaran Penyusunan dokumen
kebutuhan bahan makanan, sarana dan dan rapat koordinasi
prasarana di Istalasi Gizi tahun 2017.
3 Pembentukan tim Rapat
4 Rapat kerja/miniloka penyusunan Pertemuan PKRS
perencanaan pelayanan gizi tahun 2017.
5 Koordinasi antar koordinator di Instalasi Rapat
Gizi.
6 Konsultasi dengan Kepala Bagian Konsultasi
Perencanaan dan Anggaran.
7 Pembuatan rencana penelitian dan Pembuatan proposal
pengembangan gizi terapan untuk penelitian
meningkatkan mutu pelayanan.
8 Penyedian makanan untuk pasien sesuai Pelaksanaan penyedian
standar dan kebijakan direktur makanan untuk pasien
9 Penyusunan menu baru dan menu pilihan. Penyusunan menu baru
dan rapat koordinasi
10 Penyediaan sarana dan prasarana Membuat usulan
pengadaan sarana dan
prasarana yang
dibutuhkan
11 Penyediaan pemeliharaan peralatan dan Membuat usulan
bangunan. pemeliharaan peralatan
dan bangunan
12 Pelaksanaan Asuhan Gizi pasien rawat Pelaksanaan kegiatan
inap dan rawat jalan. asuhan gizi pasien rawat
inap, rawat jalan dan
analisa pencapaian

RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara 3


target
13 Pelaksanaan pengkajian gizi 2 x 24 jam Pencatatan, analisa data
dan pengiriman laporan
14 Pelaksanaan konsultasi gizi di Poli Gizi Koordinasi dengan
rawat jalan. dokter poli rawat jalan
untuk pengiriman
pasien ke poli
konsultasi gizi
15 Pelaksanaan penyuluhan individu Pelaksanaan kegiatan
penyuluhan dan analisa
pencapaian target
16 Pelaksanaan penyuluhan kelompok dan Pelaksanaan kegiatan
demonstrasi penyuluhan kelompok
dan demonstrasi dan
anlisa pencapaian target
17 Pembuatan alat peraga PKRS sesuai Rapat koordinasi PKRS
kebutuhan dan pelaksanaan
pembuatan alat peraga
PKRS
18 Pelaksanaan Latihan Kemampuan Koordinasi dengan
Edukatif (LKE)bagi petugas penyuluh pengelola PKRS Rumah
Sakit
19 Pelaksanaan pendidikan lanjutan S1/D4 Membuat nota dinas
Gizi dengan Direktur dan
koordinasi dengan
Bidang Pengembangan
Profesi
20 Pelaksanaan peningkatan wawasan Membuat nota dinas
petugas melalui seminar, lokakarya, dengan Direktur dan
semiloka dan pelatihan sesuai jadwal koordinasi dengan
Bidang Pengembangan
Profesi
21 Pelaksanaan orientasi bagi pegawai baru Penyuluhan jadwal
kegiatan, evaluasidan
pelaporan hasil
pelaksanaan orientasi
22 Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan Penyuluhan jadwal dan
peserta didik sesuai juklak koordinasi dengan
institusi pendidikan
yang mengirim
23 Pelaksanaan penelitian gizi terapan. Pembuatan proposal
dan pelaksanaan
penelitian
24 Penyusunan risalah QCC/GKM Penyusunan risalah oleh
anggota QCC/GKM
25 Pengumpulan data indikator mutu Survey dan analisa data
pelayanan gizi penyusunan dan
pengiriman laporan

RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara 4


26 Pengumpulan data survey indeks Survey dan analisa data
kepuasan pasien terhadap pelayanan gizi penyusunan dan
pengiriman laporan
27 Pengumpulan data survey daya terima Survey dan analisa data
makanan penyusunan dan
pengiriman laporan
28 Pelaksanaan penilaian kebersihan di Survey kebersihan,
Instalasi Gizi penyusunan dan
pengiriman hasil
penilaian kebersihan
29 Evaluasi personal hygiene di ruang Survey pelaksanaan
Produksi dan Distribusi Makanan personal hygiene,
menyusun laporan hasil
pelaksanaan.
30 Penilaian Hazard Analysis Critical Penyusunan instrument
Control Point (HACCP) di ruang HACCP, evaluasi dan
Produksi dan Distribusi Makanan (PDM) pelaporan hasil
pelaksanaan HC
31 Penyusunan laoran semua kegiatan Penyusunan dan
pelayanan gizi yang meliputi laporan pengiriman laporan
bulanan dan tahunan.

6. SASARAN
A. PERENCANAAN
Terlaksananya penyusunan perencanaan anggaran kebutuhan bahan
makanan, sarana/prasarana dan kegiatan pelayanan gizi, dengan indikator
kinerja :
1. Tersusunnya penyusunan perencanaan anggaran dan kegiatan
pelayanan gizi dengan target 100%.
2. Tersusunyan rencana kerja tahunan PKRS dengan target 100%.
3. Tersusunyan rencana kerja Instalasi Gizi target 100%.

B. PELAKSANAAN
1. Tersedianya makanan untuk pasien sesuai standar dan kebijakan
direktur, dengan indicator kinerja :
Persentase tersedianya makanan untuk pasien sebesar 100%
2. Terlaksananya pelayanan Asuhan Gizi di Ruang Rawat Inap dan
Rawat Jalan, dengan indikator kinerja :

RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara 5


a. Persentase pencapaian pengkajian gizi dalam waktu 2 x 24
jam sebesar 70%.
b. Persentase cakupan asuhan gizi rawat inap sebesar 85%.
3. Terlaksananya Kegiatan Penyuluhan, Konsultasi dan Promosi
Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan indikator kinerja:
a. Persentase pelaksanaan penyuluhan individu dengan target 1 kali
perpasien selama dirawat tercapai sebesar 100%.
b. Persentase pelaksanaan penyuluhan kelompok 2 kali perbulan
dan demonstrasi 1 kali perbulan tercapai sebesar 100%.
c. Persentase pembuatan 4 alat peraga penyuluhan pertahun
tercapai sebesar 100%.
d. Persentase pelaksanaan Latihan Kemampuan Edukatif (LKE)
bagi petugas penyuluh sebesar 75%.
4. Terlaksananya pendidikan, pelatihan dan pengembangan SDM
dengan indikator kinerja :
a. Persentase pelaksanaan pendidikan lanjutan S1/D4 Gizi dengan
target 2 orang sebesar 100%.
b. Persentase peningkatan wawasan petugas melalui seminar,
lokakarya, semilokal dan pelatihan sesuai jadwal yang diusulkan
sebesar 100%.
c. Persentase pelaksanaan orientasi bagi pegawai baru sebesar
100%.
d. Persentase pelaksanaan pendidikan dan pelatihan peserta didik
sesuai juklak sebesar 100%.
5. Terlaksananya penelitian dan pengembangan gizi terapan untuk
meningkatkan mutu pelayanan.

C. EVALUASI
1. Terlaksananya evaluasi dan pelaporan kegiatan pelayanan gizi,
dengan indikator kerja :
a. Persentase pelaksanaan monitoring evaluasi dan pelaporan
kegiatan bulanan pelayanan gizi dengan target 12 x/tahun
sebesar 100%.
b. Persentase pelaksanaan monitoring evaluasi dan pelaporan
kegiatan tahunan pelayanan gizi dengan target sebesar 100%.
2. Meningkatkan mutu, cakupan dan efisiensi pelayanan gizi di rumah
sakit, dengan indikator kinerja :

RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara 6


a. Persentase ketersediaan pemberi pelayanan gizi sesuai standar
kebutuhan tenaga gizi RS tipe B sebesar 100%.
b. Persentase ketersediaan fasilitas dan peralatan pelayanan gizi
sesuai PGRS sebesar 100%.
c. Persentase pencapaian ketetapan waktu pemberian makanan
kepada pasien sebesar 90%.
d. Persentase pencapaian tidak adanya kesalahan dalam pemberian
diet sebesar 100%.
e. Persentase pencapaian adanya sisa makanan yang tidak termakan
oleh pasien sebesar 20%.
f. Persentase pencapaian kepuasan pelanggan sebesar 80%.
g. Persentase penilaian kebersihan tercapainya sebesar 100%.

7. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

8. EVALUASI PELAKSANA KEGIATAN DAN PELAPORAN


A. Evaluasi program kerja dilakukan setiap awal bulan berikutnya melalui
rapat staf Instalasi gizi terhadap pelaksanaan kegiatan dan dilaksanakan
setiap pelaksanaan kegiatan dalam bentuk laporan kegiatan / notulen
rapat.
B. Laporan ditujukan kepada Direktur, Wakil Direktur Penunjang
Pelayanan, Bidang penunjang Medik, Bidang Keuangan, Seksi Evapor,
Subag Hukmas, IPM.
C. Evaluasi pelaksanaan kegiatan :
1. Sesuai jadwal : dilanjutkan
2. Tidak sesuai jadwal : dilakukan analisa penyebab,
menetapkan solusi pemecahan masalah, menjadwal ulang kegiatan,
dan membuat rencana tindak lanjut.

9. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

A. Dilakukan rekapitulasi data setiap bulan sesuai jenis laporan yang akan
dibuat.

RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara 7


B. Laporan dibuat sesuai blanko laporan yang telah disepakati.
C. Pelaksanaan laporan :
1. Bulanan :
a. Laporan penggunaan bahan makanan basah
b. Laporan penggunaan bahan makanan kering
c. Laporan jumalah permintaan, tambahan dan pembatalan diet
pasien
d. Laporan jenis diet pasien
e. Laporan pelayanan makanan pegawai
f. Laporan cakupan pengkajian gizi
g. Laporan cakupan asuhan gizi pasien rawat inap
h. Laporan status gizi pasien
i. Laporan kegiatan pelayanan poliklinik gizi
j. Laporan penyuluhan individu berdasarkan jenis diet
k. Laporan sasaran mutu, SPM dan IKM
l. Laporan PKRS
2. Tahunan : rekapan semua kegiatan pelayanan gizi dalam satu tahun

RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara 8

Anda mungkin juga menyukai