Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 TUJUAN PRAKTIKUM


Mahasiswa dapat:
Mengukur daya aktif dan daya semu dari suatu beban resistif (R), induktif (L), kapasitif
(C), campuran resistif-induktif (R-L), resistif-kapasitif (R-C), induktif-kapasitif (L-C), dan
resistif-induktif-kapasitif (R-L-C) satu fasa.
Menentukan factor daya dari suatu beban.
Menggambarkan ketiga komponen daya atau segitiga daya.
Menggambarkan vektor arus dan tegangan untuk berbagai variasi jenis beban.

1.2 DASAR TEORI


SISTEM SATU FASA
Bila sebuah kumparan diputar pada medan magnet tetap, maka pada
kumparan akan diinduksikan tegangan. Jika medan magnet merupakan pasangan kutub
U-S, dengan kumparan terletak diantara kutub magnet seperti pada gambar 1.2.2, maka
pada kumparan akan diinduksikan tegangan bentuk sinusoida dengan nilai tegangan
sesaat dinyatakan dengan persamaan :

= (volt) ........................................... (1.2.1)

Dengan : = Nilai maksimum


= 2f = Putaran kecil

Gambar 1.2.1 Tegangan sinusoida diinduksi oleh sepasang magnet yang terdapat

BEBAN SISTEM
Beban sistem mempunyai sifat resistif, induktif, dan kapasitif. Sifat beban akan
menentukan besar daya aktif dan reaktif yang diserap beban.

1
BEBAN RESISTIF
Beban resistif adalah suatu beban yang mempunyai sifat dimana vektor arus dan
tegangan sefasa. Pada beban resistif jika tegangan bentuk sinusoida diberikan maka
arus yang mengalir juga bentuk sinusoida. Pada gambar 1.2.3, sebuah beban resistor
R diberi sumber V tegangan AC bolak-balik maka arus I mengalir pada rangkaian yang
besarnya adalah (ampere). Dari osiloskop bentuk gelombang arus dan
tegangan terlihat seperti gambar 1.2.3 (b)

Bentuk gelombang dan vector dibawah ini disebut sephasa terhadap V :

R V Vm

Im
w
Vs
I =Im sin ?t Im

Vm
?

(a). Beban resistor pada sebuah (b). Arus dan tegangan pada R bentuk
rangkaian sinusoida

Gambar 1.2.2 Sebuah rangkaian dengan beban R diberi tegangan AC bolak balik

Nilai sesaat arus dan tegangan pada R dinyatakan oleh persamaan :

= (volt) ........................................... (1.2.4)


= (ampere) ........................................... (1.2.5)

BEBAN INDUKTIF
Beban induktif adalah jenis beban yang mempunyai sifat apabila diberi tegangan
sinusoida pada suatu beban sehingga arus tertinggal dari tegangan. Sebuah rangkaian
yang diberi beban induktif L seperti gambar 1.2.6 (a) kemudian diberi tegangan
sinusoida, maka arus akan tertinggal dari tegangan seperti terlihat pada gambar
1.2.6 (b). Pada beban induktif, jika sebuah sumber tegangan AC bolak-balik V diberi
pada sebuah beban induktor L (henry), yang mempunyai hambatan induktansi XL ()
maka arus I sebesar Im sin(t ) akan mengalir pada kumparan L. Dari osiloskop
terlihat, bentuk tegangan dan arus ditunjukkan seperti gambar 1.2.3(b). Gambar
bentuk gelombang dan vektor seperti gambar 1.2.6 disebut I lagging (ketinggalan)
terhadap V.

2
L V Vm
Im
w
I =Im sin ?t Vs
Im

? Vm

(a). Sebuah rangkaian dengan beban (b). Bentuk tegangan dan arus pada L
Induktif L oleh oskiloskop

Gambar 1.2.6 Sebuah rangkaian dengan beban L dan bentuk tegangan dan
arus sesaat

Nilai sesaat arus dan tegangan pada R dinyatakan oleh persamaan :

= (volt) .................................................................. (1.2.7)



= ( ) (ampere) ................................................. (1.2.8)

Sementara besar induktansi induktor adalah :

= L - 2f L ........................................................................ (1.2.9)

BEBAN KAPASITIF
Beban Kapasitif adalah beban yang mempunyai sifat apabila diberi tegangan AC
sinusoida pada suatu beban sehingga arus mendahului tegangan. Sebuah rangkaian
dengan beban kapasitor C yang mempunyai kapasitansi (ohm) seperti gambar
1.2.10 (a) kemudian diberi tegangan sumber AC bolak balik V maka arus (I) mengalir
yang besarnya adalah = ( + ) (ampere). Dari osiloskop terlihat bahwa
arus (I) akan mendahului V seperti gambar 1.2.10 disebut I leading (mendahului)
terhadap V.

C V Vm

Im
w
I =Im sin ?t Im Vs

? Vm

(a). Rangkaian dengan beban C (b). Arus&Tegangan pada C dalam vector

Gambar 1.2.10 Sebuah rangkaian dengan beban C dan bentuk tegangan


dan arus sesaat
3
Besar tegangan dan arus sesaat pada C dinyatakan dalam persamaan :

= (volt) .............................................................. (1.2.11)



= ( + ) (ampere) ........................................... (1.2.11)

Sementara besar kapasitansi kapasitor C adalah :


= = ...................................................................... (1.2.11)

Dengan C = Kapasitas kapasitor C (Fahrrad)

SEGITIGA IMPEDANSI
Jika pada suatu rangkaian diberi beban R, L, dan C seri atau parallel maka segitiga
impedansi dari rangkaian diperlihatkan seperti gambar 1.2.12. Besar dan arah dari
hambatan R () ada pada arah sumbu x positif sedangkan reaktansi induktif ()
ada pada arah sumbu imajiner y positif dan reaktansi () ada pada sumbu imajiner
y negatif.

jXL

Besar impedansi total adalah :


Z
Z = + ( ) ............ (1.2.13)
R
I
jXc

Gambar 1.2.12 Vektor impedansi pada rangkaian RLC

Jatuh tegangan pada masing-masing reaktansi adalah VR pada tahanan R, VL pada


reaktansi induktif XL dan VC pad reaktansi kapasitif XC . Hubungan antara VR , VL , VC
dinyatakan dalam persamaan :

= i.R ............................................... (1.2.14)


= i. .............................................. (1.2.15)
= i. ............................................. (1.2.16)

4
Besar dan arah dalam sistem koordinat kartensian ditunjukan seperti pada gambar
1.2.17
VL

Vtot

VR
I
Vc

Gambar 1.2.17 Vektor tegangan pada beban R, L dan C.

Dari gambar 1.2.17 resultansi tegangan pada beban :

Z = + ( ) ................. (1.2.18)

Besar arus yang mengalir pada rangkaian dinyatakan dalam persamaan :


= = ................... (1.2.19)
+( )

DAYA
Daya pada rangkaian satu phasa arus AC bolak balik ada 3 macam yakni daya nyata P,
daya reaktif Q dan daya semu S. segitiga daya dan rumus-rumus yang berlaku dapat
dilihat pada gambar dibawah ini. Tidak semua daya ini diserap oleh beban. Ini
tergantung pada jenis beban. Namun pada umumnya beban yang menyerap ketiga
jenis daya kecuali beban resistif. Letak dan hubungan antara ketiga daya ini pada
sistem koordinat kartesius ditunjukkan pada gambar 1.2.20. Sementara hubungan
dalam matematis ditunjukkan oleh persamaan :

P = VI Cos = Z Cos (watt) ........... (1.2.21)


Q = VI Sin = = (VAR) ........ (1.2.22)
S = VI = Z = P JQ = + ....... (1.2.23)

Faktor Daya = Pf = Cos = ( ) ....... (1.2.24)

5
Qc

P
I
QL

PERBAIKAN FAKTOR DAYA


Salah satu cara untuk memperbaiki faktor daya adalah dengan memasang kompensasi
kapasitif menggunakan kapasitor pada jaringan tersebut. Kapasitor adalah komponen
rangkaian listrik yang justru menghasilkan daya reaktif pada jaringan dimana dia
tersambung. Tinjau sebuah jaringan yang bersifat induktif dengan segitiga daya
seperti ditunjukkan pada Gambar 1.2.25. Apabila kapasitor dipasang maka daya
reaktif yang disediakan oleh sumber akan berkurang sebesar Q_koreksi (yang
merupakan daya reaktif berasal dari kapasitor).

Karena daya aktif tidak berubah sedangakan daya reaktif berkurang sebesar
Q_koreksi, maka dari sudut pandang sumber, segitiga daya yang baru diperoleh
seperti ditunjukkan pada Gambar yang diperlihatkan oleh garis orange. Dari gambar
tersebut terlihat bahwa sudut mengecil menjadi akibat pemasangan kapasitor
tersebut akibatnya faktor daya jaringan akan naik. Dengan demikian faktor daya cos
menjadi bertambah besar dengan kata lain faktor daya diperbaiki.

Gambar 1.2.25 Segitiga daya dengan perbaikan faktor daya

( )
= tg = = ...... (1.2.26)

6
BAB II
PELAKSANAAN

2.1 ALAT DAN BAHAN


Variac (autotrafo) 0-220 V (1 buah)
Beban resistif berupa lampu pijar 100 W / 20 V (1 buah)
Beban induktif berupa ballast 220 V, 65 W (1 buah)
Beban kapasitif berupa kapasitor 3,25 f / 4,5 f (1 buah)
Amperemeter AC (1 buah)
Voltmeter (1 buah)
Wattmeter HIOKI (1 buah)
Switch tunggal 220 V (1 buah)
Kabel penghubung (secukupnya)
Multitester (1 buah)

2.2 LANGKAH KERJA


1) Buat rangkaian seperti pada gambar 12. Beban adalah resistif R (lampu pijar 100 W),
lakukan pengukuran secara bertahap dengan memvariasi dari 20 V tegangan nominal
220 V seperti pada tabel 1 dan isiskan hasil pengukuran pada tabel tersebut.

A W

220 V V

Gambar 2.2.1 Gambar rangkaian untuk setiap beban beban

A W

220 V V

Gambar 2.2.2 Gambar rangkaian untuk setiap beban beban diparalel kan

7
2) Ganti beban dengan beban induktif L (ballast) kemudian lakukan pengukuran dengan
memvariasi tegangan seperti pada tabel 2. Hasil pengukuran isikan pada tabel
tersebut.

3) Ganti beban dengan beban kapasitif C, lakukan langkah seperti diatas dan hasil
pengukuran masukkan pada tabel 3.

4) Ulangi percobaan untuk beban campuran R//L, R//C, L//C dan R//L//C secara
bergantian, isikan pada tabel 4 hingga tabel 6.

8
BAB III
HASIL PERCOBAAN

3.1 DATA PENGUKURAN


Tabel 1. Beban resistif (lampu pijar 100 W)
No V (volt) I (A) S (VA) P (W) Q (Var) Cos Sifat Jenis Ket
1 20 0,13 2 2 0 1 Resistif LAG
2 49,8 0,19 9 9 0 1 Resistif LAG
3 99,2 0,28 27 27 0 1 Resistif R LAG
4 151 0,34 52 52 0 1 Resistif LAG
5 219,8 0,42 92 92 0 1 Resistif LAG

Tabel 2. Beban induktif (Ballast)


No V (volt) I (A) S (VA) P (W) Q (Var) Cos Sifat Jenis Ket
1 20 0 0 0 0 0 Induktif LAG
2 50,4 0,11 6 0 5,550 0,125 Induktif LAG
3 100 0,22 22 2 21,867 0,113 Induktif L LAG
4 150,3 0,34 50 5 50,795 0,108 Induktif LAG
5 220,5 0,56 122 13 122,739 0,106 Induktif LAG

Tabel 3. Beban kapasitif (Kapasitor)


S
No V (volt) I (A) P (W) Q (Var) Cos Sifat Jenis Ket
(VA)
1 20,5 0,006 1 0 0,123 0,006 Kapasitif LEAD
2 50,7 0,14 7 0 7,091 0,003 Kapasitif LEAD
3 100,3 0,27 27 0 27,054 0,004 Kapasitif C LEAD
4 150,4 0,40 60 0 60,100 0,004 Kapasitif LEAD
5 220,2 0,58 129 0 127,646 0,002 Kapasitif LEAD

Tabel 4. Beban resistif-induktif


No V (volt) I (A) S (VA) P (W) Q (Var) Cos Sifat Jenis Ket
1 20,2 0,14 3 3 0,972 0,939 Induktif LAG
2 150,1 0,5 75 57 49,458 0,752 Induktif R//L LAG
3 220,5 0,73 160 106 121,046 0,659 Induktif LAG

Tabel 5. Beban resistif-kapasitif


No V (volt) I (A) S (VA) P (W) Q (Var) Cos Sifat Jenis Ket
1 20 0,14 3 3 1,092 0,921 Kapasitif LEAD
2 150 0,53 79 51 60,42 0,650 Kapasitif R//C LEAD
3 220,5 0,72 158 93 128,913 0,584 Kapasitif LEAD

9
Tabel 6. Beban induktif-kapasitif
No V (volt) I (A) S (VA) P (W) Q (Var) Cos Sifat Jenis Ket
1 20 0 0 0 0 0 - -
2 149,3 0,09 14 5 0,351 - L//C -
3 220,2 0,11 23 12 20,589 0,526 - -

Tabel 7. Beban resistif-induktif-kapasitif


No V (volt) I (A) S (VA) P (W) Q (Var) Cos Sifat Jenis Ket
1 20 0,14 3 3 0,176 0,988 Induktif LAG
2 150 0,38 57 55 13,623 0,971 Kapasitif R//L//C LEAD
3 220 0,49 107 104 23,932 0,975 Induktif LAG

Ket : LEAD = arus mendahului terhadap tegangan.


LAG = arus tertinggal terhadap tegangan.

3.2 ANALISA DATA


Analisis data dari tabel diatas sebagai berikut :

Ket : Q = Debit Aliran listrik


V = Tegangan supply yang mengalir pada rangkaian
I = Arus yang mengalir pada rangkaian
Sin = sudut penyalaan

Dari rumus di atas dapat di simpulkan bahwa Debit aliran listrik berbanding lurus
dengan tegangan supply, arus listrik dan sudut penyalaan. Berdasarkan rumus diatas
untuk mencari sin , maka = arc cos .

Tabel Beban Resistif


Cos Arc cos Sin Q = V x I x sin (Var)
1 0o 0 0
1 0o 0 0
1 0o 0 0
1 0o 0 0
1 0o 0 0

10
Tabel Beban Induktif
Cos Arc cos Sin Q = V x I x sin (Var)
0 90o 1 0
0,125 82,819 o 0,992 5,500
0,113 83,512 o 0,994 21,868
0,108 83,800 o 0,994 50,795
0,106 83,915 o 0,994 122,739

Tabel Beban Kapasitif


Cos Arc cos Sin Q = V x I x sin (Var)
0,006 89,656 o 0,999 0,123
0,003 89,828 o 0,999 7,091
0,004 89,771 o 0,999 27,054
0,004 89,771 o 0,999 60,100
0,002 89,885 o 0,999 127,646

Tabel Beban Resistif-Induktif


Cos Arc cos Sin Q = V x I x sin (Var)
0,939 20,116 o 0,344 0,972
0,752 41,236 o 0,659 49,458
0,659 48,776 o 0,752 121,046

Tabel Beban Resistif-Kapasitif


Cos Arc cos Sin Q = V x I x sin (Var)
0,921 22,927 o 0,390 1,092
0,650 49,458 o 0,760 60,42
0,584 54,268 o 0,812 128,913

11
Tabel Beban Induktif-Kapasitif
Cos Arc cos Sin Q = V x I x sin (Var)
0 90 o 1 0
0,351 69,452 o 0,936 12,58
0,526 58,264 o 0,850 20,589

Tabel Beban Resistif-Induktif-Kapasitif


Cos Arc cos Sin Q = V x I x sin (Var)
0,998 3,624 o 0,063 0,176
0,971 13,832 o 0,239 13,623
0,975 12,839 o 0,222 23,932

12
BAB IV
PROBLEM ATAU PERMASALAHAN

4.1 PROBLEM atau PERMASALAHAN


1) Analisa hasil percobaan untuk langkah 1, 2, 3 dan 4 !
2) Untuk beban campuran L//C bagaimana sifat beban dan mengapa demikian ? Jelaskan !
3) Buatlah segitiga daya berdasarkan data R//L, R//C, L//C dan R//L//C di kertas grafik dan
beri penjelasan !
4) Gambarkan vektor tegangan dan arus untuk langkah kerja 1 saat 220 V langkah 2, 3 dan
4 masing-masing contoh !
5) Buat kesimpulan untuk setiap percobaan !

4.2 JAWABAN
1) Analisa hasil percobaan :
o Tabel Beban Resistif
Pada tabel diatas terlihat bahwa jika beban resistif mempunyai Cos = 1.
Berarti sudut diantara tegangan dan arus adalah 0o. Dapat dilihat pada gambar
vektor tegangan dan arus pada beban resistif.
Pada tabel keterangan didapat juga sifat LAGGING yang muncul dari alat
Wattmeter, sedangkan menurut teori beban resisitif tidak bersifat LAGGING
maupun LEADING namun bersifat SEFASA. Dari tabel terlihat bahwa pada
beban resistif besar nilai S sama dengan nilai P, hal ini terjadi karena harga Q = 0.
Dibuktikan dengan rumus :

P = Vrms x Irms x Cos Q = Vrms x Irms x Sin


= Vrms x Irms x Cos 0o = Vrms x Irms x Sin 0o
= Vrms x Irms =0

o Tabel Beban Induktif


Pada tabel diatas kita dapat melihat bahwa jika beban induktif mempunyai
nilai Cos yang berbeda-beda dan tidak sama dengan 1. Berarti sudut diantara
tegangan dan arus adalah tidak sama dengan 0o ( 0 o), terlihat pada gambar
vektor tegangan dan arus pada beban induktif.
Dari data yang kami dapatkan, pada V = 20 volt memiliki nilai I, S, P, dan Q = 0.
Hal ini dikarenakan beban yang terlalu besar dirangkai pada tegangan yang kecil.
Dari tabel juga terlihat bahwa pada beban induktif nilai S tidak sama dengan
nilai P karena terdapat nilai Q pada induktif. Dalam teori beban induktif hanya

13
terdapat daya Q, tetapi pada kenyataannya terdapat daya P karena adanya
resistansi pada rangkaian.
Dibuktikan dengan rumus :

P = Vrms x Irms x Cos Q = Vrms x Irms x Sin

o Tabel Beban Kapasitif


Pada tabel diatas kita dapat melihat bahwa jika beban kapasitif mempunyai
nilai Cos yang berbeda-beda dan tidak sama dengan 1. Berarti sudut diantara
tegangan dan arus adalah tidak sama dengan 0 ( 0o), terlihat pada gambar vektor
tegangan dan arus pada beban kapasitif.
Dari tabel terlihat bahwa pada beban kapasitif nilai S relatif sama atau tidak
jauh berbeda dengan nilai Q.
Dibuktikan dengan rumus :

P = Vrms x Irms x Cos Q = Vrms x Irms x Sin


Karena Cos dianggap kecil,
Maka P = 0.

o Tabel Beban Resistif-Induktif


Pada tabel terlihat bahwa jika beban resistif-induktif mempunyai nilai Cos
yang berbeda-beda dan tidak sama dengan 1. Berarti sudut diantara tegangan dan
arus adalah tidak sama dengan 0o ( 0o). Ditemukan juga nilai P dan nilai Q
sehingga dapat digambar vektor tegangan dan arus pada beban resistif-induktif
serta grafik segitiga daya.
Dari tabel juga terlihat bahwa pada beban kapasitif nilai S sama dengan nilai
P + j Q.
Dibuktikan dengan rumus :

P = Vrms x Irms x Cos Q = Vrms x Irms x Sin

14
Diketahui juga bahwa besar S pada rangkaian resistif-induktif lebih besar
daripada pada rangkaian resistif, hal ini karena terdapat tambahan beban
induktif sehingga nilai dayanya lebih besar.

o Tabel Beban Resistif-Kapasitif


Pada tabel diatas terlihat bahwa jika beban resistif-kapasitif mempunyai nilai
Cos yang berbeda-beda dan tidak sama dengan 1. Berarti sudut diantara
tegangan dan arus adalah tidak sama dengan 0o ( 0). Ditemukan juga nilai P dan
nilai Q sehingga dapat digambar vektor tegangan dan arus pada beban resistif-
induktif serta grafik segitiga daya.
Dari tabel terlihat juga bahwa pada beban kapasitif nilai S sama dengan harga
P + j Q.
Dibuktikan dengan rumus :

P = Vrms x Irms x Cos Q = Vrms x Irms x Sin

o Tabel Beban Induktif-Kapasitif


Pada tabel terlihat bahwa jika beban induktif-kapasitif mempunyai nilai Cos
yang berbeda-beda dan harganya tidak sama dengan 1. Berarti sudut diantara
tegangan dan arus adalah tidak sama dengan 0o ( 0o). Ditemukan juga nilai P dan
nilai Q sehingga dapat digambar vektor tegangan dan arus pada beban resistif-
induktif serta grafik segitiga daya.
Dari tabel juga terlihat bahwa pada beban kapasitif nilai S sama dengan nilai
P + j Q.
Dibuktikan dengan rumus :

P = Vrms x Irms x Cos Q = Vrms x Irms x Sin

Diketahui juga bahwa besar S pada rangkaian induktif-kapasitif lebih kecil


dibandingkan pada rangkaian induktif. Hal ini terjadi karena ada tambahan beban
kapasitif yang menyebabkan dayanya kecil. Terlihat perbedaan tersebut pada
beban induktif ketika tegangan 220,5 volt dengan harga S = 122 VA, sedangkan
pada beban induktif-kapasitif ketika tegangan 220,2 volt dengan harga S = 23 VA.
Pada rangkaian ini sifat beban adalah SEFASA, Hal ini karena beban
induktif bersifat LAGGING dan beban kapasitif bersifat LEADING.

15
o Tabel Beban Resistif-Induktif-Kapasitif
Pada tabel diatas terlihat bahwa jika beban resisitif-induktif-kapasitif
mempunyai nilai Cos yang berbeda-beda dan harganya tidak sama dengan 1.
Berarti sudut diantara tegangan dan arus adalah tidak sama dengan 0 o ( 0o).
Ditemukan juga harga P dan harga Q sehingga dapat digambar vektor tegangan dan
arus pada beban resistif-induktif serta grafik segitiga daya.
Dari tabel juga terlihat bahwa pada beban kapasitif nilai S sama dengan harga
P + j Q.
Dibuktikan dengan rumus :

P = Vrms x Irms x Cos Q = Vrms x Irms x Sin

Diketahui juga bahwa besar S pada rangkaian resistif-induktif-kapasitif lebih


kecil dibandingkan pada rangkaian resistif-induktif. Hal ini karena terdapat
tambahan beban kapasitif yang menyebabkan dayanya kecil. Terlihat perbedaan
tersebut pada beban induktif ketika tegangan 220,5 volt dengan nilai S = 122 VA
sedangkan pada beban resisitif-induktif-kapasitif ketika tegangan 220 volt dengan
nilai S = 107 VA.

2) Untuk sifat beban L//C tidak terdeteksi LAG maupun LEAD. Hal ini terjadi karena
reaktansi induksi sama dengan reaktansi kapasitif.

16
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN
o Rangkaian dengan beban resistif (R) mempunyai sifat beban SEFASA yang
berarti arus dan tegangan tidak saling mendahului. Kondisi ini mengakibatkan Q atau
(daya) adalah sama dengan 0 (Q = 0).
o Beban induktif mempunyai sifat beban LAGGING yaitu berarti arus tertinggal dari
tegangan sebesar , karena beban induktif terdiri dari kumparan kawat yang
dililitkan pada suatu inti seperti coil dan solenoida maka beban ini mengakibatkan
pergeseran fasa.
o Beban kapasitif mempunyai sifat beban LEADING yaitu berarti arus mendahului
tegangan sebesar , karena beban ini menyerap daya aktif dan mengeluarkan daya
reaktif.
o Rangkaian dengan kapasitor akan menghasilkan daya pada rangkaian menjadi lebih
kecil, hal ini karena kapasitor memberikan daya reaktif terhadap rangkaian.

5.2 SARAN
Perhatikan dengan teliti dan pahami keseluruhan isi dari job sheet.
Pastikan semua alat yang diperlukan telah tersedia.
Lakukan pengecekan pada semua alat yang akan digunakan,berfungsi atau tidak.
Perhatikan kesesuaian antara jarum yang terdapat pada alat ukur dengan angka nol
(pengkalibrasian).
Penyambungan kabel konektor harus tepat agar tidak terjadi kesalahan yang dapat
menyebabkan arus yang mengalir dapat berjalan dengan benar.
Teliti saat membuat rangkaian dan membaca alat ukur.
Perhatikan apakah rangkaian telah sesuai, berikut jembatan Wheatstone nya. Dan
pastikan benar-benar tidak ada arus yang mengalir atau Vdc = 0.
Pada saat mengukur dengan alat ukur, sebaiknya melihat nilai yang ditunjukkan oleh
jarum multimeter dilakukan oleh satu orang saja (yang memiliki pengelihatan yang
lebih teliti dan mahir) dengan sudut pandang yang tidak berubahubah agar
kesalahan pada saat praktikum dapat di minimalisir.

17
DAFTAR PUSTAKA

id.m.wikipedia.org/wiki/rangkaianac

jonialfian.blogspot.com/2013/10/daya-pada-rangkaian-ac-atau.html?m=1

www.alatuji.com/article/detail/45/rangkaianac

18