Anda di halaman 1dari 4

Tugas Responsi Hari/Tanggal :Kamis/22 November 2017

Metode Pelaporan PJ Dosen : Ir. Wein Kuntari

TUGAS KUTIPAN DARI REFERENSI

Rani Septiani J3E115048

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN

PROGRAM DIPLOMA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2017
Tugas 1 (Membuat Parafrase)

Menurut Mishra et al (2012) dalam Novitasari et al (2015),beras analog adalah


salah satu produk olahan yang terbuat dari bahan pangan selain beras. Bahan baku
pembuatan beras analog diantaranya sorgum, jagung kuning, bekatul dan kedelai.
Pembuatan beras analog dapat menggunakan teknologi ekstrusi. Terknologi
ekstrusi yaitu proses pencampuran bahan dengan menggunakan suhu yang tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Novitasari S, Kusnandar F, Setiyono A, dan Budijanto S. 2015. Beras Analog


sebagai Pangan Fungsional dengan Indeks Glikemik Rendah. Jurnal Gizi dan
Pangan. 10(3):225-232.

Tugas 2 (Membuat Tulisan)

Tema : Pangan

Judul : Dampak Kisis Pangan di Indonesia

Krisis pangan adalah kondisi kondisi kelangkaan pangan yang dialami oleh
kebanyakan masyarakat disuatu wilayah tertentu. Krisis pangan di Indonesia
sudah sangat parah, hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang mengeluhkan
kurangnya pasokan bahan pangan. Masyarakat merasa kesulitan jika pasokan
bahan pangan kurang, karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari bahan
pangan sangat diperlukan.

Faktor-faktor yang menyebabkan krisis pangan diantaranya bertambahnya


jumlah penduduk dan tingginya harga bahan pangan (Mudrieq, 2014). Jumlah
penduduk yang terus bertambah dapat menyebabkan krisis pangan. Mudrieq
(2014) menyatakan jumlah penduduk yang terus bertambah menyebabkan luas
lahan semakin sempit dan menyebabkan lahan pertanian semakin sempit
sementara manusia yang membutuhkan makan kian bertambah. Selain itu,
semakin tinggi harga bahann pangan maka masyarakat akan semakin kesulitan
untuk membeli bahan pangan dan menyebabkan krisis pangan terjadi di
masyarakat.

Rachman dan Suryani (2010) menyatakan krisis pangan berdampak terhadap


produksi, ketersediaan dan ketergantungan impor, dan pola konsumsi rumah
tangga. Produksi bahan pangan akan menurun jika sedang terjadi krisis pangan.
Sebagai contoh permintaan beras yang sangat tinggi saat krisis pangan terjadi
namun produksi beras berkurang. Hal ini menyebabkan kelangkaan pangan terjadi
di masyarakat.

Menurut Rachman dan Suryani (2010), peningkatan permintaan disebabkan


adanya pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat dan
perubahan selera. Dinamika dari sisi permintaan ini menyebabkan kebutuhan
secara nasional meningkat dalam jumlah, mutu dan keragaman. Sementara itu,
kapasitas produksi nasional pertumbuhannya lambat atau dapat dikatakan stagnan.

Krisis pangan juga berdampak pada ketersediaan dan ketergantungan terhadap


impor. Menurut Saliem et al (2008) dalam Rachman dan Suryani (2010), kinerja
ketersediaan pangan nasional menunjukkan perkembangan yang kurang
menggembirakan. Untuk mengimbangi permintaan, pemerintah mengambil
kebijakan impor. Indonesia saat ini sudah menjadi sangat ketergantungan untuk
melakukan impor. Bahan-bahan yang sebenarnya ada di Indonesia bahkan
diimpor dari luar negeri untuk mengurangi dampak krisis pangan yang terjadi.

Pola konsumsi rumah tangga juga menjadi dampak yang ditimbulkan dari
krisis pangan. Brinkman H (2010) dalam Rachman dan Suryani (2010)
menyatakan apabila harga pangan naik maka konsumsi pangan akan mengalami
dampak yang besar. Semakin sedikit pilihan jenis sumber pangan maka akan
sangat beresiko terhadap krisis pangan. Masyarakat yang tadinya dapat
mengonsumsi bahan panagn dengan mudah akan mengalami penurunan tingkat
konsumsi masyarakat.

Menurut Harianto et al (2008) dalam Rachman dan Suryani (2010), sebagian


kecil rumah tangga terjadi penurunan kualitas dan kuantitas konsumsi pangan
pokok. Proporsi rumah tangga yng mengalami penurunan kuantitas pangan pokok
terbesar terjadi pada agroekosistem lahan kering perkebunan, sementara rumah
tangga yang mengalami penurunan kualitas terbesar terjadi pada agroekosistem
lahan kering tanaman pangan. Pada umumnya rumah tangga berusaha
mempertahankan kuantitas maupun kualitas panganpokok yang dikonsumsi
walaupun harga pangan pokook mengalami kenaikan.

DAFTAR PUSTAKA

Mudrieq S H. 2014. Problematika Krisis Pangan Dunia dan Dampaknya bagi


Indonesia. Jurnal Academia Fisip Untad. 6(2):1287-1301.

Rachman H P S dan Suryani E. 2010. Dampak Krisis Pangan-Energi-Finansial


(PEF) terhadap Kinerja Ketahanan Pangan Nasional. Jurnal Forum Penelitian
Agroekonomi. 28(2):107-121.